33

STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN
DENGAN HIPERTROPI PROSTAT

A. PENGERTIAN
Hipertropi prostat adalah bertambah besarnya sel-sel/hiperplasia dari
kelenjar periuretral yang akan mendesak kelenjar prostat, sehingga
mengakibatkan kelenjar prostat menjadi gepeng dan akan membentuk kapsul
prostat.

B. PATOFISIOLOGI
- Dengan bertambahnya usia seseorang pria di atas 50 tahun mulai terjadi
penambahan ukuran dan berat badan dari kelenjar prostat.
- Kelenjar prostat yang menjadi hipertropi membesar ke atas ke daerah
kandung kemih dan menekan aliran urin pada orifisum vesikal.

C. PENYEBAB
Tidak jelas, beberapa bukti menunjukkan bahwa ketidakseimbangan hormon
endokrin:
1. Testosteron : mempengaruhi bagian tepi dari prostat.
2. Estrogen : mempengaruhi bagian tengah dari prostat.
3. Endogen : bila kurang menyebabkan estrogen relative bertambah.

Data objektif: a.k f.a. pinggang l.a. Jumlah urin sedikit l. Nyeri tekan pada suprapubis.k sediki-sedikit (sekali b. Rasa pegal pada panggul dan pinggang o. Lama saat mulai b.k g. Data subjektif: a. Tidak bisa menahan b.k. ragu-ragu untuk berkemih j.a.a. PENGKAJIAN 1. 34 D. Colok dubur.a. B.a. pada malam hari c. Sulit saat mulai b.a. B.k pada malam hari (nokturial) d.k e.k) sedikit-sedikit dan sering b.a.k d.a.k ± 30-50cc) c.k e.k j. Buang air kecil (b.a.k sering b.k. Lebih sering b.a. Tampak mengejan saat mulai b.k h.k k.a. Urin bercampur darah (hematuri) i. tidak tuntas h.a. Air seni/urin menetes setelah b. Lebih sering b. Derasnya urin berkurang m. Rasa pegal pada saluran kemih n.a. Tak bisa menahan b.a. Palpasi kandung kemih setelah b. Obstruksi pada leher kandung kemih : retensi urin akut g. Urin menetes setalah b. teraba hipertropi prostat . B. Air seni/urin ada darah k.a. Mengatakan. B.k rasa panas dan nyeri i.k f. Nyeri perut bagian bawah 2.a. Nyeri di pinggang p. Lama saat mulai b.

T. Data labolatorium: a. Sistostomi drainage kandung kemih d. 35 3. Retensi urine akut a. Perineal prostatektommie . Fostatosa darah f. Infuse 5. Lekosit (WBC) 4. Operasi: a. PENATALAKSANAAN MEDIK 1. Uremia (kadar ureum dalam darah yang tinggi) E. Pemberian analgetik untuk mengontrol sakit c. Pemasukan cairan >3000 cc / hari bila tidak ada kontraindikasi 2.R. Kateterisasi untuk mengurangi tekanan pada kantung kemih b. Urine analisa (rutin) b. Azotemia (kelebihan urea atau senyawa nitrogen lainnya dalam darah) d. Potensial komplikasi a. prostat b. Suprapublic prostatektomi c. Pemberian antibiotika 3. Hidroneprosa c. Kateterisasi d. Ureum darah d. Kreatinine darah e. Urine biakan dan resistensi c.U. Dutemukannya prostat membesar 5. Pielonepritis b. NB. USG abdomen bawah c. Monitor pemasukan dan pengeluaran cairan 4. Sistoskopi-sistogram b. Data diagnostic: a.

