BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Influenza adalah suatu penyakit infeksi akut saluran pernafasan
terutama ditandai oleh demam, menggigil, sakit kepala, sering disertai pilek,
dan batuk non produktif (Nelwan, 2006). yang mudah menular dan
disebabkan oleh virus influenza yang menyerang saluran nafas
(Friedman,2004). Influenza merupakan salah satu penyakit yang paling
banyak diderita manusia. Sekitar 70% warga indonesia menderita influenza
(Boivin, 2000). Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menyebutkan bahwa
terdapat lebih dari 250.000 jiwa yang menderita influenza dan kabupaten
sragen menyumbang 8.280 (3,3%) penderita influenza (Dinkes Sragen, 2014).
Influenza dapat menyerang semua usia, mulai dari balita hingga lansia.
Kelompok umur balita rentan terhadap penyakit infeksi dan non infeksi Balita
diseluruh dunia diperkirakan 9-20% terjangkit penyakit influenza dan infeksi
terbanyak pada anak usia prasekolah dan sekolah.(Kartasasmita, 2003) dan
sebanyak 30-50% anak terkonfirmasi secara serologisterinfeksi virus setiap
tahun (IDAI, 2010). Di kabupaten Sragen terdapat 3.390 (40,94%) balita dari
total penderita dengan penyakit influenza. Artinya, influenza merupakan
masalah kesehatan anak balita di kecamatan kalijambe, karena jumlah
penderitanya lebih dari 5% (Vaughan, 1993).
Berdasarkan data diatas, perlu dilakukan analisis Problem Solving
Cycle tentang tata laksana influenza, pada kelompok umur balita di
Puskesmas Kalijambe Kabupaten Sragen.

1

pada kelompok umur balita di Puskesmas Kalijambe Kabupaten Sragen.B. TUJUAN 1. Untuk menganalisis manajemen terpadu balita sakit influenza. Tujuan Umum Untuk menganalisis Problem Solving Cycle tentang tata laksana influenza. 2. Tujuan Khusus a. b. 2. MANFAAT 1. C. Untuk menganalisis PSC pada penyakit influenza pada anak balita. pada kelompok umur balita di Puskesmas Kalijambe Kabupaten Sragen. Diharapkan dapat menjadi masukan bagi Puskesmas Kalijambe dalam manajemen terpadu influenza pada kelompok umur balita 2 . Diharapkan dapat menjadi informasi ilmiah tentang tata laksana influenza.

6 % 10 Gangguan Psikotik 73 0.47 % 7 Dermatitis 210 2. PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA Data dalam laporan PSC ini berdasarkan data primer penyakit terbesar Puskesmas Kalijambe Kabupaten Sragen bulan Mei – Agustus 2014.8 % Total 9250 Sumber: Data sekunder Puskesmas Kalijambe 3 .3 % 8 Demam Thipoid 194 2% 9 Asma Bronkhial 151 1.6 % 6 DM tipe II 321 3. Tabel 1. Angka kejadian sepuluh besar penyakit di Puskesmas Kalijambe bulan Mei – Agustus 2014 No Diagnosis Jumlah Presentase Penyakit 1 Influenza 2430 26 % 2 Gastritis 1874 20 % 3 Polimialgia Reumatik 856 9% 4 Hipertensi primer 373 4% 5 Vertigo 338 3. Semua data yang telah dianalisis dilaporkan dalam bentuk narasi dan tabulasi. Selanjutnya data primer diolah menggunakan tabulasi data dengan metode analisis SWOT. BAB II PENETAPAN PRIORITAS MASALAH A.

2 % 24.3 % 0.8 % 5 Vertigo 169 181 5.4 % 13. Angka Kejadian Sepuluh Besar Penyakit di Puskesmas Kalijambe Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Presentase Penyakit No Diagnosis Laki-laki Permpuan Laki-laki Perempuan 1 Influenza 1180 1250 37.2 % 6 DM 2 126 191 4.7 % 10 Gangguan Psikotik 41 32 1.4 % 3 Polimialgia Reumatik 390 466 12. Tabel 2.0 % 5.5 % 35.9 % 2 Gastritis 824 850 26.4 % 5.3 % 8 Thipoid 96 97 3.9 % Total 3150 3478 Sumber : Data sekunder Puskesmas Kalijambe 4 .0 % 3.8 % 9 Asma Bronkial 57 94 1.0 % 2.8 % 2.4 % 5.5 % 7 Dermatitis 96 115 3.4 % 4 Hipertensi 171 202 5.

