1

I.PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko yang paling berpengaruh

terhadap kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah. Hipertensi sering

tidak menunjukan gejala, sehingga baru disadari bila telah menyebabkan

gangguan organ seperti gangguan fungsi jantung dan stroke. Tidak jarang

hipertensi ditemukan secara tidak sengaja pada waktu pemeriksaan kesehatan

rutin atau datang dengan keluhan lain.

Menurut data World Health Organization (WHO), Satu dari tiga orang

dewasa di seluruh dunia menderita hipertensi, hampir sebagian besar orang

yang menderita hipertensi ada di negara berkembang yang berpenghasilan

rendah sampai sedang. Hipertensi pada usia lebih dan 25 tahun dapat

meningkatkan risiko terhadap penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, serta

kematian bayi lahir prematur dan kecacatan. Di sebagian besar negara-negara

berpenghasilan tinggi, diagnosis dan pengobatan murah kepada masyarakat

umum telah menyebabkan penurunan angka hipertensi pada semua populasi,

yang telah membantu mengurangi angka kematian akibat penyakit jantung,

dan data tersebut juga menjelaskan bagaimana hipertensi dapat dicegah dan

diobati dan bagaimana pemerintah, petugas kesehatan, masyarakat sipil,

sektor swasta, keluarga dan individu dapat bergabung untuk mengurangi

hipertensi dan dampaknya (WHO, 2012).

2

Prevalensi Hipertensi di Indonesia cukup tinggi. Hasil Riset

Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 menunjukkan, sebagian besar kasus

hipertensi di masyarakat belum terdiagnosis. Hal ini terlihat dan hasil

pengukuran tekanan darah pada usia 18 tahun ke atas ditemukan prevalensi

hipertensi di Indonesia sebesar 31,7%, dimana hanya 7,2% penduduk yang

sudah mengetahui memiliki hipertensi dan hanya 0,4% kasus yang minum

obat hipertensi. Ini menunjukkan, 76% kasus hipertensi di masyarakat

belum terdiagnosis atau 76% masyarakat belum mengetahui bahwa mereka

menderita hipertensi. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa

masih tingginya angka hipertensi di Indonesia yang mulai muncul pada usia

remaja sehingga dapat berpengaruh terhadap tingkat produktifitas dimasa

dewasanya kelak (Riskesdas, 2007).

Hal ini menyebabkan terdapat perubahan gaya hidup masyarakat tidak

hanya didaerah perkotaan namun juga terjadi didaerah pedesaan, sehingga

membuat penyebab utama kematian berubah, dan yang sebelumnya

penyakit menular, berubah menjadi penyakit tidak menular. Hipertensi

merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih banyak terjadi

pada masyarakat. Pada tahun 2010 kasus hipertensi di Riau ditemukan 2.909

kasus, sebanyak 26% kasus terjadi pada usia 45-54 tahun, 22% kasus terjadi

pada usia 55-60 tahun dan 16% kasus terjadi pada usia 20-44 tahun (Dinkes

Riau, 2011). Ini menunjukkan hipertensi mulai menyerang pada usia sekolah

3

yang tentunya akan mengganggu kualitas belajar dan perkembangan

hidupnya, sehingga selain juga akan berdampak pada penurunan kualitas

hidupnya kelak (Dinkes Riau, 2011).

Faktor utama yang mempengaruhi kualitas hidup penderita hipertensi

adalah komplikasi terhadap organ vital dan efek samping obat

antihipertensi. Hipertensi yang tidak ditangani dengan baik akan menjadi

kronis sehingga dapat mengganggu kualitas hidup pasien hipertensi dan juga

dapat menurunkan tingkat produktifitas pada pasien hipertensi, dua orang

dengan status kesehatan yang sama mungkin memiliki persepsi yang

berbeda pada kualitas hidup mereka. Oleh karena itu, perlu dilakukan

penelitian profil kualitas hidup pada pasien hipertensi (Meichiors et al,

2009).

1.2 Perumusan masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, dapat

dirumuskan perumusan masalah sebagai berikut: Apakah terdapat hubungan

antara lama menderita hipertensi dengan kualitas hidup pasien hipertensi ?

1.3 TUJUAN PENELITIAN

1.3.1 Tujuan umum

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya hubungan antara lama

menderita hipertensi dengan kualitas hidup.

4

1.3.2 Tujuan khusus

Tujuan khusus dari penelitian ini adalah:

1. Memberikan gambaran lama pasien menderita hipertensi.

2. Memberikan gambaran kualitas hidup pasien hipertensi.

3. Menganalis apakah ada hubungan antara lama menderita

hipertensi dengan kualitas hidup.

1.4 Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat kepada:

1. Hasil penelitian diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi

oleh pemerintah dalam melaksanakan program-program pencegahan

terjadinya hipertensi.

2. Hasil penelitian diharapkan menjadi masukan bagi pelayan kesehatan

untuk penyusunan program yang ditujukan untuk pencegahan

terjadinya hipertensi

3. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dan dijadikan

referensi dalam peneliti selanjutnya.

5

I.5 Orisinalitas Penelitian

Tabel 1. Orisinilitas Penelitian
Author, Judul Penelitian Desain Hasil
tahun Penelitian
Yosi Analisis Hubungan Cross Tidak terdapat hubungan
Febrianti Kepatuhan sectional antara tingkat kepatuhan
(2010) Penggunaan Obat penggunaan obat dengan
dengan Kualitas kualitas hidup pasien
Hidup pasien hipertensi di Puskesmas
Hipertensi Ngemplak I Yogyakarta
dipuskemas
Ngemplak I
Yogyakarta Periode
Maret-Juni 2010
Silvania Quality of Life of Cross Sebagian besar karyawan
Maria de Patient with sectional dengan penyakit kronis
Oliveiria Hypertension memiliki kualitas hidup yang
Castro memuaskan dalam banyak hal,
(2012) namun masih ada proporsi
yang signifikan dari subyek
yang menunjukkan
ketidakpuasan dengan kualitas
hidup mereka.

Perbedaan penelitian yang dilakukan dengan penelitian-penelitian sebelumnya

adalah:

1. Variabel

Variebel dalam penelitian ini adalah lama menderita hipertensi dan kualitas

hidup. Pada penelitian pertama variabelnya adalah penggunaan obat dan

kualitas hidup pasien hipertensi sedangkan penelitian kedua variabelnya

adalah kualitas hidup pasien hipertensi.

. sedangkan penelitian kedua hanya mendeskripsikan kualitas hidup pasien hipertensi. Desain Penelitian ini ingin menganalisis apakah terdapat hubungan antara lama menderita hipertensi dengan kualitas hidup. 6 2.

sedangkan bagian bawah adalah tekanan darah diastolik. Pada waktu kita membaca tekanan darah bagian atas adalah tekanan darah sistolik. TINJAUAN PUSTAKA II. Orang dewasa disebut hipertensi apabila tekanan darah sistolik diatas l40mmHg dan tekanan diastolik lebih dan 90mmHg. Definisi Hipertensi Tekanan darah adalah kekuatan yang diperlukan agar darah dapat mengalir didalam pembuluh darah dan beredar mencapai semua jaringan tubuh manusia. sedangkan tekanan darah yang ideal adalah 120/80mmHg (Gunawan. Tekanan sistolik merupakan tekanan puncak yang tercapai pada waktu jantung berkontraksi dan memompakan darah melalui arteri. 2007). sedangkan tekanan diastolik adalah tekanan pada waktu jatuh ketitik terendah dalam arteri. 7 II. Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik yang menetap.1 Hipertensi 1. Darah dengan lancar beredar keseluruh bagian tubuh berfungsi sangat penting sebagai media pengangkut oksigen serta zat-zat lain yang diperlukan bagi kehidupan sel-sel tubuh. . 2007). Tekanan darah dibedakan atas tekanan darah sistolik dan tekana darah diastolik (Gunawan.

ginjal. Klasifikasi Hipertensi Menurut WHO batas normal tekanan darah adalah 120 – 140 mmHg pada tekanan darah sistolik dan 80 – 90 mmHg pada tekanan darah diastolik. seperti yang tertera pada tabel 2. Perkembangan hipertensi dari awal hingga akhir mungkin dapat direpresentasikan sebagai hipertensi tahap 1. otak. Namun. Oleh karena itu. 2. dan 3. 8 Hipertensi merupakan sindroma kardiovaskular progressive yang timbul berdasarkan etiologi yang kompleks dan saling berkaitan. perlu dilakukan peninjauan faktor risiko penyakit kardiovaskular (Gunawan. tekanan darah juga dapat berfungsi sebagai biomarker pada penyakit hipertensi. Pada tahap selanjutnya akan berhubungan dengan kelainan jantung dan pembuluh darah. Tabel 2. yang akan mengakibatkan rusaknya jantung. 2007). Kiasifikasi tekanan darah menurut WHO Klasifikasi Tekanan Darah TDS (mmHg) TDD (mmHg) Optional <120 <80 . 2. 2007).organ yang lainya yang dapat menyebabkan morbiditas dini dan kematian (Gunawan. Masing-masing tahap hipertensi ditandai dengan ada atau tidaknya penyakit kardiovaskular. Selain itu. Seseorang dinyatakan tekanan darah tinggi jika tekanan darah sistolik 140 dan diastolik 90mmHg. dan pembuluh darah. orang dengan tingkat tekanan darah yang sama mungkin memiliki berbagai tahap hipertensi. serta organ.

