53

STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN
HERNIA

A. PENGERTIAN
Hernia merupakan protrusi atau penonjolan isi suatu rongga melalui defek
atau bagian lemah dari dinding rongga bersangkutan. Pada hernia abdomen,
isi perut menonjol melalui defek atau bagian lemah dari bagian muskulo-
aponeurotik dinding perut.
Hernia terdiri atas cincin, kantong dan isi hernia. Semua hernia terjadi
melalui celah lemah atau kelemahan yang potensial pada dinding abdomen
yang dicetuskan oleh peningkatan tekanan intraabdomen yang berulang atau
berkelanjutan. Hernia yang melewati trigonum Hesselbach disebut sebagai
Direct Hernia, sedangkan hernia yang muncul lateral dari trigonum adalah
Indirect Hernia.

B. PENYEBARAN
1. 75% dari semua kasus hernia di dinding abdomen muncul didaerah sekitar
lipat paha.
2. Hernia indirect lebih banyak daripada hernia direct yaitu 2:1, dimana hernia
femoralis lebih mengambil porsi yang lebih sedikit.
3. Hernia sisi kanan lebih sering terjadi daripada di sisi kiri.
4. Pria:wanita pada hernia indirect adalah 7:1.
5. Hernia femoralis kejadiannya kurang dari 10 % dari semua hernia tetapi 40%
dari itu muncul sebagai kasus emergensi dengan inkarserasi atau
strangulasi.

C. PENYEBAB
Penyebab terjadinya hernia :
1. Lemahnya dinding rongga perut, sejak lahir/didapat kemudian dalam hidup
2. Akibat dari pembedahan sebelumnya.
3. Kongenital

54

a. Hernia Kongenital sempurna
Bayi sudah menderita hernia kerena adanya defek pada tempat - tempat
tertentu.
b. Hernia Kongenital tidak sempurna
Bayi dilahirkan normal (kelainan belum tampak) tapi dia mempunyai defek
pada tempat – tempat tertentu (predisposisi) dan beberapa bulan (0 – 1
tahun) setelah lahir akan terjadi hernia melalui defek tersebut karena
dipengaruhi oleh kenaikan tekanan intraabdominal (mengejan, batuk,
menangis).
4. Hernia yang bukan disebabkan karena adanya defek bawaan tetapi
disebabkan oleh fakor lain yang dialami manusia selama hidupnya, antara
lain :
a. Tekanan intraabdominal yang tinggi. Banyak dialami oleh klien yang
sering mengejan yang baik saat BAB maupun BAK.
b. Konstitusi tubuh. Orang kurus cenderung terkena hernia jaringan ikatnya
yang sedikit. Sedangkan pada orang gemuk juga dapat terkena hernia
karena banyaknya jaringan lemak pada tubuhnya yang menambah beban
kerja jaringan ikat penyokong pada LMR.
c. Banyaknya preperitoneal fat banyak terjadi pada orang gemuk.
d. Distensi dinding abdomen karena peningkatan tekanan intraabdominal.
e. Sikatrik.
f. Penyakit yang melemahkan dinding perut.
g. Merokok
h. Diabetes mellitus

D. BAGIAN HERNIA
a. Kantong hernia
Pada hernia abdominalis berupa peritoneum parietalis.Tidak semua hernia
memiliki kantong, misalnya hernia incisional, hernia adiposa, hernia
intertitialis.
2. Isi hernia
Berupa organ atau jaringan yang keluar melalui kantong hernia, misalnya
usus, ovarium, dan jaringan penyangga usus (omentum).

hernia scrotalis. Jenis ini merupakan yang tersering dan dikenal dengan istilah turun berok atau burut. Menurut lokasinya a. 5. Hernia femoralis adalah di paha. Menurut isinya : a. Locus minoris resistence (LMR) E. dan sebagainya. 4. hernia obturaforia. Menurut keadaannya : a. 4. 55 3. Hernia traumatic c. Hernia inguinalis adalah hernia yang terjadi dilipatan paha. c. 5. b. Hernia kongenital atau bawaan b. Hernia interns misalnya hernia diafragmatica. Hernia usus halus b. Menurut penyebabnya : a. Hernia insisional adalah akibat pembedahan sebelumnya. misalnya hernia inguinalis. KLASIFIKASI HERNIA 1. Pintu hernia Merupakan bagian locus minoris resistance yang dilalui kantong hernia. tidak dapat kembali kedalam rongga perut disertai akibat yang berupa gangguan . Menurut terlihat dan tidaknya : a. hernia foramen winslowi. 2. Hernia umbilikus adalah di pusat. Hernia externs. b. Leher hernia Bagian tersempit kantong hernia yang sesuai dengan kantong hernia. Hernia omentum 3. Hernia inkarserata adalah bila isi kantong terperangkap.

