PEMERINTAH KABUPATEN GIANYAR

DINAS KESEHATAN

DINAS KESEHATAN KABUPATEN GIANYAR
2017

KATA PENGANTAR

Atas Asung Kertha Wara Nugraha Ida Sang Hyang Widhi
Wasa/Tuhan Yang Maha Esa dan dorongan dari berbagai pihak, maka
penyusunan LAKIP Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar Tahun 2015 bisa
terselesaikan.
LAKIP Dinas Kesehatan Kabupaten ini pada intinya berisi berbagai
data/informasi di bidang kesehatan Tahun 2016 dan merupakan salah
satu sarana yang digunakan untuk melaporkan hasil pemantauan
terhadap pencapaian hasil pembangunan kesehatan, terutama kinerja dari
penyelenggaraan pelayanan minimal.
Dalam penyusunan LAKIP Dinas Kesehatan ini dipergunakan data
pelaporan dari unit pelaksana dan dari sumber-sumber terkait, karena
LAKIP Dinas Kesehatan ini merupakan rangkuman dan rekapitulasi
kegiatan/program dalam satu tahun, tentunya LAKIP Dinas Kesehatan ini
diharapkan dapat menjadi bahan masukan dan bahan pertimbangan
dalam penyusunan rencana kerja, kebijakan ataupun dalam pengambilan
keputusan di bidang kesehatan di tahun mendatang.
Kami sangat menyadari kekurangan dan keterbatasan kami, baik
ilmu maupun pengalaman dalam penyusunan ini, untuk itu kami dengan
senang hati dan lapang dada, mohon sumbangan pemikiran, saran-saran
dalam penyempurnaan penyusunan berikutnya.
Akhir kata pada kesempatan ini, kepada semua pihak yang telah
membantu dan terlibat langsung maupun tidak langsung dalam
penyusunan LAKIP Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar Tahun 2016 ini,
kami tak lupa mengucapkan banyak terima kasih, dan yang pada akhirnya
LAKIP Dinas Kesehatan ini berguna bagi kita semua.
Gianyar, Januari 2017

Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB : PENDAHULUAN
I
A. Latar Belakang ........................................................... 1
B. Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi ..................... 2
C. Faktor pendukung yang mempengaruhi jinerja ......... 5
D. Aspek Strategis ......................................................... 6
E. Ruang Lingkup ......................................................... 9

BAB : RENCANA KINERJA
II
A. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD) Kabupaten Gianyar Tahun 2013–2018 ....... 11
B. Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2013-2018 ......... 18
a. Visi ........................................................................ 18
d. Misi ........................................................................ 19
c. Tujuan .................................................................... 19
d. Sasaran dan Indikator Kinerja Utama ................... 20
e. Strategi dan Kebijakan ............................................ 23
f. Perjanjian Kinerja dan Rencana Kerja Tahunan ..... 25

BAB : AKUNTABILITAS KINERJA
III
A. Capaian Kinerja Organisasi Tahun 2016 .................... 29
1. Perbandingan antara target dan realisasi kinerja
tahun 2016 ............................................................... 30
2. Perbandingan antara realisasi kinerja tahun 2016
dengan tahun lalu dan beberapa tahun terakhir
.................................................................................... 34
3. Membandingkan realisasi kinerja sampai dengan
tahun 2016 dengan target Jangka Menengah dalam
dokumen perencanaan strategis organisasi ............... 39
4. Perbandingan realisasi kinerja tahun 2016 dengan
standar Nasional Mencakup SPM .............................. 43

Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) ii

............. 5.................. 114 LAMPIRAN Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) iii .. Kesimpulan .................................. Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunan kinerja.................... analisis efisiensi penggunaan anggaran dan analisa program serta alternativ solusi yang telah dilakukan .................................................................... 110 BAB : PENUTUP IV A............. Realisasi Anggaran ............................... 112 B. Rekomendasi/Saran ..... 46 B...............................................

LAMPIRAN . Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) iv .

pelaporan kinerja dan pemanfaatan informasi kinerja bagi perbaikan kinerja secara berkesinambungan Sesuai amanat Inpres Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Inpres Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan dan Pembrantasan Korupsi dilaksanakan dalam rangka mewujudkan Pemerintahan yang lebih menjamin adanya keseimbangan dan wujud nyata akuntabilitas kepada masyarakat. selain itu juga menunjukkan upaya pertanggungjawaban sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan kinerja Instansi Pemerintah. Latar Belakang S emakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih (good governance dan clean government) telah mendorong pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang jelas. teratur dan efektif yang dikenal dengan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). dan metode pertanggungjawaban dengan tahapan meliputi penetapan perencanaan strategik. instrumen. SAKIP merupakan suatu tatanan. pengukuran kinerja. tepat. BAB I PENDAHULUAN A. Dengan demikian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah perlu dilaksanakan sebagai alat ukur untuk Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 1 .

mengetahui kemampuan organisasi dalam pencapaian visi dan misi. Gianyar sebagai salah satu Dinas Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 2 . pengukuran kinerja digunakan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program. Hasil yang dicapai tersebut akan menjadi media evaluasi yang efektif bagi upaya dan sarana perbaikan kinerja Instansi Pemerintah. Gianyar telah ditetapkan Perda Nomor 6 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kab. sasaran yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi instansi pemerintah. Kedudukan. tentang Sistim Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk teknis perjanjian kinerja. tujuan serta sasaran organisasi tersebut. maka di Kab. B. Sesuai ketentuan tersebut. pelaporan kinerja dan tata cara reveu atas laporan kinerja Instansi Pemerintahan. Gianyar. Laporan tersebut memberikan gambaran mengenai penilaian tingkat pencapaian target sasaran dari masing-masing indikator kinerja sasaran yang di tetapkan dalam dokumen rencana strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar tahun 2013-2018 yang dijabarkan pencapaiannya setiap tahun yang ditetapkan menjadi penetapan kinerja (PK). Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar melaksanakan kewajiban untuk membuat Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) sesuai dengan ketentuan yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden RI Nomor 29 tahun 2014. termasuk didalamnya adalah Dinas Kesehatan Kab. 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. dan Fungsi Sesuai amanat PP No. Tugas Pokok.

maka struktur organisasi terbaru pada Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar seperti Gambar berikut: Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 3 . berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekda. Disebutkan bahwa Dinas Daerah dalam melaksanakan tugas. b) penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum sesuai dengan lingkup tugasnya. tentang Struktur Organisasi Pemerintahan Daerah Kabupaten Gianyar. dan d) pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya. Dinas Daerah mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan. Berdasarkan Peraturan Bupati Gianyar Nomor 29 Tahun 2008 tentang Uraian Tugas Jabatan Struktural Perangkat Daerah Kabupaten Gianyar dan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2008. c) pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya. menyelenggarakan tugas dan fungsi : a) perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya.Daerah yang merupakan unsur pelaksana otonomi daerah.

Suangga. SUB. Penanggulangan Sek. A.Sos I Putu Awan Saputra. BAG.Sos drg. ST Drs. A. & Pelaporan Keluaraga Ngakan Gede SKM.A Gede Suputra Kelompok Jabatan Kelompok Jabatan Kelompok Jabatan Kelompok Jabatan Fungsional Fungsional Fungsional Fungsional UPT Kelompok Jabatan Fungsional Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 4 . I. SKM Astuti A. Msi Bidang Pelayanan Bidang P2PL Bidang Bidang Bina Gizi Kesmas IB. Rukmi Utami. Kesehatan Khusus I Dw. BAG. SKM SE. Regis. SEKRETARIAT Dra. Tri Rusmini. Gizi Kesmas Rujukan & Swasta Penyakit & Promkes Masta Selianawati. Ari Putri. Sek. Pelatihan. Putu Susilawati. Pengembangan SDM Kesmas I Nyoman Mustika. Jaminan & Perbekalan Penyakit Akreditasi. Pengolahan Data Sek. Maheni. Cahyani Widyawati. SKM drg. Kesehatan Sek. Struktur Organisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar KEPALA DINAS KESEHATAN dr.md. & Kesehatan Sri Arboni Yuliawati.kes. Nidawati. A.SUB. Pencegahan Sek. SKM SH SKM Sek. . UMUM SUB. I A. KEUANGAN I Wayan Bandem. S. Kep drg.A. Kesling Sek. M. Made Rahwisnu. BAG. Kesehatan Sek. Kesehatan Dasar Sek. A. MAP. SE Perijinan Dra. Ni Nyoman Ariyuni. PERENCANAAN & KEPEG.Kes Dsk. Ayu Budiarini. Msi S.Si Ida Ayu Nyoman Sang Ayu Putu Artini. Pend.A. IGA. S. SH S. M.Sos. Komang Ria I Nyoman Astawa.A Gede Suputra Sek.A Gede Suputra Sek. Sek. Drg. I Nyoman Cakra.

Pemerintah Kabupaten Gianyar terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya kesehatannya. Ketenagaan Distribusi jumlah tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas. Faktor Pendukung yang Mempengaruhi kinerja Untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat. Adapun sumber daya kesehatan yang dimiliki terdiri dari: a.1 Jumlah Tenaga Kesehatan di Kabupaten Gianyar Tahun 2013 s/d 2016 No Jenis Ketenagaan Jumlah Tenaga 2013 2014 2015 2016 1 Doter Umum 123 123 101 115 2 Dokter Spesialis 87 87 46 96 3 Dokter Gigi 53 75 51 62 4 Perawat Umum 453 525 670 690 5 Perawat Gigi 41 43 49 56 6 Bidan 393 148 448 423 7 Kesehatan Masyarakat 33 36 19 31 8 Apoteker 19 19 14 29 9 Asisten Apoteker 40 47 54 53 10 Gizi 30 32 22 39 11 Analisis Laboratorium 16 21 32 32 12 Rotgen/Fisioterapi 13 13 12 12 13 Kesehatan Lingkungan 50 60 46 59 Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 5 . Rumah Sakit dan dinas kesehatan di Kabupaten Gianyar seperti berikut : Tabel 1.C.

Membuat pemerintah selalu hadir dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih. Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 6 .2 Jumlah Sarana Kesehatan di Kabupaten GianyarTahun 2015 No Uraian Jumlah 1 Fasilitas a. Apotek 56 c. Pembantu 65 3. demokratis. b. dan terpercaya. Rumah Sakit Pemerintah 1 d. Rumah Sakit Khusus - f. yaitu : 1. Puskesmas 1. Toko obat 21 D. Induk 13 2. 2. Fasilitas Kesehatan Tabel 1. efektif. Posyandu 566 b. Keliling 13 c. Pedagang besar farmasi - b. Rumah Sakit Umum Swasta 5 e. Aspek Strategis Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 menetapkan 9 Agenda Prioritas Pembanguan yang disebut dengan NAWA CITA. Mengahadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman kepada seluruh warga negara. Klinik/ Praktek Dokter 11/561 2 Jumlah Industri Farmasi - Gudang Farmasi 1 3 Pedagang Kesehatan a.

Agama dan Kebudayaan 7 Iklim investasi dan usaha 7 Lingkungan Hidup 8 Energi 8 Peningkatan kapasitas birokrasi Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 7 . Dalam pelaksanaanya RPJMN menetapkan 11 prioritas pembangunan nasional. 5. 8. Memperkuat kehadiran negara dalam melakukan reformasi sistim dan penegakakn hukum yang bebas korupsi. Peternakan. Melakukan revolusi karakter bangsa. Meningkatkan produktivitas dan daya saing di pasar Internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya. dan terpercaya. 4. Membangu Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.3. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domistik. 9. Memperteguh kebhineka-an dan memperkuat restorasi sosial Indonesia. 6. bermartabat. 7. Perkebunan. Perikanan dan kelautan 5 Ketahanan Pangan 5 Bidang Infrastruktur 6 Infrastruktur 6 Sosial. sedangkan dalam RPJMD 2013-2018 Kabupaten Gianyar menetapkan 9 prioritas pembangunan yaitu : No Prioritas RPJMN No Prioritas RPJMD Kabupaten Gianyar 1 Reformasi Birokrasi 1 Pendidikan 2 Pendidikan 2 Kesehatan 3 Kesehatan 3 Kesejahteraan sosial 4 Penanggungan Kemiskinan 4 Pertanian.

Peningkatan sarana dan prasarana kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang cepat. Peningkatan pemberdayaan masyarakat. Penyempurnaan dan pemantapan pelaksanaan program jaminan kesehatan masyarakat seperti JKBM dan program jaminan kesehatan lainnya secara terintegrasi. terjangkau. bermutu dan berkeadilan. swasta dan masyarakat madani dalam pembangunan kesehatan melalui kerjasama lokal. c. Hal ini dapat dipahami karena urusan kesehatan merupakan kebutuhan mendasar masyarakat. yang mengutamakan upaya promotif – preventif. Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 8 . kreativitas.9 Lingkungan hidup dan 9 Bidang Hukum penanganan bencana 10 Daerah tertinggal. Mengingat kesehatan merupakan salah satu indikator penting dalam upaya peningkatan kualitas pembangunan manusia (human development indeks). terluar dan paska konflik 11 Kebudayaan. & Inovasi Teknologi Berdasarkan dokumen RPJMD Kabupaten Gianyar 2013-2018 menempatkan urusan kesehatan merupakan prioritas kedua dalam prioritas pembangunan. merata. untuk mewujudkan jaminan sosial kesehatan nasional. b. Penurunan tingkat kematian ibu melahirkan. terdepan. maka arah kebijakan pembangunan kesehatan di Kabupaten Gianyar meliputi : a. nasional dan global dalam upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat ke seluruh polosok wilayah. d.

meningkatkan kesehatan. data umum yang menyangkut tugas pokok dan fungsi. Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 9 . g. termasuk pencegahan penyakit menular seperti HIV/AIDS. Ruang Lingkup Laporan akuntabillitas kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar tahun 2015 disusun dengan sistematika sebagai berikut : Ringkasan Eksekutif Menyajikan secara ringkas rencana dan capaian kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar Tahun 2016. berdayaguna dan berhasil guna. Peningkatan ketersediaan. TBC dan penyakit menular lainnya. f. Ibu & anak serta anggota keluarga lainnya. dan keterjangkauan obat dan alat kesehatan. transparan. struktur organisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar dan faktor pendukung yang mempengaruhi kinerja organisasi serta aspek strategis. Bab I Pendahuluan Menyajikan latar belakang. Peningkatan manajemen kesehatan yang akuntabel. Bab II Perencanaan Menyajikan mengenai RPJMD dan Perjanjian Kabupaten Gianyar. rencana strategis dan rencana kinerja Dinas Kesehatan Kinerja Kabupaten Gianyar. e. E. Rencana strategis mencakup visi. Malaria. Peningkatan pengembangan dan pemberdayaan SDM kesehatan yang merata dan bermutu. misi. pemerataan.

serta strategi/ kebijakan dan program. kegiatan yang menjadi acuan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi. Bab III Akuntabilitas Menyajikan capaian kinerja tahun 2016 Kinerja yang memuat hasil pengukuran kinerja dengan penjelasan keberhasilan dan permasalahan dalam pencapaian kinerja serta akuntabilitas keuangan Bab IV Penutup Menyajikan kesimpulan atas capaian kinerja tahun 2016 dan saran perbaikan atas permasalahan dalam pencapaian kinerja. Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 10 . Rencana kinerja dan penetapan kinerja menggambarkan kinerja yang ingin dicapai beserta indikator keberhasilannya. tujuan. sasaran.

Terwujudnya Gianyar yang bersih. Giat. Berbudaya dan Sejahtera) menuju Jagadhita” Visi ini dikelompokan menjadi 5 Item sebagi pengejewantahan BAGUS. indah atau cemerlang. Giat. Alami. Berbudaya dan Sejahtera. Terwujudnya aparatur daerah yang bersih. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Gianyar Tahun 2013–2018 Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Pemerintah Kabupaten Gianyar menetapkan visi bermula dari kosa kata “Gianyar Bagus”. profesional. akuntabel. transparan. Terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang mampu menerapkan prinsip-prinsip pemerintahan yang baik (good and clen governance) yaitu profesional. meliputi : 1. Bagus juga merupakan singkatan dari Bersih. berjiwa enterpreneur dan responsif terhadap kepentingan rakyat berbasis kinerja. berintegritas. partisipativ serta memiliki kredibilitas dan bebas KKN Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 11 . BAB II PERENCANAAN KINERJA A. yang mengandung perngertian bagus berarti baik. elok. Berdasarkan hal tersebut maka Visi Kabupaten Gianyar tahun 2013-2018 adalah : “Terwujudnya Gianyar Bagus (Bersih. yaitu : a. Alami. berwibawa. 2.

masyarakat ilmuwan dan pengusaha(tertrahendron) dalam mempercepat proses pembangunan 5. ketertiban umum. Terwujudnya sinergitas antara pemerintah. Terkendalinya lingkungan hidup dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan 5. dan supremasi hukum 6. Terwujudnya lingkungan Gianyar yang alami dan lestrai 2. Terwujudnya sinergitas pengelolaan lingkungan dan pengembangan pariwisata budaya yang berbasis pada masyarakat Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 12 . Terwujudnya Perencanaan. Terwujudnya suatu sistem perencanaan. b. Terwujudnya Gianyar Alami meliputi : 1. Terwujudnya lingkungan masyarakat yang indah. aparat keamanan dan masyarakat. Terwujudnya peingkatan kesadaran dan wawasan wawasan masyarakat akan pentingnya perananan pengelolaan lingkungan dalam berbagai aspek pembangunan 6. berih dan hijau (clen and green) 3. 3. Terwujudnya partisipasi masyarakat dalam mewujudkan ketentraman. pemanfaatan dan pengendalain pemanfaaatan ruang serta penggunaan lahan sesuai dengan rencana tataruang wilayah 4. Terwujudnya sitem keamanan lingkungan yang berbasis komunitas dan sitem informasi yang berbasis teknologi dengan membangun sinergitas pemerintah. pelaksanaan dan pengawasan pembangunan daerah yang melibatkan pertisipasi publik dalam berbagi tingkatan pengambilan keputusannya 4.

