PENGKAJIAN KEPERAWATANKESEHATAN JIWA

Ruang rawat : Nyiur Tanggal dirawat : 20 Maret 2017

I. IDENTITAS KLIEN
Inisial : Tn.A
Tgl Pengkajian : 29 Mei 2017
Umur : 19 thn
RM No : 00-15-92-15
II. ALASAN MASUK
Pasien mengamuk dengan memukul keluarganya, merusak barang-barang, pasien juga suka
mondar mandir dan bicara sendiri dan marah-maarah tidak jelas, pasien juga mengatakan
kalau dirinya selalu mendengar suara-suara yang menyuruh dirinya untuk selalu pergi dari
rumah dan juga marah-marah.
III.FAKTOR PREDISPOSISI
1. Pernah mengalami gangguan jiwa dimasa lalu ?
 Ya
 Tidak
2. Pengobatan sebelumnya
 Berhasil
 Kurang berhasil
 Tidak berhasil
3. Trauma
 Aniaya fisik : tidak pernah mengalami penganiayaan fisik
 Aniaya seksual : tidak pernah mengalami penganiayaan seksual
 Penolakan : tidak pernah mengalami penolakan dalam keluarga
 Kekerasan dalam keluarga : tidak pernah mendapat kekerasan dalam keluarga
 Tindakan criminal : tidak pernah melakukan tindakan criminal

Masalah keperawatan : halusinasi pendengaran

4. Adakah anggota keluarga yang gangguan jiwa ?
 Ada
 Tidak
Kalau ada :

Hubungan keluarga : kakak pertama dari pasien
Gejala : sering marah-marah tanpa sebab dan mengamuk
Riwayat pengobatan : tidak di lakukan pengobatan khusus hanya di rumah saja.

Masalah keperawatan : perilaku kekerasan

5. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan :
tidak ada pengalaman masa lalu yang tdak menyenangkan

IV. PEMERIKSAAN FISIK
1. TTV : TD : 120/80 .mmHg N : 80 X/mnt
S : 36,5 °C P : 20 X/mnt
2. Ukur : BB : 45 kg TB : 160 cm
3. Keluhan fisik :
Klien mengeluh kalau dirinya selalu di ganggu oleh suara- suara yang tadak ada
wujudnya dan menyuruhnya pergi dari tempat tersebut sehingga pasien selalu pergi dari
rumah.

Masalah keperawatan : halusinasi pendengaran

V. PSIKOSOSIAL
1. Genogram :
Jelaskan :
Pasien tinggal bersama kedua orang tuanya dan saudara-saudaranya, pasien anak ke 4
dari 7 bersaudara dimana anak pertama perempuan, kedua perempuan, ketiga laki-laki, ke
empat laki-laki ( klien) , kelima perempuan, keenam perempuan, dan yang terakhir laki-
laki, pasien belum menikah.

2. Konsep diri
a. Citra tubuh :
Bagian tubuh yang paling di sukai adalah mata karena dengan ada mata dapat melihat
pemandangan indah daan bagian tubuh yang paling tidak di sukai adalah kaki karena
menganggap kakinya jelek da nada bekas luka.
b. Identitas :

Status klien dalam keluarga sebelum sakit sebagai anak dan menjalankan tugasnya
sebagai siswa di sekolah. Pasien merasa sangat puas disekolah karena memiliki
banyak teman dan cukup pintar di sekolah yang biasanya mendapat peringkat 2 dan 3
di tingkat kelas.
c. Peran :
Sebelum sakit Pasien memiliki peran sebagai anak dan sebagai siswa di sekolah dan
memiliki banyak teman tetapi kurang baik sehingga pasien terpengaruh untuk
menggunakan obat terlarang bersama teman-temannya dan pada akhirnya pasien
kecanduan dan sempat putus dalam mengomsumsi obat tersebut, sehingga pasien
pusing dan pada akhinya sakit dan sering mendengar suara-suara yang tidak jelas.
d. Ideal diri :
Harapan klien terhadap keadaanya ingin cepat sembuh dan keluar dari rumah sakit,
pasien merindukan keluarga dan bisa ngumpul lagi bersama keluarga
e. Harga diri :
Hubungan pasien dengan orang lain baik, mudah bergaul dalam masnyarakat namun
mudah pula terpengaruh dengan godaan-godaan dari teman – teman yang
pergaulannya kurang baik. pandangan orang lain terhadap dirinya banyak yang
mengejek dan mengatakan dirimu nakal tetapi pasien tidak peduli dengan perkataan
orang lain.

Masalah keperawatan : tidak ada masalah keperawatan
3. Hubungan sosial
a. Orang yang berarti :
Orang yang paling berarti dalam hidupnya adalah kakak pertama dan orang tuanya
karena dia yang selalu membantu jika pasien dalam masalah
b. Peran serta dalam kegiatan kelompok/masyarakat:
Pasien tidak mempunyai kegiatan kelompok dalam masyarakat
c. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain :
Tidak ada hambatan dalam berhubungan dengan orang lain
Masalah keperawatan :
Tidak ada masalah keperawatan

4. Spiritual
a. Nilai dan keyakinan :
Pasien mengatakakan memiliki keyakinan terhadap agama islam

b. Kegiatan ibadah :
Pasien Selama sakit sudah tidak pernah menjalankan ibadah dan puasa lagi dengan
alasan tidak mempunyai pakain yang layak untuk di pakai beribadah.