Angka Kejadian Sepuluh Besar Penyakit di Puskesmas Kalijambe Berdasarkan Umur Umur No Diagnosis 0-28 29 hari. Tabel 3. 1-4 5-14 15-44 45-54 55-64 >65 Total hari 1 thn thn thn thn thn thn thn 1 Influenza 0 294 515 472 471 394 284 0 2430 2 Gastritis 0 0 89 440 435 389 321 0 1674 Polimialgia 3 Reumatik 0 0 0 0 308 321 227 0 856 4 Hipertensi 0 0 0 0 115 138 120 0 373 5 Vertigo 0 0 0 0 128 114 108 0 350 6 DM 2 0 0 0 4 52 179 82 0 317 7 Dermatitis 0 11 28 24 76 42 30 0 211 8 Thipoid 0 3 39 65 70 11 5 0 193 9 Asma Bronkial 0 1 20 22 48 42 18 0 151 Gangguan 10 Psikotik 0 0 0 0 47 18 8 0 73 Sumber : Data sekunder Puskesmas Kalijambe 5 .

Berdasarkan kelompok usia. Berdasarkan data tersebut. 6 . PEMILIHAN PRIORITAS MASALAH Tata laksana influenza pada kelompok umur balita di Puskesmas Kalijambe Kabupaten Sragen ditentukan berdasarkan data Puskesmas kemudian ditentukan prioritasnya berdasarkan rumus : Metode Hanlon (A + B ) C Rumus = XD 3 A : Besar masalah (nilai 0 – 10) B : Berat/tingkat kegawatan(nilai 0 – 20) C : Kemudahan penanggulangan(nilai 0 – 10) D : Pearl faktor (nilai 0 atau1) Data pada bulan Mei-Oktober 2014 di Puskesmas Kalijambe menunjukkan bahwa ternyata influenza merupakan masalah yang paling banyak ditemukan di Puskesmas Kalijambe. maka akan dilakukan pembahasan mengenai penatalaksanaan influenza pada balita di Puskesmas Kalijambe. influenza paling sering diderita oleh kelompok usia 1-4 tahun (balita).B.

1996) : 1) Kekuatan Kekuatan (Strength) adalah berbagai kelebihan yang bersifat khas yang dimiliki oleh suatu puskesmas. yang dimiliki oleh suatu puskesmas. Gerakan PHBS yang dapat menjadi tindakan preventif terhadap penyebaran virus masih kurang digalakkan. Program lain yang menjadi kekuatan puskesmas dalam tatalaksana influenza adalah program penyuluhan posyandu yang ada di setiap desa dibawah binaan bidan desa. yang apabila dimanfaatkan akan berperan besar dalam memperlancar berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan oleh puskesmas untuk mencapai tujuan yang dimiliki oleh puskesmas. yang apabila diatasi akan berperan besar tidak hanya dalam memperlancar berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan oleh puskesmas tetapi juga dalam mencapai tujuan yang dimiliki oleh puskesmas. 2) Kelemahan Kelemahan (Weakness) adalah berbagai kelemahan yang bersifat khas.C. Program Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) dapat didukung oleh adanya pihak swasta (dokter praktek. 7 . perawat) di wilayah kerja Puskesmas Kalijambe. dilakukan kajian secara seksama dengan analisis SWOT dengan unsur-unsur sebagai berikut (Azwar. Tidak adanya sumber daya manusia yang ahli MTBS mengakibatkan kurang optimalnya program MTBS di Pusksmas Kalijambe. bidan. ANALISIS SWOT Untuk mengetahui berbagai faktor yang mendukung serta menghambat dari permasalahan cakupan penemuan influenza.