Terwujudnya penguasaan ilmu pengetahuan. Terwujudnya aparatur pemerintah yang giat bekerja. Terwujudnya kreativitas dan produktivitas masyarakat dalam berinovasi untuk membangun dan mengembangakan usaha serta bentuk-bentuk ekonomi kreativ lainya berbasis ekonomi kerakyatan 3. Terwujudnya Gianyar Giat meliputi : 1.c. Terwujudnya peningkatan pemahaman masyarakat akan pentingnya sesallu giat bekerja. Terwujudnya peningkatan partisipasi publik dan kemandirian masyarakat dlam berbagi bidang untuk memenuhi kebutuhannya minimal kebutuhan pokoknya 6. Terwujudnya Gianyar berbudaya. Terwujudnya peningkatan sradha dan bhakti dalam menunjang kecerdasan intelektual. kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual dalam berkreasi dan beraktivitas Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 13 . dlam kontek bekerja keras. teknologi dan keterampilan bagi masyarakat dalam mengahdapi perubahan persaingan dan kompleksitas permasalahan di masa depan dalam berbagi tingkatan 4. Terwujudnya peningkatan pemahaman dan pelaksanaan swadarmaning negara dan swadarmaning agama bagi masyarakat Gianyar 2. meliputi : 1.memiliki daya saing tangguh berjiwa interpreneurship dan mampu memenuhi tuntutan kebutuhan dan kemajuan pembangunan daerah 5. Terwujudnya peningkatan kualitas SDM yang . reponsip dalam mengatasi maslah pembangunan dan pelayanan publik d. bekerja cerdas dan bekerja ikhlas 2.

sekalugus mewujudnyatakan kerukunan interenn dan anatar umat beragama dengan semangat menyama braya 4. kesehatan. banjar. Terwujudnya akses msyarakat miskin terhadap pemenuhan kebutuhan dasar seperti kebutuhan : sandang. Terwujudnya peningkatan etos atau budaya kerja. pendidikan. Terwujudnya peningkatan IPM 2. papan. pangan. berbangsa dan bernegara e. Terwujudnya Gianyar Sejahtera meliputi : 1. Terwujudnya jumlah penduduk miskin. pengangguran terbuka dan berkurangnya kesenjangan antar wilayah dan kesenjangan sosial 3. subak dan sekehe-sekehe lainnya 6. Terwujudnya masyarakat yang cerdas. kreativitas msyarakat dalam menciptakan. 3. rukun dan dami berdasarkan selunglung sebayantake paras paros sarpanaya. mengembangkan kesenian dan hsil-hasil produksi yang memiliki nilai seni dan berdaya saing 5. Terpeliharanya adat istiadat dan nilai-nilai budaya lokal sebagai pedoman hidup didalam kehidupan masyarakat. Terwujudnya peningkatan pengarustamaan gender dan pertisipasi perempuan dalam pembangunan melalui program kegiatan dan penyususnan anggaran yang sensitiv gender 5. Terwujudnya kesadaran akan pentingnya perhatian pada peranan pemuda anak-anak dan penhyandang masalah Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 14 . Terwujudnya kreativitas seni dan budaya sebagai pilar adat dan agama yang berbasis desa pekraman. sanitasi dan kesempatan berusaha 4.

dan berjiwa enterpreneur yang berorientasi pada pelayanan publik 2. Meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia yang kompetitif. berintegritas. kerja keras berorientasi pada prestasi dengan meningkatkan peranan desa pekraman. berintegritas. profesional. Menjadikan Gianyar yang bersih. Menumbuhkembangkan budaya msyarakat yang berbasis nilai-nilai kearifan lokal yang dapat menumbuhkan relegiusitas. disiplin. sosial lainnya dalam keberhasilan seluruh proses pembangunan daerah 6. responsip. banjar. subak dan sekeha-sekeha serta institusi-institusi yang telah ada dalam menjaga adat. melatih dan mengusahakan modal bagi komponen masyarakat untuk menjadi interprenuer. sehingga dapat mewujudkan Gianyar yang alami dan terbebas dari masalah-masalah kependudukan. lingkungan dan sosial 3. hijau dan elok berdasarkan penerapan rencana tata ruang secara konsisten dan berwawasan lingkungan. budaya dan agama 5. Menumbuhkan etos dan sikap giat bekerja pada masyarakat dalam pengembangan ekonomi lreatif dan usaha ekonomi kerakyatan yang berbasis pada produk unggulan daerah. 4. Tersedianya jaringan infrastruktur yang mampu mendorong perekonomian desa dan berkembangnya keterpaduan antar sektor dalam pengelolaan potensi ekonomi daerah yang berwawasan lingkungan Untuk mewujudkan visi tersebut maka disusun 5 (lima) Misi yaitu: 1. profesional dan berjiwa kewirausahaan dengan mengiplementasikan wajib belajar 12 tahun. Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 15 . Membangun pemerintah yang bersih.

beasiswa bagi anak kurang mampu dan berorientasi
sampai ke jenjang perguruan tinggi, meningkatkan
kualitas insentiv, dan renumerasi bagi pendidik dan
tenaga kependidikan, serta menjadikan ruang-ruang
publik di desa sebagai rumah belajar

Untuk mewujudkan misi tersebut maka dirumuskan tujuan dan
sasaran pembangunan daerah untuk jangka menengah. Khusus
untuk bidang kesehatan terdapat pada misi kelima “Meningkatkan
kesejahteraan rakyat melalui peningkatan kualitas sumber daya
manusia yang kompetitif, berintegritas, profesional dan berjiwa
kewirausahaan dengan mengiplementasikan wajib belajar 12
tahun, beasiswa bagi anak kurang mampu dan berorientasi
sampai ke jenjang perguruan tinggi, meningkatkan kualitas
insentiv, dan renumerasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan,
serta menjadikan ruang-ruang publuk di desa sebagai rumah
belajar”.
Ada 7 tujuan dalam misi kelima, namun tujuan yang harus
dicapai dalam bidang kesehatan adalah tujuan yang ke 2 dan ke 5
dengan sasaran seperti berikut :

Tujuan Ke- Sasaran

2. Mewujudkan peningkatan a. Terwujudnya kelembagaan
Indeks Pembangunan Manusia dan ketatalaksanaan
(IPM) yang ditunjukan oleh pemerintah daerah yang
tingkat kesehatan antara lain : berkualitas.
meningkatnya derajat b. Terwujudnya SDM aparatur
kesehatan masyarakat, angka pemerintah daerah yang
harapan hidup, dan berkualitas
terpenuhinya sistem pelayanan
sosial melalui Asuransi

Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 16

Tujuan Ke- Sasaran

Kesehatan,

5. Mewujudkan mewujudkan a. Terwujudnya
akses masyarakat miskin pemberdayaan bagi
terhadap pemenuhan masyarakat miskin.
kebutuhan dasar seperti
kebutuhan sandang, pangan,
papan, pendidikan, kesehatan,
sanitasi dan kesempatan
berusaha.

Untuk dapat mewujudkan Visi dan Misi menuju
pembangunan ke arah yang lebih maju dan baik, beberapa isu
strategis yang akan diprioritaskan dalam pelaksanaan
pembangunan lima tahun mendatang meliputi sektor:
1. Kesejahteraan dan pemerataan ekonomi
2. Kesejateraan Sosial (meliputi Pendidikan dan
Kesehatan Masyarakat)
3. Pelayanan Umum
4. Pertanian
5. Agama, Seni, Budaya dan Parawisata
6. Infrastruktur dan Tata Ruang
7. Keamanan dan Ketertiban
8. Pengembangan SDM
9. IPTEKDA
10. Lingkungan Hidup
11. Pemberdayaan Masyarakat dan Pemberdayan
Perempuan dan Perlindungan Anak
12. Reformasi Birokrasi

Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 17

B. Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2013-2018
Rencana Strategis (Renstra) merupakan dokumen
perencanaan lima tahunan yang disusun secara sistematis dan

berkelanjutan di masing-masing satuan kerja perangkat daerah
(SKPD). Menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54

Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8

Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan,
Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan

Daerah disebutkan bahwa Rencana Strategis Satuan Kerja
Perangkat Daerah (SKPD) adalah dokumen perencanaan SKPD

untuk periode lima tahunan. Renstra SKPD Dinas Kesehatan
merupakan dokumen perencanaan yang bersifat indikatif yang

memuat Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi, Kebijakan, dan
program-program pembangunan kesehatan sebagaimana

diamanatkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 54

tahun 2010, yang akan dilaksanakan langsung oleh SKPD Dinas
Kesehatan maupun dengan mendorong peran aktif masyarakat

untuk kurun waktu tahun 2013-2018.
a. Visi
Dalam penyusunan Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten
Gianyar mengacu pada RPJMD serta visi misi dari Kementerian
Kesehatan RI serta Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Adapun visi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah masyarakat
sehat yang mandiri dan berkeadilan, sedangkan visi Dinas
Kesehatan Provinsi Bali yaitu Bali Sehat menuju Bali yang
maju, aman, damai dan sejahtera. Merujuk pada visi diatas
maka Dinas Kesehatan sebagai penggerak utama pembangunan
kesehatan di Kabupaten Gianyar merumuskan visi sebagai
berikut:
Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 18

Adapun Tujuan yang lebih spesifik untuk mewujudkan misi Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar adalah : Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 19 . 2. terjangkau dan berkeadilan. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan dan pembiayaan kepada masyarakat 4. Aman. Menciptakan manajemen dan tatakelola kesehatan yang baik. Mendekatkan pelayanan kepada masyarakat untuk melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya upaya kesehatan yang paripurna. Misi Untuk mencapai Gianyar sehat menuju Gianyar Bagus yang Jagaditha ditempuh melalui misi sebagai berikut : 1. Menjamin ketersediaan sumber daya kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan secara cepat dan tepat kepada masyarakat 3. bermutu. Tujuan Terselenggaranya pembangunan kesehatan secara berhasil guna dan berdaya guna dalam rangka mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. c. Giat. b. “ GIANYAR SEHAT MENUJU GIANYAR BAGUS YANG JAGADHITA” Visi ini memiliki pengertian tercapainnya suatu kondisi derajat kesehatan masyarakat Gianyar yang optimal melalui pendekatan yang BAGUS ( Bersih. merata. Berbudaya dan Sejahtera) menuju masyarakat Gianyar yang sejahtera (Jagadhita).

Terwujudnya peningkatan pengendalian penyakit menular. d. d. Terwujudnya kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 20 . Meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu pada masyarakat. Terwujudnya peningkatan penyehatan lingkungan dan pengendalian pencemaran lingkungan. Meningkatkan ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan yang bermutu dan sesuai dengan kebutuhan. untuk mencapai 4 tujuan dan memiliki 52 Indikotor Kinerja kegiatan. tidak menular dan penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi serta pengamatan penyakit. Terwujudnya perbaikan Kesehatan Reproduksi Ibu dan Anak c. e. Meningkatkan pemerataan ketersediaan tenaga kesehatan sesuai kompetensi di unit pelayanan kesehatan. 2. Sasaran dan Indikator Kinerja Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar tahun 2014- 2018 menetapkan 8 Sasaran sampai tahun 2018. b. Terwujudnya peningkatan mutu pelayanan kesehatan dasar dan rujukan. Meningkatkan peran peran serta masyarakat untuk melaksanakan pola hidup bersih dan sehat. 1. adapun selengkapnya adalah sebagai berikut : 1) Sarasan dari Tujuan 1 : a. 4. akan tetapi untuk tahun 2015 yang ditetapkan dan di-Perjanjikan sebanyak 7 sasaran dengan 29 Indikator Kinerja Utama. 3.

Terwujudnya peningkatan peran serta masyarakat untuk hidup bersih dan sehat. Terwujudnya peningkatan ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan yang bermutu dan sesuai kebutuhan 4) Sasaran dan Tujuan 4 : a. Terwujudnya peningkatan kualitas tenaga kesehatan sesuai kompetensi di unit pelayanan kesehatan Tabel 2. Tujuan : Meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu pada masyarakat. Tujuan dan Sasaran strategis dan indiktor kinerja Jangka Menengah Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar Tahun 2014 – 2018 Sasaran Indikator Kinerja a. 2) Sasaran dari Tujuan 2 : a. Sasaran Strategis 1 : 1) Cakupan Pelayan Kesehatan dasar Terwujudnya 2) Cakupan Pelayan Kesehatan Rujukan peningkatan mutu Masyarakat Miskin pelayanan kesehatan 3) Cakupan Pelayanan Gawat Darurat level dasar dan rujukan. 3) Sasaran dan Tujuan 3 : a. 1 yang harus diberikan Sarana Kesehatan (RS) di Kab/Kota Sasaran strategis 2 : 1) Angka Kematian Ibu melahirkan (AKI) Terwujudnya 2) Angka Kematian Bayi (AKB) perbaikan Kesehatan 3) Angka Kematian Balita (AKBA) Reproduksi Ibu dan 4) Cakupan Komplikasi Kebidanan yang Anak ditangani 5) Cakupan Pertolongan persalinan oleh Nakes yang memiliki kompotensi dasar 6) Persentase cakupan pelayanan nifas 7) Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani 8) Persentase usia subur yang menjadi Akesptor KB Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 21 .1.

Sasaran strategis 5 : 1) Angka Kepuasan pelayanan kesehatan di Terwujudnya UPT Kesmas kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan Tujuan 2 : Meningkatkan peran peran serta masyarakat untuk melaksanakan pola hidup bersih dan sehat. tidak Chaild Immunization (UCI) menular dan penyakit.4) Persentase penderita DBD yang ditangani penyakit yang dapat 5) Cakupan desa kelurahan mengalami KLB dicegah dengan yang dilakukan penyelidikan epidemiologi imunisasi serta < 24 Jam pengamatan penyakit. Sasaran strategis 4 : 1) Angka Kematian Demam Berdarah Terwujudnya 2) Angka Kesembuhan Penderita TB Paru peningkatan BTA + pengendalian penyakit 3) Persentase Desa / Kelurahan Universal menular. Sasaran Indikator Kinerja 9) Persentase kunjungan Ibu hamil K4 10) Cakupan Kunjungan Bayi 11) Cakupan Pelayanan anak Balita 12) Cakupan penjaringan siswa SD dan setingkat 13) Persentase Balita Gizi Buruk 14) Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan keluarga miskin 15) Cakupan Balita Gizi Buruk mendapat perawatan Sasaran strategis 3 : 1) Persentase Rumah Sehat Terwujudnya 2) Persentase Tempat Umum Sehat peningkatan penyehatan lingkungan dan pengendalian pencemaran lingkungan. Sasaran Strategis 1 : 1) Persentase Cakupan Desa Siaga Aktif. Terwujudnya 2) Persentase Rumah Tangga Berperilaku peningkatan peran Hidup Sehat serta masyarakat untuk hidup bersih dan sehat Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 22 .

Sasaran Strategis 1 : 1) Jumlah SDM Kesehatan dan Puskesmas Terwujudnya yang mengikuti lomba tenaga kesehatan peningkatan kualitas teladan. Meningkatkan 1) Peningkatan 1) Peningkatan sarana dan pelayanan pelayanan prasarana kesehatan untuk kesehatan yang kesehatan memberikan pelayan kesehatan bermutu pada yang yang cepat. ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan yang bermutu dan sesuai kebutuhan Tujuan 4 : Meningkatkan pemerataan ketersediaan tenaga kesehatan sesuai kompetensi di unit pelayanan kesehatan. masyarakat.3 Strategi dan Kebijakan Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar Tahun 2014-2018 NO TUJUAN STRATEGI KEBIJAKAN 1. terutama 2) Penyempurnaan dan bagi pemantapan pelaksanaan Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 23 . berkesinamb bermutu dan berkeadilan yang ungan dan mengutamakan upaya promotif. berkualitas preventif. Strategi dan Kebijakan Strategi dan kebijakan yang digunakan untuk mewujudkan misi Dinas Kesehatan seperti berikut : Tabel 2. Sasaran Indikator Kinerja Tujuan 3 : Meningkatkan ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan yang bermutu dan sesuai dengan kebutuhan. terjangkau. Sasaran Strategis 1 : 1) Cakupan ketersediaan obat dan Terwujudnya perbekalan kesehatan yang bermutu dan peningkatan sesuai kebutuhan. merata. e. tenaga kesehatan sesuai kompetensi di unit pelayanan kesehatan.

swsta dan serta masyarakat masyarakat madani dalam masyarakat dalam pembangunan kesehatan untuk pembangunan melalui kerjasama lokal. ke seluruh pelosok masyarakat 2) Penurunan tingkat kematian ibu melahirkan. nasional dan global dalam pola hidup upaya mendekatkan pelayanan bersih dan kesehatan kepada masyarakat sehat. berdayaguna dan berhasil guna 2. masyarakat seperti : JKBM dan 2) Pengembanga program Jaminan Kesehatan n Sistem lainnya secara terintegrasi Informasi untuk mewujudkan jaminan Kesehatan sosial kesehatan nasional (SIK) 3) Peningkatan manajemen kesehatan yang akuntabel. TBC. melaksanakan kesehatan. Meningkatkan Peningkatan 1) Peningkatan pemberdayaan peran peran peran serta masyarakat. transparan. dan penyakit menular lainnya 3. kualitas pemberdayaan SDM kesehatan ketersediaan dan penyebaran yang merata dan bermutu tenaga sumber daya kesehatan kesehatan sesuai secara adil dan kompetensi di merata unit pelayanan kesehatan Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 24 . Meningkatkan Peningkatan 1) Peningkatan pengembangan dan pemerataan jumlah. peningkatan kesehatan ibu dan anak serta anggota keluarga lainnya termasuk pencegahan penyakit menular seperti : HIV/AIDS. Meningkatkan Peningkatan 1) Peningkatan ketersediaan. ketersediaan pembiayaan pemerataan. malaria. dan obat dan kesehatan keterjangkauan obat dan alat perbekalan kesehatan kesehatan yang bermutu dan sesuai dengan kebutuhan 4.NO TUJUAN STRATEGI KEBIJAKAN masyarakat program jaminan kesehatan miskin.

sebagai tanda suatu kesanggupan untuk mencapai target kinerja yang telah ditetapkan. transparansi. Pernyataan ini ditandatangani oleh penerima amanah. dan sebagai dasar pemberian reward atau penghargaan dan sanksi. sebagai wujud nyata komitmen antara penerima amanah dengan pemberi amanah. dan kinerja aparatur. Perjanjian Kinerja (PK) dan Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Perjanjian kinerja merupakan suatu pernyataan kesanggupan dari pimpinan instansi/unit kerja penerima amanah kepada atasan langsungnya untuk mewujudkan suatu target kinerja tertentu. Namun demikian Indikator – indikator kinerja dan target tahunan lainnya dalam penetapan kinerja ini adalah indikator kinerja Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 25 .f. dan oleh karena sasaran ke-5 yaitu “Terwujudnya kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan” sesuai Renstra belum ditargetkan (target 0%) untuk tahun 2015. Perjanjian kinerja ini telah mengacu pada Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar tahun 2014-2018 serta rencana kinerja tahun 2015. sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi. menciptakan tolok ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja aparatur. maka sasaran dan Indikotor Kinerja untuk sasaran ini tidak di-Perjanjikan dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2015. Tujuan khusus perjanjian kinerja antara lain: untuk meningkatkan akuntabilitas. dan pemberi amanah atau atasan langsungnya sebagai persetujuan atas target kinerja yang ditetapkan tersebut.

Cakupan Pertolongan persalinan oleh Nakes 100% yang memiliki kompotensi dasar 6.000 KH 4. Target kinerja dalam Rencana Kinerja Tahunan (RKT) sama dengan target Perjanjian Kinerja (PK) Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar Tahun 2015 yang telah ditandatangani pada bulan Pebruari 2015 meliputi : Tabel 2.4 Perjanjian Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar Tahun 2015 Indikator Kinerja Target Sasaran Strategis 1 Terwujudnya peningkatan mutu pelayanan kesehatan dasar dan rujukan Indikator Kinerja Target 1. Cakupan neonatus dengan komplikasi yang 80% ditangani 8.000KH 11.000KH 3. Cakupan Pelayan Kesehatan Rujukan 100% Masyarakat Miskin 3.34/100. Persentase usia subur yang menjadi Akesptor 80% KB Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 26 . Angka Kematian Balita (AKBA) per.sesuai yang ada pada dokumen Renstra Dinas Kesehatan Kab. Persentase cakupan pelayanan nifas 95.000 100. Cakupan Pelayan Kesehatan dasar 15% 2. Angka Kematian Ibu melahirkan (AKI) per.54% 7. Cakupan Komplikasi Kebidanan yang 100% ditangani 5.000KH 11.000 KH KH 2.86/1.1.11 / 1. Angka Kematian Bayi (AKB) per 1. Gianyar tahun 2014-2018.60. Cakupan Pelayanan Gawat Darurat level 1 100% yang harus diberikan Sarana Kesehatan (RS) di Kab/Kota Sasaran Strategis II Terwujudnya perbaikan Kesehatan Reproduksi Ibu dan Anak Indikator Kinerja Target 1.

Persentase Balita Gizi Buruk 0. Indikator Kinerja Target 9. Cakupan penjaringan siswa SD dan setingkat 100% 13. Angka Kematian Demam Berdarah <1% 2. Cakupan Kunjungan Bayi 90% 11. Cakupan Balita Gizi Buruk Mendapat 100% Perawatan Sasaran Strategis III Terwujudnya peningkatan penyehatan lingkungan dan pengendalian pencemaran lingkungan. Indikator Kinerja Target 1. Indikator Kinerja Target 1. Cakupan Pelayanan Anak balita 90% 12. Persentase rumah sehat 92. Persentase Desa / Kelurahan Universal Chaild 100% Immunization (UCI) 4. Persentase penderita DBD yang ditangani 100% 5. Angka Kesembuhan Penderita TB Paru BTA + 95% 3.71% 2.41% 14. Persentase kunjungan Ibu hamil K4 95% 10. Persentase Tempat Umum Sehat 91. Cakupan desa kelurahan mengalami KLB 100% yang dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 Jam Sasaran Strategis V Terwujudnya Kepuasan Masyarakat terhadap Pelayanan Kesehatan Indikator Kinerja Target 1. Angka kepuasan pelayanan kesehatan di UPT 0% Kesmas Sasaran Strategis VI Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 27 . tidak menular dan penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi serta pengamatan penyakit. Cakupan pemberian makanan pendamping 100% ASI pada anak usia 6-24 bulan keluarga miskin 15.54% Sasaran Strategis IV Terwujudnya peningkatan pengendalian penyakit menular.

Persentase Rumah Tangga Berperilaku Hidup 82% Sehat Sasaran Strategis VII Terwujudnya peningkatan ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan yang bermutu dan sesuai kebutuhan Indikator Kinerja Target 1. Persentase Cakupan Desa Siaga Aktif. Indikator Kinerja Target 1. Sasaran Strategis VIII Terwujudnya peningkatan kualitas tenaga kesehatan sesuai kompetensi di unit pelayanan kesehatan. Jumlah SDM Kesehatan dan Puskesmas yang 52 mengikuti lomba tenaga kesehatan teladan. 100% 2. Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 28 . Indikator Kinerja Target Terwujudnya peningkatan peran serta masyarakat untuk hidup bersih dan sehat Indikator Kinerja Target 1. Cakupan ketersediaan obat dan perbekalan 85% kesehatan yang bermutu dan sesuai kebutuhan.

pengukuran kinerja digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan/kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi instansi pemerintah. keluaran. Pencapaian kinerja diperoleh dengan cara membandingkan target dengan realisasi indikator sasaran. hasil. Evaluasi capaian kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 29 . manfaat. Selanjutnya. dan dampak. Capaian Kinerja Organisasi Tahun 2016 Menurut Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. dikatakan bahwa pengukuran kinerja juga digunakan untuk menilai pencapaian tujuan dan sasaran (goals and objectives) Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar tahun 2016 diukur berdasarkan tingkat pencapaian sasaran dan indikator sasaran yang telah ditetapkan pada penetapan kinerja setiap tahun serta menggambarkan tingkat pencapaian sasaran berdasarkan program dan kegiatan yang dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan. Pengukuran kinerja merupakan suatu alat manajemen yang digunakan untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan akuntabilitas. Pengukuran dimaksud merupakan hasil dari suatu penilaian (assessment) yang sistematik dan didasarkan pada kelompok indikator kinerja kegiatan yang berupa indikator-indikator masukan. Hasil pengukuran kinerja tersebut dilakukan evaluasi untuk mengetahui keberhasilan dan kegagalan pencapaian sasaran strategis. BAB III AKUNTABILITAS KINERJA A.