VI. STATUS MENTAL
1. Penampilan
 Tidak rapi
 Penggunaan pakaian tidak sesuai
 Cara berpakaian tidak seperti biasanya
Jelaskan :
Penampilan pasien tidak rapi, rambut tidak disisir dan celana terbalik
Masalah keperawatan :
Defisit perawatan diri dalam berpakaian
2. Pembicaraan
 Cepat
 Keras
 Gagap
 Inkoherensi
 Lambat
 Membisu
 Tidak mampu memulai pembicaraan
Jelaskan :
Nada suara lambat dan terkadang apa yang ditanyakan tidak nyambung dengan apa yang
ditanyakan.
3. Aktivitas Motorik
 Lesu
 Tegang
 Gelisah
 Agitasi
 Tik
 Grimasem
 Tremor
 Kompulsif
Jelaskan :

Pasien tampak gelisah dan sambil menggarut-garut tubunhya yang gatal
4. Alam perasaan
 Sedih
 Ketakutan
 Putus asa
 Khawatir
 Gembira berlebihan
Jelaskan :
Alam perasaan tampak tenang, tidak ada rasa kwatir, ketakutan, dan putus asa.
Masalah keperawatan :
Tidak ada masalah keperawatan
5. Afek
 Datar
 Tumpul
 Labil
 Tidak sesuai
Jelaskan :
Afek datar, tidak ada perubahan norma muka pada saat ada stimulus yang menyenangkan
atau menyedihkan
Masalah keperawatan :
Tidak ada masalah
6. Interaksi selama wawancara
 Bermusuhan
 Tidak kooperatif
 Mudah tersinggung
 Kontak mata kurang
 Defensive
 Curiga
Jelaskan :
Koperatif ( berespon dengan baik terhadap perawat / lawan bicara)
Masalah keperawatan :
Tidak ada masalah keperawatan
7. Persepsi
Halusinasi :

Arus pikir  Sirkumstansial  Tangensial  Kehilangan asosiasi . Isi pikir  Obsesi  Phobia  Hipokondria  Depersonalisasi  Ide yang terkait  Pikiran magis Waham :  Agama  Somatik  Kebesaran  Curiga  Nihilistic  Sisip pikir  Siar pikir  Kontrol pikir Jelaskan : Tidak ada masalah 9.  Pendengaran  Penglihatan  Perabaan  Pengecapan  Penghidu/Penciuman Jelaskan : Pasien memiliki halusinasi pendengaran karena pasien selalu mendengar suara-suara yang tidak ada wujudnya Masalah keperawatan : Halusinasi pendengaran 8.

Daya tilik diri . Memori  Gangguan daya ingat jangka panjang  Gangguan daya ingat jangka pendek  Gangguan daya ingat saat ini  Konfabulasi Jelaskan : Tidak ada masalah 12. klien selalu minta agar pertanyaan diulang karena tidak menangkap apa yang ditanyakan 13.  Flight of idea  Blocking  Pengulangan pembicaraan/perseverasi Jelaskan : proses pikir sirkumstansial dimana pembicaraan yang berbelit-belit tetapi sampai pada tujuan / pertanyaan terjawab 10. Tingkat konsentrasi dan berhitung  Mudah beralih  Tidak mampu berkonsentrasi  Tidak mampu berhitung sederhana Jelaskan : Klien tidak mampu berkosentrasi . Tingkat Kesadaran  Bingung  Sedasi  Stupor  Disorientasi waktu  Disorientasi orang  Disorientasi tempat Jelaskan : Tidak ada masalah 11.

 Kebersihan …… …….  Makan …… ……. dan uang Masalah keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan 2. ………  Keamanan ………. Tidak ada masalah keperawatan VII. KEBUTUHAN PERENCANAAN PULANG 1.  Ganti pakaian …… ……. Kegiatan hidup sehari-hari a.  Uang ……… ……. pakaian namun butuh pengawasan dalam keamanan. BAB/BAK. makan.. ………  Perawatan kesehatan ……… ………  Pakaian ……… ………  Transportasi ……… ………  Tempat tinggal ……… ……. transprtasi. Kemampuan klien memenuhi kebutuhan Ya Tidak  Makanan ………. kebersihan Masalah keperawatan : .. Perawatan diri BT BM  Mandi …… ……. Jelaskan : Klien mampu memenuhi kebutuhannya sepeti makan..  Mengingkari penyakit yang diderita  Menyalahkan hal-hal diluar dirinya Jelaskan : Klien tidka mengingkari penyakit yang diderita dan tidak menyalahkan hal-hal di luar dirinya Masalah keperawatan . perawatan kesehatan. Gantt pakaian. Jelaskan : Klien mampu mandiri dalam berpakaian.  BAB / BAK …… …….

bangun jam 05.00. Frekuensi makan sehari: 3 X sehari Nafsu makan :  Meningkat  Menurun  Berlebihan  Sedikit – sedikit Berat Badan :  Menurun BB terendah : 50 kg BB tertinggi : 45 kg . Tidak ada malasah keperawatan b. Kemampuan klien dalam : . c. Nutrisi Apakah anda puas dengan pola makan anda ?  Ya  Tidak Apakah anda memisahkan diri ? Tidak .00 subuh 7) Apakah ada gangguan tidur ?  Sulit untuk tidur  Bangun terlalu pagi  Somnabulisme  Terbangun saat tidur  Gelisah saat tidur  Berbicara saat tidur Jelaskan : Gelisah saat tidur dikarenakan banyak nyamuk 3. Tidur 1) Apakah ada masalah tidur ? tidak 2) Apakah merasa segar setelah bangun tidur ? iya 3) Apakah ada kebiasaan tidur siang ? iya 4) Lama tidur siang 2 jam 5) Apa yang menolong tidur ? setelah minum obat 6) Tidur malam jam : 21.

