Resume HG 2

MANAGEMENT OF INFERTILITY

Alfiya Aini Gina Zaipa

Amira Fathidzkia Santi

Dara Rezky Sukandari Vina Novia Sari

Yona Kurnia Sari

1. Pengertian infertility
Infertilitas adalah ketidakmampuan untuk hamil setelah sekurang - kurangnya satu
tahun berhubungan seksual sedikitnya empat kali seminggu tanpa kontrasepsi
(Strigh B, 2005 : 5 ). Menururt Djuwantono, (2008) infertilitas primer/sekunder
itu ketidakmampuan memiliki keturunan setelah satu tahun melakukan hubungan
seksual dengan frekuensi minimal melakukan hubungan seksualnya 2-3 kali
dalam seminggunya Terdapat dua jenis infertilitas yaitu :
- Primary infertility
Yaitu Pasangan suami istri yang belum memiliki anak setelah 1 tahun
berhubngan seksual tanpa menggunakan alat kontrasepsi.
- Secondary infertility
Yaitu pasangan suami istri yang sebelumnya pernah hamil atau aborsi tetapi
tidak bisa hamil lagi setelah satu tahun melakukan hubungan seksual tanpa
menggunakan kontrasepsi.

Untuk membedakan primer dan sekunder itu hanya antara belum pernah
hamil atau sudah pernah hamil dan untuk kurun waktunya setelah satu tahun
melakukan hubungan seksual

Tanggal haid terakhir. serviks. Jumlah aliran menstruasi. o Lama pernikahan dan Jumlah pernikahan . Kebiasaan Kebiasaan juga sangat berpengaruh terhadap kesuburan seseorang istri . minum alkohol dan obat obatan . Riwayat pribadi o Umur Selama wanita tersebut masih dalam masa reproduksi yang berarti mengalami haid yang teratur. History Taking (Anamnesis) History Taking Istri . Sejarah obstetric Sejarah obstetric berhubungan dengan kehamilan sebelumnya atau aborsi yang pernah dilakukan dan infeksi nifas yang terjadi.2. Penggunaan pelumas . Keteraturan menstruas. Riwayat masa lalu o Tretment sebelumnya berhubungan Infeksi saluran reproduksi (RTI) dan Infeksi menular seksual (STI). Diagnostic Evaluation A. . . Salah satu contoh Infeksi vagina seperti vaginitis. Riwayat mentruasi Beberapa riwayat mentruasi yang harus di anamnesis adalah : Umur mentruasi pertama. trikomonas vaginalis yang hebat akan menyebabkan infeksi lanjut pada portio. kemungkinan masih bisa hamil. Ejakulasi dini atau kesulitan coital lainnya. Kebiasaan tersebut bisa dilihat dari kebiasaan merokok. Akan tetapi seiring dengan bertambahnya usia maka kemampuan indung telur untuk menghasilkan sel telur akan mengalami penurunan. Coital History Berhubngan dengan Frekuensi. Keputihan. endometrium bahkan sampai ke tuba yang dapat menyebabkan gangguan pergerakan dan penyumbatan pada tuba sebagai organ reproduksi vital untuk terjadinya konsepsi o Ginekologi atau operasi lainnya (operasi caesar) . Duarasi menstruasi.

Pemeriksaan panggul (spekulum & pemeriksaan bimanual) . Konsumsi alkohol mempengaruhi masalah ereksi yang mengakibatkan berkurangnya pancaran sperma. Obesitas. Operation ( hernia. penggunaan obat-obatan dan zat adiktif yang berdampak pada abnormalitas sperma dan penurunan libido. bekas luka abdomen . infeksi serviks . posisi. Riawayat masa lalu Berhubnungan dengan Gondok. Coital history Berhunungan dengan Frekuensi. Other coital abnormalities. Ejakulasi dini. keputihan abnormal . Infeksi menular seksual (STIs) . Jumlah pasangan. hydrocoele). . Pemeriksaan Umum . Kebiasaan Gaya hidup memberikan peran yang besar dalam mempengaruhi infertilitas dinataranya merokok. massa abdomen c. Pengembangan payudara dan pemeriksaan payudara . Sunat Perempuan . B. Pemeriksaan fisik Pemeriksaan fisik istri a. mobilitas . Mata (exophtalmicus) . Distribusi rambut dan hirsutisime . Selain itu Paparan logam berat atau timbal juga sangat berpengaruh. Pemeriksaan abdomen . uterus atau adneksa atau massa.History taking suami . Tiroid b. kontur tubuh . distribusi rambut kemaluan . Infeksi saluran reproduksi (RTI). Kepala dan leher .

