BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kesehatan masyarakat adalah ilmu yang mempeajari tentang ilmu dan
seni memperpanjang hidup, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,
mencegah penyakit dengan cara pengorganisasian masyarakat. Masalah
kesehatan masyarakat sangat kompleks yang saling berkait dengan masalah
diluar kesehatan itu sendiri.
Demikian pula pemecahan masalah kesehatan masyarakat tidak dapat
hanya dilihat dari segi sehatnya namun juga seluruh segi yang ada
pengaruhnya terhadap masalah kesehatan. Pelayanan kesehatan masyarakat
adalah bagian dari pelayanankesehatan yang lebih mengutamakan
kegiatannya pada upaya peningkatan kesehatan serta pencegahan penyakit
serta lebih memusatkan perhatiannya pada pelayanan berbagai masalah
kesehatan yang ditemukan di masyarakat secara keseluruhan.
Administrasi kebijakan kesehatan adalah administrasi yang diterapkan
pada upaya kesehatan demi terciptanya suatu keadaan yang sehat. (Maidin
Alimin,2004). Administrai kebijakan kesehatan terdiri dari 5 unsur pokok
yang peranannya amat penting dalam menentukan berhasil atau tidaknya
pelaksanaan administrasi kesehatan. Kelima unsur pokok yang dimaksud
ialah masukan (input), proses (process), keluaran (output), sasaran (target),
serta dampak (impac).
Seperti yang kita ketahui masih banyak yang belum mengetahui dan
paham mengenai administrasi kebijakan kesehatan. Olehnya itu, penulis
membuat makalah dasar administrasi kebijakan kesehatan ini untuk
memberikan pemahaman kepada pembacanya sekaligus untuk menyelesaikan
tugas dari dosen pembimbing mata kuliah Administrasi dan Kebijakan
Kesehatan.

ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN KESEHATAN 1

B. Rumusan Masalah
1. Apa Batasan Administrasi Kesehatan?
2. Apa Unsur Pokok Administrasi Kesehatan?
3. Apa Ruang Lingkup Administrasi Kesehatan?
4. Apa Manfaat Penerapan Administrasi Kesehatan?
5. Bagaimana Program Peningkatan Kesehatan dan Kesejahteraan?

C. Tujuan Makalah
1. Untuk mengetahui Batasan Administrasi Kesehatan.
2. Untuk mengetahui Unsur Pokok Administrasi Kesehatan.
3. Untuk mengetahui Ruang Lingkup Administrasi Kesehatan.
4. Untuk mengetahui Manfaat Penerapan Administrasi Kesehatan.
5. Untuk mengetahui Program Peningkatan Kesehatan dan Kesejahteraan.

ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN KESEHATAN 2

manus = tangan.(Azwar Azrul.2009) Manajemen adalah proses untuk mendefenisikan tujuan dan membuatnya efektif melalui organisasi untuk mencapai satu tujuan.1993) Pada saat ini adminisrasi telah berkembang menjadi suatu cabang ilmu tersendiri. Batasan Administrasi Kesehatan Jika menyebutkan perkataan Administrasi Kesehatan ada dua pengertian yang terkandung di dalamnya.office work) dan Administrasi dalam arti luas (manajemen keseluruhan: Asas manajemen. (Tulchinsky. ad = pada. pekerjaan Perkantoran .1993). Manajemen dan administrasi sering dipersamakan .” (Azwar Azrul.Varavikova.(Suarli. dengan memanfaatkan organisasi dan proses manjemen dalam usahanya untuk mencapai tujuan. untuk itu banayak pengertian administrasi yang telah dikenal salah satu diantaranya ialah : “Administrasi adalah upaya mencapai tujuan yang diinginkan dengan menciptakan lingkungan kerja yang menguntungkan (Koontz O’Donnel). namun yang jelas memang tidak dapat dipisahkan. yakni pengertian administrasi di satu pihak serta pengertian kesehatan dipihak lain. karena ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN KESEHATAN 3 . agree = melakukan. Dalam membahas tentang administrasi sering dikaitkan dengan manajemen yang berasal dari kata managie (latin.Yayan . Administrasi berasal dari kata administrare (latin. Perlu dibedakan pengertian Administrasi dalam arti sempit (Tata usaha. melaksanakan) yang berarti melakukan dengan tangan. fungsi manajemen dan kelembagaan. Administrasi merupakan wadah dan proses yang menentukan kebijakan dimana organisasi dan manjemen dipakai sebagai sarana untuk menentukan kebijakan umum. BAB II PEMBAHASAN A. ministrare = melayani) dengan demikian jika ditinjau dari asal kata administrasi berarti memberikan pelayanan kepada masyarakat. proses manajemen. 2000) Berdasarkan pengertian. peranan dan fungsinya administrasi sering di samakan dengan manjemen.