b. dapat mengganggu aliran darah normal dan pergerakan otot serta mungkin dapat menimbulkan penyumbatan usus dan kerusakan jaringan. Menurut nama penemunya a. Menurut sifatnya : a. Jenis hernia lainnya a. Bila bayi lahir umumnya prosesus ini telah mengalami obliterasi. 56 pasase atau vaskularisasi. c. Hernia Spieghel yaitu hernia yang terjadi pada linen semi sirkularis diatas penyilangan vasa epigastrika inferior pada muskulus rektus abdominalis bagian lateral. Secara klinis hernia inkarserata lebih dimaksudkan untuk hernia irrenponibel. terjadinya desensus vestikulorum melalui kanal tersebut. Hernia scrotalis adalah hernia inguinalis yang isinya masuk ke scrotum secara lengkap. sehingga isi rongga perut tidak dapat melalui kanalis tersebut. Hernia strangulata adalah jika bagian usus yang mengalami hernia terpuntir atau membengkak. 6. c. b. Pada bulan ke8 dari kehamilan. tidak ada keluhan nyeri atau gejala obstruksi usus. Hernia Richter yaitu hernia dimana hanya sebagian dinding usus yang terjepit. 7. 8. PATOFISIOLOGI 1. Penurunan testis itu akan menarik peritoneum ke daerah scrotum sehingga terjadi tonjolan peritoneum yang disebut dengan prosesus vaginalis peritonea. b. Hernia irreponibel adalah bila isi kantung hernia tidak dapat dikembalikan ke dalam rongga. Isi hernis keluar jika berdiri atau mengedan dan masuk lagi jika berbaring atau didorong masuk. Tetapi dalam . Hernia littre adalah hernia yang isinya adalah divertikulum meckeli. F. Hernia Petit yaitu hernia di daerah lumbosacral. b. Hernia pantolan adalah hernia inguinalis dan hernia femuralis yang terjadi pada satu sisi dan dibatasi oleh vasa epigastrika inferior. Hernia reponibel adalah bila isi hernia dapat keluar masuk. Hernia Inguinalis Kanalis inguinalis dalam kanal yang normal pada fetus.

kanal yang terbuka ini akan menutup pada usia 2 bulan. karena prosesus tidak berobliterasi maka akan timbul hernia inguinalis lateralis kongenital. bersin yang kuat dan mengangkat barang – barang berat. Biasanya hernia pada orang dewasa ini terjadi kerana usia lanjut. hipertropiprostat. maka pada keadaan yang menyebabkan tekanan intraabdominal meningkat seperti batuk – batuk kronik. Bila isi perut terjepit dapat terjadi shock. Antara lain obstruksi usus sederhana hingga perforasi usus yang akhirnya dapat menimbulkan abses lokal. maka lama kelamaan akan timbul edema sehingga terjadi penekanan pembuluh darah danterjadi nekrosis. kehamilan. Timbulnya edema bila terjadi obtruksi usus yang kemudian menekan pembuluh darah dan kemudian terjadi nekrosis. cincin hernia menjadi sempit dan menimbulkan gangguan penyaluran isi usus. karena testis yang kiri turun terlebih dahulu dari yang kanan. Bila prosesus terbuka sebagian. organ dan jaringan tubuh mengalami proses degenerasi. Pada orang tua kanalis tersebut telah menutup. Komplikasi hernia tergantung pada keadaan yang dialami oleh isi hernia. Sejalan dengan bertambahnya umur. demam. fistel atau peritonitis. maka kanalis inguinalis yang kanan lebih sering terbuka. Akhirnya menekan dinding rongga yang telah melemas akibat trauma. Bila kanal terbuka terus. asidosis metabolik. akibat semakin banyaknya usus yang masuk. abses. karena adanya perbedaan proses perkembangan alat reproduksi pria dan wanita semasa janin Terjadi penekanan terhadap cincin hernia. konstipasi. mengejan. Kanal yang sudah tertutup dapat terbuka kembali dan timbul herniainguinalis lateralis karena terdorongnya sesuatu jaringan tubuh dan keluar melalui defek tersebut. Bila terjadi penyumbatan dan perdarahan akan timbul perut kembung. Bisa juga terjadi bukan karena terjepit melainkan ususnya terputar. karena pada umur tua otot dinding rongga perut melemah. obesitas. Namun karena daerah ini merupakan locusminoris resistance. 57 beberapa hal sering belum menutup. dan kelainan kongenital dan dapat terjadi pada semua. asites. Pria lebih banyak dari wanita. muntah. Bila inkarserata dibiarkan. maka akan timbul hidrokel. Dalam keadaan normal. .

