TUGAS

Disusun Oleh :
Muhammad Hadi, S. Ked
04011281320035

DEPARTEMEN ILMU KESEHATAAN GIGI DAN MULUT
RUMAH SAKIT DR. MOHAMMAD HOESIN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
PALEMBANG
2017

Persarafan pada daerah orofacial. terlihat lesi putih/white spot pada permukaan gigi saat kering 2. karies hampir menyerang dentin (mencapai DEJ) 5. V ) : N. D3. Perjalanan Carries Gigi 3. ke- XI. D6. karies mencapai email 4. terlihat lesi putih/white spot pada permukaan gigi saat basah 3. D1. Pengertian Lesi Karies D1-D6 Menurut ICDAS. D2. Inervasi gigi Nervus sensori pada rahang dan gigi berasal dari cabang nervus cranial ke-V atau nervus trigeminal pada maksila dan mandibula. karies diklasifikasikan : 1. selain saraf trigeminal meliputi saraf cranial lainnya. Nervus Trigeminus ( N. Maxillaris N. ke-XII. Mandibularis . Opthalmicus N. D4. karies menyerang pulpa 2. seperti saraf cranial ke-VII. karies menyerang dentin 6. D5.1.

Dari cranium keluar melalui foramen ovale membentuk 3 cabang. n.a. n. N. periosteum. b. pharyngeus mucoperiosteum palatal molar & premolar RA keluar mell foramen 2. Opthalmicus Cabang terkecil dari ganglion gasseri keluar dari cranium melalui fissura orbitalis superior. Infra orbitalis foramen infra orbitalis. Mandibula Cabang terbesar keluar dari ganglion gasseri. N. sisi lateral hidung & labium V. Nervus alveolaris superior anterior mempersarafi gingiva dan gigi anterior. N. palatinus minor n. yaitu nervus alveolaris superior anterior. sinus frontalis. oris superior c. Akar mesiobukal 3. dan nervus alveolaris superior posterior. Alveolaris gigi premolar 1 & 2 & akar mesiobukal gigi Superior Medius molar 1 RA gigi insisivus sentral & lateral. nasopalatinus mucoperiosteum palatal regio gigi anterior RA keluar dari kanalis 5. Selanjutnya cabang maksila nervus trigeminus ini akan bercabang lagi menjadi nervus alveolaris superior. n. Maksila N. n. Alveolaris semua akar gigi molar ke-2. dan gingiva di maksila. Maxillaris Saraf Lokasi Inervasi n. n. Cabang N. Alveolaris membran mukosa labial. dahi. palatinus mayus 1. n. Maxillaris keluar dari cranium melalui foramen rotundum  fossa pterygopalatina terus berjalan melalui fissura orbitalis inferior ke anterior  canalis infra orbitalis. n. nervus alveolaris superior medii mempersarafi gingiva dan gigi premolar serta gigi molar I bagian mesial. nervus alveolaris superior posterior mempersarafi gingiva dan gigi molar I bagian distal serta molar II dan molar III. nasopalatinal palatinus mayor 3. palatinus mayus & beranastomosis dg n.Inervasi struktur di dalam. 4. buccalis longus. alveolaris inferior . palpebra superior. Cabang maksila nervus trigeminus mempersarafi gigi-gigi pada maksila. nasalis superior (caninus ka-ki) nasopalatinus 2. nasopalatinus 4. N. caninus. 3 & akar gigi Superior Posterior molar 1 kec. Lingualis. N. N. palatum. 1. N. n. nervus alveolaris superior medii. Nervus alveolaris superior ini kemudian akan bercabang lagi menjadi tiga. alveolus Superior Anterior semua pada satu sisi RA Keluar melalui palpebra inferior. orbita. kulit kepala.

