DISUSUN OLEH

:
KELOMPOK 2
ANGGOTA : 1. Nur Hotimah
2. Popi Rizki
3. Rio Pangestu
4. Septa Latief Nugraha
5. Siti Khadijah
6. Tandry Angka
7. Uccy Nopitriana Sari
8. Yuyun
TINGKAT : II B 2
DOSEN PEMBIMBING : Indra Febriani, S.Pd, M.Kes

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN PALEMBANG
JURUSAN KEPERAWATAN
2011/2012

13 Oktober 2012 KEPERAWATAN PROFESSIONAL 1

Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada para pembaca. Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Kritik dan saran dari pembaca sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya. untuk itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini. Palembang. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. 13 Oktober 2012 Penulis 13 Oktober 2012 KEPERAWATAN PROFESSIONAL 2 . KATA PENGANTAR Puji dan Syukur Penulis Panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini yang berjudul " Pendidikan Keperawatan " tepat pada waktunya.

3 Pendidikan Keperawatan Sebagai Pendidikan Profesi .……… 7 Perkembangan Keperawatan Setelah Kemerdekaan ………….1 Sistem Pendidikan Keperawatan …………………………………..…… 7-9 Perkembangan Keperawatan Sebelum Kemerdekaan ………… 7 Perkembangan Keperawatan pada Masa Kemerdekaan .....1 Kesimpulan ……………………………………………………….2 Tujuan Penulisan ………………………………………………….…………… 9-12 2. 4 1...….. 3 BAB 1 PENDAHULUAN 1.2 Saran ……………………………………………………………… 15 DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………… 16 13 Oktober 2012 KEPERAWATAN PROFESSIONAL 3 .………….2 Sejarah Pendidikan Keperawatan . 4 BAB 2 PEMBAHASAN 2. 7-9 2. 4 1... DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar ………………………………………………………… 2 Daftar Isi ……………………………………………………………….. 15 3.3 Manfaat Penulisan ……………………………………………….…..4 Rumusan Masalah …………………………………………….4 Pola Pengembangan Pendidikan Keperawatan di Indonesia ……… 13-14 BAB 3 PENUTUP 3. 5-6 2... 4 1.………….1 Latar Belakang …………………………………………………….

1 Latar Belakang Pendidikan keperawatan di Indonesia mengacu kepada UU No.4 Manfaat Penulisan Adapun manfaat penulisan makalah ini adalah sebagai berikut : 1. dan semua standar tersebut mengacu pada Peraturan Presiden Nomor. bersama dukungan dari Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas). AIPNI dan dukungan serta bekerjasama dengan Kemendiknas melalui project Health Profession Educational Quality (HPEQ). Untuk memberikan informasi tentang Pendidikan Keperawatan di Indonesia 1. Naskah Akademik Pendidikan Keperawatan Indonesia.20 Tahun 2003 tersebut Organisasi Profesi yaitu Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dan Asosiasi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI).8 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan saat ini sudah diselesaikan menjadi dokumen negara yang berkaitan dengan arah dan kebijakan tentang pendidikan keperawatan Indonesia. Memahami Pendidikan Keperawatan di Indonesia 1.2 Rumusan Masalah Adapun rumusan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Sesuai dengan amanah UU Sisdiknas No. Mengetahui gambaran umum mengenai Pendidikan Keperawatan 2. standar borang akreditasi pendidikan ners Indonesia. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. BAB 1 PENDAHULUAN 1. memperbaharui dan menyusun kembali Standar Kompetensi Perawat Indonesia. Sejak 2008 PPNI. telah menyusun dan memperbaharui kelengkapan sebagai suatu profesi. Dapat menjadi pedoman mahasiswa dalam mengetahui Pendidikan Keperawatan 2. 1. Dapat memberikan informasi mengenai Pendidikan Keperawatan di Indonesia 13 Oktober 2012 KEPERAWATAN PROFESSIONAL 4 . Mampu menjelaskan Pendidikan Keperawatan 3.3 Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Untuk memenuhi syarat mata kuliah Keperawatan Professional dalam pembuatan makalah mengenai Pendidikan Keperawatan 2. Standar Pendidikan Ners.