. Tidak : .. MASALAH PSIKOSOSIAL & LINGKUNGAN  Masalah dengan dukungan kelompok. Terapis : Ya : .. uraikan Klien tidak ada masalah dalam kelompok.......... Mengantisipasi kebutuhan sendiri  Ya  Tidak Membuat keputusan berdasarkan keinginan sendiri  Ya  Tidak Mengatur penggunaan obat  Ya  Tidak Melakukan pemeriksaan kesehatan  Ya  Tidak Klien memiliki sistem pendukung : Keluarga : Ya :........... IX.. mudah beradaptasi dengan orang lain........ Teman sejawat : Ya : ... MEKANISME KOPING Adaptif : Maladaptif :  Bicara dengan orang lain  Minum alkohol  Mampu menyelesaikan  Reaksi lambat/ berlebih masalah  Bekerja berlebihan  Teknik relokasi  Menghindar  Aktivitas konstruktif  Mencederai diri  Olahgara  Lainnya…………………  Lainnya …………… Jelaskan : Mekanisme koping saat ini pasien yaitu adaptif....... Kelompok sosial : Ya: ...... Tidak :....... VIII......... Tidak :..  Masalah dengan pendidikan.... pasien mampu berbicara dengan orang lain. uraikan .. Tidak :..

uraikan Klien sering mengamuk di rumah jika ada sesuatu yang ia tidak sukai  Masalah dengan ekonomi. Klien selama sakit sudah tidak melanjutkan sekolah di SMA akibat klien sering pergi dari rumah mengikuti suara-suara yang biasa ia dengar  Masalah dengan pekerjaan. uraikan Klien sudah dua kali keluar masuk di rumah sakit dengan keluhan yang sama X. uraikan Klien belum bekerja  Masalah dengan perumahan.suara yang tidak ada wujudnya . ASPEK MEDIK Diagnosis medik : Skizofrenia Terapi medik : . CPZ 100 mg 0-0-1 . Haloperidol 5 mg 3x 1/2 tab . Klien mengatakan sering mendengar halusinasi pendengaran suara. THD 2 mg 2x1( jika EPS) ANALISA DATA NO DATA MASALAH KEPERAWATAN 1 Data subjektif : Gangguan persepsi sensori : . KURANG PENGETAHUAN TENTANG  Penyakit jiwa  Factor presipitasi  Koping  System pendukung  Penyakit fisik  Obat-obatan Masalah keperawatan : defisiensi pengetahuan XI. uraikan Tidak ada masalah dengan ekonomi  Masalah dengan pelayanan kesehatan.

Klien saat interaksi kadang ketawa sendiri dan gelisah. Pasien tampak tidak tenang dan gelisah . Pasien mengatakan sering mengamuk dan orang lain jika ada sesuatu hal yang ia tidak sukai . kadang bicara sendiri . Pasien timbul wajah curiga saat bertemu dengan perawat Data subjektif : 3 Resiko mencederai diri sendiri. Pasien mengatakan tidak mau bergaul karena orang lain tidak mau bergaul dan mendekatinya Data objektif : . Pasien berbicara lambat . . Pasien ingin selalu pergi dari tempat tersebut POHON MASALAH Resiko mencederai diri sendiri dan orang lain EFEK . Klien mengatakan selalu ingin pergi dari rumah mengikuti suara yang ia dengar Data objektif : . Klien tampak bingung saat di ajak cerita Data subjektif : 2 Isolasi sosial . . Klien mengatakan cepat emosi jika ada yang mengganggu hidupnya Data objektif : .

Isolasi sosial 3. Resiko mencederai diri sendiri dan orang lain . Gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran 2. Halusinasi pendengaran CORE PROBLEM Isolasi sosial ETIOLOGI DAFTAR PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN 1.

Menganjurkan pasien memasukkan cara menghardik halusinasi dalam kegiatan harian SPIIP SPIIk 1.STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN JIWA ASUHAN KEPERAWATAN HALUSINASI Pasien Keluarga No. tanda dan gejala halusinasi. SPIP SPIk 1. Mengidentifikasi waktu halusinasi Menjelaskan cara merawat pasien pasien halusinasi 4. Menganjurkan pasien memasukkan ke dalam jadwal kegiatan harian SPIIIP SPIIIk 1. Mengajarkan pasien menghardik halusinasi 8. Mengevaluasi jadwal kegiatan Membantu keluarga membuat jadwal harian pasien aktivitas di rumah termasuk minum obat (discharge planning) . Mengevaluasi jadwal kegiatan Melatih keluarga mempraktekkan cara harian pasien merawat pasien dengan halusinasi 2. Mengidentifikasi jenis halusinasi Mendiskusikan masalah yang pasien dirasakan keluarga dalam merawat pasien 2. Melatih pasien mengendalikan Melatih keluarga melakukan cara halusinasi dengan cara bercakap. jenis halusinasi serta proses terjadinya halusinasi 3. Mengidentifikasi frekuensi halusinasi pasien 5.merawat langsung kepada pasien cakap dengan orang lain halusinasi 3. Mengidentifikasi isi halusinasi pasien Menjelaskan pengertian halusinasi. Mengidentifikasi situasi yang menimbulkan halusinasi pasien 6. Mengidentifikasi respon pasien terhadap halusinasi 7.

Melatih pasien mengendalikan Menjelaskan follow up pasien setelah halusinasi dengan cara mlakukan pulang kegiatan (kegiatan yang biasa dilakukan di rumah) 3. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien 2. 2. AS PE K NILAI . Memberikan pendidikan kesehatan tentang penggunaan obat secara teratur 3. Menganjurkan pasien memasukkan ke dalam jadwal kegiatan harian FORMAT PENILAIAN LAPORAN PENDAHULUAN Nama mahasiswa : Tanggal : NILAI CI CI No. Menganjurkan pasien memasukkan ke dalam jadwal kegiatan harian SPIVP 1.