1 Evaluasi Kinerja sasaran Strategis di Kabupaten Gianyar Tahun 2016 Indikator Kinerja Sasaran Strategis 1 Terwujudnya peningkatan mutu pelayanan kesehatan dasar dan rujukan Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 30 .< 80 Baik 3. 20 . Perbandingan antara target dan realisasi kinerja tahun 2016 Adapun hasil evaluasi kinerja terhadap sasaran strategis Dinas Kesehatan tahun 2016 seperti berikut : Tabel 3. Untuk mempermudah dalam membuat kesimpulan hasil pengukuran kinerja dan mengetahui tingkat pencapaian dari masing-masing indikator sasaran yang ditetapkan digunakan skala pengukuran ordinal yang dikategorikan menjadi lima kategori yaitu : No Rentang Nilai Kategori Capaian 1. 40 . < 20 Sangat Kurang Sumber : LAKIP BPKP Provinsi Bali 2011 1.< 60 Cukup 4.< 40 Kurang 5.dilakukan dengan cara membandingkan hasil capaian sasaran dengan target indikator sasaran yang ditetapkan dalam Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar. 80 – 100 Sangat Baik 2. 60 . target sasaran Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan target Nasional berdasarkan Renstra Kementerian Kesehatan 2010-2014.

Angka Kematian 11. 0 KH 1.06% Baik Balita (AKBA) per.00 16.000 KH 2. 65.29% Sangat Bayi (AKB) per 1.80% Sangat dengan komplikasi baik yang ditangani Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 31 .95% 94. Cakupan Pelayan 15% 12.000KH 3. Persentase 95.23% 97.000KH 1. Indikator Kinerja Realisa Indikator Kinerja Target % Ket si 1.53% 93. Cakupan 100% 107.59% Sangat cakupan pelayanan baik nifas 7.00 115/100. Cakupan Pelayan 100% 100% 100% Sangat Baik Kesehatan Rujukan Masyarakat Miskin 3.000KH 4.23% Baik Ibu melahirkan 0 KH 000 KH (AKI) per-100.43/ 72. Cakupan neonatus 87.03% 96.000 KH baik 1.83% 100% Sangat Komplikasi baik Kebidanan yang ditangani 5.12 / 12. Angka Kematian 11.97/ 91. Cakupan 94.84% 85.59% 80% Sangat Baik Kesehatan dasar 2.63% Sangat Pertolongan baik persalinan oleh Nakes yang memiliki kompotensi dasar 6. Angka Kematian 75/100. Cakupan Pelayanan 100% 100% 100% Sangat Baik Gawat Darurat level 1 yang harus diberikan Sarana Kesehatan (RS) di Kab/Kota Sasaran Strategis II Terwujudnya perbaikan Kesehatan Reproduksi Ibu dan Anak Indikator Kinerja Target Realisasi % Ket 1.000 KH 1.84/1.60% 99.

Indikator Kinerja
8. Persentase usia 80% 75,09% 93,86% Sangat
subur yang baik
menjadi Akesptor
KB
9. Persentase 95% 90,98% 95,77% Sangat
kunjungan Ibu Baik
hamil K4
10. Cakupan 90% 96,74% 100% Sangat
Kunjungan Bayi Baik
11. Cakupan 90% 92,11% 100% Sangat
Pelayanan Anak Baik
balita
12. Cakupan 100% 100% 100% Sangat
penjaringan siswa Baik
SD dan setingkat
13. Persentase Balita 0,41 0,03 100% Sangat
Gizi Buruk Baik
14. Cakupan 100% 100% 100% Sangat
pemberian Baik
makanan
pendamping ASI
pada anak usia 6-
24 bulan keluarga
miskin
15. Cakupan Balita 100% 100% 100% Sangat
Gizi Buruk Baik
Mendapat
Perawatan
Sasaran Strategi III
Terwujudnya peningkatan penyehatan lingkungan dan pengendalian
pencemaran lingkungan
Indikator Kinerja Target Realisasi % Ket
1. Persentase rumah 92,73% 93,72% 100% Sangat
sehat Baik
2. Persentase Tempat 91,58% 90,1% 98,38% Sangat
Umum Sehat Baik
Sasaran Strategis IV
Terwujudnya peningkatan pengendalian penyakit menular, tidak
menular dan penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
serta pengamatan penyakit

Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 32

Indikator Kinerja
Indikator Kinerja Target Realisasi % Ket
1. Angka Kematian <1% 0,34% 100% Sangat
Demam Berdarah Baik
2. Angka 95,2% 79,44% 83,45% Sangat
Kesembuhan Baik
Penderita TB Paru
BTA +
3. Persentase Desa / 100% 100% 100% Sangat
Kelurahan Baik
Universal Chaild
Immunization (UCI)
4. Persentase 100% 100% 100% Sangat
penderita DBD Baik
yang ditangani
5. Cakupan desa 100% 100% 100% Sangat
kelurahan Baik
mengalami KLB
yang dilakukan
penyelidikan
epidemiologi < 24
Jam
Sasaran Strategis V
Terwujudnya Kepuasan Masyarakat terhadap Pelayanan Kesehatan

Indikator Kinerja Target Realisasi % Ket
1. Angka kepuasan 80% 79,06% 98,83 .
pelayanan
kesehatan di UPT
Kesmas
Sasaran Strategis VI
Terwujudnya peningkatan peran serta masyarakat untuk hidup bersih
dan sehat
Indikator Kinerja Target Realisasi % Ket
1. Persentase 100% 100% 100% Sangat
Cakupan Desa Baik
Siaga Aktif.
2. Persentase Rumah 80% 87% 100% Sangat
Tangga Berperilaku Baik
Hidup Sehat
Sasaran Strategis VII
Terwujudnya peningkatan ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan
yang bermutu dan sesuai kebutuhan

Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 33

Indikator Kinerja
Indikator Kinerja Target Realisasi % Ket
1. Cakupan 85% 85% 100% Sangat
ketersediaan obat baik
dan perbekalan
kesehatan yang
bermutu dan
sesuai kebutuhan.
Sasaran Strategis VIII
Terwujudnya peningkatan kualitas tenaga kesehatan sesuai kompetensi
di unit pelayanan kesehatan.
Indikator Kinerja Target Realisasi % Ket
1. Jumlah SDM 52 52 100% Sangat
Kesehatan dan baik
Puskesmas yang
mengikuti lomba
tenaga kesehatan
teladan.

2. Perbandingan Antara Target Dan Realisasi Kinerja Tahun
2016 dengan tahun lalu dan beberapa tahun terakhir

Membandingkan antara realisasi kenerja serta capaian kinerja
tahun 2016 dengan tahun 2015 dan beberapa tahun terakhir.
Tabel 3.2
Evaluasi Kinerja dengan realisasi dengan beberapa tahun terakhir
Tahun 2016

Indikator Kinerja
Sasaran Strategis 1
Terwujudnya peningkatan mutu pelayanan kesehatan
dasar dan rujukan

Realisasi
Indikator Kinerja Tahun Tahun Tahun Tahun
2013 2014 2015 2016
1. Cakupan 29,75% 15% 12% 12,59%
Pelayan
Kesehatan
dasar

Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 34

82 11.000KH 3.34 10.000 1000 KH Bayi (AKB) KH per 1.0000 melahirkan KH (AKI) per- 100.97/ Kematian 1.000 1000 KH Balita (AKBA) KH per.1. Cakupan .000KH 4.000 KH 2.1 10.80 0 115/ Kematian Ibu 100. Cakupan 108. Indikator Kinerja 2.23% 119% 107.05/ 12. Angka 74 13.42% 122. Angka 12. 100% 100% 100% Pelayan Kesehatan Rujukan Masyarakat Miskin 3.43/ Kematian 1. Cakupan 100% 100% 100% 100% Pelayanan Gawat Darurat level 1 yang harus diberikan Sarana Kesehatan (RS) di Kab/Kota Sasaran Strategis II Terwujudnya perbaikan Kesehatan Reproduksi Ibu dan Anak Realisasi Indikator Kinerja Tahun Tahun Tahun Tahun 2013 2014 2015 2016 1.80/ 16.83% Komplikasi Kebidanan yang ditangani Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 35 . Angka 1 65.

52% 87.82% 76.40% 107.03 Balita Gizi Buruk 14. Persentase 91. Indikator Kinerja 5.86% usia subur yang menjadi Akesptor KB 9.98% 95.88% 93% 97.77% 93.10% 100% Pelayanan Anak balita 12.46% 100% Kunjungan Bayi 11.56% 110% 96.67% 93.51% 88.36% 89.77% kunjungan Ibu hamil K4 10.80% neonatus dengan komplikasi yang ditangani 8. Cakupan 93. Persentase 57% 81. Cakupan 97.17 0. Cakupan 100% 93. Cakupan 50.40% 70% 82.40% 99. Persentase 0.027 0.63% Pertolongan persalinan oleh Nakes yang memiliki kompotensi dasar 6.22 0.59% cakupan pelayanan nifas 7. Cakupan 108.24% 100.83% 99. Cakupan 100% 100% 100% 100% pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6- 24 bulan Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 36 .34% 94.10% 100% 100% penjaringan siswa SD dan setingkat 13. Persentase 87.

89. Cakupan 100% 100% 100% 100% Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan Sasaran Strategi III Terwujudnya peningkatan penyehatan lingkungan dan pengendalian pencemaran lingkungan Realisasi Indikator Kinerja Tahun Tahun Tahun Tahun 2013 2014 2015 2016 1.000 pdd 2.72% rumah sehat % 2.4% 100% 79.22% 93.34% Kematian Demam Berdarah / 100.74 93.44% Kesembuhan Penderita TB Paru BTA + 3. Indikator Kinerja keluarga miskin 15.01% 90. Angka 80. Persentase .38% Tempat Umum Sehat Sasaran Strategis IV Terwujudnya peningkatan pengendalian penyakit menular. tidak menular dan penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi serta pengamatan penyakit Realisasi Indikator Kinerja Tahun Tahun Tahun Tahun 2013 2014 2015 2016 1. Persentase 81.43%% 90% 100% 100% Desa / Kelurahan Universal Chaild Immunization (UCI) Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 37 .15% 63.2 0 0. Angka 0 0.99%% 84.3% 98. Persentase 89.

Persentase 78.77% 100% 100% 100% kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 Jam Sasaran Strategis V Terwujudnya Kepuasan Masyarakat terhadap Pelayanan Kesehatan Realisasi Indikator Kinerja Tahun Tahun Tahun Tahun 2013 2014 2015 2016 1.06% kesehatan di UPT Kesmas Sasaran Strategis VI Terwujudnya peningkatan peran serta masyarakat untuk hidup bersih dan sehat Realisasi Indikator Kinerja Tahun Tahun Tahun Tahun 2013 2014 2015 2016 1. Persentase 100% 100% 100% 100% penderita DBD yang ditangani 5. Persentase 100% 88.2% 74. Indikator Kinerja 4.78% 78.10 100% Rumah % Tangga Berperilaku Hidup Sehat Sasaran Strategis VII Terwujudnya peningkatan ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan yang bermutu dan sesuai Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 38 .57% 100% 100% Cakupan Desa Siaga Aktif. Cakupan desa 30. 2. Angka kepuasan pelayanan 0 0 0 79.

Sasaran Strategis VIII Terwujudnya peningkatan kualitas tenaga kesehatan sesuai kompetensi di unit pelayanan kesehatan Realisasi Indikator Kinerja Tahun Tahun Tahun Tahun 2013 2014 2015 2016 1. Membandingkan Realisasi kinerja sampai dengan Tahun 2016 dengan target Jangka Menengah dalam dokumen perencanaan srategis organisasi Tabel 3. Cakupan ketersediaan obat dan perbekalan . 3. Jumlah SDM Kesehatan dan Puskesmas yang 52 52 52 52 mengikuti lomba tenaga kesehatan teladan.3 Evaluasi Kinerja dengan target Jangka menengah Tahun 2016 Indikator Kinerja Sasaran Strategis 1 Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 39 . Indikator Kinerja kebutuhan Realisasi Indikator Kinerja Tahun Tahun Tahun Tahun 2013 2014 2015 2016 1. 85%% 85% kesehatan 85% yang bermutu dan sesuai kebutuhan.

83% 100 100% 80% Kebidanan yang % ditangani 5. Cakupan Pelayanan 100% 100% 100% 100% 100% Gawat Darurat level 1 yang harus diberikan Sarana Kesehatan (RS) di Kab/Kota Sasaran Strategis II Terwujudnya perbaikan Kesehatan Reproduksi Ibu dan Anak Tahun 2016 Target Cakup Indikator Kinerja % Renstra an Target Realisasi 2018 RPJMD 1. Angka Kematian Ibu 75/100 115/100. Cakupan Pelayan 15% 12.00% 80% Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 40 . Angka Kematian 11.8 87.5 95.1.000 000 KH 3 000 KH 100.000KH KH KH 4.000 1.43/ 72.000 KH 9% 000 KH H 3.97/ 91. 80% melahirkan (AKI) per.09% 93.55% 98% pelayanan nifas 9% 7.000 KH 6% 1.000K 1. Persentase cakupan 95.2 10. 65.93 15% 80% Kesehatan dasar % 2.0 11.80/ 30% Balita (AKBA) per. Cakupan Pertolongan 94.53% 93. Cakupan Komplikasi 100% 107. Cakupan Pelayan 100% 100% 100% 100% 100% Kesehatan Rujukan Masyarakat Miskin 3.8 80. Persentase usia 80% 75.000KH 1. Indikator Kinerja Terwujudnya peningkatan mutu pelayanan kesehatan dasar dan rujukan Tahun 2016 Target Cakup Indikator Kinerja Targe % Renstra an Realisasi 2018 RPJMD t 1.6 95% 100% persalinan oleh Nakes 3% yang memiliki kompotensi dasar 6. 90% (AKB) per 1.59 % 83.14 / 12.2 65/100.08/1.000 KH KH 2.000 1. Angka Kematian Bayi 11. Cakupan neonatus 87.86/ 16.03% 96.23% 97.86% 80% dengan komplikasi 0% yang ditangani 8.60% 99.84% 85.90% 94. .

Cakupan Balita Gizi 100% 100% 100 100% 100% Buruk Mendapat % Perawatan Sasaran Strategi III Terwujudnya peningkatan penyehatan lingkungan dan pengendalian pencemaran lingkungan Tahun 2016 Target Cakau Indikator Kinerja % Renstra pan Target Realisasi 2018 RPJMD 1. Persentase Balita Gizi 0.41% 0.72% 100 92.11% 100 90% 90% Anak balita % 12. Persentase Tempat 91.74% 90% sehat % 2.7 95% 98% kunjungan Ibu hamil 7% K4 10.58% 90.34% 100 <1% 100% Demam Berdarah % Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 41 . Cakupan penjaringan 100% 100% 100 100% 100% siswa SD dan % setingkat 13. Indikator Kinerja subur yang menjadi 6% Akesptor KB 9. Cakupan Kunjungan 90% 96.73% 93. Cakupan Pelayanan 90% 92. Angka Kematian <1% 0.98% 95.3 91.1% 98. Persentase rumah 92.74% 100 91% 90% Bayi % 11. Cakupan pemberian 100% 100% 100 100% 100% makanan % pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan keluarga miskin 15.40% 100% Buruk % 14. Persentase 95% 90.03% 100 0.60% 95% Umum Sehat 8% Sasaran Strategis IV Terwujudnya peningkatan pengendalian penyakit menular. tidak menular dan penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi serta pengamatan penyakit Target Cakup Tahun 2016 an Indikator Kinerja % Renstra 2018 RPJMD Target Realisasi 1.

Persentase Cakupan 100% 100% 100 100% 100% Desa Siaga Aktif. Persentase Desa / 100% 100% 100 100% 100% Kelurahan Universal % Chaild Immunization (UCI) 4.2% 85% Penderita TB Paru 5% BTA + 3.8 80% 80% pelayanan kesehatan 3 di UPT Kesmas (tidak diukur karena target dalam rensta th ke-2 masih 0. Angka kepuasan 80% 79. Angka Kesembuhan 95. Persentase Rumah 80% 87% 100 86% 88% Tangga Berperilaku % Hidup Sehat Sasaran Strategis VII Terwujudnya peningkatan ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan yang bermutu dan sesuai kebutuhan Indikator Kinerja Tahun 2016 % Target Cakup Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 42 . Persentase penderita 100% 100% 100 100% 100% DBD yang ditangani % 5.06% 98. dan tidak di perjanjikan) Sasaran Strategis VI Terwujudnya peningkatan peran serta masyarakat untuk hidup bersih dan sehat Tahun 2016 Target Cakup Indikator Kinerja % Renstra an Target Realisasi 2018 RPJMD 1. Indikator Kinerja 2. Cakupan desa 100% 100% 100 100% 100% kelurahan mengalami % KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 Jam Sasaran Strategis V Terwujudnya Kepuasan Masyarakat terhadap Pelayanan Kesehatan Tahun 2016 Target Cakup Indikator Kinerja % Renstra an Target Realisasi 2018 RPJMD 1.2% 79.4 95.44% 83. % 2.

Tahun 2015 Target Cakup Indikator Kinerja % Renstra an Target Realisasi 2018 RPJMD 1. 4. Indikator Kinerja Renstra an Target Realisasi 2018 RPJMD 1.4 Perbadingan hasil kinerja tahun 2015 dengan standar Nasional Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 43 . Perbandingan realisasi kinerja tahun 2016 dengan standar Nasional mencakup Standar Pelayanan Minimal (SPM) Perbandingan realisasi kinerja Dinas Kesehatan terhadap standar Nasional tidak semua indikator dapat dibandingkan karena standar yang ditetapkan secara Nasional hanya mencakup Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan MDGs. Adapun realisasi kinerja yang dapat dibandingkan untuk tahun 2016 adalah sebagai berikut : Tabel 3. Sasaran Strategis VIII Terwujudnya peningkatan kualitas tenaga kesehatan sesuai kompetensi di unit pelayanan kesehatan. Jumlah SDM 52 52 100 52 100% Kesehatan dan % Puskesmas yang mengikuti lomba tenaga kesehatan teladan. Cakupan 85% 85% 100 85% 100% ketersediaan obat % dan perbekalan kesehatan yang bermutu dan sesuai kebutuhan.

000 KH (MDGs) 6.000KH 1. Cakupan Pelayan 100% 100% Mencapai target Kesehatan Rujukan Masyarakat Miskin 2. Cakupan neonatus 80% 85. Cakupan Komplikasi 80% 107.98% Belum Ibu hamil K4 mencapai target 12.60% Melampaui persalinan oleh Nakes target yang memiliki kompotensi dasar 8.83% Melampaui Kebidanan yang Target ditangani 7. Cakupan Kunjungan 90% 96.1.23% Melampaui pelayanan nifas Target 9.000KH 1. 115/100.09% Melampaui yang menjadi Akesptor Target KB 11.000 KH (SKDI 2017) 5. Angka Kematian Balita 140 per.11% Melampaui Anak balita Target 14.000 000 KH mencapai 100.000 KH 1.0 Belum melahirkan (AKI) per. Persentase kunjungan 95% 90.74% Melampaui Bayi Target 13.000 KH 1. Persentase cakupan 90% 93. Cakupan penjaringan 100% 100% Mencapai target siswa SD dan setingkat Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 44 . Angka Kematian Bayi < 34 per.000 KH KH (MDGs) Target 4. Cakupan Pelayanan 90% 92.03% Melampaui dengan komplikasi Target yang ditangani 10. Persentase usia subur 70% 75. Cakupan Pertolongan 90% 94. 16. Angka Kematian Ibu 102 per. 12.97/ Mencapai target (AKB) per 1. 100. Cakupan Pelayanan 100% 100% Mencapai target Gawat Darurat level 1 yang harus diberikan Sarana Kesehatan (RS) di Kab/Kota 3. Target Indikator Kinerja Realisasi Keterangan Nasional 1.43/ Mencapai target (AKBA) per.

target 26.7 0. Persentase penderita 100% 100% Mencapai target DBD yang ditangani 24. Persentase Cakupan 80% 100% Melampaui Desa Siaga Aktif. Persentase Balita Gizi 5. terdapat 2 indikator bila dibandingkan dengan standarnya secara Nasional belum mencapai target sedangkan 24 indikator sudah mencapai target bahkan terdapat juga beberapa indicator yang melampaui target. Target Indikator Kinerja Realisasi Keterangan Nasional 15.72% Melampaui sehat target 19. Angka Kesembuhan 78% 79. Persentase Tempat 90% 90. Angka Kematian <2% 0. Cakupan pemberian 100% 100% Mencapai target makanan pendamping ASI pada anak usia 6- 24 bulan keluarga miskin 17.1% Melampaui Umum Sehat target 20. Persentase Desa / 100% 100% Mencapai target Kelurahan Universal Chaild Immunization (UCI) 23. Persentase Rumah 80% 87% Melampaui Tangga Berperilaku target Hidup Sehat Dari data tersebut diatas. Cakupan Balita Gizi 100% 100% Mencapai target Buruk Mendapat Perawatan 18. Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 45 . Cakupan desa 100% 100% Mencapai target kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 Jam 25.03 Mencapai target Buruk 16.34% Mencapai target Demam Berdarah 21. Persentase rumah 90 % 93.44% Melampaui Penderita TB Paru BTA target + 22.