Jenis pendidikan keperawatan di Indonesia mencakup: 1. Pendidikan Vokasional. 13 Oktober 2012 KEPERAWATAN PROFESSIONAL 5 . tetapi sejak tahun 1983 saat deklarasi dan kongres Nasional pendidikan keperawatan indonesia yang dikawal oleh PPNI dan diikuti oleh seluruh komponen keperawatan indonesia. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sejak 2008 PPNI. bersama dukungan dari Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas). Sesuai dengan amanah UU Sisdiknas No. 2. BAB 2 PEMBAHASAN 2. yaitu pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus.8 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan saat ini sudah diselesaikan menjadi dokumen negara yang berkaitan dengan arah dan kebijakan tentang pendidikan keperawatan Indonesia. Standar-standar yang dimaksud diatas juga mengacu pada perkembangan keilmuan keperawatan. jenjang. sarjana. AIPNI dan dukungan serta bekerjasama dengan Kemendiknas melalui project Health Profession Educational Quality (HPEQ). Pendidikan Akademik. sepakat bahwa pendidikan keperawatan Indonesia adalah pendidikan profesi dan oleh karena itu harus berada pada pendidikan jenjang Tinggi dan sejak itu pulalah mulai dikaji dan dirangcang suatu bentuk pendidikan keperawatan Indonesia yang pertama yaitu di Universitas Indonesia yang program pertamanya dibuka tahun 1985. memperbaharui dan menyusun kembali Standar Kompetensi Perawat Indonesia. Gelar akademik dan Level KKNI. perkembangan dunia kerja yang selalu berubah. 4.1 Sistem Pendidikan Keperawatan Pendidikan keperawatan di Indonesia mengacu kepada UU No. spesialis dan doktor. dibawah ini sekilas saya sampaikan beberapa hal yang tertulis dalam dokumen Naskah Akademik Pendidikan Keperawatan. dan semua standar tersebut mengacu pada Peraturan Presiden Nomor. Sedangkan jenjang pendidikan keperawatan mencakup program pendidikan diploma. Perkembangan pendidikan keperawatan sungguh sangat panjang dengan berbagai dinamika perkembangan pendidikan di Indonesia. magister. yang berkaitan dengan Jenis. Standar Pendidikan Ners. yaitu pendidikan tinggi program sarjana dan pasca sarjana yang diarahkan terutama pada penguasaan disiplin ilmu pengetahuan tertentu.20 Tahun 2003 tersebut Organisasi Profesi yaitu Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dan Asosiasi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI). Naskah Akademik Pendidikan Keperawatan Indonesia. 3. serta dukungan penuh dari pemerintah kemendiknas dan kemkes saat itu serta difasilitasi oleh Konsorsium Pendidikan Ilmu kesehatan saat itu. Pendidikan Profesi. standar borang akreditasi pendidikan ners Indonesia. yaitu jenis pendidikan diploma sesuai dengan jenjangnya untuk memiliki keahlian ilmu terapan keperawatan yang diakui oleh pemerintah Republik Indonesia. telah menyusun dan memperbaharui kelengkapan sebagai suatu profesi.

Jenis Pendidikan Keperawatan Indonesia: 1.sebutan gelarnya (Ns) 3.Kep. Diploma tiga Keperawatan .Kep) 2. Pendidikan Vokasi.Level KKNI 7 3. terdiri dari: 1) Spesialis Keperawatan Medikal Bedah. Lulusannya (Sp. Lulusannya (Sp. lulusannya (Sp. yaitu pendidikan yang diarahkan untuk mencapai kompetensi profesi perawat. Pendidikan Profesi. Pendidikan jenjang Spesialis Keperawatan.Level KKNI 8 4. Pendidikan Akademik.Jiwa) 5. Pendidikan jenjang Doktor Keperawatan. yaitu pendidikan yang diarahkan terutama pada penguasaan dan pengembangan disiplin ilmu keperawatan yang mengcakup program sarjana. Lulusannya (Dr.Kep. Doktor keperawatan . Jenjang Pendidikan Tinggi Keperawatan Indonesia dan sebutan Gelar: 1. Lulusannya (Sp.KMB) 2) Spesialis Keperawatan Maternitas.Anak) 5) Spesialis Keperawatan Jiwa. magister. Pendidikan jenjang Magister Keperawatan. 3. yaitu pendidikan yang diarahkan terutama pada kesiapan penerapan dan penguasaan keahlian keperawatan tertentu sebagai perawat 2. Lulusannya mendapat gelar (M. Pendidikan jenjang Diploma Tiga keperawatan lulusannya mendapat sebutan Ahli Madya Keperawatan (AMD.Kep. Pendidikan jenjang Ners (Nurse) yaitu (Sarjana+Profesi). doktor.Kep) 4.Kep. Ners (Sarjana+Ners) . Ners Spesialis Keperawatan .Kep) Lulusan pendidikan tinggi keperawatan sesuai dengan level KKNI. lulusannya mendapat sebutan Ners(Nurse). Lulusannya (Sp.Mat) 3) Spesialis Keperawatan Komunitas.Level KKNI 5 2.Level KKNI 8 5. adalah sebagai berikut: 1.Level KKNI 9 13 Oktober 2012 KEPERAWATAN PROFESSIONAL 6 .Kom) 4) Spesialis Keperawatan Anak. Magister keperawatan .