Mengucapkan salam 6. Ketepatan rumusan tujuan 10 4. PELAKSANAAN 5. Rasionalisasi tindakan 10 keperawatan 6. Daftar pustaka 10 7. Ketepatan rumusan diagnose 15 keperawatan 3. PERSIAPAN 1. tanda & gejala) 2. Melakukan evaluasi/validasi masalah masalah pasien/keluarga . ASPEK YANG DINILAI CI INSTITUSI CI LAHAN 1 2 3 4 1 2 3 4 A. Penampilan laporan 10 TOTAL NILAI 100 PARAF FORMAT PENILAIAN PENAMPILAN KLINIK/SIKAP PENILAIAN PENILAIAN NO. Perencanaan tindakan 20 keperawatan 5. Mengkaji data subjektif dan objektif pasien/keluarga 2. proses terjadinya masalah. Merencanakan tindakan keperawatan pasien 4. Merumuskan masalah keperawatan pasien/keluarga 3. Teori tentang masalah 25 utama(definisi. MAKS INSTITUS LAHAN I 1. Merencanakan tindakan keperawatan keluarga B.

Mendiskusikan cara-cara mengatasi masalah 10. Melatih pasien/keluarga cara mengatasi masalah 11. Strategi tindakan keperawatan yang dipilih berdasarkan teori dan rasional yang ditentukan 9. Bersikap terapeutik dengan pasien/keluarga 14. Mengevaluasi respon objektif pasien /keluarga 16 Memberikan rencana tindak lanjut kegiatan untuk pasien/keluarga 17. Mengidentifikasikan masalah klien yang potensial dan yang actual 3. Memilih strategi tindakan keperawatan tindakan keperawatan untuk mencapai tujuan 8.7. Melakukan kontrak pertemuan berikutnya dengan pasien /keluarga C. Set prioritas dalam implementasi 11. Mendokumentasikan tindakan keperawatan terhadap pasien /keluarga 21. Mengimplementasikan strategi tindakan . DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN 18. Criteria evaluasi harus realitas dan dapat diukur 7. Memberikan pujian atas keberhasilan pasien/keluarga 12. Rumusan diagnose keperawatan berdasarkan masalah dan kebutuhan klien 4. Set prioritas dari masalah klien 5. Set tujuan klien yang sesuai dari konsisten dengan diagnose 6. Mendokumentasikan evaluasi kemempuan pasien / keluarga(SOAP) TOTAL PARAF Total : ……………………………… Paraf : ……………………………. Mengumpulkan data yang komprehensif dan akurat 2. Membuat kontrak dengan pasien/keluarga 8. Mendiskusikan tentang masalah yang terjadi 9.. Mengevaluasi respon subjektif pasien/keluarga 15. Mendokumentasikan data hasil pengkajian 19. Klien dan atau keluarga berpartisipasi dalam rencana keperawatan jika mungkin 10. FORMAT PENILAIAN PROSES KEPERAWATAN PSIKIATRI( DI RUANGAN) NILAI CI NILAI CI No. Mendokumentasikan masalah keperawatan pasien/keluarga 20. ASPEK YANG DINILAI INSTITUSI LAHAN 1 2 3 4 1 2 3 4 1. Menggunakan teknik komunikasi terapeutik 13..

keperawatan yang direncanakan 12.. Lakukan penilaian tentang keberhasilan rencana tindakan keperawatan 14 Modifikasi rencana keperawatan berdasarkan evaluasi Total : ……………………………… 4 = baik Paraf : …………………………….. Mengimplementasikan aktifitas yang direncanakan 7.. Mengatasi masalah yang timbul dalam aktifitas 8. teman dan staf karyawan Total : ……………………………… 4 = baik Paraf : ……………………………. 3 = Sedang 2 = kurang . Catat semua prilaku klien setelah implementasi 13. ASPEK YANG DINILAI 1. Mengidentifikasi tujuan umum dan khusus dari aktifitas 2. Memilih klien untuk bergabung dalam kelompok 5.. Memilih kegiatan/aktifitas untuk klien 3. Mendorong klien berperan serta dalam aktifitas yang direncanakan 6. Menerima ide dari peserta. 3 = Sedang 2 = kurang 1 = Sangat kurang FORMAT PENILAIAN TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK NILAI NILAI CI INSTITUSI CI LAHAN 1 2 3 4 1 2 3 4 NO. Merencanakan waktu yang dipakai 4.

1 = Sangat kurang FORMAT PENILAIAN SEMINAR KASUS NO. Secara umum. Penyaji menerangkan konsep/ informasi dengan 15 jelas 4. Pembagian waktu diatur dengan tepat 10 8. ASPEK YANG DINILAI BOBOT NILAI CI NILAI CI INSTITUSI LAHAN 1. Penyaji menyimpulkan konsep/informasi yang 15 telah diterangkan sebelum menyajikan konsep yang baru 5. Tujuan presentasi dikemukakan / didefenisikan 10 dengan jelas 3. Pemakaian audio visual dan materi presentase 5 digunakan dengan tepat 9. Penyaji mempersiapkan presentase dengan baik 5 2. Isu/ masalah selalu didiskusi/ dianalisa secara 10 tepat 10. Lingkungan sangat menunjang diskusi 5 6. Penyaji mendorong untuk diskusi dengan baik 10 7. saya puas dengan presentasi lain 10 TOTAL 100 PARAF .

Membina hubungan saling percaya 5. Memakai tehnik komunikasi yang sesuai dalam mendorong impresi pikiran dan perasaan klien 4. Memutuskan perhatian pada klien selama interaksi 6. Membantu klien dalam mememcahkan menangani masalah 9. Menetapkan tujuan hubungan perawat dengan klien 3. Membantu klien dalam mengakhiri hubungan melalui fase terminasi Total : …………………………………. 3 = Sedang 2 = Kurang 1 = Sangat kurang . khususnya yang berhubungan dengan interaksi 11. ASPEK YANG DINILAI CI CI LAHAN INSTITUSI 1 2 3 4 1 2 3 4 1. Memilih dan menata linkungan yang sesuai dengan interaksi 2. Mengimplementasikan rencana intervensi keperawatan selama interaksi 8. 4 = Baik Paraf : …………………………………. Menganalisa perilaku sendiri. Mensintesa pengetahuan dan memakainya dalam menganalisa perileku klien 10. FORMAT PENILAIAN ANALISA PROSES INTERAKSI NILAI NILAI No. Memperlihatkan perhatian pada kesejahteraan klien selama interaksi 7.

