Perawat Hati

Caring for your heart

 Beranda

 Download

 My Campus Blog

 My Camps Web

 Minggu,10

 3

Askep Gangguan Menstruasi

ASKEP GANGGUAN MENSTRUASI

2.1 Konsep haid
Haid adalah proses bulanan tumpahan lapisan bagian dalam dan darah uterus melalui
liang kelamin wanita atau vagina. Keluarnya cairan yang mengandung darah ini terjadi pada
wanita yang sudah memasuki usia subur dan yang sedang tidak hamil. Peristiwa ini dimulai
dengan adanya pengeluaran selaput lendir rahim di bagian dalam rahim atau endometrium.
Menstruasi atau haid adalah perubahan fisiologis dalam tubuh wanita yang terjadi
secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi. Periode ini penting dalam
reproduksi. Pada manusia, hal ini biasanya terjadi setiap bulan antara usia pubertas dan
menopause. Menstruasi pada wanita adalah suatu perdarahan rahim yang sifatnya fisiologik
(normal) yang datangnya teratur setiap bulan (siklus haid), dan timbulnya perdarahan tersebut
sebagai akibat perubahan hormonal yaitu estrogen dan progesteron (Hawari, 1997).
Haid adalah darah yang keluar dari uterus perempuan sehat :

 Lamanya 3-6 hari

 Ganti pembalut 2-5 pembalut perhari

 Satu siklus normal 21-35 hari

 Terjadi akibat penurunan kadar progesteron, siklus haid yang berovulasi

2.2 Fisiologi menstruasi
Usia normal bagi seorang perempuan mendapatkan menstruasi untuk kali pertama
adalah 12 atau 13 tahun. Namun kalau sampai usia 16 tahun belum juga datang bulan perlu di
waspadai, mungkin ada kelainan.
Menstruasi itu sendiri nantinya akan berhenti saat perempuan memasuki masa
menopause, yakni sekitar usia 50 tahun. Namun sebelum memasuki masa menopause, haid
tetap datang hanya jangka waktunya lebih lama dan prosesnya cepat, paling hanya 2-3 hari.
Siklus haid/ menstruasi pada perempuan (reproduksi) normalnya terjadi setiap 23-35 hari
sekali dengan lama haid berkisar 5-7 hari. Namun ada sebagian perempuan yang mengalami
haid tidak normal. Diantaranya mulai dari usia haid yang datang terlambat, darah haid sangat
banyak sampai harus berulang kali mengganti pembalut wanita, nyeri atau sakit saat haid,
gejala PMS (pree menstruasi syndrom), siklus haid yang tidak teratur dan masih banyak lagi.
Gangguan ini jangan didiamkan karena dapat berdampak serius, haid yang tidak
teratur misalnya dapat menjadi pertanda seorang perempuan kurang subur (infertil).
Gangguan yang terjadi saat haid dinilai masih normal jika terjadi selama dua tahun pertama
setelah haid kali pertama. Artinya, bila seorang perempuan telah mendapatakan haid
pertamanya saat berusia 11 tahun, maka hingga usia 13 tahun haidnya masih tidak teratur.
Tapi bila setelah usia 13 tahun haidnya masih tidak teratur juga, dipastikan ia mengalami
gangguan haid.
Haid Dipengaruhi berbagai hormon:
GnRH (Gonadotropin Releasing Hormon) yang dikeluarkan oleh hipothalamus dan memicu
hipofisis anterior mengeluarkan hormon FSH. FSH (Folikel Stimulating Hormon) memicu
pematangan folikel diovarium, sehingga terjadi sintesis estrogen dalam jumlah besar.
Estrogen akan mengakibatkan proliferasi sel endometrium (penebalan dari endometrium).
Estrogen yang tinggi memberi tanda kepada hipofisis untuk mengeluarkan hormon LH
(Luteinizing hormon). LH akan mengakibatkan ovulasi dan memicu korpus luteum untuk
mensintesis progesterone. Progesteron sendiri menyebabkan perubahan sekretorik pada
endometrium sehingga terjadi Fase sekresi / fase luteal. Fase sekresi selalu tetap 14 hari,
meskipun siklus haid bervariasi, yang berbeda adalah fase proliferasinya, sehingga harus
berhati2 untuk menentukan masa subur
2.1.1 Siklus Menstruasi
Panjang siklus haid ialah jarak tanggal mulainya haid yang lalu dan mulainya haid
berikutnya. Hari pertama terjadinya perdarahan dihitung sebagai awal setiap siklus
menstruasi (hari ke-1), siklus berakhir tepat sebelum siklus menstruasi berikutnya. Siklus
menstruasi berkisar antara 21-40 hari, hanya 10-15%wanita yang memiliki siklus 28 hari.
Tetapi variasinya cukup luas, bukan saja antara beberapa wanita tetapi juga pada wanita yang
sama, bahkan kakak beradik dan saudara kembar jarak antara siklus yang paling panjang
biasanya terjadi sesaat setelah menarke dan sesaat sebelum menopause.
Lama haid biasanya antara 3 – 5 hari, ada yang 1 – 2 hari diikuti darah sedikit-sedikit
kemudian ada yang 7 – 8 hari. Jumlah darah yang keluar rata-rata + 16 cc, pada wanita yang
lebih tua darah yang keluar lebih banyak begitu juga dengan wanita yang anemi.
Pada awalnya, siklus mungkin tidak teratur, jarak antar 2 siklus bisa berlangsung
selama 2 bulan atau dalam 1 bulan mungkin terjadi 2 siklus. Hal ini adalah normal, setelah
beberapa lama siklus akan menjadi lebih teratur. Siklus dan lamanya menstruasi bisa

diketahui dengan membuat catatan pada kalender dengan menggunakan kalender tersebut,
tandailah siklus anda setiap bulannya. Setelah beberapa bulan, anda bisa mengetahui pola
siklus anda dan hal ini akan membantu anda dalam memperkirakan siklus yang akan datang.
Tandai setiap hari ke-1 dengan tanda silang, lalu hitung sampai tanda silang berikutnya
dengan demikian anda dapat mengetahui siklus anda.
Setiap bulan, setelah hari ke-5 dari siklus menstruasi, endometrium mulai tumbuh dan
menebal sebagai persiapan terhadap kemungkinan terjadinya kehamilan. Sekitar hari ke-14,
terjadi pelepasan telur dari ovarium (ovulasi). Sel telur ini masuk ke dalam salah satu tuba
falopii dan di dalam tuba bisa terjadi pembuahan oleh sperma. Jika terjadi pembuahan, sel
telur akan masuk kedalam rahim dan mulai tumbuh menjadi janin.
Pada sekitar hari ke-28, jika tidak terjadi pembuahan maka endometrium akan
dilepaskan dan terjadi perdarahan (siklus menstruasi). Siklus ini berlangsung selama 3 – 5
hari kadang sampai 7 hari. Proses pertumbuhan dan penebalan endometrium kemudian
dimulai lagi pada siklus berikutnya.
Siklus ovarium terbagi menjadi 3 fase:
1. Fase Folikuler
Dimulai dari hari 1 sampai sesaat sebelum kadar LH meningkat dan terjadi pelepasan sel telur
(ovulasi). Dinamakan fase folikuler karena pada saat ini terjadi pertumbuhan folikel di dalam
ovarium. Pada pertengahan fase folikuler, kadar FSH sedikit meningkat sehingga merangsang
pertumbuhan sekitar 3 – 30 folikel yang masing-masing mengandung 1 sel telur, tetapi hanya
1 folikel yang terus tumbuh, yang lainnya hancur. Pada suatu siklus, sebagian endometrium
dilepaskan sebagai respon terhadap penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron.
Endometrium terdiri dari 3 lapisan. Lapisan paling atas dan lapisan tengah dilepaskan,
sedangkan lapisan dasarnya tetap dipertahankan dan menghasilkan sel-sel baru untuk kembali
membentuk kedua lapisan yang telah dilepaskan. Perdarahan menstruasi berlangsung selama
3 – 7 hari, rata-rata selama 5 hari. Darah yang hilang sebanyak 28 -283 gram. Darah
menstruasi biasanya tidak membeku kecuali jika perdarahannya sangat hebat.
2. Fase ovulasi
Fase ini dimulai ketika kadar LH meningkat dan pada fase ini dilepaskan sel telur. Sel telur
biasanya dilepaskan dalam waktu 16 – 32 jam setelah terjadi peningkatan kadar LH. Folikel
yang matang akan menonjol dari permukaan ovarium, akhirnya pecah dan melepaskan sel
telur. Pada saat ovulasi ini beberapa wanita merasakan nyeri tumpul pada perut bagian
bawahnya, nyeri ini dikenal sebagai mittelschmerz, yang berlangsung selama beberapa menit
sampai beberapa jam.
3. Fase Luteal
Fase ini terjadi setelah ovulasi dan berlangsung selama sekitar 14 hari. Setelah melepaskan
telurnya, folikel yang pecah kembali menutup dan membentuk korpus luteum yang
menghasilkan sebagian besar progesteron. Progesteron menyebabkan suhu tubuh sedikit
meningkat selama fase lutuel dan tetap tinggi sampai siklus yang baru dimulai. Peningkatan
suhu ini bisa digunakan untuk memperkirakan terjadinya ovulasi. Setelah 14 hari, korpus
luteum akan hancur dan siklus yang baru akan dimulai, kecuali jika terjadi pembuahan. Jika
telur dibuahi, korpus luteum mulai menghasilkan HCG (hormone chorionic gonadotropin).
Hormon ini memelihara korpus luteum yang menghasilkan progesterone sampai janin bisa
menghasilkan hormonnya sendiri. Tes kehamilan didasarkan kepada adanya peningkatan
kadar HCG.

Siklus endometrium dapat dibedakan 4 fase dalam siklus haid, yaitu :
1. Fase Menstruasi atau dekuamasi
Dalam fase ini endometrium dilepaskan dari dinding uterus disertai perdarahan hanya stratum
basale yang tinggal utuh. Darah haid mengandung darah vena dan arteri dangan sel-sel darah

dan sekret dari uterus. Inti epitel kelenjar membentuk pseudostratifikasi.merah dalam hemolisis atau aglutinasi. Fase ini telah mulai sejak fase menstruasi dan berlangsung kurang lebih 4 hari. berkeluk-keluk. c. menoragia. Pada fase ini endometrium tebalnya tetap. 2. Myoma uteri. Fase pra haid atau fase sekresi Fase ini dimulai sesudah ovulasi dan berlangsung dari hari ke-14 sampai ke-28. terjadi karena tonus otot kurang. Fase Proliferasi Dalam fase ini endometrium tumbuh menjadi setebal 3.5 mm. Fase ini merupakan bentuk transisi dan dapat dikenal dari epitel permukaan yang berbentuk torak dan tinggi. Fase ini dapat dikenal dari epitel permukaan yang tipis dan adanya regenerasi epitel. 4. dan mengeluarkan getah yang makin lama makin nyata. Fase proliferasi madya (mid proliferation phase) Berlangsung antara hari ke-8 sampai hari ke-10. b. Fase ini berlangsung 3 – 4 hari. disebabkan oleh : kontraksi otot rahim kurang. 2. Terapi : uterotonika 2.3 Jenis-jenis gangguan haid a). Tampak adanya banyak mitosis dengan inti berbentuk telanjang (nake nukleus). Fase ini berlangsung dari hari ke-5 sampai hari ke-14 dari siklus haid. roborantia. Hipermenore (Menorraghia) Definisi Perdarahan haid lebih banyak dari normal atau lebih lama dari normal (lebih dari 8 hari). Di dalam endimetrium tertimbun glikogen dan kapur yang kelak diperlukan sebagai makanan untuk telur yang dibuahi. Fase proliferasi dini (early proliferation phase) Berlangsung antara hari ke-4 sampai hari ke-7. sel-sel epitel dan struma yang mengalami disintegrasi dan otolisis. Terapi : uterotonika. Fase pasca haid atau fase regenerasi Luka endometrium yang terjadi akibat pelepasan sebagian besar berangsur-angsur sembuh dan ditutup kembali oleh selaput lendir yang tumbuh dari sel-sel endometrium. 3. Fase ini dapat dikenal dari permukaan kelenjar yang tidak rata dan dengan banyak mitosis. dapat mengakibatkan amenorea. 3. bentuk kelenjar berubah menjadi panjang. Fase Proliferasi dapat dibagi atas 3 subfase. Hipertensi . dan kelenjar-kelenjar vulva. cervik. Fase proliferasi akhir (late proliferation) Fase ini berlangsung pada hari ke-11 sampai hari ke-14. cavum uteri luas. yaitu: a. Asthenia. 4. Hipoplasia uteri. bendungan pembuluh darah balik. Stoma bertumbuh aktif dan padat. hipomenorea. kadang disertai dengan bekuan darah sewaktu menstruasi. Etiologi 1. terutama dari mulut kelenjar.

