Modul

4
Eb/No
Sebagai halnya pada pengolahan sinyal analog, sinyal noise yang dikategorikan
secara umum adalah setiap sinyal yang tidak dikehendaki yang masuk menyatu pada
sinyal analog aslinya. Yang termasuk ke dalam kategori sinyal yang tidak dikehendaki
adalah, sinyal noise termal (thermal noise), sinyal gangguan induksi (crosstalk,
impulsive), sinyal interferensi, atau gabungan dari ketiga sinyal tersebut, dsb. Pada
sinyal digital yang diproses juga mengalami hal yang sama, sehingga bentuk pulsa
digital yang persegi yang solid akan menjadi pulsa yang penuh tambahan sinyal-sinyal
yang halus sampai cukup kelihatan pada permukaan datar pulsa persegi tersebut seperti
diperlihatkan pada Gbr. 4-1.

4.1. Pernyataan Eb / No1
Di depan telah dibahas bilangan S/N dalam kaitannya dengan kapasitas saluran
yang dipengaruhi oleh noise dalam saluran tersebut karena suhu. Terdapat satu
parameter lagi dalam transmisi sinyal digital yang sangat penting untuk memperkirakan
nilai laju data agar laju kesalahan yang terjadi dapat terkontrol. Parameter itu adalah
perbandingan antara, energi sinyal data per bit (Eb) dengan kerapatan derau per Hertz
(No), Eb / No.
Sekarang, apakah hubungan yang ada antara laju bit (bit rate) dengan BER.
Seperti telah diuraikan di depan, bahwa noise yang dimaksudkan disini terjadi secara
acak dan menguasai seluruh pita frekuensi yang ada. Bila sekarang dianggap bahwa
noise yang terjadi, stabil kondisinya dan menumpangi satu sinyal data. Dengan keadaan
1
Stallings, William; Komunikasi Data dan Komputer (terjemahan : Data & Computer
Communica-tions, Prentice-Hall, Inc., 2000), Penerbit Salemba Teknika, Jakarta, 2001, h96.

Komunikasi Data 1

karena bit-bit data itu makin merapat. maka bit-3 dan 6 berubah dari bit-0 menjadi bit-1 karena level noise pada selang waktu bit itu cukup tinggi. Dengan demikian. 4-1 Noise yang menyebabkan error pada sinyal data. karena noise saluran. dan Tb adalah waktu yang diperlukan untuk satu bit. sehingga dapat diinterpretasikan sebagai bit-1. terdapat satu error pada satu bit data. Sementara R = 1/T b.380384265 x 10-23. No = kT. Pada ilustrasi Gbr-4-1. Misalkan terdapat satu sinyal data dengan laju bit R. dimana S adalah daya sinyal. sinyal data sinyal noise data asli 0 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 0 data yang 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 diterima Gbr. yang seharusnya bit-0. Jurusan Elektro-PKK-Modul 4 UNIVERSITAS MERCU BUANA _____________________________________________________________________________________ itu. nilai BER akan bertambah besar dengan naiknya laju bit. dimana k = konstanta Boltzmann = 1. Energi per bit sinyal data tersebut tertentu dari hubungan Eb = STb . Eb ( S / R) S   No No kTR atau dalam pernyataan angka desibel adalah. Jadi terdapat kesalahan satu bit pada sinyal data tersebut. maka bit itu dapat diinterpretasikan sebagai bit-1 pada sisi penerima seperti nampak diilustrasikan pada Gbr. Kerapatan daya noise sendiri. karena ditambahkan noise pada bit tersebut. 4-1. Sehingga nilai perbandingan kedua macam energi tersebut adalah. maka sangat dimungkinkan bahwa kesalahan bit akan bertambah.  Eb    = S (dBW) – 10 log R – 10 log k – 10 log T  N o  dB Komunikasi Data 2 . Kemudian sekarang. dan T adalah suhu mutlak sistem dalam derajat Kelvin. laju bit dinaikkan dengan kondisi noise yang sama.

misalnya. dan diandaikan batas kapasitas itu dicapai bila bandwidth sinyal sebe-sar 1 MHz.6 = – 161. C = 2 B log2 m 8 x 106 = 2 x 106 x log2 m Komunikasi Data 3 . Sementara nilai BER sendiri berbanding lurus dengan nilai bit rate...4 dB. tentukan signaling level (= m = 2n) yang mungkin digunakan ? Jawaban : Dari persamaan (1-3).38) + 228.6 dBW – 10 log 290 = S (dBW) – (10)(3. Contoh soal-1. berapakah level sinyal yang diterima ? Jawaban : Dari persamaan (4-1).4 + 33. Untuk mendapatkan nilai BER tersebut. diatur Eb / No = 8.6 – (10)(2. Bila noise temperature efektif besarnya 290o K dan laju bit sebesar 2400 bps. bahwa bila nilai bit rate meningkat.8 – 228.. daya sinyal data yang ditransmisikan harus ditingkatkan untuk mempertahankan nilai Eb/No yang diperlukan. soal-1 Pada satu transmisi data. (4-1) Nilai Eb/No ini sangat penting karena nilai BER adalah fungsi ratio tersebut.. bahwa untuk mencapai nilai BER yang diinginkan.6 + 24. maka dengan nilai Eb/No tertentu.8 dBW Contoh soal-2..46) Sehingga.4 = S (dBW) – 10 log 2400 + 228. nilai parameter lain yang terdapat dalam rumus itu harus dipilih pada nilai yang sesuai rumusan tersebut. Berdasarkan rumus Nyquist. 8.6 (dBW) – 10 log T . S = 8.. Jurusan Elektro-PKK-Modul 4 UNIVERSITAS MERCU BUANA _____________________________________________________________________________________ = S (dBW) – 10 log R + 228. Dari rumus tersebut diatas nampak. diinginkan nilai BER sebesar 10-4. soal-2 Suatu saluran transmisi data mempunyai kapasitas sebesar 8 Mbps. R. Atau dengan kata lain. daya sinyal data dan bit rate.