PERENCANAN KEPERAWATAN ( NURSING CARE PLAN ) Nama Klien : Tn. mau .menunjuka n rasa senang. terapeutik. diharapkan pasien hubungan selanjutnya.  Mengikuti program  Untuk mampu mengontrol pengobatan secara  Fasilitasi klien menggunakan obat halusinasi dengan cara optimal dengan criteria menggunakan obat dengan benar hasil :  Eksprresi wajah bersahabat.  Untuk membantu pasien pendengaran dapat mengenali halusinasi  Mengenali  Bantu pasien mengenali halusinasi  Untuk membantu klien agar halusinasinya mampu mengontrol halusinasi  Mengontrol halusinasi  Latih klien mengontrol halusinasi. ada kontak mata. mau berjabat tangan. A Ruangan : Nyiur No Tanggal Dx Tujuan Intervensi keperawatan Rasional Keperawatan 1 29/05/201 Gangguan Setelah dilakukan tindakan  Hubungan saling percaya  Bina hubungan saling percaya dengan 7 persepsi sensori : keperawatan selama ± 3 merupakan landasan utama untuk menggunakan prinsip komunikasi halusinasi hari.

00 O : Klien tampak senang.1. ekspresi wajah . menyebutkan nama. dank lien dapat duduk berdampingan dengan yang lainnya  Klien dapat menyebutkan tindakan yang biasanya dilakukan untuk mengendalikan halusinasi  Klien dapat minum obat IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KEPERAWATAN NO Dx. Keperawatan Hari/Tgl Implementasi Evaluasi /jam 1 Gangguan persepsi Senin/29.  Berkenalan dengan klien pendengaran 10. Membina Hubungan saling Percaya S : Klien mengatakan bahwa ia senang bisa sensori : halusinasi 5-17/  Menyapa klien dengan ramah /mengucap salam terapeutik berkenalan dengan perawat.

kamu kamu tidak nyata “ .  Buat kontrak asuhan yang jelas senang  Dengarkan ungkapan klien dengan empati  Mendengar keluhan A : Masalah teratasi  Tidak membantah atau menyokong  Segera menolong jika pasien membutuhkan perawat P : lanjutkan intervensi 2. Katakan pada diri “pergi kau. kamu suara palsu. frekuensi dari halusinasi S : Klien mengatakan bahwa ia sering  Berdiskusi hal yang menimbulkan atau tidak mendengar dan kadang melihat sesuatu menimbulkan halusinasi padahal itu tidak didengar / dilihat oleh orang  Pasien sedang halusinasi : lain.  menanyakan apa yang didengar atau dilihat O : Klien menyadari bahwa ia sedang  mengatakan bahwa perawat tidak mendengar atau melihat menderita gangguan persepsi : halusinasi hal serupa pendengaran / penglihatan  Berdiskusi apa yg dilakukan jika halusinasi timbul  Berdiskusi perasaan klien saat mengalami halusinasi A : Masalah teratasi 3. waktu. kamu suara palsu. Melatih klien mengontrol halusinasi P : Intervensi lanjut  mengidentifikasi cara yang dilakukan klien untuk mengendalikan halusinasi  Mendiskusikan cara yang digunakan klien apabila halusinasinya muncul S : klien mengatakan jiak suara-suara itu  Menghardik halusinasi muncul maka langsung menutup telinga dan Dilakukan saat sedang mengalami halusinasi mengatakan “ pergi kau. Membantu mengenal halusinasi  Klien tidak sedang mengalami halusinasi:  Berdiskusi tentang isi.

tidak nyata” O : klien mampu menghardik jika  Berbincang dengan orang lain halusinasinya muncul Dilakukan menjelang halusinasi muncul (tanda-tanda awal halusinasi) A : masalah teratasi Berbicara dengan orang lain memaparkan pada stimulus eksternal. Melatih pasien menggunakan obat secara teratur  Menjelaskan pentingnya penggunaan obat.  Menjelaskan akibat bila tidak menggunakan obat sesuai program S : klien mengatakan minum obat secara  Menjeaskan akibat putus obat teratur  Menjelaskan cara mendapatkan obat O : klien tampak tenang dan ekspresi wajah  Menjelaskan 5 benar cara menggunakan obat senang A : masalah teratasi P : lanjutkan intervemsi . P : lanjutkan intervensi Menurunkan fokus perhatian pada stimulus internal (halusinasi) 4.

berhadapan dengan menerima ajakan saling percaya perawat P : Nama saya perawat R.A P:kontak Dengan senyum sambut Berharap pasien berinteraksi Memberikan salam awal dari mata.berjabat tangan sapaan dengan perawat dengan baik perkenalan untuk menciptakan dengan pasien. bisa P:membimbing klien Klien mendekatkan diri Berharap pasien dapat Untuk menciptakan rasa saya berbincang-bincang di ruangan nyiur pada perawat membalas percakapan kepercayaan perawat . Lingkungan: ruang nyiur Waktu : ±15 menit Komunikasi verbal komunikasi non analisa berpusat pada analisa berpusat pada Rasional verbal klien perawat P : selamat pagi Tn. dalam berkenalan saling percaya K : selamat pagi pa perawat K:kontak mata jelas Pasien duduk Merasa senang pasien mau Membutuhkan bina hubungan dan banyak bicara. ANALISA PROSES INTERAKSI I Nama klien : Tn.A Deskripsi : Umur : 19 tahun Tujuan : Membina hubungan saling percaya untuk mendapatkan Interaksi : perawat-klien data pasien atau biodata.

