HASIL AUDIT ENERGI DI INDUSTRI TEKSTIL

Achmad Hasan
Pusat Teknologi Konversi dan Konservasi Energi
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
e-mail: a_hasan@webmail.bppt.go.id,hasan_bppt@yahoo.com

Abstract
Energy audit is one way to plan for optimizing the supply and use of energy
needed by the industry. Portrait of the use of electrical energy used in textile
industry supplied from PT.PLN (Persero) with the power contract for 23000 kVA
and POJ Power (Mini Hydro Power Plant, Jatiluhur) with installed capacity of
5800 kVA. Especially for electric energy supplied from POJ Power, status of
electricity continues to be a contract with the manager of POJ Power Jatiluhur.
Based on the results of measurement of power quality with PQA Hioki 3197 is as
described in the previous section, it can be seen that: (a) Voltage magnitude at
some of the panel is high (about 250 V), (b) The power factor is very low, (c)
Generally, voltage and current THD (Total Harmonic Distortion) is very high.

Kata kunci: energi, listrik, penghematan, filter harmonik, faktor daya

1. PENDAHULUAN Tujuan dari audit energi ini adalah (H. Pape,
Energi adalah salah satu komponen penting 1999) untuk mengidentifikasi dan menghitung
dalam menunjang produksi di suatu perusahaan konsumsi energi secara rinci dari peralatan
atau industri. Penggunaan teknologi yang energi utama, mengetahui neraca pemakaian
memanfaatkan energi secara efisien dan optimal energi, efisiensi peralatan konversi energi,
dalam proses produksinya sangat berpengaruh konsumsi energi spesifik, serta sumber-sumber
terhadap biaya operasional. Salah satu langkah pemborosan energi guna mendapatkan langkah-
penting dalam upaya penghematan energi langkah penghematan energi yang layak untuk
adalah melakukan audit energi yang merupakan dilaksanakan. Untuk melakukan audit energi ini
suatu usaha untuk mendapatkan gambaran diperlukan data rancangan unit proses seperti
menyeluruh mengenai situasi pemakaian energi process flowsheet, P&ID diagram, spesifikasi
dari suatu sistem/fasilitas yang mengkonsumsi instrumentasi, dan manual operation, alat ukur.
energi. Metodologi dan tahapan dalam pelaksanaan
Audit energi merupakan salah satu cara audit energi ini antara lain: menenetapkan
untuk merencanakan optimalisasi penyediaan sasaran dan lingkup audit, pengumpulan data,
dan pemanfaatan energi yang dibutuhkan oleh identifikasi lokasi pengukuran, menentukan
industri, baik untuk industri kecil maupun parameter dan titik ukur, pengolahan dan analisis
menengah. Selain itu untuk mengoptimalkan data (primer maupun sekunder), pembuatan
alokasi energi dalam proses penciptaan nilai laporan (data, analisis dan evaluasi) yang
tambah dengan tujuan dapat dijadikan dasar dan bersifat terbatas termasuk di dalamnya
pola perencanaan energi sektoral di industri yang kesimpulan dan rekomendasi tentang langkah-
bersifat dinamis dan terpadu sebagai bahan langkah yang diperlukan dalam usaha
penyusunan strategi pengembangan energi, baik penghematan energi dalam bentuk implementasi
untuk jangka pendek, menengah maupun jangka penghematan, serta mempresentasikan hasil
panjang. Suatu industri yang peralatan produksi audit energi kepada pihak manajemen dan staf
utamanya mengkonsumsi energi terbesar pengelola energi di perusahaan. (A. Herman,
merupakan industri yang padat energi. Dengan 2003).
semakin ketatnya persaingan antara industri
yang sejenis dalam pemasaran produknya, maka 2. BAHAN DAN METODE
peningkatan kemampuan daya saing dapat
diperoleh dari keselarasan harga produk dengan 2.1. Sistem Kelistrikan
kualitasnya menurut konsumen. Terus Sumber energi yang digunakan pada industri ini
meningkatnya harga energi mengakibatkan seluruhnya berasal dari energi listrik yang
keselarasan tersebut mem-beratkan konsumen. dipasok oleh PT. PLN (Persero) dengan
kapasitas daya terpasang 23.000 kVA dan POJ Jatiluhur. Single line diagram aliran daya POJ
Power (Proyek Otoritas Jatiluhur) dengan daya Power dan pasokan dari PT. PLN (Persero)
terpasang 5800 kVA (3 phase, 6300 Volt, 50 Hz, seperti ditunjukkan pada gambar 1 dan gambar
630 Amp). Khusus untuk energi listrik yang 2.
dipasok dari POJ Power, status listriknya masih
7 bersifat kontrak
Hasil Audit dengan pengelola
Energi ……………. POJ Power
(Achmad Hasan) Jurnal Energi dan Lingkungan Vol. 6, No. 1, Juni 2010 Hlm. 7-11 7

