KERJA PRAKTEK

UNIVERSITAS HALU OLEO

A. Latar Belakang

Seiring dengan perkembangan ilmu dan kemajuan zaman
dalam bidang teknologi dan informasi, maka kebutuhan sumber daya
manusia yang berkualitas juga semakin meningkat. Sumber daya
manusia sangat diperlukan untuk mendayagunakan sumber daya
alam baik yang dapat diperbaharui maupun yang tak dapat
diperbaharui. Mahasiswa sebagai cikal bakal dari sumber daya
manusia yang berkualitas yang akan menempuh persaingan ketat di
lapangan kerja nantinya harus membekali diri dengan berbagai
pengetahuan dan keterampilan yang dapat mendukung.

Oleh karena itu, dalam pembentukan diri sebagai sumber daya
manusia yang berkualitas yang akan langsung terjun ke dunia
lapangan kerja perlu adanya aplikasi di bangku kuliah. Salah satu
pengaplikasian ilmu dari bangku kuliah yaitu dengan melakukan
Kerja Praktek pada perusahaan-perusahaan yang bergerak dan
berkaitan dengan bidang tersebut. Kerja praktek ini diharapkan
mampu menjadi sarana menimbah pengalaman kerja serta dapat
terjun langsung ke lapangan melihat bagaimana mekanisme kerja
dalam perusahaan pertambangan yang profesional. Disisi lain kerja
praktek merupakan mata kuliah wajib pada kurikulum yang ada di
Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Ilmu Dan Teknologi
Kebumian, Universitas Halu Oleo.

Berdasarkan uraian diatas, maka kami mengajukan
permohonan untuk melakukan Kerja Praktek lapangan di PT.
Bintang Delapan Mineral, Morowali.

La Jumadi Cp: 085241686584
madikahali12@gmail.com

D. dengan topik utama adalah Sistem Penyaliran Tambang Nikel di PT. Bintang Delapan Mineral. C. Dimana bidang Kerja Praktek (KP) yang di harapkan adalah pada bidang yang berhubungan dengan disiplin ilmu pertambangan dan berharap pada kesempatan/lowongan KP yang diberikan dan tersedia pada PT. 2. Landasan Teori La Jumadi Cp: 085241686584 madikahali12@gmail. Nama Kegiatan “KERJA PRAKTEK (KP)” yang dilaksanakan pada PT. Maksud dan Tujuan Maksud dari Kerja Praktek ini adalah merupakan salah satu mata kuliah penunjang untuk penyelesaian program strata satu (S1) pada Jurusan Studi Teknik. Bintang Delapan Mineral. Pertambangan Fakultas Ilmu Dan Teknolgi Kebumian. Morowali. 3. Universitas Halu Oleo. Mengetahui penyaliran tambang secara langsung di lapangan. Batasan Masalah Batasan masalah yang akan dikerjakan disesuaikan dengan persetujuan dan kesepakatan dengan pihak perusahaan. mahasiswa dapat melihat langsung aplikasi berbagai teori yang didapatkan pada bangku kuliah. Bintang Delapan Mineral. Tujuan dari Kerja Praktek ini adalah: 1.com . KERJA PRAKTEK UNIVERSITAS HALU OLEO B. Menambah wawasan dan kemampuan bagi mahasiswa dalam pengoptimalan pengetahuan serta pengalaman kerja di lapangan. Morowali E. Morowali. Diharapkan dengan melakukan Kerja Praktek ini.