2.( Tulchinsky. Administrasi pada dasarnya merupakan usaha tertentu untuk mencapai suatu tujuan(Maidin Alimin.2004). Manajemen merupakan suatu proses yang khas. teknik manajemen. pengorganisasian. Para penyedia ataupun tenaga kesehatan dalam mempergunakan administrasi kesehatan memerlukan persiapan baik dalam teori maupun praktek. asap/prinsip organisasi (manajemen). pengertian manajemen.R Terry. dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan dengan memanfaatkan sumberdaya manusia dan sumber daya lainnya. dan Mary Parker Folett membatasi pengertian manajemen sebagai berikut: “The art getting thing done trough people” (seni memperoleh sesuatu/hasil melalui orang lain). penggerakan pelaksanaan. unsur manajemen. manajemen memiliki peranan dan fungsi yang tidak jauh berbeda dari administrasi. yang terdiri dari perencanaan. Manajemen selalu berkaitan dengan kehidupan organisasi.Varavikova. Lawrence A. ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN KESEHATAN 4 . ( Azwar Azrul.Appley. b. dalam bukunya principles of management. Menurut G. Dari pengertian tentang manajemen tersebut. Administrasi atau manjemen dalam dunia kesehatan sangat diperlukan agar dalam pelaksanaan program kesehatan dapat berjalan dengan efisien dan efektif. 2000) Mengenai manajemen hendaknya disadari bahwa ilmu ini adalah alat dan bukan tujuan organisasi. Dengan memahami perkembangan konsep manajemen. Manajemen adalah ilmu terapan.1993 ) Beberapa pengertian manajemen menurut beberapa ahli sebagai berikut: 1. organisasi dan kepemimpinan seorang manajer dengan kepemimpinannya diharapkan dapat mencapai hasil kegiatan secara optimal untuk mencapai tujuan organisasi yang diharapkan. dan berkaitan dengan kepemimpinan (managerial atau leadership). sekaligus dalam alam pikiran kita tertera antara lain fungsi manajemen. ada 4 hal penting yang perlu diketahui : a.

(Azwar Azrul.dan sosial yang tidak hanya terbatas pada bebas dari penyakit atau kelemahan saja (WHO1947 dan UU Pokok Kesehatan No.1993) ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN KESEHATAN 5 . dan social yang memungkinkan setiap orang hidup produktif scara sosial dan ekonomis (UU Kesehatan No. jiwa.2004) Untuk itu ada dua pendapat yang ditemukan.2009) Pendapat yang dianut dalam buku AKK adalah pendapat yang kedua yaitu tidak membedakan antara kedua istilah yang dimaksud. Untuk itu ada dua pendapat pula yang ditemukan.Yayan.  Sehat adalah suatu keadaan sejahtera dari badan. 9 Tahun 1960). Administrasi dengan manajemen Pendapat kedua tidak membedakan administrasi dengan manajemen. maka pengertian kesehatan banyak pula macamnya diantaranya adalah :  Sehat adalah suatu keadaan sejahtera sempurna dari fisik. Administrasi berbeda dengan manajemen Pendapat pertama membedakan administrasi dengan manajemen.(Azwar Azrul. Dalam organisasi yang mempunyai jumlah SDM yang besar. Administrasi lebih tinggi dari manajemen 2. d. yakni : 1. (Azwar Azrul. menurut pendapat terakhir ini. 23 Tahun 1992).  Sehat adalah suatu keadaan dan kualitas dari organ tubuh yang berfungsi secara wajar dengan segala faktor keturunan dan lingkungan yang dipunyainya (WHO 1957). Keberhasilan organisasi akan tercermin dari kemahiran manajerial dan keterampilan teknis operasional seorang manajer. Administrasi lebih rendah dari manajemen b. c. (Suarli.1993) Manajemen akan selalu berhubungan dengan administrasi. yakni a. kedua istilah tersebut sering dipakai secara bergantian untuk macam kegiatan yang sama. mental.1993) Sama halnya dengan administrasi. (Muninjaya Gde. ada sekelompok staf yang mempunyai ruang lingkup kegiatan yang berbeda dengan kelompok staf yang lain.

Masukan Yang dimaksud dengan masukan (input). (Azwar Azrul. (Maidin Alimin. Unsur Pokok Administrasi Kesehatan Jika diperhatikan batasan administrasi kesehatan sebagaimana dikemukakan diatas. dokter gigi.Bidan. dalam administrasi adalah segala sesuatu yang dibutuhkanuntuk dapat melaksanakan pekerjaan administrasi. proses (process). ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN KESEHATAN 6 . seperti pesuruh.1993) 1. yaitu : 1) Sumber Yang dimaksud dengan sumber (resources) adalah segala sesuatu untuk menghasilkan barang atau jasa. Sumber ini secara umum dapat dibedakan atas tiga macam. sasaran (target). penjaga malam dan pekerjakasar lainnya. Perawat serta tenaga tidak ahli (unskilled). Masukan dan/atau perangkat administrasi tersebut banyak macamnya. segera terlihat bahwa dalam batasan tersebut dikemukakan setidak-tidaknya 5 unsur pokok yang peranannya amat penting dalam menentukan berhasil atau tidaknya pelaksanaan administrasi kesehatan. serta dampak (impac). keluaran (output). yakni tenaga ahli (skilled) seperti Dokter. Komisi Pendidikan Administrasi Kesehatan Amerika Serikat Komisi Pendidikan Administrasi Kesehatan Amerika Serikat memebedakan masukan dan/atau perangkat administrasi atas tiga macam.2004). B. Administrasi kebijakan kesehatan adalah administrasi yang diterapkan pada upaya kesehatan demi terciptanya suatu keadaan yang sehat. yakni :  Sumber tenaga Sumber tenaga (Labour Resources) dibedakan atas dua macam. Beberapa diantaranya yang terpenting adalah : a. Masukan ini dikenal pula dapat melaksanakan pekerjaan administrasi (tools of administration). Kelima unsur pokok yang dimaksud ialah masukan (input).