2. Membentuk dinas kesehatan tentara (military gezond herds dients) 4. SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN SETELAH KEMERDEKAAN a. Pencacaran secara umum 2.Periode 1945 -1962 Tahun 1945 s/d 1950 merupakan masa transisi pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Zaman penjajahan belanda Pada masa ini perawat berasal dari penduduk pribumi yang disebut VELPLEGEK dengan sebutan zieken oppaser sebagai penjaga rumah sakit. Membentu Dinas Kesehatan Rakyat (Burgerlijke gezandherds dienst) 2. Zaman penjajahan Jepang (1942 – 1945) Menyebabkan perkembangan keperawatan mengalami kemunduran yang juga merupakan zaman kegelapan dunia keperawatan di Indonesia. Tahun 1952 mulai didirikan sekolah perawat yaitu sekolah guru perawat dan sekolah perawat setingkat SLTP tahun 1962 mulai didirikan pendidikan keperawatan professional.2 Sejarah Pendidikan Keperawatan PERKEMBANGAN KEPERAWATAN SEBELUM KEMERDEKAAN 1. usaha pemerintahan Belanda dibidang kesehatan adalah : 1. Memperhatikan kesehatan pada para tawanan 3. Pimpinan RS diambil alih oleh orang-orang jepang. Wabah penyakit terjadi dimana-mana. Membenahi cara perawatan pasien dengan gangguan jiwa 3. Zaman penjajahan Inggris(1812-1816) Gubernur jendral Rafles sangat memperhatikan rakyat semboyan :Kesehatan adalah milik manusia. pekerjaan perawat dikerjakan oleh orang-orang yang tidak terdidik. Mendirikan rumah sakit II Butten Hospital 3.2. PERKEMBANGAN KEPERAWATAN PADA MASA KEMERDEKAAN Usaha-usaha dibidang kesehatan tahun 1949 mulai dibangun rumah sakit dan balai kesehatan. Ini dapat dilihat 13 Oktober 2012 KEPERAWATAN PROFESSIONAL 7 . Obat-obatan sangat kurang 4. Mendirikan rumah sakit I Binnen Hospital di Jakarta pada tahun 1799 2. Kemunduran-kemunduran ini terlihat pada 1. Usaha-usahanya dibidang kesehatan : 1. Perkembangan keperawatan pun masih jalan di tempat. 3.