Termasuk dalam air permukaan adalah air limpasan permukaan. 1. b. penyerapan). Air yang masuk ke daerah tambang (air tambang) harus dapat dikendalikan dengan baik. air buangan (limbah) dan sumber mata air (spring). Air permukaan tanah Yaitu air yang terdapat dan mengalir di atas permukaan tanah. Dari kedua aspek tersebut kandungan air tambang berasal dari: a. Macam Sistem Penyaliran Penanganan masalah air tambang dalam sistem tambang terbuka dapat dibedakan menjadi dua cara atau sistem yaitu: La Jumadi Cp: 085241686584 madikahali12@gmail. air dari sungai. Perencanaan sistem penyaliran tambang didasarkan pada aspek hidrogeologi (air tanah) dan aspek hidrologi (curah hujan. Air tanah Air tanah adalah air yang bergerak didalam tanah yang terdapat didalam ruangan-ruangan antar butir tanah yang berasal dari infiltrasi air permukaan. Sedangkan penyaliran pada tambang terbuka adalah upaya penyaliran di dalam lingkungan tambang yang dilakukan untuk mencegah masuknya air atau mengeluarkan air yang telah masuk ke daerah penambangan. rawa atau danau yang terdapat di daerah tersebut. mengeringkan dan mengeluarkan air yang terdapat atau menggenangi suatu daerah tertentu. penguapan. limpasan. KERJA PRAKTEK UNIVERSITAS HALU OLEO Penyaliran adalah suatu upaya atau cara untuk mencegah. Penanganan masalah ini dapat dilakukan dengan cara memilih sistem penyaliran yang sesuai dengan metode penambangan yang diterapkan. Upaya ini dilakukan dengan maksud untuk mencegah atau mengurangi terganggunya aktivitas penambangan akibat adanya air dalam jumlah yang berlebihan terutama pada musim hujan.com .

mampu menampung debit air limpasan. kekasaran tanah. Dimensi Saluran Penyaliran Dimensi saluran penyaliran dibuat berdasarkan debit total air yang mengalir dan harus dapat menampung debit air limpasan maksimum selama periode ulang hujan yang terjadi. 3. KERJA PRAKTEK UNIVERSITAS HALU OLEO . . Dasar Perhitungan Penyaliran Beberapa data yang digunakan sebagai perhitungan dalam merencanakan sistem penyaliran pada tambang terbuka adalah:  Data Curah Hujan Dalam perencanaan sistem penyaliran untuk air permukaan pada suatu tambang. diperlukan suatu prakiraan hujan. yaitu curah hujan dengan periode ulang tertentu yang ditetapkan sebagai acuan dalam perancangan. segitiga. atau trapesium. dinding saluran harus kuat agar tidak terjadi penggerusan akibat aliran air.com . 2. La Jumadi Cp: 085241686584 madikahali12@gmail.Mine Drainage Suatu penanganan masalah air tambang yang dilakukan dengan cara mencegah masuknya air limpasan seperti air sungai dan penanganan air tanah yang masuk kedalam lingkungan tambang.Mine Dewatering Suatu penanganan masalah air tambang dengan cara mengeluarkan air yang telah masuk ke daerah penambangan (dengan memanfaatkan beda tinggi dan gaya grafitasi) melalui saluran penyaliran menuju kolam penampungan (sump). yaitu: jenis tanah. Bentuk saluran penyaliran ini disesuaikan dengan beberapa faktor. Berbagai bentuk rancangan saluran penyaliran diantaranya adalah persegi panjang.

KERJA PRAKTEK UNIVERSITAS HALU OLEO Untuk menentukan prakiraan hujan. Oleh karena itu proses pengolahan data curah hujan menggunakan analisis regresi dari data yang telah dikoreksi.com . Salah satu metode dalam analisis frekuensi yang sering digunakan dalam menganalisa data curah hujan adalah metode distribusi ekstrim tipe pertama yang dikenal sebagai metode distribusi Gumbel. dengan perhitungan: 1 μ = X + ×Yn α 1 αx = Dimana: α αn Keterangan: x = angka maksimum tinggi hujan tahun ke 1 sampai tahun ke n αx = standart deviasi yang diharapkan αn = standart deviasi harga tinggi hujan (dari data)  Periode Ulang Hujan (PUH) Periode ulang hujan adalah suatu periode tahun dimana hujan dengan tinggi intensitas yang sama kemungkinan dapat La Jumadi Cp: 085241686584 madikahali12@gmail. Makin lama selang waktu pengukuran akan semakin akurat pula hasil analisis frekuensi. Rumus persamaan regresinya adalah: 1 X =μ + Y α Dimana: X = harga tinggi hujan harian maksimum (mm/24 jam) Y = variasi reduksi 1 μ+ α = adalah koefisien. Dari data curah hujan yang didapat. dipilih harga maksimum pada masing-masing sampel yang jika nilai dari data bertambah maka distribusi harga maksimum akan mendekati sebuah harga limit. perlu dilakukan analisis ferkwensi dari data curah hujan yang tersedia.

