Artikel Penelitian

Kehamilan yang Tidak Diinginkan dan Berat Badan
Lahir Bayi

Unintended Pregnancy and Birth Weight

Devinita Ayu Nurcahyani, Indang Trihandini

Departemen Biostatistika dan Ilmu Kependudukan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia

Abstrak mothers who have experienced desired pregnancy after adjustment by age
Berat badan lahir dianggap faktor penentu yang paling penting dari ke- of mother, age of pregnancy, antenatal care and the amount of iron tablets.
sehatan dan kelangsungan hidup anak. Penelitian ini bertujuan untuk mem- The probability derived giving birth to LBW babies in mothers during her in-
pelajari besar risiko kehamilan tidak diinginkan terhadap berat bayi tended pregnancy is 4.42% compared 3.52% among mothers with desired
berdasarkan persepsi ibu di Indonesia tahun 2010 beserta faktor-faktor pe- pregnancy with certain conditions, such as age group (20 _ 34 years), ade-
rancunya. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan meng- quate of pregnancy age, four times antenatal care frequency, and adequate
gunakan data sekunder dari Riset Kesehatan Dasar tahun 2010. Namun, of the amount of zinc tablets minimum in 90 days.
studi ini memiliki variabel dari hasil kehamilan sehingga memungkinkan Keywords: Low birth weight, unintended pregnancy, antenatal care
menggunakan desain penelitian kohort retrospektif. Berdasarkan hasil
analisis multivariat ditemukan bahwa ibu yang mengalami kehamilan tidak
diinginkan berisiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah Pendahuluan
(BBLR) yang didasarkan pada persepsi ibu sekitar 1,27 kali lebih besar dari- Berat badan lahir dianggap sebagai salah satu fak-
pada ibu yang mengalami kehamilan diinginkan setelah dikontrol oleh usia tor penentu yang paling penting dari kesehatan dan
ibu, usia kehamilan, frekuensi periksa kehamilan di pelayanan antenatal kelangsungan hidup anak dan dipandang sebagai
dan jumlah pil zat besi. Pada model probabilitas, risiko ibu dalam indikator yang baik pada kesehatan saat lahir dan
melahirkan BBLR pada kelompok kehamilan tidak diinginkan (4,42%), sepanjang hidup anak. Banyak bayi di negara-negara
kelompok kehamilan diinginkan (3,52%) dengan kondisi usia ibu yang tidak berkembang tidak ditimbang saat lahir sehingga tidak
berisiko (20 _ 34 tahun), usia kehamilan cukup bulan, frekuensi pelayanan ada catatan mengenai berat badan lahir. Hal ini men-
antenatal adekuat minimal 4 kali dan pil zat besi minimal 90 hari. jadi penghambat ketika penelitian tentang determinan
Kata kunci: Berat badan lahir rendah (BBLR), kehamilan tidak diinginkan, penyakit pada bayi/anak dilakukan.1,2 Terdapat kore-
pelayanan antenatal lasi yang erat antara berat lahir dengan persepsi ibu
tentang ukuran bayi terutama pada persepsi ibu ten-
Abstract tang bayi dengan berat rata-rata sesuai dengan berat
Birth weight is considered to be one of the most important determinants of lahir asli. Hasil penelitian tersebut menunjukkan
health and child survival. Therefore, this study aimed to study to explore the bahwa persepsi ibu berkaitan erat dengan berat lahir
risk of unintended pregnancy on infant weight based on the perception of dapat dijadikan proksi yang baik dalam mewakili
the mother in Indonesia in 2010 along with the risk of the counfonders. This berat lahir pada penelitian survei berskala besar,
study is analytical research and used data from Indonesia Basic Health meskipun ada pengaruh sosial pada persepsi respon-
Survey. This study had a variable pregnancy outcomes, therefore a retro- den yang harus dikendalikan.