lamanya dan b. warna. lampias. Jelaskan penyebab dari pembesaran perubahan pola elimintasi prostate. residu tentang perubahan pola berhubungan urine ≤ 100cc) eliminasi urine dengan 4. warna. Mengukur volume prostat 4. Kaji keluhan klien 2. alkohol. Pola eliminasi 1. jumlah. frekuensi. (N : urine derasnya aliran urine nokturia. Monitor ureum dan kreatinine darah sesuai program medik 2 Perubahan pola a.k setiap 2-4 jam 6. Kolaborasikan dengan dokter bila urine yang tersisa >100cc 9. b. Observasi. derasnya aliran urine 10.k. Gunakan catatan harian pembesaran 1cc/kg BB/jam) tentang b. DIAGNOSA KEPERAWATAN PRE-OPERASI N Diagnosa Hasil yang Rencana Tindakan o Keperawatan diharapkan 1 Retensi urine a. 36 F. Kaji tingkat pengetahuan klien menetes menetes. teh dan coca-cola 8.a. Anjurkan klien b. Gunakan pengukur urine untuk mengukur urine 11. Buang air kecil 1. Kaji pemasukan dan urine yang tersisa pengeluaran cairan setiap 4-8 (residu) kurang jam dari 75-100cc 5.k. Hati-hati bila memberi obat- obatan yang bisa menyebabkan retensi saluran kemih 7.a. jumlah. Kaji kekuatan aliran air seni. Jelaskan dan anjurkan minum air putih ±2000cc/hari . tidak 3. eliminasi urin: kembali normal frekuensi. Batasi minuman seperti. urine 5.a. sering. berhubungan dalam jumlah frekuensi dengan yang cukup (1/2 – 3. Observasi. Kaji keluhan klien 2. keju.

dengan suhu diatas 37. sore dan malam 7. Gunakan teknik steril untuk memasang kateter secara intermiten selama dirawat 6. penuh/kembung Perhatikan posisi kateter 5. Rawat kateter setiap hari dengan baik 3 Resiko tinggi a. Suhu dalam 1. intensitas. Beri kompres dan minum pemakaian bau ekstra bila perlu kateter saluran c. Jika ada kateter urethra. Kaji kebiasaan. Gunakan teknik cuci tangan yang baik 4 Nyeri a. Kandung kemih 3. kolaborasikan kemih dan atau jelas tidak apakah ada darah retensi urine. berhubungan sakit berkurang lamanya dan pengendapan dengan retensi (intensitas < 5) serta faktor yang dapat . Catat sifat urine. Urine jernih. Monitor perut/kandung kemih apakah kembung atau penuh 7. urine setelah kateter dipasang 10. Observasi keluhan klien setelah pemasangan kateter dengan teknik steril (kolaborasi medis) 9.5ºC kuning. 4. jumlah. tanpa 2. 37 6. Observasi dan catat warna. Keluhan rasa 1. Klien menentukan jumlah air pagi.37ºC) kolaborasikan pada dokter bila b. Kontrol suhu setiap 4 jam terjadi infeksi batas normal sesuai kebutuhan dan berhubungan (36ºC . Jelaskan pada klien dan keluarga tentang kemungkinan pemasangan kateter (sesuai program dokter) 8. Monitor dan kolaborasikan tanda-tanda serta gejala infeksi saluran kemih 8.

Jalin hubungan saling percaya berhubungan berkurang antara perawat klien/keluarga 2. gejala-gejala perawatan di tindakan yang akan dilakukan penyakit untuk rumah dan tindak melapor ke lanjut instruksi dokter serta (perawatan di demonstrasi rumah dan tindak mengukur urine. Beri kenyamanan. Pantau dan catat rasa nyeri berkurang atau tidak 5. Dampingi klien dan beri kesempatan untuk bertanya 5. Kaji tingkat pengetahuan berhubungan mengerti proses tentang tindakan pre dan post dengan penyakit gejala- operasi kurangnya gejala yang akan 3. Kaji tingkat pengetahuan klien pengetahuan keluarga tentang penyakitnya 2. lanjut instruksi). kepada dokter. Kolaborasikan dokter bila sakit berkurang atau sakit bertambah 5 Cemas a. 4. keluarga tentang penyakit. 3. Kaji tingkat kecemasan klien 4. Klien dan 1. 38 saluran kemih b. pengobatan. Libatkan keluarga untuk memberi support 6. Dengarkan keluhan klien dengan tindakan dengan penuh perhatian operasi. dan posisi tubuh pada posisi nyaman rileks 3. Kaji tingkat pengetahuan informasi tentang dilaporkan tentang terapi yang diberikan proses penyakit. bantu klien akut. Jelaskan pada klien dan pengobatan. Kecemasan klien 1. Libatkan pemuka agama dan petugas pastoral bila diperlukan 6 Kurangnya a. Ajarkan teknik relaksasi 4. Ekpresi wajah mengurangi rasa nyeri 2. .