sesuai dengan perencanaan. sekali dalam batas periode (tahun). Sehingga tidak membahayakan. KERJA PRAKTEK UNIVERSITAS HALU OLEO terjadi lagi. Untuk menghitung curah hujan maksimum dalam hubungannya dengan periode ulang hujan. Tabel 1. Rumus: αx Xr= X+ (Yr−Yn) αn Dimana: Xr = hujan harian maksimum (mm/24 jam) dengan PUH selama r tahun La Jumadi Cp: 085241686584 madikahali12@gmail.5 Sarana tambang 2–5 Lereng tambang & penimbunan 5 – 10 Sumuran utama 10 – 15 Penyaliran keliling tambang 25 Pemindahan aliran sungai 100 Dari tabel 1 diketahui bahwa Periode Ulang Hujan (PUH) untuk beberapa daerah adalah berbeda satu dengan yang lain. digunakan metode Gumbel yang mendasarkan pada distribusi normal. Faktor resiko digunakan apabila terjadi kerusakan pada sistem penyaliran. untuk perancangan sarana penyaliran pada daerah tambang beberapa harga acuan periode ulang hujan terdapat dalam tabel berikut. Penetapan periode ulang hujan sebenarnya lebih ditekankan pada masalah yang perlu diambil. Salah satu pertimbangan penentuan periode ulang hujan adalah resiko yang dapat ditimbulkan bila curah hujan melebihi curah hujan rencana. Untuk perancangan sistem penyaliran ini menggunakan periode ulang hujan untuk prakiraan hujan dengan intensitas curah hujan yang tinggi dan sama akan terjadi pada 25 tahun lagi. Periode Ulang Hujan Sarana Penyaliran Daerah Tambang Keterangan Periode ulang hujan(tahun) Daerah terbuka 0.com .

Tabel 2. mm/mnt atau mm/jam. Intensitas curah hujan biasanya dinotasikan dengan huruf I dengan satuan mm/jam.com . maka digunakan alat pencatat curah hujan. Untuk mengetahui nilai intensitas curah hujan disuatu tempat. Intensitas curah hujan dapat dihitung dengan rumus perkiraan intensitas curah hujan untuk waktu lama waktu hujan sembarang yang dihitung dari data curah hujan harian yaitu: R 24 2 I = 24 24 t ( ) 3 Dimana : I = Intensitas curah hujan (mm/jam) t = lama waktu hujan (jam) R24 = Curah hujan harian maksimum (mm) Pengelompokkan keadaan dan intensitas curah hujan berdasarkan pada lamanya hujan yang turun pada satuan waktu tertentu dan banyaknya curah hujan yang turun. Keadaan dan Intensitas Curah Hujan Keadaan curah hujan Curah hujan (mm) La Jumadi Cp: 085241686584 madikahali12@gmail. maka menurut Monobe. yang artinya tinggi/ kedalaman yang terjadi adalah sekian mm dalam periode waktu satu jam. Untuk itu hanya didapat dari data pengamatan curah hujan otomatis. KERJA PRAKTEK UNIVERSITAS HALU OLEO X = curah hujan rata-rata x = standart deviasi x = standart deviasi yang diharapkan Yr = variasi reduksi untuk PUH selama r tahun Yn = harga rata-rata yang diharapkan  Intensitas Curah Hujan Intensitas curah hujan adalah jumlah air hujan yang jatuh dalam areal tertentu dalam jangka waktu yang relatif sangat singkat dinyatakan dalam mm/dtk. Seandainya curah hujan harian didaerah penelitian diketahui tidak terdistribusi merata setiap tahun.