I. dalam beberapa kasus. Nervus alveolaris inferior terus berjalan melalui rongga pada mandibula di bawah akar gigi molar sampai ke tingkat foramen mental. Alveolaris 2. proc.lingualis. Cabang awal yang menuju ke mandibula adalah nervus alveolar inferior. Namun. Inferior Bersama arteri alveolaris inferior berjalan di dalam canalis mandibula & mengeluarkan percabangan untuk inervasi geligi RB dan keluar melalui foramen mentale m. Lingualis berlanjut kelingual apeks gigi membran mukosa lingual molar ke-3 RB. Buccalis pterygoideus externus menyilang mucoperiosteum lateral gigi molar atas longus ramus dan masuk ke pipi melalui dan bawah m. Buccinators Berjalan ke bawah superfisial dari m. dan memiliki cabang mukosa pada beberapa area mukosa lidah dan gingiva. ada juga cabang lain yang berkonstribusi pada persarafan mandibula. Dentalis brevis periosteum. caninus . n. distribusi ini memanjang dari caninus sampai ke molar ketiga. N. N. Alveolaris ligamentum sphenomandibularis masuk ke canalis mandibula. Turun dibalik m. Incisivus gigi incisivus sentral-lateral. Selain cabang tersebut. Cabang N. 1. membran mukosa bukal Inferior kulit dagu. tapi merupakan dua atau tiga cabang yang lebih besar yang membentuk plexus dimana cabang pada inferior ini memasuki tiap akar gigi. r. berjalan antara ramus mandibula & III. membran mukosa bukal. molar. membran mukosa labium oris 3. terkadang dapat melanjutkan perjalanannya pada permukaan bawah otot mylohyoid dan memasuki mandibula melalui foramen kecila pada kedua sisi midline. karena terletak di dasar mulut. mucoperiosteum & II. saraf ini juga memiliki cabang yang biasanya di distribusikan ke area kecil pada gingiva buccal di area molar pertama. Nervus mylohyoid. meskipun distribusi utamanya pada mukosa pipi. premolar. r. Mylohyoideus digastrici di dasar mulut. venter anterior m. Alveolaris & Cabang N. r. pterygoideus internus 2/3 anterior lidah. Nervus buccal. Mandibularis Saraf Lokasi Inervasi Berjalan diantara kedua caput m. Pada beberapa individu. Mentalis inferior 4. Mylohyoideus. Cabang pada gigi ini tidaklah merupakan sebuah cabang besar. N. nervus ini berkontribusi pada persarafan dari insisivus sentral dan ligament periodontal. pterygoideus externus disebelah posterior-lateral n. Nervus lingualis. Mandibularis. Masuk ke basis lidah melalui dasar mulut Cabang terbesar N.

fluoride.4. Sedangkan permukaan gigi diatasnya tetap utuh karena adanya peningkatan level ion Ca2+. Daerah white spot ini akan terlihat jelas pada gigi karena gigi yang asli berwarna putih transparan dan mengkilat serta dilapisi pelikel (lapisan tipis bening dan tipis pada gigi). Cara Diagnosis dan Tatalaksana dari: a) White spot Pengertian White spot atau lesi putih adalah proses awal terjadinya karies namun pada fase ini permukaan gigi masih utuh. dan kapasitas dapar oleh saliva. Lesi ini terjadi akibat level pH pada permukaan gigi lebih menurun dan tidak dapat diimbangi dengan proses remineralisasi. mengeras dan membentuk karang gigi. Karang gigi inilah yang mengganggu keseimbangan proses demineralisasi – remineralisasi tadi. Lesi email awal dikenal pula dengan “white spot lesion” karena secara klinis lesi ini terlihat sebagai bercak yang berwarna putih pada gigi. Jika pelikel ditumbuhi oleh kuman maka terbentuklah plak dan hal ini jika dibiarkan. HPO42-. area pit dan fissur serta dibawah kontak pointdiantara gigi geligi. Umumnya belum terdapat keluhan Tatalaksana Minimal invasive: dilakukan penumpatan namun gigi tidak dibor c) Carries dentin Pengertian Karies yang sudah mencapai dentin . White spot ini ditemukan pada area yang mudah tertimbun plak seperti permukaan gigi incisivus maksila. Ion-ion asam dapat berpenetrasi ke dalam lapisan prisma yang porus sehingga menyebabkan demineralisasi dibawah permukaan gigi. lama kelamaan akan terkalsifikasi (bercampur dengan kalsium). Pengertian. Cara diagnosis WS kering : inspeksi gigi dengan menggunakan bantuan chip blower/ puspus untuk mengeringkan gigi WS basah : inspeksi gigi tanpa dikeringkan Tatalaksana Aplikasi flour b) Carries email Pengertian Karies yang terjadi hanya pada lapisan terluar gigi (email) dan belum mengenai dentin Cara diagnosis Pemeriksaan dengan menggunakan sonde.