( Azwar Azrul.(man). yakni modal bergerak (working capital) seperti uang dan giro serta modal tidak bergerak (fixed capital) seperti bangunan.  Sumber modal Sumber modal (Capital Resources) banyak macamnya. Mudah dipahami karena memanglah keadaan kesehatan serta keadaan gizi masyarakat dinegara yang telah maju. (Azwar Azrul.1993) b. tanah.1993) Pembagian lain yang banyak dikenal dimasyarakat ialah yang disebut sebagai 4M. (Azwar Azrul. yakni manusia (man). mental dan biologis tenaga pelaksana. Koontz dan Donnels Koontz dan Donnels membedakan masukan dan/atau perangkat administrasi atas empat macam.1993) 2) Tata Cara Yang dimaksud tentang cara (procedures) adalah berbagai kemajuan ilmu dan teknologi kedokteran yang dimiliki dan yang diterapkan. yakni manusia. uang(money). sarana ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN KESEHATAN 7 . Sacara umum bahwa kesanggupan tenaga pelaksana dari Negara yang telah maju lebih tinggi dari pada Negara yang lebih maju lebih tinggi dari pada tenaga pelaksana dari tenaga pelaksana dari Negara yang masih terbelakang.( Azwar Azrul.1993) 3) Kesanggupan Yang dimaksud dengan kesanggupan (capity) adalah kaedaan fisik. dan sarana kesehatan.  Sumber alamiah Yang dimaksud dengan sumber alamiah (natural resources) adalah segala sesuatu yang terdapat dialam yang tidak termasuk sumber tenaga dan sumber modal. manajerial (managerial) dan teknologi (technology). jauh lebih baik dari pada Negara yang masih terbelakang. modal (capital). Jika disederhanakan dapat dibedakan atas dua macam.

1993) ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN KESEHATAN 8 . (material).( Azwar Azrul. pengkoordinasian (coordinating) dan penilaian (evaluation). pengkoordinasian (coordinating) dan pengawasan (controlling). Hendry Fayol membedakan fungsi administrasi atas 5 macm. pengorganisasian (organizing). pergerakkan (actuating) dan pengawasan (controlling). yakni : perencanaan (planning).1993) Pada saat ini dikenal beberapa pembagian proses dan ataupun fungsi administrasi tersebut. maka pembagian fungsi administrasi makin banyak pula. yakni manusia (man).( Azwar Azrul. pengorganisasian (organizing). Proses Yang dimaksud dengan proses (process) dalam administrasi adalah langkah-langkah yang harus mencapai tujuan yang telah ditetapkan. George R. Beberapa diantaranya yang terpenting ialah : a. yakni perencanaan (planning). metode (metodh). Terry membedakan fungsi administrasi atas 4 macam. pengorganisasian (organizing). Fungsi administrasi menurut Terry ini dikenal singkatan POAC. c. b. Pada umumnya proses dan ataupun fungsi administrasi ini merupakan tanggung jawab pimpinan. Komisi Pendidikan Administrasi Kesehatan Amerika Serikat membedakan fungsi administrasi atas 6 macam. pengarahan (directing). uang (money). Proses ini dikenal dengan nama fungsi administrasi (function of administration). 2. dan metode (methodh) untuk organisasi yang tidak mencari keuntungan serta 6M.( Azwar Azrul. meskipun bervariasi. namun jika dikaji secara mendalam pada dasarnya tidak memperlihatkan perbedaan yang berarti. sarana (material). perintah (commanding). pengawasan (controlling). yakni perncanaan (planning). pasar (market) serta mesin (machianery) untuk organisasi yang mencari keuntungan.1993) Pada saat ini dengan makin berkembangnya ilmu administrasi. Berbagai pembagian tersebut.

secara umum dapat dibedakan atas 2 macam. kelompok dan masyarakat. yakni upaya kesehatan tersebut ditujukan. 3) Pelaksanaan (implementing) yang didalamnya termasuk pengarahan. dampak yang diharapkan adalah makin meningkatnya derjat kesehatan. yaitu : 1) Perencanaan (planning) yang didalamnya termasuk penyusun anggaran belanja. (Azwar Azwar. Untuk administrasi kesehatan sasaran yang dimaksudkan disini dibedakan atas 4 macam.1993) 3. ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN KESEHATAN 9 . Kedua. Sasaran Yang dimaksud dengan sasaran (target group) adalah kepada siapa keluaran yang dihasilkan. untuk administrasi kesehatan. ( Azwar Azrul. 4) Penilaian (evaluation) yang didalamnya termasuk penyusunan laporan.1993) 5. Peningkatan derajat kesehatan ini hanya akan dapat dicapai apabila kebutuhan dan tuntutan perseorangan.bimbingan. ( Azwar Azrul. Dalam praktek sehari-hari untuk memudahkan pelaksanaannya. berbagai fungsi administrasi ini sering disederhanakan menjadi 4 macam saja. yakni perseorangan. 2) Pengorganisasian (organizing) yang didalamnya termasuk penyusunan staf. pengkoordinasian. Untuk administrasi kesehatan. Pada saat ini pelayanan kesehatan tersebut banyak macamnya. keluaran tersebut dikenal dengan nama pelayanan kesehatan (health service). Dapat bersifat sasaran langsung (direct target group) atau pun bersifat sasaran tidak langsung (indirect group target).1993) 4. Pertama. pelayanan kesehatan masyarakat (public health services). keluarga. Dampak Yang dimaksud dengan dampak adalah akibat yang ditimbulakn oleh keluaran. Keluaran Yang dimaksud dengan keluaran (output) adalah hasil dari suatu pekerjaan administrasi. penggerakan dan pengawasan. pelayanan kedokteran (medical sevices).