siapa? suka di panggil apa? P:mempertahankan umur? alamat? kontak mata duduk K : bole.kedua bercakap-cakap dengan orang lain. P :baik kalu begitu saya akan P:tetap membarikan membantu untuk pandangan kepada menghilangkan suara-suara klien dalam hal itu.ada 4 cara untuk menjelaskan untuk menghilagkan suara-auara mencegah halusinasi yaitu:yang pertama dengan cara menghardik. umur 19 tahun pasien P:apa yang di rasakan K:memperhatikan Klien dengan senyum Berharap ada respon balik Mengharapkan ada interaksi skarang? apa mendengar kepada perawat dan dengan tatapan yang positif dara klien antara klien dengan perawat suara-suara? mata mendengar apa yang dikatakan perawat K : iya.biasa lebih mengarah pada di pangil A. nama saya AM.dengan saudara? nama saudara memperkenalkan diri.ketiga melkukan aktivitas setiap hari dan yang ke empat .

bisa A terjerumus kepada peragakan atau lakukan perawat dan sekarang?? memperhatikan apa yang di katakan oleh perawat.”bila Dengan antusias dan Klien mampu mendengar suara itu Tutup penuh semangat mengingat apa yang .dengan cara minim obat dengan teratur. Saya sudah tau cara untuk menghardik kan suster Emy yang ajar. P:ok bagus kalau A sudah tau K:tatapan mata cara untuk menghardik.nah saat ini kita akan belajar cara yang pertama yaitu dengan cara menghardik.apa sdr tau cara untuk menghardik? K:ia saya mendengar suara- suara itu selalu datang pada malam hari. K:bisa perawat.

.kita akan lanjutkan cara yang ke dua Dengan antusias yaitu tentang bercakap-cakap langsung menjawab .. yaitu… K: menghardik halusinasi.telinga. Besok lagi perawat balik lagi ya. bagus. saya senang… Klien mengatakan dengan begitu antusias P: kalau suara-suara itu muncul lakukan seperti yang Sambil tersenyum diajarkan tadi yah. Langsung menjawab pertanyaan dari perawat P: betul..tutup mata dan katakan telah dipelajarinya pergi-pergi aku tidak mau dengar kamu karena kamu suara palsu” Berharap klien dapat Berharap klien dapat menerima P: yah. P:dengan penuh memperagakan apa yang kehadiran perawat Apakah A senang berbicara antusias telah diajarkan dengan saya? K: ya.

dengan orang lain. Ok K: iya .

. Lingkungan: ruang nyiur Waktu : ±15 menit Komunikasi verbal komunikasi non verbal analisa berpusat pada analisa berpusat pada Rasional klien perawat P : selamat siang masih Memberi senyum Klien dapat memberi Untuk mendapatkan respon Salam terapeutik untuk ingat saya salam balik yang baik menjalin hubungan K : siang.. Baiklah siang ini kita akan berbincang tentang cara yang ke dua yaitu bercakap-cakap dengan teman. Sambil tersenyum Iya. ANALISA PROSES INTERAKSI II Nama klien : Tn. .A Deskripsi : melatih pat mengontrol halusinasi dgn cara aktivitas Umur : 19 tahun Tujuan : Membina hubungan saling percaya untuk mendapatkan Interaksi : perawat-klien data pasien atau biodata. P : seperti kesepakatan Dengan wajah yang ramah Berharap pasien masih dapat Mengingatkan kembali kontrak kita tadi pagi kita akan dan sedikit tersenyum mengingat kontrak yang telah yang telah disepakati berbincang dengan cara ke disepakati dua..

. Mengingatkan kembali apa P : masih ingat apa yang yang telah disepakati akan kita bicarakan siang ini? K : so lupa… Klien tampak tidak . Tersenyum sambil merunduk P : ada istirahat dengan baik? K : saya tidak tidur. Klien Tampak murung karena ribut P : sudah minum obat siang ini? K : belum.P : bagaimana kabar siang Sambil tersenyum Berharap klien dalam keadaan Untuk mengetahui kondisi ini. baik klien pada saat ini K : baik. sedikit lagi.

jadi kalau Y mendengar suara- suara langsung saja A pangil teman yang ada untuk ajak bicara.kita akan belajar Mengatakan pada klien dan memahaminya tentang bagaimana cara cara ke dua yaitu untuk sambil sedikit tersenyum mengontrol halusinasi yang mengontrol halusinasi ada. yaitu bercakap-cakap dengan orang lain.. bersemangat Berharap klien dapat mengerti Memberi pengetahuan baru P : nah. A harus cari teman tentang bagaimana cara untuk berbicara biar suara mengontrol halusinasinya itu menyingkir Coba ulangi apa yang sust katakan tadi? K : kalau ada suara-suara Dengan serius berusaha Klien dapat menjawab . K : Jadi kalau saya Klien mengatakan dengan Klien belum begitu mendengar suara itu saya wajah yang agak bingung mengerti Berharap pasien dapat harus bicara dengan orang mengulangi apa yang telah lain sust? disampaikan oleh perawat Agar pasien dapat mengetahui P : Iya.

P : iya benar… Sambil memberi tepuk Sekarang bagaimana tangan Berharap klien masih dapat perasaan A setelah belajar mengingatnya cara mengontrol halusinasi yang ke dua ini? Senyum K : senang sust P : jadi sudah berapa cara Berharap klien masih dapat A pelajari? tmengingatnya Dengan antusias klien Membantu klien agar mampu K : dua sust. menjawabnya Berharap klien dapat mengingat kembali menerima kontrak tersebut P : apa-apa saja itu? Sedikit bingung namun K: pertama dengan klien mampu Kontrak yang akan datang menghardik. pertanyaan dari perawat teman untuk bicara.. kedua mengingatnya kembali berbicara dengan teman .datang langsung mencari untuk menjawab.