Siklus anovulasi juga terjadi pada beberapa kondisi patologis. Perkembangan folikel menghasilkan esterogen yang berfungsi menstimulasi endometrium agar berproliferasi. pelepasan leteinzing hormon (LH) dan FSH menghasilkan ovulasi. tetapi dengan berkurangnya LH. Setelah ovum dilepaskan kadar FSH dan LH rendah. Siklus anovulasi pada umumnya terjadi 2 tahun pertama setelah menstruasi awal yang disebabkan oleh HPO axis yang belum matang. Infeksi. Endometrium berplroliferasi dengan cepat. pusing. Penderita juga sering merasakan kelemahan. 5. Hypomenorhoe (kriptomenorrhea) Definisi Suatu keadaan dimana perdarahan haid lebih pendek atau lebih kurang dari biasanya. b). Lama perdarahan : Secara normal haid sudah terhenti dalam 7 hari. muntah dan mual berulang selama haid. Akibatnya tidak ada korpus luteum yang terbentuk dan tidak ada progesteron yang disekresi. Menstruasi berasal dari dari peluruhan endometrium sebagai akibat dari penurunan kadar esterogen dan progesteron akibat involusi korpus luteum. Kebanyakan siklus anovulasi berlangsung dengan pendarahan yang normal. 8. Pada siklus anovulasi. Etiologi 1. hipotalamus mensekresi Gonadotropin releasing hormon (GnRH). Hal ini pada gilirannya menyebabkan folikel di ovarium tumbuh dan matur pada pertengahan siklus. ketika folikel tidak terbentuk produksi esterogen menurun dan mengakibatkan perdarahan. Patofisiologi .kesuburan endometrium kurang akibat dari kurang gizi. dan korpus luteum akan mensekresi progesteron. hemofili Patofisiologi Pada siklus ovulasi normal.Setelah dilakukan miomektomi/ gangguan endokrin 2. Penyakit darah. Retofleksi uteri. salpingitis. Manifestasi Klinis Kram selama haid yang tidak bisa dihilangkan dengan obat-obatan. yang menstimulasi pituitary agar melepaskan Folicle-stimulating hormone (FSH). maka ovulasi tidak terjadi. Misal pada endometritis. penyakit menahun maupun gangguan hormonal. 14 hari setelah ovulasi terjadilah menstruasi. misalnya Werlhoff. Kalau haid lebih lama dari 7 hari maka daya regenerasi selaput lendir kurang. perkembangan folikel terjadi dengan adanya stimulasi dari FSH. mioma. Dekompensio cordis 6. namun ketidakstabilan poliferasi endometrium yang berlangsung tidak mengakibatkan pendarahan hebat. dikarenakan bendungan pembuluh darah balik. Progesteron menyebabkan poliferasi endometrium untuk berdeferemnsiasi dan stabilisasi. Folikel yang telah kehilangan ovum akan berkembang menjadi korpus luteum. 7. misalnya : endometritis.

diabetes melitus. dan vagina 2. ovarium (folikel). infertilitas. Manifestasi klinis Waktu haid singkat. kanker. apabila belum pernah datang haid sampai umur 18 tahun. 4. adanya galaktore. c). penyakit TB. Amenorea Primer.Amenorea Definisi Adalah keadaan tidak datang haid selama 3 bulan berturut-turut. apabila berhenti haid setelah menarche atau pernah mengalami haid tetapi berhenti berturut-turut selama 3 bulan. yaitu setiap 35 hari sekali  Perdarahan haid biasanya berkurang e). Oligomenorrhoe Definisi Suatu keadaan dimana haid jarang terjadi dan siklusnya panjang lebih dari 35 hari Etiologi  Perpanjangan stadium folikuler ( lamanya 8 -9 hari dimulai dari hari ke-5 menstruasi )  Perpanjangan stadium luteal ( lamanya 15 -18 hari setelah ovulasi )  Kedua stadium diatas panjang yang mengakibatkan perpanjangan siklus haid. Patofisiologi Manifestasi klinis Gejala berupa siklus kurang dari 21 hari (lebih pendek dari 25 hari). kelainan kongenital . hipofisis. penyakit hati.Polimenorea (Epimenoragia) Definisi Adalah siklus haid yang lebih memendek dari biasa yaitu kurang 21 hari. Patofisiologi Manifestasi klinis  Haid jarang. 3. Gangguan di hipotalamus. jumlah darah haid sangat sedikit (<30cc). Amenorea Sekunder. uji estrogen dan progesteron negatif. Etiologi Polimenorea merupakan gangguan hormonal dengan umur korpus luteum memendek sehingga siklus menstruasi juga lebih pendek atau bisa disebabkan akibat stadium proliferasi pendek atau stadium sekresi pendek atau karena keduanya. stress berat. 2. Etiologi 1. sedangkan jumlah perdarahan relatif sama atau lebih banyak dari biasa. d). cacat bawaan. kadang-kadang hanya berupa spotting. Klasifikasi 1. Adanya tanda-tanda maskulinisasi. uterus (endometrium).

endometritis haemorrhagia). hipertensi. disebabkan oleh psikis. Metroragia oleh karena adanya kehamilan. carcinoma cervicitis. kelainan darah dan penyakit akut ataupun kronis. seperti adenoma pitiutari. Terjadilah amenore. Hal ini adalah tipe keterlambatan pubertas karena disfungsi hipotalamus atau hipofosis anterior. penyakit akut maupun kronis. Amenore yang terjadi mungkin saja disebabkan oleh adanya obstruksi terhadap aliran darah yang akan keluar uterus. Kegagalan pembentukan estrogen dan progesteron akan menyebabkan tidak menebalnya endometrium karena tidak ada yang merasang. akibat korpus luteum persisten. Pada tes kromosom seorang individu yang masih muda dapat menunjukkan adanya hypergonadotropic amenorrhoea. kehamilan ektopik. . ketidastabilan emosi dan kurang zat makanan yang mempunyai nilai gizi lebih. Klasifikasi 1. Amenore sekunder disebabkan oleh faktor lain di luar fungsi hipotalamus-hipofosis- ovarium.5. seperti abortus. Disgenesis gonad menyebabkan seorang wanita tidak pernah mengalami menstrausi dan tidak memiliki tanda seks sekunder. Metroragia Definisi Adalah perdarahan yang tidak teratur dan tidak ada hubungannya dengan haid. ovarial (tumor atau ovarium yang polikistik) dan kelainan gizi. Akibatnya. 2. Hal ini menandakan bahwa ovarium atau gonad tidak berespon terhadap rangsangan FSH dan LH dari hipofisis anterior. atau bisa juga karena adanya abnormalitas regulasi ovarium sperti kelebihan androgen yang menyebabkan polycystic ovary syndrome. ketidakadekuatan hormon ini menyebabkan kegagalan stimulus terhadap ovarium untuk melepaskan estrogen dan progesteron. Patofisiologi Amenore primer dapat diakibatkan oleh tidak adanya uterus dan kelainan pada aksis hipotalamus-hipofisis-ovarium. peradangan dari haemorrhagis (seperti kolpitis haemorrhagia. hypofiser. Perdarahan fungsional : a) Perdarahan Anovulatoar. Hal ini dikarenakan gonad ( oavarium ) tidak berkembang dan hanya berbentuk kumpulan jaringan pengikat. b) Perdarahan Ovulatoar. Metroragia diluar kehamilan dapat disebabkan oleh luka yang tidak sembuh. kelainan pelepasan endometrium. 2. Metroragia diluar kehamilan. metabolik. Manifestasi klinis f). neurogen. Disgenesis gonad atau prematur menopause adalah penyebab yang mungkin. carcinoma corpus uteri. Hypergonadotropic amenorrhoea adalah kondisi dimnana terdapat kadar FSH dan LH yang cukup untuk menstimulasi ovarium tetapi ovarium tidak mampu menghasilkan estrogen dan progesteron. Hal ini berarti bahwa aksis hipotalamus-hipofosis-ovarium dapat bekerja secara fungsional. hormonal. Etiologi 1. Hypergonadotropic amenorrhoea merupakan salah satu penyebab amenore primer. Hypogonadotropic amenorrhoea menunjukkan keadaan dimana terdapat sedikit sekali kadar FSH dan SH dalam serum.

Manifestasi klinis Perasaan malas bergerak. dan sebagai anti peradangan. g). serta mudah merasa lelah. Nafsu makan meningkat dan suka makan makanan yang rasanya asam. dan kadang-kadang edema. Pre menstrual tension terjadi pada umur 30-40 tahun. dan perasaan negatif lainnya. Dalam hubungan dengan kelainan hormonal.Dismenore . progesterone). Faktor kejiwaan. penambahan berat badan. h). Gangguan metabolisme prostaglandin akibat kurangnya gamma linolenic acid (GLA). atau prolaktin  Kelebihan hormon anti diuresis  Kelebihan atau defisiensi prostaglandin Etiologi Etiologi ketegangan prahaid tidak jelas. Jumlah prolaktin yang terlalu banyak dapat mengganggu keseimbangan mekanisme tubuh yang mengontrol produksi kedua hormon tersebut. masalah sosial. sistem saraf. tetapi mungkin faktor penting ialah ketidakseimbangan esterogen dan progesteron dengan akibat retensi cairan dan natrium. PMS merupakan sejumlah perubahan mental maupun fisik yang terjadi antara hari ke- 2 sampai hari ke-4 sebelum menstruasi dan segera mereda setelah menstruasi dimulai. badan menjadi lemas. Biasanya perempuan mudah uring-uringan. pada tegangan prahaid terdapat defisiensi luteal dan pengurangan produksi progesteron. sensitif. Terapi : kuretase dan hormonal. Kadar esterogen akan mengganggu proses kimia tubuh ternasuk vitamin B6 (piridoksin) yang dikenal sebagai vitamin anti depresi. Fungsi prostaglandin adalah untuk mengatur sistem reproduksi (mengatur efek hormon esterogen. Emosi menjadi labil. yang akan menyebabkan gejala depresi. dll. Hormon lain yang dikatakan sebagai penyebab gejala premenstruasi adalah prolaktin. Prolaktin dihasilkan sebagai oleh kelenjar hipofisis dan dapat mempengaruhi jumlah esterogen dan progesteron yang dihasilkan pada setiap siklus. Terjadi karena ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesterom menjelang menstruasi. masalah dalam keluarga. Yang lebih mudah menderita tegangan prahaid adalah wanita yang lebih peka terhadap perubahan hormonal dalam siklus haid dan terhadap faktor-faktor psikologis. Manifestasi klinis Adanya perdarahan tidak teratur dan tidak ada hubungannya dengan haid namun keadaan ini sering dianggap oleh wanita sebagai haid walaupun berupa bercak. Pra Menstruasi Syndrom Definisi Ketegangan sebelum haid terjadi beberapa hari sebelum haid bahkan sampai menstruasi berlangsung. Wanita yang mengalami sindroma pre-menstruasi tersebut kadar prolaktin dapat tinggi atau normal.juga memegang peranan penting. androgen. Patofisiologi Meningkatnya kadar esterogen dan menurunnya kadar progesteron di dalam darah. Disebabkan oleh :  Sekresi estrogen yang abnormal  Kelebihan atau defisiensi progesteron  Kelebihan atau defisiensi kortisol.