5.59% 83. Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunan kinerja.93 Kesehatan Dasar % 2 Cakupan Pelayanan % 100% 100% 100% Kesehatan Rujukan Masyarakat Miskin 3 Cakupan Pelayanan Gawat % 100% 100% 100% Darurat level 1 yang harus diberikan Sarana Kesehatan (RS) di Kab/Kota Untuk mencapai sasaran dan target Indikator yang ditetapkan di dukung oleh 4 Program /Kegiatan dengan 8 Out Put Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 46 .5 Capaian Kinerja Sasaran Strategis 1 Di Kabupaten Gianyar Tahun 2016 No Indikator Kinerja Satuan 2016 Target Realisasi Kinerj a 1 Cakupan Pelayanan % 15% 12. analisis efisiensi penggunaan anggaran dan analisa program serta alternativ solusi yang telah dilakukan Keberhasilan peningkatan kinerja di dinas kesehatan dapat dilihat dari tercapainya beberapa indikator dari Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani Analisis Keberhasilan Pencapaian Kinerja Sasaran Strategis 1 : Terwujudnya peningkatkan mutu pelayanan kesehatan dasar dan rujukan Pencapaian target kinerja atas sasaran 1 dengan 3 indikator capaian seperti berikut : Tabel 3.

343. Sedangkan Pagu yang ditetapkan sebesar Rp.680. Analisis terhadap pencapaian indikator kinerja sasaran 1 seperti berikut :  Cakupan Pelayanan Kesehatan Dasar Upaya Pelayanan Kesehatan Dasar merupakan langkah penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. diharapkan sebagian besar masalah kesehatan dapat diatasi. sehingga kalau dilihat dari kinerja sudah tercapai 83. (74.705.. 458.82%).1 Kinerja cakupan pelayanan kesehatan dasar Tahun 2016 Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 47 .93% dalam katagori sangat baik. Grafik berikut menunjukan capaian Kinerja Pelayanan kesehatan dasar tahun 2016.177.59% dari target 15% yang ditetapkan. Dengan pelayanan kesehatan dasar secara cepat dan tepat.676.000. dengan realisasi Rp. Grafik 3.yang realisasinya semuanya 100%. Capaian pelayanan kesehatan dasar untuk tahun 2016 sudah tercapai 12..

disamping itu juga ditunjang oleh sistem lewat pengembangan SIK dan adanya SDM yang bermutu.25%) pasien laki-laki dan 167. Adapun jumlah kunjungan pasien di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Puskesmas) sebanyak 331.030 pasien yang terdiri dari 163.75%) pasien perempuan. Terjadinya penurunan sedikit dari tahun 2014 karena adanya peningkatan standar untuk tiap FKTK.966 (50. Hal ini terkait dengan beberapa hal seperti sudah fasilitas kesehatan yang ada sudah mengarah sesuai dengan standar yang ditentukan dengan adanya penambahan fasilitas berupa peralatan dan perlengkapan administrasi kantor sebagai salah satu unsur penunjang untuk merwujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu pada masayarakat.064 (49. Sebagai solusi untuk memenuhi target tersebut diadakan kegiatan Akreditasi Puskesmas agar terstandar dengan baik.59% 20% 0% Target/Hasil Target renstra 15% 2018 Target 2016 15% capaian 2015 15% capaian 2016 12.59% Kinerja 2016 80% Grafik tersebut diatas menunjukan kinerja yang sangat baik. 100% 80% capaian 80% 60% 40% 15% 15% 15% 12. Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 48 .

Hal yang menjadi perhatian secara lebih serius adalah pelayanan kepada masyarakat miskin. Untuk tahun 2016 ditargetkan capaian sebesar 100% jadi semua masyarakat miskin yang sakit dan perlu dirujuk harus terlayani dan dengan baik. Grafik berikut menggambarkan Capaian dan terget dari berbagai tingkatan : Grafik 3. RSUP Sanglah dan RSU Swasta lainya di Kabupaten Gianyar.2 Kinerja cakupan pelayanan kesehatan rujukan pada masyarakat miskin Tahun 2016 Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 49 . sedangkan pasien miskin adalah sebanyak 414 pasien. Dari 414 pasien tersebut keseluruhan (100%) sudah dirujuk dan terlayani dengan baik ke berbagai Rumah Sakit seperti RSUD Sanjiwani Gianyar. Di Kabupaten Gianyar ada 40.794 pasien semua golongan yang harus dirujuk ke Rumah Sakit. Kalau ditinjau dari segi kinerja maka sudah tercapai 100% dalam arti masuk katagori Sangat Baik. Cakupan Pelayanan Kesehatan Rujukan Masyarakat Miskin Pelayanan kesehatan rujukan merupan upaya setelah pasien mendapat pelayanan pada tingkat pertama.

ACLS ( Advance Cardiac Life Support) Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 50 . 120% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 80% capaian 60% 40% 20% 0% Target/Hasil Target Nasional 100% Target renstra 100% 2018 Target 2016 100% capaian 2015 100% capaian 2016 100% Kinerja 2016 100% Dengan hasil seperti tersebut diatas. maka setiap strategi dari Program dan Kegiatan yang mendukung perlu dipertahankan. Memiliki dokter umum on site 24 jam dengan kualifikasi GELS (General Emergency Life Support) dan/atau ATL (Advance Trauma Life Support) .  Cakupan Pelayanan Gawat Darurat level 1 yang harus diberikan Sarana Kesehatan (RS) di Kab/Kota Setiap sarana UGD di Rumah Sakit Pemerintah dan Swasta harus memenuhi memenuhi syarat pelayanan gawat darurat level 1 yaitu : 1.

maka setiap strategi dari Program dan Kegiatan yang mendukung perlu dipertahankan. Adapun cakupan untuk tahun 2016 sudah mencapai 100% dari yaitu dari 5 RSU yang ada sudah memiliki persyaratan yang ditentukan. Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 51 . Grafik berikut adalah gambaran target dan capaian untuk tahun 2016 : Grafik 3. 2. Memiliki alat transportasi dan komukasi.3 Kinerja cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yang harus diberikan Sarana Kesehatan (RS) di Kab/Kota Tahun 2016 120% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 80% capaian 60% 40% 20% 0% Target/Hasil Target Nasional 100% Target renstra 100% 2018 Target 2016 100% capaian 2015 100% capaian 2016 100% Kinerja 2016 100% Dengan hasil seperti tersebut diatas.

86% menjadi Akesptor KB 9.63% persalinan oleh Nakes yang % memiliki kompotensi dasar 6.59% pelayanan nifas % 7.000KH 1.000 /1. Angka Kematian Balita (AKBA) Per.000 .6 Pencapaian Kinerja Sasaran 2 Di Kabupaten Gianyar Tahun 2016 No Indikator Kinerja Satuan 2016 Target Realisasi Kinerja 1.03% 96.23% 97.12 12. Cakupan Pertolongan % 94.60% 99. 11. Cakupan neonatus dengan % 87.80% komplikasi yang ditangani % 8.000KH 1.83% 100% Kebidanan yang ditangani 5.000 KH KH KH KH 2.000 0. Sasaran Strategis 2 : Terwujudnya perbaikan Kesehatan Reproduksi Ibu dan Anak Pencapaian target kinerja atas sasaran 2 dengan lima belas indikator capaian seperti berikut : Tabel 3.00 1.53 93. 11.00 1. Cakupan Komplikasi % 100% 107.09% 93. 75/10 115/100 65.98% 95.95 94.000 KH 0 KH KH 4. Persentase usia subur yang % 80% 75. Angka Kematian Bayi (AKB) Per.11% 100% balita Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 52 . Cakupan Kunjungan Bayi % 90% 96.1.84 16. Cakupan Pelayanan Anak % 90% 92.29% per 1.74% 100% 11.06% per.23% melahirkan (AKI) per-100. Persentase kunjungan Ibu % 95% 90.000 KH 0KH KH 3.43/ 72.77% hamil K4 10.000 /1. Angka Kematian Ibu Per.000 100.97/ 91. Persentase cakupan % 95.84 85.

41 0.421.(23.03 100% 14..501.No Indikator Kinerja Satuan 2016 12. Persentase Balita Gizi Buruk % 0.dengan realisasi Rp.002. Cakupan penjaringan siswa % 100% 100% 100% SD dan setingkat 13.000..000 kelahiran hidup. Indikator ini secara langsung digunakan untuk memonitor kematian terkait kehamilan. 338.800. Cakupan Balita Gizi Buruk %0 100% 100% 100% Mendapat Perawatan Untuk mencapai sasaran dan target Indikator yang ditetapkan di dukung oleh enam Program /Kegiatan dengan empat belas Out Put yang realisasinya semuanya 100%. Analisis terhadap pencapaian indikator kinerja sasaran 2 seperti berikut : Analisis terhadap pencapaian indikator-indikator kinerja sasaran 2 seperti berikut :  Angka Kematian Ibu (AKI) per 100. Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 53 .82%). Cakupan pemberian makanan % 100% 100% 100% pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan keluarga miskin 15. Sedangkan Pagu yang ditatapkan sebesar Rp.000 Kelahiran Hidup Angka kematian ibu (AKI) adalah banyaknya wanita yang meninggal pada tahun tertentu dengan penyabab kematian yang terkait gangguan kehamilan atau penanganannya (tidak termasuk kecelakaan atau kasus insidentil) selama kehamilan. melahirkan dan masa nifas (42 hari setelah melahirkan) tanpa memperhitungkan lama kehamilan per 100. 1.

Indikator AKI dipakai untuk mengukur keberhasilan pembangunan sektor kesehatan.100. Grafik 3. waktu melahirkan dan masa nifas. Berdasarkan hasil analisis pencapaian indikator atas angka kematian ibu (AKI) di Kabupaten Gianyar pada tahun 2016 adalah 115 per 100.4 Kinerja Angka Kematian Ibu (AKI) per. status gizi.000 Kelahiran Hidup Tahun 2016 Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 54 . tingkat pelayanan kesehatan terutama untuk ibu hamil. Angka Kematian Ibu Maternal berguna untuk menggambarkan tingkat perilaku hidup sehat.000 kelahiran hidup.000 KH. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa capaian kinerjanya sebesar 65. kondisi kesehatan lingkungan. Untuk indikator ini merupakan indikator upaya menekan angka kejadian. jadi semakin rendah kejadian kematian (angka yang dicapai) maka penilaian kinerjanya semakin baik. kesehatan ibu. dengan makna bahwa kinerja masih termasuk kategori baik (60-80%).23% berarti belum dapat menekan AKI sampai menjadi 75/100.000 kelahiran hidup berarti telah melampaui target yang ditetapkan dalam renstra sebesar 75 per 100.

23 Upaya yang dilakukan untuk menurunkan angka kematian ibu ( AKI) di Kabupaten Gianyar meliputi : a. Pengadaan buku penunjang kegiatan KIA Dengan demikian dari upaya yang telah dilakukan agar dipertahankan untuk tahun-tahun berikut. 140 115 120 102 96 100 75 capaian 80 65. Pembinaan/ bintek KIA d. Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 55 . Audit Maternal Perinatal (AMP) untuk setiap terjadinya kasus kematian b.23 60 40 20 0 0 Target/Hasil Target Nasional 102 Target renstra 96 2018 Target 2016 75 capaian 2015 0 capaian 2016 115 Kinerja 2016 65. Pelatihan PONED untuk petugas medis dan paramedis di tingkat pelayanan dasar c.

 Angka Kematian Bayi per 1000 Kelahiran Hidup Angka kematian bayi (AKB) adalah Jumlah kematian penduduk yang berusia di bawah satu tahun per 1000 kelahiran hidup pada tahun tertentu disuatu tempat. status kesehatan penduduk secara keseluruhan serta tingkat perkembangan sosial ekonomi masyarakat. AKB merupakan indikator yang sangat berguna untuk mengetahui status kesehatan anak khususnya bayi dan dapat mencerminkan tingkat kesehatan ibu. Untuk indikator ini merupakan indikator upaya menekan angka kejadian.12 per 1.000 kelahiran hidup berarti sudah mencapai target yang ditetapkan dalam renstra sebesar <11.1. Berdasarkan hasil analisis pencapaian indikator atas angka kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Gianyar pada tahun 2016 sebesar 12.000 kelahiran hidup.29. kondisi kesehatan lingkungan secara umum.5 Kinerja Angka Kematian Bayi (AKB) per. Adapun Capaian dan target untuk berbagai tingkat adalah seperti Grafik berikut : Grafik 3.% atau diinterpretasi dalam katagori sangat baik.97 per 1.000 Kelahiran Hidup Tahun 2016 Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 56 . jadi semakin rendah kejadian kematian (angka yang dicapai) maka penilaian kinerjanya semakin baik. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa capaian kinerja terhadap indikator tersebut sebesar 91.

97 Kinerja 2016 91.05 10 5 0 Target/Hasil Target Nasional 34 Target renstra 20 2018 Target 2016 11. 40 34 35 30 25 capaian 20 20 15 12. Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 57 . penyakit infeksi dan kecelakaan. AKBA menggambarkan tingkat permasalahan kesehatan anak-anak dan faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap kesehatan anak balita seperti gizi.000 balita.12 capaian 2015 10.29 Adapun upaya-upaya yang telah dilakukan untuk menurunkan angka kematian bayi di Kabupaten Gianyar meliputi: Audit kematian maternal dan perinatal.05 capaian 2016 12. pelayanan kesehatan bayi seperti imunisasi.97 11.12 10. MTBS/MTBM serta Pembinaan/ bintek PWS KIA  Angka Kematian Balita per 1000 Kelahiran Hidup dan Cakupan pelayanan Anak Balita Angka Kematian Balita (AKBA) adalah jumlah anak yang dilahirkan pada tahun tertentu dan meninggal sebelum mencapai usia 5 tahun dan dinyatakan per 1. sanitasi.

43 Kinerja 2016 72.000 kelahiran hidup.43 per 1.84 per 1.43 20 0 Target/Hasil Target Nasional 140 Target renstra 26 2018 Target 2016 11.03 Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 58 . diinterpretasikan dengan kategori baik.6 Kinerja Angka Kematian Balita (AKBA) per.000 kelahiran hidup berarti masih melampaui target yang ditetapkan dalam renstra <11.03 60 40 26 11.000 Kelahiran Hidup Tahun 2016 160 140 140 120 100 capaian 80 72.8 capaian 2016 16.84 16. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa capaian kinerja terhadap indikator tersebut sebesar 72. Berikut Grarik menggambarkan capaian tahun 2016 dan target dari berbagai tingkatan : Grafik 3.06%. Berdasarkan hasil analisis pencapaian indikator atas angka kematian Balita (AKBA) di Kabupaten Gianyar pada tahun 2016 sebesar 16. jadi semakin rendah kejadian kematian (angka yang dicapai) maka penilaian kinerjanya semakin baik. Untuk indikator ini merupakan indikator upaya menekan angka kejadian.84 capaian 2015 11.1.

oedema nyata. eklamsia. Grafik berikut menunjukan capaian tahun 2016 dan perbandingan dengan target di berbagai tingkat : Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 59 . diastole > 90 mmHg). Untuk capaian cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani sudah mencapai 107. Penyediaan sarana ramah anak di beberapa UPT Kesmas. yang secara langsung menyebabkan kesakitan dan kematian ibu Komplikasi kebidanan meliputi Hb < 8 g%. infeksi berat/sepsis. Upaya-upaya yang dilakukan untuk menurunkan angka kematian Balita di Kabupaten Gianyar meliputi: Audit kematian maternal dan perinatal. kalau dilihat dari kinerja sudah dikatgorikan sangat baik. Peningkatan pelayanan kesehatan anak balita melalui lomba balita sehat Indonesia. Upaya tersebut merupakan jenis pelayanan Anak Balita yang dilaksanakan di Kabupaten Gianyar. letak sungsang pada primigravida. serta Pembinaan/bintek PWS KIA. persalinan prematur. Sehingga diharapkan dapat menekan Angka Kematian Ibu (AKI) sebagai salah satu indikator SPM. letak lintang pada usia kehamilan > 32 minggu. perdarahan per vaginam. tekanan darah tinggi (sistole > 140mmHg. ketuban pecah dini.83% dari 100% target yang telah ditetapkan. Cakupan Pelayanan kebidanan yang ditangani komplikasi yang ditangani Risti/Komplikasi adalah keadaan penyimpangan dari normal.

7 Kinerja Cakupan Komplikasi Kebidanan yang Ditangani Tahun 2016 140% 119% 120% 108% 100% 100% 100% 100% 80% capaian 80% 60% 40% 20% 0% Target/Hasil Target Nasional 80% Target renstra 100% 2018 Target 2016 100% capaian 2015 119% capaian 2016 108% Kinerja 2016 100% Upaya yang dilakukan adalah dalam memberikan pelayanan khususnya oleh tenaga bidan di desa dan Puskesmas. Grafik 3. ibu hamil yang memiliki risiko tinggi (risti) dengan merujuk tsecara tepat ke fasilitas kesehatan yang memiliki kemampuan dan ketersediaan peralatan yang lebih memadai seperti Rumah Sakit. Cakupan Pertolongan persalinan oleh Nakes yang memiliki kompetensi dasar Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 60 .

63% dan diinterpretasikan katagori Sangat baik. bersih tempat ibu berbaring b. Adapun capaian untuk tahun 2016 adalah sebesar 94.60 % dari target 94. bersih alat pemotong tali pusat. Indikator ini adalah untuk mengukur kemampuan manajemen program KIA dalam menyelenggarakan pelayanan persalinan yang profesional. Proses pertolongan persalinan oleh tenaga dengan kompotensi kebidanan/dasar akan memastikan pelayanan yang diberikan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: a.95% yang ditetapkan. Berikut Grafik yang menggambarkan capaian kinerja Tahun 2016 dibandingkan dengan target di berbagai tingkatan : Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 61 . Merujuk kasus yang memerlukan tingkat pelayanan yang lebih tinggi Tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan/dasar adalah tenaga kesehatan yang memiliki kemampuan klinis kebidanan sesuai standar. Sterilitas atau pencegahan infeksi dengan menerapkan minimal 3 bersih yaitu : bersih tangan penolong. Metode pertolongan persalinan yang sesuai dengan standar pelayanan c. Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan merupakan proses pelayanan persalinan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan kompetensi kebidanan/dasar. berarti sudah mencapai kinerja 99.

60% capaian 94.95%94.95% capaian 2015 94. Grafik 3.8 Kinerja Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Nakes yang memiliki kompetensi dasar Tahun 2016 102. yang didalamnya termasuk pemeriksaan kehamilan.00% 98.83%94.60% Kinerja 2016 99.83% capaian 2016 94.00% Target/Hasil Target Nasional 90.00% 90. Kebijakan Jaminan Persalinan dimaksudkan untuk menghilangkan hambatan finansial bagi ibu hamil untuk mendapatkan jaminan persalinan.00% 90.00% 2018 Target 2016 94.00% 84. pelayanan Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 62 .00% Target renstra 95.63% Upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan melalui kebijakan yang disebut Jaminan Persalinan (Jampersal) untuk tahun 2013 dan dialihkan ke program JKBM untuk tahun 2014 dan tahun 2015-2016 masyarakat miskin dialihkan ke JKN bagi masyarakat miskin.00% 96.00% 95.00% 86.00%94.00% 99.00% 92.63% 100.00% 88.

Pembinaan/ bintek PWS KIA c. Adapun penyebab belum tercapainya target cakupan ibu bersalin yang ditolong oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dasar yaitu tingginya target ibu bersalin oleh karena penetapan target didasarkan pada angka proyeksi. Adapun upaya-upaya yang telah dilaksanakan untuk tercapainya indikator cakupan ibu bersalin yang ditolong oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dasar pada tahun 2016 meliputi: a. kerjasama dengan klinik/praktek perseorangan. Namun demikian sudah lebih tinggi dari target Nasional dan adanya peningkatan dari tahun sebelumnya. mengoptimalkan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Dasar (PONED) dan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK) Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 63 . Pelatihan PONED untuk petugas medis dan paramedis di tingkat pelayanan dasar b. Penyebaran Buku KIA Sedangkan upaya yang akan dilaksanakan pada tahun 2016 untuk meningkatkan cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dasar diantaranya : kunjungan rumah.nifas termasuk KB pasca persalinan. dan pelayanan bayi baru lahir. Khusus untuk swasta maka JKBM melalui Dinas Kesehatan melakukan kerjasama dengan bidan praktek swasta. klinik swasta dan atau Rumah Sakit Swasta. Dalam implementasi kebijakan jaminan persalinan maka semua persalinan dilakukan di sarana pelayanan kesehatan dasar dan rujukan baik pemerintah dan swasta. sosialisasi persalinan selamat.