maka dalam upaya menemukan kebutuhan kesehatan. Sebagai sesuatu yang bersifat objektif. Jika diketahui bahwa munculnya suatu penyakit sebagaimana dikemukakan oleh Gordon dan LE Richt 1950 sangat ditentukann oleh faktor utama. (Azwar Azrul.1993) C. perhatian haruslah ditujukan kepada ketiga faktor tersebut. keluarga dan kelompok dan/atau masyarakat terhadap kesehatan. dan ataupun masyarakat tidak terlalu menetukan tercapai atau tidaknya kehendak untuk meningkatkan derajat kesehatan. kelompok.1993) b) Tuntutan Kesehatan Berbeda halnya dengan kebutuhan. keluarga. maka munculnya kebutuhan kesehatan sangat ditentukan oleh masalah kesehatan nyata yang ditemukan dimasyarakat. pelayanan kedokteran serta lingkungan yang sehat dapat terpenuhi. karena tuntutan kesehatan bersifat subjektif. a) Kebutuhan Kesehatan Kebutuhan kesehatan pada dasarnya bersifat objektif dan karena itu untuk dapat meningkatkan derajat kesehatan ‘perseorangan. Kebutuhan dan tuntutan ini adalh sesuatu yang terdapat pada pihak pemakai jasa pelayanan kesehatan (health consumer). dengan perkataan ini terpenuhi atau tidaknya tuntutan kesehatan perseorangan. keluarga. tuntutan kesehatan (health demande) pada dasarnya bersifat subjektif oleh karena itu pemenuhan tuntutan kasehatan tersebut hanya bersifat fakultatif. penyebab penyakit (agent) serta lingkungan (environment). kelompok dan ataupun masyarakat upaya untuk memenuhinya bersifat mutlak. Ruang Lingkup Jika dikaji secara mendalam batasan administrasi kesehatan sebagaimana yang telah dirumuskan oleh Komisi Pendidikan Administrasi Kesehatan Amerika Serikat tahun 1974. maka munculnya tuntutan kesehatan tersebut dipengariuhi oleh faktor-faltor bersifat sujektif pula. ( Azwar Azrul. segera terlihat bahwa ruang lingkup administrasi ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN KESEHATAN 10 . yakni: pejamu (host).

Karena kegiatan utama administrasi adalah melaksanakan semua fungsi administrasi maka jelas pula bahwa melaksanakan pekerjaan tata usaha.1993) 2. kedua subsistem pembiayaan kesehatan. mengagenda dan ataupun menyimpan arsip surat menyurat (office work) yang merupakan pekerjaan pokok seorang usaha. pelaksanaan sampai dengan fungsi pengawasan (Terry). kesehatan mencakup bidang yang amat luas yang jika disederhanakan dapat dibagi menjadi dua macam. Sistem kesehatan itu sendiri mencakup hal yang amat luas sekali. Pekerjaan administrasi bukan sekedar mengetik. Objek dan Subjek Administrasi Telah disebutkan bahwa objek dan subjek administrasi kesehatan adalah sistem kesehatan yang berarti dapat menyelenggarakan administrasi kesehatan perlu dipahami dahulu apa yang dimaksud dengan sistem kesehatan. Jika disederhanankan dapat dibedakan atas dua subsistem.( Azwar Azrul. keluarga. yakni: 1.( Azwar Azrul. pertama subsistem pelayanan kesehatan. yang dimaksud dengan sistem kesehatan tidak lain adalah suatu kumpulan dari berbagai faktor yang kompleks dan saling berhubungan yang terdapat pada suatu Negara dan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan kesehatan perseorangan. pengorganisasian. menjabarkan batasan sebagaiman yang dirumuskan oleh WHO (1984).1993) Ruang lingkup administrasi kebijakan kesehatan secara umum meliputi : ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN KESEHATAN 11 . Pengertian tentang sistem kesehatan banyak macamnya. Untuk dapat terselenggaranya upaya kesehatan yang baik. Kegiatan Administrasi Telah disebutkan bahwa melaksanakan semua fungsi administrasi sama artinya dengan melaksanakan semua fungsi administrasi dengan pengertian seperti ini menjadi jelas bahwa kegiatan utama yang dilakukan pada aministrasi itu sendiri mulai dari fungsi perncanaan. serta masyarakat pada setiap saat yang dibutuhkan. kelompok. kedua subsistem ini perlu ditata dengan sebaik-baiknya.