Investigasi Untuk Pria. . . dan fase post- analisis. Sementara dalam uji mikroskopik maka akan diidentifikasi motilitas. 2008). maka semen klien akan diperiksa secara makroskopis maupun mikroskopis. . terutama jika dikumpulkan di luar laboratorium dan sampel tidak terkena suhu yang ekstrim (College of American Pathologists. Nodul di douglas kantong Pemeriksaan fisik Suami . maka lingkungan yang sesuai dan nyaman perlu diciptakan untuk klien.Pemeriksaan Umum (personal sejarah.Ukuran testis. yang memberikan informasi mengenai cairan semen meliputi kondisi fisik. umur. Instruksi meliputi penekanan pada waktu pengantaran sampel semen ke laboratorium. Pada fase analisis. Analisis semen merupakan tes laboratorium pada semen segar yang baru diejakulasi. fase analisis. warna semen.Hypospadius C. waktu likuifasi. dan bau semen. Pada fase pre-analisis. Pelaksanaan analisa semen dapat dibagi menjadi tiga fase. varicocoele . klien harus diinstruksikan mengenai pengumpulan spesimen. investigasi yang dilakukan adalah dengan menganalisa semen. Jika spesimen dikumpulkan dekat laboratorium. dan kecepatan sperma. volume. dan agen biokimia didalamnya. viskositas. konsentrasi spermatozoa. Secara makroskopik akan diidentifikasi indikator seperti. pekerjaan). morfologi. aglutinasi spontan. pH. Sementara itu College of American Pathologists tahun 2008 mendefinisikan analisa semen sebagai tes laboratorium yang biasa digunakan untuk mengevaluasi kemungkinan fertilitas dan untuk mengkaji keberhasilan prosedur vasektomi.Distribusi rambut Testis Undecended . Analisis semen terdiri dari uji makroskopik dan mikroskopik. fungsinya. yaitu fase pre-analisis.Obesitas .

Jika anovulasi merupakan etiologi infertilitas karena faktor wanita maka induksi ovulasi yang memuaskan akan menghasilkan kehamilan dalam waktu <1 tahun. maka klien dapat dianjurkan melakukan uji fruktosa untuk mengetahui apakah terdapat gangguan kongenital maupun obstruksi. Dosis ditingkatkan jika tak ada telur yang dihasilkan. diperlukan obat-obatan untuk merangsang atau menginduksi (karena itu disebut induksi) wanita untuk menghasilkan telur. dan hormon perangsang folikel (FSH/follicular stimulating hormones) yang telah dimurnikan. Induksi Ovulasi Etiologi infertilitas salah satunya. yaitu faktor ovulasi. Gonadotropin menopausal Adalah kombinasi hormon yang dikumpulkan dari urin wanita yang ada dalam masa menopause. untuk wanita. seorang wanita menghasilkan satu telur sebulan di-tengah-tengah siklus haid. investigasi infertilitas dapat dilakukan melalui analisa hormon. dan laparoskopi. FSH yang telah dimurnikan . gonadotropin menopausal manusia. Telah dimurnikan dan berpotensi merangsang indung telur untuk menghasilkan telur. Terdapat kesulitan menghasilkan satu telur secara teratur. Induksi ovulasi harus dipantau dengan ultrasound scan berguna untuk memeriksa jumlah dan ukuran folikel. Beberapa wanita tidak berovulasi (menghasilkan telur) secara teratur atau kadang-kadang tidak sama sekali. Misal. jika pada analisa semen diketahui tidak ada sperma (azoospermia). Pada fase post-analisis. Obat umum yang digunakan adalah clomid. Dosis tak boleh melebihi 150 mg sehari. Sementara itu. tes ovulasi. Clomid Adalah yang paling sederhana dan digunakan sebagai pengobatan tahap pertama. Secara normal. Manajement Infertilitas A. Manajemen Infertilitas pada Wanita 1. Kemudian melakukan tindakan selanjutnya. tubal patency test. tenaga kesehatan kemudian mendapatkan kesimpulan analisa semen. 3.