Hipertensi Primer Artinya hipertensi yang belum diketahui penyebabnya dengan jelas. hipertensi dibagi menjadi dua golongan yaitu hipertensi esensial atau hipertensi primer yang tidak diketahui penyebabnya dijumpai lebih kurang 90 % dan hipertensi sekunder yang penyebabnya diketahui yaitu 10 % dari seluruh hipertensi. stress psikologis. Klasifikasi tekanan darah menurut JNC VII Kiasifikasi Tekanan Darah TDS (mmHg) TDD (mmHg) Normal <120 <80 Prahipertensi 120 . yaitu: Tabel 3.109 Hipertensi tingkat III ≥180 ≥110 Sedangkan berdasarkan The Joint National Committee on Prevention.159 90 . Jenis-Jenis Hipertensi Berdasarkan penyebab. Menurut Sunarta dan peneliti lain. dan hereditas (keturunan).89 Hipertensi tingkat I 140 . 9 Normal <130 <85 Hipertensi tingkat 140 . and treatment of High Bioodpresure (JNC).99 Hipertensi tingkat II ≥160 ≥110 3.159 90 . berdasarkan penyebabnya hipertensi dapat dikelompokkan dalam dua kategori besar. Sekitar 90 % pasien hipertensi diperkirakan termasuk dalam kategori ini. yaitu: a.99 Hipertensi tingkat II 160 . klasifikasi hipertensi dibagi menjadi 4 kategori. Pengobatan hipertensi primer sering dilakukan adalah membatasi konsumsi kalori bagi mereka yang . Detection.139 80 . Evaluation.179 100 . Berbagai faktor yang diduga turut berperan sebagai penyebab hipertensi primer seperti bertambahnya umur.

Umur Faktor usia sangat berpengaruh terhadap hipertensi karena dengan bertambahnya usia maka risiko hipertensi menjadi lebih tinggi.2. hipertensi penyakit jantung dan ginjal. b. Yang termasuk hipertensi sekunder seperti : hipertensi jantung. Jenis Kelamin .1. dan olahraga. Namun apabila perubahan ini terlalu mencolok dan disertai faktor-faktor lain maka memicu terjadinya hipertensi dengan komplikasinya (Syahrini et al. 4. Hipertensi Sekunder Artinya penyebab boleh dikatakan telah pasti yaitu hipertensi yang diakibatkan oleh kerusakan suatu organ. Kenaikan tekanan darah seiring bertarnbahnya usia merupakan keadaan biasa. Insidensi hipertensi semakin meningkat dengan bertambahnya usia. hipertensi diabetes melitus. 4. dan hipertensi sekunder lain yang tidak spesifik. hipertensi penyakit ginjal. Obat antihipertensi mungkin pula digunakan tetapi kadang-kadang menimbulkan efek samping seperti meningkatnya kadar kolesterol. menurunnya kadar natrium (Na) dan kalium (K) didalam tubuh dan dehidrasi. membatasi konsumsi garam. 2012). disebabkan oleh perubahan alamiah dalam tubuh yang mempengaruhi jantung. Faktor Risiko Hipertesi 4. pembuluh darah dan hormon. 10 kegemukan (obes).

4. Obesitas merupakan suatu keadaan dimana indeks masa tubuh lebih dan atau sama dengan 30. 2012). Kurangnya aktifitas fisik. 2012). 4. seperti stroke dan serangan jantung.6. Keluarga dengan riwayat hipertensi akan meningkatkan risiko hipertensi sebesar empat kali lipat (Kartikasari et al. 4. Hal ini mengakibatkan volume darah yang beredar melalui pembuluh darah akan meningkat sehingga tekanan pada dinding arteri menjadi lebih besar (Syahrini et al. 2012). Kelebihan berat badan atau obesitas. Makin besar massa tubuh. akan mempertinggi risiko terkena hipertensi pada keturunannya.3. karena wanita dipengaruhi oleh beberapa hormon termasuk hormon estrogen yang melindungi wanita dari hipertensi dan komplikasinya termasuk penebalan dinding pembuluh darah (Kartikasari et al. 4. Ras Hipertensi sangat umum di antara orang kulit hitam. 11 Hipertensi lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita.5. 2012). 4. Komplikasi serius. Jika ada riwayat keluarga dekat yang memiliki faktor keturunan hipertensi. . sering berkembang pada usia lebih dini. makin banyak pula suplai darah yang dibutuhkan untuk memasok oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh. juga lebih sering terjadi pada orang kulit hitam (Kartikasari et al. Riwayat Keluarga Hipertensi cenderung menurun dalam keluarga.

Makin keras usaha otot jantung dalam memompa darah. Tapi untuk sebagian besar anak-anak. Hal ini dapat menyebabkan arteri menyempit. Hal tersebut mengakibatkan otot jantung bekerja lebih keras pada setiap kontraksi. Bahan kimia dalam tembakau dapat merusak lapisan dinding arteri. Untuk beberapa anak. anak-anak mungkin juga berisiko. namun. tekanan darah tinggi disebabkan oleh masalah dengan ginjal atau jantung.7. meningkatkan tekanan darah. makin besar pula tekanan yang dibebankan pada dinding arteri sehingga meningkatkan tahanan perifer yang menyebabkan kenaikkan tekanan darah. kebiasaan gaya hidup yang buruk - seperti diet yang tidak sehat dan kurang olahraga berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi (Angela. 5. 2012). 2012). Asap rokok juga dapat meningkatkan tekanan darah (Angela. 2012). Gejala Klinis Hipertensi . Merokok Tembakau memiliki efek cukup besar dalam peningkatan tekanan darah. Kurangnya aktifitas fisik juga dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan yang akan menyebabkan risiko hipertensi meningkat (Kartikasari et al. 4. Meskipun tekanan darah tinggi paling umum terdapat pada orang dewasa. 12 Aktivitas fisik sangat mempengaruhi stabilitas tekanan darah. Pada orang yang tidak aktif melakukan kegiatan fisik cenderung mempunyai frekuensi denyut jantung yang lebih tinggi.

berdebar dan sering kencing di malam hari. penyakit arteri perifer. angina atau infark miokardium. penyakit ginjal kronis. saraf. cepat marah. 2009). telinga berdenging. 6. 2009). pada organ jantung seperti hipertrofi ventrikel kiri. yaitu sakit kepala. gelisah. Beberapa penelitian menemukan bahwa hipertensi dapat menimbulkan kerusakan organ tubuh. 2009). Tingginya angka morbiditas dan mortalitas pasien hipertensi terutama disebabkan oleh timbulnya penyakit kardiovaskuler (Yugiantoro. Patofisiologi Hipertensi Mengenai patofisiologi hipertensi masih banyak terdapat ketidakpastian. 13 Gejala-gejala penyakit yang biasa terjadi pada penderita hipertensi. dan retinopati (Yugiantoro. pusing. dan gagal jantung. jantung berdebar. jantung. sukar tidur.5%) menderita penyakit ginjal . akan memperburuk prognosis pasien hipertensi. tekuk terasa berat. fungsi ginjal dan gangguan serebral (otak) yang mengakibatkan kejang dan gangguan perdarahan pembuluh darah otak yang mengakibatkan kelumpuhan. baik secara langsung maupun tidak langsung. Sebagian kecil pasien (2% . gangguan kesadaran hingga koma (Yugiantoro. Gejala akibat dari komplikasi hipertensi yang pernah dijumpai meliputi gangguan: penglihatan. Selain itu juga dapat menyebabkan penyakit seperti strok atau transient ischemic attack. perdarahan hidung. Adanya kerusakan organ target terutama pada jantung dan pembuluh darah. kerusakan organ-organ target umum ditemui pada pasien hipertensi misalnya. sesak nafas.