tumor ovarium. emosi jadi lebih labil. diare. hormonal. endokrin (peningkatan kadar prostalandin. Terapi : psikoterapi. 4. Sering ditemukan pada usia muda. Dismenorea terjadi pada 30-75 % wanita dan memerlukan pengobatan. 2. polip corpus uteri. Definisi Adalah nyeri sewaktu haid. Nyeri haid timbul mendahului haid dan meningkat pada hari pertama atau kedua haid. pelvic inflammatory disease. kelelahan. Klasifikasi 1. TBC). yang merupakan indikasi adanya obstruksi outflow kongenital. analgetika. hormon steroid seks. retroflexio). mioma submucosa. 1997): 1. (konstitusionil: anemia. Dismenorea Sekunder. mudah marah. hyperanteflexio. ingin makan terus. Manifestasi klinis Berikut ini merupakan manifestasi klinis dismenorea sekunder (Smith. Dismenorea terjadi selama siklus pertama atau kedua setelah menarche (haid pertama). . pengaruh pelepasan dinding rahim selama menstruasi juga kerap memunculkan rasa pegal dan sakit pada pinggang serta membuat kepala terasa nyeri. 1993. Manifestasi klinis Beberapa gejala yang kerap menyertai saat menstruasi antara lain : perasaan malas bergerak. 5. 6.Dismenorea Primer (dismenore sejati. kelelahan. terjadi pada wanita yang sebelumnya tidak mengalami dismenore. Bukan itu saja. pelvic adhesion (perlengketan pelvis). Nyeri sering terasa sebagai kejang uterus yang spastik dan sering disertai mual. dan adenomyosis. muntah. adalah nyeri haid yang terjadi sejak menarche dan tidak terdapat kelainan pada alat kandungan. retroflexio uteri fixata. Cepat memberikan respon terhadap pengobatan medikamentosa. 2. Jarang ditemukan kelainan genitalia pada pemeriksaan ginekologis. gynatresi. sensitif. dan nyeri kepala. adanya AKDR. Dismenorea dimulai setelah berusia 25 tahun. Karakteristik dismenorea primer menurut Ali Badziad (2003): 1. Terdapat ketidaknormalan (abnormality) pelvis dengan pemeriksaan fisik: pertimbangkan kemungkinan endometriosis. kadar vasopresin tinggi). esensial ataupun fungsional). badan lemas. 3. Etiologi dan patogenesis dari dismenore sampai sekarang belum jelas. Etiologi : psikis. (obstetric : cervic sempit. Nyeri sering timbul segera setelah mulai timbul haid teratur. kram perut bagian bawah yang menjalar ke punggung atau kaki dan biasanya disertai gejala gastrointestinal dan gejala neurologis seperti kelemahan umum. stenosis kanalis servikalis. intrinsik. Hal ini terjadi pada kasus infeksi. mudah capek. 2. endometriosis. Smith. 3.

sehingga terjadi retensi air dan garam yang disertai hiperemia didaerah payudara. PATHWAY AMENORE . fenasetin dan kafein). pemberian obat analgetik (biasanya diberikan aspirin. terapi hormonal (Tujuannya untuk menekan ovulasi) i).Mastodinia atau Mastalgia Definisi Adalah rasa tegang pada payudara menjelang haid. Etiologi Disebabkan oleh dominasi hormon estrogen.Terapi : causal (mencari dan menghilangkan penyebabnya).

.

PATHWAY DISMENORE .

.

PATHWAY PMS (PRE MENSTRUAL SINDROM) BAB 3 PEMBAHASAN .

b. Kasus Nona L. muntah dan diare. KEPERAWATAN . Dismenore primer biasanya mulai sesaat setelah menarche. Riwayat penyakit dahulu pasien-pasien dengan dismenore mungkin menceritakan riwayat nyeri serupa yang timbul pada setiap siklus haid. 3. pemeriksaan pelvis adalah normal. Riwayat Penyakit Sekarang Tidak Ada c.1 Pengkajian Pengkajian pada klien dengan dismenore dapat dilakukan dengan mengadakan wawancara mengenai aspek-aspek umum seperti:  Riwayat Penyakit a. Riwayat Penyakit Keluarga Tidak ada  Nutrisi  Pola Latihan  Pengetahuan Klien mengenai penyakitnya  Konsep diri (body image)  Skala nyeri 4-6 Pengkajian juga dapat dilakukan pemeriksaan fisik mulai B1-B6 B1 (Breath)  Pernapasan tidak teratur B2 (Blood)  Tekanan darah Rendah (90/60 mmHg)  Akral Basah dan dingin B3 (Brain)  Penurunan Konsentrasi  Pusing  Konjungtiva Anemia B4 (Bladder)  Warna kuning dan Volume 1.5 L/Hari B5 (Bowel)  Nyeri pada adomen  Nafsu makan Menurun B6 (Bone)  Badan mudah capek  Nyeri pada punggung Pemeriksaan Fisik  Pemeriksaan Abdomen : Abdomen lunak tanpa adanya rangsangan peritoneum atau suatu keadaan patologik yang terlokalisir. sampai tidak mampu melakukan aktivitas karena nyeri abdomen akan bertambah. 17 tahun datang ke rumah sakit dengan mengeluh lemas letih dan lesu serta nyeri hebat ketika haid.2 Analisis Data No DATA ETIOLOGI MASALAH . Bising usus normal  Pemeriksaan Pelvis : Pada kasus dismenore Primer. Pasien juga mengeluh mual. 3. Kadang- kadang pasien mengemukakan riwayat kelelahan yang berlebihan dan ketegangan saraf.

menyatakan merasa ↓ Nyeri haid gelisah ↓ DO: Kurang pengetahuan  Pucat ↓ Memperlihatkan kurang Ansietas inisiatif 3.d kelemahan akibat anemia 3.d peningkatan kontraksi uterus saat menstruasi 2. Intoleran aktivitas b. Ansietas b. ↓  Nyeri dirasakan progesteron↓ meningkat saat aktivitas ↓  Lokasi nyeri abdomen Miometrium terangsang  Skala nyeri 4-6 ↓  Nyeri sering dan terus – Kontraksi&disritmia uterus↑ ↓ menerus Aliran darah ke uterus↓ DO: ↓  Wajah tampak menahan Iskemia nyeri ↓ Nyeri haid 2 DS: Menstruasi Intoleran aktivitas  Pasien menyatakan ↓ Pendarahan mudah lelah ↓ DO: Anemia  Nadi lemah (TD 90/60 ↓ mmHg) Kelemahan  Px.d ketidaktahuan penyebab nyeri abdomen 3.d peningkatan kontraksi uterus saat menstruasi  Tujuan: . terlihat pucat ↓  Sclera/ konjungtiva Intoleran aktivitas anemi 3 DS: Menstruasi Ansietas  Px. Nyeri akut b. Nyeri akut b.3 Diagnosa keperawatan 1. 1 DS: Menstruasi Nyeri akut  Penyebab timbulnya ↓ Regresi korpus luteum nyeri: disminore.4 Intervensi keperawatan 1.

Kompres hangat 5. Mengurangi rasa nyeri dan memperlancar aliran darah 2. Kolaborasi dengan dokter dalam 2. Menghemat energi untuk aktivitas istirahat tanpa gangguan. Tingkatkan aktivitas secara bertahap 2. Beri lingkungan tenang dan perode 1. Meningkatkan istirahat dan rangsangan penuh stress meningkatkan kemampuan koping 2. terapi non bimbingan imajinasi farmakologi tambahan 4. Tirah baring lama dapat menurunkan kemampuan . 3.d kelemahan akibat nyeri abdomen  Tujuan: Pasien dapat beraktivitas seperti semula  Kriteria hasil:  Pasien dapat mengidentifikasi faktor – faktor yang memperberat dan memperingan intoleran aktivitas  Pasien mampu beraktivitas INTERVENSI RASIONAL 1. Ajarkan strategi relaksasi (misalnya nafas berirama lambat. nafas dalam. Beri linkungan tenang dan kurangi 1. Memudahkan relaksasi. Intoleran aktivitas b. dorong dan regenerasi seluler/ penyembuhan istirahat sebelum makan jaringan 2. Analgesik dapat menurunkan nyeri pemberian analgesic 3. Evaluasi dan dukung mekanisme 4. Penggunaan persepsi sendiri atau koping px prilaku untuk menghilangkan nyeri dapat membantu mengatasinya lebih efektif 5. Nyeri dapat diadaptasi oleh pasien  Kriteria hasil:  Skala nyeri 0-1  Pasien tampak rileks INTERVENSI RASIONAL 1.

Anonim28 April 2013 21. Menurunkan penggunaan energi dan membantu keseimbangan supply dan kebutuhan oksigen 4. 3. Libatkan pasien/ orang terdekat 1. Berikan lingkungan tenang dan istirahat 2. Belajar cara baru untuk mengatasi koping baru. Bantu pasien untuk mengidentifikasi/ dikuatkan pada penerimaan masalah memerlukan perilaku koping yang stress saat ini. meningkatkan rasa digunakan pada masa lalu control diri pasien 4. Berikan bantuan sesuai kebutuhan 3. Ansietas b.memungkinkan energi untuk ditujukan pada penyembuhan 2.23 . Bantu pasien belajar mekanisme 4. Memindahkan pasien dari stress luar meningkatkan relaksasi. membantu menurunkan ansietas 3.d ketidaktahuan penyebab nyeri abdomen  Tujuan: Pasien bisa kembali  Kriteria hasil:  Pasien menyatakan kesadaran perasaan ansietas  Pasien menunjukkan relaksasi  Pasien menunjukkan perilaku untuk menangani stres INTERVENSI RASIONAL 1. Keterlibatan akan membantu pasien dalam rencana perawatan merasa stres berkurang. misalnya teknik masalah dapat membantu dalam mengatasi stres menurunkan stress dan ansietas 3 komentar: 1. Perilaku yang berhasil dapat 3.

. Rima Sofenti25 September 2015 18. pokoknya ngebantu banget deh hehe makasih ya kk Balas 2. Zara Zara7 Oktober 2014 21. blog nya keren banget kk.. sesuai sama tugas aku. Prev Next Visitor free statistik DSP Categories  Askep (52)  Askep Anak (13)  Askep Jiwa (4)  Askep Keluarga (1)  Askep KMB (31)  Askep Maternitas (4) .38 min minta literatur untuk patofisilogi PMS doong Balas 3.38 makasih pathway nya Balas Muat yang lain.

(QS. AL A'RAAF:20) . melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam syurga)".  Kesehatan (7)  Manajemen Keperawatan (5)  Organisasi (8)  Other (11)  SAB (1)  SAP (4)  Seputar Perawat (7)  Tips Sehat (4) Translate Diberdayakan oleh Blogger.  Facebook  Twitter Wellcome Visitor [Get Free Widget] Search Ayat Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini.

widget lain Calender Free Calendar Categories  Askep (52)  Askep Anak (13)  Askep Jiwa (4)  Askep Keluarga (1)  Askep KMB (31)  Askep Maternitas (4)  Kesehatan (7)  Manajemen Keperawatan (5)  Organisasi (8)  Other (11)  SAB (1)  SAP (4)  Seputar Perawat (7)  Tips Sehat (4) My Pet Arsip  ► 13 (2)  ▼ 12 (86) o ► 11/25/12 (1) .

o ► 09/23/12 (2) o ► 08/05/12 (2) o ► 07/29/12 (4) o ► 07/01/12 (3) o ► 06/24/12 (2) o ► 06/17/12 (11) o ▼ 06/10/12 (11)  Askep Anak Autis  Askep Glaukoma  Askep Anak BBLR  Askep Anak Marasmus  Askep Anak Hidrocepalus  Askep Gangguan Menstruasi  Ballard Score  Askep Osteomyelitis  Askep Addison's Disease  Askep Enchepalitis  Fungsi Manajer dan Asisten Manajer Keperawatan o ► 05/20/12 (7) o ► 05/13/12 (9) o ► 05/06/12 (1) o ► 04/29/12 (14) o ► 04/22/12 (16) o ► 04/15/12 (3) .