Hernia inguinalis indirekta congenital. HERNIA INGUINALIS DIREKTA (MEDIALIS) Hernia ini merupakan jenis hernia yang didapat (akuisita) disebabkan oleh faktor peninggian tekanan intra abdomen kronik dan kelemahan otot dinding di trigonum Hesselbach. khususnya pada laki-laki tua. rectus abdominis. Hernia jenis ini jarang. · Lateral: Vasa epigastrika inferior. Jalannya langsung (direct) ke ventral melalui annulus inguinalis subcutaneous. H. HERNIA INGUINALIS INDIREKTA (LATERALIS) Hernia ini disebut lateralis karena menonjol dari perut di lateral pembuluh epigastrika inferior. Pada pemeriksaan hernia lateralis akan tampak tonjolan berbentuk lonjong. *Trigonum Hesselbach merupakan daerah dengan batas: · Inferior: Ligamentum Inguinale. bahkan hampir tidak pernah mengalami inkarserasi dan strangulasi. Dasarnya dibentuk oleh fascia transversalis yang diperkuat serat aponeurosis m. Hernia ini sama sekali tidak berhubungan dengan pembungkus tali mani. Dikenal sebagai indirek karena keluar melalui dua pintu dan saluran.transversus abdominis. umumnya terjadi bilateral. 58 G. · Medial: Tepi m. Terjadi bila processus vaginalis peritonei pada waktu bayi dilahirkan sama sekali tidak menutup. Sehingga kavum peritonei tetap berhubungan dengan . Dapat terjadi secara kongenital atau akuisita: 1. yaitu annulus dan kanalis inguinalis.

– Medialis : tonjolan biasanya terjadi bilateral. 2. Terjadi bila penutupan processus vaginalis peritonei hanya pada suatu bagian saja. Sewaktu-waktu kantung peritonei ini dapat terisi dalam perut. 6. Sehingga masih ada kantong peritoneum yang berasal dari processus vaginalis yang tidak menutup pada waktu bayi dilahirkan. . Hernia femoralis : benjolan dibawah ligamentum inguinal. Hernia skrotalis : benjolan yang terlihat sampai skrotum yang merupakan tojolan lanjutan dari hernia inguinalis lateralis. berbentuk bulat. 4. Dengan demikian isi perut dengan mudah masuk ke dalam kantong peritoneum tersebut. 59 rongga tunika vaginalis propria testis. tetapi isi hernia tidak berhubungan dengan tunika vaginalis propria testis. I. Hernia inguinal – Lateralis : muncul benjolan di regio inguinalis yang berjalan dari lateral ke medial. 3. 5. PEMERIKSAAN FISIK a. batuk. Hernia inguinalis indirekta akuisita. Hernia reponibel terdapat benjolan dilipat paha yang muncul pada waktu berdiri. Inspeksi 1. tonjolan berbentuk lonjong. Hernia epigastrika : benjolan dilinea alba. Hernia umbilikal : benjolan diumbilikal. bersin atau mengedan dan menghilang setelah berbaring. 2.

Auskultasi Hiperperistaltis didapatkan pada auskultasi abdomen pada hernia yang mengalami obstruksi usus (hernia inkarserata). 60 7. 3. Colok dubur Tonjolan hernia yang nyeri yang merupakan tanda Howship – romberg (hernia obtutaratoria). 5. Hipertimpani. Hernia femoralis : benjolan lunak dibawah ligamentum inguinal 6. d. Hernia inguinalis : kantong hernia yang kosong kadang dapat diraba pada funikulus spermatikus sebagai gesekan dua permukaan sutera. Titik tengah antara kedua titik tersebut di atas (pertengahan canalis inguinalis) ditekan lalu klien disuruh mengejan jika terlihat benjolan di lateralnya berarti hernia inguinalis lateralis jika di medialnya hernia inguinalis medialis. tanda ini disebut sarung tanda sarung tangan sutera. Dalam hal hernia dapat direposisi pada waktu jari masih berada dalam annulus eksternus. 4. Jika terjadi penonjolan di sebelah medial maka dapat diasumsikan bahwa itu hernia inguinalis medialis. Hernia inkarserata : nyeri tekan. klien mulai mengedan kalau hernia menyentuh ujung jari berarti hernia inguinalis lateralis dan kalau samping jari yang menyentuh menandakan hernia inguinalis medialis. Kantong hernia yang berisi mungkin teraba usus. Palpasi 1. 2. . atau ovarium. Hernia perineum : benjolan di perineum. Titik tengah antar SIAS dengan tuberkulum pubicum (AIL) ditekan lalu klien disuruh mengejan. e. Titik yang terletak di sebelah lateral tuberkulum pubikum (AIM) ditekan lalu klien disuruh mengejan jika terlihat benjolan di lateral titik yang kita tekan maka dapat diasumsikan sebagai nernia inguinalis lateralis. omentum (seperti karet). Perkusi Bila didapatkan perkusi perut kembung maka harus dipikirkan kemungkinan hernia strangulata. terdengar pekak. lipat paha dibawah ligamentum inguina dan lateral tuberkulum pubikum. b. c.