pengobatan dengan shock terapi. Terdapat pula pendidikan perawat dengan dasar (SR + 4 tahun pendidikan) yang lulusannya disebut mantri juru rawat. olah raga dan rekreasi.Pendidikan keperawatan jiwa baru dibuka bulan September 1940 di bogor dengan kursus. 17 Jakarta Pusat. Pada tahun 1997 PSIK-UI berubah statusnya menjadi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK-UI). Rumah sakit jiwa ketiga RSJ Prof. di RS. 23 tentang kesehatan yang mengakui tenaga keperawatan sebagai profesi. d. Kemudian juga ditinjau dari masih berorientasinya perawat pada keterampilan tindakan dan belum dikenalkannya konsep kurikulum keperawatan. Pada tahun 1955.Periode 1963-1983 Periode ini masih belum banyak perkembangan dalam bidang keperawatan. dan untuk meningkatkan kualitas lulusan. Sejak saat itulah PSIK-UI telah menghasilkan tenaga keperawatan tingkat sarjana sehingga pada tahun 1992 dikeluarkannya UU No. budaya dan kepercayaan di Arab keyakinan akan kesehatan dari sudut pandang Islam 13 Oktober 2012 KEPERAWATAN PROFESSIONAL 8 .dari pengembanagan tenaga keperawatan yang masih menggunakan system pendidikan yang telah ada. Pada tahun 1996 dibukanya PSIK di Universitas Padjajaran Bandung. Ini merupakan suatau langkah maju dalam perkembangan keperawatan. Dibangsal-bangsal. untuk ijazah A (perawat umum) dan ijazah B untuk perawat jiwa. Kimia No. Namun baru mulai tahun 1983 organisasi profesi ini terlibat penuh dalam pembenahan keperawatan melalui kerjasama dengan CHS. Soeroyo di magelang tahun 1923 dengan 1400 pasien. pada tahun 1998 kurikulum pendidikan Ners disyahkan dan digunakan. dibuka Sekolah Djuru Kesehatan (SDK) dengan pendidikan SR ditambah pendidikan satu tahun dan sekolah pengamat kesehatan sebagai pengembangan SDK. dan bentuk kegiatan keperawatan masih berorientasi pada keterampilan prosedural yang lebih dikemas dengan perpanjangan dari pelayanan medis. Cipto Mangunkusumo. resmi dibukanya pendidikan S1 keperawatan dengan nama Progran Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesi di Jakarta. Pada tahun 1962 telah dibuka Akademi Keperawatan dengan pendidikan dasar umum SMA yang bertempat di Jakarta. Selanjutnya juga pada tahun 1999 kurikulum D-III keperawatan mulai dibenahi dan mulai digunakan pada tahun 2000 sampai dengan sekarang. Baru kemudian tahun 1953 dibuka sekolah pengatur rawat dengan tujuan menghasilkan tenaga perawat yang lebih berkualitas. b. Konteks keperawatan sendiri banyak dipengaruhi oleh sejarah keperawatan dalam Islam.Perkembangan Keperawatan Jiwa di Indonesia Tahun 1800 pasien jiwa sudah dikumpulkan di bangsal-bangsal dan perawatannya bersifat penjagaan.Periode 1984 sampai dengan sekarang Pada tahun 1985. Konsep-konsep perkembangan keperawatan belum jelas. Dr. Depkes dan organisasi lainnya. ini ditinjau dari kelembagaan organisasi di rumah sakit. yaitu perawat lulusan pendidikan Belanda (MULO + 3 tahun pendidikan). Pada tahun 1972 tepatnya tanggal 17 April lahirlah organisasi profesi dengan nama Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) di Jakarta. Walaupun sudah ada pendidikan tinggi namun pola pengembangan pendidikan keperawatan belum tampak. menggunakan obat-obat tidur dnegan musik. ditambah pendidikan lagi selama satu tahun. c. RS jiwa didirikan pertama kali tahun 1875 di Cilandak Bogor dnegan kapasitas 400 orang. Saat ini perawatan jiwa diselenggarakan secara modern. Sekarang dikenal dengan nama Akper Depkes di Jl. Rumah sakit jiwa kedua di Lawang tahun 1894 dengan kapasitas 3300 pasien.

Di Indonesia mungkin hal serupa juga terjadi tinggal bagaimana keperawatan dan islam berkembang sejalan dalam harmoni percepatan tuntutan asuhan keperawatan. Penerimaan dan pelayanan pada masyarakat k. 13 Oktober 2012 KEPERAWATAN PROFESSIONAL 9 .3 Pendidikan Keperawatan Sebagai Pendidikan Profesi A. kompleksitas penyakit. keyakinan akan spiritual Islam tercermin dalam budaya mereka. Kelly dan Joel. Perbedaan peran antara pekerja professional dengan pekerjaan lain dan membolehkan praktik yang otonom. Profesi sangat mementingkan kesejahteraan orang lain. Pengembangan diri secara berkesinambungan e. Gary dan Pratt (1991). Kiozer Erb dan Wilkinson (1995) mengemukakan karakteristik professional sebagai berikut : a. Praktik berdasarkan etik i. Hukum terhadap malpraktik j. Pendidikan formal f. Tidak seperti pandangan keperawatan di Negara barat.Pengertian Profesi Profesi adalah suatu pekerjaan yang ditujukan untuk kepentingan masyarakat dan bukan untuk kepentingan golongan atau kelompok tertentu. Penguatan secara legal terhadap standart professional h. dalam konteks bahasan ini konsumen sebagai penerima jasa pelayanan keperawatan professional. perkembangan teknologi kesehatan dan informatika kesehatan agar tetap mengenang dan menteladani sejarah perkembangan keperawatan dimulai oleh Rufaidah binti Sa'ad. spirit atau metode professional yang mencakup pendidikan dan kegiatan diberbagai kelompok okupasi yang angotanya berkeinginan menjadi professional. 1995 menjelaskan professional sebagai suatu karakter. Kemampuan menyelesaikan masalah d. Penguasaan dan penggunaan pengetahuan teoritis c. Konsep misi yang terbuka terhadap perubahan b. Menurut Webster profesi adalah pekerjaan yang memerlukan pendidikan yang lama dan menyangkut ketrampilan intelaktual. B. 2. Karakteristik Profesi 1.(Islamic health belief) dan nilai-nilai profesi yang diperoleh dari pendidikan keperawatan. Sistem pengesahan terhadap kompetensi g. Professional merupakan suatu proses yang dinamis untuk memenuhi atau mengubah karakteristik kearah suatu profesi.