Perawat Hati About Me Hery Pranoto Lihat profil lengkapku Friends Blog  Aldo Sugiharto  Alvian Nurcahya  Manajemen Keperawatan Apa Penilaian Agan Mengenai Blog Kami Followers Popular Posts  Contoh Diagnosis Keperawatan dan Intervensinya  Pola Pengkajian Fungsional Gordon  Askep Gangguan Menstruasi  Askep Post Partum  Askep Nefrolitiasis Ada kesalahan di dalam gadget ini .

1 Latar Belakang .              Copyright © 2017/ Perawat Hati Template by : Urangkurai / powered by :blogger Ssi MeMbLe Sabtu. S Umur 15 Tahun Dengan Disminore Primer di RSUD SURAKARTA BAB I PENDAHULUAN 1. 25 Agustus 2012 Asuhan Kebidanan Gangguan Reproduksi Pada Nn.

minum air hangat dll. ( Winkjosastro. gejala ini bersifat kadang pula berupa nyeri yang sanggat hebat. berfikir positif.2. meskipun frekuensi dismenorea cukup tinggi sudah lama terjadi pada wanita. namun sampai sekarang patogenesisnya belum dapat diperankan dengan baik. 2002 ) Dari uraian diatas penulis tertarik mengambil kasus dengan judul “Asuhan Kebidanan Gangguan Reproduksi Pada Nn. pekerjaan. dan jumlah anak yang dipengaruhi.2 Tujuan 1. Rasa nyeri dalam haid dipengaruhi oleh usia penderita. S Umur 15 Tahun Dengan Disminore Primer di RSUD SURAKARTA. Tapi seiring kemajuan jaman usia itu semakin dini saja ). Hal itu yang merupakan suatu gejala yang menyebabkan wanita muda sering pergi kedokter. H. Bahkan perkiraan perempuan di Amerika kehilangan 1. Dismminorea primer terjadi jika tidak ada penyakit organic biasanya dari enam bulan sampai tahun kedua setelah menarche ( menstruasi pertama kali didapatkan perempuan. Namun di Surabaya didapatkan 1. berolah raga. sehingga membuat penderita harus beristirahat cukup.1 Tujuan Umum Memperloeh pengalaman nyata dalam melaksanakan asuhan kebidanan pada Nn. 1. biasanya perempuan indonesia pada usia 12-14 tahun.7 juta hari kerja setiap bulan akibat dismenorhea.2 Tujuan Khusus 1. Pada istilah kedokteran.1 Dapat melakukan pengkajian data pada Nn. 1. S umur 15 tahun dengan gangguan sistem reproduksi disminorea menggunakan pendekatan tujuh langkah varney secara komprehensif. S dengan dismenorhea Primer di RSUD Surakarta.2.31 % dari jumlah penderita yang datang ke bagian kebidanan. Hal yang paling sering menimpa kebanyakan perempuan. Dismenorea atau nyeri haid adalah suatu nyeri haid yang demikian hebatnya. bahkan kadang harus memaksa untuk meningalkan pekerjaan sehari-hari.2. Sebagai bidan upaya yang dilakukan dengan meningkatkan preventif dan kkuratif dengan cara banyak makan-makanan bergizi. .dismenorhea berari menstruasi yang menimbulkan nyeri.07 % hingga 1. status sosial.2. Tidak ada angka pasti mengenai jumlah penderita haid di indonesia. Dismenorea ini sering hilang pada usia 25 tahun atau setelah perempuan hamil atau melahirkan normal. Namun demikian.

4 Dapat melaksanakan tindakan segera pada Nn.2.6 Dapat membuat implementasi data pada Nn.2.2.2. 1.2.2. 1. S dengan dismenorhea Primer di RSUD Surakarta. S dengan dismenorhea Primer di RSUD Surakarta. 1. .5 Dapat membuat rencana tindakan pada Nn. 1.2. 1.2.2. S dengan dismenorhea Primer di RSUD Surakarta.2 Dapat melakukan interpretasi data pada Nn.7 Dapat membuat evaluasi pada Nn.2.2.1.2. S dengan dismenorhea Primer di RSUD Surakarta. S dengan dismenorhea Primer di RSUD Surakarta.3 Dapat merumuskan diagnosa potensial dan antisipasi pada Nn. S dengan dismenorhea Primer di RSUD Surakarta.

Nyeri tersebut sanggat berat dan tertahankan e. Sesudah polip itu menonjol ( protude ) kedalam vaginadismenorea akan disertai pengeluaran darah dari vagina yang tidak teratur. Dapat disertai pusing. Nyeri terasa pada abdoment bagian bawah f. Dismenorea spasmodik primer Merupakan kesatuan klinik dangan tanda-tanda khas sebagai berikut : a. Nyeri dapat hilang dengan terapi hormon siklik 2. Kontrasepsi spiral dapat pula menimbulakna dismenorea. BAB II TINJAUN TEORI A. Dismenorea pertama tampak 6-24 bulan susudah menarche b. Sebelum uterus berhasil melepaskan mioma tersebuut area permukaan yang menjadi sumber perdarahan sudah demikian luas. Diagnosa dapat terlihat pada pemeriksaan pelvis. Nyeri tersebar kelubang sepanjang paha g. .hari. Nyeri dirasakan pada hari pertama haid periode menstruasi c. Dismenorea spasmodic sekunder Adanya suatu mioma uteri submukosa yang kemudian menjadi polip yang fibroid. ( Taber. Klasifikasi 1. Nyeri berakhir dalam beberapa jam dan jarang dijumpai melampaui 48 jam d. Definisi Dismenorea adalah rasa nyeri haid dan sakit menjelang dan saat menstruasi di daerah perut bawah pinggang sedemikian rupa sehingga dapat menganggu aktivitas sehari . mual dan muntah h. Biasanya cukup berat dan terjadi pada periode menstruasi pertama atau kedua setelah pemasangan spiral.1994 : 75 ) B. Maka dismenorea didahului dengan menometroragia untuk benerapa bulan atau beberapa tahun. lemah.

Nyeri sanggat berat dirassakan. Pengeluaran disartai dengan kholik yang berat. c. 3. Menorhea dengan passase bekuan darah. Nyeri bioasanya menetap sampai 3 hari berikutnya atau 4-5 hari sesudah menstruasi. Dismenorea Kongestif Adalah gejala kongestif pelvis yang disebabkan oleh penyakit laktis genetalia. dismenorea karena kelainan congenital yang akan berlangsung pada saat atau segera sesudah menarche. Spiral harus diangkat jika menimbulakan gejala tersebut. mioma ateri endometrium ) akuolesi ekstra uteri ( misalnya : divertikulitis seluli pelvis dan verikokel ligamentum besar ) dismenorea tersebut mempunyai tanda-tanda sebagai berikut : a. . c. Dismenorea membran sub mukosa ini jarang ditemukan. Nyeri biasanya dimulai pada hari ke 3 dan ke 4 menstruasi. Gejala lain yang dapat menyertai adalah menoragia. f. Dalam hal ini endometrium terlepas dalam potongan potongan yang besar. d. Nyeri teraba bagian bagian bawah kadang-kadang lebih berat pada satu sisi e. polimenorhea. dan tenesmus. 4. ( misalnya : alfingo ouportis. Intensisitas nyeri berbeda dari pasien dengan pasien lainnya d. b. Nyeri bersifat spamodik e. Biasanya dismenorea dirasakan sebelum bekuan darah dikeluarkan. nyeri biasany a timbul 2-3 bulan atau 4 hari sebelum menstruasi. Nyeri bersifat unilateral kalau hanya doktus muller yang terkena. dismenorea tampak beberapa tahun setelah menarhea b. Dismenorea obstruktif Ini merupakan gejala heiatukolpus atau hematumelva ( dapat merupakan kelainan congenital ) dismenorea mempunyai tanda-tanda : a. Nyeri dapat juga dirasakan belakangan f. nyeri akan menyebar satu atau dua belah paha. Pada kasus hemanometra. g.

Inhibitas atau prostaglandin (aspirin.h. Pengobatan 1. Mengurangi rasa nyeri dengan cara mengompres hangat pada perut bagian bawah 3. Terapi sesuai penyebabnya. Gejala tambahan tergantung lokalisasi lesi sesunguhnya. C. Massase searah jarum jam 4. Istirahat tirah baring D. Konseling (psikotherapi) b. Banyak minum air putih 2. Penanganan 1. . betazondin. postarardnox) 2. Dismenorhea Primer a. iondazin. Dismenorhea Sekunder a.

S mengatakan ini haid hari pertama dan merasa nyeri perut bagian bawah dan sakit. Alasan masuk : Nn. S Nama : Ny. T Umur : 15 tahun Umur : 35 tahun Suku/bangsa : Jawa/Indonesia Agama : Islam Agama : Islam Pekerjaan : IRT Pekerjaan : pelajar Pendidikan : SMA Alamat : Pucang Sawit RT 5 RW 10 Jebres. Identitas Pasien Penanggungjawab Nama : Nn.25 WIB. BAB III TINJAUAN KASUS ASUHAN KEBIDANAN GANGGUAN REPRODUKSI PADA Nn. Surakarta 2.15 WIB Tempat : RSUD SURAKARTA / Poli KIA I. A. Data Subyektif 1. . PENGKAJIAN Tanggal/Jam : 12 Juni 2012/ 09. S UMUR 15 TAHUN DENGAN DISMINORE PRIMER DI RSUD SURAKARTA Tanggal/jam : 12 Juni 2012/09.

Riwayat kesehatan a. menurun dan menahun seperti dada berdebar – debar (jantung).  Riwayat Penyakit yang diderita : Nn. sesak nafas (Asma). Keluhan : nyeri perut bagian bawah dan sakit saat haid pertama 4. S mengatakan ini hari pertamanya menstruasi dan perut bagian bawah terasa nyeri mulai sejak pertama kali mendapat menstruasi. S mengatakan tidak pernah mengalami operasi apapun.  Pengobatan yang pernah didapat : Nn. Jumlah : 3-4x ganti pembalut/hari . Kejang sampai keluar busa (Epilepsi) dan keputihan Gatal – Gatal (PMS). b.sering makan. Riwayat mestruasi . Riwayat kesehatan sekarang  Keluhan utama : Nn.minum. Siklus : 28 hari . S mengatakan belum menikah dan belum pernah menggunakan alat kontrasepsi 5. Riwayat perkawinan dan Riwayat KB Nn. . -Operasi yang pernah dialami : Nn. S mengatakan dirinya belum pernah mendapatkan pengobatan apapun  Alergi terhadap obat : Nn. S mengatakan ini hari pertama haid dan merasa nyeri perut bagian bawah dan sakit.tekanan darah >140/90 mmHg (Hipertensi). S mengatakan tidak pernah alergi pada obat apapun. Menarchea : 13 tahun . Teratur/tidak : teratur . Lama : 6-7 hari . Riwayat Kesehatan yang lalu Nn. Sakit Kuning (Hepatitis). S mengatakan tidak mempunyai riwayat penyakit menular. dan kencing (DM).3.

sayur Nasi. dan kencing (DM). dan menahun dan penyakit yang memerlukan perawatan khusus seperti seperti dada berdebar – debar (jantung). lauk. Kejang sampai keluar busa (Epilepsi) dan keputihan Gatal – Gatal (PMS).tekanan darah >140/90 mmHg (Hipertensi). Pola Pemenuhan Kebutuhan Sehari-hari Kebutuhan Sebelum Sakit Saat Sakit # Pola Makan Frekuensi 3x sehari 3x sehari Porsi 1 piring 1 piring Jenis makanan Nasi.sering makan. lauk.sayur Makanan pantang Tidak ada Tidak ada Keluhan Tidak ada Tidak ada Merokok Tidak Tidak Minuman keras Tidak Tidak Minum jamu Tidak Tidak # Istirahat Lama Tidur 7-8 jam/hari 5-6 jam/hari Keluhan Tidak ada Tidak ada # Personal Hygiene . sesak nafas (Asma). menular. Sakit Kuning (Hepatitis).S mengatakan dalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit menurun.minum. Riwayat penyakit keluarga Nn. c. 6.