14 atau adrenal sebagai penyebab meningkatnya tekanan darah. Curah jantung dan tahanan perifer Mempertahankan tekanan darah yang normal bergantung kepada keseimbangan antara curah jantung dan tahanan vaskular perifer. dan dapat mengakibatkan peningkatan tahanan perifer yang irreversible. melainkan oleh arteriola kecil. Sebagian terbesar pasien dengan hipertensi esensial mempunyai curah jantung yang normal. yang dindingnya mengandung sel otot polos. resistensi terhadap insulin. Faktor yang telah banyak diteliti ialah : asupan garam. Kontraksi sel otot polos diduga berkaitan dengan peningkatan konsentrasi kalsium intraseluler (Lumbantobing. mungkin dimediasi oleh angiotensin. Terjadinya hipertensi dapat disebabkan oleh beberapa faktor sebagai berikut : 1. Beberapa mekanisme fisiologis terlibat dalam mempertahankan tekanan darah yang normal. sistem renin-angiotensin dan sistem saraf simpatis (Lumbantobing. Pada sisanya tidak dijumpai penyebabnya dan keadaan ini disebut hipertensi esensial. 2008). obesitas. Pada hipertensi yang sangat dini. namun tahanan perifernya meningkat. Tahanan perifer ditentukan bukan oleh arteri yang besar atau kapiler. tahanan perifer tidak meningkat dan peningkatan tekanan darah disebabkan oleh . dan gangguan pada mekanisme ini dapat menyebabkan terjadinya hipertensi esensial. 2008). Kontriksi otot polos berlangsung lama diduga menginduksi perubahan sruktural dengan penebalan dinding pembuluh darah arteriola.

2008). Peptida atrium natriuretik (atrial natriuretic peptide/ANP) . 2008). Ia juga dilepas sebagai jawaban terhadap stimulasi dan sistem saraf simpatis (Lumbantobing. 4. Angiotensin II merupakan vasokontriktor yang kuat dan mengakibatkan peningkatan tekanan darah (Lumbantobing. 2008). Ia juga mempunyai peranan penting dalam memediasi perubahan yang berlangsung singkat pada tekanan darah sebagai jawaban terhadap stres dan kerja fisik (Lumbantobing. yang berkaitan dengan overaktivitas simpatis. 15 meningkatnya curah jantung. 3. 2008). Renin disekresi dari aparat juxtaglomerular ginjal sebagai jawaban terhadap kurang perfusi glomerular atau kurang asupan garam. 2. Sistem saraf otonom Stimulasi sistem saraf otonom dapat menyebabkan konstriksi arteriola dan dilatasi arteriola. Renin bertanggung jawab mengkonversi substrat renin (angiotensinogen) menjadi angotensin II di paru-paru oleh angiotensin converting enzyme (ACE). Peningkatan tahanan perifer yang terjadi kemungkinan merupakan kompensasi untuk mencegah agar peningkatan tekanan tidak disebarluaskan ke jaringan pembuluh darah kapiler. yang akan dapat mengganggu homeostasis sel secara substansial (Lumbantobing. Sistem renin-angiotensin Sistem renin-angiotensin mungkin merupakan sistem endokrin yang paling penting dalam mengontrol tekanan darah. Jadi sistem saraf otonom mempunyai peranan yang penting dalam mempertahankan tekanan darah yang normal.

Penatalaksaan Hipertensi a. 2007). pendekatan nonfarmakologis ini dapat membantu pengurangan dosis obat pada sebagian penderita. 2008). jadi sebagai semacam diuretik alamiah. Penatalaksanaan Non Farmakologis Pendekatan nonfarmakologis merupakan penanganan awal sebelum penambahan obat-obatan hipertensi. pengobatan secara nonfarmakologis kadang-kadang dapat mengendalikan tekanan darah sehingga pengobatan farmakologis tidak diperlukan atau pemberiannya dapat ditunda. Pengobatan nonfarmakologis dapat dipakai sebagai pelengkap untuk mendapatkan hasil pengobatan yang lebih baik. Efeknya ialah meningkatkan ekskresi garam dan air dari ginjal. disamping perlu diperhatikan oleh seorang yang sedang dalam terapi obat. Jika obat antihipertensi diperlukan. Menurut beberapa ahli. modifikasi gaya hidup merupakan hal yang penting diperhatikan. Pada hipertensi derajat I. Oleh karena itu. 7. Gangguan pada sistem ini dapat mengakibatkan retensi cairan dan hipertensi (Lumbantobing. karena berperan dalam keberhasilan penanganan hipertensi (Sugiharto. terutama pada pengobatan hipertensi derajat I. Sedangkan pasien hipertensi yang terkontrol. pengobatan nonfarmakologis sama pentingnya dengan pengobatan farmakologis. 16 ANP merupakan hormon yang diproduksi oleh atrium jantung sebagai jawaban terhadap peningkatan volum darah. .

Olahraga yang teratur dibuktikan dapat menurunkan tekanan perifer sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Olahraga dan aktifitas fisik Selain untuk menjaga berat badan tetap normal. dan menjaga kebugaran tubuh. Selain itu pengurangan makanan berlemak dapat menurunkan risiko aterosklerosis. Penderita hipertensi dianjurkan untuk berhenti merokok dan mengurangi asupan alkohol. sampai pengurangan sekitar 10 kg berat badan berhubungan langsung dengan penurunan tekanan darah rata-rata 2-3 mmHg per kg berat badan. Dianjurkan untuk olahraga teratur. Menurunkan faktor risiko yang menyebabkan aterosklerosis. 17 Pendekatan nonfarmakologis dibedakan menjadi beberapa hal: 1. berenang baik dilakukan untuk penderita hipertensi. olahraga dan aktifitas fisik teratur bermanfaat untuk mengatur tekanan darah. Olahraga seperti jogging. minimal 3 kali seminggu. Menurut Corwin berhenti merokok penting untuk mengurangi efek jangka panjang hipertensi karena asap rokok diketahui menurunkan aliran darah ke berbagai organ dan dapat meningkatkan beban kerja jantung. Olahraga dapat . Berdasarkan hasil penelitian eksperimental. 2. dengan demikian dapat menurunkan tekanan darah walaupun berat badan belum tentu turun.

dengan memperhitungkan jenis makanan tertentu yang banyak mengandung garam. 3. cobalah membatasi jumlah natrium yang kita konsumsi setiap hari. menghindari makanan yang sudah diasinkan.2007). dan menggunakan mentega yang bebas garam. 18 menimbulkan perasaan santai dan mengurangi berat badan sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Nasihat pengurangan asupan garam harus memperhatikan kebiasaan makan pasien. memasak tanpa garam. Cara tersebut diatas akan sulit dilaksanakan karena akan mengurangi asupan garam secara ketat dan akan mengurangi kebiasaan makan pasien secara drastis. Menurut Sheps. maka ikutilah saran itu. Bahkan sebelum disarankan pun sebaiknya kurangi natrium. jika dokter atau ahli gizi menyarankan agar kita mengurangi natrium demi menurunkan tekanan darah. berarti tidak menambahkan garam pada waktu makan. pengurangan asupan garam dan upaya penurunan berat badan dapat digunakan sebagai langkah awal pengobatan hipertensi. Perubahan pola makan a. Olahraga saja tidak dapat digunakan sebagai pengobatan hipertensi (Sugiharto. . Pembatasan asupan garam sampai 60 mmol per hari. Mengurangi asupan garam Pada hipertensi derajat I.