Adanya kesempatan di setiap posyandu balita untuk memberikan penyuluhan tentang pentingnya pemantauan status gizi dan PHBS dalam kaitannya dengan keajadian influenza pada balita.3) Kesempatan Kesempatan (Opportunity) adalah peluang yang bersifat positif yang dihadapi oleh suatu puskesmas yang apabila dapat dimanfaatkan akan besar peranannya dalam mencapai tujuan puskesmas. Pengetahuan mesyarakat tentang ASI eksklusif masih kurang. 4) Ancaman Ancaman (Threat) adalah kendala yang bersifat negatif yang dihadapi oleh suatu puskesmas yang apabila berhasil diatasi akan besar peranannya dalam mencapai tujuan puskesmas. Pengetahuan masyarakat tentang tatalaksana influenza juga masih minim. Puskesmas dapat menjaring pihak swasta untuk bekerjasama melakukan tatalaksana influenza pada balita. PAUD juga dapat dijadikan mitra dalam deteksi dini balita dengan influenza dan pencegahan penularan influenza diantara siswa PAUD. 8 . Bidan yang menolong persalinan dapat memberikan edukasi kepada ibu yang baru melahirkan tentang pentingnya ASI eksklusif bagi imunitas anak. Masyarakat dewasa cenderung meremehkan influenza yang dideritanya. sedangkan interaksi sosial balita di PAUD bisa menyebabkan penularan influenza ke balita di sekitarnya. Kesadaran masyarakat tentang pentingnya tindakan preventif masih rendah sehingga gerakan PHBS masih banyak diabaikan.

perawat) optimalnya program MTBS di wilayah kerja Puskesmas Kalijambe. Peluang (O) Ancaman (T) 1. 2. Menjaring pihak swasta untuk 1. 3. Gerakan PHBS yang dapat menjadi 2. Menjadikan PAUD mitra dalam deteksi dini balita dengan influenza dan pencegahan penularan influenza diantara siswa PAUD 9 . Program posyandu balita untuk tindakan preventif terhadap penyebaran memantau status gizi dan penyampaian virus masih kurang digalakkan. bidan. dengan influenza di wilayah Puskesmas Kalijambe masih kurang. Analisis SWOT Kekuatan (S) Kelemahan (W) 1. Kesadaran masyarakat tentang bekerjasama melakukan tatalaksana pentingnya tindakan preventif masih influenza pada balita. Memberikan penyuluhan tentang tatalaksana yang influenza masih rendah pentingnya pemantauan status gizi. Tidak adanya sumber daya manusia Sakit (MTBS) dengan dukungan pihak yang ahli MTBS mengakibatkan kurang swasta (dokter praktek. rendah sehingga banyak masyarakat 2. 4. Pemanfaatan program posyandu dalam dengan penyakit balita terutama tatalaksana banyaknya kasus balita influenza. Penularan influenza dari masyarakat eksklusif bagi imunitas anak dewasa yang meremehkan influenza akibat pengetahuan masyarakat tentang 3. Memberikan edukasi kepada ibu yang masih mengabaikan gerakan PHBS baru melahirkan tentang pentingnya ASI 2. berbagai penyuluhan yang berkaitan 3. Tabel 4. Program Manajemen Terpadu Balita 1. Interaksi sosial balita sehat dengan balita PHBS dan tatalaksana influenza di yang menderita influenza di PAUD yang Posyandu cukup tinggi.

Penyebab dan Alternatif Pemecahan Masalah No PENYEBAB MASALAH ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH 1 Kurangnya pengetahuan masyarakat Memberikan penyuluhan dan edukasi mengenai influenza. 3. ALTERNATIF JALAN KELUAR Prioritas masalah tersebut perlu disusun alternatif pemecahannya dengan terlebih dahulu menggali penyebab dari masalah tersebut (Ahmad. gejala. mulai dari kepada masyarakat tentang penyebab. dan pencegahan penularan influenza 10 . pencegahan. pencegahan. Keterbatasan sumber daya manusia Mengadakan lokakarya peningkatan yang ahli MTBS mengakibatkan tatalaksana MTBS kepada petugas kurang optimalnya program MTBS kesehatan dan gizi di puskesmas 4 Interaksi sosial balita sehat dengan balita Menjadikan PAUD mitra dalam yang menderita influenza di PAUD yang deteksi dini balita dengan influenza cukup tinggi. BAB III PENETAPAN PRIORITAS JALAN KELUAR A. dan pengobatannya. penyebaran. pengobatan influenza 2 Tata kelola dan keberadaan Posyandu Revitalisasi program posyandu dan masih kurang dimanfaatkan dalam lokakarya pencegahan influenza tatalaksana banyaknya kasus balita kepada kader bidang gizi dan dengan influenza di wilayah penyakit infeksi Puskesmas Kalijambe. Tabel 5. 2006). bahaya. penyebab.