Perawat bekerja sebagai tenaga penuh yang dibekali dengan pendidikan dan ketrampilan yang menjadi pilihannya sendiri sepanjang hayat. c. e. Beralihnya pendidikan keperawatan kepada institusi pendidikan tinggi memberikan kesempatan kepada perawat untuk mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan intelektual. Bertanggung jawab dan bertanggung gugat terhadap tindakan yang dilakukan. biomedik dan lain-lain. g. Fungsi unik perawat adalah memberikan bantuan kepada sesorang dalam melakukan kegiatan untuk menunjang kesehatan dan penyembuhan serta membantu kemandirian klien. Konsep tangung gugat mempunyai dua implikasi yaitu bertanggung jawab terhadap konsekuensi dari tindakan yang dilakukan dan juga menerima tanggung jawab dengan tidak melakukan tindakan pada situasi tertentu. Hunter dan Kruszewski (1993). keperawatan sebagai suatu profesi memiliki karakteristik sebagai berikut : a.2. Fungsi mandiri Perawat memiliki kewenangan penuh melakukan asuhan keperawatan walaupun kegiatran kolaborasi dengan profesilain kadang kala dilakukan dimana itu semua didasarkan kepada kebutuhan klien bukan sebagai ekstensi intervensi profesi lain. Perawat bekerja tidak dibawah pengawasan dan pengendalian profesi lain. Pengendalian terhadap standart praktik. Pada awalnya praktik keperawatan dilandasi oleh ketrampilan yang bersifat intuitif. atasan dan konsumen. Disampingg itu perawat dituntut untuk mengembangkan Iptek keperawatan. b. interpersonal dan tehnikal yang memungkinkan mereka menjalankan peran dengan lebih terpadu dalam pelayanan kesehatan yang menyeluruh dan berkesinambungan. Kelompok pengetahuan yang melandasi keterampilan untuk menyelesaikan masalah dalam tatanan praktik keperawatan. 13 Oktober 2012 KEPERAWATAN PROFESSIONAL 10 . sekarang keperawatan disebut sebagai suatu ilmu dimana keperawatan banyak sekali menerapkan ilmu-ilmu dasar seperti ilmu perilaku. d. fisika. Karir seumur hidup Dibedakan dengan tugas/job yang merupakan bagian dari pekerjaan rutin. Kemampuan memberikan pelayanan yang unik kepada masyarakat. social. f. Tanggung gugat mengandung aspek legal terhadap kelompok sejawat. Standart praktik keperawatan menekankan kpada tangung jawab dan tangung gugat perawat untuk memenuhi standart yang telah ditetapkan yang bertujuan menlindungi masyarakat maupun perawat. Sebagai suatu disiplin. Selain itu keperawatan juga mempelajari pengetahuan inti yang menunjang praktik keperawatan yaitu fungsi tubuh manusia yang berkaitan dengan sehat dan sakit serta pokok bahasan pemberian asuhan keperawatan secara langsung kepada klien. Leddy dan Pepper (1993) serta Berger dan Williams (1992). Pendidikan yang mmenuhi standart dan diselenggarakan di perguruan tinggi atau universitas. Standart adalah pernyatan atau criteria tentang kualitas praktik. Menurut Lindberg. Tangung gugat accountable berarti perawat bertanggung jawab pelayanan yang diberikan kepada klien.