Untuk deteksi dini komplikasi pada ibu nifas diperlukan pemantauan pemeriksaan terhadap ibu nifas dengan melakukan kunjungan nifas minimal sebanyak 3 kali dengan distribusi waktu : 1) kunjungan pertama (KF1) pada 6 jam setelah persalinan sampai 3 hari.53% target yang ditetapkan. Kalau dinilai dari kinerja untuk cakupan indikator ini sudah mencapai 97. Cakupan Pelayanan Nifas Pelayanan Ibu Nifas adalah pelayanan kesehatan sesuai standar pada ibu mulai 6 jam sampai 42 hari pasca persalinan oleh tenaga kesehatan. maka sudah terlampaui.23% dari 95.59% yang dikategorikan sangat baik apalagi jika dibandingkan dengan target SPM sebesar 90%. Hasil cakupan untuk tahun 2016 sudah mencapai 93. 3) kunjungan nifas ke-3 (KF3) dilakukan pada minggu ke-6 setelah persalinan. 2) kunjungan nifas (KF2) dilakukan pada minggu ke-2 setelah persalinan. Diupayakan kunjungan nifas ini dilakukan pada saat dilaksanakannya kegiatan di posyandu dan dilakukan bersamaan pada kunjungan bayi. Grafik berikut menggambarkan capain tahun 2016 dibandingkan dengan berbagai tingkatan target: Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 64 .

55% 2018 Target 2016 95. sindroma gangguan pernafasan dan kelainan neonatal.55%95.23% Kinerja 2016 97.9 Kinerja Cakupan Pelayanan Nifas Tahun 2016 100% 97.53% capaian 2015 94.23% capaian 94% 92% 90% 90% 88% 86% Target/Hasil Target Nasional 90% Target renstra 95. Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani Neonatus risti/komplikasi meliputi asfeksia. BBLR. sepsis. Neonatus risti/komplikasi yang Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 65 .83% capaian 2016 93.59% Upaya yang dilakukan untuk mempertahankan hasil tersebut diatas adalah lewat pandataan sasaran dan sweeping ibu nifas.59% 98% 95. tetanus neonatorum. Grafik 3. trauma lahir.53% 96% 94.83% 93.

kalau dilihat dari target yang ditetapkan sudah mencapai 96. Grafik berikut menggambarkan capaian tahun 2016 dibandingkan dengan target di berbagai tingkatan : Grafik 3. puskesmas.03% dari 87. Pada tahun 2016 cakupan penanganan neonatal komplikasi yang dilaporkan sebesar 85. rumah bersalin dan rumah sakit.80% yang dikategorikan sangat baik.10 Kinerja Cakupan Neonatus dengan komplikasi yang ditangani Tahun 2016 Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 66 .84% target yang ditetapkan.ditangani adalah neonatus risti/komplikasi yang mendapat pelayanan oleh tenaga kesehatan yang terlatih yaitu dokter dan bidan di polindes.

00% capaian 2016 85.86%87. 120% 110.86% 2018 Target 2016 87.03% Kinerja 2016 96.03% 80% 80% capaian 60% 40% 20% 0% Target/Hasil Target Nasional 80% Target renstra 87.00% 96. Persentase usia subur yang menjadi akseptor KB Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 67 .80% 100% 87.84% capaian 2015 110.84% 85.80% Adapun terjadinya capaian yang cukup tinggi ini adalah karena usaha-usaha yang dilakukan untuk pemantauan adanya neonatus Risti/komplikasi sehingga dapat terdeteksi secara dini disamping oleh karena target yang ditetapkan masih lebih rendah yaitu sebesar 80%.

Berikut Grafik yang menggambarkan capaian tahun 2016 yang dibandingkan dengan terget di berbagai tingkatan : Grafik 3. Oleh karena itu untuk mengatur jumlah kelahiran atau menjarangkan kelahiran. Capaian KB Aktif tahun 2016 adalah sebesar 75. Menurut hasil penelitian.09% dari target yang ditetapkan sebesar 80%. Tingkat pencapaian pelayanan keluarga berencana salah satunya dapat dilihat dari cakupan peserta KB aktif dan jenis kontrasepsi yang digunakan oleh akseptor.11 Kinerja Persentase usia subur yang menjadi Akseptor KB Tahun 2016 Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 68 . wanita/pasangan ini lebih diprioritaskan untuk menggunakan alat/cara KB. usia subur seorang wanita biasanya antara 15-49 tahun.86% yang dikatagorikan sangat baik. kalau dilihat dari segi kinerja sudah mencapai 93.

09% 70% 60% capaian 40% 20% 0% Target/Hasil Target Nasional 70% Target renstra 80% 2018 Target 2016 80% capaian 2015 77.67% capaian 2016 75. Adapun pelayanan antenatal yang sesuai standar meliputi timbang berat badan dan ukur tinggi badan.86% Cakupan Persentase Kunjungan Ibu Hamil (K4) Pelayanan kesehatan ibu hamil (antenatal care) adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada ibu hamil oleh petugas kesehatan sesuai dengan standar pelayanan kebidanan minimal 4 kali dengan distribusi pelayanan yang dianjurkan minimal satu kali pada kehamilan trimester I (kontak pertama).67% 80% 75.09% Kinerja 2016 93. 100% 93.86% 80% 80% 77. ukur tekanan darah. Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 69 . minimal satu kali pada trimester II (kontak kedua) dan minimal dua kali pada trimester III (kontak ketiga dan kontak keempat).

Pelayanan antenatal disebut lengkap apabila dilakukan oleh tenaga kesehatan serta memenuhi standar pemeriksaan kehamilan. Pemberian tablet besi (minimal 90 tablet selama kehamilan). pencegahan dan penanganan komplikasi. Grafik berikut menggambarkan capaian dibandingkan dengan target dari berbagai tingkatan : Grafik 3.77% yang dikatagorikan Sangat baik. berupa deteksi dini faktor risiko.98% dari 95% target yang ditetapkan. Hasil capaian indikator cakupan pelayanan perawatan kehamilan (antenatal care) kontak keempat kali ke sarana pelayanan kesehatan (K4) pada tahun 2016 sebesar 90. Sifilis. protein urin) dan atau berdasarkan indikasi (HbsAg. HIV.screening status imunisasi Tetanus Toksoid. kalau di lihat dari kinerja maka sudah tercapai 95. TBC). temu wicara (pemberian komunikasi interpersonal atau konseling) dan test laboratorium sederhana (Hb. ukur tinggi fundus uteri. Standar jenis pelayanan dan waktu pelayanan antenatal tersebut dianjurkan untuk menjamin perlindungan kesehatan terhadap ibu hamil.12 Kinerja Persentase Kunjungan Ibu Hamil K4 Tahun 2016 Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 70 . Pengukuran terhadap indikator pencapai cakupan K4 ditujukan untuk mengukur kemampuan manajemen program KIA untuk melindungi ibu hamil sehingga kesehatan janin terjamin melalui penyediaan pelayanan antenatal. Malaria.

Terlayaninya bayi dengan bauk dapat dilihat dari cakupan kunjungan bayi itu sendiri. Pada usia ini memiliki resiko gangguan kesehatan sangat tinggi sehingga perlu mendapat perhatian lebih lanjut.77% Cakupan Kunjungan Bayi Bayi adalah anak baru lahir sampai umur 1 tahun kurang 1 hari. 97% 95.77% 96% 95% 95% 95% 95% 93.98% Kinerja 2016 95.98% 94% capaian 93% 92% 90.98% capaian 2016 90. sehingga kalau dilihat dari segi kinerja sudah mencapai 100% dikatagorikan sangat baik.98% 91% 90% 89% 88% Target/Hasil Target Nasional 95% Target renstra 95% 2018 Target 2016 95% capaian 2015 93. Adapun hasil capaian tahun 2016 adalah sebesar 96. Grafik berikut menggambarkan capaian dibandingkan dengan target dari berbagai tingkatan : Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 71 .74% dari 90% target yang ditetapkan.

Grafik 3. yaitu pada 6 jam – 48 jam setelah lahir. Dimana bayi sampai umur 28 hari merupakan golongan umur yang memiliki risiko gangguan kesehatan paling tinggi.74% 96% capaian 94% 92% 90% 90% 90% 90% 88% 86% 84% Target/Hasil Target Nasional 90% Target renstra 90% 2018 Target 2016 90% capaian 2015 100% capaian 2016 96. Upaya kesehatan yang dilakukan untuk mengurangi risiko tersebut antara lain dengan melakukan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dan pelayanan kesehatan pada neonatus (0-28 hari) minimal tiga kali.74% Kinerja 2016 100% Tercapaianya hasil cukup baik untuk tahun 2016 dikarenakan oleh beberapa upaya seperti : Penanganan pada saat neonatal dan pada anak setelah umur 28 hari kelahiran. Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 72 .13 Kinerja Persentase Kunjungan Bayi Tahun 2016 102% 100% 100% 100% 98% 96. pada hari ke 3 – 7 hari. dan hari ke 8 – 28 hari.

bidan dan perawat) minimal 4 kali dalam setahun. Pada usia diatas 28 hari (neonatal) petugas kesehatan memberi pelayanan berupa pelayanan kesehatan yang sesuai standar oleh tenaga kesehatan (dokter. stimulasi deteksi intervensi dini tumbuh kembang (SDIDTK) bayi dan penyuluhan perawatan kesehatan bayi. Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 73 . yaitu satu kali pada umur 29 hari – 3 bulan. Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi imunisasi dasar (BCG. Polio 1-4 dan Campak). Indikator ini merupakan penilaian terhadap upaya peningkatan akses bayi memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Dalam melaksanakan pelayanan neonatal. kulit dan pemberian imunisasi). satu kali pada umur 6-9 bulan dan satu kali pada umur 9-11 bulan. pencegahan infeksi berupa perawatan mata. pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit serta peningkatan kualitas hidup bayi. pemberian vitamin K. mengetahui sedini mungkin adanya kelainan atau penyakit. menajemen terpadu balita muda (MTBM). pemberian ASI dini dan ekslusif. petugas kesehatan disamping melaksanakan pemeriksaan kesehatan bayi juga melakukan konseling perawatan bayi kepada ibu. satu kali pada umur 3-6 bulan. tali pusat. pencegahan hipothermia. Pelayanan tersebut meliputi pelayanan kesehatan neonatal dasar (tindakan resusitasi. DPT / HB 1-3. dan penyuluhan perawatan neonatus di rumah menggunakan buku KIA.

serta sarana fasilitas kesehatan lainnya. Grafik berikut menggambarkan capaian yang dibandingkan dengan target di berbagai tingkatan : Grafik 3. Cakupan Pelayanan Anak Balita Pelayanan Kesehatan Anak Balita adalah pelayanan kesehatan pada anak umur 12-59 bulan sesuai standar meliputi pemantauan pertumbuhan minimal 8 kali dalam satu tahun. pengukuran tinggi badan di posyandu. Pada tahun 2016 cakupan Pelayan anak balita tercapai 92.11% dari 90% target yang ditentukan dan kalau dilihat dari kinerja sudah tercapai 100% dalam katagori Sangat Baik. Pemantauan perkembangan dapat dilakukan melalui SDIDTK oleh petugas kesehatan. Bidan Praktek Sawasta. pemantauan perkembangan minimal dua kali setahun dan pemberian vitamin A dosis tinggi dua kali setahun yaitu bulan Pebruari dan Agustus.14 Kinerja Pelayanan Anak Balita Tahun 2015 Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 74 . Pemberian vitamin A dilaksanakan oleh petugas kesehatan di sarana kesehatan. Puskesmas dan Rumah Sakit. Pemantauan pertumbuhan dilakukan melalui penimbangan berat badan.

11% 82. Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 75 . 120% 100% 100% 90% 90% 90% 92. Adapun tujuan dari penjaringan kesehatan adalah untuk medeteksi sedini mungkin adanya kelainan atau penyakit peserta didik.10% 80% capaian 60% 40% 20% 0% Target/Hasil Target Nasional 90% Target renstra 90% 2018 Target 2016 90% capaian 2015 82.11% Kinerja 2016 100%  Cakupan penjaringan siswa SD dan setingkat Penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat merupakan pelayanan kesehatan yang meliputi pemeriksaan umum. sehingga dapat dilakukan tindakan secepatnya untuk mencegah keadaan lebih buruk.10% capaian 2016 92. kesehatan gigi dan mulut terhadap murid kelas 1 SD/MI yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan bersama guru dan dokter kecil.

Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) adalah upaya terpadu lintas program dan lintas sektor dalam rangka meningkatkan kemampuan hidup sehat dan selanjutnya membentuk perilaku hidup sehat anak usia sekolah yang berada di sekolah. Tenaga Kesehatan adalah tenaga medis.15 Kinerja Cakupan Penjaringan Siswa SD dan setingkat Tahun 2016 Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 76 . Indikator ini untuk mengukur kemampuan manajemen program Usaha Kesehatan Anak Sekolah dalam melindungi anak sekolah sehingga kesehatannya terjamin melalui pelayanan kesehatan. Sekolah Dasar Swasta. Madrasah Ibtidaiyah serta satuan pendidikan keagamaan termasuk ponpes baik jalur pendidikan sekolah maupun luar sekolah. keperawatan atau petugas UPT Kesmas lainnya yang telah dilatih sebagai tenaga pelaksana UKS/UKGS. Sekolah Dasar Luar Biasa. Guru UKS/UKGS adalah guru kelas atau guru yang ditunjuk sebagai pembina UKS/UKGS di sekolah dan telah dilatih tentang UKS/UKGS. Dokter kecil adalah kader kesehatan sekolah yang biasanya berasal dari murid kelas 4 dan 5 SD dan setingkat yang telah mendapatkan pelatihan dokter kecil. Grafik berikut menggambarkan capaian tahun 2015 dibandingkan dengan target di berbagai tingkatan : Grafik 3. Sekolah Dasar setingkat adalah Sekolah Dasar Negeri.

100%
100% 100% 100% 100% 100%
100%
100%
100%
capaian

99%
99% 99,10%
99%
99%
99%
Target/Hasil
Target Nasional 100%
Target renstra 100%
2018
Target 2016 100%
capaian 2015 99,10%
capaian 2016 100%
Kinerja 2016 100%

Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan cakupan
penjaringan anak SD melalui sweeping serta penjadwalan ulang
bagi siswa yang absensi pada saat dilakukan pemeriksaan
kesehatan.

 Persentase Balita Gizi Buruk

Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 77

Salah satu indikator kesehatan yang dinilai keberhasilan

pencapaiannya dalam MDGs adalah staus gizi Balita. Status gizi

balita diukur berdasarkan umur (U), berat badan (BB), dan tinggi

badan (TB). Variabel BB dan TB) ini disajikan dalam bentuk tiga

indikator antropometri, yaitu berat badan menurut umur (BB/U),

tinggi badan menurut umur (TB/U), dan berat badan menurut

tinggi badan (BB/TB). Indikator BB/U memberikan indikasi

masalah gizi secara umum. Indikator ini tidak memberikan

indikasi tentang masalah gizi yang sifatnya kronis ataupun akut

karena berat badan berkolerasi positif dengan umur dan tinggi

badan. Dengan kata lain, berat badan yang rendah dapat

disebabkan karena anaknya pendek (kronis) atau karena diare

atau penyakit infeksi lain (akut).

Indikator BB/U memberikan indikasi masalah gizi yang

sifatnya kronis sebagai akibat dari keadaan yang berlangsung

lama, misalnya kemiskinan, perilaku hidup sehat dan pola asuh,

pemberian makan yang kurang baik dari sejak anak dilahirkan

yang mengakibatkan anak menjadi pendek. Indikator BB/TB dan

IMT/U memberikan indikasi masalah gizi yang sifatnya akut

sebagai akibat dari peristiwa yang terjadi dalam waktu yang tidak

lama (singkat), misalnya mengidap penyakit tertentu dan

kekurangan asupan gizi yang mengakibatkan anak menjadi kurus.

Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 78

Untuk status gizi Balita di Kab. Gianyar dengan indikator

BB/U belum bisa ditentukan dari hasil penimbangan yang

dilakukan di Posyandu karena cakupan penimbangan balita di

Posyandu belum mencapai 85%.

Untuk indikator ini merupakan indikator upaya menekan

angka kejadian, jadi semakin rendah kejadian kematian (angka

yang dicapai) maka penilaian kinerjanya semakin baik. Dari Balita

gizi buruk yang terdeteksi dideteksi di Kabupaten Gianyar sudah

berhasil menekan sebesar 0,03% dari target maksimal 0,41% yang

ditetapkan, kalau ditinjau dari segi kinerja sudah tercapai 100%

dengan katagori Sangat Baik dan semua Balita tersebut sudah

terlayani dengan baik (100%). Grafik berikut menggambarkan

capaian tahun 2016 yang dibandingkan dengan target di berbagai

tingkatan :

Grafik 3.16
Kinerja Persentase Balita Gizi Buruk
Tahun 2016

Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 79

41 0. Monitoring dan evaluasi Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 80 .027 0. Melakukan rujukan kasus gizi buruk d.41 capaian 2015 0.027 capaian 2016 0.4 0.03 Upaya yang dilakukan untuk menanggulangi gizi buruk di Kabupaten Gianyar meliputi: a.7 6 5 4 capaian 3 2 100% 1 0.4 Target 2016 0. Grafik 3. Penimbangan balita secara ketat dengan meningkatkan cakupan D/S (balita ditimbang dibagi seluruh balita) b.16 Kinerja Persentase Balita Gizi Buruk Tahun 2016 5.7 Target renstra 2018 0.03 0 Target/Hasil Target Nasional 5. Pemberian PMT kepada balita gizi kurang/buruk berdasarkan indikator BB/U e. Melakukan investigasi terhadap balita yang dicurigai gizi buruk c.

Grafik berikut menggambarkan capaian dibandingkan dengan target di berbagai tingkatan : Grafik 3.17 Kinerja Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak 6-24 bulan keluarga miskin Tahun 2016 Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 81 . Anak yang menjadi sasaran dalam program ini adalah anak umur 6-24 bulan masyarakat miskin. walaupun demikian kalau dilihat dari segi kinerja sudah tercapai (100%) atau sangat baik. karena tidak ada anak 6-24 bulan dari keluarga miskin yang terlewatkan untuk mendapat MP ASI. Cakupan Pemberian Makanan Pendamping ASI pada Anak Usia 6 – 24 Bulan Keluarga Miskin Pemberian makan Pendamping ASI merupakan program dalam upaya perbaikan Gizi Masyarakat. Untuk tahun 2016 tidak ditemukan keluarga miskin yang memiliki anak usia 6 – 24 bulan sehingga dari target 100% / semua anak keluarga miskin 6 – 24 bulan harus mendapat MP ASI. Jadi karena tidak ada sasaran maka tidak anak yang diberi MP ASI dianggap 100%.

Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 82 . 120% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 80% capaian 60% 40% 20% 0% Target/Hasil Target Nasional 100% Target renstra 100% 2018 Target 2016 100% capaian 2015 100% capaian 2016 100% Kinerja 2016 100% Upaya yang dilakukan adalah dengan mempertahankan strategi dan penguatan program/kegiatan yang ada. kwasshiorkor dan marasmus-kwashiorkor). Gizi buruk adalah status gizi menurut berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) dengan Z-score <-3 dan atau dengan tanda-tanda klinis (marasmus.  Cakupan Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan Balita adalah anak usia di bawah 5 tahun (anak usia 0 s/d 4 tahun 11 bulan) yang ada di kabupaten/kota.

Dari Gizi Buruk yang ada sudah semuanya mendapat perawatan sesua dengan standar pelayanan kesehatan (100%) dari target 100% yang ditetapkan sehingga kalau ditinjau dari segi kinerja sudah tercapai 100% dengan katagori sangat baik.03% seperti telah dijelaskan di atas. Hasil pencapaian cakupan anak balita gizi buruk di Kabupaten Gianyar Tahun 2016 adalah sebesar 0. Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 83 . Grafik berikut menggambarkan capaian tahun 2016 dibandingkan dengan target diberbagai tingkatan : Grafik 3.18 Kinerja Cakupan Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan Tahun 2016 120% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 80% capaian 60% 40% 20% 0% Target/Hasil Target Nasional 100% Target renstra 100% 2018 Target 2016 100% capaian 2015 100% capaian 2016 100% Kinerja 2016 100% Upaya yang dilakukan adalah dengan mempertahankan strategi dan penguatan program/kegiatan yang ada.