d. analisis biaya. Ekonomi kesehatan (health economic) Ekonomi kesehatan membahas tentang konsep pembiayaan kesehatan. Hukum Kesehatan (health law) Hukum kesehatan membahas tentang peraturan atau perundangan di bidang kesehatan meliputi : undang – undang kesehatan. dan sebagainya. Manajemen tenaga kesehatan (health man power) Manajemen tenaga kesehatan membahas tentang perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan. public relation. D. dan sebagainya. Kebijakan kesehatan (health policy) Kebijakan kesehatan membahas tentang penggarisan kebijaksanaan pengambilan keputusan. manajemen logistic. manajemen SDM rumah sakit. dan sebagainya. a. asuransi kesehatan. kinerja tenaga kesehatan . c. dan kesanggupan secara efektif dan efissien Pada dasarnya bersifat terbatas dank arena itu dapat dikelola dengan sebaik-baiknya. dan sebagainya. b. yaitu: 1. motivasi tenaga kesehatan. Administrasi kesehatan jelas dapt menyajikan penhelolaan yang dimaksud karena memang dalam melaksanakan ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN KESEHATAN 12 . Manfaat Penerapan Administrasi Kesehatan Jika diperhatikan batasan administrasi kesehatan sebagaimana yang telah dirumuskan oleh Komisi Pendididkan Administrasi Kesehatan 1947 segera terlihat manfaat yang diperoleh dari diterapkannya administrasi kesehatan secara umum dibedakan atas 3 macam. manajemen keuangan rumah sakit. Dapat dikelola sumber. informed consent. hospital by law. Administrasi rumah sakit (hospital administration) Administrasi rumah sakit membahas tentang organisasi dan manajemen rumah sakit. kepemimpinan. e. penggerakan peran serta masyarakat dalam pengelolaan program – program kesehatan. tata cara.

Dapat dipenuhi kebutuhan dan tuntutan secara tepat dan sesuai mengenal kebutuhan dan tuntutan adalah penting dalam melaksanakan administrasi kesehatan. Setiap upaya kesehatan yang dilaksanakan ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan dan tuntutan tersebut agar kebutuhan dan tuntutan yang seperti ini dapat dipenuhi. Dapat disediakan dan diselenggarakan upaya kesehatan sebaik-baiknya karena upaya kesehatan dapat mengatur pemanfaatan sumber. pekerjaan administrasi kesehatan dikenal dengan adanya antara lain fungsi perencanaan yang dapat mengatur pemanfaatan sumber. tentu diperlukan keterampilan unutk menentukan kebutuhan dan tuntutan itu sendiri. tata cara.1993) 3.1993) 2. ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN KESEHATAN 13 .( Azwar Azrul. tata cara.( Azwar Azrul. berhasil merumuskan pendapatnya bahwa efektivitas dan efisien erat hubunganannya dengan penggunaan waktu dengan kegiatan yang tidak produktif sedangkan Fayol membahas masalah efektivitas dan efisien ini melalui pengkajian terhadap kemampuan pemimpin. Disini menjadi penting peranana administrasi kesehatan. Setidaknya paa abad-18 ketika berlangsung revolusi industri di Inggris upaya ini diwujudkan dengan memperkenalkan falsafah administrasi baru dari job centered menjadi human centered serta dari orientasi efektivitas menjadi orientasi efektivitas dan efisien hal yang sama juga diperoleh Frederick Winslow Taylor (dikenal sebagai bapak gerakan administrasi ilmiah) serta Hendry Fayol (dikenal sebagai bapak teori admnistrasi modern). karena dengan diterapkannya administrasi kesehatan tersebut akan dapat diketahui dengan tepat berbagai kebutuhan dan tuntutan yang terdapat dalam masyarakat. Kajian tersebut kemudian dituliskan dalam bukunya yang terkenal General and Industrial Management. Setelah Taylor melakukan penelitian berjudul Time and Motion Study dan kemudian dipublikasikan dalam bukunya yang terkenal The Principle Of Scientific Management. Sesungguhnya masalah efektif dan efisien ini telah sejak lama menjadi pusat perhatian para ahli administrasi. dan kesanggupan secara efektif dan efisien.