spective cohort study design was performed in this study. Based on the
multivariable analysis was found the risk ratio gave low birth weight on Alamat Korespondensi: Indang Trihandini, Departemen Biostatistika dan Ilmu
mothers who experiences unintended pregnancy 1,27 times compared Kependudukan Fakultas Kesehatan Masyarakat Gd. A Lt. 2, Kampus Baru UI
Depok 16424, Hp. 08121035617, e-mail: dini05@ui.ac.id

354

8%). Proporsi usia Pada penelitian ini menggunakan desain studi ibu yang hamil yang berisiko cukup tinggi (24. Hubungan Kehamilan yang Tidak Diinginkan dan Berat Badan Lahir Bayi Kehamilan tidak direncanakan dapat berpotensi kawin usia 10 _ 59 tahun yang memiliki bayi lahir hidup buruk terhadap kesehatan. jarak antara 2 kelahiran.3% dan 22. status pemeriksaan pelayanan lahir rendah dan meninggal sebelum mencapai ulang antenatal. sedangkan kehamilan unintended adalah menginginkan atau sudah tidak menginginkan hamil. anak. Perilaku ibu selama kehamilan tersebut Hasil penelitian menunjukan proporsi ibu yang yang dapat memengaruhi bayi lahir BBLR dan pre. mengalami kehamilan tidak diinginkan sebanyak matur. status sosial ekonomi. Populasi adalah seluruh wanita pernah kawin usia pengaruhi oleh faktor perilaku ibu hamil seperti tidak 10 _ 59 tahun selama kurun waktu 5 tahun antara 1 memeriksakan kehamilan.3%. Populasi kunjungan ke pelayanan antenatal kurang dari 4 kali dalam penelitian ini adalah seluruh wanita pernah (34.507 responden dan kehamilan yang berdampak pada bayi lahir hidup. tidak direncanakan yang merupakan gabungan dari diukur dari ukuran sangat kecil sampai sangat besar. kohort retrospektif dengan ciri utama adalah dimulai ibu berpendidikan rendah (64. Jumlah pil zat besi yang diminum ibu selama 355 . hamil. Variabel perancu meliputi usia ibu.5%. kandungan ketika pertama kali ibu memeriksakan ke- variat. den dan kelompok kehamilan diinginkan 13. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh 8. bayi lahir hidup.851 responden dengan komposisi masing-masing anak. kebiasaan merokok. Nurcahyani & Trihandini. ibu yang benar-benar tidak menginginkan kehamilan. tua memberikan kerangka skema yang menguraikan data pada kuesioner yang lengkap.7%). kelompok kehamilan tidak diinginkan 1. frekuensi periksa kehamilan. kehidupan sosial dan di Indonesia selama kurun waktu 5 tahun antara 1 psikologis ibu dan bayi. Ibu yang data sekunder Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) melahirkan prematur (3.6-8 riode pelaksanaan Riskesdas 2010).238 respon- dorong ibu mengalami kehamilan tidak diinginkan. Ibu yang memeriksakan tahun 2010. Menurut pendapatan responden. bayi yang lain sekitar 6.5%). Kehamilan yang tidak diinginkan dapat memengaruhi perilaku ibu selama kehamilan dan upaya mengakhiri Hasil kehamilan. Kriteria eksklusi faktor pendahulu yang dapat memengaruhi status ke.613. Terdapat 17. nya terjadi saat ini ataupun di masa yang akan datang. Kehamilan mis. riode pelaksanaan Riskesdas 2010). bivariat dengan uji kai kudrat.7%).2%) dan ibu paling dari status keterpajanan subjek dan perbandingan in.4%). Frekuensi ngan regresi logistik dan model probabilitas. yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi adalah perilaku ibu post partum serta kesehatan bayi dan 14. dengan jarak kelahiran kurang dari 24 bulan (43. pendidikan ibu. usia