vunerability. Untuk itu perlu dipilih prioritas pemecahan masalah yang paling sesuai untuk Puskesmas Kalijambe. 2010) 11 . Namun. PEMILIHAN PRIORITAS JALAN KELUAR Alternatif pemecahan masalah diatas apabila dilaksanakan diharapkan dapat menurunkan kejadian influenza pada balita. importance. diantara siswa PAUD 5 Rendahnya ASI Ekslusif di wilayah Melakukan edukasi tentang Puskesmas Kalijambe pentingnya ASI eksklusif bagi imunitas anak sebagai upaya preventif terhadap influenza pada balita melalui posyandu 6 Kesadaran masyarakat tentang Mengadakan penyuluhan dan lebih pentingnya tindakan preventif masih menggalakakkan program PHBS rendah sehingga banyak masyarakat terutama dalam tatanan rumah tangga masih mengabaikan gerakan PHBS dan sekolah 7 Kurangnya kepedulian keluarga Melakukan pendekatan secara terhadap gejala influenza pada balita personal melalui kader-kader gizi agar keluarga dapat lebih memperhatikan kondisi balita saat terserang influenza. untuk melaksanakan pemecahan masaah tersebut secara bersamaan akan sangat sulit. cost seperti yang terlihat pada Tabel 6 (Azwar. 8 Keengganan masyarakat untuk Memotivasi masyarakat untuk melakukan imunisasi influenza karena melakukan imunisasi influenza degan anggapan bahwa vaksin influenza tidak menyampaikan manfaatnya bagi begitu bermanfaat kesehatan balita B. Pemilihan tersebut dengan menggunakan 4 kriteria matriks yaitu magnitude.

dan Cost Efektifitas Jumlah Efisiensi No Daftar Pemecahan Masalah MxIxV M I V (C) C 1. bahaya. 12 . gejala. pencegahan. Revitalisasi program posyandu dan bentuk 4 3 5 5 12 kaderisasi bidang gizi dan penyakit infeksi 3. Memberikan penyuluhan dan edukasi kepada 5 4 3 3 20 masyarakat tentang penyebab. Tabel 6. Mengadakan lokakarya pningkatan tatalaksana 3 4 3 4 9 MTBS kepada petugas kesehatan dan gizi di puskesmas 4. Melakukan pendekatan secara personal melalui 2 3 4 3 8 kader-kader gizi agar keluarga dapat lebih memperhatikan kondisi balita saat terserang influenza. Importance. Melakukan edukasi tentang pentingnya ASI 3 3 2 2 9 eksklusif bagi imunitas anak sebagai upaya preventif terhadap influenza pada balita melalui posyandu 6. Vunerability. Mengadakan penyuluhan dan lebih 4 2 3 3 8 menggalakakkan program PHBS terutama dalam tatanan rumah tangga dan sekolah 7. Pemilihan Prioritas Jalan Keluar dengan Menggunakan Magnitude. Menjadikan PAUD mitra dalam deteksi dini 4 2 2 2 8 balita dengan influenza dan pencegahan penularan influenza diantara siswa PAUD 5. pengobatan influenza 2.

Kalijambe pada balita paling banyak bahaya. (usia 1-4 tahun) penyebab. gejala. BAB IV PLAN OF ACTION Penyebaran leaflet tentang influenza Influenza. pencegahan. tahun pengobatan influenza Penyuluhan kesehatan oleh tim Promosi Kesehatan kepada masyarakat Alternative pemecahan masalah Bentuk kegiatan Output Gambar 1. usia 1-4 ditemukan. Plan of Action Tatalaksana Influenza pada Balita di Puskesmas Kalijambe 13 . Memberikan kepada sebagai kasus penyuluhan dan masyarakat Penurunan kejadian edukasi kepada yang 10 Penyakit angka tertinggi dengan masyarakat memiliki Besar di kejadian kelompok balita tentang anak balita Puskesmas influenza.