bila ada benjolan masukkan dulu (biasanya oleh penderita). . – Jari ke 3 : Hernia Ingunalis Medialis. g. Menggunakan jari ke 2 atau jari ke 5. – Jari ke 4 : Hernia Femoralis. Tiga teknik pemeriksaan sederhana yaitu Fnger test. – Bila impuls disamping jari Hernia Inguinnalis Medialis. Pemeriksaan Finger Test : 1. Dimasukkan lewat skrortum melalui anulus eksternus ke kanal inguinal. Posisi berbaring. 3. Penderita disuruh batuk: – Bila impuls diujung jari berarti Hernia Inguinalis Lateralis. 61 f. Penderita disuruh batuk bila rangsangan pada : – Jari ke 2 : Hernia Inguinalis Lateralis. 2. pernapasan meningkat. Ziemen test dan Tumb test. 2. nadi meningkat. Pemeriksaan Ziemen Test : 1. Tanda – tanda vital : Temperatur meningkat. tekanan darah meningkat. 3. Hernia kanan diperiksa dengan tangan kanan.

Pada klien yang sangat jarang dengan nyeri inguinal tetapi tak ada bukti fisik atau sonografi yang menunjukkan hernia inguinalis. Pemeriksaan ultrasonografi juga berguna untuk membedakan hernia incarserata dari suatu nodus limfatikus patologis atau penyebab lain dari suatu massa yang teraba di inguinal. Hasil laboratorium a. Pemeriksaan radiologis Pemeriksaan Ultrasound pada daerah inguinal dengan klien dalam posisi supine dan posisi berdiri dengan manuver valsafa dilaporkan memiliki sensitifitas dan spesifisitas diagnosis mendekati 90%. testis ectopic. undesenden testis 3. PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. Penyakit testis primer : Varicocele. DIAGNOSIS BANDING 1. torsio testis. tumor testis 2.000 / mm3 b. Serum elektrolit meningkat 2. metastasis. CT scan dapat digunakan untuk mengevaluasi pelvis untuk mencari adanya hernia obturator. Anulus internus ditekan dengan ibu jari dan penderita disuruh mengejan – Bila keluar benjolan berarti Hernia Inguinalis medialis. Leukosit > 10. Keganasan : Limfoma. Aneurisma artery femoralis . hidrokel. – Bila tidak keluar benjolan berarti Hernia Inguinalis Lateralis. K. Retroperitoneal sarcoma. epididimitis.000 – 18. J. 62 Pemeriksaan Thumb Test : 1.

Hematoma dan Ascites L. Operasi b. celah direct dan indirect. Memisahkan otot kremaster dengan cara reseksi untuk mencari hernia indirect sekaligus menginspeksi dasar dari kanalis inguinal untuk mencari hernia direct. tepi kanalis femoralis yang kaku meningkatkan resiko terjadinya inkarserasi. Teknik operasi Berdasarkan pendekatan operasi. Psoas abses 8. . 63 4. dilakukan inspeksi kanalis spinalis. Teknik Bassini Komponen utama dari teknik bassini adalah a. banyak teknik herniorraphy dapat dikelompokkan dalam 4 kategori utama : 1. Kista sebasea 6. Pemberian obat-obatan : Antibiotik. Karena potensinya menimbulkan komplikasi inkarserasi atau strangulasi lebih berat dibandingkan resiko yang minimal dari operasi hernia (khususnya bila menggunakan anastesi local).fascia transversalis kemudian dibuka. McVay dan Shouldice) melibatkan pembukaan aponeurosis otot obliquus abdomins ekternus dan membebaskan funikulus spermatikus. Hidraenitis 7. PENATALAKSANAAN a. Membelah aponeurosis otot obliquus abdominis eksternus dikanalis ingunalis hingga ke cincin ekternal b. Nodus limfatikus 5. Kelompok 1: Open Anterior Repair Kelompok 1 operasi hernia (teknik Bassini. Kantung hernia biasanya diligasi dan dasar kanalis spinalis di rekonstruksi. Khusus pada hernia femoralis. Analgetik Hampir semua hernia harus diterapi dengan operasi.

Kelompok 2: Open Posterior Repair Posterior repair (iliopubic tract repair dan teknik Nyhus) dilakukan dengan membelah lapisan dinding abdomen superior hingga ke cincin luar dan masuk ke properitoneal space. Memisahkan bagian dasar atau dinding posterior kanalis inguinalis (fascia transversalis) d. Operasi ini biasanya dilakukan dengan anastesi regional atau anastesi umum. selain dapat menimbulkan nyeri juga dapat terjadi neckosis otot yang akan menyebakan jahitan terlepas dan mengakibatkan kekambuhan. 2. Rekonstuksi didinding posterior dengan menjahit fascia tranfersalis. Melakukan ligasi kantung hernia seproksimal mungkin e. 64 c.Diseksi kemudian diperdalam kesemua bagian kanalis inguinalis. kelemahannya yaitu tegangan yang tejadi akibat jahitan tersebut. otot transversalis abdominis dan otot abdominis internus ke ligamentum inguinalis lateral. Perbedaan utama antara teknik ini dan teknik open anterior adakah rekonrtuksi dilakukan dari bagian dalam. Posterior repair sering digunakan pada hernia dengan kekambuhan karena menghindari jaringan parut dari operasi sebelumnya. . tetapi semuanya menggunakan jahitan permanen untuk mengikat fascia disekitarnya dan memperbaiki dasar dari kanalis inguinalis. Teknik kelompok ini berbeda dalam pendekatan mereka dalam rekontruksi.