c. kol. Diet rendah lemak jenuh Lemak dalam diet meningkatkan risiko terjadinya aterosklerosis yang berkaitan dengan kenaikan tekanan darah. seperti seledri. Banyak konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan mengandung banyak mineral. kacang-kacangan (banyak mengandung magnesium). Selain itu. buah-buahan dan susu rendah lemak Beberapa penelitian menunjukkan bahwa beberapa mineral bermanfaat mengatasi hipertensi. Kalium dibuktikan erat kaitannya dengan penurunan tekanan darah arteri dan mengurangi risiko terjadinya stroke. . mengkonsumsi kalsium dan magnesium bermanfaat dalam penurunan tekanan darah. terutama lemak dalam makanan yang bersumber dari hewan dan peningkatan konsumsi lemak tidak jenuh secukupnya yang berasal dari minyak sayuran. jamur (banyak mengandung kalium). Memperbanyak konsumsi sayuran. Sedangkan susu dan produk susu mengandung banyak kalsium. Penurunan konsumsi lemak jenuh. 19 b. biji-bijian dan makanan lain yang bersumber dari tanaman dapat menurunkan tekanan darah.

seperti berolahraga teratur. dan lain-lain. Semua pasien hipertensi harus melakukan perubahan pola hidup (therapeutic lifestyle changes). Pasien hipertensi dengan risiko kardiovaskuler tinggi harus diobati lebih agresif dengan target tekanan darah yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang memiliki risiko kardiovaskular lebih rendah (INASH. Menurut National Institute for Health and Clinical Excellence (NICE) 2011. 20 4. . Cara untuk menghilangkan stres yaitu perubahan pola hidup dengan membuat perubahan dalam kehidupan rutin sehari-hari dapat meringankan beban stres. 2012). berhenti merokok. Menyarankan gaya hidup lebih baik secara berkala kepada orang yang berisiko atau dalam pengobatan hipertensi. 2. perlu dilakukan intervensi perubahan gaya hidup meliputi: 1. menurunkan berat badan bagi yang kelebihan berat hadan. mengurangi asupan garam. serta menawarkan bimbingan untuk mempromosikan perubahan gaya hidup. Menghilangkan stres Stres menjadi masalah bila tuntutan dari lingkungan hampir atau bahkan sudah melebihi kemampuan kita untuk mengatasinya. Meminta untuk melakukan diet dan pola latihan teratur.

7. Penanggulangan hipertensi dengan obat dilakukan bila dengan perubahan pola hidup penurunan tekanan darah belum mencapai target (140/90 mmHg) atau >130/80 mmHg pada diabetes atau penyakit ginjal kronik (NICE. Tujuan pengobatan hipertensi adalah menurunkan dan mencegah kejadian kardioserebrovaskular dan renal. b. Menasehati orang yang merokok dan membantu untuk berhenti merokok. 21 3. 6. Terapi relaksasi mungkin dapat mengurangi tekanan darah. Meminta untuk tidak mengkonsumsi alkohol. Efek hipotensi dipertahankan selama terapi jangka panjang . namun tidak dianjurkan memberikan secara rutin. Diuretik Mula-mula obat ini mengurangi volum ekstraseluler dan curah jantung. Mencegah konsumsi kopi berlebihan atau produk-produk yang berkafein lainnya. 8. Terapi Farmakologi 1. Jangan tawarkan kalsium. melalui penurunan tekanan darah dan juga pengendalian dan pengobatan faktor-faktor risiko yang reversibel. magnesium atau suplemen kalium sebagai metode mengurangi tekanan darah. Mendorong untuk menjaga asupan rendah garam. 5. 4.2011).

asam etakrinik) c. sehingga sel menjadi lebih resisten terhadap stimulus yang mengakibatkan kontraksi. Efek Samping Impotensi seksual merupakan efek samping yang paling mengganggu pada obat golongan tiazid. dan perubahan afinitas dan respon dari reseptor permukaan sel terhadap hormon vasokonstriktor. 22 melalui berkurangnya tahanan vaskular. Mekanisme yang potensial untuk mengurangi tahanan vaskular oleh reduksi ion Na yang persisten walaupun sedikit saja mencakup pengurangan volum cairan interstisial. amilorid. sedangkan curah jantung kembali ke tingkat sebelum pengobatan dan volum ekstraseluler tetap berkurang sedikit. triamteren. Diuretik loop (furosemid. Kram otot dapat pula terjadi. Golongan obat a. klortalidon) b. . Gout merupakan akibat hiperurisemia yang dicetuskan oleh diuretik. Tiazid dan agen yang sejenis ( hidroklorotiazid. Diuretik penyimpan ion K. pengurangan konsentrasi Na di otot polos yang sekunder dapat mengurangi konsentrasi ion Ca intraseluler. dan merupakan efek samping yang terkait dosis. bemetanid. spironolakton.

guanfasin) b. klonidin. Obat yang bekerja sentral (metildopa. Golongan Obat a. mencakup : 1) Menurunkan frekuensi irama jantung dan curah jantung 2) Menurunkan tingkat renin di plasma 3) Memodulai aktivitas eferen saraf perifer 4) Efek sentral tidak langsung Efek Samping Semua betabloker memicu spasme bronkial. 23 2. Obat penghambat ganglion (trimetafan) . kuanabenz. misalnya pada pasien dengan asma bronkial. Obat ini menurunkan irama jantung dan curah jantung. Beta adrenergik blocking agents (betabloker) Jenis obat ini efektif terhadap hipertensi. Beberapa mekanisme aksi anti hipertensi di duga terdapat pada golongan obat ini. Beta bloker juga menurnkan pelepasan renin dan lebih efektif pada pasien dengan aktivitas renin plasma yang meningkat.

moexipril. lisinopril. Antagonis beta adrenergik (propanolol. guanadrel. quinapril. dan kadang-kadang mereduksi aktivitas saraf simpatis. ramipril. doksazosin. yang dapat mengakibatkan gagal ginjal. reserpin) d. Golongan obat: Benazepril. fentolamin) f. terazosin. namun juga menghambat degradasi bradikinin. Agen penghambat neuron adrenergik (guanetidin. 24 c. metoprolol) e. Antagonis adrenergik campuran (labetalol) 3. Antagonis alfa-adrenergik (prazosin. ACE-inhibitor (Angiotensin-Converting Enzyme Inhibitors) Cara kerja utamanya ialah menghambat sistem renin angiotensin-aldosteron. . fenoksibenzamin. fosinoplir. Efek Samping Batuk kering ditemukan pada 10 persen atau lebih penderita yang mendapat obat ini. trandolapril. Hipotensi yang berat dapat terjadi pada pasien dengan stenosis arteri renal bilateral. captopril. menstimulasi sintesis prostaglandin vasodilating. enalapril.

bradikardia dan konstipasi. Calcium antagonist mengakibatkan relaksasi otot jantung dan otot polos. 5. Namun efek samping hipotensi dan gagal ginjal masih dapat terjadi pada pasien dengan stenosis arteri renal bilateral dan hyperkalemia. Golongan obat: Candesartan. irbesartan. Obat penyekat terowongan kalsium (calcium channel antagonists. verapamil. olmesartan. Golongan obat : Diltiazem. Angiotensin II Receptor Blocker (ARB) Efek samping batuk tidak ditemukan pada pengobatan dengan ARB. Efek samping Efek samping yang paling sering pada calcium antagonis ialah nyeri kepala. CCT). 25 4. eprosartan. Obat ini mengakibatkan vasodilatasi perifer. calcium channel blocking agents. dan refleks takikardia dan retensi cairan kurang bila dibanding dengan vasodilator lainnya. valsartan. edema perifer. dengan demikian mengurangi masuknya kalsium kedalam sel. losartan. .

dan beta-blockers. seperti pada tabel 4. Pilihan obat pada indikasi khusus Indikasi Khusus Diuretik β Blocker ACEI ARB CCB Gagal jantung + + + + Pasea infark miokard + + Risiko tinggi PJK + + + + Diabetes mellitus + + + + + Penyakit ginjal kronik + + Cegah stroke berulang + + Bila tidak ada indikasi khusus pilihan obat juga tergantung dan derajat hipertensi (tingkat 1 atau 2). Angiotensin II receptor blocker. 2012). . Tabel 4. antagonis kalsium. Obat-obat ini dapat digunakan sebagai monoterapi maupun sebagai bagian dan terapi kombinasi. ACE Inhibitors. 26 Pemilihan obat berdasarkan ada/tidaknya indikasi khusus. Kelima jenis golongan obat ini telah terbukti dapat menurunkan morbiditas dan mortalitas kardiovaskuler pada pengobatan hipertensi jangka panjang (NASH. Saat ini tersedia 5 golongan obat antihipertensi: diuretik tiazida.