Adalah perkembangan terbaru dengan hormon FSH yang lebih spesifik dan sangat dimurnikan karena dibuat dengan teknologi rekombinan. CLOMID Indikasi Obat ini paling sering digunakan untuk induksi ovulasi dan merupakan obat pilihan utama untuk wanita dengan “unexplained infertility” atau anovulasi kronik namun dengan kadar estrogen dan gonadotropin yang memadai. efektif. Pelepasan gonadotropin hipofisisi (FSH . murah dengan pemberian per oral Cara Kerja KS adalah antagonis reseptor estrogen non-steroid (estrogen lemah) yang secara struktural berhubungan dengan tamoxifen dan DES. Keuntungan dan Kerugian Aman . Obat ini mengurangi efek umpan balik negatif estrogen dalam sirkulasi sehingga memicu sekresi GnRH hipotalamus. Ini terutama pada penyakit ovari poli-kista bila ovulasi tak sering. *Tambahan 1.

HUMAN MENOPAUSAL GONADOTROPIN Indikasi Terapi pilihan untuk meng induksi ovulasi pada wanita dengan : Disfungsi ovulasi dan kadar estrogen dan gonadotropin rendah dan wanita yang gagal ber ovulasi dengan menggunakan klomifen sitrat . Kegagalan pembuahan dalam waktu 6 siklus klomifen dengan ovulasi mengharuskan dilakukannya evaluasi ulang Efek samping “Flush” vasomotorik. penyakit hepar Komplikasi : Kehamilan kembar ( 5-10% ) 2. nyeri payudara. Keberhasilan paling tinggi terjadi dalam bulan bulan pertama terapi. meskipun hanya 40% yang hamil. gejala pengelihatan dan mual. dan LH) meningkat sehingga terjadi pematangan folikel dominan dan ovulasi terjadi 5 – 10 hari setelah dosis terakhir Dosis Dosis awal Clomid adalah 50 mg perhari yang dimulai pada hari ke 5 siklus menstruasi. Prognosis 80% dari wanita yang dipilih akan mengalami ovulasi ketika diberi klomifen. Terapi pendukung Penambahan hCG mungkin diperlukan pada wanita yang memperlihatkan perkembangan ovarium lengkap namun tak memperlihatkan adanya ovulasi. Kontraindikasi : Kehamilan. pasien mungkin hamil atau mengalami haid dan siklus selanjutnya dimulai. Pada akhir siklus. Dosis dinaikkan tiap siklus dengan penambahan sebesar 50 mg sampai terjadi ovulasi. Segera setelah ovulasi telah ditemukan dengan dosis klomifen tertentu maka tak ada gunanya meningkatkan dosis klomifen lebih lanjut. Efek samping tidak terkait dengan dosis obat. Jika tidak terdapat respon terhadap dosis harian 150 mg maka harus dilakukan evaluasi lebih lanjut Pemantauan respon terapi Perkembangan folikel dapat dipantau dengan menggunakan USG atau dengan mengukur kadar estradiol – 17β dalam serum pada 6 – 7 hari setelah dosis terakhir. Peningkatan kadar progesteron 14 – 15 hari setelah dosis terakhir klomifen sitrat adalah tanda khas adanya fase luteal dan menunjukkan telah terjadi ovulasi.

bila folikelnya tetap kecil. Pemberian preparat ini mendukung pertumbuhan dan pematangan folikel dengan meningkatkan sekeresi estradiol 17β Dosis Dosis harian yang di rekomendasikan adalah 75 – 150 IU intramuskular (dosis bersifat individual) Pemantauan respon terhadap terapi Pemeriksaan USG dan pengukuran kadar estradiol 17β serial untuk memantau respon ovarium terhadap terapi. Folikel tidak bisa tumbuh karena hormonnya mengalami . Terapi hormon Terapi hormon dilakukan untuk mengatasi gangguan ketidaksuburan dengan cara penambahan hormon dari luar. Kenaikan kadar estradiol 17β serum selama fase aktif ini berlangsung secara cepat dan folikel umumnya membesar senilai 2 – 3 mm per hari. Folikel ini akan membesar hingga berdiameter 18-20 mm yang selanjutnya akan dirangsang oleh LH untuk pecah dan mengeluarkan sebuah telur yang siap dibuahi. bila hormon yang mengatur fungsi reproduksi dalam tubuh manusia mengalami gangguan. hMG kemudian dilanjutkan dengan dosis yang sama dan pemeriksaan USG dimulai untuk mengetahui jumlah folikel dan ukurannya. FSH dan LH akan merangsang indung telur (ovarium) hingga terjadi pertumbuhan dan pematangan folikel (kantung telur). 2. yang akhirnya diikuti ovulasi atau keluarnya sel telur. Pada wanita. Kekurangan hormon ini membuat infertilitas (baik pada pria maupun pada wanita. perlu campur tangan dari luar. Pada wanita. hMG diberikan setiap hari sampai kadar estradiol 17β serum > 100 pg/mL (biasanya 17 hari). Keuntungan / kerugian :mahal Cara kerja hMG adalah preparat gonadotropin murni yang di ekstraksi dari urine wanita pasca menopause. terapi hormon dilakukan bila tak ada ovulasi (anovulasi). Adapun kasus yang menyebabkan dilakukannya terapi ini bila hormon yang menghasilkan FSH (Follicle Stimulating Hormone) dan LH (Luteinezing Hormone) di dalam tubuh kurang. Umumnya. Jadi. berupa pemberian hormon FSH atau LH agar kerja hormon kembali normal dan folikelnya bisa tumbuh kembang dengan baik. Hormon FSH pada wanita berfungsi merangsang pertumbuhan dan pematangan folikel yang terdapat di indung telur.