1. THD arus dan ketidakseimbangan tegangan di Mill#1 trafo 3 panel 3 pada masing- masing fasa dengan alat ukur PQA (Power Quality Analyzer) HIOKI 3197 seperti diperlihatkan pada gambar di bawah. 2001) parameter arus lebih. UPS. akan berakibat terhadap tidak berfungsinya peralatan 2. Single line diagram POJ Power dan battery charger. faktor daya. merupakan antara tegangan dan arus. yang didapatkan dari prosentase perbedaan tegangan antar fasa. 6. tidak opltimalnya kontrak daya (kVA) panas dan energi serta penurunan kemampuan dan biaya tambahan akibat denda faktor daya. fundamental (sinusoidal) tegangan. Harmonik tegangan ini dapat terutama pada transformator dan motor. No. Penyebab utama timbulnya harmonik adalah adanya peralatan listrik yang bersifat non linier. sehingga bentuk gelombang arus menjadi buruk (tidak sinusoidal murni). maka akan bentuk gelombang tegangan menjadi buruk (tidak berakibat terhadap pemanasan peralatan sinusoidal murni). beban cukup baik. arus.3. sehingga Bila arus fasa tidak seimbang. Metode Pengukuran Metode pengukuran frekuensi. menyebabkan terjadinya pemanasan dan kualitas operasi yang buruk pada kinerja peralatan. Harmonik tegangan. Faktor daya merupakan pergeseran fasa Ketidakseimbangan tegangan. Faktor daya yang rendah tiga fasa seperti motor dan trafo. 8 Hasil Audit Energi ……………. Single line diagram sistem kelistrikan jauh melebihi tegangan nominalnya. (Achmad Hasan) Jurnal Energi dan Lingkungan Vol. Adanya harmonik arus ini dapat menyebabkan beberapa kerugian pada peralatan di antaranya overheating. Faktor daya leading disebabkan antara fasa tidak sama. Ketidak seimbangan oleh beban yang bersifat kapasitif dan lagging tegangan sangat berpengaruh terhadap beban karena beban induktif. rugi-rugi saluran. THD (Total Harmonic Distortion) tegangan. Idealnya distorsi yang merusak bentuk gelombang arus masing-masing fasa sebaiknya sama besar. perkalian bilangan kompleksnya. seperti komputer. Besarnya tegangan sangat berpengaruh terhadap pengoperasian suatu peralatan.2. DC Drive Gambar 1. semakin melaksankaan audit energi adalah rendah fluktuasi tegangan menunjukkan kondisi sebagaibeirkut. tegangan. merupakan rentang perubahan tegangan maksimum dan minimum. Juni 2010 Hlm. operasi. Hal ini akan dapat menyebabkan peningkatan rugi-rugi pada menyebabkan kenaikan temperatur. Sebaliknya bila tegangannya rendah Gambar 2. Faktor daya Ketidakseimbangan tegangan terjadi apabila dapat bersifat leading (arus mendahului tegangan tiap fasa mempunyai besar dan sudut tegangan) dan dapat juga lagging (arus tertinggal tegangan yang tidak standar. 7-11 8 . merupakan gelombang Ketidakseimbangan arus beban. Kualitas Daya listrik dengan baik. dan bisa menyebabkan discharge. sehingga tegangan dari tegangan). Fluktuasi tegangan menunjukkan kualitas daya yang menjadi perhatian dalam karaktersitik fluktuasi beban konsumen. Harmonik arus merupakan gelombang distorsi yang merusak bentuk gelombang fundamental (sinusoidal) arus. dan juga dapat menyebabkan Berdasarkan sumber (WEC. inverter. Fluktuasi tegangan. 2. Apabila tegangan yang dipasok ke beban melebihi tegangan nominalnya maka akan terjadi over voltage dan kemungkinan terjadinya gradien tegangan lebih besar. penurunan life time peralatan dan rugi-rugi energi.

Diagram alir proses produksi seperti ditunjukkan pada Gambar 11. Hasil Pengukuran Gambar 9. Proses Produksi Proses produksi pada industri tekstil untuk Gambar 6. Grafik THD tegangan Gambar 5. Grafik arus fasa RST menghasilkan berbagai macam benang dengan menggunakan kapas sebagai bahan baku.4. Tampilan hard copy THD arus 2. Grafik ketidakseimbangan tegangan Gambar 4. Gambar 11. Diagram alir proses produksi . Titik pengukuran Mill#1 Trfo3 panel 3 Gambar 7. Grafik faktor daya (cos) 2. Grafik tegangan fasa RST Gambar 10.Gambar 3. Industri menjadikan proses spinning sebagai ujung tombak pemegang kualitas tinggi untuk perkembangan industri yang memproduksi benang.5. semuanya didatangkan dari dalam dan luar negeri. Titik pengukuran pada trafo Gambar 8.