Dalam hal ini dicontohkan hubungan kedua parameter tersebut untuk sistem modulasi BPSK. dimana n adalah jumlah bit dalam satu simbol seperti ditunjukkan pada grafik berikutnya. Gbr. Uraian dan contoh soal di atas belum menunjukkan secara langsung relasi tersebut. Dalam grafik Gbr. 4-2 berikut ini menunjukkan hubungan langsung antara nilai BER (= Pb) dengan Eb/No yang ternyata merupakan fungsi exponensial. Grafik Gbr. Jurusan Elektro-PKK-Modul 4 UNIVERSITAS MERCU BUANA _____________________________________________________________________________________ 4 = log2 m m = 16 4. terdapat relasi antara nilai Eb/No dengan nilai BER sistem. melainkan menunjukkan bagaimana mempertahankan nilai BER atau menentukan nilai tersebut pada satu keadaan nilai Eb/No tertentu. Pada dasarnya nilai Eb/No harus dipertahankan cukup besar. Ternyata hubungan kedua parameter tersebut bergantung juga pada nilai m (signaling level) yang besarnya adalah 2n. Gbr.2. 4-2 Grafik hubungan antara Eb/No dengan BER. Komunikasi Data 4 . Seperti misalnya pada sistem seluler CDMA yang mempunyai persyaratan nilai BER terburuk sampai 10 -3. yaitu dengan nilai E b jauh lebih besar dari No sehingga energi digital tidak tenggelam dalam sinyal noise yang menyertainya. Hubungan Eb / No dengan BER Dari persamaan (4-1) nampak bahwa.4-3 akan nampak bahwa pemilihan sistem modulasi yang tepat dapat diperoleh dengan jalan melihat dulu pada sistem bersangkutan nilai BER yang diperlukan dimana sistem masih dapat masih bekerja normal. 4-3.

pemilihan nilai Eb/No itu juga berdampak pada kebutuhan bandwidth transmisi yang akan ditempati sinyal. Satu hal lagi yang harus dipertimbangkan adalah. maka rangkaian akan menjadi yang kompleks dan rumit. Komunikasi Data 5 . beberapa nilai m. yaitu:  Power efficiency. 4-3. maka sistem makin efisien. menunjukkan bahwa pemilihan BER yang baik akan berdampak terbalik pada nilai Eb/No. Tentu saja. kita tarik garis mendatar dari nilai 10 -3 itu ke samping sehingga memotong beberapa grafik yang ada dan memilih untuk nilai Eb/No yang paling kecil. Makin banyak bit yang dibawa per Hertz- nya. 4-3 Grafik hubungan antara Eb/No dengan BER utk. Gbr. Sehingga di dalam merancang sistem komunikasi digital.  Kompleksitas peralatan. Jurusan Elektro-PKK-Modul 4 UNIVERSITAS MERCU BUANA _____________________________________________________________________________________ maka melalui grafik Gbr. yang menunjukkan bahwa makin baik nilai BER yang dipilih. Itu berarti bahwa penggunaan daya kurang efisien. terdapat tiga hal yang harus menjadi pertimbangan. makin kecil bandwidth. menunjukkan bahwa berapa jumlah bit yang dapat ditransmisikan per Hertz sinyal carrier.  Bandwidth efficiency. Nilai kecil Eb/No akan menentukan daya peralatan. maka makin efisien sistem bersangkutan.

Digital and Analog Communication Systems. 2000). Komunikasi Data (terjemahan : Data Communication. Komunikasi Data dan Komputer (terjemahan : Data & Compu-ter Communications. ANDI. William 2001. Wheland Couch II. DC 1966. 2. Green. 3. Singapore.. Penerbit Salemba Teknika. Longman Group-UK. Jakarta. Leon 1993. Komunikasi Data 6 . Stallings. 4. George 1988. Macmillan Publishing Company. Electronic Communication Systems. Yogyakarta. Prentice-Hall. MacGraw-Hill. Jurusan Elektro-PKK-Modul 4 UNIVERSITAS MERCU BUANA _____________________________________________________________________________________ Daftar Kepustakaan : 1. 1995). Inc. Kennedy. New York.