Surat persetujuan c. Bantu klien untuk posisi (bekuan darah. Kalau perlu USG. . Ada kateter G. Cek laboratorium d. konsistensi) berhubungan BB/jam) tanpa dan sistem kateter/drain dengan: retensi terutama bila dilakukan irigasi  Obstruksi b. Obat-obatan premedikasi B. Persiapan darah e. BNO – IVP – cystogram f. jumlah dan post operasi)  Tekanan dan besar aliran urine setelah iritasi balon kateter diangkat 4. sesuai keinginan normal dalam berkemih edema. Jumlah urine 1. Masuk unit Perawatan Intensif Bedah bila diperlukan m. Kaji pengeluaran urine eliminasi urine normal (½ . Lavament j. Keuangan b. Klien mampu kandung kemih mekanis menahan b. Catat waktu.1 cc /kg (jumlah.k. Cukur daerah sekitar kemaluan i. Persiapan pre-operasi a. Ada infus n. DIAGNOSA KEPERAWATAN POST-OPERASI Diagnosa Hasil yang No Rencana Tindakan Keperawatan diharapkan 1 Perubahan pola a. Catat keluhan kandung kateter  Hilangnya kemih penuh (tidak bisa b. Ro Thorax.a. Puasa 6-8 jam k. 39 A.k. Pemasangan kateter h. 2. EKG g. warna.a. trauma setelah kateter diangkat 3. Post operasi l.

Anjurkan klien b. Observasi produksi kateter:  Tanda vital volume cairan perhatikan adanya stabil berhubungan  Nadi perifer pendarahan yang berlebihan dengan: teraba atau terus menerus  Vaskularisasi  Pengisian 4. . Evaluasi warna. Anjurkan klien latihan perineal 9. sukar mukosa operasi/drain. Tingkatkan asupan cairan ± asupan (½ . kretinin 9.1 cc /kg. terkontrol preoperasi medik pemeriksaan: hemoglobin. 7. Monitor intake output kekurangan hidrasi yang kuat: 3. 40 tonus kandung tidak bisa menahan b. Mempertahankan 1. Berikan terapi infus/transfusi sesuai program medik 10. dan batasi pada malam hari 8. Kolaborasikan dengan tim minimal. Jelaskan kepada klien bahwa biasanya urine menetes setelah kateter diangkat 2 Resiko tinggi a. Monitor tanda-tanda vital  Pembatasan 7. catat pengontrolan lembab pembentukan hematom pendarahan  Output urine N 6.) 5.k. Fiksasi kateter dengan tepat 2. Pendarahan klien cairan 8. Ukur volume urine residu bila dekompresi ada kateter suprapubis yang terus (sistostomy) menerus. Perhatikan balutan luka operasi.a.a. hematokrit. Anjurkan klien untuk meningkatkan minum sedikitnya 2000cc/hari. trombosit. konsistensi daerah kapiler baik urine  Membran 5. ureum. Pertahankan traksi kateter.k. 2000cc/hari sesuai kondisi makanan/ BB/jam) b. bila ada kemih karena rasa ingin berkemih tiap 2- over distensi 4jam preoperasi / 6.

Kaji keluhan nyeri. Diskusikan pembatasan  Salah alasan tindakan aktivitas pada awal operasi. refleks (rentang nyeri < 5) sesuai kemampuan & bila b. Anjurkan perawatan kateter uretra. demam/mengigil 4 Nyeri akut a. misal: eritema. Anjurkan minum 2000cc/hari. Dapat melakukan berhubungan nutrisi yang baik. pendarahan yang hebat.k. lebih sering. pengertian tentang datang 2. Mendemonstrasikan spasme otot tidak ada kontra indikasi . Kaji tingkat pengetahuan dan pengetahuan mengungkapkan harapan dimasa yang akan tentang kondisi. lokasi. Berpartisipasi pengertian misal: hindari mengangkat dalam pengobatan tentang beban terlalu berat. Kaji tanda dan gejala yang memerlukan evaluasi medis. latihan informasi yang berlebihan. Tingkatkan latihan perineal yang berkesinambungan 6. duduk terlalu lama 5. 41 fiksasi pada bagian paha sesuai program medik 3 Kurangnya a. drainase purulenta pada luka operasi: perubahan dalam kateter. Dapat 1. Jaga kepatenan kateter dan dengan iritasi nyeri sistem drainase mukosa kandung hilang/terkontrol 3. kemih. c. tingkatkan prosedur yang dengan: intake buah-buahan dan perlu dengan tepat  Kurang makanan berserat dan menjelaskan keterbukaan 4.a. adanya rasa ingin b. Tekanankan kepentingan b. Klien 1. jumlah urine. Diskusikan anatomi dasar prognosis dan prosedur operasi sistem perkemihan pengobatan dan pengobatan 3. berhubungan mengungkapkan intensitas (rentang 0 – 10) 2. bila ada 7.

