PEMILIHAN PERALATAN YANG

DIGUNAKAN KUBIKEL

KUBIKEL INCOMING (IMC)
1) Disconnector dan earthing switch (positive three rotating contact), DS dilengkapi dengan switch
pembumian untuk keamanan pada waktu perbaikan dan perawatan.
2) Kontak Bantu pada disconnector ( 2NO + 2 NC ), digunakan sebagai kotak Bantu untuk lampu
tanda.
3) Busbar tiga fasa (400 A), Busbar yang paling kecil adalah 400 A. sehingga dipilih busbar
dengan ratig 400 A.
4) Indicator tegangan. Digunakan untuk melihat tegangan masuk.
5) Heater, digunakan untuk pemanas dalam kubikel, untuk mencegah terjadinya kelembaban yang
terlalu tinggi sehingga mencegah terjadinya short sircuit yang diakibatkan oleh uap air dalam
panel kubikel.
6) Connection pads for dry cable.
7) Disconnector operating mechanism.
8) Trafo arus.
Trafo arus yang digunakan harus sesuai dengan jenis kubikel yang digunakan dalam rancangan
ini digunakan panel Incoming jenis IMC, sehingga dengan melihat data pada catalog Schneider
didapat data sebagai berikut:
 Type CT : ARM2/N2F.
 Panels type : IMC.
 Un CT (kV) : 24.
 Ith (kA) : 12,5
 Time : 1.
 Primary Current : 50 A.
 Secondary current : 5-5.
 Secondary type : measure-protection.
 1st Secondary : 7,5VA cl.0,5s<10.
 2nd : 10VA 5P10
9) Peralatan proteksi dan metering.
Untuk keandalan peralatan dan proteksi digunakan SEPAM + SERIES 20.

digunakan sebagai kotak Bantu untuk lampu tanda. 3) Busbar tiga fasa (400 A). DS dilengkapi dengan switch pembumian untuk keamanan pada waktu perbaikan dan perawatan.5VA cl. 4) Indicator tegangan.KUBIKEL OUTGOING (DM1-A) 1) Gas circuit breaker (SF-6 2) Kontak Bantu pada CB ( 2NO + 2 NC ).0.  Secondary type : measure-protection. untuk mencegah terjadinya kelembaban yang terlalu tinggi sehingga mencegah terjadinya short sircuit yang diakibatkan oleh uap air dalam panel kubikel. digunakan untuk pemanas dalam kubikel. 6) Connection pads for dry cable. Trafo arus yang digunakan harus sesuai dengan jenis kubikel yang digunakan dalam rancangan ini digunakan panel Incoming jenis DM1-A. 8) Disconnector operating mechanism CC.5s<10.  2nd : 10VA 5P10 10) Peralatan proteksi dan metering.5  Time : 1.  1st Secondary : 7.  Secondary current : 5-5.  Panels type : DM1-DM2. Digunakan untuk melihat tegangan masuk. 9) Trafo arus. sehingga dipilih busbar dengan ratig 400 A. 4) Disconnector dan earthing switch (positive three rotating contact). Busbar yang paling kecil adalah 400 A.  Primary Current : 25-50 A. sehingga dengan melihat data pada catalog Schneider didapat data sebagai berikut:  Type CT : ARM3/N2F. Untuk keandalan peralatan dan proteksi digunakan SEPAM + SERIES 20.  Un CT (kV) : 24.  Ith (kA) : 12. 5) Heater. . 7) CB operating mechanism RI.

 kWh meter double tariff + timer  kV meter + SSV. .  Panels type : CM. sehingga dengan melihat data pada catalog Schneider didapat data sebagai berikut:  Type VT : VR2Qn/S1. 4) Disconnector operating mechanism CS. 3) Busbar tiga fasa (400 A). 2) Kontak Bantu pada disconnector ( 2NO + 2 NC ).05. sehingga dipilih busbar dengan ratig 400 A.  Un (kV) : 24. Busbar yang paling kecil adalah 400 A.  2nd secondary : 10VA 5P10 6) Peralatan proteksi dan metering. digunakan sebagai kotak Bantu untuk lampu tanda. Trafo tegangan yang digunakan harus sesuai dengan jenis kubikel yang digunakan dalam rancangan ini digunakan panel Incoming jenis ICM 2.  Primary voltage (kV) : 20/V3  Secondary voltage (kV) : 20/V3  1st Secondary : 30 VA cl.KUBIKEL METERING (ICM 2) 1) Disconnector dan earthing switch (positive three rotating contact). 5) Trafo tegangan. DS dilengkapi dengan switch pembumian untuk keamanan pada waktu perbaikan dan perawatan.