Analisis terhadap pencapaian indikator kinerja sasaran 3 seperti berikut :  Cakupan Rumah Sehat Rumah sehat adalah rumah yang memenuhi minimum 3 (tiga) komponen kriteria sehat meliputi: fisik rumah. sarana sanitasi dan perilaku.dengan realisasi Rp.38% Sehat Untuk mencapai sasaran dan target Indikator yang ditetapkan di dukung oleh dua Program/Kegiatan dengan tujuh Out Put yang realisasinya semuanya 100%.102. Sasaran Strategis 3 : Terwujudnya peningkatan Penyehatan Lingkungan dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan Pencapaian target kinerja atas sasaran 3 dengan dua indikator capaian seperti berikut : Tabel 3. Sedangkan Pagu yang ditatapkan sebesar Rp.73% 93.82).000.7 Pencapaian Kinerja Sasaran 3 Di Kabupaten Gianyar Tahun 2016 No Indikator Kinerja Satuan 2016 Target Realisasi Kinerja 1 Cakupan Rumah Sehat % 92.- (88. Adapun kriteria dari masing-masing parameter sebagai berikut: Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 84 . 119.1% 98.094.58% 90. 134.72% 100% 2 Persentase Tempau Umum % 91..000.

Langit-langit.72% dari 92. Jamban (sarana pembuangan kotoran). Ventilasi. Komponen Perilaku yaitu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat Hasil pencapaian cakupan rumah sehat di Kabupaten Gianyar tahun 2016 sebesar 93. kalau dilihat dari kinerja maka sudah tercapai 100% dengan katagori Sangat Baik. Sarana Pembuangan air limbah ( SPAL ). Komponen sarana sanitasi adalah : Sarana Air Bersih (SGL/SPT/PP/KU/PAH). Komponen rumah meliputi . Jendela Ruang Keluarga. Lantai. 3). Grafik berikut menggambarkan capaian tahun 2016 dibandingkan dengan target di berbagai tingkatan : Grafik 3.73% target yang ditetapkan. 2). 1). Sarana Pembuangan Sampah. Dinding.19 Kinerja Cakupan Rumah Sehat Tahun 2016 Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 85 . Sarana pembuangan asap dapur. Jendela Kamar Tidur. Milik sendiri dan atau bukan milik sendiri dan memenuhi syarat kesehatan. Pencahayaan.

00% Beberapa faktor yang mempengaruhi dalam pencapaian target rumah sehat di Kabupaten Gianyar antara lain : a.72% 92.74% Target 2016 92. Pembinaan dan pengawasan program rumah sehat c.74%92. Adanya integrasi dengan program kabupaten sehat serta kesatuan gerak PKK. Meningkatnya ekonomi masyarakat sehingga memiliki kemampuan untuk membangun rumah sesuai syarat kesehatan baik aspek fisik bangunan maupun kelengkapan sanitasi. Persentase Tempat Umum Sehat Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 86 .73% 90% 90% 85% Target/Hasil Target Nasional 90% Target renstra 2018 92. Monitoring dan evaluasi.72% Kinerja 2016 100.75% capaian 2016 93. d. Grafik 3.73% capaian 2015 93.19 Kinerja Cakupan Rumah Sehat Tahun 2016 105% 100.00% 100% capaian 95% 93. KB dan kesehatan melalui program lomba desa. b.75%93.

pertokoan. Tempat umum sehat adalah suatu tempat yang dimanfaatkan oleh masyarakat umum seperti hotel. jasa boga. Grafik berikut menggambarkan capaian tahun 2016 dibandingkan dengan target di berbagai tingkatan : Grafik 3. Hasil ini belum mencapai target.1% dari target 91. akan tetapi kalau ditinjau dari segi kinerja sdah tercapai 98. Hasil pencapaian cakupan tempat – tempat umum sehat di Kabupaten Gianyar tahun 2016 sebesar 90. persyaratan dan atau standar kesehatan. pencahayaan dan ventilasi sesuai dengan kriteria.38% dengan katagori Sangat Baik. higiene sanitasi makanan minuman.58% yang ditetapkan. terlaksananya pengendalian vektor.20 Kinerja Persentase Tempat Umum Sehat Tahun 2016 Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 87 . limbah. terminal. tempat ibadah. pasar. restoran dan lain-lain yang memiliki akses sanitasi dasar (air. depot air isi ulang. sampah). kolam renang. bioskop. tempat wisata. jamban.

38% 98% 96% 94% capaian 91. Sasaran Strategis 4 : Terwujudnya Peningkatan pengendalian penyakit menular.30% capaian 2016 90. 100% 98.58% 92% 90.60% 2018 Target 2016 91. tidak menular dan penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi serta pengamatan penyakit Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 88 .38% Upaya-upaya yang telah dilakukan untuk pencapaian target TTU sehat yaitu: pendataan sasaran.10% Kinerja 2016 98.58% capaian 2015 90.10% 90% 90% 88% 86% 84% Target/Hasil Target Nasional 90% Target renstra 91.30%90. pembinaan dan pemeriksaan TTU serta monitoring dan evaluasi.60%91.

. Persentase Desa / Kelurahan % 100% 100% 100% Universal Chaild Immunization (UCI) 4.34% 100% Berdarah 2. Sedangkan Pagu yang ditatapkan sebesar Rp.8 Pencapaian Kinerja Sasaran 4 Di Kabupaten Gianyar Tahun 2016 No Indikator Kinerja Satuan 2016 Target Realisasi Kinerja 1.630.(13. Analisis terhadap pencapaian indikator kinerja sasaran 4 seperti berikut : Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 89 .24%). Pencapaian target kinerja atas sasaran 4 dengan lima indikator capaian seperti berikut : Tabel 3. Angka Kematian Demam % <1% 0.44% 83. 15. 2. Angka Kesembuhan Penderita % 95.000. dengan realisasi Rp. Persentase penderita DBD % 100% 100% 100% yang ditangani 5.2% 79.000.070.. Cakupan desa kelurahan % 100% 100% 100% mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 Jam Untuk mencapai sasaran dan target Indikator yang ditetapkan di dukung oleh Tujuh Program/Kegiatan dengan Tiga Belas Out Put yang realisasinya semuanya 100%.45% TB Paru BTA + 3.

Kriteria Laboratorium 1) Trombositopenia (Trommbosit ≤100. Peningkatan hematokrit ≥20% Penderita DBD adalah penderita penyakit yang memenuhi sekurang-kurangnya 2 kriteria klinis dan 2 kriteria laboratorium di bawah ini : a. Trombositopenia (Trombosit ≤100. Panas mendadak berlangsung terus-menerus selama 2–7 hari tanpa sebab yang jelas 2. Kriteria Klinis : 1) Panas mendadak 2–7 hari tanpa sebab yang jelas 2) Tanda–tanda perdarahan (minimal uji Torniquet positif) 3) Pembesaran hati 4) Syok b. Disertai/tanpa pembesaran hati (hepatomegali) 4. Tanda-tanda perdarahan (sekurang-kurangnya uji Torniquet positif) 3.000/μl) 5.000/μl) 2) Hematokrit naik ≥20% Atau penderita yang menunjukkan hasil positif pada pemeriksaan HI test atau hasil positif pada pemeriksaan antibodi dengue Rapid Diagnosis Test (RDT) /ELISA Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 90 . Angka Kematian Demam Berdarah Penyakit demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit yang ditandai dengan : 1.

5 0 0.34% 0 Target/Hasil Target Nasional 2 Target renstra 1 2018 Target 2016 1 capaian 2015 0 capaian 2016 0.22%.5 2 2 1.21 Kinerja Kematian Demam Berdarah Tahun 2016 2. Grafik berikut adalah capaian tahun 2016 dibandingkan dengan terget di berbagai tingkatan : Grafik 3.34% Kinerja 2016 100% Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 91 . Di Tahun 2016 Angka kesakitan demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Gianyar adalah 44. Untuk indikator ini merupakan indikator upaya menekan angka kejadian.34% dari target yang ditetapkan sebesar <1% sehingga kalau dilihat dari segi kinerja sudah mencapai 100% dengan katagori Sangat Baik. Sedangkan untuk kematian Demam Berdarah sampai akhir tahun 2016 angka kematian sebesar 0.5 capaian 1 1 100% 1 0. jadi semakin rendah kejadian kematian (angka yang dicapai) maka penilaian kinerjanya semakin baik.

sedangkan Angka Kesembuhan adalah angka yang menunjukkan persentase penderita TBC BTA posisitf yang sembuh setelah selesai masa pengobatan. menutup dan mengubur plus menabur larvasida. Kesembuhan adalah penderita yang minum obat lengkap. diantara penderita TBC BTA positif yang tercatat Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 92 . Salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan program TB. dan pemeriksaan sputum secara mikroskopis minimal 2 kali berturut-turut terakhir dengan hasil negative.Upaya yang dilakukan untuk menanggulangi penyakit DBD diantaranya : Penemuan secara dini dan pengobatan yang akurat sehingga tidak terjadi over diagnosis. fogging sebelum musim penularan maupun fokus. pembentukan dan pengaktifan Pokjanal DBD di tiap-tiap Desa dan Kecamatan. Penyakit TB paru lebih banyak menyerang kelompok usia produktif dan masyarakat miskin. Paru adalah cakupan angka kesembuhan penderita yang diobati. pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui program 3 M plus yaitu menguras. penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat. MDGs menetapkan penyakit TB Paru sebagai salah satu target penyakit yang harus diturunkan selain HIV AIDS dan Malaria.  Angka Kesembuhan Penderita TB Paru BTA + TB Paru merupakan penyakit yang masih tinggi angka kejadiannya bahkan merupakan yang tertinggi ketiga di dunia. Prioritas program pemberantasan penyakit tuberkulosis untuk menemukan sedini mungkin dan pengobatan secara tuntas terutama TBC dengan pemeriksaan BTA positif.

pemeriksaan dahak untuk follow up pengobatan.2% kalau di tinjau dari segi kinerja sudah tercapai 83. Faktor yang perlu diperhataikan untuk mencapai target ini adalah: (1) belum optimalnya peran pengawas minum obat (PMO) dalam pemantauan keteraturan minum obat. bulan ke 5 dan bulan ke 6 (akhir pengobatan). pengobatan terhadap kontak serumah maupun lingkungan. perbaikan status gizi serta perbaikan sanitasi lingkungan perumahan.22 Kinerja Angka Kesembuhan Penderita TB Paru BTA + Tahun 2016 Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 93 . dimana untuk tahun 2016 kematian 0% dari target 0% yang ditetapkan.45% dengan katagori Sangat Baik. Upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan Cure Rate atau angka kesembuhan penderita TB paru yang diobati dengan cara meningkatkan keteraturan minum obat dengan meningkatkan fungsi pemantau minum obat (PMO). (2) Penderita tidak teratur minum obat dan tidak melakukan pemeriksaan ulang dahak pada bulan ke-2. Grafik berikut menggambarkan capaian tahun 2015 dibandingkan dengan target di berbagai tingkatan : Grafik 3. Hasil capaian cakupan angka kesembuhan Tuberkulosis paru BTA postif di Kabupaten Gianyar tahun 2016 sebesar 79.44% dari target yang ditetapkan sebesar 95. Sehingga dapat menekan angka kematian karena penyakit TBC.

4 dosis polio.00% 95. UCI (Universal Child Immunization) adalah tercapainya imunisasi dasar secara lengkap pada bayi (0-11 bulan).20% 2018 Target 2016 95. 1 dosis Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 94 . 3 dosis DPT. Wanita Usia Subur (WUS) dan anak sekolah tingkat dasar.45% 80% capaian 60% 40% 20% 0% Target/Hasil Target Nasional 78% Target renstra 95.45%  Persentase Desa Universal Child Immunization (UCI) Program imunisasi bertujuan untuk menurunkaan morbiditas dan mortalitas penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Imunisasi dasar meliputi: 1 dosis BCG. 4 dosis Polio. dan 1 dosis campak.44%83. 3 dosis DPT. ibu hamil. Imunisasi dasar lengkap pada bayi (0-11bulan) meliputi: 1 dosis BCG. 120% 100.20% 100% 78% 79.20% capaian 2015 100.20%95. 4 dosis hepatitis B. 4 dosis Hepatitis B.00% capaian 2016 79.44% Kinerja 2016 83.

Anak sekolah tingkat dasar meliputi 1 dosis DT. 1 dosis campak dan 2 dosis TT.Campak. Hasil pencapaian Cakupan Desa/Kelurahan UCI di Kabupaten Gianyar pada tahun 2016 sebesar 100% dari target 100% yang ditetapkan. Cakupan desa/kelurahan Universal Child Immunization (UCI) adalah desa/kelurahan dimana 100% dari jumlah bayi yang ada di desa tersebut sudah mendapat imunisasi dasar lengkap dalam waktu satu tahun. Ibu hamil dan WUS meliputi 2 dosis TT. kalau dilihat dari kinerja sudah mencapai dengan katagori Sangat Baik.23 Kinerja Persentase Des/Kelurahan Universal Chaild Immunization (UCI) Tahun 2016 120% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 80% capaian 60% 40% 20% 0% Target/Hasil Target Nasional 100% Target renstra 100% 2018 Target 2016 100% capaian 2015 100% capaian 2016 100% Kinerja 2016 100% Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 95 . Grafik 3.

kemitraan dengan dokter praktek.088 penderita tersebar di 7 Kecamatan di Kabupaten Gianyar. Upaya-upaya yang telah dilakukan untuk pencapaian target UCI diantaranya: Pendataan sasaran. monitoring dan evaluasi dan pelaporan  Persentase penderita Demam Berdarah yang ditangani Jumlah penderita Demam berdarah tahun 2016 sebanyak 4. Jadi hasil cakupan sudah 100% dari 100% target yang ditetapkan atau kalau dilihat dari segi kinerja sudah mencapai 100% dengan katagori sangat baik. pelayanan imunisasi. Grafik berikut menggambarkan capaian tahun 2016 dibandingkan dengan target di berbagai tingkatan : Grafik 3.24 Kinerja Persentase Penderita Demam Berdarah yang ditangani Tahun 2016 Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 96 . pemenuhan sarana dan prasarana. Dari semua kasus tersebut sudah mendapat perawatan sesuai dengan standar di semua Unit Pelayanan Kesehatan termasuk Rumah Sakit Pemerintah dan Swasta.

capaian penanganan dan dilakukan penyelidikan epidemiologi <24 jam sudah mencapai 100%. 120% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 80% capaian 60% 40% 20% 0% Target/Hasil Target Nasional 100% Target renstra 100% 2018 Target 2016 100% capaian 2015 100% capaian 2016 100% Kinerja 2016 100%  Cakupan desa/Kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiolgi <24 jam Program kegiatan penanggulaan KLB dari target yang ditepakan SPM adalah 100% atau semua Desa/Kelurahan yang terjadi KLB harus mendapat penanganan dan dilakukan penyelidikan epidemiologi <24 jam. Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 97 .Sehingga kalau dilihat dari segi kinerja sudah menncapai 100% atau dapat diinterpretasikan dengan katagori sangat baik. Dari target yang ditetapkan.

Namun demikian perlu dilakukan hal-hal yang menunjang kegitan seperti : pada waktu yang akan datang agar dilakukan respon time yang sama sehingga Penyelidikan Epidemiologi segera dapat dilakukan. Hal ini dapat dilakukan karena respon dari petugas baik itu di Puskesmas maupun di Kabupaten cepat sehingga begitu ada laporan kemungkinan terjadinya KLB segera bisa dilakukan Penyelidikan Epidemiologi. Dari kegiatan yang telah dilakukan untuk menunjang program ini. Grafik berikut menggambarkan capaian tahun 2016 dibandingkan dengan target di berbagai tingkatan : Grafik 3.25 Kinerja Cakupan Desa/Kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 jam Tahun 2016 Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 98 . secara umum tidak ada permasalahan dalam Penyelidikan Epidemiologi KLB terutama dari segi penyelidikan Epidemiologi. Karena semua kasus KLB telah dilakukan penyelidikan epidemiollogi kurang dari 24 jam.

(100%).dan realisasi sebesar Rp.500.000.06% dengan dukungan anggaran sebesar Rp. 19..499. 120% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 80% capaian 60% 40% 20% 0% Target/Hasil Target Nasional 100% Target renstra 100% 2018 Target 2016 100% capaian 2015 100% capaian 2016 100% Kinerja 2016 100% Sasaran Strategis 5 : Terwujudnya Kepuasan Msyarakat terhadap Pelayanan Kesehatan Target kinerja atas sasaran 5 dengan satu indikator tidak dilakukan penilaian karena sesuai dengan dokumen Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar tahun 2014 – 2018 untuk tahun 2016 di targetkan sebesar 80% dan realisai sebesar 79..000. 19. Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 99 .

09% Kinerja 2016 98.86% 100% 85% 85% 80% 79.09% 80% capaian 60% 40% 20% 0% 0% Target/Hasil Target Nasional 85% Target renstra 85% 2018 Target 2016 80% capaian 2015 0% capaian 2016 79.9 Pencapaian Kinerja Sasaran 6 Di Kabupaten Gianyar Tahun 2016 No Indikator Kinerja Satuan 2015 Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 100 . 120% 98.86% Sasaran Strategis 6 : Terwujudnya Peningkatan peran serta masyarakat untuk hidup bersih dan sehat Pencapaian target kinerja atas sasaran 6 dengan dua indikator capaian seperti berikut : Tabel 3.

penyakit. Persentase Cakupan Desa % 100% 100% 100% Siaga Aktif 2.(95. Sedangkan Pagu yang ditetapkan sebesar Rp.. surveilans berbasis masyarakat yang meliputi pemantauan pertumbuhan (gizi). Target Realisasi Kinerja 1. Pengembangan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif dilaksanakan melalui pemberdayaan masyarakat.000. dengan realisasi Rp. atau UKBM lainnya yang buka setiap hari dan berfungsi sebagai pemberi pelayanan kesehatan dasar. 287.51%). Untuk Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 101 .. 274. penanggulangan bencana dan kegawatdaruratan. lingkungan dan perilaku sehingga masyarakatnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Persentase Rumah Tangga % 80% 87% 100% Berperilaku Hidup sehat Untuk mencapai sasaran dan target Indikator yang ditetapkan di dukung oleh Empat Program/Kegiatan dengan Empat Out Put yang realisasinya semuanya 100%.000. yaitu upaya memfasilitasi proses belajar masyarakat desa dan kelurahan dalam memecahkan masalah-masalah kesehatannya. Analisis terhadap pencapaian indikator kinerja sasaran 6 seperti berikut :  Persentase Cakupan Desa Siaga Aktif Desa siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan bencana dan kedaruratan kesehatan secara mandiri. Desa siaga dikategorikan sebagai desa siaga aktif adalah desa yang memiliki pos kesehatan desa (poskesdes).978.920.

8. 7. (c) penyehatan lingkungan. pengembangan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif dilaksanakan secara bertahap. (b) survailans berbasis masyarakat. 3. 4. Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 102 . dengan memperhatikan kriteria atau unsur-unsur yang harus dipenuhi. 6. 5.menjamin kemantapan dan kelestarian. Kepedulian Pemerintahan Desa atau Kelurahan dan pemuka masyarakat terhadap Desa dan Kelurahan Siaga Aktif yang tercermin dari keberadaan dan keaktifan Forum Desa dan Kelurahan. yaitu: 1. 2. Kemudahan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dasar yang buka atau memberikan pelayanan setiap hari . Keberadaan UKBM yang dapat melaksanakan (a) penanggulangan bencana dan kedaruratan kesehatan. Peraturan di tingkat desa atau kelurahan yang melandasi dan mengatur tentang pengembangan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif. Tercakupnya (terakomodasikannya) pendanaan untuk pengembangan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif dalam anggaran pembangunan desa atau kelurahan serta dari masyarakat dan dunia usaha. Peran serta aktif masyarakat dan organisasi kemasyarakatan dalam kegiatan kesehatan di Desa dan Kelurahan Siaga Aktif. Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Rumah Tangga di desa atau kelurahan. Keberadaan Kader Pemberdayaan Masyarakat/kader kesehatan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif.

madya. Hasil pencapaian cakupan desa siaga aktif di Kabupaten Gianyar tahun 2016 sebesar 100% atau semua desa/kelurahan yang dibentuk sudah aktif dari target 100% yang ditetapkan dan kalau dilihat dari kinerja maka sudah mencapai 100% dikatagorikan Sangat Baik. Madya.26 Kinerja Persentase Cakupan Desa Siaga Aktif Tahun 2016 Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 103 . Berdasarkan delapan kriteria Desa dan Kelurahan Siaga Aktif maka pentahapan dalam pengembangan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif menjadi empat desa siaga yaitu: Pratama. madya. Cakupan Desa Siaga Aktif adalah desa/kelurahan siaga aktif strata pratama. purnama dan mandiri dibandingkan dengan jumlah Desa Siaga yang dibentuk. Grafik berikut menggambarkan capaian tahun 2016 dibandingkan dengan target diberbagai tingkatan : Grafik 3. Cakupan Desa Siaga Aktif adalah desa/kelurahan siaga aktif strata pratama. Purnama dan Mandiri. purnama dan mandiri dibandingkan dengan jumlah Desa Siaga yang dibentuk.