Fasilitasi klien untuk terjadi disfungsi releks dan mengungkapkan secara sexual melaporkan terbuka tentang kondisinya: berhubungan kecemasan inkontinensia dan fungsi dengan situasi berkurang seksual b. Beri informasi akurat tentang kritis pengertiannya kembalinya fungsi seksual (inkontinensia. Observasi cairan yang keluar dari sekitar luka 5. Jujur dalam menjawab individual setelah kateter pertanyaan klien c. irigasi dalam kandung kemih kandungan kemih 3. Ajarkan klien untuk tekanan pada dengan tepat menggunakan tehnik kandung kemih relaksasi seperti latihan nafas (traksi). hindari selama operasi. rawat kateter berhubungan pada waktunya secara teratur dengan sabun b. Mengungkapkan 2. Tidak ada tanda- dengan prosedur dan air. Tingkatkan rasa nyaman dengan prosedur relaksasi klien (mengganti posisi. istirahat. Ganti balutan secara teratur 6. Monitor tanda-tanda vital. Diskusikan anatomi dasar tentang situasi urine merembes 4. peralatan sekitar oritisium uretra 2. disorientasi 4. Jaga sterilitas sistem terjadi infeksi penyembuhan kateterisasi. sensitive. Berikan obat-obatan antispasmodik sesuai program medik 5 Resiko tinggi a. Ekspresi wajah 1. Berikan antibiotik sesuai program medik 6 Resiko tinggi a. Anjurkan untuk tetap latihan dilepas). olesi zalf antibiotic tanda infeksi invasif. c. yang sering. kemampuan perineal . Mencapai 1. 3. Mendemostrasikan 5. dalam. 42 berhubungan penggunaan teknik 4. tidur/istirahat 5. imajinasi 6. masuknya urine kembai ke kateter. Jaga drainase urine. Ekspresi wajah operasi dan atau menggosok punggung) releks.

dehidrasi. IMPLIKASI KEPERAWATAN 1. Pemeriksaan Laboratorium a. Urine Analisa (urine) Diagnosis keperawatan: 1) Perubahan eliminasi urine berhubungan dengan adanya infeksi atau penyumbatan salurah kemih 2) Resiko tinggi terjadinya infeksi berhubungan dengan adanya mikroorganisme didalam ginjal atau kandungan kemih atau kedua- duanya. Urine biakan dan Resisten Diagnosa keperawatan: 1) Resiko tinggi terjadi infeksi berhubungan dengan adanya organisme (kuman) dalam urine 2) Kerusakan integritas jaringan berhubungan dengan adanya mikroorganisme yang menyerang tubuh Implikasi keperawatan: . berkurangnya pemasukan cairan biasanya mempengaruhi konsentrasi urine b. langsung diantar ke laboratorium tidak boleh lebih dari 30 menit 2) Bantu klien menapung urine yang dibutuhkan 3) Dapatkan riwayat klien tentang setiap obat-obat yang sedang di makan 4) Dapatkan riwayat klien tentang makanan dalam jumlah yang berlebihan yang dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan 5) Kaji keadaan cairan klien: contoh/bahan urine pada pagi hari. H. Implikasi keperawatan: 1) Instruksikan klien bahwa bahan urine diambil untuk pemeriksaan. Kalau perlu kolborasikan dalam status kepada seksual konselor kesehatan. 43 perubahan mengatasi masalah 6.

