Ringkasan

Potensi permintaan terhadap ikan lele terus mengalami peningkatan setiap
tahunnya. Salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan ikan lele
ialah dengan upaya adanya tindakan budidaya. Budidaya ikan lele meliputi
pembenihan, pembesaran, pemberian pakan, kontrol kualitas air, penanganan
penyakit, panen hingga pemasaran. Sehingga, dibutuhkan pelaksanaan praktek
kerja lapang mengenaii teknik pembenihan dan pembesaran ikan lele sangkuriang
Clarias gariepinus.
Pelaksanaan praktek kerja lapang dilaksanakan di Balai Layanan Usaha
Produksi Perikanan Budidaya, Desa Pusakajaya Utara, Dusun Cilebar, Kabupaten
Karawang, Jawa Barat. pada tanggal 23 Januari - 23 Februari. Kerja Lapang ini
adalah metode deskriptif dengan pengambilan data primer dan sekunder.
Pengambilan data dilakukan dengan cara partisipasi aktif, observasi, wawancara,
dan studi pustaka.
Praktek kerja lapang di bagi dalam 2 bagian yaitu pembenihan dan
pembesaran. Pembenihan menggunakan 3 kolam konstruksi beton berlapis terpal
HDPE dengan ukuran kolam 5x3x0,6 m3. Pemijahan menggunakan perbandingan
induk 1:1. Pada kolam I berat induk jantan yang digunakan yaitu 2,1 kg dan berat
induk betina 2,7 kg dengan jumlah fekunditas yang dihasilkan 48.000,HR
86,70%, dan larva yang menetas 41.616 ekor. Pada kolam II berat induk jantan
yang digunakan yaitu 2,4 kg dan berat induk betina 2,6 kg dengan jumlah
fekunditas yang dihasilkan 248.000, HR 82,30%, dan larva yang menetas 38,394
ekor. Pada kolam III berat induk jantan dan betinan yang digunakan yaitu masing-
masing 1,8 kg dengan jumlah fekunditas yang dihasilkan 19.908, HR 81% dan
larva yang menetas berjumlah 38.394 ekor. Rata-rata nilai fekunditas yaitu
105.302, HR 83,3 %, larva menetas 87.717 ekor.
Larva di beri pakan alami cacing sutra pada umur 3 hari sampai 9 hari
dengan berat pakan yang diberikan yaitu 200-300 gram sehari untuk 3 kolam.
Pada umur 10 hari diberi pakan pasta sebanyak 500 gram sehari untuk 3 kolam
dan pemberian pakan dilakukan pada pagi hari pukul 08.00 WIB dan sore hari
pukul 15.00 WIB. Total pakan cacing sutra yang diberikan yaitu 3,654 kg dengan
fcr 0,05. Total pakan pasta yang diberikan yaitu 2,4 kg dengan fcr 0,034.
Kelulushidupan larva 81,41 %. Vitamin C diberikan pada pakan pasta dengan
jumlah 5 gram/kg pakan yang dicampur dengan 250 cc air. Suhu pada kolam larva
yaitu antara 25,7-28,7oC, nilai DO antara 5-6 mg/l, salinitas 0 ppt dan nilai pH
antara 7,41-7,86.
Pada kolam pembesaran konstruksi yang digunakan yaitu konstruksi beton
dengan berlapis terpal HDPE. Ukuran kolam yang digunakan yaitu 5x3x0,6m 3
dengan ukuran terpal yang digunakan yaitu 10x6 m2. Benih yang digunakan
berukuran antara 8-9cm berumur 50 hari dengan berat rata-rata 5,5 gram per ekor.
Benih yang ditebar berjumlah 4710 ekor dengan berat biomass 30 kg dan padat
tebar 157 ekor/m2. Panjang rata-rata sampling pada minggu pertama yaitu 10,2 cm
dengan berat rata-rata 8,5 gram. Pada minggu kedua rata-rata panjang yaitu 10,72
cm dengan berat rata-rata 9,6 gram. Pada minggu ketiga rata-rata panjang yaitu
12,5 cm dengan berat rata-rata 14 gram. Pakan yang digunakan yaitu pakan pellet

suhu 28. Jumlah pakan yang diberikan yaitu 3% dari berat biomass dengan pemberian pakan 2 kali sehari pada pagi hari dan sore hari total pakan yang diberikan yaitu 27. dan nitrit 0. salinitas 0 ppt.52. Kelulushidupan 78. .81 %.6 kg. Rata-rata nilai kualitas air yaitu pH 7.79 mg/l.302 ppm. DO 3.jenis SPLA-12.03oC.

Saran 1. Sarana dan prasarana lebih ditingkatan agar proses operasional budidaya berjalan dengan baik . Melakukan budidaya cacing sutera sehingga dapat mengurangi biaya operasional. 2.5.2.