kandungan saat pertama kali periksa tahun pertama. instrumen rumah tangga dan instrumen kehamilan pada bukan tenaga kesehatan (16. BBLR sangat dan tidak ditimbang sewaktu lahir dan terpilih men- peka terhadap berbagai macam komplikasi langsung jadi sampel dalam pelaksanaan Riskesdas 2010. dan masalah jangka panjang yang pada umumnya Variabel dependen yang diamati adalah berat bayi memiliki tingkat mortalitas yang tinggi. Sampel dalam Secara teoritis mengenai efek kehamilan yang tidak penelitian ini adalah wanita yang memenuhi kriteria diinginkan terhadap kesehatan bayi. Penelitian ini menggunakan analisis uni. miskin atau kuintil 1 dan 2 (25. pajan.3-5 Kehamilan lahir rendah. Prevalensi BBLR berdasarkan persepsi ibu ten- kehamilan yang tidak diinginkan terhadap BBLR yang tang ukuran bayi ketika lahir dibandingkan ukuran didasarkan pada persepsi ibu di Indonesia tahun 2010.9 Terdapat faktor pendahulu yang dapat men. yaitu bayi kembar. Ibu siden penyakit pada kelompok terpajan dan tidak ter. multivariat de. yaitu kehamilan terakhir yang di- terjadi saat nanti/menginginkan kehamilan tersebut alami oleh seorang perempuan yang sebenarnya belum kemudian. kehamilan mistimed dan unintended. Ibu yang tidak siap dan tidak Januari 2005 sampai pertengahan Agustus 2010 (pe- lapang menerima kehamilan tidak hanya meningkat.5%). dan orang inklusi meliputi kehamilan terakhir. dan Januari 2005 sampai pertengahan Agustus 2010 (pe- mengonsumsi alkohol selama kehamilan. Variabel independen utama adalah kehamilan yang timed adalah ibu yang menginginkan kehamilannya tidak diinginkan. usia individu. ibu kehamilan mistimed (meng- hamilan yang dapat mendorong perilaku ibu selama inginkan kemudian). Sampel dalam kan angka kesakitan dan kematian ibu tetapi juga akan penelitian ini adalah wanita pernah kawin usia 10 _ 59 menghasilkan janin maupun bayi yang berisiko tinggi tahun yang memiliki bayi lahir hidup yang ditimbang yaitu berat badan lahir rendah (BBLR). Kehamilan tidak diinginkan ber. kontribusi terhadap berat bayi lahir rendah yang di.8%). jumlah pil zat besi.6%). Distribusi pada setiap faktor perancu sehubungan dengan kehamilan tidak Metode diinginkan dengan BBLR di Indonesia.8 Sumber data yang digunakan adalah sumber Ibu dengan anak lebih dari empat (16. jumlah Kondisi ini berisiko lebih tinggi melahirkan berat bayi anak. ukuran yang tidak diinginkan didefinisikan sebagai kehamilan bayi ketika lahir dibandingkan dengan bayi umumnya. usia kehamilan. hamilan lebih dari trimester 1 (23.

6 80. kesehatan masyarakat yang krusial karena merugikan Variabel-variabel kandidat yang memenuhi kriteria pada aspek kesehatan. terdapat pro- Status ekonomi 0. 95% CI diinginkan adalah karena pasangan yang tidak meng. jarak kelahiran. yang tidak aman. pada gunakan gagal. 8.013 _ 1. pendidikan formal.000 gunakan adalah suntik ada sebanyak 32. Nilai tersebut didapatkan setelah mengendalikan tik bermakna (nilai p = 0.1%. usia ibu.8 3.1 Pemeriksa kehamilan Non tenaga kesehatan 16.000 Pendidikan ibu 0.423 Usia kehamilan 0. 