mesh yang tidak diserap. Akan tetapi tidak menjahit lapisan fascia untuk memperbaiki defek . Kelompok 3: Tension-Free Repair With Mesh Kelompok 3 operasi hernia (teknik Lichtenstein dan Rutkow) menggunakan pendekatan awal yang sama degan teknik open anterior. Saat ini kebanyakan teknik laparoscopic herniorrhaphies dilakukan menggunakan salah satu pendekatan transabdominal preperitoneal (TAPP) atau total extraperitoneal (TEP). hernia diperbaiki dengan menempatkan potongan mesh yang besar di region inguinal diatas peritoneum.Pada awal pengembangan teknik ini. tetapi juga menimbulkan kontroversi.Teknik ini dapat dilakukan dengan anastesi local. Ini memungkinkan mesh diletakkan dan .Teknik ini ditinggalkan karena potensi obstruksi usus halus dan pembentukan fistel karena paparan usus terhadap mesh. Kelompok 4: Laparoscopic Operasi hernia Laparoscopic makin populer dalam beberapa tahun terakhir. Akan tetapi pengalaman yang luas dengan mesh hernia telah mulai menghilangkan anggapan ini. 4. tetapi menempatkan sebuah prostesis. dan teknik ini terus populer. 65 3. Hasil yang baik diperoleh dengan teknik ini dan angka kekambuhan dilaporkan kurang dari 1% Beberapa ahli bedah meragukan keamanan jangka panjang penggunaan implant prosthesis. regional atau general. khususnya kemungkinan infeksi atau penolakan. Pendekatan TAPP dilakukan dengan meletakkan trokar laparoscopic dalam cavum abdomendan memperbaiki region inguinal dari dalam.

HERNIA LAINNYA 1. usus atau pembuluh darah bisa cidera selama operasi. Hernia ini biasanya akan regresi spontan dalam 6 bulan sampai 1 tahun 2. Sering terjadi strangulasi pada colon atau omentum. M. Konsekuensinya. 66 kemudian ditutupi dengan peritoneum. Sedangkan pendekatan TAPP adalah prosedur laparoskopic langsung yang mengharuskan masuk ke cavum peritoneal untuk diseksi.Hernia umbilicus muncul lebih sering pada wanita. Hernia umbilicalis : Merupakan penonjolan yang mengandung isi rongga perut yang masuk melalui cincin umbilikus (pusar) akibat peninggian tekanan intra abdomen. Obesitas dan kehamilan berulang merupakan precursor. dan ascites sering mencetuskan masalah. Hernia umbilicalis sering terjadi pada bayi dan merupakan kelainan kongenital.Hernia umbilicus pada dewasa tak ada hubungannya dengan hernia umbilicus pada anak-anak. Hernia paraumbilicalis : Hernia melalui suatu celah di garis tengah tepi atas umbilicus . Umbilicus merupakan salah satu lokasi yang lemah pada abdomen dan tempat yang sering mengalami herniasi.

Klien mengeluhkan nyeri. Keadaan yang tak lazim ini bisa sangat sulit di diagnosa karena gejala obstruktif yang sedikit. Dibawah umbilicus seratnya lebih parallel dan dapat di pisah. 67 3. 4.Banyak klien klien datang dengan hernia spigelian mengalami obesitas dan diagnosis klinis preoperative yang benar ditegakkan hanya pada 50% klien. Diatas umbilicus. hernia spigelian muncul pada bawah linea semilunaris. Suatu diverticulum Meckel yang menyebabkan gejala atau mengalami strangulasi harus direseksi. Harus diwaspadai adalah hernia ini sering multiple. Hernia pada linea alba muncul lebih sering diatas umbilicus dari pada dibawahnya. ia paling sering muncul dimana fascia sphiegel lebih lebar dan lemah. serat-serat aponeurosis saling bersilangan dan membentuk barier yang kuat. memudahkan peritoneum dan lemak properotoneal menonjol melalui defek yang seperti belahan tetapi tertahan oleh aponeurosis otot obliquus abdominis eksternus Umumnya. sensasi tertarik dibagian tengah perut. Hernia Littre's Adanya diverticulum Meckel sebagai komponen tambahan pada kantung hernia menjadi ciri dari Littre's hernia. Spigelian Hernia Suatu hernia melalui fascia pada sepanjang tepi lateral otot rectus abdominis pada celah antara linea semilunar dan tepi lateral dari otot rectus abdominis adalah suatu hernia spigelian. Fascia Spieghel sebenarnya adalah aponeurosis dan terdiri dari gabungan aponeurosis otot oblique abdominis dan transverses abdominis dibagian lateral dan otot rectus abdominis pada bagian medial. Strangulasi dari diverticulum Meckel bisa terjadi yang menyebabkan fistel sebagai keluhan utama. Hernia-hernia ini biasanya kecil dan sulit diagnosis pada klien obesitas. Menejemen operasi berupa reparasi hernia dengan atau tanpa reseksi diverticulum Meckel. Reseksi dari suatu diverticulum meckel tanpa gejala harus berdasarkan usia dan keadaan umum klien. Meskipun dapat muncul disepanjang linea semilunar. 5. Hernia ini juga bisa diperbaiki dengan jahitan sederhana. Hernia Spigelian dapat ditemukan secara incidental dengan ultrasonografi . Hernia Epigastric Hernia yang keluar melalui defek di linea alba antara umbilicus dan processus xyphoideus.