ilmu kesehatan masyarakat. 5. Perkembangan Profesionalisme Keperawatan Melihat catatan sejarah tentang awal mula keberadaan perawat di Indonesia. Peningkatan kualitas organisasi profesi keperawatan dapat dilakukan melalui berbagai cara dan pendekatan antara lain : 1. pandangan tentang visi dan misi organisasi. dedikasi serta ketersediaan waktu yang dimiliki untuk organisasi. 2. yang harus memiliki landasan akademik dan landasan professional yang kokoh dan mantap. Mengaktifkan fungsi collective bargaining. Memiliki serangkaian program yang kongkrit dan diterjemahkan melalui kegiatan organisasi dari tingkat pusat sampai ke tingkat daerah. Sampai dengan perkembangan keperawatan di Indonesia pada tahun 1983 PPNI melakukan Lokakarya Nasional Keperawatan di Jakarta. yang diperkirakan baru bermula pada awal abad ke 19. dimana disebutkan adanya perawat saat itu adalah dikarenakan adanya upaya tenaga medis untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik sehingga diperlukan tenaga yang dapat membantu atau tenaga pembantu. dikembangkan dengan landasan keilmuan yang cukup dan landasan professional yang kokoh. sehingga tenaga keperawatan dapat berbicara banyak dan memiliki potensi untuk menduduki berbagai posisi di pemerintahan atau sektor swasta. wawasan. Tenaga tersebut dididik menjadi seorang perawat melalui pendidikan magang yang berorientasi pada penyakit dan cara pengobatannya. Perkembangan profesionalisme keperawatan di Indonesia berjalan seiring dengan perkembangan pendidikan keperawatan yang ada di Indonesia. Pengembangan pendidikan keperawatan bertolak dari pengertian dasar tentang ilmu keperawatan seperti yang dirumuskan oleh Konsorsium Ilmu kesehatan (1991) yaitu : “ Ilmu keperawatan mencakup ilmu-ilmu dasar seperti ilmu alam. Mengembangkan program latihan kepemimpinan. ilmu perilaku. Pengakuan perawat profesionalan pemula adalah bagi mereka yang berlatar belakang pendidikan Diploma III keperawatan. Program ini menghasilkan perawat generalis sebagai perawat professional pemula. ilmu social. ilmu dasar keperawatan. Pendidikan keperawatan sebagai pendidikan profesi harus dikembangkan sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu dan profesi keperawatan. di ilhami keinginan dari profesi keperawatan untuk terus mengembangkan pendidikan maka berdirilah PSIK FK-UI (1985) dan kemudian disusul dengan pendirian program paska sarjana FIK UI (1999). Prioritas utama adalah program pendidikan berkelanjutan bagi para anggotanya. ditujukan untuk 13 Oktober 2012 KEPERAWATAN PROFESSIONAL 11 .C. Perkembangan pendidikan keperawatan dalam rangka menuju tingkat keprofesionalitasan tidak cukup sampai di tingkat diploma saja. 3. Pohon Ilmu ( Body of Knowledge ) Pohon ilmu dari keperawatan adalah ilmu keperawatan itu sendiri. 4. bukan anya untuk pengurus pusat saja tetapi juga mengikut sertakan pengurus daerah yang berpotensi untuk dikembangkan. Mengembangkan sistem seleksi kepengurusan melalui penetapan kriteria dari berbagai aspek kemampuan. yang aplikasinya menggunakan pendekatan dan metode penyelesaian masalah secara ilmiah. D. pendidikan. melalui lokakarya tersebut prawat bertekad dan bersepakat menyatakan diri bahwa keperawatan adalah suatu bidang keprofesian. ilmu keperawatan komunitas dan ilmu keperawatan klinik. Meningkatkan kegiatan bersama dengan organisasi profesi keperawatan di luar negeri. ilmu biomedik. agar setiap anggota memperoleh penghargaan yang sesuai dengan pendidikan dan kompensasi masing-masing.

Nilai komitmen moral Pelayanan keperawatan diberikan dengan konsep altruistic. Menggunakan pengetahuan dalam berpikir secara kritis dan kreatif. dan memperhatikan kode etik keperawatan. Fair Tidak mendeskriminasikan klien berdasarkan agama. kasih sayang. Nilai intelektual Nilai intelektual dalam prtaktik keperawatan terdiri dari a. social budaya. Wawasan ilmu keperawatan mencakup ilmu-ilmu yang mempelajari bentuk dan sebab tidak terpenuhinya kebutuhan dasar manusia. Bidang garapan dan fenomena yang menjadi objek studi keperawatan adalah penyimpangan dan tidak terpenuhinya kebutuhan dasar manusia (bio-psiko-sosio-spiritual). Beneficience Perawat selalu mengupayakan keputusan yang dibuat berdasarkan keinginan melakukan yang terbaik dan tidak merugikan klien. Pendidikan spesialisasi (berkelanjutan) c. perasaan ingin membantu). Menurut Beauchamp & Walters (1989) pelayanan professional terhadap masyarakat memerlukan integritas. melalui pengkajian mendasar tentang hal-hal yang melatar belakangi. komitmen moral dan tanggung jawab etik. Aspek moral yang harus menjadi landasan perilaku perawat adalah : a. yang juga tercermin pada tidak terpenuhinya kebutuhan dasar pada tingkat sistem organ fungsional sampai sub seluler atau molekuler. komitmen moral serta memperhatikan kebutuhan spiritual klien. 13 Oktober 2012 KEPERAWATAN PROFESSIONAL 12 . keadaan ekonomi dan sebagainya. 2. (Johnstone. Fidelity Berperilaku caring (peduli. 1994) b. memelihara dan meningkatkan integritas seluruh kebutuhan dasar manusia “. c. mulai dari tingkat individu tang utuh (mencakup seluruh siklus kehidupan). memberikan harapan yang memadahi. Body of Knowledge b. tetapi memprlakukan klien sebagai individu yang memerlukan bantuan dengan keunikan yang dimiliki. E. serta mempelajari berbagai bentuk upaya untuk mencapai kebutuhan dasar tersebut melalui pemanfaatan semua sumber yang ada dan potensial. menopang.mempertahankan. selalu berusaha menepati janji. Cerminan Perawat Profesional Cerminan nilai professional perawat dalam praktik keperawatan dikelompokkan dalam nilai intelektual dan nilai komitmen moral interpersonal. ras. sampai pada tingkat masyarakat. sebagai berikut : 1.