7.5 15.162 keluarga berencana (KB) terdapat sebanyak 55. Pada penelitian ini.7 – 35.1 Perempuan yang mengalami kehamil.3%.7 – 17.7 – 24.2%.7.71) dan pada kehamilan mistimed tidak gunakan kontrasepsi atau metode kontrasepsi yang di.7 42.9 Berdasarkan Riskesdas 2010. mengalami kehamilan tidak diinginkan dan me- Risiko mendapatkan BBLR pada kehamilan tidak di. usia kandungan saat pertama kali pe. RR = 1. anak. memiliki hubungan dengan BBLR. pendidikan ibu. menginginkan kehamilannya melahirkan bayi BBLR ngan kehamilan yang diinginkan (IK 95% OR= 1.07 – adalah sekitar 6.6 Frekuensi pelayanan antenatal Kurang dari 4 kali 34. Ibu yang menilai ukuran bayinya an menemukan bahwa sedikitnya 8 juta kasus per.8% dan ibu yang inginkan adalah 1.31 kali lebih besar daripada ibu de. hasil regresi logistik. sosial.006 makaian.008 need sebanyak 14%. unmeet Pemeriksa kehamilan 0. Proporsi ibu yang 2). Pembahasan Penelitian menggunakan ukuran bayi sebagai Salah satu penyebab kehamilan tidak diinginkan proksi berat lahir pada bayi yang tidak memiliki (miss- menurut adalah kegagalan kontrasepsi. tidak hanya terbatas pada kesehatan ibu dan diinginkan. lahirkan bayi BBLR adalah sekitar 8. sar untuk melahirkan BBLR berdasarkan persepsi ibu dibandingkan ibu yang menginginkan kehamilannya.000 dan lainnya 5.2 Usia kelahiran Prematur 3.Kesmas.2 63.06 – 1. Jumlah anak 0.8 – 17.9 Jumlah pil zat besi Kurang dari 90 hari 81. Maret 2013 Tabel 1.4 23.3 Kuintil 2 22.11 meriksaan kehamilan di pelayanan antenatal. sangat kecil diberi kode BBLR.8 – 25.000 hingga kegagalan yang terjadi merupakan kegagalan pe- Usia ibu 0. Perbedaan tersebut secara statis- 1.3% Usia kandungan pemeriksaan pertama 0. Jenis KB yang paling banyak di- Frekuensi pelayanan antenatal 0. No.4%. frekuensi periksa hamil.000. = 1. sedangkan penyebab kehamilan tidak hubungan yang signifikan BBLR (OR = 1.10 Kehamilan tidak diinginkan saat ini menimbulkan isu hamil minimal 90 hari (18.9 – 44. Distribusi Masing-masing Faktor Perancu Berdasarkan Persepsi Ibu Variabel Kategori Proporsi (%) IK 95% Usia ibu Usia berisiko 24. proporsi ibu yang menganggap si pelayanan antenatal dan jumlah pil zat besi (Tabel bayinya BBLR adalah sekitar 6.000 belum/ingin punya anak sebanyak 15. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol.7 Sedangkan.5 21.4%) (Tabel 1).9 – 23. pemeriksa kehamilan di pelayanan lebih tinggi melahirkan BBLR dan mendorong aborsi antenatal.5 Usia kandungan pemeriksaan pertama > Trimester 1 23.10 Kehamilan yang tidak direncanakan berisiko usia kehamilan.5 – 4.8%. jumlah pil zat besi kehamilan tidak diinginkan berisiko 1. ditemukan hubungan yang sig- 356 . Hasil penelitian ter- tahunnya terjadi akibat kegagalan metode kontrasepsi sebut adalah kehamilan tidak diinginkan memiliki yang digunakan.03 kali lebih be- (Tabel 3).1 – 65.34. tidak perlu lagi sebanyak 9.000 Jumlah pil zat besi 0.4 Jumlah anak ≥ 4 anak 16.4%. 95% RR = 1.6 15.2 Status ekonomi Kuintil 1 25.61). usia ke. sedang- kan yang tidak memakai KB ada sebanyak 44.7 22.3 24.4 – 26.8 33.029 dan IK variabel perancu usia ibu. frekuen.046) Ibu yang mengalami hamilan. ing) data berat lahir.1 Pendidikan ibu Rendah 64.2 Jarak kelahiran < 24 bulan 43.3%.7 – 82. Ringkasan Hasil Bivariat an tidak diinginkan karena pemakaian kontrasepsi Variabel Nilai p yang gagal. Hasil peneliti.6 Tabel 2. dan ekonomi secara lu- kandidat model multivariat meliputi kehamilan tidak as. sebagian besar adalah yang menggunakan kontrasepsi jangka pendek seperti suntik dan pil se- Kehamilan tidak diinginkan 0.697 porsi wanita usia 10 _ 49 tahun yang menggunakan Jarak kelahiran 0.