yang dapat menyebabkan incarserasi atau obstruksi saluran cerna. dan kombinasi telah pernah dilakukan. 68 atau CT scan. Aproksimasi jaringan yang berdekatan ke defek dengan jahitan terputus biasanya berhasil pada kebanyakan klien. inguinal. 7. Hernia Spigelian biasanya berhasil diperbaiki pada operasi awal. Computed tomography dilakukan dengan klien melakukan suatuValsalva maneuver meningkatkan sensitivitas diagnostic. . Dilatasi foramen obturator diperbaiki dengan jahitan terputus. Hernia Obturator Canalis obturator ditutup oleh membran dan dilewati oleh nervus dan pembuluh darah obturator. Tanpa memandang pendekatan yang digunakan. 6. menghasilkan nyeri pada bagian dalam paha. Canal obturator. Grynfeltt's hernia muncul melalui trigonum lumbal superior sedangkan Petit's hernia muncul melalui trigonum lumbal inferior. Kelemahan pada membrane obturator dan pelebaran dari canal dapat menyebabkan suatu kantung hernia. Hernia spigelian yang besar dapat salah diduga sebagai sarcoma dari dinding abdomen.Klien muncul dengan bukti kompresi pada nervus obturator. yang dianggap oleh banyak ahli bedah hal yang patologik.pendekatan obturator. Pendekatan Retropubic (preperitoneal) dilakukan oleh banyak ahli bedah ketika tidak ada keterlibatan atau obstruksi saluran cerna. penguatan dengan prosthetic mesh menjadi indikasi. Pendekatan melalui abdomen terbuka atau laparoscopic dianjurkan ketika ada dugaan gangguan saluran cerna. Operasi dari hernia obturator telah banyak dilakukan dengan banyak pendekatan. Hernia Lumbar (Dorsal) Hernia lumbalis atau dorsalis dapat terjadi didaerah lumbal melalui dinding posterior abdomen. yang panjangnya 2-3 cm dapat terisi bantalan lemak. Terjepitnya nervus cutaneus anterior T10 sampai T12 menyebabkan rasa tak nyaman yang menyerupai hernia spigelian. Akan tetapi jika defeknya besar atau jeringan didekatnya lemah. Ini digambarkan oleh John Howship pada tahun 1840 dan secara terpisah oleh Moritz Heinrich Romberg 1848. reduksi isi dan inversi kantung hernia adalah langkah awal dalam terapi operatif pada hernia obturator.

69 Hernia lumbalis generalisata. osteitis atau atropy testis terjadi kurang dari 1 persenpada klien yang menjalani herriorraphy. KOMPLIKASI Komplikasi setelah operasi herniorraphy biasanya ringan dan dapat sembuh sendiri. prostatectomy. Klien lain muncul dengan massa pada daerah gluteal atau infragluteal. Open Repair Laparoscopic Repair Berat Berat Hemorrhage Hemorrhage Texticuar atrophy Cedera usus Terpotongnya vas deferens Cedera kandung kemih Cedera usus Cedera pembuluh darah . yang menyebabkan rasa tidak nyaman pada saat berdiri. Sciatic Hernia Foramen siaticus mayor dapat menjadi lokasi dari suatu hernia. Komplikasi yang lebih serius seperti perdarahan. Hernia tipe ini sangat jarang dan sulit di diagnose dan asien mungkin tidak memiliki keluhan hingga timbul obstruksi saluran cerna.flap Myocutaneous atau mesh sering diperlukan untuk memperbaiki sutau hernia perineal. Hernia Perineal Hernia perineal yang bersifat congenital atau didapat sangat jarang terjadi. atau pengangkatan organ pelvis. tipe yang ketiga paling sering iatrogenic setelah insisi pinggang pada operasi ginjal. hematom dan infeksi luka adalah masalah yang paling sering terjadi. Bagaimanapun klien dengan hernia yang besar dan muncul dengan jaringan yang sangat lemah memerlukan penggunaan mesh atau free tissue flaps. Hernia ini bisa terjadi setelah reseksi abdominoperineal. Perbandingan komplikasi berat dan ringan dari teknik open dan laparoscopic herniorrhaphies. Nyeri pada nervus siatikus jarang disebabkan oleh penekanan hernia siatikus. Hernia lumbal biasanya besar dan menjadi progressif dan menjadi masalah dari segi penampilan. Hernia ini dapat diperbaiki dengan operasi transabdominal atau transgluteal. Pada hernia yang lebih besar dilakukan rekonstruksi. N. 8. Jahitan sederhana dapat dilakukan pada hernia yang kecil. 9.