harapan. pekerjaan dan hubungan antar keluarga. demikian juga mengenai kualitas hidup. Selain itu. 2009) Menurut World Health Organization Quality Of Life (WHOQL) mendefinisakan kualitas hidup sebagai persepsi individu terhadap kehidupanya dimasyarakat dalam konteks budaya dan sistem nilai yang ada yang terkait dengan tujuan. keadaan fisik. Definisi Kualitas Hidup Tidak mudah untuk mendefinisikan kualitas hidup secara tepat. Kualitas Hidup 1. Seperti hainya definisi sehat. namun semua pengertian tersebut tergantung dan siapa yang membuatnya. standar. akan tetapi masih ada hal-hal lain yang dirasakan oleh penderita. Definisi kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan dapat diartikan sebagai respon emosi dan penderita terhadap aktivitas sosial. dan juga perhatian. Pengertian mengenai kualitas hidup telah banyak dikemukakan oleh para ahli. yaitu tidak hanya berarti tidak ada kelemahan atau penyakit. rasa senang atau bahagia. psikologi.2. kualitas hidup bukan berarti hanya tidak ada keluhan saja. adanya kepuasan dalam melakukan fungsi fisik. emosional. 27 II. bagaimana perasaan penderita sebenarnya dan apa yang sebenamya menjadi keinginannya (Hayward Medical. sosial dan emosional . lingkungan tinggal banyak mempengaruhi kualitas hidup. adanya kesesuaian antara harapan dan kenyataan yang ada.

keterampilan baru. tidur dan istirahat. ketergantungan pada perawatan medis.2. dan hubungan sosial. Keempat dimensi WHOQoL group meliputi: 2. 2.1. 2009). Kesehatan psikologis Berhubungan dengan pengaruh positif dan negatif spiritual. 28 serta kemampuan mengadakan sosialisasi dengan orang lain (Hayward Medical. 2. 2.3.4. aktivitas seksuai. Lingkungan Terdiri dari keamanan dan kenyamanan fisik. kesempatan memperoleh informasi. pemikiran pembelajaran. lingkungan fisik. Hubungan sosial Terdiri dari hubungan personal. 2. dan kapasitas kerja. mobilitas. Kesehatan fisik Berhubungan dengan kesakitan dan kegelisahan. gambaran tubuh dan penampilan. Dimensi Kualitas Hidup Menurut WHOQoL group (The World Health Organization Quality of Life) pada tahun 2004 menyebutkan bahwa kualitas hidup terdiri dan 4 dimensi. sumber penghasilan. energi dan kelelahan. partisipasi dan kesempatan untuk rekreasi atau aktifitas pada waktu luang. . serta penghargaan terhadap diri sendiri. aktifitas kehidupan sehari-hari. daya ingat dan konsentrasi.

dan status perkawinan. Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup dibagi menjadi dua bagian. . Karakteristik individu yang terdiri dan pendidikan. rehabilitas. cakupan. umur. Dalam mengukur kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan semua domain akan diukur dalam dua dimensi yaitu penilaian objektif dan fungsional atau status kesehatan (aksis X) dan persepsi sehat yang lebih subyektif (aksis Y). Bagian pertama adalah sosio demografi yaitu jenis kelamin. 29 3. tetapi persepsi subyektif dan harapan membuat penilaian obyektif menjadi kualitas hidup yang sesungguhnya. 4. Pengukuran Kualitas Hidup Kualitas hidup dapat diukur dengan menggunakan instrument pengukuran kualitas hidup yang telah diuji dengan baik. pendidikan. umur. suku/etnik. validitas dan sensitivitas yang baik pula. pengetahuan. Suatu instrument pengukuran kualitas hidup yang baik perlu memiliki konsep. Kedua adalah medik yaitu stadium penyakit. Walaupun dimensi obyektif penting untuk menetukan derajat kesehatan. dan penatalaksanaan medis yang dijalani. pekerjaan. dan jenis kelamin merupakan faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien.

3 Kerangka Teori penelitian Kerangka teori dalam penelitian ini dapat dilihat dalam gambar 3 Gaya Hidup Penyakit Penyerta Hipertensi  Obesitas  Merokok  Diabetes melitus  Kurang aktifitas  Stroke fisik  Hypertiroid  Gangguan ginjal Kualitas Hidup Lama Menderita Jenis Terapi Hipertensi Hipertensi  Diuretik tiazida  Antagonis kalsium  ACE inhibitor  Beta-blocker Gambar 3. Kerangka teori penelitian . 30 II.

Kerangka konsep penelitian II.5 Hipotesis Hipotesis dalam penelitian ini adalah Terdapat hubungan antara lama menderita hipertensi dengan kualitas hidup .4 Kerangka konsep Untuk memudahkan dalam penelitian ini. maka dibuat kerangka konsep yang dapat dilihat pada gambar 4: Lama menderita Hipertensi Kualitas Hidup Gambar 4. 31 II.

.1. Alasan pemilihan lokasi adalah sebagai rujukan rumah sakit di Riau khususnya Pekanbaru. 32 III. Populasi Populasi target pada penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi yang berobat jalan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. 3.3 Populasi dan Sampel Penelitian 3.2 Sampel Sampel pada penelitian ini adalah sebagian dari pasien hipertensi yang berobat jalan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru yang memenuhi kriteria inklusi. III. METODE PENELITIAN III.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di Poliklinik penyakit dalam RSUD Arifin Achmad Pekanbaru pada bulan September 2013.1 Desain penelitian Desain penelitian ini adalah cross sectional untuk menganalisis hubungan antara lama menderita hipertensi dengan tingkat kualitas hidup. III.

5 Besar Sampel Data pasien hipertensi di RSUD Arifin Achmad pada tahun 2012 tercatat laki laki sebanyak 462 orang. dapat digunakan rumus Taro Yamane atau rumus Slovin sebagai berikut: N n= 1+ N ( d 2) Keterangan : N = Besar populasi N = Besar sampel d = Tingkat kepercayaan / ketepatan yang diinginkan N n= 1+ N ( d 2) .4.2 Kriteria Eklusi  Penderita hipertensi dalam keadaan hamil  Penderita hipertensi dengan penyakit penyerta  Penderita hipertensi saat dilakukan penelitian tidak kooperatif dan mempunyai masalah dalam komunikasi III. dan bersedia menjadi responden.1 Kriteria Inklusi  Seluruh pasien yang terdiagnosis hipertensi di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. 33 III. Untuk menentukan besar sampel pada penelitian ini. 4. Kriteria Inklusi dan Eklusi 4. dan perempuan sebanyak 626 orang. Jadi. secara keseluruhan jumlah pasien hipertensi sebanyak 1088 orang.

Data sekunder Data sekunder dalam penelitian ini adalah data yang didapat dari catatan rekam medik pasien. yaitu : a. Data primer Data primer pada penelitian ini adalah data yang berasal dari sampel penelitian dan pengumpulan data dilakukan dengan metode kuesioner. b. Dalam penelitian pengumpulan data dilakukan dengan dua cara. Penentuan sampel berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi Pengambilan data dari masing-masing sampel dengan cara pengisian kuisioner . 34 1088 n= 2 1+1088( 0.5 ) n = 96 Berdasarkan hasil diatas maka diambil sebanyak 96 sampel.6 Metode dan Teknik Pengumpulan Data Setelah mendapatkan responden sesuai dengan kriteria inklusi. kemudian dijelaskan maksud dan tujuan penelitian dan akan diminta persetujuan untuk menjadi responden dan menandatangani informed consent. III.

