Ancaman Perubahan Iklim Untuk Pangan Dunia

Oleh : Vina Fitriani P
Teknologi Pangan (2014), FTIP UNPAD

Hari pangan sedunia diperingati setiap tanggal 16 Oktober setiap tahunnya.
Namun, sudahkah semua masyarakat di dunia peduli akan adanya hari pangan
tersebut? Ataukah masyarakat di dunia telah acuh terhadap hari pangan ini?
Termasuk yang manakah anda? Tanggal 16 Oktober ini seharusnya membuat
masyarakat sadar dan mengingat kembali apa yang terjadi pada pangan dunia saat ini
serta upaya dan kontribusi apa yang telah dilakukan untuk memperbaiki segala
masalah pangan dunia saat ini. Salah satu masalah besar yang berkaitan dengan
pangan dunia di tahun 2016 ini adalah perubahan iklim. Ada apa dengan iklim dunia
saat ini?
Berdasarkan data dari The National Aeronautics and Space Administration
(NASA), 9 dari 10 tahun rekor suhu bumi terpanas terjadi di atas tahun 2000 dan
pada September 2016 ini merupakan bulan September dengan suhu terpanas pada 136
tahun terakhir. Kenaikan suhu bumi mengakibatkan pulau es berkurang luasnya
sebanyak 281 gigatonnes per tahun, dan volume air laut meningkat 3.4 mm per tahun.
Selain itu, cuaca ekstrim seperti kekeringan, topan, banjir marak terjadi di berbagai
negara di dunia. Hal ini tentu saja menimbulkan kerugian baik bagi kehidupan sehari-
hari masyarakat didunia dan khususnya bagi para petani yang akan mengalami
kesulitan untuk menumbuhkan bahan pangan nabati dengan baik.
Kesulitan petani untuk menanam dan menumbuhkan bahan pangan nabati
berdampak pada ketersediaan pangan dan peningkatan jumlah kebutuhan pangan.
Sementara, berdasarkan data dari Food and Agriculture Organization (FAO),
populasi global diperkirakat terus meningkat hingga mencapai 9.6 milyar pada tahun
2050.