Melaksanakan forum komunikasi antar desa/kelurahan siaga.  Persentase Rumah Tangga Berperilaku Sehat Perilaku Hidup Bersih dan sehat (PHBS) adalah Sekumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran. meliputi: a. Pembentukan kelompok kerja operasional (POKJANAL) desa siaga tingkat kabupaten b. Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 104 . 120% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 80% 80% capaian 60% 40% 20% 0% Target/Hasil Target Nasional 80% Target renstra 100% 2018 Target 2016 100% capaian 2015 100% capaian 2016 100% Kinerja 2016 100% Upaya yang dilakukan untuk mewujudkan siaga aktif di Kabupaten Gianyar. yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan-aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya.

Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun. Balita diberi ASI eksklusif. Menimbang Balita Setiap Bulan. kalau ditinjau dari kinerja maka sudah tercapai 100% dengan katagori Sangat Baik. tempat kerja. namun ada beberapa prioritas penerapannya yaitu tatanan rumah tangga. Grafik berikut menggambarkan capaian tahun 2016 didandingkan dengan target di berbagai tingkatan : Grafik 3. Menggunakan air bersih. sarana kesehatan dan tempat-tempat umum. Melakukan aktifitas fisik setiap hari dan Tidak merokok di dalam rumah. Kriteria yang digunakan untuk menilai penerapan PHBS di tatanan rumah tangga sebanyak 10 indikator terdiri dari Pertolongan persalinan oleh nakes. Hasil pencapaian cakupan perilaku hidup bersih dan sehat pada tatanan rumah tangga di Kabupaten Gianyar tahun 2016 sebesar 87% dari target 80% yang ditetapkan. Penerapan PHBS ditujukan semua komponen di masyarakat. sekolah.27 Kinerja Persentase Cakupan Rumah Tangga Berperilaku Sehat Tahun 2016 Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 105 . Pemberantasan jentik. Menggunakan jamban sehat. Makan buah dan sayur setiap hari.

Pengadaan buku pedoman pembinaan dan penilaian PHBS d. Sosialisasi kawasan tanpa rokok (KTR) g. Pembinaan dalam rangka lomba desa PHBS e. Pelaksanaan survey PHBS oleh tenaga kesehatan dan kader f.10% 80% capaian 60% 40% 20% 0% Target/Hasil Target Nasional 80% Target renstra 86% 2018 Target 2016 80% capaian 2015 78. Pengadaan kartu. poster dan stiker PHBS tatanan rumah tangga c.00% 80% 80% 78. Pengadaan form/kuesioner survey PHBS b. Pembuatan stiker dan baliho kawasan tanpa rokok Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 106 .10% capaian 2016 87. 120% 100% 100% 86% 87.00% Kinerja 2016 100% Upaya yang dilakukan untuk pencapaian cakupan perilaku hidup bersih dan sehat tatanan rumah tangga meliputi: a.

Analisis terhadap pencapaian indikator kinerja sasaran 7 seperti berikut : Cakupan ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan yang bermutu dan sesuai kebutuhan Ketersediaan obat merupakan salah satu sarana yang diperlukan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.853. Obat harus tersedia dalam keadaan cukup dan baik sehingga srana dan Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 107 .10 Pencapaian Kinerja Sasaran 7 Di Kabupaten Gianyar Tahun 2016 No Indikator Kinerja Satuan 2016 Target Realisasi Kinerja 1.112.dengan realisasi Rp.- (93.051.01%). 2.930.076..672. Cakupan ketersediaan obat % 85% 85% 100% dan perbekalan kesehatan yang bermutu dan sesuai kebutuhan Untuk mencapai sasaran dan target Indikator yang ditetapkan di dukung oleh Satu Program/Kegiatan dengan Satu Out Put yang realisasinya semuanya 100%. Sedangkan Pagu yang ditatapkan sebesar Rp. 1. Sasaran Strategis 7 : Terwujudnya Peningkatan ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan yang bermutu dan sesuai kebutuhan Pencapaian target kinerja atas sasaran 7 dengan satu indikator capaian seperti berikut : Tabel 3.

Grafik berikut menggambarkan capaian tahun 2016 dibandingkan dengan target diberbagai tingkatan : Grafik 3. Untuk tahun 2016 dari target yang ditetapkan sebesar 85% sudah tercapai 85% dari seluruh obat yang direncanakan untuk melengkapi kebutuhan Dinas Kesehatan dan jaringannya di Kabupaten Gianyar. Dengan demikian kalau dilihat dari segi kinerja sudah tercapai 100% atau dikatagorikan sangat baik.28 Kinerja Persentase Cakupan Ketersediaan obat dan Perbekalan Kesehatan yang Bermutu dan Sesuai Kebutuhan Tahun 2016 105% 100% 100% 95% capaian 90% 85% 85% 85% 85% 85% 80% 75% Target/Hasil Target renstra 85% 2018 Target 2016 85% capaian 2015 85% capaian 2016 85% Kinerja 2016 100% Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 108 . Dengan adanya kondisi seperti ini maka jumlah kunjungan diharapakan meningkat dan angka kesakitan menjadi menurun dan sudah barang tentu juga dipengaruhi oleh tercapainya indikator lain.prasarana yang diharapkan representatif dapat tercapai.

14. Jumlah SDM Kesehatan dan Orang 52 52 100% Puskesmas yang Mengikuti Lomba Tenaga Kesehatan Teladan Untuk mencapai sasaran dan target Indikator yang ditetapkan di dukung oleh Satu Program/Kegiatan dengan Satu Out Put yang realisasinya semuanya 100%. Sedangkan Pagu yang ditatapkan sebesar Rp.11 Pencapaian Kinerja Sasaran 8 Di Kabupaten Gianyar Tahun 2016 No Indikator Kinerja Satuan 2016 Target Realisasi Kinerja 1.- (100%). Analisis terhadap pencapaian indikator kinerja sasaran 8 seperti berikut :  Jumlah SDM Kesehatan dan Puskesmas yang mengikuti lomba tenaga kesehatan teladan Untuk meningkatkan mutu dari tenaga kesehatan yang tersedia maka diupayakan untuk dilaksanakan kegiatan lomba sesuai dengan jenis tenaga atau pofesi yang tersedia.660.. Pada tahun Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 109 . 14.dengan realisasi Rp.000.000.660. Sasaran Strategis 8 : Terwujudnya Peningkatan Kwalitas Tenaga Kesehatan Sesuai Kompetensi di Unit Pelayanan Kesehatan Pencapaian target kinerja atas sasaran 8 dengan satu indikator capaian seperti berikut : Tabel 3.

Dengan hasil capaian 100% kalau dilihat dari kinerja maka di dapat dikategorikan dengan predikat sangat baik. Dalam proses ini telah dilibatkan sebanyak 52 tenaga kesehatan dari proses awal/penyisihan sampai masuk ke tingkat provinsi Bali. Kesehatan Masyarakat dan tenaga Gizi. Adapun jenis lomba yang dikuti adalah Lomba Dokter . Perawat.29 Kinerja Jumlah SDM Kesehatan dan Puskesmas yang mengikuti lomba tenaga kesehatan teladan Tahun 2016 60 52 52 52 52 50 40 capaian 30 20 10 100% 0 Target/Hasil Target renstra 52 2018 Target 2016 52 capaian 2015 52 capaian 2016 52 Kinerja 2016 100% Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 110 . Grafik berikut menggambarkan capaian tahun 2016 dibandingkan dengan target diberbagai tingkatan: Grafik 3.2016 terdapat 52 tenaga kesehatan yang mengikuti lomba dari 52 yang ditargetkan atau sudah tercapai 100%.

102.980. 20.463.462.462.46 c.860.446.999.316.00 96.189.429. Presentase realisasi anggaran kesehatan pada tahun 2016 sebesar 93.00 66.992.069.dengan rincian sebagai berikut : a.35 Sedangkan total anggaran bidang kesehatan sebesar Rp.342.- Rincian alokasi anggaran yang bersumber dari APBD Kabupaten Gianyar sebagai berikut : JENIS No ANGGARAN REALISASI % BELANJA Anggaran Kesehatan 102.462.95.46% dan belanja Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 111 .46 Langsung Belanja II 33.276.35. Upaya-upaya mengikuti lomba tenaga kesehatan teladan diharapkan dapat meningkatkan kinerja tenaga dalam menjalankan tugas sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan khususnya di Kabupaten Gianyar.366.490.35 b. 151. 102. yang bersumber dari APBD untuk pelaksanaan program/kegiatan sebesar Rp.992. Realisasi Anggaran Alokasi anggaran Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar dan seluruh Unit Pelaksana Teknis di lingkungannya.956.436.825.505.929.714.24 I Belanja Tidak 68.34 86.06.087.009. B.891..24% dengan rincian realisasi anggaran belanja tidak langsung sebesar 96..35 95. dari total anggaran sebesar Rp. JKBM shering berdasar PKS : Rp.366.983.462.366.505.366.60 Langsung Penyerapan anggaran yang bersumber dari APBD sebesar Rp.06 93. ASKESKIN/JKN : Rp. 102.992. APBD Kabupaten Gianyar : Rp. 29.336.678.992.429.446.56 28.

sedangkan pagu dan realisai setiap sasaran dan indikator kinerja sudah dijelaskan di poin A Bab III tentang Capaian Kinerja Organisasi tahun 2016 di atas. Dinkes Gianyar | Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 112 . Adapun distribusi anggaran sesuai dengan program/kegiatan dapat dilihat dalam lampiran.60%.langsung sebesar 86.

2. Kesimpulan 1. terdiri dari dua indikator sasaran dengan capaian kinerja masing-masing 100% dan 99. BAB IV PENUTUP A. Hasil pengukuran indikator kinerja terhadap 7 sasaran strategis yang diperjanjikan menunjukkan bahwa semua (7) sasaran strategis dengan kategori sangat baik dengan rincian hasil pengukuran indikator kinerja seperti berikut : a. Sasaran 2 Terwujudnya perbaikan Kesehatan Reproduksi Ibu dan Anak. Laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (LAKIP) Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar menyajikan hasil dari berbagai capaian sasaran strategis yang tercermin dari capaian indikator kinerja utama (IKU) maupun analisis kinerja berdasarkan tujuan dan sasaran. terdiri dari lima belas indikator sasaran dengan capaian kinerja semuanya di atas 94. Sasaran 1 Terwujudnya peningkatkan mutu pelayanan kesehatan dasar dan rujukan yang terdiri dari tiga indikator sasaran dengan capaian kinerja sebesar masing-masing 95% kategori Sangat Baik b.15% yang dikatagorikan kategori Sangat Baik c.19% dikategori Sangat Baik Dinkes Gianyar| Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 112 . Sasaran 3 Terwujudnya peningkatan penyehatan lingkungan dan pengendalaian pencemaran lingkungan.

terdiri dari sat indikator sasaran dengan capaian kinerja sebesar 100% kategori Sangat Baik g.24% atau sebesar Rp. Sasaran 4 Terwujudnya peningkatan pengendalian penyakit menular.69 % dikategori Sangat Baik e. Adanya sisa anggaran ini merupakan bentuk efisiensi dalam pencapaian kinerja/program dan juga terdapat program jamfersal yang Dinkes Gianyar| Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 113 .429.06.86% dengan katagori sangat baik.. terdiri dari dua indikator sasaran dengan capaian kinerja masing-masing 100% dan 100% dikategori Sangat Baik f. Sasaran 5 Terwujudnya peningkatan peran serta masyarakat untuk hidup bersih dan sehat.505. tidak menular dan penyakit- penyakit yang dapat dicegah dengan immunisasi serta pengamatan penyakit. Secara keseluruhan 7 sasaran strategis dengan 29 indikator kinerja yang diperjanjikan telah mencapai target.446.366. dimana capaian kinerjanya semuanya telah di atas 97. d. 4.95.dari total anggaran sebesar Rp. Sasaran 7 Terwujudnya peningkatkan kualitas tenaga kesehatan sesuai kompetensi di unit pelayanan kesehatan.-.462.992. Sasaran 6 Terwudunya peningkatan ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan yang bermutu dan sesuai kebutuhan. terdiri dari lima indikator sasaran dengan capaian kinerja semuanya di atas 96. terdiri dari satu indikator sasaran dengan capaian kinerja sebesar 100% kategori Sangat Baik 3. 102.35. Realisasi anggaran yang bersumber APBD tahun 2016 adalah sebesar 93.

000. 5.dengan realisasi Rp. Penyusunan program dan kegiatan terutama terobosan baru yang inovatif yang mempunyai daya ungkit secara langsung berkontribusi untuk meningkatkan pencapaian sasaran strategis yang telah ditetapkan dalam renstra dan penetapan kinerja. Program/kegiatan yang paling hemat dalam penggunaan anggran APBD adalah kegiatan dalam mencapai sasaran strategis 7 yaitu : Terwujudnya peningkatan kualitas tenaga kesehatan sesuai kompetensi di unit pelayanan kesehatan. 3. 14.(100%). B. Rekomendasi/Saran 1. Dinkes Gianyar| Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 114 . Untuk mencapai sasaran dan target Indikator yang ditetapkan di dukung oleh satu Program /Kegiatan dengan satu Out Put yang realisasinya mencapai 100%. Melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala mengenai kemajuan pencapaian sasaran strategis 4. 14.000..660.. Meningkatkan komitmen dan dukungan semua pihak/pemangku kepentingan seperti dinas kesehatan. tidak ada masyarakat yang memanfaatkan rumah tunggu kelahiran. Mempertahankan dan Meningkatkan upaya pencapaian indikator capaian kinerja yang yang telah dicapai.660. UPT dan UPT Kesmas di bawah dinas kesehatan serta pustu dalam pencapaian sasaran strategis 2. Sedangkan Pagu yang ditetapkan sebesar Rp.

80511 KEPUTUSAN KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN GIANYAR NOMOR NOMOR 399/05-B/HK/2016 TENTANG PENETAPAN INDIKATOR KINERJA UTAMA DINAS KESEHATAN TAHUN 2013-2018 KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN GIANYAR. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 1958 nomor 122). bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 3 dan Pasal 4 Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor PER/09/M. c. bahwa berdasarkan hasil rapat pembahasan Indikator Kinerja Utama Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar Tahun 2013 – 2018 pada tanggal 21 Januari 2016 diperoleh rumusan Indikator Kinerja Utama Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar Tahun 2013 – 2018.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421). PEMERINTAH KABUPATEN GIANYAR DINAS KESEHATAN KABUPATEN GIANYAR Jalan Ciungwanara No. . bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b perlu menetapkan Indikator Kinerja Utama Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar Tahun 2013 – 2018. b. maka perlu menetapkan Indikator Kinerja Utama (IKU) Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar. Undang – Undang Nomor 69 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah-daerah Tingkat II dalam Wilayah Daerah-daerah Tingkat I Bali. 943436 Gianyar . 6 Telp / Fax: ( 0361 ) 943077. Mengingat : 1. 2. Menimbang : a.

8. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan kedua atas Peraaturan Menteri Dalam Negeri . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587). 9. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679). Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438). Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578). 5. 6. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140. tata cara Penyusunan. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82.3. 7. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. terakhir dengan Undang – Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234). sebagaimana telah diubah beberapa kali.

11. 13. MEMUTUSKAN : Menetapkan : KESATU : Menetapkan Indikator Kinerja Utama Dinas Kesehatan Tahun 2013 – 2018 dengan uraian sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini. KETIGA : Segala biaya yang timbul sebagai akibat ditetapkannya keputusan ini dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Gianyar. Peraturan Daerah Kabupaten Gianyar Nomor 6 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Gianyar Tahun 2013 – 2018 (Lembaran Daerah Kabupaten Gianyar Tahun 2014 Nomor 6). Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. 12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. 10. KEDUA : Indikator Kinerja Utama (IKU) Dinas Kesehatan sebagaimana dimaksud pada dictum Kesatu. merupakan acuan yang digunakan Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar untuk menetapkan rencana kinerja tahunan. menyusun laporan akuntabilitas kinerja serta melakukan evaluasi pencapaian kinerja sesuai dengan dokumen. Tata Cara Penyusunan. Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Peraturan Daerah Kabupaten Gianyar Nomor 16 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Gianyar Tahun 2012 – 2032 (Lembaran Daerah Kabupaten Gianyar Tahun 2012 Nomor 16). menyusun dokumen penilaian kinerja. . menyampaikan rencana kerja dan anggaran. Peraturan Daerah Kabupaten Gianyar Nomor 12 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Gianyar Tahun 2005 – 2025 (Lembaran Daerah Kabupaten Gianyar Tahun 2008 Nomor 12).

1. Ditetapkan di Gianyar pada tanggal. Ketua DPRD Kabupaten Gianyar 3. 4 Pebruari 2016 Keputusan ini disampaikan kepada Yth . Kepala SKPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar 6.KEEMPAT : Keputusan Kepala Dinas ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar 5. . Wakil Bupati Gianyar 4. Arsip. Bupati Gianyar 2.

Tercapainya tingkat utilisasi RJTP 15% Kesehatan Masyarakat Program Jaminan Kesehatan Masyarakat 2. Tercapainya tingkat Utilisasi Rujukan 15% Tercapainya Jumlah Fasilitas Program Standarisasi Monitoring. Sasaran Strategis Indikator kinerja Program Kegiatan TW 1 TW 2 TW 3 TW 4 Uraian Indikator Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Terwujudnya Peningkatan mutu cakupan pelayanan kesehatan cakupan pelayanan kesehatan 1 15 % 15 % 15 % 15 % pelayanan kesehatan dasar dasar dasar dan rujukan cakupan pelayanan kesehatan cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat 100% 100% 100% 100% Program Upaya Pemeliharaan dan rujukan pasien masyarakat miskin Kesehatan Masyarakat pemulihan kesehatan miskin cakupan pelayanan gawat cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yang harus darurat level 1 yang harus 100% 100% 100% 100% diberikan sarana kesehatan (RS) diberikan sarana kesehatan di Kab/Kota (RS) di Kab/Kota Program Promosi Kesehatan dan Pengembangan Jaminan Pemberdayaan Masyarakat Pemeliharaan Kesehatam Masyarakat (JPKM) untuk Tercapainya utilisasi pelayanan pelayanan kesehatan rawat kesehatan rawat jalan Tingkat I sebesar jalan Tingkat I 10% Pengembangan Jaminan 1. RENCANA AKSI ATAS PERJANJIAN KINERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN GIANYAR TAHUN 2016 Target (%) Kegiatan No. evaluasi pelayanan kesehatan yang Pelayanan Pelayanan dan pelaporan memenuhi standar sarana dan prasarana Program Peningkatan Melaksanakan bintek Tersusunnya laporan yang pengembangan sistim penyusunan laporan eviden base pelaporan capaian akhir tahun ke UPT kinerja dan iktisar dan UPT kesmas realisasi kinerja SKPD .

41 % 0.000 KH 90/100.5 % 63.24 bulan keluarga miskin Tercapainya pemberian .Tercapinya cakupan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dasar linakes yang memiliki Cakupan pelayanan nifas kompetensi dasar Cakupan neonatus dengan komplikasi 23. Profil kinerja dan iktisar Kesehatan.000 KH 15/1.000 KH 20/1.000 KH Menurunnya AKABA .000 KH 90/100.50% 94% .Menurunnya AKI .000 KH 90/100.000 KH Menurunya AKB Kunjungan Bumil K4 dan Anak Angka Kematian Balita 20/1. Kegiatan: Penyusunan Menyusun laporan pelaporan capaian LAKIP.41 % 0.000 KH 1.000 KH 20/1. LPPD.50% 71.% % 47% 70.Cakupan pemberian makanan 25% 50 75 100 pendamping ASI pada anak usia 6 .5 % 45% 67.Tercapainya Cakupan Cakupan Komplikasi Kebidanan yang 21.% % 47% 70.Tercapiinya Cakupan yang ditangani 21.Tercapinya cakupan kunjungan anak balita .75 % 85% Pelayanan Nifas Cakupan peserta KB Aktif .Persentase Balita Gizi buruk 0.25% 95% yang ditangani Cakupan pelayanan anak balita 22.41 % Perbaikan Gizi Masyarakat Perbaikan Gizi Masyarakat Tercapainya kecamatan rawan gizi ( 100 %) .75 % 47.000 KH 20/1.Tercapainya Cakupan peserta KB Aktif . Peningkatan keselamatan ibu Menurunya AKI .25% 42.Menurunnya AKB .50% 70% kunjungan bayi .Cakupan balita gizi buruk mendapat MP ASI 6-24 bln keluarga 100% 100 100 100 perawatan miskin ( 100 % ) .5 % 90% .75 % 85% Komplikasi Kebidanan yang ditangani ditangani Cakupan pertolongan persalinan oleh 23.000 KH 15/1.Menurunnya AKABA .000 KH 15/1.5 % 63. realisasi kinerja SKPD LKPJ dan SPM melaksanakan Bimbingan teknis sistim informasi kesehatan ( SIK ) ke UPT Kesmas melaksanakan pemeliharaan aplikasi SIK 2 Terwujudnya Perbaikan Angka Kematian Ibu Melahirkan 90/100.Tercapinya cakupan 17.50% 94% .Tercapinya cakupan Cakupan kunjungan ibu hamil K4 80% 80% 80% 80% neonatus dengan komplikasi Cakupan kunjungan bayi 23.5 % 35% 52.41% 0.Tercapainya Cakupan Kesehatan Reproduksi Ibu melahirkan dan anak Angka Kematian Bayi 15/1.25% 42.