pencegahan. bahaya. gejala. Problem Solving Cycle (PSC) Tatalaksana Influenza pada Balita di Puskesmas Kalijambe Kabupaten Sragen 14 . BAB V PROBLEM SOLVING CYCLE Penurunan angka kejadian Sumber dana influenza pada balita Monitoring oleh Petugas KIA dan pengelolaan MTBS di Optimalnya peran posyandu Puskesmas sebagai pemantau status gizi dan kesehatan balita di wilayah Puskesmas Kalijambe Pihak swasta sebagai mitra Koordinasi dengan Peningkatan pengetahuan dan tim Promosi kesadaran masyarakat akan Kesehatan dalam influenza dan kesehatan balita perencanaan secara umum tatalaksana Memberikan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat tentang penyebab. pengobatan influenza Gambar 2.

Puskesmas a. B. mulai dari tindakan pencegahan.agustus 2014 menujukkan bahwa influenza merupakan salah satu penyakit paling banyak yang terjadi pada balita. Berdasarkan analisis PSC. gejala. Revitalisasi program Posyandu di wilayah Puskesmas Kalijambe dengan lokakarya kader di bidang gizi dan penyakit menular. BAB VI SIMPULAN DAN SARAN A. 2. Kejadian ini dikarenakan pengetahuan masyarakat tentang penyakit influenza masih kurang serta peran serta posyandu masih belum ooptimal dalam tatalaksana banyaknya kasus influenza pada balita di wilayah Puskesmas Kalijambe. Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang tentang influenza pada balita dengan penyuluhan di masyarakat. 15 . Dinas Kesehatan Kabupaten a. alternatif pemecahan masalah untuk tatalaksana balita dengan influenza adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang influenza pada balita. Lebih fokus dalam penanganan penyakit menular terutama influenza dengan penyusunan rencana tatalaksana influenza di wilayah Kabupaten Sragen lewat lokakarya kepada petugas kesehatan di Puskesmas. penyebaran dan pengobatannya melalui penyuluhan kepada masyarakat dan revitalisasi posyandu sebagai pemantau kesehatan balita dengan lokakarya kader di bidang gizi dan penyakit menular. b. SARAN 1. SIMPULAN Berdasarkan analisis data dan SWOT Puskesmas Kalijambe periode mei.

Penerbit Buku Kompas. 2003. FK UI : Jakarta Puskesmas Kalijambe.penyunting. Morrow.Umar F. Arch Pediatr Adolesc Med: 158:391-4. Nelwan RHH. Hendarmin Aulia. Boivin G.Dalam. 2014. Sragen : Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen. Kartasasmita. Attia MW. Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen.. Dalam : HTA Indonesia 2003 hal 1/22. Sragen : Puskesmas Kalijambe Vaughan. Panduan Epidemiologi bagi pengelolaan kesehatan kabupaten. Jakarta:IDAI. Buku Ajar Penyakit Dalam.A. Pengantar Administrasi Kesehatan. Cissy B. 2004. Hadinegoro SRS. Manajemen Penyakit Berbasis Wilayah. 16 . 1993. Laporan Sepuluh Besar Penyakit di Kabupaten Sragen tahun 2014. 2006. A. Edisi ke 2. dr.MPH. Friedman MJ. 2010.h 234-242. Clinical predictors of influenza in children.JP. R. Influenza.H. 2014. Ikatan Dokter Anak Indonesia. and Maziade J.. Clin Infect. Garna H. 2010. Buku ajar Infeksi dan Pediatri tropis. Tangerang : Bina Rupa Aksara. 31:1166- 69. diterjemahkan : dr. penerbit ITB Bandung. Azwar. 2006. Hardy I. Laporan Puskesmas Kalijambe tahun 2014. Predicting influenza infections during epidemics with use of a clinical case definition.M. 2000. Influenza dan pencegahannya.Husni Farouk. Teller G. dkk. Imunisasi Influenza untuk Anak dan Dewasa. Poorwosoedarmo SS. Jakarta. DAFTAR PUSTAKA Ahmad. Satari HI.

LAMPIRAN Foto-foto Kegiatan di Puskesmas Kalijambe 17 .