. Sambil senyum P: Bagaimana kalau jam 10? ok senyum K : iya menyampaikan salam dan P : ok.P: setelah ini coba A peragakan apa yang sudah A pelajari. Besok pagi saya akan kembali lagi untuk melakukan cara yang ke tiga yaitu aktivitas Kontrak jam agar pasien dapat terjadwal. meninggalkan klien K : iya . met siang sampai berjalan pergi ketemu besok ya. bersiap-siap A mau jam berapa? Sambil merunduk K: terserah pada sust saja.

.

Klien menjawab hanya Berharap ada komunikasi terjaga malam seperlunya yang baik P : apa suara itu masih Untuk mengetahui frekuensinya muncul lagi? dalam sehari bisa berapa kali muncul? . untuk menjalin kabar pagi ini? hubungan K : pagi sust. Lingkungan: ruang Nyiur Waktu : ±15 menit komunikasi non analisa berpusat pada analisa berpusat pada Komunikasi verbal Rasional verbal klien perawat P : selamat pagi A bagaimana Sambil tersenyum Salam terapeutik. sering Biasa ji suster. baik. Sambil tersenyum P : semalam tidurnya bagaimana? K : seperti biasanya. ANALISA PROSES INTERAKSI III Nama klien : Tn.A Deskripsi : melatih pat mengontrol halusinasi dgn cara bercakap Umur : 19 tahun Tujuan : Membina hubungan saling percaya untuk mendapatkan Interaksi : perawat-klien data pasien atau biodata.

pagi ini saya akan mengontrol halusinasi yang ada. hebat Memberi pujian percaya diri disertai tepuk tangan Memberi pengetahuan baru P : baiklah seperti janji saya tentang bagaimana cara kemarin. datang untuk berbincang- bincang cara yang ke tiga yaitu melakukan kegiatan terjadwal.K : iya sust.. kalau ada suara Klien dapat datang tutup telinga dan mengatakannya katakan pergi jangan ganggu saya.??? yang dianjurkan K : iya. Untuk menimbulkan rasa P : iya. apa bisa? . tidak tau sust. Kita akan berbincang- bincang sekitar 15 menit. Berharap pasien P : apa sudah di pakai dua menggunakan cara-cara cara yang telah kita latih.

kalu tidak duduk diam. Menggali informasi lebih P : terus jam berikut apa yang di lakukan? K : bercerita lagi sust. Dengan serius Klien dapat menerima Membuat kesepakatan jadwal yang telah dibuat P : bagaimana kalau kita bersam . Untulk mengetahui apa-apa saja yang dilakukan klien padda pagi P : apa saja yang dilakukan A hari pagi-pagi ? K : bangun tidur. P : lalu tidak buat apa-apa? K : iya.K : iya sust. langsung Sambil tertawa bercerita dengan teman- teman.

jadi itu harus dilakukan tiap hari dan kalau sudah dilakukan beri tanda . kemudian minum obat lalu makan pagi. mandi bercerita. bangun. . Bangun pagi langsung mandi. lalu bersisir. kemudian cari aktivitas seperti membaca dan menulis. istirahat sejenak membantu membersihkan kamar kemudian menunggu minum obat siang lalu makan siang Stelah itu menyimpan kemudian istirahat siang..sekarang buat jadwal untuk hari besok? K : jadwal apa sust? P : jadwal kegiatan harian.

so lupa… berhalusinasi P : yang ke tiga itu buat . Berharap klien dapat P : bagaimana perasaan A menerimanya setelah kita bercakap-cakap cara yang ke tiga untuk mencegah suara-suara itu? Sambil tersenyum Untuk mengingat kembali apa K : agak sulit. P : bagus. merunduk Mencoba menjawab K : pertama mengusir namun ada yang lupa halusinasi kedua mencari teman untuk berbicara supaya tidak ada tempat untuk ketiga….Bisa begitu? K : iya sust. namun harus yang telah didapat tetap semangat. coba A sebutkan tiga cara yang telah kita latih untuk mencegah suara-suara itu.

Skarang coba sebutkan ulang apa yang perawat bilang? K : yang ketiga buat jadwal agar tidak ada waktu lowong. K : pertama menghardik. supaya tidak ada tempat untuk berhalusinasi.jadwal dan usahakan agar tidak ada waktu lowong. bagaimana setuju? . Memberikan P : iya benar semangat. P : hebat! Baiklah A setelah habis makan siang kita akan membahas cara minum obat yang baik dan guna obat. kedua mencari teman dan ketiga buat jadwal.

K : setuju sust P : ok kalau begitu. nanti bertemu pada besok hari… Sampai jumpa… K : dah dah sust… ANALISA PROSES INTERAKSI IV . sekarang sest mau pergi dulu yah.