Peninggian tingkat Serum Asam Prostat terjadi karena penyebaran kanker kelenjar prostat. Nyatakan pada slip labotatorium bila klien telah dilakukan pemeriksaan prostat 24 jam yang lalu sebelum test. karena penyakit pada kelenjar prostat Implikasi keperawatan: Diakui masalah klinis yang berhubungan dengan peningkatan Serum Asam Prostat. Dengan intervensi operasi tingkat serum menurun dalam 3-4 hari.k. d. Massase kelenjar prostat atau palpasi kelenjar prostat dapat meningkatkan Serum Asam Prostat. Fosfatase Asam Diagnosis keperawatan: 1) Resiko tinggi terjadi infeksi berhubungan dengan hambatan b. Lekosit (White Blood Cell = WBC) Diagnosis keperawatan: 1) Resiko tinggi terjadi imfeksi berhubungan dengan proses penyakit- penyakit infeksi . obat-obat tersebut harus dicatat pada slip laboratorium 5) Antarkan contoh air seni/urine segera ke laboratorium tidak boleh ditunda lebih dari 30 menit 6) Kumpulkan contoh urine dengan menggunakan tehnik aseptik secara tepat 7) Beri penutup dan label pada bokal urine steril 8) Kontrol suhu c. review prosedur 3) Berikan antibiotika sesuai program setelah contoh urine dikumpulkan 4) Jika obat sedang diberikan. 44 1) Jelaskan klien tentang prosedur untuk memperoleh contoh air seni/urine 2) Jika klien berpartisipasi dalam pengumpulan contoh urine. Kontrol Serum Asam Prostat selama berlangsungnya pengobatan karsinoma kelenjar protate.a.

berat jenis dan ukur tanda-tanda vital Post Test: . nadi meningkat. tanda dan gejala peradangan serta infeksi 4) Kolaborasi medik tentang perubahan kondisi klien (demam. jumlah. Implikasi keperawatan: 1) Ajarkan klien untuk mengontrol efek samping obat-obat paten yang dapat menyebabkan agranulasis. Sistoskopi Sistogram Diagnosis keperawatan: 1) Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan prosedur pemeriksaan 2) Resiko tinggi terjadi infeksi berhubungan dengan infeksi salurah kemih yang disebabkan karena memasukkan alat sistoskop 3) Resiko tinggi terjadi retensi urin berhubungan dengan sumbatan bekuan darah. warna. 45 2) Resiko tinggi terjadi kesurakan integritas kulit berhubungan dengan infeksi akut dan nekrose jaringan. bau. Pemeriksaan Diagnostik a. 1) Jelaskan prosedur pemeriksaan 2) Kontrol hipersensitivitas terhadap anestesi 3) Kaji pola perkemihan. Prostatitis yang dapat disebabkan karena sepsis oleh prosedur yang dilakukan. leukopeni 2) Anjurkan klien leukopeni untuk menghindari dari orang-orang dengan macam-macam kondisi penyakit menular 3) Kontrol tanda-tanda vital. penyempitan spingter 4) Nyeri berhubungan dengan adanya disuri dan spasme pada kandung kemih Implikasi keperawatan: Dapatkan riwayat mengenai adanya sistitis. pernafasan meningkat dan lekosit meningkat) 2.

sakit. perforasi kandung kemih. takhikardia. retensi urin dan infeksi 2) Monitor tanda-tanda vital.a. rasa panas bila b. 46 1) Diakui komplikasi yang dapat terjadi karena akibat dari sistoskopi.k. 6) Observasi tanda-tanda dan gejala infeksi seperti: demam. Informasikan kepada klien bahwa ada bercak darah dalam urin adalah hal yang biasa. khususnya makanan-makanan laut. zat kontras 2) Beri kesempatan klien untuk bertanya dan mengekspresikan permasalahannya 3) Kolaborasikan dengan medis bila hasil ureum dalam darah >40mg/dl Post Test: . Intravena Pielografi (IVP) Diagnosis keperawatan: 1) Cemas berhubungan dengan prosedur pemeriksaaan dan kemungkinan hasil pemerikasaan 2) Resiko tinggi terjadi perlukaan berhubungan dengan penggunaan zat kontras 3) Perubahan eliminasi urin berhubungan dengan penyakit-penyakit ginjal Implikasi keperawatan: 1) Dapatkan riwayat tentang alergi. Antibiotika kemungkinan diberi sebelum dan sesudah pemeriksaan sebagai propilaksis 7) Nasehatkan klien untuk menghindari minum alkohol selama 2 hari setelah pemeriksaan 8) Beri kompres panas pada abdomen bawah untuk mengurangi rasa sakit dan spasme pada otot b. pendarahan. kedinginan. Bandingkan dengan data dasar tanda- tanda vital 3) Informasikan kepada klien bahwa sedikit rasa panas bila berkemih yang akan terjadi pada 1 atau 2 hari pertama 4) Monitor urin selama 24 jam setelah sistokopi 5) Lapor bila terjadi Gros Hematuri.