Proses pencucian sperma dilakukan dalam 1-2 jam. 3. retrograd ejakulasi. sehingga kehamilan normal. dan ovarian surgery. Setelah didapatkan sperma yang bergerak secara cepat (dalam kondisi yang baik). Edometriosis juga berperan pada obtruksi tuba. asthenospermia.- teratospermia Unexplained infertility Faktor serviks. Operasi untuk memperbaiki penyumbatan pada tuba Infertilitas yang berhubungan dengan masalah tuba menjadi lebih menonjol dengan peningkatan insiden penyakit radang panggul (Pelvic Inflammatory Disease). Pada wanita. gangguan mukus serviks dan gangguan ovulasi Indikas IUI: ketidakmampuan ejakulasi intravagina seperti pada hipospadia. mucus serviks jelek . Inseminasi intrauterin (IUI) menggunakan sperma suami telah dilakukan secara luas untuk menangani infertilitas dengan berbagai indikasi seperti faktor infertilitas pada pria. unexplained infertility. PID menyebabkan jaringan parut yang memblok kedua tuba falopii. Intra-uterine insemination (IUI) Merupakan prosedur laboratorium untuk mencuci/ memisahkan sperma yang bergerak cepat dengan sperma yang bergerak lambat bahkan yang tidak bergerak. Peningkatan penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim berperan terhadap peningkatan PID karena 40% infeksi yang berhubungan dengan penggunaan IUD merupakan asimtomatik. simpan beku sperma karena penyakit keganasan suami. uterine surgery. diawali dengan diberikan obat anti hormon estrogen atau obat pemicu kesuburan.kekurangan atau kerja hormonnya kurang baik. cervical surgery (mengangkat polip pada leher Rahim dan endometriosis). impotensia. kemudian sperma tersebut ditempatkan ke dalam rahim wanita melalui kateter khusus dimana wanita tersebut telah dekat dengan masa ovulasi ketika sel telur dilepaskan dari ovarium. 4. untuk memicu pengeluaran FSH. Abnormalitas factor sperma seperti oligospermia. tubal surgery. Pencucian sperma ini dilakukan dengan alat khusus di laboratorium. Sperma diambil dengan masturbasi lalu dilakukan proses yang dinamakan sperm washing. Untuk mengatasinya dilakukan pembedahan seperti vaginal surgery. Hasil yang diharapkan untuk IUI ini yaitu agar sprema berenang ke dalam tuba valopi dan membuahi sel telur.