asam panas dan dingin. b.Pulpa terdiri dari saluran pembuluh darah halus. terjadi sirkulasi darah bertambah karena terjadi pelebaran pembuluh darah halus di dalam pulpa. serabut saraf. Hyperemi pulpa adalah suatu keadaan dimana lapisan dentin mengalami kerusakan. bila rangsang dihilangkan biasanya rasa ngilu juga hilang Tatalaksana Diberi tumpatan sesuai indikasinya d) Hiperemia pulpa Pengertian Hyperemi pulpa merupakan lanjutan dari iritasi pulpa. Tatalaksana Gigi dibor terlebih dahulu lalu dilakukan penumpatan d) Iritasi pulpa Pengertian suatu keadaan dimana lapisan enamel gigi mengalami kerusakan sampai batas dentino enamel junction Cara diagnosis Gejala-gejala : a. Dari anamnesis didapatkan pasien mengeluh ngilu. manis. asam dan bila sikat gigi b. Kadang-kadang ngilu bila makan/ minum dingin. Rasa ngilu akan hilang bila rangsangan dihilangkan Pemeriksaan objektif : a) Terlihat karies yang kecil b) Dengan sonde : tidak memberi reaksi.dan saluran lympe Cara diagnosis Gejala-gejala : a. Cara diagnosis Pemeriksaan dengan menggunakan sonde. Kadang-kadang sakit kalau kemasukan makanan . c. Makanan/minuman dingin lebih ngilu daripada makanan/minuman panas. Terasa lain jika terkena makanan/ minuman manis. tetapi kadang-kadang terasa sedikit c) Tes thermis : dengan chlor etil terasa ngilu.

Merupakan suatu penyakit jaringan penyangga gigi yaitu yang melibatkan gingiva. Terdapat lubang gigi yang dalam.bila mahkota cukup baik. Sondenasi. b. Terlihat karies media atau propunda b. Bila di tes dengan chlor etil terasa ngilu c. Nyeri tsb biasanya berlanjut jika penyebab telah dihilangkan. tetapi pulpa mampu kembali pada keadaan tidak terinflamasi setelah stimuli ditiadakan Cara diagnosis Pasien mengeluh nyerinamun tidak secara spontan Tatalaksana Penambalan/pulp capping dengan penambalan Ca(OH) ± 1 minggu untuk membentuk sekunder dentin. Bila karies propunda dilakukan pulpa capping . Periodontitis melibatkan hilangnya progresif dari tulang alveolar di sekitar gigi dan jika tidak diobati dapat menyebabkan melonggarnya jaringan periodontium serta kehilangan gigi.perkusi dan palpasi tidak sakit Tatalaksana Perawatan saluran akar h) Periodontitis Pengertian Periodontitis adalah seperangkat peradangan penyakit yang mempengaruhi periodontium yaitu jaringan yang mengelilingi dan mendukung gigi. tanpa penyebab yang jelas. dapat sebagian atau seluruhnya Cara diagnosis Gigi berubah warna. f) Pulpitis irreversible Pengertian Inflamasi parah yang tidak akan bisa pulih walaupun penyebabnya dihilangkan dan lambat atau cepat pulpa akan menjadi nekrosis. Cara diagnosis Pasien mengeluh nyeri. Tatalaksana Pulpektomi g) Necrosis pulpi Pengertian Matinya pulpa. menjadi abu-abu kehitam-hitaman. Perkusi tidak apa-apa Tatalaksana a.Pemeriksaan objektif : a. bila mahkotanya baik e) Pulpitis reversible Pengertian Suatu kondisi inflamasi pulpa ringan sampai sedang yang disebabkan oleh stimuli noksius. Bila ada karies media ditambal sesuai indikasinya. dan tulang alveolar karena suatu proses . ligamen periodontal. Di test dengan sonde kadang terasa ngilu. dan dapat datang dan pergi secara spontan.kadang tidak d. sementum.