 Pengetahuan klien tentang gangguan yang di derita saat ini : Nn. Data Psikologis  Perasaan Klien : Nn. S mengatakan belum mengetahui tentang gangguan yang dideritanya saat ini. S mengatakan bahwa dia merasa khawatir dan cemas tentang keadaannya sekarang.  Pengetahuan klien tentang Kesehatan Reproduksi: . Mandi 2xsehari 2xsehari Keramas 3x seminggu 3x seminggu Sikat Gigi 2x sehari 2x sehari Ganti Pakaian 2x sehari 2x sehari Keluhan Tidak ada Tidak ada # Kehidupan seksual Tidak melakukan Tidak melakukan # Eliminasi Frekuensi BAK 4-5x sehari 4-5x sehari Warna Kuning jernih Kuning jernih Bau Khas Khas Keluhan Tidak ada Tidak ada Frekuensi BAB 1x sehari 1x sehari Warna Kuning kecoklatan Kuning kecoklatan Bau Khas Khas Konsistensi Lembek Lembek Keluhan Tidak ada Tidak ada 7.

B. S mengatakan sudah mengetahui Kesehatan Reproduksi. Data Obyektif 1. Nn.7oC . Pemeriksaan umum Ku : Baik Kesadaran : CM VS : TD : 110/70 mmHg N : 84x/menit R : 22x/menit S : 36.

Kepala dan wajah Rambut: warna : hitam Pertumbuhan : baik Lesi : tidak ada Oedema : tidak ada Mata : Conjungtiva : tidak anemis Secret : tidak ada Sclera : tidak ikhterik Hidung : Keadaan : Bersih Polip : tidak ada Secret : tidak ada Mulut :Lidah : warna kemerahan dan tidak luntur Gigi: tidak ada karang gigi dan caries Gusi : warna kemerahan dan tidak oedema Bibir :warna kemerahan simetris kelembaban baik dan tidak ada pembengkakan b. Pemeriksaan wajah a. Dada atau payudara Bentuk : simetris Pengeluaran cairan : tidak ada .2. Leher Bentuk : simetris Kel thyroid : tidak ada pembengkakan Kel parotis : tidak ada pembengkakan c.

DIAGNOSA POTENSIAL DAN ANTISIPASI . S umur 15 tahun dengan gangguan reproduksi dismenorea primer Dasar : S : pasien mengatakan sedang haid hari pertama dan merasakan nyeri pada perut bagian bawah da terasa sakit. Abdoment Bekas luka OP : tidak ada Palpasi abdoment : nyeri abdoment bagian bawah e. O : KU : baik Kesadaran : CM TD : 110/70 mmHg N : 82x/menit R : 24X/Menit S : 36. 3. Pemeriksaan dalam dan inspekulo : tidak dilakukan II.40 wib Diagnosa Kebidanan : Nn. Genetalia : adanya pengeluaran haid. Puting susu : menonjol’ KGB axila : tidak ada pembesaran d. warna kemerahan dan tidak ada kelainan anatomis genetalis.70C III. Ekstermitas Kuku jari : tidak pucat Varises : tidak ada Oedema : tidak ada f. INTERPRESTSI DATA Tanggal/jam: 15-06-2010/16.

4. . Observasi KU dan VS 2. 4. pengobatan) 3. Mengompres dengan air hangat pada perut bagian bawah. Mengobservasi KU dan VS. 2. tanda dan gejala. Anjurkan pasien untuk istirahat yang cukup. Menjelaskan pada pasien dan keluarga tentang dismenorea Dismenorhea Primer penyebabnya tidak jelas tetapi yang pasti selalu berhubungan dengan pelepasan sel – sel telur (ovulasi) dan kelenjar indung telur (ovarium) sehingga dianggap berhubungan dengan keseimbangan hormon. 6. 5. Ajarkan pada pasien tentang cara mengurangi nyeri. Mengajarkan pada pasien tentang cara mengurangi nyeri: a. TINDAKAN SEGERA Tidak ada V. Menganjurkan pasien untuk minum air putih hangat yang banyak (± 8 gelas /hari). Berikan terapi pada pasien 7. Anjurkan pasien untuk kontrol lagi apabila terjadi nyeri hebat. IMPLEMENTASI Tanggal/jam: 12 juni 2012/09. Anjurkan pasien untuk minum air putih hangat yang banyak.35 WIB 1. 5. Menganjurkan pasien untuk istirahat yang cukup. Jelaskan pada pasien dan keluarga tentang dismenorea (definisi.40 WIB 1. 3. VI. Tidak ada IV. PERENCANAAN Tanggal/jam: 12 juni 2012/09.

EVALUASI Tanggal/jam: 12 juni 2012/09. b.70C N : 82x/menit R : 24x/menit 2. Pasien bersedia untuk banyak minum air putih 4. KU : sedang Kesadaran :CM VS :T : 110/70 mmHg S : 36. Melakukan massase pada pinggang. 6. Pasien bersedia kontrol apabila terjadi nyeri hebat . Pasien sudah mengetahui tentang cara mengurangi nyeri.Vitamin C 2x50 mg selama haid berlangsung c. Pasien dan keluarganya mengerti tentang dismenorea 3. VII. Fe 2x500 mg selama haid berlangsung 7. 7. 5. Pasien bersedia istirahat cukup. Pasien sudah mendapatkan terapi. Asam mefenamat 3x500 mg selama 2-3 hari b. Menganjurkan pasien kontrol lagi apabila terjadi nyeri hebat. Memberkan terapi pada pasien a.55 WIB 1. 6.

pasien sudah tau apa yang terjadi dengan dirinya.1. S umur 15 tahun dengan dimenorea primer: Alasan data nyeri pada perut bagian bawah pada saat datang bulan . BAB IV PENUTUP 4. Asuhan Kebidanan yang diberikan yaitu memberikan informasi tentang dismenorhea primer.1 Dengan menggunakan manajement varney dengan menggunakan soap dapat meningkatkan kemampuan dan ketrampilan dan sikap yangan harus dilakukan bidab dalam memberikan asuhan secara tepat.7 oC. KU : Baik. pasien mau minum air putih ± 8 gelas perhari.2 Dengan manajement varney dapat meningkatkan kemammpuan bidan dalam hal pengetahuan didapatkan hasil pengkajian pada Nn. S : 36. tidak ada riwayat penyakit yang membahayakan.1 Kesimpulan Setelah melakukan pengkajian asuhan kebidanan gangguan reproduksi pada Nn. R : 24x/menit. S umur 15 tahun denagn dismenorea primer di RSUD SURAKARTA. N : 82x/menit. menyeluruh 4. pasien sudah istirahat yang cukup. VS: T : 110/70 mmHg. Penulis dapat mengambil kesimpulan : 4. dan pasien sudah mau kembali bila belum sembuh atau terjadi nyeri yang hebat. Kesadaran: CM. . pasien sudah mendapatkan terapi. cermat.1. mengajarkan teknik/cara mengurangi nyeri.

1 Bagi tenaga kesehatan Bagi tenaga kesehatan dapat memberikan asuhan pelayanan dan penyuluhan kepada masyarakat sesuai dengan standar yang telah ditetapkan 4.2 Bagi pasien Setelah diberikan asuhan.2. . pasien diharapkan menemukan secara dini kemungkinan adanya faktor resiko dan komplikasi sehingga pasien dapat menemukan sikap atau mengambil keputusan sendiri.2 Saran 4.2. 4.3 Untuk Keluarga Hendaknya memberikan dukungan kepada pasien baik mental maupun spiritual.2. 4.

dkk. 2002. Ilmu Kedokteran. 2008. Sukiman.  Mansjoer A. Ida Bagus. Jakarta. Endokrin. Kapita Selekta Kedokteran. Ginekologi. H. A. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Media Aeskulapius  Winkjosastro. . Memahami Kesehatan reproduksi Wanita  Sastro. 1981. 1999. DAFTAR PUSTAKA  Badiad. Bandung. 2007. Ilmu Kandungan. Yayasan Bina Pustaka  Sarwono Prawirohardjo. Unpad  Prawiro. 2007. sarwono. Jakarta : Yayayan bina pustaka  Manuaba. 2002. Jakarta : YBP-SP. Jakarta : Media Asculapins.

......  ASUHAN KEBIDANAN IBU NIFAS PADA Ny.  ASUHAN KEBIDANAN PADA By.Diposkan oleh SeTiA MeMbLe di 23. K UM..R UMUR 26 TAHUN. S Um.  ASUHAN KEBIDANAN KELUARGA BERENCANA PADA Ny.. ... R DE...21 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest Tidak ada komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) Arsip Blog  ▼ 2012 (14) o ▼ Agustus (14)  ASUHAN KEBIDANAN BALITA SAKIT PADA By.. Ny... S UMU..  ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARU LAHIR PADA By..  ASUHAN KEBIDANAN KELUARGA BERENCANA PADA Ny.  Asuhan Kebidanan Gangguan Reproduksi pada Nn.  ASUHAN KEBIDANAN IBU NIFAS PADA Ny.F UMUR 10 B... T Um. S UMUR 9 BULAN DENGAN IM.  Asuhan Kebidanan Gangguan Reproduksi Pada Nn..S UMUR 29 TAHUN.  ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARU LAHIR PADA By. S DEN.Ny.

. Mengenai Saya SeTiA MeMbLe Lihat profil lengkapku Tema Jendela Gambar. W G1P0A0 DEN. Shobihat Abd Rosyid Unipdu Tulis kaca ☰ Navigation  Home  Blog o o o o o o  Bisnis Online  Info Menarik  Internet .  ASUHAN KEBIDANAN IBU BERSALIN PADA Ny.  ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL Ny.R G2P1AO DEN... Diberdayakan oleh Blogger..  ASUHAN KEBIDANAN IBU BERSALIN PADA Ny.H UMUR 22 TAHUN....  ASUHAN KEBIDANAN IBU HAMIL NORMAL NY.S G2P1AO DEN..

18 MAKALAH ASUHAN KEPERAWATAN SISTEM REPRODUKSI PADA KASUS ”KELAINAN HAID” DISUSUN SEBAGAI PEMENUHAN TUGAS SISTEM REPRODUKSI 2 Dosen Pembimbing: DiahAyu Fatmawati S. Disusun Oleh Kelompok 01: .  Profil Artis  Tips Blogger Home beranda PADA KASUS KELAINAN HAID 2016 PADA KASUS KELAINAN HAID 2016 sobihat rasyid 02.Kep.Kep. M.Ns.

rahmat. penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun . namun selalu ada yang kurang. Kepada Yang terhormat dosen pembimbing yang telah memberikan motivasi kepada kami sehingga terbentuknya makalah asuhan keperawatan ini 2. Farid Al –Aris (7313092) PROGAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARUL ULUM JOMBANG 2016 KATA PENGANTAR Alhamdulillah hirobbilalamin. Tak lupa kami ucapkan terima kasih 1. Shobihat Abd. taufik. namun dalam pembuatan makalah asuhan keperawatan ini masih jauh dari kata sempurna untuk itu kami memohon kepada pembaca makalah ini sudi kiranya untuk memberikan kritik dan saran yang sifatnya konstruktif demi perbaikan pembuatan makalah selanjutnya . M. Abdullah Hakim (7313052) 3. Alimatul Muallafah (7313057) 4. banyak nikmat yang Allah berikan. Dewi Retno Puspitosari (7313055) 5. Afrizal Febiansyah ( 7313048) 2. serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya. Meskipun penulis berharap isi dari askep ini bebas dari kekurangan dan kesalahan. tetapi sedikit sekali yang kita ingat.1. Oleh karena itu. Nur Amiirotul Fikriyyah (7313070) 7. Segala puji hanya layak untuk Allah SWT seru sekalian alam atas segala berkat. Kepada teman-teman satu angkatan yang telah memberikan moral maupun materil sehingga bisa terwujudnya makalah askep ini. sehingga penulis dapat menyelesaikan asuhan keperawatan dengan judul ”laporan asuhan keperawatan kelainan haid” Pembuatan askep ini kami ajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah menyimak. Rosyid (7313068) 6.