Prinsip ekuitas (UU No. yang sehat dan sakit.  Dikelola dengan prinsip nir-laba. Karakteristik Diselenggarakan secara nasional berdasarkan prinsip asuransi sosial dan prinsip ekuitas (UU No. 2. serta dapat menetukan kebutuhan dan tuntutan dengan tepat. Prinsip asuransi sosial meliputi (UU No.  Kepesertaan bersifat wajib dan tidak selektif. dan sejahtera (Naskah Akademik SJSN ). artinya pengelolaan dana digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan peserta dan setiap surplus akan disimpan sebagai dana cadangan dan untuk peningkatan manfaat dan kualitas layanan. dan kesanggupan yang dimiliki dengan baik. 40 Tahun 2004 Penjelasan Pasal 19 ayat 1 ) kegotongroyongan antara peserta kaya dan miskin. maka dapat diharapkan tersedia dan terselenggaranya upaya kesehatan yang sebaik-baiknya. a.  Iuran berdasarkan persentase upah/penghasilan untuk peserta penerima upah atau suatu jumlah nominal tertentu untuk peserta yang tidak menerima upah. Pengertian Program Jaminan Kesehatan Nasional disingkat Program JKN adalah suatu program Pemerintah dan Masyarakat/Rakyat dengan tujuan memberikan kepastian jaminan kesehatan yang menyeluruh bagi setiap rakyat Indonesia agar penduduk Indonesia dapat hidup sehat. Program Peningkatan Kesehatan dan Kesejahteraan 1. E. serta yang beresiko tinggi dan rendah. 40 Tahun 2004 Penjelasan Pasal 19 ayat 1 ) yaitu kesamaan dalam memperoleh pelayanan sesuai dengan kebutuhan medis yang tidak terkait dengan besaran iuran yang telah ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN KESEHATAN 14 . 40 Tahun 2004 Pasal 19 ayat 1 ). yang tua dan muda. produktif. b.

2. 40 Tahun 2004 Pasal 17 ayat 1) dan pemerintah membayarkan iuran bagi mereka yang tidak mampu (UU No. 40 Tahun 2004 Pasal 17 ayat 4 ). fungsi dan hubungan antar kelembagaan masih menunggu penetapan RUU BPJS. Program jaminan kesehatan diselenggarakan oleh badan penyelenggara jaminan sosial yang dibentuk dengan Undang-Undang (UU No. Pasal 23. Mekanisme Penyelenggara a. 3. Prinsip ini diwujudkan dengan pembayaran iuran sebesar prosentase tertentu dari upah bagi yang memiliki penghasilan (UU No. ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN KESEHATAN 15 . dibayarkan. Pasal 26 ). Kelembagaan a. 40 Tahun 2004 Pasal 20 ayat 1 ). pengobatan (kuratif) dan pemulihan (rehabilitatif) termasuk obat dan bahan medis dengan menggunakan teknik layanan terkendali mutu dan biaya (managed care) (UU No. 40 Tahun 2004 Pasal 5 ayat 1 ) b. 40 Tahun 2004 Pasal 19 ayat 2 ). 40 Tahun 2004 Pasal 22 ayat 1. pencegahan penyakit (preventif). Kepesertaan  Peserta adalah setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh pemerintah (UU No. Pasal 24. 4. mencakup pelayanan peningkatan kesehatan (promotif). Tujuan penyelenggaraan adalah untuk memberikan manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan akan pemenuhan kebutuhan dasar kesehatan (UU No. Manfaat diberikan dalam bentuk pelayanan kesehatan perseorangan yang komprehensif. Organisasi. d. Pasal 25. c.

40 Tahun 2004 Pasal 20 ayat 2 ). 40 Tahun 2004 Pasal 21 ayat 1. 40 Tahun 2004 Pasal 20 ayat 3 ). ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN KESEHATAN 16 . Selanjutnya. Penerima manfaat dapat diperluas kepada anak keempat dan seterusnya.  Kepesertaan mengacu pada konsep penduduk dengan mengizinkan warga negara asing yang bekerja paling singkat enam bulan di Indonesia untuk ikut serta (UU No.  Kepesertaan berkesinambungan sesuai prinsip portabilitas dengan memberlakukan program di seluruh wilayah Indonesia dan menjamin keberlangsungan manfaat bagi peserta dan keluarganya hingga enam bulan pasca pemutusan hubungan kerja (PHK). Iuran  iuran berdasarkan persentase upah/penghasilan untuk peserta penerima upah atau suatu jumlah nominal tertentu untuk peserta yang tidak menerima upah. pekerja yang tidak memiliki pekerjaan setelah enam bulan PHK atau mengalami cacat tetap total dan tidak memiliki kemampuan ekonomi tetap menjadi peserta dan iurannya dibayar oleh Pemerintah (UU No. 40 Tahun 2004 Pasal 1 angka 8 ).  Penerima manfaat adalah peserta dan anggota keluarga (istri/suami yang sah. anak kandung.2. Kesinambungan kepesertaan bagi pensiunan dan ahli warisnya akan dapat dipenuhi dengan melanjutkan pembayaran iuran jaminan kesehatan dari manfaat jaminan pensiun. anak tiri dari perkawinan yang sah dan anak angkat yang sah) sebanyak-banyaknya lima orang (UU No. b. ibu dan mertua dengan membayar iuran tambahan (UU No. ayah.3 ).