a. telah mengubah sifat pelayanan keperawatan dari pelayanan fokasional yang hanya berdasarkan keterampilan belaka kepada pelayanan profesional yang berpijak pada penguasaan iptek keperawatan dan spesialisasi dalam pelayanan keperawatan. KMB I. Keperawatan Anak I dan II. yaitu: Anatomi. Sementara itu di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK-UI) telah dibuka S2 Keperawatan untuk Studi Manajemen Keperawatan. Dapat disimpulkan bahwa saat ini perkembangan keperawatan diarahkan kepada profesionalisme dengan spesialisasi bidang keperawatan. Kondisi ini menuntut uapaya kongkrit dari profesi keperawatan. 13 Oktober 2012 KEPERAWATAN PROFESSIONAL 13 . II dan III. IV dan V. •Mata Kuliah Keahlian (MKK). yaitu dengan berlakunya kurikulum Ners pada tahun 1998. Fokus peran dan fungsi perawat bergeser dari penekanan aspek kuratif kepada peran aspek preventif dan promotif tanpa meninggalkan peran kuratif dan rehabilitatif.2.4 Pola Pengembangan Pendidikan Keperawatan di Indonesia Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di segala bidang termasuk bidang kesehatan. Keperawatan Jiwa I dan II. Dan selanjutnya akan dibuka Studi S2 Keperawatan Jiwa dan Keperawatan Medikal Bedah. Pengembangan dan Penataan Pendidikan Keperawatan Meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan keperawatan yang profesional. orientasi pendidikan dan kerangka konsep pendidikan. Pancasila. yaitu: Pendidikan Agama. Proses ini meliputi pembenahan pelayanan keperawatan dan mengoptimalkan penggunaan proses keperawatan. Keperawatan Komunitas I. Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan. Komunikasi Dalam Keperawatan. peningkatan perhatian terhadap pelaksanaan hak asasi manusia. Keperawatan Gerontik. Farmakologi. kesadaran masyarakan akan kebutuhan kesehatan mengakibatkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya hidup sehat dan melahirkan tuntutan akan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Keperawatan Profesional dan Pengantar Riset Keperawatan. Keperawatan gawat Darurat. pengembangan dan penataan pendidikan keperawatan dan juga antisipasi organisasi profesi (PPNI). Keperawatan Maternitas dan Keperawatan Komunitas. Wujud ini dapat dilihat dengan adanya: •Mata Kuliah Umum (MKU). Demikian juga halnya dengan tingkat pendidikan S1 Keperawatan. Ilmu Gizi dan Patologi. III. Mikrobiologi dan Parasitologi. Kewiraan dan Etika Umum) •Mata Kuliah Dasar Keahliah (MKDK). Keperawatan Keluarga. Etika Keperawatan. Oleh karena itu profesi keperawatan dengan landasan yang kokoh perlu memperhatikan wawasan keilmuan. Keperawatan Maternitas I dan II. II. merupakan wujud dari pembenahan kualitas lulusan keperawatan. yaitu profesionalisme keperawatan. Fisiologi dan Biokimia. KDM I dan II. Wawasan Keilmuan Pada tingkat pendidikan akademi. penggunaan kurikulum D III keperawatan 1999.Pergeseran akan fenomena tersebut. terutama penataan sistem pendidikan keperawatan. 1. telah memicu perawat untuk terus mengembangkan dirinya dalam berbagai bidang. peningkatan status ekonomi masyarakat. yaitu: KDK.