Nyeri di daerah operasi b. muntah. Spasme otot d. Nyeri di darah benjolan c. Lemas c. Bayi menangis terus g. Nyeri bila benjolan tersentuh b. geisah c. Mual dan kembung 2. Pucat. Demam e. 70 Cedera kandung kemih besar Ringan Ringan Scrotel ecchyimosiss Retensi urin Infeksi luka Cedera saraf Retensi urin Infeksi luka Kekambuhan Obstruksi usus Hydrocele Terpotongnya saraf Terjepit saraf O. kembung d. PENGKAJIAN 1. Pusing d. Tidak nafsu makan f. Pada saat bayi menangis/mengejan dan batuk-batuk kuat timbul benjolan Sesudah operasi a. Mual. Dehidrasi . Data Objektif Sebelum operasi a. Data Subjektif Sebelum operasi a. Konstipasi e. Adanya benjlan diselangkangan/kemaluan b.

Serm elektrolit meningkat Data pemeriksaan diagnostik a. Selaput mukosa mulut kering d.000 / mm3 b. X-ray P. Puasa c. 71 f. Anak/bayi rewel 3.000-18. Data laboratorium Darah a. Terdengar bising usus pada benjolan Sesudah operasi a. Leukosit > 10. Terdapat luka pada selangkangan b. DIAGNOSA KEPERAWATAN Sebelum Operasi .

Kaji tingkat kecemasan klien anak dalam asuhan 2. Jelaskan prosedur persiapan berhunbungan keperawatan operasi seperti pengambilan dengan akan b. waktu puasa. Beri kesempatan pada anak untuk bertanya 5. Jelaskan prosedur persiapan berhubungan pendampingan operasi seperti pengambilan dengan akan perawatan darah. jam operasi dilakukan tenang 3. Klien dapat 3. lokasi. Beri posisi senyaman mungkin buat klien 5. Dengarkan keluhan anak pembedahan 4. Ajarkan teknik-teknik relaksasi = tarik nafas dalam 6. Ciptakan lingkungan yang tenang 2 Kecemasan a. 72 N Diagnosa Hasil yang Rencana tindakan: o keperawatan diharapkan: 1 Nyeri a. puasa. selangkangan beradaptasi cara menguranginya dengan nyerinya 4. Anak kooperatif 1. Jelaskan tentang keadaan klien setelah dioperasi 3 Kecemasan Orang tua kooperatif 1. Beri kesempatan orang tua untuk . Nyeri berkurang 1. jam operasi dilakukan 3. Jelaskan penyebab rasa sakit. Beri obat-obat analgetik sesuai pesanan dokter 7. Observasi tanda-tanda vital berhubungan sampai hilang 2. Jelaskan pada klien tentang apa yang akan dilakukan di kamar operasi dengan lebih dulu dilakukan pembiusan 6. Kaji tingkat kecemaan orang tua orang tua dalam 2. Ekspresi wajah darah. waktu. Observasi keluhan nyeri. Dengarkan keluhan orang tua tindakan 4. dengan adanya secara bertahap jenis dan intensitas nyeri benjalan pada b.

Catat dan informasikan ke dokter tentang muntahnya. 7. Hindarkan dari makan dan minum yang merangsang mual atau muntah 6. 73 pembedahan bertanya 5. Jelaskan tentang keadaan klien setelah dioperasi 4 Resiko tinggi Turgor kulit elastis 1. Timbang berat badan anak setiap dengan mual hari muntah 4. Observasi tanda-tanda vital tiap kekarangan 4 jam volume cairan 2. Letakkan anak pada tempat tidur operasi dengan teknik yang tepat sesuai dengan pembedahan yang dilakukan 4. Monitor dan catat cairan masuk dan keluar Sesudah Operasi N Diagnosa Hasil Yang Rencana Tindakan o Keperawatan Diharapkan 1 Nyeri Nyeri berkurang 1. Observasi tanda-tanda vital dan berhubungan secara bertahap keluhan klien dengan luka 3. Anjurkan untuk segera mungkin anak beraktivitas secara . Berikan posisi tidur yang menyenangkan dan aman 5. Kaji intensitas nyeri klien 2. Puasakan makan dan minum berhubungan 3. Jelaskan pada orang tua tentang apa yang akan dilakukan dikamar operasi dengan terlebih dahulu dilakukan pembiusan 6. Kalau perlu pasang infus dan NGT sesuai program dokter 5.