kontak mata duduk lebih mengarah pada P : pa kegiatan tiap hari pasien K:memperhatikan sudah di laksanakan. tapi nda ilang.. Umur : 19 tahun Tujuan : Membina hubungan saling percaya untuk mendapatkan Interaksi : perawat-klien data pasien atau biodata.bagaimana P : kontak mata + Dengan senyum sambut Berharap pasien masih Memberikan salam awal dari perasaan A hari ini.Nama klien : Tn. menerima ajakan Pasien duduk berhadapan Mengharapkan ada interaksi P : apa suara-suara itu masih dengan perawat Berharap pasien dapat antara klien dengan perawat muncul? membalas percakapan K : iya sust..A Deskripsi : Melatih pasien dengan cara minum obat secara teratur..P : mempertahankan ilang sust. cuman yang lain so jaga lupa… Klien dengan senyum dan dengan tatapan mata . Berharap ada respon balik Klien mendekatkan diri yang positif dari klien P : sudah di pakai 3 cara K : Dengan wajah pada perawat yang kita latih.? yang agak sedih K : sudah sust.? kepada perawat K : iya sust. Lingkungan: ruang Nyiur Waktu : ±15 menit komunikasi non analisa berpusat pada analisa berpusat pada Komunikasi verbal Rasional verbal klien perawat P : selamat pagi. baik. saling percaya K:kontak mata jelas Merasa senang pasien mau K : pagi sust.? berjabat tangan sapaan dapat berinteraksi perkenalan untuk menciptakan dengan pasien...

pandangan kepada dikatakan perawat sudah minum obat pagi ini? klien dalam hal Berharap ada respon balik menjelaskan untuk yang positif dari klien mencegah halusinasi K : sudah sust. P : iya. kita akan berbincang-bincang Klien mampu tentang cara yang ke empat mengatakan apa yang yaitu cara minum obat dan akan terjadi jika ia tidak K:tatapan mata minum obat kegunaan obat. K : mungkin ada. disini saja.bincang kurang lebih 15 menit K : mau bercerita di sini sust P : ia. minum obat sangat penting untuk menghilangkan suara-suara itu supaya tidak muncul lagi. terjerumus kepada Menurut A adakah bedanya perawat dan setelah minum obat secara memperhatikan apa Berharap klien dapat menerima teratur? yang di katakan oleh kehadiran perawat perawat.P : iya nanti pelan-pelan buat P : tetap memberikan mendengar apa yang yah. Mengetes daya ingat pasien . P : seperti kesepakatan kita kemarin pagi ini kita akan berbincang. karena kalau saya tidak minum obat K : Dengan antusias dan penuh semangat rasa tidak enak.

sebab kalau putus . Kalau yang putih ini namanya THP 3 X sehari jamnya sama dan fungsinya untuk rileks dan tidak kaku.. P : yang ini warna orange namanya cpz minum 3 X sehari jam 7 pagi. Kalau suaranya sudah hilang obatnya jangan dihentikan nanti konsultasikan dengan Sambil tersenyum dokter. gunanya untuk menghilangkan suara-suara. jam 1 siang dan jam 7 malam.ada berapa macam obat yang P:dengan penuh A minum? antusias K : ada 3 P : coba A sebutkan obat-obat itu? K : tidak tahu sest. sedangkan yang merah jambu ini namanya HP 3 X sehari jamnya sama gunanya untuk pikiran biar pikirannya Klien mengatakan dengan begitu antusias tenang.

pastikan obatnya benar. Jadi kami Mengetahui respon yang akan hanya menerima dari sust. A juga harus teliti saat mengguunakan obat-obat ini . P : iya biar cepat sembuh dan cepat pulang. Kalau obat habis A bisa minta ke dokter untuk mendapatkan obat lagi K : iya sust… Saya harus minum obat dengan teratur agar cepat sembuh dan cepat pulang.obat A akan kambuh dan akan sulit untuk kembali kekeadaan semula.. Agar pasien dapat minum obat artinya A harus memastikan dengan tepat waktu bahwa itu obat-obat yang benar punya A jangan sampai keliru dengan obat milik orang lain Langsung menjawab pertanyaan dari K : sust… perawat Kalu disini sust-sust yang jaga kasi obat. Dengan antusias diberikan suster langsung menjawab .

moral Untuk menimbulkan rasa percaya diri bagi klien P : apa-apa itu? Untuk mengevaluasinya K : pertama mengusir halusinasi keduamencari Sambil melambaikan tangan dan tersenyum teman untuk berbicara ketiga buat jadwal. . Sambil tersenyum Oh ya jangan lupa minum tepat waktu dasn dengan cara Klien mampu mengingat yang benar yaitu diminum Klien dengan serius apa yang telah sesudah makan dan tepat dipelajarinya jamnya. Klien mampu mengingat Berharap klien dapat K : iya sest… apa yang telah memperagakan apa yang dipelajarinya walaupun telah diajarkan sedikit lama P : bagaimana perasaan A setelah kita bercakap-cakap tentang obat? K : senang… Berharap klien dapat mengigatnya P :sudah berapa cara yang kita pelajari untuk mencegah suara-suara itu? K : klien tersenyum sipu Memberikan dukungan K : empat sust.P : iya biar nda salah lagi tapi kalau sudah pulang taw sust lupa itu harus dipastikan..

K : ok… . hebat.ok sampai ketemu yaaa….. Minum obat P : ya.P : keempat ? K : ke empat…. K: P : besok kita akan ketemu ya untuk melihat manfaat 4 cara mancegah suara yang telah kita bicarakan..

Laporan pendahuluan 2. Seminar kasus 6. A DENGANDIAGNOSA GANGGUAN PERSEPSI SENSORI : HALUSINASI PENDENGARAN DI RUANG NYIUR . Logbook Makassar.DAFTAR REKAPITULASI NILAI NILAI KET CI CI NO. Terapi aktivitas kelompok 5. Maret 2017 Mengetahui. Ketua Prodi Ners Koordinator Praktik Kep. Laporan strategi pelaksanaan (SP) 3. TUGAS INDIVIDU INSTITUSI LAHAN 1. Penyuluhan 8. Ujian praktik 9. Jiwa _______________________ _______________________ ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA Tn. Analisa Proses Interaksi 7. Askep kelolaan 4.

067 CI LAHAN CI INSTITUSI JURUSAN PROFESI NERS STIKES PANAKKUKANG MAKASSAR 2017 .DADI MAKASSAR OLEH: ROSMINI 16.04. RS.