kalau perlu kolaborasikan dengan medik. Obat-obatan 1. Bila diketahui hipersensitif terhadap jenis antibiotika yang digunakan. c. Diagnosa keperawatan: 1) Resiko tinggi infeksi 2) Kurang pengetahuan berhubungan dengan cara pengaturan obat . Modifikasi dosis diperlukan pada klien dengan insufisiensi ginjal atau hepar. ruam. b. kedinginan. 3. Pengkajian: 1) Kaji tanda dan gejala infeksi sebelum dan selama terapi 2) Kaji adanya riwayat hipersensitifitas terhadap antibiotika 3) Kolaborasikan dengan medis untuk pemeriksaan kultur & resistensi sebelum mulai terapi. 47 1) Monitor tanda-tanda vital dan pengeluaran urin 2) Observasi dan informasikan kemungkinan adanya reaksi zat kontras (dispnea. Pengobatan dan pencegahan berbagai infeksi bakteri lihat obat- obat khusus untuk spektrum dan indikasinya. d. Digunakan secara hati-hati pada wanita hamil dan menyusui. . Pemakaian umum: . Beberapa infeksi dapat memerlukan tambahan tindakan pembedahan dan terapi pendukung. Implikasi: Hampir semua anti infeksi harus diberikan pada waktu dan jarak yang konsisten untuk mempertahankan kadar obat dalam serum. Implikasi keperawatan: . Antibiotika (Anti Infeksi) a. urtikaria. . takhikardia) 3) Kontrol terjadinya iritasi atau hematoma pada lokasi injeksi. . Kontra indikasi: . Tindakan pencegahan: .

Air seni menetes-netes setelah b.k. antara lain: sering berkemih ± setiap 3-4 jam sekali terutama pada malam hari. Pada umumnya pembesaran kelenjar prostat terjadi pada pria berusia di atas 50 tahun.k. walaupun sudah merasa sembuh 2) Anjurkan klien jangan mengobati sendiri tanpa konsultasi dengan medis 3) Anjurkan klien kembali ke dokter untuk evaluasi . Evaluasi: Efektif terapi dapat dilihat dari keadaan yang semakin membaik. atau timbul ragu- ragu saat mau b. yang mendesak kelenjar prostate sehingga membentuk kapsul yang semakin membesar sehingga menekan saluran kemih. jumlahnya sedikit- sedikit ± 30-50cc. air seni bercampur darah dan lain-lain 3) Jelaskan bila urin mengalir tidak lancer pada saat berkemih atau terjadi retensi urin maka memudahkan terjadinya infeksi pada saluran kemih dan ginjal dengan tanda-tanda sebagai berikut: b. 4) Anjurkan klien untuk melapor bila mengalami kondisi seperti ini . 48 .a. Hal ini disebabkan karena ketidakseimbangan hormon endokrin dalam tubuh yang mempengaruhi bertambah besarnya sel-sel dan kelenjar periureteral. urin keruh dan berbau. demam. suhu tubuh meningkat di atas 38ºC.k.a. Penyuluhan klien dan keluarga: 1) Anjurkan klien minum obat secara teratur sampa hampir habis. Pengetahuan tentang Kondisi 1) Jelaskan kepada klien tentang proses terjadinya pembesaran kelenjar prostat atau disebut hipertropi prostat.a. 2) Klien diajarkan tentang tanda-tanda dan gejala yang menentukan bahwa klien dalam kondisi atau keadaan sakit. terasa panas dan nyeri. I. PENYULUHAN a.