Rumus empiris yang terkenal dengan rumus Kirpich: 0.77 −0.77 [√ ] 0.278 x C x I x A Dimana: Q = debit air limpasan (m3/detik) C = koefisien limpasan I = intensitas curah hujan (mm/jam) A = luas daerah tangkapan hujan (km2) Tabel 3. 0195 H L Dimana: tc = waktu konsentarasi (menit) L = jarak terjauh dalam daerah pengaliran (m) S = kemiringan (slope) = (H/L) H = selisih ketinggian tempat (m) Makin kecil daerah pengaliran maka jangka waktu curah hujan atau waktu konsentrasi makin pendek dan intensitas curah hujan makin besar begitu juga sebaliknya.com . Harga Koefisien Limpasan La Jumadi Cp: 085241686584 madikahali12@gmail.385 L t c=0. Debit dari air limpasan ini digunakan untuk perencanaan sistem penyaliran daerah pengaliran dengan menggunakan metode rasional: Q = 0. KERJA PRAKTEK UNIVERSITAS HALU OLEO 1 jam 24 jam Hujan sangat ringan <1 <5 Hujan ringan 1–5 5 – 20 Hujan normal 5 –10 20 – 50 Hujan lebat 10 – 20 50 – 100 Hujan sangat lebat > 20 > 100  Waktu Konsentrasi (Time of Concentration) Waktu konsentrasi adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengalirkan air dari titik terjauh pada daerah pengaliran smpai ke titik terendah dimana air tersebut tertampung. 0195×L ×S =0.  Debit Air Limpasan (Run Off) Debit air limpasan ditentukan oleh struktur tanah dalam daerah pengaliran.

6 Perumahan 0. A + Luas permuk. Pengukuran pertama dilakukan dengan melihat tinggi permukaan. KERJA PRAKTEK UNIVERSITAS HALU OLEO Kemiringan Jenis lahan C Sawah. maka koefisien air limpasan tiap jenis lahan berbeda-beda nilainya.6 Lahan terbuka. B) Volume air = x beda tinggi 2 Volume air Debit air = x m3/menit beda waktu pengukuran La Jumadi Cp: 085241686584 madikahali12@gmail.4 Perumahan 0.9.2 < 3 % Datar Hutan.8 Lahan terbuka. sehingga air yang terdapat di sump hanya berasal dari mata air dan air rembesan. perkebunan 0. perkebunan 0. daerah timbunan 0. Luas permukaan air diukur berdasarkan peta kontur sehingga didapatkan luas permukaan air.com . rawa 0.3 Perumahan 0.4 Hutan.  Debit Air Tanah a.9 Dari harga koefisien limpasan di atas. kemudian setelah selang waktu tertentu dilakukan pengukuran ketinggian air kedua.7 15% Curam Semak-semak agak jarang 0.5 3% -15% Sedang Semak-semak agak jarang 0.7 Hutan 0. Rumus yang digunakan : (Luas permuk. untuk daerah tambang dan kemiringan daerah yag lebih dari 15% maka dipakai nilai 0. Pada saat hari tidak hujan dan juga tidak dilakukan pemompaan air. daerah tambang 0.

c. Perhitungan kapasitas pengaliran suatu saluran air dihitung dengan menggunakan persamaan “manning”: 1 Q= A× ×R2/3 ×S 1/2 n Dimana: Q = debit air yang masuk tambang A = luas penampang basah (m2) n = koefisien kekasaran dinding/saluran menurut manning=0.com . d. Kecepatan air sedemikian sehingga tidak merusak saluran. serta kemudahan dalam pembuatannya. KERJA PRAKTEK UNIVERSITAS HALU OLEO b. penghitungan debit air tanah adalah : Qk fh Rh Qh = fk Rk Dimana : f = Koefisien limpasan standar R = Curah hujan standar (mm) k = Kemarau h = Penghujan Q = Debit air (m3/menit)  Bentuk dan Dimensi Saluran Penyaliran Dalam merancang bentuk saluran air. Bentuk penampang saluran air umumnya dipilih berdasarkan debit air. Kecepatan air sedemikian sehingga tidak terjadi pengendapan. Dapat mengalirkan debit air yang direncanakan. Mudah dalam menggali saluran. tipe material pembentuk saluran. saluran air tersebut harus dapat memenuhi hal-hal sebagai berikut: a.03 R = jari-jari hidrolis (m) S = kemiringan dasar saluran h h La Jumadi Cp: 085241686584 madikahali12@gmail. b. Pada musim penghujan.

