Leonard Michael Odi Nathanael (3A – 14

)

Definisi Laminer dan Turbulen
Laminer

adalah aliran partikel-partikel fluida yang bergerak secara paralel (tidak saling
memotong), atau aliran berlapis. contohnya: aliran lambat dari cairan kental.
Perlu diingat: suatu aliran fluida (gas / cair) dapat berupa aliran laminer atau turbulen
ditentukan (dihitung) berdasarkan angka Reynold (reynold number).
Contoh lagi: (keadaan tanpa ada angin yang berhembus atau keadaan tenang) asap
rokok yang mengalir naik keatas, pada bagian dekat rokok berupa aliran laminer, agak
keatas daerah aliran transisi, dan keatas lagi terjadi aliran turbulen. Dengan kata lain
Laminar adalah ciri dari arus yang berkecepatan rendah, dan partikel sedimen dalam
zona aliran berpindah dengan menggelinding (rolling) ataupun terangkat (saltation).
Pada laju aliran rendah, aliran laminer tergambar sebagai filamen panjang yang mengalir
sepanjang aliran

Turbulen

Kecepatan aliran yang relatif besar akan menghasilakan aliran yang tidak laminar
melainkan komplek, lintasan gerak partikel saling tidak teratur antara satu dengan yang
lain. Sehingga didapatkan Ciri dari lairan turbulen: tidak adanya keteraturan dalam
lintasan fluidanya, aliran banyak bercampur, kecepatan fluida tinggi, panjang skala aliran
besar dan viskositasnya rendah. Karakteristik aliran turbulen ditunjukkan oleh
terbentuknya pusaran-pusaran dalam aliran, yang menghasilkan percampuran terus
menerus antara partikel partikel cairan di seluruh penampang aliran.
Untuk membedakan aliran apakah turbulen atau laminer, terdapat suatu angka tidak
bersatuan yang disebut Angka Reynold (Reynolds Number). Angka ini dihitung dengan
persamaan sebagai berikut:

Re = (4 v R)/ϑ
Dimana:
Re = Angka Reynold (tanpa satuan)
V = Kecepatan rata-rata (ft/s atau m/s)
R = Jari-jari hydraulik (ft atau m)
ϑ = Viskositas kinematis, tersedia dalam tabel sifat-sifat cairan (ft2/s atau m2/s
Menurut hasil percobaan oleh Reynold, apabila angka Reynold kurang daripada 2000,
aliran biasanya merupakan aliran laminer. Apabila angka Reynold lebih besar daripada
4000, aliran biasanya adalah turbulen. Sedang antara 2000 dan 4000 aliran dapat
laminer atau turbulen tergantung pada faktor-faktor lain yang mempengaruhi.

Aliran Laminer dan Turbulen
Aliran Laminer

000 kaki di mana terbentuk jet stream yang banyak dimanfaatkan pesawat untuk efisiensi bahan bakar. dan meningkat akibat kekasaran bawah permukaan. dan penggerusan arus. dan lain-lain. Laminar adalah ciri dari arus yang berkecepatan rendah. Turbulensi Turbulensi adalah sebuah keadaan yang ditandai ketidakstabilan (disorder) dan keacakan (randomness) pergerakan di setiap skalanya. Turbulensi menarik komponen- komponen yang dipengaruhinya ke arah tertentu dan kemudian melepasnya secara tiba- tiba. tentu sangat mengganggu penerbangan. Ada juga yang disebut wake turbulence disebabkan gerakan manuver pesawat. frontal turbulence atau perubahan arah angin (horizontal mendadak) karena perbedaan tekanan. Ada juga yang disebut convection turbulence yaitu akibat udara panas yang mengalir ke atas sebagai akibat perbedaan temperatur. Pada laju aliran rendah. Partikel fluida mengalir atau bergerak dengan bentuk garis lurus dan sejajar. Bahkan. . Turbulensi banyak jenisnya. yang terakhir tadi sangat mudah dilihat di sungai dengan penampakkan pusaran yang kompleks atau dengan boil yang berbenturan dengan permukaan sungai. Semakin besar pesawat. Fenomena ini. Keduanya adalah penyebab terjadinya transportasi pasir sepanjang bawah permukaan. Di alam hampir semua mekanisme transport pasir terjadi secara turbulen. Terakhir adalah clear air turbulence (CAT) yang disebabkan fenomena alam. Besarnya gerakan turbulen bervariasi dari mikro hingga makro. Aliran turbulen mempunyai bilangan reynold yang lebih besar dari 4000. Inversion turbulence (perubahan arah angin/berbalik) karena perubahan temperatur. Timbullah guncangan. sepanjang garis pantai dan laut penyebabnya adalah ombak. Turbulen terutama terjadi di sungai akibat penggerusan sepanjang batas arus air. Dengan kata lain turbulensi adalah gerakan (udara) tidak beraturan atau berputar tidak beraturan akibat perbedaan tekanan atau temperatur. Aliran laminar adalah aliran fluida tanpa arus turbulent ( pusaran air ). Antara lain mechanical turbulence. gunung. semakin besar juga efek wake turbulence-nya. Di udara turbulen yang membawa bekas ledakan volkanis ditransport angin. Aliran Turbulen Aliran turbulen adalah aliran fluida yang partikel-partikelnya bergerak secara acak dan tidak stabil dengan kecepatan berfluktuasi yang saling interaksi. Alirannya relatief mempunyai kecepatan rendah dan fluidanya bergerak sejajar (laminae) & mempunyai batasan-batasan yang berisi aliran fluida. yaitu karena gesekan angin dengan bangunan. Aliran laminer mempunyai Bilangan Reynold lebih kecil dari 2300. Akibat dari hal tersebut garis alir antar partikel fluidanya saling berpotongan. tekanan angin permukaan. dan partikel sedimen dalam zona aliran berpindah dengan menggelinding (rolling) ataupun terangkat (saltation). aliran laminer tergambar sebagai filamen panjang yang mengalir sepanjang aliran. atau juga dikenal jet stream. CAT umumnya terjadi pada ketinggian sekitar 40. Turbulen mentransport partikel- partikel dengan dua cara. kalau ada pesawat kecil terbang di belakangnya bisa terkena efek. secara terus menerus. dengan penambahan gaya fluida dan penurunuan tekanan lokal ketika pusaran turbulen bekerja padanya.aliran laminer adalah aliran fluida yang bergerak dengan kondisi lapisan-lapisan yang membentuk garis-garis alir dan tidak berpotongan satu sama lain.