 iuran tambahan dikenakan kepada peserta yang mengikutsertakan anggota keluarga lebih dari lima orang. 40 Tahun 2004 Pasal 23 ayat 2 ). 40 Tahun 2004 Pasal 23 ayat 1) .  Badan penyelenggara jaminan sosial wajib memberikan kompensasi untuk memenuhi kebutuhan medik peserta yang berada di daerah yang belum tersedia fasilitas kesehatan yang memenuhi syarat. (UU No. 40 Tahun 2004 Pasal 23 ayat 4 ). ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN KESEHATAN 17 .  Dalam keadaan darurat. Kompensasi dapat diberikan dalam bentuk uang tunai.  Besar pembayaran kepada fasilitas kesehatan untuk setiap wilayah ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara badan penyelenggara jaminan kesehatan dengan asosiasi fasilitas kesehatan di wilayah tersebut (UU No. 40 Tahun 2004 Pasal 23 ayat 3 dan penjelasannya ).  Layanan rawat inap di rumah sakit diberikan di kelas standar (UU No. c. pelayanan kesehatan dapat diberikan pada fasilitas kesehatan yang tidak menjalin kerja sama dengan badan penyelenggara jaminan sosial (UU No. 40 Tahun 2004 Pasal 24 ayat 1 ). Manfaat dan pemberian manfaat  Pelayanan kesehatan diberikan di fasilitas kesehatan milik Pemerintah atau swasta yang menjalin kerjasama dengan badan penyelenggara jaminan sosial (UU No.

peserta dikenakan urun biaya (UU No.  Dalam pengembangan pelayanan kesehatan.  Badan penyelenggara jaminan sosial dapat memberikan anggaran di muka kepada rumah sakit untuk melayani peserta. 40 Tahun 2004 Pasal 24 ayat 3 dan penjelasannya ). sistem kendali biaya dan sistem pembayaran untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi jaminan kesehatan serta untuk mencegah penyalahgunaan pelayanan kesehatan (UU No. biaya perawatan. 5. 40 Tahun 2004 Penjelasan Pasal 24 ayat 2 ). 40 Tahun 2004 Pasal 25 dan penjelasannya) .  Badan penyelenggara jaminan sosial wajib membayar fasilitas kesehatan atas pelayanan yang diberikan kepada peserta paling lambat 15 hari sejak permintaan pembayaran diterima (UU No.  Badan penyelenggara jaminan sosial menjamin obat-obatan dan bahan medis habis pakai dengan mempertimbangkan kebutuhan medik. 40 Tahun 2004 Pasal 24 ayat 2). 40 Tahun 2004 Pasal 22 ayat 2) . mencakup jasa medis. ketersediaan. Untuk jenis pelayanan yang dapat menimbulkan penyalahgunaan pelayanan. badan penyelenggara jaminan sosial menerapkan sistem kendali mutu. biaya penunjang dan biaya obat-obatan yang penggunaannya diatur sendiri oleh pemimpin rumah sakit (metoda pembayaran prospektif) (UU No. efektifitas dan efisiensi obat atau bahan medis habis pakai sesuai ketentuan peraturan perundangan (UU No. Peraturan Pelaksanaan UU Nomor 40 Tahun 2004 Tentang SJSN mendelegasikan 4 aspek teknis penyelenggaraan program jaminan kesehatan nasional untuk diatur ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN KESEHATAN 18 .

4) pemberian pelayanan. 40 Tahun 2004 Pasal 27 ayat 3 ) ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN KESEHATAN 19 . 2) iuran. 40 Tahun 2004 Pasal 21 ayat 1 )  Perpanjangan kepesertaan bagi pekerja yang tidak mendapatkan pekerjaan setelah 6 bulan pasca pemutusan hubungan kerja dan tidak mampu (Pendelegasian UU No. Kepesertaan Ketentuan tentang kepesertaan yang harus diatur lebih lanjut dalam Peraturan Presiden mencakup:  Penahapan pendaftaran perusahaan dan pekerjanya kepada BPJS (Pendelegasian UU No. dalam peraturan presiden. 40 Tahun 2004 Pasal 21 ayat 3)  Kepesertaan bagi peserta mengalami cacat total tetap dan tidak mampu (Pendelegasian UU No. 3) paket manfaat. a. 40 Tahun 2004 Pasal 27 ayat 2 )  Besaran nominal iuran bagi penerima bantuan (Pendelegasian UU No. 40 Tahun 2004 Pasal 27 ayat 1 )  Besaran nominal iuran bagi peserta yang tidak menerima upah dan periode peninjauan (Pendelegasian UU No. 40 Tahun 2004 Pasal 21 ayat 3) b. Iuran Ketentuan tentang iuran jaminan kesehatan yang didelegasikan untuk diatur lebih lanjut dalam Peraturan Presiden mencakup:  presentase upah untuk penetapan besaran nominal iuran bagi peserta penerima upah (Pendelegasian UU No. 40 Tahun 2004 Pasal 13 ayat 2 )  Perpanjangan kepesertaan hingga 6 bulan pasca pemutusan hubungan kerja (Pendelegasian UU No. Keempat aspek teknis tersebut adalah: 1) kepesertaan.