root planning. Pada pemeriksaan tanda vital biasa ditemukan tanda-tanda sepsis seperti demam. dan bila proses berlanjut maka akan menginvasi struktur di bawahnya sehingga akan terbentuk poket yang menyebabkan peradangan berlanjut dan merusak tulang serta jaringan penyangga gigi. Selain itu juga ditemukan adanya edema bilateral. adanya riwayat sakit gigi. tidak membentuk abses dan tidak ada limfadenopati. adanya penemuan radiologis berupa akumulasi cairan atau udara pada jaringan lunak. kesulitan makan dan menelan. Keamanan Antibiotik dan Analgesik bagi Ibu Hamil DAFTAR OBAT AMAN DAN BERBAHAYA UNTUK IBU HAMIL DAN MENYUSUI ANALGETIK Nama Obat Risiko Kehamilan Risiko Menyusui . sehingga keras pada perabaan submandibula Cara diagnosis Dari anamnesis didapatkan gejala berupa nyeri pada leher. drooling. trismus. Inflamasi berasal dari gingiva (gingivitis) yang tidak dirawat. dan pemberian antibiotik i) Ludwig angina Pengertian Infeksi ruang submandibula berupa selulitis atau flegmon yang progresif dengan tanda khas berupa pembengkakan seluruh ruang submandibula. dan takikardi. Karekteristik periodontitis dapat dilihat dengan adanya inflamasi gingiva. merah dan keluar nanah atau darah diantara gusi dan gigi. atau needle aspirate yang purulen. pembentukan poket periodontal. Trepanasi dilakukan saat terjadi abses pada gigi yang tidak mungkin dilakukan penumpatan karena akan menimbulkan gejala pembengkakan lebih lanjut. 6. mengorek atau mencabut gigi. Pengertian Trepanasi Gigi Trepanasi diartikan sebagai tindakan penembusan tulang alveolar untuk melepaskan eksudat jaringan yang bermasalah. dan pada pemeriksaan mulut didap Tatalaksana Drainase dipertimbangkan apabila terdapat infeksi supuratif. Gusi terasa nyeri. inflamasi. atau adanya riwayat higien gigi yang buruk. nyeri tekan dan perabaan keras seperti kayu pada leher. disfonia. Gigi goyah. halitosis Tatalaksana Scalling. kerusakan ligamen periodontal dan tulang alveolar sampai hilangnya sebagian atau seluruh gigi Cara diagnosis Tampak gusi bengkak. takipnea. Drainase juga dipertimbang-kan bila tidak ada perbaikan klinik setelah pemberian terapi antibiotik. akibatnya gigi menjadi goyang dan akhirnya harus dicabut. 5. krepitus.