20. maka didapatkan potensi panel 3. Bila lampu tersebut dan juga akan menimbulkan rugi-rugi. elektronik khususnya pada ruang kantor.. Bila filter ketidakseimbangan beban dilihat dari tegangan harmonik berkapasitas 50 kVAr dipasang.280. THD tegangan di bawah batas lampu TL 36/40 watt. Smith.5%). maka ketidakseimbangan tegangan di bawah batas keseluruhan penghematan yang diperoleh adalah toleransi (2.. ada beberapa peluang memberikan Pay Back Period (PBP) 3.000.per tahun. maka akan diperoleh Pay I3 adalah LWBP = Rp. maka efisiensi mesin 90%. maka biaya energi listrik rata-rata yang dapat dihemat dalam sebulan adalah 0.304..168 kWh. 14. potensi untuk penghematan yang bisa dilakukan Penggantian ballast lampu penerangan dari seperti dijelaskan berikut ini. dapat memberikan penghematan sebesar 20%.2 kWh per tahun atau Rp. 1.maka akan diperoleh Pay Back Period (PBP) 2 tahun.84 kWh.4 x 0. maka dan arus. Bila dengan pemasangan EMS dapat mengurangi penggunaan energi pada WBP (asumsi: 15%)...000. . Dengan demikian potensi Keuntungan lain yang diperoleh dengan penghematan yang dapat diperoleh dengan cara pemasangan EMS ini adalah dapatnya dilakukan ini adalah : 34.515. Karena pemasangan filter harmonik penghematan biaya sebesar Rp.200 watt.916.1 tahun. Dengan perkiraan Dari survei dan pengamatan serta diskusi yang investasi sebesar Rp.386. 3.per kWh.384. 3. Industri seperti ini dapat menggunakan EMS tipe standar dengan 6 titik monitoring. energi (identifying energy losses).B. memasang filter harmonik pada Mill #1 trafo 3 605.– Rp.000 kWh/bulan.7 = 8.. Analisis Hasil Pengukuran Seperti telah diberikan pada bagian sebelumnya Berdasarkan pada hasil pengukuran kualitas bahwa daya aktual mesin benang adalah antara daya dengan PQA HIOKI 3197 seperti yang 100 sampai 120 kVA. Apabila pada Mill #1 nilai Total Harmonic Distortion (THD) tegangan di trafo 3 panel 3 dilengkapi 2 unit filter harmonik bawah batas toleransi 5% dan (harga energi Rp.500 kWh per bulan. serta magnitude tegangan konsumsi daya sebesar 12 watt.2.000.. 3. Diasumsikan. faktor daya sangat buruk yaitu berkisar 0.500 kWh x (Rp. 680. (JICA and ECCJ.per tahun. Bila harga energi Rp. Perubahan dari seimbangan tegangan berada di bawah batas ballast konvesional ke ballast elektronik untuk toleransi (2.866. Investasi peralatan ini sekitar Rp 85. 9.15 x 230. k x Rp. harga energi listrik untuk jenis tarif 56. (C. 440. 6. lampu perlu juga dilakukan.000. atau 7. 1981). Berdasarkan TDL Tahun 2010.257. saat ini penggunaan energi saat beban puncak adalah 230. Hal ini demikian didapatkan potensi penghematan berdampak pada mesin-mesin akan cepat panas sebesar 1.833.640.688. 680. didapatkan selisih toleransi 5%.-. dan bila diasumsikan sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya.. V.4 kW.40.. magnitude tegangan berfluktuasi pada penghematan energi yang diperoleh dalam satu fasa R.6 kWh per tahun.-) beberapa hal antara lain identifikasi rugi-rugi = Rp.1 x 1 = 0.-. Dengan investasi sebesar Rp.per kWh dan WBP = Back Period (PBP) 1.per kWh). 952. Energi 63. Bila peralatan ini dapat memonitor sistem operasi perusahaan sehingga dapat menghindari sebagian pemakaian energi listrik pada WBP (Waktu Beban Puncak).- dalam setahun dari energi yang dikonsumsi 3.per bulan atau sebesar Rp. Salah satu cara untuk mengontrol penggunaan energi adalah dengan menggunakan EMS (Energy Management System). dengan berfluktuasi bahkan mencapai 250 V.akan dilakukan di perusahaan. Penggantian ballast pada masing-masing lampu bila ballast lampu yang bersangkutan rusak.000.880. maka rugi-rugi (losses) dapat dilihat bahwa telah terjadi akan menjadi 12 x 0. Munculnya digunakan selama 10 jam per hari.152 kWh per tahun atau Rp. maka harmonik ini juga akan membuat peralatan didapatkan potensi penghermatan energi elektronik seperti inverter yang digunakan di sebesar 12 watt x 10 jam x 100 unit x 22 hari x industri cepat rusak.per kWh. 680.5 tahun. menunjukkan bahwa ketidak.1. Hasil pengukuran harmonik di Mill #1 trafo 3 workshop yang jumlahnya kurang lebih 100 titik panel 3. S dan T bahkan tegangan mencapai 250 jam adalah sebesar 8. penggunaan ballast biasa menjadi ballast 2002). Analisis Data Potensi Penghematan sebesar 145..5%). HASIL DAN tetapi dalam analisis disini hanya 10% PEMBAHASAN penghematan saja yang akan dipertimbang-kan.000.000 kWh = 34. Disarankan untuk 12 bulan = 3.