seperti: •Praktik keperawatan di rumah sakit fasilitas kesehatan •Praktik keperawatan di rumah (home care) •Praktik keperawatan berkelompok (nursing home = klinik bersama. yang kemudian di revisi menjadi Kepmenkes No. pembinaan sikap dan tingkah laku profesional. 647 tahun 2000. laboratorium dan lapangan tetap mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memanfaatkan segala sumber yang memungkinkan penguasaan iptek. Sehingga pada pelaksanaan pemberian asuhan keperawatan dapat terjadinya pelayanan yang efisien. belajar aktif mandiri. Orientasi Pendidikan Pendidikan keperawatan bagaimanapun akan tetap berorientasi pada pengembangan pengetahuan dan teknologi. Selanjutnya. Kerangka Konsep Berpikir ilmiah. saat ini juga telah berkembang berbagai model prakti keperawatan profesional.b. 1239 tahun 2001 tentang Registrasi dan Praktik Keperawatan. efektif serta berkualitas. c. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan pelayanan keperawatan dan persaingan global. dan •Praktik keperawatan perorangan. pendidikan dilingkungan masyarakat serta penguasaan iptek keperawatan merupakan karakteristik dari pendidikan profesional keperawatan. yaitu melalui keputusan Kepmenkes No. 13 Oktober 2012 KEPERAWATAN PROFESSIONAL 14 . artinya pengalaman belajar baik kelas. Perkembangan Pelayanan Keperawatan Perubahan sifat pelayanan dari fokasional menjadi profesional dengan fokus asuhan keperawatan dengan peran preventif dan promotif tanpa melupakan peran kuratif dan rehabilitatif harus didukung dengan peningkatan sumber daya manusia di bidang keperawatan. 2.

nasional. institusi kesehatan. salah satu caranya antara lain dengan menjadi seorang perawat professional dengan jalan menempuh pendidikan S1 Keperawatan dan Ners dengan harapan dapat meningkatkan derajat perawat di mata masyarakat. 3. Dapat disimpulkan bahwa saat ini perkembangan keperawatan diarahkan kepada profesionalisme dengan spesialisasi bidang keperawatan. 13 Oktober 2012 KEPERAWATAN PROFESSIONAL 15 . tetapi sejak tahun 1983 saat deklarasi dan kongres Nasional pendidikan keperawatan indonesia yang dikawal oleh PPNI dan diikuti oleh seluruh komponen keperawatan indonesia.2 Saran Sebagai mahasiswa kita wajib mendukung Pengembangan Pendidikan Keperawatan di Indonesia. BAB 3 PENUTUP 3. sepakat bahwa pendidikan keperawatan Indonesia adalah pendidikan profesi dan oleh karena itu harus berada pada pendidikan jenjang Tinggi dan sejak itu pulalah mulai dikaji dan dirangcang suatu bentuk pendidikan keperawatan Indonesia yang pertama yaitu di Universitas Indonesia yang program pertamanya dibuka tahun 1985.1 Kesimpulan Perkembangan pendidikan keperawatan sungguh sangat panjang dengan berbagai dinamika perkembangan pendidikan di Indonesia. maupun internasional. serta dukungan penuh dari pemerintah kemendiknas dan kemkes saat itu serta difasilitasi oleh Konsorsium Pendidikan Ilmu kesehatan saat itu.

html  Kutipan dari Naskah Akademik Pendidikan keperawatan Indonesia oleh PPNI. Pengantar pendidikan keperawatan.inna-ppni.O. Sagung Seto: Jakarta  Effendy.or.M. A.html 13 Oktober 2012 KEPERAWATAN PROFESSIONAL 16 . (1999) Ilmu keperawatan. Pengantar praktik keperawatan professional.AIPNI. Jilid I. EGC: Jakarta  Stevens.id/innappni/mntop-pendidikan-keperawatan.J. Pengantar proses keperawatan.H. N. (1999). EGC: Jakarta  http://www. (1995). P.blogspot.com/2012/04/asejarah-perkembangan-keperawatan- di.J.Bidang Oragnisasi. 2. (2002). EGC: Jakarta  Gaffar. Ed. Anggota Komponen I HPEQ wakil PPNI  http://keprawatan-asian. et al.AIPDIKI dan dukungan dari Kemendiknas (Project HPEQ 2009-2015)  . DAFTAR PUSTAKA  Alimul.Sunardi. L.