Fiorinal. Pediaprofen) D (3rd trim.) Celecoxib (Celebrex)) C L2 Codeine (in Tylenol #3. 2nd trim. 2nd trim.) L1 Motrin.) Hydrocodone (Lortab. Nuprin. #4) C L3 Colchicine D L4 Diclofenac (Cataflam. 2nd trim.) L2 Froben.Acetaminophen (Tylenol) B L1 C (1st. Two-dyne) B (1st.) Butorphanol (Stadol) L3 D (3rd trim. 2nd trim. B L3 Vicodin) Hydromorphone(Dilaudid) C L3 Ibuprofen (Advil. B L2 Voltaren) Fentanyl (Sublimaze) B L2 Flurbiprofen (Ansaid.) Azapropazone (Rheumox) – L2 Butalbital (Fioricet. Ocufen) C (3rd trim. D L3 Bancap.) Aspirin L3 D (3rd trim. B (1st.) . B (1st.

Roxicet. Meperidine (Demerol) B L3 early postpartum Methadone (Dolophine) B L3 Morphine (Duramorph. B L3 Endocet. B Naprosyn. Epimorph. C L2 Propacet. B (1st. Acular) L2 D (3rd trim.) L2. L3.) Ketorolac (Toradol. MS B L3 Contin) Nalbuphine (Nubain) B L2 Naproxen (Anaprox.) Indomethacin (Indocin) L3 D (3rd trim.) B (1st. Aleve) L4 for chronic use Nefopam (Acupan) – NR Oxycodone (Tylox. Percodan. Infumorph. 2nd trim. Percocet) Pentosan B L2 polysulfate(Elmiron) Piroxicam (Feldene) B L2 Propoxyphene(Darvocet N. Naproxen. 2nd trim. Darvon) Secobarbital (Seconal) D L3 Tolmetin (Tolectin) C L3 .Oxycontin. Roxiprin.

2nd trim.) Butorphanol L3 D (3rd trim. Antibiotik Kategori Risiko Nama Generik Kehamilan Risiko Menyusui Amoxicillin B L1 Aztreonam B L2 Cefadroxil B L1 Cefazolin B L1 . Tramadol HCL(Ultram.) Codeine C L3 Fentanyl B L2 L2 Meperidine B L3 (if used early postpartum) Methadone B L3 Morphine B L3 Propoxyphene C L2 ** Per Medications’ and Mothers’ Milk by Thomas Hale. C L3 Ultracet) B (1st. PhD (2004 edition).

Cefotaxime B L2 Cefoxitin B L1 Cefprozil C L1 Ceftazidime B L1 Ceftriaxone B L2 Ciprofloxacin C L3 Clindamycin B L3 L1 Erythromycin B L3 early postnatal Fleroxacin – NR Gentamicin C L2 Kanamycin D L2 Moxalactam – NR Nitrofurantoin B L2 Ofloxacin C L2 Penicillin B L1 Streptomycin D L3 .

This drug has not yet been reviewed by the AAP. Lactation Risk Pregnancy Risk Categories Categories  L1 (safest)  A (controlled studies show no risk)  L2 (safer)  B (no evidence of risk in humans)  L3 (moderately safe)  C (risk cannot be ruled out)  L4 (possibly  D (positive evidence of risk) hazardous)  X (contraindicated in pregnancy)  L5 (contraindicated) NR: Not Reviewed.  Approved: (Table 6) Maternal Medication Usually Compatible With Breastfeeding  Concern: (Table 4) Drugs for Which the Effect on Nursing Infants Is Unknown but May Be of Concern  Caution: (Table 5) Drugs That Have Been Associated With Significant Effects on Some Nursing Infants and Should Be Given to Nursing Mothers With Caution  NR: Not Reviewed. Sulbactam – NR Sulfisoxazole C L2 Tetracycline D L2 Ticarcillin B L1 Trimethoprim/sulfamethoxazole C L3 * Per the AAP Policy Statement The Transfer of Drugs and Other Chemicals Into Human Milk. PhD (2004 edition). revised September 2001. This drug has not yet been reviewed by Hale. . ** Per Medications’ and Mothers’ Milk by Thomas Hale.