74 bertahap 6. Rawat luka operasi dengan operasi normal (36-37’C) teknik steril 6. Beri minum dan makan secara tidak ada berhubungan bertahap dengan muntah 4. Beri kompres hangat pada luka perdarahan 4. Lakukan tindakan keperawatan anak dengan hati-hati 8. Ajarkan teknik relaksasi 2 Resiko tinggi a. Observasi keadaan luka operasi integritas kulit kering. program medik dengan infeksi tidak ada 3. kering jam 2. Suhu dalam batas 5. Beri terapi antibiotik sesuai berhubungan tidak bengkak. Monitor tanda-tanda dehidrasi 5. Luka operasi 1. Turgor kulit elastis. Monitor pemberian infus volume cairan 3. Timbang berat badan tiap hari 7. Monitor dan catat cairan yang setelah masuk dan keluar pembedahan 6. Jaga kebersihan sekitar luka operasi 4. Libatkan keluarga untuk menjaga kebersihan luka operasi dan lingkungannya 6. Observasi tanda-tanda vital tiap kekurangan tidak kering 4 jam b. tidak ada dari tanda-tanda peradangan: berhubungan bengkak. Mual dan muntah 2. Kalau perlu ajarkan keluarga dalam perawatan luka operasi 4 Resiko tinggi a. Rawat luka dengan teknik steril operasi 3. Jaga kebersihan luka operasi . Monitor pemberian infus b. dan dengan luka perdarahan keluar cairan 2. bengkak. Beri makanan yang bergizi dan dukung klien untuk makan 5. Catat dan informasikan ke dokter tentang muntahnya 3 Kerusakan Luka operasi bersih. 1. Observasi tanda tanda vital tiap 4 hyprtermi bersih. Berikan terapi analgetik sesuai program medis 7. tidak ada demam. 1. merah.

Beri kesempatan keluarga untuk memelihara berhubungan bertanya kebersihan luka dengan kurang 4. Anjurkan untuk meneruskan pengobatan / minum bat secara teratur di rumah dan kontrol kembali ke dokter Q. 75 7. Diet c. Diskusikan tentang keinginan perawatan luka operasi b. Obat-obatan dan terapi d. balutan jangan basah perawatannya dan kotor 5. Aktivitas/perawatan diri 2. Metode a. Jelaskan tentang perawatan operasi dan informasi dirumah. Monitor dan catat cairan masuk dan keluar 5 Kurang a. Hasil yang ingin dicapai: Klien dan keluarga dapat menjelaskan dan mendokumentasikan a. Materi a. Diskusi 3. Orang tua 1. Kondisi dan Prosedur 1) Klien diberitahukan tentang perkembangan kondisinya saat itu sesuai dengan hasil wawancara dan pemeriksaan fisik. Orang tua dapat keluarga yang ingin diketahuinya operasi 3. Ajarkan kepada orang tua cara pengetahuan mengerti tentang merawat luka operasi dan tentang perawatan luka menjaga kebersihannya 2. . Ceramah b. PENYULUHAN 1. Kondisi dan prosedur b.

2) Menjaga keseimbangan tidur dan istirahat dengan melakukan aktivitas yang sesuai untuk mempercepat proses penyembuhan. 2) Mengajarkan cara merawat luka bila perlu serta menjaga teknik steril dalam merawat luka d. Melaporkan pada dokter bila terjadi tanda dan gejala infeksi luka . 3) Menganjurkan untuk melakukan perawatan dan aktivitas dirumah. infus sesuai program medik. Diet Makanan dan cairan 1) Beri makanan dan cairan dalam pembatasan sesuai program medik 2) Klien yang akan segera dilakukan operasi. teknik relaksasi atau pada operasi hindari aktivitas yang meregangkan abdomen. perawatan luka. Menghindari latihan yang berat untuk beberapa minggu . penempatan ruang isolasi. Kontrol kembali ke dokter . kegunaan efek samping obat dan keluhan-keluhan yang terjadi. Obat-obatan dan terapi 1) Menjelaskan nama dan cara pemberian. 76 2) Penjelasan prosedur tentang test laboratorium dan tindakan diagnostik serta pengobatan atau tindakan medik lain. Merawat luka secara bersih dan kering . Aktivitas/Perawatan Diri 1) Menjelaskan aktivitas yang perlu untuk mengurangi tekanan pada abdomen. b. misalnya infus. Untuk penyembuhan luka operasi perlu pemberian makanan yang adekuat. yaitu: . dipuasakan atau dijauhkan makanan/bau-bauan yang merangsang mual. Memantau cairan yang keluar dan masuk bila urin <30cc/jam. Kalau perlu pasang pipa lambung. muntah dan anoreksia. c.