Editing (pemeriksaan) . Skema Penelitian III. Rencana manajemen data dilakukan dengan : 1. 35 Pengolahan Data Analisis Univariat Bivariat Gambar 3.7 Identifikasi variabel Variabel independen  Lamanya menderita hipertensi Variabel dependen  Tingkat kualitas hidup III.8 Rencana manajemen dan analisis data Data yang diperoleh dari hasil wawancara dan quisioner pasien akan dikelompokkan berdasarkan variabel masing-masing secara manual dan komputerisasi.

jika distribusi normal data dilakukan dengan uji Pearson. Processing (pengolahan data) Kemudian selanjutnya data diproses dengan mengelompokkan data kedalam variabel yang sesuai. 4. relevansi jawaban dan konsistensi jawaban pada kuesioner. Analisis univariat dilakukan untuk masing-masing variabel penelitian yaitu: lama menderita hipertensi dan kualitas hidup berupa distribusi frekuensi dan persentase yang ditampilkan dalam bentuk tabel. 2012). Analyzing (penilaian) Dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. 36 Proses untuk memeriksa kelengkapan pengisian jawaban.9 Definisi Operasional . Entry (memasukkan data) Setelah data dikumpulkan kemudian data disimpan untuk selanjutnya dimasukkan kedalam analisis data. apakah terdapat kesalahan entry atau tidak. III. 2. 6. Analisis bivariate dilakukan untuk mengetahui apakah ada hubungan diantara dua variabel. Koding (pengkodean) Proses untuk memberikan kode pada variabel yang ada pada penelitian ini untuk mempermudah pengolahan data. Cleaning (merapikan data) Melakukan pengecekan kembali data yang sudah dimasukkan. 3. dan jika distribusi data tidak normal dilakuka dengan menggunakan Spearman rho (Dahlan. Sebelumnya dilakukan uji normalitas dengan menggunakan One-Sample Kolmogorov-Smirnov. yaitu variabel independen dan variabel dependen. 5.

1 Hasil Penelitian 4. 37 Tabel 5. Keseluruhan responden merupakan pasien pria maupun wanita yang sedang melakukan rawat jalan di RSUD Arifin Achmad dan telah didiagnosa menderita hipertensi.1 Deskripsi Lokasi Penelitian Setelah dilakukan penelitian selama bulan September . HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara langsung kepada responden.1.Oktober 2013 didapatkan 96 responden hipertensi yang datang berobat ke bagian Poli Penyakit Dalam RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. . Definisi operasional No Variabel Definisi Alat ukur Hasil Ukur Skala Ukur operasional 1 Lama Rentang waktu Data Skor 1-20 tahun Rasio menderita pasien mulai dari Rekam Hipertensi pertama Medik didiagnosis tekanan darah tinggi 2 Kualitas Rentang waktu Kuesioner Skor 1-100 Rasio Hidup penggunaan OHO Kombinasi dari saat terdiagnosis sampai saat dilakukan penelitian IV.

04% 7. Distribusi Usia Responden 1. Grafik distribusi usia responden .25%) dan pada perempuan sebanyak 42 responden (43. Responden yang berjenis kelamin laki-laki lebih banyak dibandingkan reponden yang berjenis kelamin perempuan.79 tahun > 79 ta hun Gambar 4.58% 31.29% 14.69 ta hun 70 .49 ta hun 50 .83% 40 .75 Jumlah 96 orang 100 Berdasarkan tabel 6 di atas menunjukan distribusi responden bersarkan jenis kelamin didapatkan responden laki-laki sebanyak 54 responden (56. Distribusi responden berdasarkan jenis kelamin No Jenis Kelamin frekuensi % 1 Laki-laki 54 orang 56.75%). 38 4.2 Karakteristik Responden Tabel 6.25 2 Perempuan 42 orang 43.59 ta hun 60 .25% 45.1.

1 Lama Menderita hipertensi . 39 Berdasarkan grafik di atas maka tampak bahwa responden hipertensi terbanyak pada kelompok usia 50-59 tahun dengan persentase 45.3 Analisis Univariat 4. 4.04%.1.1.83% dan paling sedikit pada kelompok usia 80-89 tahun dengan persentase 1.3.

3. Grafik Lama responden menderita hipertensi Grafik diatas menunjukan distribusi lama responden menderita hipertensi.5%) dan paling singkat 1 tahun sebanyak 19 orang (22.2 Tingkat Kualitas hidup . 40 Gambar 5. dengan proporsi paling lama 20 tahun sebanyak 13 orang (12.1.9%) 4.

41 Gambar 6. Distribusi data dianggap normal jika signifikansinya nilai p > 0. Uji normalitas menggunakan One-sample Kolmogorov-Smirnov test seperti yang tampak pada tabel.1%) dan dengan skor terendah 34 ada 5 orang (5.2%).1. 4.05.4 Uji normalitas lama menderita hipertensi dan kualitas hidup Data penelitian terlebih dahulu dilakukan uji normalitas untuk menilai apakah data yang telah diteliti masuk kategori distribusi normal atau tidak. Grafik Distribusi tingkat kualitas hidup Grafik menunjukan responden yang mempunyai tingkat kualitas hidup dengan skor tertinggi yakni 89 ada 3 orang (3. .

menunjukkan nilai p = 0.422 Tabel 7.5 Analisis Bivariat 4.5. Hasil Uji Normalitas Lama menderita Hipertensi dan Kualitas Hidup Dengan One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Variabel P Tingkat kualitas hidup . Tabel 8.1. 42 Tabel 7. Hubungan antara Lama menderita Hipertensi dengan Kualitas Hidup .1 Hubungan Lama Menderita Hipertensi dengan Kualitas Hidup Sesuai dengan hasil uji normalitas.078 untuk lama hipertensi dan p = 0.078 Lama menderita hipertensi . maka hubungan lama menderita hipertensi dengan kualitas hidup akan dianalisis dengan uji Pearson korelasi seperti yang tampak pada tabel 8. 4.05 berarti distribusi data normal dan untuk itu uji korelasi pada penelitian ini menggunakan uji Pearson korelasi. Semua data tersebut nilai p > 0.422 untuk kualitas hidup.

2 Pembahasan 4. Pada analisis korelasi Pearson’s didapatkan koefisien -0. Hal ini menunjukan jika lama menderita hipertensi meningkat maka tingkat kualitas hidup akan menurun dan sebaliknya. Hasil ini menunjukan faktor risiko jenis kelamin laki-laki lebih beresiko dibanding jenis kelamin perempuan kemungkinan karena wanita dipengaruhi oleh beberapa hormon termasuk hormon estrogen yang melindungi wanita dari hipertensi. artinya hipotesis diterima.1 Karakteristik Responden Penelitian Hasil penelitian menunjukan distribusi responden berdasarkan jenis kelamin didapatkan responden laki-laki sebanyak 54 responden (56.729” Tabel 8 menunjukkan nilai signifikan p = 0.01) artinya terdapat hubungan yang signifikan antara lama menderita hipertensi dengan kualitas hidup di poli klinik penyakit dalam RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.25%) dan pada perempuan sebanyak 42 responden (43.000 (p < 0. Hal yang sama juga dikemukakan oleh Aris Sugiharto (2007) . 43 Variabel Correlation Coefficient Kualitas Hidup -.2. 4.75%).729 yang menunjukan hubungan antara lama menderita hipertensi dan tingkat kualitas hidup pasien hipertensi di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru adalah negatif.

dengan bertambahnya umur. Arteri kehilangan elastisitas atau kelenturan seiring bertambahnya usia. risiko terjadinya hipertensi meningkat. gelisah. 4. Hasil penelitian tersebut sejalan dengan penelitian Michelle Adler (2012) dengan responden terbanyak pada kelompok usia 60-79 tahun dengan presentase 53%. Distribusi terbanyak terdapat pada lama menderita hipertensi 1 tahun dan merupakan awal dari hipertensi kemungkinan disebabkan oleh rasa tidak nyaman yang dirasakan oleh responden akibat gajala yang ditimbulkan oleh hipertensi. jantung berdebar. dengan proporsi paling lama 20 tahun sebanyak 13 orang (12.2 Lama responden menderita hipertensi Penelitian ini memperlihatkan lama responden menderita hipertensi bervariasi. hal ini disebabkan oleh perubahan alami pada jantung. Hasil ini menunjukkan umur merupakan faktor risiko yang tidak dapat dimodfikasi. 44 yakni: jenis kelamin perempuan tidak terbukti sebagai faktor risiko hipertensi Distribusi responden hipertensi terbanyak pada kelompok usia 50-59 tahun dengan persentase 45.9%). pusing. kebanyakan orang hipertensinya meningkat ketika berumur limapuluhan dan enampuluhan.83%. pembuluh darah dan hormone. diikuti dengan kelompok usia 40-49 tahun dengan persentase 31 %. Gejala-gejala penyakit yang biasa terjadi pada penderita hipertensi.5%) dan paling singkat 1 tahun sebanyak 19 orang (22. sukar . perdarahan hidung.2. yaitu sakit kepala.