............................................................................................................................................................................................3 Jenis jenis gangguan haid...................................7 2..7 Penatalaksanaan ...................................................................6 Pathway kelainan haid..........16 3.16 3....................................................... Akhir kata penulis berharap agar askep ini bermanfaat bagi semua pembaca.....................................................3 2.......................................................................................................................................................................................................................................3 2....17 3...................................................................................................3 2.........8 Pemeriksaan Penunjang ....................2 Diagnosa Keperawatan ....................................... 04 April 2016 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR..................................................1 Latar Belakang..................................................................................................3 Intervensi keperawatan............................1 Pengkajian..........................................2 Fisiologi haid................1 1.............................16 3................................................. agar askep ini dapat lebih baik lagi...............................................................iiii BAB I PENDAHULUAN...................................................................................................................................................9 2..........................4 Etiologi....................................1 Pengertian haid/menstruasi ..........20 ......................................................................................................ii DAFTAR ISI...............................................................1 BAB II TINJAUAN TEORI....................................................................................................................1 1.....................................................................................................................................................................................2 Tujuan........4 Evaluasi...............................5 Manifestasi klinis.........................................................................................14 2........................................................... Jombang................13 2.........11 2.............................................................................................................................................................................15 BAB III KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN.............................................................

..............................................................21 DAFTAR PUSTAKA.............1 Simpulan............................................................................................................... BAB IV PENUTUP......22 ................................................................................................................21 4..........................................................................................................................................2 Saran............21 4........................................................................

Siklus menstruasi berkisar antara 21-40 hari. maka hingga usia 13 tahun haidnya masih tidak teratur. paling hanya 2-3 hari. dan timbulnya perdarahan tersebut sebagai akibat perubahan hormonal yaitu estrogen dan progesteron. nyeri atau sakit saat haid. 1. bila seorang perempuan telah mendapatakan haid pertamanya saat berusia 11 tahun. Siklus haid/ menstruasi pada perempuan (reproduksi) normalnya terjadi setiap 23-35 hari sekali dengan lama haid berkisar 5-7 hari. bukan saja antara beberapa wanita tetapi juga pada wanita yang sama. Pada manusia. Namun ada sebagian perempuan yang mengalami haid tidak normal. haid tetap datang hanya jangka waktunya lebih lama dan prosesnya cepat. Diantaranya mulai dari usia haid yang datang terlambat. dipastikan ia mengalami gangguan haid.3 Latar Belakang Menstruasi atau haid adalah perubahan fisiologis dalam tubuh wanita yang terjadi secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi. hal ini biasanya terjadi setiap bulan antara usia pubertas dan menopause. bahkan kakak beradik dan saudara kembar jarak antara siklus yang paling panjang biasanya terjadi sesaat setelah menarche dan sesaat sebelum menopause. haid yang tidak teratur misalnya dapat menjadi pertanda seorang perempuan kurang subur (infertil). Tetapi variasinya cukup luas. BAB I PENDAHULUAN 1. Artinya. darah haid sangat banyak sampai harus berulang kali mengganti pembalut wanita. siklus haid yang tidak teratur dan masih banyak lagi. Menstruasi itu sendiri nantinya akan berhenti saat perempuan memasuki masa menopause. Menstruasi pada wanita adalah suatu perdarahan rahim yang sifatnya fisiologik (normal) yang datangnya teratur setiap bulan (siklus haid). Periode ini penting dalam reproduksi. siklus berakhir tepat sebelum siklus menstruasi berikutnya. Gangguan yang terjadi saat haid dinilai masih normal jika terjadi selama dua tahun pertama setelah haid kali pertama. Gangguan ini jangan didiamkan karena dapat berdampak serius. yakni sekitar usia 50 tahun. hanya 10-15%wanita yang memiliki siklus 28 hari. Panjang siklus haid ialah jarak tanggal mulainya haid yang lalu dan mulainya haid berikutnya. Namun sebelum memasuki masa menopause. gejala PMS (pree menstruasi syndrom). Hari pertama terjadinya perdarahan dihitung sebagai awal setiap siklus menstruasi (hari ke-1). Tapi bila setelah usia 13 tahun haidnya masih tidak teratur juga.4 Tujuan .

Mengetahui etiologi kelainan haid 3. Mengetahui definisi menstruasi 2. Mengetahui penatalaksanaan kelainan haid 7. Tujuan Khusus 1.A. B. Tujuan Umum Mahasiswa mampu memahami asuhan keperawatan pada pasien dengan hiperemesis gravidarum. Mengetahui jenis jenis kelainan haid 5. Mengetahui patofisiologikelainan haid 4. Mengetahui asuhan keperawatan pada klien kelainan haid . Mengetahui pemeriksaan kelainan haid 6.

Menstruasi itu sendiri nantinya akan berhenti saat perempuan memasuki masa menopause. Diantaranya mulai dari usia haid yang datang terlambat. Pada manusia. Menstruasi pada wanita adalah suatu perdarahan rahim yang sifatnya fisiologik (normal) yang datangnya teratur setiap bulan (siklus haid). 371) 2. Siklus darah haid lamanya kurang lebih 2-6 hari. . Namun ada sebagian perempuan yang mengalami haid tidak normal. hari ke 5 sampai ke 14 adalah fase folikular atau proliferasi yang dimulai setelah perdarahan berakhir dan berlangsung sampai saat ovulasi(kapita selekta kedokteran 1.2 Fisiologi haid Usia normal bagi seorang perempuan mendapatkan menstruasi untuk pertama kali adalah 12 atau 13 tahun. hal ini biasanya terjadi setiap bulan antara usia pubertas dan menopause. Peristiwa ini dimulai dengan adanya pengeluaran selaput lendir rahim di bagian dalam rahim atau endometrium. siklus haid yang tidak teratur dan masih banyak lagi.1 Pengertian haid/menstruasi Haid adalah proses bulanan tumpahan lapisan bagian dalam dan darah uterus melalui liang kelamin wanita atau vagina. paling hanya 2-3 hari. gejala PMS (pree menstruasi syndrom). BAB II TINJAUAN TEORI 2. dan timbulnya perdarahan tersebut sebagai akibat perubahan hormonal yaitu estrogen dan progesteron (Hawari. Menstruasi atau haid adalah perubahan fisiologis dalam tubuh wanita yang terjadi secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi. Keluarnya cairan yang mengandung darah ini terjadi pada wanita yang sudah memasuki usia subur dan yang sedang tidak hamil. 1997). Pada siklus 28 hari. yakni sekitar usia 50 tahun. haid tetap datang hanya jangka waktunya lebih lama dan prosesnya cepat. darah haid sangat banyak sampai harus berulang kali mengganti pembalut wanita. mungkin ada kelainan. Periode ini penting dalam reproduksi. Siklus haid/ menstruasi pada perempuan (reproduksi) normalnya terjadi setiap 23-35 hari sekali dengan lama haid berkisar 5-7 hari. nyeri atau sakit saat haid. Namun sebelum memasuki masa menopause. Namun kalau sampai usia 16 tahun belum juga datang bulan perlu di waspadai.

Fase sekresi selalu tetap 14 hari. yang berbeda adalah fase proliferasinya. Estrogen akan mengakibatkan proliferasi sel endometrium (penebalan dari endometrium). Setelah beberapa bulan. Siklus menstruasi berkisar antara 21-40 hari. tandailah siklus anda setiap bulannya. meskipun siklus haid bervariasi. haid yang tidak teratur misalnya dapat menjadi pertanda seorang perempuan kurang subur (infertil). Progesteron sendiri menyebabkan perubahan sekretorik pada endometrium sehingga terjadi Fase sekresi / fase luteal. dipastikan ia mengalami gangguan haid. bahkan kakak beradik dan saudara kembar jarak antara siklus yang paling panjang biasanya terjadi sesaat setelah menarke dan sesaat sebelum menopause. Lama haid biasanya antara 3 – 5 hari. maka hingga usia 13 tahun haidnya masih tidak teratur. setelah beberapa lama siklus akan menjadi lebih teratur. siklus berakhir tepat sebelum siklus menstruasi berikutnya. Jumlah darah yang keluar rata-rata + 16 cc. Siklus dan lamanya menstruasi bisa diketahui dengan membuat catatan pada kalender dengan menggunakan kalender tersebut. bukan saja antara beberapa wanita tetapi juga pada wanita yang sama. Siklus Menstruasi Panjang siklus haid ialah jarak tanggal mulainya haid yang lalu dan mulainya haid berikutnya. pada wanita yang lebih tua darah yang keluar lebih banyak begitu juga dengan wanita yang anemi. hanya 10-15%wanita yang memiliki siklus 28 hari. Tapi bila setelah usia 13 tahun haidnya masih tidak teratur juga. bila seorang perempuan telah mendapatakan haid pertamanya saat berusia 11 tahun. Artinya. FSH (Folikel Stimulating Hormon) memicu pematangan folikel diovarium. anda bisa mengetahui pola siklus anda dan hal ini akan membantu anda dalam memperkirakan siklus yang akan datang. Pada awalnya. LH akan mengakibatkan ovulasi dan memicu korpus luteum untuk mensintesis progesterone. Gangguan yang terjadi saat haid dinilai masih normal jika terjadi selama dua tahun pertama setelah haid kali pertama. siklus mungkin tidak teratur. sehingga terjadi sintesis estrogen dalam jumlah besar. ada yang 1 – 2 hari diikuti darah sedikit-sedikit kemudian ada yang 7 – 8 hari. jarak antar 2 siklus bisa berlangsung selama 2 bulan atau dalam 1 bulan mungkin terjadi 2 siklus. 1. Tandai setiap hari ke-1 dengan . Haid Dipengaruhi berbagai hormon: GnRH (Gonadotropin Releasing Hormon) yang dikeluarkan oleh hipothalamus dan memicu hipofisis anterior mengeluarkan hormon FSH. Gangguan ini jangan didiamkan karena dapat berdampak serius. sehingga harus berhati2 untuk menentukan masa subur. Hari pertama terjadinya perdarahan dihitung sebagai awal setiap siklus menstruasi (hari ke-1). Hal ini adalah normal. Tetapi variasinya cukup luas. Estrogen yang tinggi memberi tanda kepada hipofisis untuk mengeluarkan hormon LH (Luteinizing hormon).