Pendampingan pastoral/pemuka agama bila diperlukan . sistogram d) Kalau perlu USG e) Rekaman jantung. 49 5) Tekankan pada klien bahwa harus taat mengikuti nasehat dokter tentang tindakan-tindakan pemeriksaan dan pengobatan terhadapnya. Puasa ± 6-8 jam sebelum operasi . 3) Ada infus 4) Ada kateter . Obat-obat premidikasi . Surat persetujuan operasi . dan post operasi bila dokter merencanakan operasi Prosedur Pre-operasi 1) Pemeriksaan-pemeriksaan diagnostik seperti: a) Laboratorium dan pemeriksaan darah. Keuangan (biaya perawatan dan operasi) . Hal ini dilakukan agar dapat memantau perkembangan sakit/kondisi tertentu 6) Jelaskan pada klien dan keluarga tentang prosedur pre operasi. masuk ke ruang pulih s/d klien sadar dan diantar keruangan 2) Bila keadaaan membutuhkan untuk perawatan intensive maka masuk ke intensive bedah untuk beberapa hari. BNO-IVP c) Endoscopy: sistocopi. Klisma . Keluarga → menunggu di ruang tunggu kamar operasi . Operasi → selama operasi berlangsung . Pemasangan kateter . EKG . Prosedur Post-operasi 1) Setelah dari kamar operasi. Bila diperlukan masuk ke Ruang Intensive Bedah setelah operasi → kalau perlu klien diorientasikan ke ICU Bedah. Persiapan darah untuk operasi (sesuai golongan darah klien) . Cukur daerah yang akan dioperasi . urin b) Roentgen: thorax.

efek samping obat-obatan yang didapat. tergantung program medik 3) Tekanan darah meningkat. 2) Tekankan kepada klien bahwa obat-obat yang dimimun harus dihabiskan sesuai aturan. agar dokter dapat memantau perkembangan pengobatan dan penyembuhan penyakit. diet rendah garam I. sebaiknya minum air putih > 2000cc/hari bila tidak ada kontra indikasi. waktu pemberian. kegunaan. segera lapor agar diberi obat-obat untuk mengurangi sakit (analgetika) sesuai instruksi dokter. 4) Jelaskan kepada klien tentang pentingnya kontak teratur dengan dokter. diet TKTP & hatud dihabiskan 2) Ureum meningkat > 40gr/60gr. walaupun keluhan atau keadaan sakit sudah tidak ada. kopi. . c. 3) Klien harus menghindari memakan obat yang berlebihan tanpa anjuran dokter. teh. 50 5) Rasa nyeri pada daerah operasi bila hilang kadar pembiusan 6) Rasa megganjal karena pemakaian kateter 7) Spasme kandung kemih karena penuh yang disebabkan karena tersumbatnya lubang kateter oleh lendir atau bekuan darah 8) Irigasi kandung kemih secara terus menerus s/d urin kateter berjalan lancer. Di samping diet makanan maka dianjurkan agar dibatasi minuman alkohol. III disesuaikan dengan jenis hipertensi. maksud. II. maka klien diet sesuai yang telah ditentukan: 1) Infeksi. b. Pengetahuan tentang Obat dan Terapi 1) Anjurkan klien tahu tentang nama dan dosis. tidak ada bekuan darah pada urin. Pengetahuan tentang diet Jelaskan pada klien bahwa bila terjadi infeksi atau kelainan sebagai pengaruh dari hipertropi prostat. 9) Bila rasa nyeri bertambah.

yang kemungkinan keluar sewaktu-waktu atau bila sesudah terasa b. 51 5) Anjurkan klien untuk segera konsultasi ke dokter apabila terjadi efek samping obat. 4) Nasehatkan klien untuk istirahat baring di tempat tidur selama fase akut (prostatitits). .a. 3) Anjurkan tehnik relaksasi untuk mengurangi rasa nyeri dengan menarik nafas dalam dan keluarkan pelan-pelan. dan sebagainya. 2) Tekankan pada klien untuk menghindari perjalanan yang panjang dengan kemdaraan karena akan menahan b. Pengetahuan tentang Aktivitas 1) Anjurkan klien unutk melakukan aktifitas atau mobilisasi bisa memungkinkan atau sesuai kemampuan. Contoh: gatal-gatal. d.k.k.a. gelisah. sesak nafas. kemerahan. bentol-bentol pada kulit.