Penelitian ini memperlihatkan tingkat kualitas hidup responden sudah cukup baik karena rata-rata skor 59. ketergantungan pada perawatan medis.49 dari nilai maksimum 100. sesak nafas. Kualitas hidup seseorang tidak dapat didefinisikan secara pasti. telinga berdenging. berdebar dan sering kencing di malam hari. 4. hanya orang tersebut yang dapat mendefinisikannya karena kualitas hidup merupakan suatu yang bersifat subjektif. tekuk terasa berat.3 Tingkat kualitas hidup responden 4. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kualitas hidup 1.6%). Kesehatan fisik Berhubungan dengan kesakitan dan kegelisahan. .1%) dan dengan skor terendah 34 ada 5 orang (5. energi dan kelelahan. 45 tidur.4%). Pada tabel 6 dapat dilihat responden yang mempunyai tingkat kualitas hidup dengan skor tertinggi yakni 89 ada 3 orang (3. dan kapasitas kerja.1. tidur dan istirahat. sedangkan yang berkualitas baik sebanyak 50 orang (52.2%). cepat marah. mobilitas. Hasil ini sedikit berbeda dengan penelitian sofiana Nurchayati (2011) didapatkan hasil jumlah responden yang hidupnya kurang berkualitas sebanyak 45 orang (47. aktifitas kehidupan sehari-hari.2.

Pada analisis korelasi Pearson’s didapatkan koefisien -0.01) artinya terdapat hubungan antara lama menderita hipertensi dengan kualitas hidup di poli klinik penyakit dalam RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.2. 46 2. keterampilan baru. Hal ini menunjukan jika lama menderita hipertensi meningkat maka tingkat kualitas hidup akan menurun ataupun sebaliknya. pemikiran pembelajaran. partisipasi dan kesempatan untuk rekreasi atau aktifitas pada waktu luang. aktivitas seksual.729 yang menunjukan terdapat hubungan antara lama menderita hipertensi dan tingkat kualitas hidup pasien hipertensi di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan korelasi negatif. Hubungan sosial Terdiri dari hubungan personal.4 Hubungan Lama Menderita Hipertensi dengan Tingkat Kualitas Hidup Nilai p = 0. 4. lingkungan fisik. . Kesehatan psikologis Berhubungan dengan pengaruh positif dan negatif spiritual. 4. Lingkungan Terdiri dari keamanan dan kenyamanan fisik. 3. gambaran tubuh dan penampilan. daya ingat dan konsentrasi. sumber penghasilan. dan hubungan sosial.000 (p < 0. kesempatan memperoleh informasi. serta penghargaan terhadap diri sendiri.

Hal tersebut dapat diasumsikan karena kurangnya kesadaran masyarakat akan kesehatan dirinya. Tingginya tekanan darah secara terus-menerus. sehingga pencegahan dini hipertensi tidak terlaksana dengan baik. Hal sama juga dikemukakan sofiana Nurchayati (2011) didapatkan hasil penelitian adalah terdapat hubungan antara tekanan darah dengan kualitas hidup. selain membuat gejala-gejala yang tidak nyaman dan menggangu aktifitas juga berpotensi tinggi terhadap penyakit jantung dan pembuluh darah serta organ-organ vital lainya seperti ginjal. . Sehingga perlu dilakukan edukasi dini kepada masyarakat dalam pengendalian hipertensi. et al (2010) mengemukakan bahwa terdapat hubungan antara hipertensi dengan kualitas hidup yang rendah. terutama dalam gaya hidup sehari-hari yang kurang baik serta faktor lingkungan yang kurang mendukung untuk berprilaku baik dan sehat. 47 Penelitian yang dilakukan oleh Soni.

dengan nilai koefisien korelasi negatif. sehingga dapat dilakukan pencegahan dan penatalaksanaan dini pada penderita hipertensi.2 Saran  Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk melaksanakan penyuluhan kepada masyarakat tentang hipertensi. . 5.  Sebagian besar pasien hipertensi memiliki kualitas hidup yang baik dengan skor rata-rata 60 (dari skor maksimal 100).  Terdapat hubungan yang signifikan antara lama menderita hipertensi dengan tingkat kualitas hidup pasien yang berobat jalan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan  Sebagian besar pasien yang berobat jalan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru menderita hipertensi kurang dari 1 tahun dan paling lama menderita hipertensi hingga 20 tahun. 48 V. serta dampak hipertensi terhadap kualitas hidup penderitanya. pencegahan dan pengobatanya.

11. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Pharmaceutical Care Untuk Penyakit Hipertensi. Ed. Jakarta: EGC. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Eduardo J.dkk Quality of life in Hypertensive patient and Concurent Validity of Minichal. 2012.pdf [diakses tanggal 6 mei 2013]. Hubungan Pola Konsumsi Natrium dan Kalium Serta Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Hipertensi Pada Pasien Rawat Jalan di RSUP DR. (1) :46-51 Hermansyah. Hypertension principles and pratice. 49  Untuk penelitian selanjutnya.binfar.et al. 2009 Arthur C. 2011. E.id/brnsimages/1361328449.depkes. Aminuddin. diharapkan dapat menggunakan rancangan penelitian yang lebih baik. Luqman Yanuar Rachman. DAFTAR PUSTAKA Anna Caroline. 2006. Depkes RI. Alih bahasa. 2008 Depkes RI. 2005 Hepti Muliyati.Wahidin Sudirohusodo dan RSUD Labuang Baji Makssar. Guyton. Brazil. Diunduh dari www. Hall John. dengan jumlah sampel yang lebih besar dan variabel yang lebih bervariasi. Irawati. Saifuddin Sirajuddin.go. 2006. Battegay. (1):79-83 . Aktivitas Fisik dan Kesehatan Mental Terhadap Kejadian Penyakit Jantung Koroner Pada Pasien Rawat Jalan di RSUP DR. Editor. Citrakesumasari. Aminuddin Syam. Amerika. Pedoman Teknis Penemuan dan Tatalaksana Penyakit Hipertensi.

dkk. dalam. Diunduh dari www.R. Jakarta 2009 . Jakarta: Salemba Medika: 2002 Meena S Madhur.corn’article/241381-overview [diakses tanggal 15 mei 2013] Michelle Adler. Lorraine Mccarty Wilson. Jakarta: EGC: 2002 Siyad. Jakarta.(3):1 -16 Sugiharto. Journal For Drugs and Medicines.V. Diunduh dari emedicine. Lawrence. Analisis factor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialysis di RSI Fatmah Cilacap dan RSUD Banyumas. Quality of Life of Hypertensive Patients and Two Instrument of HRQOL measure. Tata Laksana Hipertensi. Ed. RS Premier Jatinegara dan RS Grha Kedoya. dkk.(39):251- 255. Brazil. Sylvia Anderson. Jakarta. Faktor-Faktor risiko hipertensi grade II pada masyarakat. 2011 . Hypertension. Diagnosis dan Terapi Kedokteran (Penyakit Dalam).kalbcmcd. 2010 Pradana Tedjasukmana. Edisi 1. Internal Publising. Patofisiologi Konsep Kiinis Proses-Proses Penyakit. Semarang. Indonesia. Aris. Tierney.Pratice Essential. Departemen Kardiologi.A. Hipertensi. 2007 Yugiantoro. 50 M. 20012 Nuchayati. Sofiana. America Collage of Cardiology. dkk. 2012.corn/Portals6/06192Tata%2520Laksana%2520H [diakses tanggal 15 mei 2013] Price.Buku ajar penyakit dalam. Edisi 4.medscape.20 11 .