Dinamakan fase folikuler karena pada saat ini terjadi pertumbuhan folikel di dalam ovarium. Siklus ovarium terbagi menjadi 3 fase: 1. Pada saat ovulasi ini beberapa wanita merasakan nyeri tumpul pada perut bagian bawahnya. Perdarahan menstruasi berlangsung selama 3 – 7 hari. Jika terjadi pembuahan. nyeri ini dikenal sebagai mittelschmerz. sebagian endometrium dilepaskan sebagai respon terhadap penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron. Sel telur biasanya dilepaskan dalam waktu 16 – 32 jam setelah terjadi peningkatan kadar LH. Fase ovulasi Fase ini dimulai ketika kadar LH meningkat dan pada fase ini dilepaskan sel telur. setelah hari ke-5 dari siklus menstruasi. Folikel yang matang akan menonjol dari permukaan ovarium. sel telur akan masuk kedalam rahim dan mulai tumbuh menjadi janin. Proses pertumbuhan dan penebalan endometrium kemudian dimulai lagi pada siklus berikutnya. korpus luteum mulai menghasilkan .tanda silang. Jika telur dibuahi. Fase Folikuler Dimulai dari hari 1 sampai sesaat sebelum kadar LH meningkat dan terjadi pelepasan sel telur (ovulasi). tetapi hanya 1 folikel yang terus tumbuh. Sekitar hari ke-14. Darah yang hilang sebanyak 28 -283 gram. folikel yang pecah kembali menutup dan membentuk korpus luteum yang menghasilkan sebagian besar progesteron. akhirnya pecah dan melepaskan sel telur. Setelah 14 hari. kecuali jika terjadi pembuahan. Pada suatu siklus. Pada sekitar hari ke-28. Setiap bulan. Peningkatan suhu ini bisa digunakan untuk memperkirakan terjadinya ovulasi. endometrium mulai tumbuh dan menebal sebagai persiapan terhadap kemungkinan terjadinya kehamilan. sedangkan lapisan dasarnya tetap dipertahankan dan menghasilkan sel-sel baru untuk kembali membentuk kedua lapisan yang telah dilepaskan. yang lainnya hancur. Sel telur ini masuk ke dalam salah satu tuba falopii dan di dalam tuba bisa terjadi pembuahan oleh sperma. Endometrium terdiri dari 3 lapisan. Pada pertengahan fase folikuler. yang berlangsung selama beberapa menit sampai beberapa jam. Fase Luteal Fase ini terjadi setelah ovulasi dan berlangsung selama sekitar 14 hari. korpus luteum akan hancur dan siklus yang baru akan dimulai. Progesteron menyebabkan suhu tubuh sedikit meningkat selama fase lutuel dan tetap tinggi sampai siklus yang baru dimulai. kadar FSH sedikit meningkat sehingga merangsang pertumbuhan sekitar 3 – 30 folikel yang masing-masing mengandung 1 sel telur. lalu hitung sampai tanda silang berikutnya dengan demikian anda dapat mengetahui siklus anda. 3. Siklus ini berlangsung selama 3 – 5 hari kadang sampai 7 hari. Darah menstruasi biasanya tidak membeku kecuali jika perdarahannya sangat hebat. terjadi pelepasan telur dari ovarium (ovulasi). 2. a. rata-rata selama 5 hari. jika tidak terjadi pembuahan maka endometrium akan dilepaskan dan terjadi perdarahan (siklus menstruasi). Setelah melepaskan telurnya. Lapisan paling atas dan lapisan tengah dilepaskan.

b. Fase Proliferasi Dalam fase ini endometrium tumbuh menjadi setebal 3. Fase ini berlangsung 3 – 4 hari. dan sekret dari uterus. Fase ini merupakan bentuk transisi dan dapat dikenal dari epitel permukaan yang berbentuk torak dan tinggi. Darah haid mengandung darah vena dan arteri dangan sel-sel darah merah dalam hemolisis atau aglutinasi. Stoma bertumbuh aktif dan padat. Fase Menstruasi atau dekuamasi Dalam fase ini endometrium dilepaskan dari dinding uterus disertai perdarahan hanya stratum basale yang tinggal utuh. b. Fase Proliferasi dapat dibagi atas 3 subfase. Fase ini berlangsung dari hari ke-5 sampai hari ke-14 dari siklus haid. terutama dari mulut kelenjar. Inti epitel kelenjar membentuk pseudostratifikasi. HCG (hormone chorionic gonadotropin). yaitu: a. Fase ini dapat dikenal dari permukaan kelenjar yang tidak rata dan dengan banyak mitosis. Fase proliferasi madya (mid proliferation phase) Berlangsung antara hari ke-8 sampai hari ke-10. Tes kehamilan didasarkan kepada adanya peningkatan kadar HCG. 2. Fase ini telah mulai sejak fase menstruasi dan berlangsung kurang lebih 4 hari. yaitu : 1. . Tampak adanya banyak mitosis dengan inti berbentuk telanjang (nake nukleus). c. Fase pasca haid atau fase regenerasi Luka endometrium yang terjadi akibat pelepasan sebagian besar berangsur-angsur sembuh dan ditutup kembali oleh selaput lendir yang tumbuh dari sel-sel endometrium. sel-sel epitel dan struma yang mengalami disintegrasi dan otolisis. Fase ini dapat dikenal dari epitel permukaan yang tipis dan adanya regenerasi epitel. Fase proliferasi akhir (late proliferation) Fase ini berlangsung pada hari ke-11 sampai hari ke-14. 3. dan kelenjar-kelenjar vulva. Fase proliferasi dini (early proliferation phase) Berlangsung antara hari ke-4 sampai hari ke-7.5 mm. Hormon ini memelihara korpus luteum yang menghasilkan progesterone sampai janin bisa menghasilkan hormonnya sendiri. cervik. Siklus endometrium dapat dibedakan 4 fase dalam siklus haid.

Terjadi karena ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesterom menjelang menstruasi. Di dalam endimetrium tertimbun glikogen dan kapur yang kelak diperlukan sebagai makanan untuk telur yang dibuahi. bentuk kelenjar berubah menjadi panjang.OLIGOMENORRHOE . amenorea c. Kalau haid lebih lama dari 7 hari maka daya regenerasi selaput lendir kurang. Pre menstrual tension terjadi pada umur 30-40 tahun.POLIMENOREA (EPIMENORAGIA) Adalah siklus haid yang lebih memendek dari biasa yaitu kurang 21 hari. berkeluk-keluk. kadang disertai dengan bekuan darah sewaktu menstruasi. Premenstruasi syndrome 1. Lama perdarahan : Secara normal haid sudah terhenti dalam 7 hari. Gangguansiklushaid Polimenorea (<21 hari). 2. HYPERMENOREA (MENORHAGIA) Perdarahan haid lebih banyak dari normal atau lebih lama dari normal (lebih dari 8 hari). dan mengeluarkan getah yang makin lama makin nyata. Gangguan lain yang berhubungandenganhaid Dismenorea. Fase pra haid atau fase sekresi Fase ini dimulai sesudah ovulasi dan berlangsung dari hari ke-14 sampai ke-28. Gangguan lama danjumlahdarahhaid Hipermenorea (menoragia) b. PMS (PRE MENSTRUAL SYNDROM ) Ketegangan sebelum haid terjadi beberapa hari sebelum haid bahkan sampai menstruasi berlangsung. PMS merupakan sejumlah perubahan mental maupun fisik yang terjadi antara hari ke-2 sampai hari ke-4 sebelum menstruasi dan segera mereda setelah menstruasi dimulai. HYPOMENORHOE (KRIPTOMENORRHEA) Suatu keadaan dimana perdarahan haid lebih pendek atau lebih kurang dari biasanya. oligomenorea (>35 hari. Gangguanperdarahan di luarsiklushaid Menometroragia d. 5. mioma. 2. Pada fase ini endometrium tebalnya tetap. 4. 4. sedangkan jumlah perdarahan relatif sama atau lebih banyak dari biasa. 3. Misal pada endometritis.9 Jenis jenis gangguan haid a.

Dismenorrhoe sekunder. Amenorea Primer. 2. Dismenorrhoe primer. Amenorea Sekunder. yaitu sejak menstruasi pertama kali. yaitu nyeri haid yang terjadi kemudian. METRORAGIA Adalah perdarahan yang tidak teratur dan tidak ada hubungannya dengan haid 2. Suatu keadaan dimana haid jarang terjadi dan siklusnya panjang lebih dari 35 hari. Etiologi PMS (Pra Menstruasi Syndrom) . DISMENORE Adalah nyeri sewaktu haid. • Dalam menopause 7. Klasifikasi Disminore: a. 8. Dismenorea terjadi pada 30-75 % wanita dan memerlukan pengobatan. dapat terjadi : • Sebelum pubertas • Dalam kehamilan • Dalam masa menyusui. 6. 3. Klasifikasi Amenore: 1. AMENOREA Amenore adalah keadaan tidak datang haid selama 3 bulan berturut-turut. nyeri dan tidak ada kelainan dari alat kandungan. apabila berhenti haid setelah menarche atau pernah mengalami haid tetapi berhenti berturut-turut selama 3 bulan. apabila belum pernah datang haid sampai umur 18 tahun. b.10 Etiologi a. biasanya terdapat kelainan dari alat kandungan. kalau tidak menyusukan haid datang + 3 bulan setelah melahirkan. Amenorrhoe Fisiologis. kalau menyusui dalam 6 bulan setelah melahirkan. Etiologi dan patogenesis dari dismenore sampai sekarang belum jelas.

Retofleksi uteri. Perpanjangan stadium luteal ( lamanya 15 -18 hari setelah ovulasi ) Kedua stadium diatas panjang yang mengakibatkan perpanjangan siklus haid. masalah dalam keluarga. Hipoplasia uteri. roborantia. Faktor kejiwaan. Perpanjangan stadium folikuler ( lamanya 8 -9 hari dimulai dari hari ke-5 menstruasi ) b. bendungan pembuluh darah balik. Etiologi Oligomenorrhoe a. l. Myoma uteri. h.juga memegang peranan penting. Asthenia. hemofili c. d. penyakit menahun maupun gangguan hormonal. Etiologi Polimenorea (epimenoragia) Polimenorea merupakan gangguan hormonal dengan umur korpus luteum memendek sehingga siklus menstruasi juga lebih pendek atau bisa disebabkan akibat stadium proliferasi pendek atau stadium sekresi pendek atau karena keduanya. pada tegangan prahaid terdapat defisiensi luteal dan pengurangan produksi progesteron. Yang lebih mudah menderita tegangan prahaid adalah wanita yang lebih peka terhadap perubahan hormonal dalam siklus haid dan terhadap faktor-faktor psikologis. tetapi mungkin faktor penting ialah ketidakseimbangan esterogen dan progesteron dengan akibat retensi cairan dan natrium. Terapi : uterotonika f. Penyakit darah. cavum uteri luas. Etiologi hypomenorhoe (kriptomenorrhea) a. k. dan kadang-kadang edema. Terapi : uterotonika. g. e. penambahan berat badan. dll. Dekompensio cordis j. dapat mengakibatkan amenorea. terjadi karena tonus otot kurang. b. disebabkan oleh : kontraksi otot rahim kurang. . Dalam hubungan dengan kelainan hormonal. menoragia. misalnya Werlhoff. misalnya : endometritis.kesuburan endometrium kurang akibat dari kurang gizi. Infeksi. salpingitis. Etiologi ketegangan prahaid tidak jelas. Etiologi hipermenore (menoraghia) e. dikarenakan bendungan pembuluh darah balik. masalah sosial.Setelah dilakukan miomektomi/ gangguan endokrin b. hipomenorea. Hipertensi i.

kelainan pelepasan endometrium. penyakit hati.11 Manifestasi klinis a. disebabkan oleh psikis. Manifestasi klinis PMS (Pra Menstruasi Syndrom) Perasaan malas bergerak. carcinoma corpus uteri. (konstitusionil: anemia. infertilitas. Gangguan di hipotalamus. ovarial (tumor atau ovarium yang polikistik) dan kelainan gizi. Etiologi Disminore psikis. carcinoma cervicitis. Perdarahan fungsional : a) Perdarahan Anovulatoar. h. sensitif. kadar vasopresin tinggi). Emosi menjadi labil. badan terasa lemas • Kenaikan berat badan • Sukar berkonsentrasi • Kelelahan • Perubahan suasana hati b. akibat korpus luteum persisten. endokrin (peningkatan kadar prostaglandin. kelainan kongenital e. hipofisis. Adanya tanda-tanda maskulinisasi. ketidastabilan emosi dan kurang zat makanan yang mempunyai nilai gizi lebih. stress berat. serta mudah merasa lelah. dan vagina b. 2. Manifestasi Klinis hipermenore (menoraghia) . TBC). retroflexio).f. g. penyakit TB. hyperanteflexio. hipertensi. c. hypofiser. cacat bawaan. adanya galaktore. hormonal. Etiologi Amenorea a. kelelahan. uji estrogen dan progesteron negatif. (obstetric : cervic sempit. endometritis haemorrhagia). dan perasaan negatif lainnya. • Perasaan malas bergerak. kanker. Nafsu makan meningkat dan suka makan makanan yang rasanya asam. peradangan dari haemorrhagis (seperti kolpitis haemorrhagia. neurogen. Etiologi Metroragia Metroragia diluar kehamilan dapat disebabkan oleh luka yang tidak sembuh. hormon steroid seks. kelainan darah dan penyakit akut ataupun kronis. penyakit akut maupun kronis. metabolik. b) Perdarahan Ovulatoar. badan menjadi lemas. ovarium (folikel). uterus (endometrium). diabetes melitus. Biasanya perempuan mudah uring-uringan. d.

badan lemas. d. 2. e. mudah capek. Manifestasi Polimenorea (epimenoragia) Gejala berupa siklus kurang dari 21 hari (lebihpendekdari 25 hari). ingin makan terus. Manifestasi klinisOligomenorrhoe  Haid jarang. pusing. sensitif. Kram selama haid yang tidak bisa dihilangkan dengan obat-obatan. Bukan itu saja. jumlah darah haid sangat sedikit (<30cc). • Siklus haid teratur c. Manifestasi Klinis Disminore Beberapa gejala yang kerap menyertai saat menstruasi antara lain : perasaan malas bergerak. pengaruh pelepasan dinding rahim selama menstruasi juga kerap memunculkan rasa pegal dan sakit pada pinggang serta membuat kepala terasa nyeri. • Waktu haid panjang 7 – 8 hari • Perdarahan haid terlalu banyak disertai bekuan darah. Penderita juga sering merasakan kelemahan. kram perut bagian bawah yang menjalar ke punggung atau kaki dan biasanya disertai gejala gastrointestinal dan gejala neurologis seperti kelemahan umum.12 Pathway kelainan haid . Manifestasi Klinis hypomenorhoe (kriptomenorrhea) Waktu haid singkat. kadang-kadang hanya berupa spotting. yaitu setiap 35 hari sekali  Perdarahan haid biasanya berkurang f. muntah dan mual berulang selama haid. mudah marah. emosi jadi lebih labil.