Kapasitas pompa yang ada dihitung berdasarkan hasil pengukuran tinggi muka air debit pada saat dilakukan pemompaan. Bentuk-bentuk Penampang Saluran Penyaliran (a) Penampang segitiga:  = 90o A = h2 P = 2 h √2 R = h/2 √2 (b) Penampang segi empat: b = 2h A = h2 P = 4h R=½h (c) Penampang trapesium:  = 60o A= √ 2h 2 P= 2 √3h R=½h Dimana: P = keliling penampang basah d = tinggi penampang basah  Kapasitas Pompa Kapasitas pompa merupakan debit air yang dikeluarkan pompa dalam selang waktu tertentu.com . KERJA PRAKTEK UNIVERSITAS HALU OLEO  h b b (a) (b) (c) Gambar 1. Qp = QL + Qz Dimana : Qp = Kapasitas pompa (m3/menit) QL = Debit air yang berkurang pada saat selang waktu tertentu (m3/menit) Qz = Debit air tanah (m3/menit)  Head Total Pompa Head total pompa dapat dihitung dengan menggunakan rumus : Hr = hs + hp + hf + hv La Jumadi Cp: 085241686584 madikahali12@gmail.

5 – 0. G. dan pemodelan hidrologi. Tabel 4. Bintang Delapan Mineral.6) F. yaitu hidrologi air tanah. KERJA PRAKTEK UNIVERSITAS HALU OLEO Dimana : Hr = Head total (m) Hs = Beda tinggi flens isap dan flens keluar (m) Hp = Tekanan bekerja pada kedua permukaan di anggap sama (hp=0) hf = Kerugian head (m) hv = Head kecepatan keluar (m)  Daya Pompa Daya pompa dapat dihitung dengan menggunakan rumus : 1000. kesehatan keselamatan kerja (K3). Waktu Penunjang Adapun waktu Kerja Praktek (KP) ini baik mengenai lamanya maupun waktu dimulainya bergantung kepada kewenangan Pihak Perusahaan (Pihak PT.n Dimana : P = Daya pompa (Hp) w = Berat jenis cairan (ton/m3) Qp = Kapasitas pompa (m3/menit) H = Total head (m) n = Efisiensi pompa (0. Morowali). Mata Kuliah Penunjang Materi kerja praktek ini di tunjang oleh beberapa mata kuliah yang telah di ambil sebelumnya oleh mahasiswa yang bersangkutan.com .Qp. Rencana penyusunan jadwal kegiatan Kerja Praktek Minggu Ke- Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 Persiapan La Jumadi Cp: 085241686584 madikahali12@gmail. H P = 75. w.

La Jumadi Cp: 085241686584 madikahali12@gmail. Peserta Kerja Praktek Peserta kerja praktek terdiri dari 1 (satu) orang mahasiswa dengan Curriculum Vitae (CV) peserta terlampir. I.com . Kecamatan Bahodopi. kesempatan yang akan diberikan oleh pihak perusahaan tentunya akan digunakan semaksimal mungkin. Desa Fatufia. Morowali. KERJA PRAKTEK UNIVERSITAS HALU OLEO Kajian pustaka Kegiatan lapangan Pengolahan data Penyusunan laporan Seminar H. Profinsi Sulawesi Tengah dan penempatannya diserahkan sepenuhnya kepada kebijakan perusahaan. Penutup Dengan adanya kesempatan yang diberikan oleh pihak perusahaan kepada mahasiswa untuk melakukan kerja praktek akan lebih mengenalkan dan mendekatkan mahasiswa pada lingkungan kerja yang nyata. Dengan proposal permohonan kerja praktek ini sebagai salah satu pertimbangan bagi pihak Human Resources Development (HRD) PT. sehingga keterkaitan antara lembaga pendidikan tinggi dengan dunia kerja dapat ditingkatkan . Kabupaten Morowali. Bintang Delapan Mineral. Bintang Delapan Mineral. Lokasi Kerja Praktek Lokasi Kerja Praktek direncanakan pada PT. Besar harapan kami agar kiranya proposal ini disambut dengan senang hati. J.

com . Bandung. PT. 1990.”Hydrologi untuk pengairan”. Diktat Kursus Pengawasan Pertambangan. Harvo Tahar. KERJA PRAKTEK UNIVERSITAS HALU OLEO DAFTAR PUSTAKA Kensaku Takeda. Jakarta 1980 Rudi Sayogo “Penirisan Tambang”. Sularso. Pradnya Paramitha. PT. Suyono Sosrodarsono. Pradnya Paramitha. Jakarta. ITB. La Jumadi Cp: 085241686584 madikahali12@gmail. “Pompa dan Kompresor”.