Penyakit usia 0 .00 23.0% Kabupaten/Kota melaksanakan 7 tatanan kab. Belanja -tercapainya persentase Peningkatan mencapai Universal Child dan Penanggulangan Perjalanan dinas.0% 67.5% 91. Kegiatan : Peningkatan modal Immunization 9UCI) '- Tidak Menular dan Imunisasi tercapainya persentase bagi Penyakit .00 23.5% 45.11 bulan yang yang dapat dicegah mendapat imunisasi dasar dengan imunisasi lengkap serta pengamatan penyakit . desa yang mencapai Pengendalian Immunization (UCI) penyakit menular Pemeliharaan dan Universal Child Penyakit Menular. Sehat Sehat 4 Terwujudnya -persentase desa yang 25% 50% 75% 100% Program: pencegahan Blj makmin. Tercapainya balita gizi buruk dapat perawatan (100 %) Tercapaianya pemberian ASI Eksklusif pada bayi ( 80 %) Tercapainya balita ditimbang ke Posyandu D/S ( 85 % ) 100% 100% 100% 100% Pengembangan UKS Terlaksananya penjaringan siswa SD dan .00 23. Upaya kesehatan Masyarakat 3 Terwujudnya Program Pengembangan Peningkatan Lingkungan Sehat Penyehatan Pengkajian Lingkungan dan Cakupan Rumah Sehat 22.Cakupan penjaringan siswa SD dan setingkat sebesar 100% setingkat 3.00 pengembangan Persentase rumah sehat Pengendalian lingkungan sehat Pencemaran Lingkungan Jumlah desa yang melaksanakan STBM Persentase penduduk menggunakan jamban sehat Persentase tempat umum sehat Persentase penduduk yang memiliki akses terhadap air minum yang berkualitas Persentase tempat pengelolaan makanan sehat Cakupan Tempat Umum Pengembangan Persentase Desa yang Sehat 22.

Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi serta pengamatan penyakit 25% 50% 75% 100% -program: pencegahan Blj makmin.Tercapainya dilakukan penyelidikan epidemiologi dan cakupan penemuan dan epidemiologi < 24 jam penanggulangan penanganan penderita wabah penyakit AFP program: pencegahan blj bahan material -tercapainya persen dan penanggulangan (obat"an & bahan tase perempuan penyakit tidak menular uji sampel) usia 30-5.Penyakit .tahun yg kegiatan: peningkatan blj jasa kantor dideteksi dini kanker surveilance epidemio (blj dekorasi) serviks dan payudara logi dan deteksi dini blj cetak -menurunnya prevale penyakit tidak menular blj makmin nsi perokok anak dan (PTM) blj perjalanan dinas remaja Angka Kematian Demam Program Pencegahan Berdarah Penyemprotan/foggi <1% <1% <1% <1% dan Penanggulangan ng sarang nyamuk Cakupan Penderita DBD yang Penyakit Menular ditangani sesuai dengan SOP Angka Kematian karena penyakit DBD Angka Kesembuhan Penderita TB Paru BTA + (1) Tercapainya cakupan penemuan pasien baru TB BTA +. belanja -tercapainya cakupandesa dan penanggulangan perjalanan dinas kelurahan yang mengalami penyakit menular '. KLB yang dilakukan Cakupan desa kelurahan Kegiatan : Peningkatan penyelidikan epidemiologi < mengalami KLB yang surveilance 24 jam '. (4) tercapainya cakupan penemuan dan penanganan penderita pneumonia balita. (3) Tercapainya angka 15% 35% 50% 80% dan Penanggulangan penanggulangan kematian karena penyakit Penyakit Menular penyakit menular malaria. (2) Tercapainya angka Pelayanan kematian karena penyakit Program Pencegahan pencegahan dan TBC. (5) Tercapainya angka prevalensi penyakit HIV Penderita DBD Yang ditangani Pengadaan alat dan Tersedianya alat dan bahan Program Pencegahan bahan foging/ULP foging/ULP 100% 100% 100% 100% dan Penanggulangan Penyakit Menular .

52 Nakes . .5 Terwujudnya Peningkatan Peran Pengembangan Upaya serta masyarakat Promosi Kesehatan dan 1. Persentase Rumah Tangga 82% 82% 82% 82% Program Promosi Melaksanakan rapat Tercapainya rumah tangga yang melaksanakan PHBS Kesehatan dan pemutahiran data. yang melakanakan PHBS pemberdayaan rapat pencegahan Masyarakat dan deteksi dini Kegiatan : Promosi kanker servix/ kesehatah dan payudara dan rapat penyuluhan penyegaran konselor HIV dan AID serta rapat-rapat terkait program promkes melaksanakan bintek PHBS ke Puskesmas dan Sekolah melaksanakan bintek diklat 6 Terwujudnya cakupan ketersediaan obat Program obat dan pengadaan obat dan Peningkatan dan perbekalan kesehatan perbekalan kesehatan perbekalan tersedianya obat dan Ketersediaan obat yang bermutu dan sesuai kesehatan perbekalan kesehatan yang dan perbekalan kebutuhan 10% 25% 50% 85% bermutu dan sesuai kesehatan yang kebutuhan bermutu dan sesuai kebutuhan 7 Terwujudnya Terbinanya SDM Kesehatan Program peningkatan lomba Puskesmas Terbinanya SDM Kesehatan Peningkatan kualitas dan Puskesmas yang Kapasitas sumber daya berprestasi dan dan Puskesmas yang tenaga kesehatan mengikuti lomba tenaga aparatur lomba tenaga mengikuti lomba tenaga sesuai kompetensi di kesehatan teladan . Cakupan Desa Siaga Aktiif 100% 100% 100% 100% Kesehatan Bersumber Tercapainya cakupan Desa Siaga Akif untuk hidup bersih Pemberdayaan Masyarakat Masyarakat (Desa Siaga) dan sehat 2. kesehatan teladan kesehatan teladan unit pelayanan tingkat provinsi kesehatan .

.

740.777.951.350.769.000. Binkes 20.NCANA AKSI ATAS PERJANJIAN KINERJA NAS KESEHATAN KABUPATEN GIANYAR TAHUN 2016 Anggaran Penanggung jawab 11 12 14. Jibang 25.480.00 Kabid. Jibang 51. Jibang .000 Kabid.000.00 Kabid. Yankes 69.000 Kabid.705 Kabid.

160 Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Kabid Binkesmas 199.226.132.2.000.556.00 Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Kabid Binkesmas .

000 14.166.000 Kabid P2PL 12.670. 12.00 Kabid P2PL .510.000 45.000 Kabid P2PL 54.835.320.720.00 7.000 11.832.232.705.000 5.000 5.000.000.

15.150.748.000.875 Kabid P2PL 1.000.00 Kabid P2PL 364.00 Kabid P2PL 2.000 Kabid P2PL 193.000 Kabid P2PL .621.456.020.998.630.

29.331 Kabid.917. Yankes . Yankes 14.752.218.000 Kabid.000.000 2.00 188.660.902.

.

X 1.LAMPIRAN 1 KEPUTUSAN KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN GIANYAR NOMOR 399/05-B/HK/2016 TANGGAL 4 PEBRUARI 2016 TENTANG PENETAPAN INDIKATOR KINERJA UTAMA DINAS KESEHATAN TAHUN 2013 .000 Jumlah kelahiran hidup .000 Jumlah kelahiran hidup b Angka Kematian Bayi Jumlah kematian bayi (AKB) ---------------------------------.2018 INDIKATOR KINERJA UTAMA DINAS KESEHATAN TAHUN 2013 – 2018 NO SASARAN INDIKATOR KINERJA UTAMA RUMUS/PERHITUNGAN KETERANGAN 1 Terwujudnya peningkatan mutu a Cakupan pelayanan Jumlah kunjungan baru ke FKTP (Swasta dan Pemerintah) pelayanan kesehatan dasar dan kesehatan dasar ----------------------------------------------------------------------------. Jumlah Penduduk pada kurun waktu yang sama b Cakupan Pelayanan Jumlah pasien maskin yang dirujuk dan ditangani di sarkes strata 2 dan strata 3 Kesehatan Rujukan Pasien ---------------------------------------------------------------------------------------------------------x 100 Masyarakat Miskin Jumlah pasien masyarakat miskin yang dirujuk FKTP x 100 c Cakupan Pelayanan Gawat Pelayanan gawat darurat level 1 Darurat level 1 yang harus ----------------------------------------------.X 100.x 100 diberikan oleh Sarana Jumlah Rumah Sakit kabupaten/kota Kesehatan (RS) di Kab/ Kota 2 Terwujudnya Perbaikan kesehatan a Angka Kematian Ibu (AKI) Jumlah kematian ibu reproduksi Ibu dan Anak ------------------------------------.x 100 rujukan.

X 1.X 100 kebidanan Jml seluruh sasaran ibu bersalin di satu wilayah kerja dalam kurun waktu yg sama .000 Jumlah kelahiran hidup d Cakupan Komplikasi Jml komplikasi kebidanan yang mendapat penanganan definitif disatu Kebidanan yang Ditangani wilayah kerja pada kurun waktu tertentu --------------------------------------------------------------------------------------------------.X 100 Jumlah seluruh bayi lahir hidup di satu wilayah dalam kurun waktu yang sama f Cakupan Pertolongan Jumlah ibu bersalin yg ditolong oleh tenaga kesehatan di satu wilayah Persalinan oleh Nakes kerja pada kurun waktu tertentu yang memiliki kompetensi ----------------------------------------------------------------------------------------------.X 100 Jumlah sasaran ibu hamil di satu wilayah kerja dalam kurun waktu yang sama F Cakupan kunjungan bayi Jumlah bayi memperoleh pelayanan kesehatan sesuai standar di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu -----------------------------------------------------------.c Angka Kematian Balita Jumlah kematian balita (AKBA) ----------------------------------.X 100 Jumlah seluruh bayi lahir hidup di satu wilayah dalam kurun waktu yang sama g Cakupan pelayanan anak Jumlah anak balita yang memperoleh pelayanan pemantauan pertumbuhan minimal 8 balita kali di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu ----------------------------------------------------------------------------------------------------.X 100 Jml Ibu dengan komplikasi kebidanan di satu wilayah kerja pada kurun waktu yg sama e Persentase kunjungan ibu Jml Ibu Hamil yg memperoleh pelayanan antenatal K4 di satu wilayah hamil K4 kerja pada kurun waktu tertentu ----------------------------------------------------------------------------------------------------.

X 100 Jumlah Seluruh PUS di satu wilayah kerja dalam kurun waktu yang sama j Persentase Balita Gizi Jumlah Balita Gizi Buruk (Berat badan per tinggi badan) Buruk -------------------------------------------------------------------------.X 100 Jumlah Balita k Cakupan pemberian Jumlah anak usia 6 – 24 bln keluarga miskin yg mendapat Makanan makanan pendamping ASI Pendamping – ASI pada anak usia 6-24 bulan -----------------------------------------------------------------------------------------------.X 100 keluarga miskin Jumlah seluruh anak usia 6 – 24 bln keluarga miskin l Cakupan Balita gizi buruk Jumlah balita gizi buruk mendapat perawatan di sarana pelayanan mendapat perawatan kesehatan disatu wilayah kerja pd kurun waktu tertentu -------------------------------------------------------------------------------------------------------X100 Jumlah seluruh balita gizi buruk yg ditemukan di satu wilayah kerja pada kurun waktu yg sama m Cakupan penjaringan Jml murid SD dan setingkat yg diperiksa kesehatannya oleh tenaga kesehatan siswa SD dan setingkat atau tenaga terlatih disatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu -----------------------------------------------------------------------------------------------------.X 100 Jumlah seluruh neonatus dengan komplikasi yang ada i Peserntase pasangan usia Jumlah PUS yang menggunakan kontrasepsi di satu wilayah kerja subur yang menjadi pada kurun waktu tertentu Akseptor KB ------------------------------------------------------------------------------------------------.X 100 Seluruh Ibu nifas di satu wilayah kerja dalam kurun waktu yg sama h Cakupan neonatus dengan Jumlah neonatus dengan komplikasi yang tertangani komplikasi yang ditangani -------------------------------------------------------------------------.g Persentase cakupan Jumlah ibu nifas yg telah memperoleh 3 kali pelayanan nifas sesuai pelayanan nifas standar di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu ---------------------------------------------------------------------------------------------.X 100 Jumlah murid SD dan setingkat disatu wilayah kerja dalam kurun waktu .

yg sama 3 Terwujudnya peningkatan a Persentase Rumah Sehat Jumlah rumah tangga yang memenuhi persyaratan kesehatan dalam kesehatan lingkungan dan suatu wilayah tertentu pengendalian pencemaran ---------------------------------------------------------------------------------------------.X 100 Jumlah kasus demam berdarah c Angka Kesembuhan Jumlah penderita TB BTA + yang dinyatakan sembuh dalam suatu Penderita TB Paru BTA + wilayah dan kurun waktu tertentu --------------------------------------------------------------------------------------------------. yang ditangani waktu satu tahun tidak menular dan penyakit- ------------------------------------------------------------------------------------------------X 100 penyakit yang dapat dicegah Jumlah penderita DBD yang ditemukan di satu wilayah dalam waktu dengan imunisasi serta satu tahun yang sama pengamatan penyakit b Angka Kematian Demam Jumlah kematian demam berdarah Berdarah (CFR) ------------------------------------------------.X 100 Chaild Immunization (UCI) Jumlah seluruh desa/kelurahan .X 100 lingkungan Seluruh rumah dalam suatu wilayah tertentu b Persentase Tempat Jumlah tempat umum yang memenuhi persyaratan kesehatan dalam Umum Sehat suatu wilayah tertentu -----------------------------------------------------------------------------------------------.X 100 Jumlah seluruh penderita TB Paru BTA + dalam suatu wilayah dan kurun waktu tertentu d Persentase cakupan Jumlah desa/kelurahan UCI Desa/Kelurahan Universal ----------------------------------------.X 100 Jumlah semua tempat umum dalam suatu wilayah tertentu 4 Terwujudnya peningkatan a Persentase penderita DBD Jumlah penderita DBD yang ditangani sesuai SOP di satu wilayah dalam pengendalian penyakit menular.

X 100 kesehatan yang bermutu dan kesehatan yang bermutu Kebutuhan 1 tahun sesuai kebutuhan dan sesuai kebutuhan 8 Terwujudnya peningkatan kualitas Terbinanya SDM 4 Tenaga Kesehatan Per UPT.5 Terwujudnya kepuasan Angka kepuasan Jumlah FKTP Pemerintah dengan SKM baik masyarakat terhadap pelayanan pelayanan kesehatan di ----------------------------------------------------------.X 100 kesehatan UPT Kesmas Jumlah seluruh FKTP Pemerintah 6 Terwujudnya peningkatan peran a Persentase Rumah Tangga Jumlah Rumah Tangga Sehat serta masyarakat untuk hidup Berperilaku Hidup Sehat --------------------------------------------------.X 100 bersih dan sehat Jumlah Rumah Tangga yang dipantau b Persentase Cakupan Desa Jumlah Desa Siaga Aktif Siaga Aktif ---------------------------------------------.Kesmas tenaga kesehatan sesuai Kesehatan dan Puskesmas kompetensi di unit pelayanan yang mengikuti lomba kesehatan tenaga kesehatan teladan .X 100 Jumlah Desa Siaga yang dibentuk 7 Terwujudnya peningkatan Cakupan ketersediaan Ketersediaan stok awal tahun (Januari) ketersediaan obat dan perbekalan obat dan perbekalan --------------------------------------------------.

90% 94.95% 95.86 11.000 /100.20 /1000 12 /1000 11.LAMPIRAN 2 KEPUTUSAN KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN GIANYAR NOMOR 399/05-B/HK/2016 TANGGAL 4 PEBRUARI 2016 TENTANG PENETAPAN INDIKATOR KINERJA UTAMA DINAS KESEHATAN TAHUN 2013 . Masyarakat Miskin c Cakupan Pelayanan Gawat Darurat level 1 100% 100% 100% 100% 100% 100% yang harus diberikan oleh Sarana Kesehatan (RS) di Kab/ Kota 2 Terwujudnya Perbaikan kesehatan a Angka Kematian Ibu (AKI) 93.53% 95.000 /100.86% 87.80% 87.000 /100.82% 87.82 11.10 10.80 KH KH /1000 KH /1000 KH /1000 KH /1000 KH d Cakupan Komplikasi Kebidanan yang 100% 100% 100% 100% 100% 100% Ditangani e Persentase kunjungan ibu hamil K4 91.70% 94.000 /100.2018 SASARAN STRATEGIS DAN TARGET DINAS KESEHATAN TAHUN 2013 – 2018 TARGET KINERJA PER TAHUN NO SASARAN INDIKATOR KINERJA UTAMA PENCAPAIAN TH 2013 2014 2015 2016 2017 2018 1 Terwujudnya peningkatan mutu a Cakupan pelayanan kesehatan dasar 15% 15% 15% 15% 15% 15% pelayanan kesehatan dasar dan b Cakupan Pelayanan Kesehatan Rujukan Pasien 100% 100% 100% 100% 100% 100% rujukan.000 KH KH KH KH KH b Angka Kematian Bayi (AKB) 11.12 11.00% yang memiliki kompetensi kebidanan I Persentase cakupan pelayanan nifas 95.000 KH /100.51% 95.90 /1000 11 /1000 11.84% 87.55% j Cakupan neonatus dengan komplikasi yang 87.13% 92% 95% 95% 95% 95% f 90% 90% 90% 90% 90% 91% Cakupan kunjungan bayi g 90% 90% 90% 90% 90% 90% Cakupan pelayanan anak balita h Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Nakes 94.14 11.86% ditangani .00% 95.68% 87.08 KH KH /1000 KH /1000 KH /1000 KH /1000 KH c Angka Kematian Balita (AKBA) 11.36 75 70 65 reproduksi Ibu dan Anak /100.03 60 60.85% 94.54% 95.84 11.50 % 95.52% 95.

68% 80.60% 4 Terwujudnya peningkatan a Persentase penderita DBD yang ditangani 100% 100% 100% 100% 100% 100% pengendalian penyakit menular.40% 0.2% 95.72% 92.58% 91.71% 92.74% lingkungan dan pengendalian pencemaran lingkungan b Persentase Tempat Umum Sehat 91.60% 91.00% 80.2% 95.41% 0. b Angka Kematian Demam Berdarah (CFR) < 1% < 1% < 1% < 1% < 1% < 1% tidak menular dan penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan c Angka Kesembuhan Penderita TB Paru BTA + 95.00% 80.41% 0.73% 92.00% 80.00% 80.2% imunisasi serta pengamatan penyakit d Persentase cakupan Desa/Kelurahan Universal 95.54% 91.40% l Cakupan pemberian makanan pendamping 0% 100% 100% 100% 100% 100% ASI pada anak usia 6-24 bulan keluarga miskin m Cakupan Balita gizi buruk mendapat 100% 100% 100% 100% 100% 100% perawatan n Cakupan penjaringan siswa SD dan setingkat 95.42% 0.17% 78.74% 92.2% 95. k Peserntase pasangan usia subur yang menjadi 83.2% 95.99 100% 100% 100% 100% 100% 3 Terwujudnya peningkatan kesehatan a Persentase Rumah Sehat 92.17% 80% 82% 84% 86% serta masyarakat untuk hidup bersih Sehat dan sehat b Persentase Cakupan Desa Siaga Aktif 100% 100% 100% 100% 100% 100% 7 Terwujudnya peningkatan Cakupan ketersediaan obat dan perbekalan 80% 85% 85% 85% 85% 85% ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan yang bermutu dan sesuai kesehatan yang bermutu dan sesuai kebutuhan kebutuhan 8 Terwujudnya peningkatan kualitas a Terbinanya SDM Kesehatan dan Puskesmas 52 Nakes 52 Nakes 52 Nakes 52 Nakes 40 Nakes 40 Nakes tenaga kesehatan sesuai kompetensi yang mengikuti lomba tenaga kesehatan di unit pelayanan kesehatan teladan .56% 91.71% 100% 100% 100% 100% 100% Chaild Immunization (UCI) 5 Terwujudnya kepuasan masyarakat Angka kepuasan pelayanan kesehatan di UPT 0 0 0 80% 85% 85% terhadap pelayanan kesehatan Kesmas 6 Terwujudnya peningkatan peran a Persentase Rumah Tangga Berperilaku Hidup 78.50% 91.69% 92.2% 95.00% Akseptor KB Persentase Balita Gizi Buruk 0.43% 0.