masalah visual.069 1. wanita yang Bayi dari kehamilan tidak diinginkan lebih banyak lebih muda dan lebih tua mempunyai risiko yang lebih yang lahir BBLR karena ibu tidak cukup mengonsumsi besar.65 – 13.29 – 1. teria kuantitas (minimal 4 kali selama kehamilan) nal.762 0.188 0.20). kebiasaan merokok.224 1. pemberian vaksinasi tetanus toksoid dan pem- inginkan adalah 4. risiko ibu dengan kehamilan tidak diinginkan sebesar dapat mendeteksi dan mencegah ibu melahirkan bayi 1. dan pe- Dengan mencegah kehamilan tidak diinginkan dapat meriksaan tekanan darah. risiko ibu dalam melahirkan bayi Proporsi ibu yang melahirkan bayi kurang bulan lebih BBLR pada kelompok kehamilan tidak diinginkan banyak yang mengalami bayi BBLR adalah sekitar 38. usia ke.271 0.46 Intercept 0. karena dengan mengurangi tersebut sangat bermanfaat bagi kualitas bayi yang angka BBLR dapat berdampak secara substansial ter. Berat bayi lahir ditentu- Salah satu faktor yang berhubungan bermakna kan oleh usia kehamilan dan keadaan kesehatan selama dengan berat badan lahir adalah kehamilan pada usia hamil.44 9.521 1.19. Usia ibu menentukan BBLR yang juga dipengaruhi oleh perilaku ibu saat efisiensi reproduksi. dan ibu yang melahirkan bayi cukup bulan yang meng- inginkan kehamilan.26 kali melahirkan bayi BBLR dibandingkan ibu BBLR. Jadi.56 – 1. serta depresi yang pelayanan seperti vaksinasi tetanus toksoid.05 – 1. jamin kehamilan dan kelahiran yang lebih aman serta Wanita dengan kehamilan tidak diinginkan lebih mengurangi risiko BBLR.39 Pendidikan -0. saat hamil antara 20 _ 29 tahun.008 1.071 0.1%.125 0.20 Dengan kata lain. melahirkan bayi BBLR jika memenuhi jumlah frekuen- hamilan cukup bulan.207 1. ke.12-14 tetapi juga kualitas (disertai beberapa pemeriksaan ke- Probabilitas ibu yang melahirkan bayi BBLR pada hamilan seperti pengukuran berat badan.104 0.17 Pelayanan kesehatan mengurangi angka BBLR. seperti tidak memeriksakan kehamilan. penjelasan juga dapat menimbulkan risiko kesehatan berat bayi.437 0. perilaku dan akademis). dalam pemeriksaan kehamilan. pengukuran kelompok ibu yang mengalami kehamilan tidak di. kecacatan mental.19. Ibu yang terlalu muda belum hamil. Ibu yang berusia kurang dari 20 tahun berisiko bayi yang dilahirkan maka makin tinggi morbiditas dan 357 .22 – kematian ibu dan bayi terendah adalah pada usia ibu 2.2% lebih tinggi dibandingkan kelompok yang meng. memelihara kesehatan janin dan kesehatan diri karena sehatan.79 Jumlah pil zat besi -0.133 0.009 1.087 0. Maka kehamilan dan dimulai sejak usia kehamilan muda.17 sedikit untuk termotivasi dalam mencari informasi Kunjungan pelayanan antenatal sangat ber- mengenai kesehatan kehamilan.64.311 1. tensi.61 Umur ibu -0.090 0. memiliki kematangan fisiologis untuk menanggung biasaan merokok dan mengonsumsi minuman ber. pelayanan antenatal tidak hanya harus memenuhi kri- bral palsy.29 Umur kehamilan -2. yang memadai. Penelitian hamilan penting karena dengan pemeriksaan kehamil- sebelumnya. stres.000 1.18 Dengan meningkatkan pemeriksaan melahirkan bayi BBLR pada kelompok ibu yang kehamilan secara berkala minimal 4 kali selama kurun mengalami kehamilan diinginkan adalah 3.16 Kehamilan pada usia 20 _ 34 tahun akan men- makanan yang bergizi dan berat ibu saat hamil kurang.99 – 1.082 0. Kunjungan hadap kematian bayi dan kesakitan bayi (seperti cere.07 – 1.154 0.000 11.03 nifikan antara kehamilan tidak diinginkan dengan lebih tinggi melahirkan BBLR. menemukan ibu dengan kehamilan tidak an. tanda-tanda komplikasi.15 Angka kesakitan dan alkohol saat hamil (OR = 1. tidak cukup nutrisi. Hasil Analisis Multivariat Variabel E SE Nilai p OR 95% CI Kehamiln tidak diinginkan -0. 20 Makin rendah masa gestasi dan makin kecil remaja. Nurcahyani & Trihandini. Hubungan Kehamilan yang Tidak Diinginkan dan Berat Badan Lahir Bayi Tabel 3. emosio.069 0. dapat pengaruh terhadap berat badan lahir.271 0. tambahan beban saat hamil. Oleh sebab itu. Pada ibu yang mengalami kehamilan tidak di- dengan bukan kehamilan tidak diinginkan dengan inginkan akan memiliki risiko yang rendah untuk asumsi usia ibu tidak berisiko (20 _ 34 tahun). ibu hamil akan meningkatkan kewaspadaan dalam diinginkan lebih sedikit memanfaatkan pelayanan ke.025 1. ibu hamil mendapat konsumsi alkohol saat hamil.02 – 1.000 0. menerima pil besi.419 0.42% dan probabilitas ibu yang berian pil besi).52%. kunjungan pe- mendorong perilaku yang tidak sehat karena mereka layanan antenatal atau kunjungan pemeriksaan ke- tidak peduli pada risiko yang akan terjadi. frekuensi pelayanan antenatal si pemeriksaan antenatal dengan kualitas pelayanan minimal 4 kali dan pil zat besi minimal 90 hari. alami bayi BBLR sekitar 5.202 0. IK 95% = 1. akan dilahirkan juga bagi kesehatan ibu.67 Frekuensi periksa hamil (ANC) -0.