 Kelas standar pelayanan di rumah sakit (Pendelegasian UU No. Pemberian Pelayanan Ketentuan tentang pemberian pelayanan jaminan kesehatan yang harus diatur lebih lanjut dalam Peraturan Presiden mencakup:  Kompensasi wajib yang diberikan BPJS kepada peserta di daerah yang belum tersedia fasilitas kesehatan yang memenuhi persyaratan untuk bekerjasama dengan BPJS (Pendelegasian UU No. 40 Tahun 2004 Pasal 23 ayat 3). d. 40 Tahun 2004 Pasal 22 ayat 2 ). 40 Tahun 2004 Pasal 22 ayat 1 dan Pasal 26 )  Besar urun biaya dan jenis-jenis pelayan yang dikenakan urun biaya (Pendelegasian UU No. ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN KESEHATAN 20 .  Batas upah untuk penghitungan iuran peserta penerima upah (Pendelegasian UU No. dibatasi atau tidak ditanggung (Pendelegasian UU No. 40 Tahun 2004 Pasal 27 ayat 4 )  proporsi iuran yang secara bertahap ditanggung bersama oleh pekerja dan pemberi kerja (Pendelegasian UU No. c. 40 Tahun 2004 Pasal 23 ayat 4 ). Paket Manfaat Ketentuan tentang paket manfaat jaminan kesehatan yang didelegasikan untuk diatur lebih lanjut dalam Peraturan Presiden mencakup:  Paket pelayanan kesehatan termasuk obat dan bahan medis yang ditanggung. 40 Tahun 2004 Pasal 27 ayat 1 )  Besar tambahan iuran bagi penambahan anggota keluarga (Pendelegasian UU No. 40 Tahun 2004 Pasal 28 ayat 1 ).

ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN KESEHATAN 21 . Komitmen ini diwujudkan melalui program Pendidikan Kesehatan Masyarakat yang dibentuk oleh Unilever Indonesia sejak hampir 8 tahun yang lalu. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kesehatan dan gaya hidup yang tidak sehat menjadi tantangan utama dan penyebab tingginya angka kesakitan dan kematian anak. Indonesia. kelompok pemuda di sekolah tingkat menengah maupun atas serta untuk ibu hamil dan menyusui. melalui kemitraan dengan para pemangku kepentingan yang relevan. dan dapat direplikasi segera setelah program sukses dilaksanakan. Kelompok ini akan mendapatkan edukasi agar terjadi peningkatan pemahaman dan praktik gaya hidup sehat yang berkelanjutan. dalam model yang berskala kecil. sebagai negara berkembang kini sedang menghadapi masalah kebersihan dan kesehatan. Unilever Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan keunggulan “brand” dan misi sosialnya.Yayasan Unilever Indonesia sudah melalukan edukasi kepada 2 juta orang. Program Pendidikan Kesehatan Masyarakat dilaksanakan selaras dengan bisnis korporasi. dan telah mencetak tidak kurang dari 50.Untuk menyelesaikan masalah ini. siswa sekolah dasar.000 agen perubahan. Program pendidikan kesehatan ini ditujukan untuk anak dibawah lima tahun (balita).

keluaran (output). 2. (Maidin Alimin.2004). ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN KESEHATAN 22 . Administrasi kebijakan kesehatan adalah administrasi yang diterapkan pada upaya kesehatan demi terciptanya suatu keadaan yang sehat. 3. proses (process). Administrai kebijakan kesehatan terdiri dari 5 unsur pokok yang peranannya amat penting dalam menentukan berhasil atau tidaknya pelaksanaan administrasi kesehatan. Ruang lingkup administrasi kesehatan mencakup bidang yang amat luas yang jika disederhanakan dapat dibagi menjadi dua macam. yakni: Kegiatan Administrasi. sasaran (target). Kelima unsur pokok yang dimaksud ialah masukan (input). Simpulan 1. Objek dan Subjek Administrasi. serta dampak (impac). BAB III PENUTUP A.

tata cara. 4. Program Jaminan Kesehatan Nasional disingkat Program JKN adalah suatu program Pemerintah dan Masyarakat/Rakyat dengan tujuan memberikan kepastian jaminan kesehatan yang menyeluruh bagi setiap rakyat Indonesia agar penduduk Indonesia dapat hidup sehat. produktif. 5. Manfaat yang diperoleh dari diterapkannya administrasi kesehatan secara umum dibedakan atas 3 macam. penulis menyarankan agar pembacanya dapat paham betul dengan administrasi kebijakan kesehatan serta dapat menjadikan makalah ini sebagai pembelajaran. dan sejahtera (Naskah Akademik SJSN ). Penulis berharap agar dalam pembuatan selanjutnya makalah ini dapat dibuat lebih baik lagi. dan kesanggupan secara efektif dan efissien. Saran Makalah ini berisi mengenai penjelasan tentaang administrasi kebijakan kesehatan. B. ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN KESEHATAN 23 . yaitu: Dapat dikelola sumber. Dapat dipenuhi kebutuhan dan tuntutan secara tepat dan sesuai mengenal kebutuhan dan tuntutan adalah penting dalam melaksanakan administrasi kesehatan dan Dapat disediakan dan diselenggarakan upaya kesehatan sebaik-baiknya.

Makassar. DAFTAR PUSTAKA Alimin. Yusriani Yusry.blogspot. Http:/ /festiviaislamiah. Maidin. ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN KESEHATAN 24 .html. Mata Kuliah Dasar-Dasar Administrasi Kebijakan Kesehatan. 2011. blogspot. 6 Januari. Makalah Administrasi Dan Kebijakan Kesehatan. IKM Administrasi Kebijakan Kesehatan. 2013. Festivia. Http://ekayuniar.2004. 6 Mei.com/2011/06/1-pengantar-tentang-kebijakan- kesehatan.com.

ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN KESEHATAN 25 .