secara oral atau suntikan. Ini akan meningkatkan kemungkinan pembuahan dan kehamilan karena tidak bergantung pada sperma untuk menemukan caranya sendiri menuju telur. 6. Fertilisasi in-vitro/ transfer embrio ini digunakan apabila wanita tersebut mengalami kerusakan tuba. Pengobatan ini meliputi terapi medis atau pembedahan. In-Vitro Fertilization and Embrio Transfer (IVF-ET) Merupakan proses dimana sel telur seorang wanita dikumpulkan dari ovariumnya setelah itu dibuahi oleh sprema di laboratorium dan setelah dibuahi dipindahkan kembali ke uterus wanita tersebut sehingga terjadi perkembangan embrio normal. asam folat. B. Prosedur ini sering digunakan dalam hubungannya dengan Fertilisasi In-Vitro (IVF) dalam kasus di mana pasangan pria memiliki jumlah sperma yang sangat rendah. Adanya antisperm antibody pada pria dan wanita Suami istri pisah karena pekerjaan masing-masing Istri dengan HIV negative dan sementara suami HIV positif. klien harus tetap dievaluasi melalui pemeriksaan laboratorium . Terapi penggantian hormon Dilakukan setelah diketahui bahwa hormonnya bermasalah yang dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium. Hal ini biasa disebut dengan bayi tabung. B12. ekstrak tiroid dan suplemen yang mengandung Zinc yang diberikan dalam dosis kecil untuk pembentukan sperma yang lebih baik 2. Setelah diberikannya hormon. Manajemen Infertilitas pada Pria Pengobatan infertilitas pada pria terlebih dahulu ditujukan kepada etiologi penyebabnya. 5. Pengobatan pembentukan cacat sperma Dengan diberikannya vitamin E. yaitu: 1. memiliki masalah serviks atau endometriosis dan untuk pria yang kualitas spermanya buruk dan pasangan yang tidak ditemukan adanya penyebab infertilitas. Intra-Cytoplasmic Sperm Injetion (ICSI) Injeksi Sperma Intra-sitoplasma (ICSI) adalah sebuah proses di mana satu sperma disuntikkan langsung ke dalam sel telur dengan arahan mikroskopis. motilitas sperma rendah atau kualitas sperma yang buruk.

bukan di ujung). Hal ini dapat dilakukan pada kasus hypospadias (kondisi cacat lahir dimana lubang uretra (tempat keluarnya air seni) terdapat pada bagian bawah penis (hingga ke skrotum). Pembedahan (cacat anatomi atau obstruksi) Penbedahan dilakukan pada kasus verikokel. tujuannya untuk mengikat pembuluh darah yang melebar. Artificial insemination homologus Mengumpulkan semen suami dengan cara masturbasi (perangsangan seksual yang sengaja dilakukan pada organ kelamin). Prosedur ini sering digunakan dalam hubungan fertilisasi in vitro (IVF) dalam kasus dimana pasangan pria memiliki jumlah sperma yang sangat rendah. 7 Artificial insemination using donor semen Donor sperma adalah pilihan pengobatan untuk pasangan di mana laki-laki memiliki kualitas sperma yang buruk. ejakulasi premature. Sperma yang dikumpulkan dari donor yang dibuahi dengan sampel telur disiapkan dari pasangan wanita penerima. rendah atau tidak ada jumlah sperma atau laki-laki dengan penyakit genetik yang mungkin diturunkan dengan kelainan kepada anak-anak mereka. motilitas sperma rendah atau kualitas sperma yang buruk. Sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan jumlah sperma dan bisa memungkinkan terjadinya fertilisasi 4. 6 ICSI Injeksi Sperma Intra sitoplasma adalah sebuah proses dimana satu sperma disuntikkan langsung ke dalam sel telur. yang kemudian disimpan dibagian atas vagina istri. Hal ini dilakukan dengan mengumpulkan sperma pasangan laki-laki telebih dahulu untuk memastikan hanya sperma terbaik yang dipilih lalu setelah itu dimasukan kedalam rahim melalui serviks dengan menggunakan kateter. dan impotensi 5 IUI Inseminasi intra uterin adalah prosedur yang melibatkan penempatan sperma di dalam rahim wanita untuk memfasilitasi pembuahan. . 3. Ini akan meningkatkan kemungkinan pembuahan dan kehamilan karena tidak bergantung pada sperma untuk menemukan caranya sendiri menuju sel telur.

& Schust.sg/ind/gynaecology_infertility.J. What is Intrauterine Insemination (IUI) and hoe doed it work?.hfea. Henderson. D.co.gov.gynae.id/Artikel/Terbaru/Terbaru/pengobatan. Available at: http://www. [available on http://www. Lowdermilk. Buku Saku Obstetri dan Ginekologi.infertilitas. (2004).html http://www.tabloidnova. Jakarta: EGC. L.com. Sistem Reproduksi. (2008). Heffner. Christine.ayahbunda. Bobak. Jensen.uk/IUI. Buku Ajar Keperawatan Maternitas Edisi 4. (2005).com/Nova/Kesehatan/Umum/Kehamilan-Lewat-Terapi- Hormon/ . Mosby Human Fertilisation and Embryology Authority. Jakarta: EGC. (1997). Jakarta: Erlangga. R. Referensi: Benson. Essential Midwifery. (2014). (2013).html] Pengobatan Infertilitas Pria [artikel].pria/001/ 001/1910/3 http://www.C.