Maret 2013 mortalitasnya. dan suplemen nutrisi ibu se- dengan kehamilan tidak diinginkan yang melahirkan bayi lama kehamilan juga diberikan. The consequences of unin- anak sekolah agar dapat dimasukkan kedalam kurikulum tended childbearing [manuscript on the Internet].nih. 6.gov/pmc/articles/PMC2491072/. ANC terpenuhi minimal 4 kali dan pil zat besi minimal 9. Cabral inginkan berisiko BBLR lebih besar daripada ibu yang R. Determinants of low birth weight: methodological assess- sekitar 4. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan hamilan cukup bulan. bandingkan kelompok kehamilan diinginkan dengan 10. Economic crises. obat-obatan dan konseling ibu. pemantauan penyakit ibu pada kehamilan dan partus sehingga ibu kesehatan yang lebih lama. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Available from: www. The effect of pregnancy inten- tion on child development. alcampaign. usia kehamilan cukup bulan.pdf. Pada model multivariat akhir di. Santelli J. New York: UNICEF Publ. 30(5). cakupan imunisasi lengkap. Differences be- 358 . (Riskesdas) 2010. 8. usia kehamilan. Holcombe E. 1998. Manlove J. Unintended pregnancy and low birth weight in Ecuador. Risiko ibu dalam melahirkan bayi BBLR pada hamilan tidak diinginkan di Indonesia (Analisis Data SDKI 2002-2003) kelompok kehamilan tidak diinginkan 1. dapatkan ibu yang mengalami kehamilan tidak di. pil zat besi minimal 90 hari.18 inginkan.17 Setiap ibu hamil diharapkan meminum pa. 2003.26 kali di. Joyce T. 86(6): 374-7. hadap berat badan lahir. Cruces G. Darroch JE. Rochat R. The contribution of low birth weight to infant ling sedikit 90 tablet selama hamil. Sebagai penyedia program keluarga beren. selama kehamilan berhubungan dengan BBLR dan ke. infeksi. melahirkan bayi BBLR pada kelompok ibu yang meng. Bull World Health Organ [serial on the keluarga telah mendistribusikan tablet zat besi. gan. pelayanan antenatal cukup bulan biasanya tidak mempunyai komplikasi sesuai dengan protokol kesehatan ibu dan anak meliputi khusus. dari 90 hari cenderung untuk melahirkan bayi BBLR adalah sekitar 6. jumlah anak yang di- risiko BBLR.9%. jarak kehamilan. posyandu. 2011. Selain itu. 20 _ 34 tahun. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia diharap. 223-30.html. 3. Landry DJ. Hubungan antara kegagalan KB terhadap kejadian ke- 90 hari.ncbi. frekuensi American Journal of Public Health. Rochat R. CEDLAS. 7.nlm. 7. 3rd ed. Logan C. Curtis K. dukun- bayi bahkan ketika masa remaja dapat mengalami pen. pada nilai the determinants of a mother’s perception of a baby’s size at birth. frekuensi pemeriksaan ke. dan berhenti mempunyai anak Proporsi ibu yang mengonsumsi pil zat besi kurang lagi.org/resources/pdf/consequences. Korenman Sanders. Washington: Child cana.8 4. Kramer MS.6 Sedangkan. 1987. 121: 1-28. et al.thenation- Nasional memberikan pelayanan KB yang dapat di. Bayi yang lahir prematur lebih banyak dan cara ber-KB yang berkontribusi menurunkan pro- yang mengalami berat badan lahir rendah. Ryan S. dan perawatan bagi wanita yang mengalami ke- capaian pendidikan yang rendah. Riset Kesehatan Dasar asumsi usia ibu tidak berisiko (20 _ 34 tahun). Gilbert C.The National pendidikan. 2010. United Nations International Children’s Emergency Fund. Family Planning Perspective. 2009. Santelli J. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Trends Inc: 2007 [cited 2012 Aug 5]. ditujukan Internet]. Available from: www. 65(5): 663-737 [cited 2008 May 3]. mengalami kehamilan yang diinginkan setelah dikontrol Perspect Sex Rep Health [serial on the Internet]. Channon AA. Available from: pada semua ibu hamil yang mengunjungi puskesmas dan http://www. Melalui program usaha perbaikan gizi ment and meta-analysis. Kesimpulan 5. Herold J. jangkau masyarakat luas dengan memberikan informasi 13. 35(2): 94-101 oleh usia ibu. Ibu hamil dan suami pada usia kehamilan cukup bulan dapat mengurangi merencanakan mempunyai anak. Saran 37(1): 83-94 [cited 2011 Feb 11] . 91(5): 808-10.6% dan ibu yang mengonsumsi pil zat Daftar Pustaka besi minimal 90 hari cenderung melahirkan bayi BBLR 1. low birth weight and enrollment rates: evidence from Indonesia masih tinggi. Kost K. Hartfield-Timajchy K. 2000. frekuensi ANC minimal 4 kali dan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. [cited 2010 Feb 15]. The measurement and meaning of unintended pregnancy. Argentina’s downturns. kelompok ibu dengan kehamilan diinginkan masing. East African Medical Journal. Probabilitas ibu yang org/pubs/journals/3509403. Were FN. Eggleston. Journal of Biosocial Science. 11. Dalam sejumlah penelitian. Can mothers judge the size of their newborn? assessing lahiran prematur. V. kan memberikan pelayanan kesehatan reproduksi pada 12. hamilan dan jumlah pil zat besi. Available from: http://www. 2. gov/pubmed/10748991. The effect of pregnancy planning status alami kehamilan tidak diinginkan lebih besar daripada on birth outcomes and infant care. hal ini dapat porsi bayi BBLR. Gluzmann P. 2011.nih. Para tenaga kesehatan tidak hanya menyebabkan gangguan fisik dan kognitif ketika masih memberikan konseling tetapi juga pendekatan. Campaign to prevent teen and unplanned pregnancy. 2001. kecuali akibat tindakan.guttmacher. Muzdalifah E. maksimal hemoglobin ibu semua akan terkendali ter. No. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. maternal and Angka kejadian kehamilan tidak diinginkan di infant mortality. Lopez-Calva LF. Nilai hemoglobin ibu mortality. Depok: Universitas Indonesia.Kesmas. [tesis]. Bwibo NO. usia ke. Kaestner R.ncbi. Facts for life. 2004. Gilbert BC.nlm. Demography [serial on the Internet}. 2008.D’Angelo. masing kelompok dengan asumsi ibu pada kelompok usia 8. 43(5): 555-73. pada bayi hamilan tidak diinginkan.

Jurnal 15. Jakarta: Departemen Kesehatan 14. Juarez F. 18. Obstetrics and gynecology. 2008. Kesehatan Kartika. live births. Budiman. Singh S. dengan berat badan bayi lahir di Puskesmas Garuda Tahun 2010. Cabigon J. Nurcahyani & Trihandini. untuk mahasiswa kebidanan. 2008. Manuaba IB. 2012. Hubungan jumlah anak dengan kehamilan tidak diinginkan. Guttmacher Institute: New York. Pernoll ML. Nadeau J. Depok: Universitas Indonesia. Gina H. Faktor ibu yang berhubungan sequences. 2010. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Dhanti Y. Jakarta: EGC. Manuaba IBGF. Perspectives on Sexual and Reproductive Health. Prawirohardjo S. Riyanto A. New York: Mc 20. Buku acuan modul mana- 36(5): 192-7. 2000. 2006. Buku ajar patologi obstetri 2007) [skripsi]. Manuaba IA. Hubungan Kehamilan yang Tidak Diinginkan dan Berat Badan Lahir Bayi tween mistimed and unwanted pregnancies among women who have Graw Hill. 1: 1-12. Benson RC. Ball H. 16. 2008. Hussain R. Ilmu kebidanan. 17. Unintended Republik Indonesia. Juhaeriah J. 2004. jemen berat badan lahir rendah. 359 . pada wanita pernah kawin usia 15-49 tahun di I (Analisis Data SDKI 19. pregnancy and induced abortion in the Philippines: causes and con. Jakarta: PT Biru Pustaka.