Nama trainingnya adalah windshear training. Para pilot di seluruh dunia paling takut dengan yang namanya CAT karena tidak bisa diprediksi dan tidak bisa dideteksi oleh radar cuaca. Sesuai dengan hukum Stokes. Gaya gesek itu sebanding dengan koefisien viskositas (η) fluida. ketika terjadi turbulensi. Hal ini menyebabkan gaya berat kelereng tepat setimbang dengan gaya gesek dan kelereng jatuh dengan kecepatan tetap sebesar v sehingga berlaku persamaan: w = Fs . Masa peralihan musim seperti yang terjadi di Indonesia saat ini mengakibatkan adanya perbedaan suhu yang mencolok di udara. Sewaktu kelereng dijatuhkan ke dalam bejana kaca yang berisi cairan yang hendak ditentukan koefisien viskositasnya. Dikabarkan. Potensi terjadinya pesawat turbulensi diprediksi masih akan terus terjadi beberapa waktu ke depan bersamaan dengan peralihan musim. pesawat sedang terbang dengan ketinggian jelajah 36. Faktor peralihan musim dan cuaca menjadi salah satu penyebab fenomena alam tersebut.Menurut informasi.000 kaki ke bawah. Hambatan gerak benda di dalam fluida disebabkan oleh gaya gesek antara bagian fluida yang melekat ke permukaan benda dengan bagian fluida di sebelahnya. gaya gesek adalah: Fs = 6 π r η v Keterangan: Fs : gaya gesek (N) r : jari-jari benda (m) v : kecepatan jatuh dalam fluida (m/s) Persamaan di atas dikenal sebagai hukum Stokes.000 kaki di atas permukaan laut. Setelah terkena turbulensi pesawat berada di ketinggian 30. kecepatan kelereng semakin lama semakin cepat. Menurut Stokes.000 kaki atau terhempas 6. makin cepat gerakannya. Makanya para penerbang setelah mendapat ATPL (Airline Transport Pilot Licence) akan mengikuti suatu training untuk mengantisipasi kejadian tersebut. Penentuan η dengan mengunakan hukum Stokes dapat dilakukan dengan percobaan kelereng jatuh. Hukum Stokes dan Viskositas Hukum Stokes Gaya gesek antara permukaan benda padat yang bergerak dengan fluida akan sebanding dengan kecepatan relatif gerak benda ini terhadap fluida. makin besar gaya geseknya. yang terjadi dengan pesawat Hong Kong Airlines adalah bagian dari CAT.

viskositas dihasilkan oleh gaya kohesi antara molekul zat cair. resultan yang bekerja pada bola sama dengan nol. ketika kecepatannya bertambah. dan gaya lambat akibat viskositas atau gaya stokes Fs. maka makin sulit suatu fluida mengalir dan makin sulit suatu benda bergerak di dalam fluida tersebut. pada tahun 1845. Sedangkan dalam gas. Akibatnya. Bila nilai k dimasukkan ke dalam persamaan. Apabila suatu benda bergerak dengan kelajuan v dalam suatu fluida kental yang koefisien viskositasnya. Fluida yang lebih kental lebih sulit mengalir. a. Pada kecepatan terminal. gaya apung Fa. dengan k adalah konstanta yang bergantung pada bentuk geometris benda. Satuan SI untuk koefisien viskositas adalah Ns/m2 atau pascal sekon (Pa s). pada suatu saat bola mencapai keadaan seimbang sehingga bergerak dengan kecepatan konstan yang disebut kecepatan terminal. bola bergerak dipercepat. viskositas timbul sebagai akibat tumbukan antara molekul gas. Sir George Stokes menunjukkan bahwa untuk benda yang bentuk geometrisnya berupa bola nilai k = 6 π r. contoh : minyak goreng . Viskositas zat cair dapat ditentukan secara kuantitatif dengan besaran yang disebut koefisien viskositas. Berdasarkan perhitungan laboratorium. Fluida yang lebih cair biasanya lebih mudah mengalir. Pada kebanyakan fluida makin tinggi suhu makin rendah koefisien viskositasnya. maka pada saat kecepatan terminal tercapai berlaku berlaku persamaan : Berdasarkan eksperimen juga diperoleh bahwa koefisien viskositas tergantung suhu. Fluida ideal tidak 0mempunyai koefisien viskositas. Gaya-gaya yang bekerja pada bola adalah gaya berat w. Ketika Anda berbicara viskositas Anda berbicara tentang fluida sejati. m.g=6πrηv Viskositas Fluida Viskositas merupakan ukuran kekentalan fluida yang menyatakan besar kecilnya gesekan di dalam fluida. Misalnya sumbu vertikal ke atas sebagai sumbu positif. contoh : air b. Makin besar viskositas suatu fluida. maka benda tersebut akan mengalami gaya gesekan fluida . Di dalam zat cair. Namun. gaya stokes juga bertambah. Ketika dijatuhkan. maka diperoleh persamaan seperti berikut: Perhatikan sebuah bola yang jatuh dalam.