Jika anda tidak yakin tentang jawaban yang akan anda berikan terhadap pertanyaan yang diberikan. Seberapa puas anda terhadap kesehatan anda? 1 2 3 4 5 Pertanyaan berikut adalah tentang seberapa sering anda telah mengalami hal-hal berikut ini dalam empat minggu terakhir. Seberapa jauh anda mampu berkonsentrasi? 1 2 3 4 5 8. Seberapa jauh rasa sakit fisik anda mencegah anda dalam beraktivitas sesuai 5 4 3 2 1 kebutuhan anda? 4. Pilihlah jawaban yang menurut anda paling sesuai. Secara umum. Seberapa jauh anda merasa hidup anda berarti? 1 2 3 4 5 7. kesehatan dan halhal lain dalam hidup anda. harapan. Bagaimana menurut anda kualitas hidup anda? 1 2 3 4 5 Sangat Sangat tdk Tdk Biasa-biasa saja Memuaskan memuaskan memuaskan memuaskan 2. Saya akan membacakan setiap pertanyaan kepada anda. Seberapa sehat lingkungan dimana anda tinggal (berkaitan dgn sarana dan prasarana) 1 2 3 4 5 . 51 Lampiran 1 : Kuisioner WHOQOL-BREF Pertanyaan berikut ini menyangkut perasaan anda terhadap kualitas hidup. Seberapa sering anda membutuhkan terapi medis untuk dpt berfungsi dlm kehidupan 5 4 3 2 1 sehari-hari anda? 5. bersamaan dengan pilihan jawaban. kesenangan dan perhatian anda. Camkanlah dalam pikiran anda segala standar hidup. Sangat Sangat buruk Buruk Biasa-biasa saja Baik baik 1. seberapa aman anda rasakan dlm kehidupan anda sehari-hari? 1 2 3 4 5 9. Seberapa jauh anda menikmati hidup anda? 1 2 3 4 5 6. Kami akan bertanya apa yang anda pikirkan tentang kehidupan anda pada empat minggu terakhir. pikiran pertama yang muncul pada benak anda seringkali merupakan jawaban yang terbaik. Tdk sama Dlm jumlah Sangat Dlm jumlah sekali Sedikit sedang sering berlebihan 3.

Apakah anda memiliki cukup uang utk memenuhi kebutuhan anda? 1 2 3 4 5 13. Seberapa jauh ketersediaan informasi bagi kehidupan anda dari 1 2 3 4 5 hari ke hari? 14. Seberapa sering anda memiliki kesempatan untuk 1 2 3 4 5 bersenangsenang /rekreasi? Biasa-biasa Sangat buruk Buruk Baik Sangat baik saja 15. Seberapa puaskah anda dengan kemampuan anda untuk bekerja? 1 2 3 4 5 19. Seberapa puaskah anda dengan kondisi tempat anda tinggal saat 1 2 3 4 5 ini? 24. Apakah anda memiliki vitalitas yg cukup untuk beraktivitas sehari2? 1 2 3 4 5 11. Seberapa puaskah anda dgn akses anda pd layanan kesehatan? 1 2 3 4 5 25. Apakah anda dapat menerima penampilan tubuh anda? 1 2 3 4 5 12. Seberapa puaskah anda dengan dukungan yg anda peroleh dr 1 2 3 4 5 teman anda? 23. Seberapa puaskah anda dg tidur anda? 1 2 3 4 5 17. 52 Pertanyaan berikut ini adalah tentang seberapa penuh anda alami hal-hal berikut ini dalam 4 minggu terakhir? Tdk sama Sepenuhnya Sedikit Sedang Seringkali sekali dialami 10. Seberapa puaskah anda terhadap diri anda? 1 2 3 4 5 20. Seberapa puaskah anda dengan transportasi yg hrs anda jalani? 1 2 3 4 5 . Seberapa puaskah anda dengan kehidupan seksual anda? 1 2 3 4 5 22. Seberapa baik kemampuan anda dalam bergaul? 1 2 3 4 5 Sangat tdk Tdk Biasa-biasa Sangat Memuaskan memuaskan memuaskan saja memuaskan 16. Seberapa puaskah anda dg kemampuan anda untuk menampilkan aktivitas kehidupan 1 2 3 4 5 anda sehari-hari? 18. Seberapa puaskah anda dengan hubungan personal / sosial anda? 1 2 3 4 5 21.

= b: c: +  +  +  +  +  + 28. 53 Pertanyaan berikut merujuk pada seberapa sering anda merasakan atau mengalami hal-hal berikut dalam empat minggu terakhir. = b: c: ++ +  +  + + + Lampiran 2 : Persetujuan Responden . = b: c:  +  + 30. Domain 3 Q20 + Q21 + Q22 a. cemas 5 4 3 2 1 dan depresi? Komentar pewawancara tentang penilaian ini? [Tabel berikut ini harus dilengkapi setelah wawancara selesai] Transformed scores* Equations for computing domain scores Raw score 4-20 0-100 27. = b: c: +++  +  + 29. Domain 2 Q5 + Q6 + Q7 + Q11 + Q19 + (6-Q26) a. Seberapa sering anda memiliki perasaan negatif seperti ‘feeling blue’ (kesepian). Domain 1 (6-Q3) + (6-Q4) + Q10 + Q15 + Q16 + Q17 + Q18 a. Domain 4 Q8 + Q9 + Q12 + Q13 + Q14 + Q23 + Q24 + Q25 a. Tdk pernah Jarang Cukup sering Sangat sering Selalu 26. putus asa.

Pekanbaru. 54 Pernyataan persetujuan sebagai responden Saya yang bertandatangan dibawah ini : Nama : Usia : Jenis Kelamin : Lama Menderita Hipertensi: Telah mengetahui permohonan dari peneliti untuk kesedianya menjadi responden dalam penelitian yang berjudul “ Hubungan Lama Menderita Hipertensi dengan Profil Kualitas Hidup” maka dengan ini saya menyatakan setuju untuk menjadi responden tanpa paksaan dan pengaruh pihak manapun untuk turut berpartisipasi menjadi reponden dalam penelitian ini. 2013 ( ) Lampiran 3 : Lembar Statistik SPSS .

Deviation 6. 55 Statistics Lama_Hipertensi Kualitas_Hidup N Valid 96 96 Missing 0 0 Mean 8.00 58.00 Mode 1 50 Std.49 Median 8.865 Minimum 1 34 Maximum 20 89 .48 59.640 15.

8 12 2 2.3 18 3 3.0 3 6 6. 56 Lama_Hipertensi Cumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid 1 19 19.2 46.2 32.3 4 5 5.5 100.9 14 1 1.1 49.2 60.1 3.2 9 4 4.2 5.0 Total 96 100.2 4.2 80.5 5 5 5.8 2 6 6.0 8 7 7.1 2.1 2.3 56.2 26.2 5.2 42.4 10 10 10.2 6.8 19.2 6.2 6.1 3.1 72.5 13.3 7.0 100.0 .9 7 2 2.1 83.0 15 6 6.7 6 4 4.0 1.4 70.2 37.5 20 13 13.1 86.4 10.8 19.0 74.2 4.2 16 3 3.

3 64 5 5.6 85 2 2.4 84 4 4.2 6.2 4.2 5.9 58 5 5.1 2.7 45 6 6.1 42.2 74.1 58.2 5.2 78 6 6.2 53.2 5.7 .1 3.7 56 5 5.1 91.2 37 6 6.6 55 2 2.2 5.2 63 3 3.2 89.2 40.3 7.2 63.2 85.8 67 4 4.1 61 2 2.1 2.2 16.5 43 5 5.5 53 4 4.2 4.2 69.1 55. 57 Kualitas_Hidup Cumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid 34 5 5.2 79.2 6.2 5.2 50 7 7.2 5.2 11.1 2.2 22.5 65 6 6.2 5.2 6.3 36.2 29.2 6.0 69 5 5.2 47.9 47 6 6.2 6.2 4.

58 Correlations Lama_Hipertensi Kualitas_Hidup Lama_Hipertensi Pearson Correlation 1 -.729** Sig. (2-tailed) . Dependent Variable: Lama_Hipertensi . All requested variables entered.01 level (2-tailed). Correlation is significant at the 0.000 N 96 96 **. Enter a.000 N 96 96 Kualitas_Hidup Pearson Correlation -. (2-tailed) . b. Variables Entered/Removedb Variables Variables Model Entered Removed Method 1 Kualitas_Hidupa .729** 1 Sig.

000a Residual 1961.729a .818 14. Predictors: (Constant).649 .330 .652 1 2226. Error Beta t Sig.717 . Kualitas_Hidup ANOVAb Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. Dependent Variable: Lama_Hipertensi .527 4. Error of the Estimate 1 .633 1.030 -. 59 Model Summary Adjusted R Model R R Square Square Std. Kualitas_Hidup b.000 a.000 Kualitas_Hidup -.307 94 20.958 95 a.305 . Predictors: (Constant).568 a. 1 Regression 2226.729 -10. Dependent Variable: Lama_Hipertensi Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Model B Std. 1 (Constant) 26.865 Total 4187.532 .652 106.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.