harmonik pada Mill #1 untuk menghindari kebutuhan energi listrik dipasok dari 2 (dua) terjadinya panas tinggi pada mesin-mesin dan sumber. dengan total konsumsi energi listrik sebesar rata. 2001. Energy Efficiency and Conservation.B. Management System) dan optimasi kapasitor tegangan kerja kurang bagus yaitu antara 240 . masih rendah yaitu < 2. total konsumsi energi listrik dapat dilakukan.5%.40.800 kVA. 2002.451.dan potensi penghematan perbaikan proses (fine-tuning processes). perhitungan diketahui bahwa total konsumsi energi listrik per pembiayaan energi per unit output secara akurat.. Dalam waktu yang relatif No singkat. Japan. 1981. Textbook. C. Energy Efficiency Policies and Indicators. The World Bank. H. Tabel 1 merupakan ringkasan peluang konservasi energi yang dapat dilakukan dan perkiraan nilai penghematan energi dan biaya serta nilai investasi yang 2. KESIMPULAN DAN SARAN energi yang dapat diidentifikasi pada Potret penggunaan energi yang digunakan pada perusahaan. 122.7%. penghematan per tahun sebesar 13. Puspiptek. tegangan adalah 2% dan ini dapat dinyatakan pengumpulan dan analisis data yang dilakukan kurang baik. Pertama.671 kWh per tahun. pengguna energi utama.320 kWh atau setara dengan identikasi potensi penghematan energi dengan Rp. tahun sebesar 562. pemasangan alat monitoring EMS (Energy rata sebesar 65. 1999. Didapat total penghematan energi setelah instalasi EMS. terdapat banyak peluang penghematan/ konservasi energi yang Tabel 1. Smith. Captive Power in Indonesia: Development in the Period 1980 – 1997.. ke ballast elektronik untuk lampu TL.000 kVA dan POJ rugi (losses). Untuk itu improvisasi dan usaha internal haruslah dilakukan dengan 1. Tangerang. dapat (online energy balancing).081.520. Report by the World Energy Council. Terdapat beberapa potensi penghematan 4. Hasil Audit Energi Direct Reduction Plant. WEC. penyeimbangan pembebanan energi online Seperti tercantum pada Tabel 1. et al. Page 2 of 5. Faktor daya sangat buruk yaitu serta kalkulasi terhadap beberapa peralatan mencapai 0.-. Energy Management Principles. Pergamon Press. sehingga proses optimal dan penggunaan energi yang efisien dapat dilakukan sendiri oleh perusahaan. UPT-LSDE. 15. 2003. antara lain pemasangan filter perusahaan adalah sebagai berikut. analisis peluang konservasi energi tidaklah dapat dilakukan pada semua peralatan dan proses.087.857. Pape. Rata-rata THD Dari hasil pengamatan lapangan. penggantian ballast konvensional Power dengan kontrak daya sebesar 5.. . diperlukan DAFTAR PUSTAKA 3. dan energi listrik per tahun sebesar 77.. bank untuk memperbaiki faktor daya pada 250 Volt. Herman A. Kedua. PLN (Persero) dengan peralatan elektronik serta untuk mengurangi rugi- kontrak daya sebesar 23.027 kWh atau sebagai sarana verifikasi kuantitatif pencapaian setara dengan Rp. Australia. berkesinambungan. Serpong. juga ketidakseimbangan tegangan beberapa incoming feeder transformator. UK. yaitu dari PT. JICA and ECCJ.