2. dan keparahan penyakit. Penanganan hipermenore .13 Penatalaksanaan Pengobatannya bergantung pada gejala-gejala pasien. Penanganan PMS  Terapi hormon bermanfaat mengurangi keluhan  Progestin (Didrogesterondan MPA) dimulaihari ke-16 sampai 25 siklushaid.111  Pil kombinasi progestin drospirenonefekantimineral okortikoid mencegah retensi cairan. Terapi lainnya untuk beragam tingkatan gejala mencakup tindakan paliatif. b. a.  Dianjurkan diet rendahgaram  Retensi berlebih menggunakan diuretikaspironolakton. terapi hormone. atau pembedahan.

Pada palpasi per rektal akan teraba dinding rahim agak kaku dan di dalam rahim ada cairan tetapi tidak dirasakan sebagai fluktuasi (tergantung derajat infeksi). Hysteroscopy: pemeriksaan ini mungkin dilakukan untuk mencari pembengkakan di dalam rahim. septic pelvic thrombophlebitis. (Pilkontrasepsikombinasi). b. CT scanning pada abdomen dan pelvis: untuk membantu untuk mengeklusi broad ligament masses. Ultrasonografi panggul: ovarium dapat dilihat dan ketebalan endometrium diperkirakan. . Laparoskopi : laaparoskopi untuk memungkinkan inspeksi organ panggul. e. Pemeriksaan vaginal: dilakukan dengan menggunakan vaginoskop untuk melihat adanya lendir. untuk infeksi berikan antibiotik yang sesuai.  MPA 5 mg ataudidrogesteron 2 x 10 mg mulai haid hari ke-5 sampai 25 Pada disminore sekunder bergantung pada penyebabnya yaitu:  Disebabkan endometriosis dan infeksi. Medroksi progesteron asetat. darah. Penatalaksanaan Disminore Singkirkan terlebih dahulu kelainan organik. f. perdarahan. asammefenamat. infeksi dan masalah penyembuhan luka c. 2. Fibroid dan tumor lain dapat di ketahui dan di ukur. c. biopsi endometrium: pemeriksaan ini dapat dilakukan sebagai prosedur rawat jalan dengan menggunakan pipelle atau aspirator vobra. X-ray khusus: menggunakan komputer untuk mengambil gambar dari abdomen dan digunakan untuk melihat organ tubuh lain seperti rahim dan ovarium. Pada disminore primer pengobatanya  Anti prostlagandin (Menghambat prostaglandin yaitusalisilat (aspirin). ibuprofen)  Pil KB atau pemberian progesteron saja ( nortestosteron. Bila ada. didrogesteron) dari hari 5-25 siklus haid 5-10mg/hari. Pemeriksaan DL: untuk mengetahui komposisi darah klien secara menyeluruh. Pengobatan berlangsung berbulan-bulan. i. dengan menggunakan hysteroscop (tabung panjang yang masuk melalui vagina dan ke dalam rahim). j.14 Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan Laboratorium dan Radiologi: a. dan cairan vagina dan dikirim ke laboratorium untuk diperiksa untuk mengetahui jenis bakteri penyebab infeksi. Kultur: diambil sample dari urin. obati sesuai kelainan yang ada. h. Penanganan terapi bedah  Histerektomi  Angka keberhasilan terhadap perdarahan 100%  Angka kepuasan cukup tinggi 95% setelah 3 tahun pasca operasi  Komplikasi. ovarian vein thrombosis. g. Contoh jaringan dari rahim juga dapat diambil selama tes ini. pada usia muda di coba dahulu dengan spasmolitik atau analgesik. lubang leher rahim (serviks) dan vagina yang agak terbuka dan kemerahan di daerah vagina dan leher rahim. d. USG pada abdomen dan pelvis: dapat memberikan gambaran pada bagian uterus pada pasien endometritis. dan phlegmon.

. 2. suhu. sehingga mempengaruhi wanita secara umum. Penderita harus tidur terlentang. tidak boleh diabaikan. sudah menikah atau belum. Keadaan umum: untuk mengetahui keadaan umum wanita. BAB III KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN 3. dan harus lengkap apapun keluhan penderita. Pada penderita kelainan haid biasanya terdapat nyeri tekan.  Keluhan utama/keluhan sekarang  Riwayat Penyakit Sekarang  Riwayat penyakit yang pernah diderita  Riwayat Obstetrik  Riwayat Seksual 2. respirasi sehubugan dengan keluhan yang dirasakan wanita tersebut. nadi. 4.Pemeriksaan fisik 1. sejauh mana keluhan yang dirasakan wanita. Anamnesis  Identitas : Umur.1 Pengkajian 1. Pemeriksaan abdomen sangat penting pada penderita gynekologi. Abdomen: mengetahui apakah ada massa dan pembesaran perut abnormal yang dapat menunjang diagnosa ke diagnosa penyakit organ reproduksi lainnya. TTV: mengetahui keadaan tekanan darah.

Nutrisi kurang dari kebutuhan 4.2 Diagnosa Keperawatan 1. Nyeri 2.3. Intoleransi aktivitas 3.Ansietas .

dan dapat melakukan aktivitas spiritual.Mampu mengontrol nyeri ( tahu frekuensi. mampu aktivitas ringan atau total termasuk lokasi. Menyatakan rasa nyaman setelah. Activity tolerance pasien Setelah dilakukan tindakan 2. Observasi reaksi menggunakan tehnik berkurang dengan nonverbal dari nonfarmakologi untuk menggunakan ketidaknyamanan mengurangi nyeri. penyebab nyeri. Berikan analgesik berkurang dengan berkurang untuk mengurangi menggunakan menejemen nyeri nyeri. kualitas dan mengurangi nyeri.3 Intervensi keperawatan Dx Tujuan& K-H Keperawatan NOC NIC 1. 5. Intoleransi aktivitas Tujuan: 1. menggunakan teknik karakteristik. Kaji tanda tanda vital 2. Mampu mengenali nyeri ( skala. mencari manajemen nyeri. Menyatakan rasa bantuan) dan distraksi 2. 2. dokter jika ada keluhan intensitas. frekuensi dan tanda dan tindakan nyeri nyeri ) tidak berhasil.Nyeri akut Tujuan : Level nyeri Management nyeri: Setelah dilakukan Konrol nyeri Kh: 1. Ajakan teknik relaksasi c.3. Monitor respon fisik. berpartisipasi dalam aktivitas dilakukan 4. 3. Mampu mengontrol diharapkan nyeri pasien nyeri secara nyeri (tahu pnyebab berkurang dan dapat melakukan kompherensif nyeri. sosial. Bantu untuk memilih . K-H : nonfarmakologi untuk 1. Melaporkan bahwa nyeri faktor presipitasi. Melaporkan bahwa nyeri nyaman setelah nyeri 4. Bantu klien untuk mengidentifikasi KH: aktivitas yang mampu 1. Self Care :ADLs keperawatan diharapkan pasien emosi. mampu b. Lakukan pengkajian tindakankeperawatan 1x24 jam a. Kolaborasikan dengan 3. 3. durasi. 2. Energy Conservation 1. ringan dan total.

Kaji kemampuan nutrisi kurang dari intake pasien untuk Setelah dilakukan tindakan 2.Berikan informasi tujuan tentang kebutuhan 3. Nutrional status: food 1. tidak terjadi penurunan berat ahli gizi untuk badan yang berarti. Nutrional status: kebutuhan tubuh mendapatkan nutrisi keperawatan 1x24 jam nutrient intake yang dibutuhkan diharapkan nutrisi 3.sirkulasi status baik merencanakan progam terapi yang tepat 3.Monitor adanya kebutuhan nutrisi penurunan BB 2. Weight control pasien terpenuhi 2. nadi. Tanda tanda vital normal medik dalam 4. Kolaborasikan dengan tenagarehabilitasi 3. 4. Kolaborasi dengan 4. Ketidakseimbingan Tujuan: 1.Anjurkan pasien untuk meningkatkan KH: protein dan vitamin 1. tidak ada tanda tanda mal nutrisi nutrisi 5. Identifikasi tingkat kecemasan Setelah dilakukan tindakan keperawatan rasa cemas akan 2. instruksikan pasien hilang menggunakan teknik relaksasi KH: . fisik tanpa disertai peningkatan aktivitas konsisten tekanan darah. adanya peningkatan BB sesuai 4. 2. menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan pasien. dan RR yang sesuai dengan kemampuan fisik.Mampu mengidentifikasikan 3. Mampu melakukan aktivitas Psikologi dan sosial sehari hari (ADLs) secara mandiri 5. Ansietas Tujuan: 1.Anxiety self-control 1.

1. Klien mampu mengidentifikasi 3.Gunakan pendekatan
an mengungkapkan gejala yang menenangkan
cemas
4. Dengarkan dengan
2. mengidentifikasi, penuh perhatian
mengungkapkan dan
5. berikan obat untuk
menunjukkan teknik untuk
mengurangikecemasan
mengontrol cemas

3. Vital sign dalam batas normal

4. Postur tubuh, ekspresi wajah,
bahasa tubuh dan aktivitas
menunjukkan berkurangnya
kecemasan

3.4 Evaluasi
1. Menunjukan rasa nyeri yang minimal
2. Tanda-tanda vital dalam batas normal
3. Menunjukan penurunan ansietas

Evaluasiamenorea: 4 kompartemen

1.Kompartemen I: gangguanpada uterus

2.Kompartemen II: padaovarium

3.Kompartemen III: padahipofisis

4.Kompartemen IV: padahipotalamus/susunansyarafpusat

BAB IV

PENUTUP

4.2 Simpulan

Siklus Haid Normal 1x 28 hari, 2- 6 hari.Padasiklus 28 hari, harike 5-14 adalah fase
folikular/proliferasi yg dimulai sesudah perdarahan berakhir & berlangsung sampai saat ovulasi. Fase
ini berguna untuk menumbuhkan endometrium agar siapmenerima ovum ygtelahdibuahi.

Gangguan haid pada masa reproduksi yaitu terdiri dari:

1. Gangguan lama danjumlah darah haid

Hipermenorea (menoragia)

2. Gangguan siklus haid

Polimenorea (<21 hari), oligomenorea (>35 hari, amenorea

3. Gangguan perdarahan di luarsiklushaid

Menometroragia

4. Gangguan lain yang berhubungandenganhaid

Dismenorea, Premenstruasi syndrome

4.2 Saran

Untuk mahasiswa hendaknya selalu berusaha memberikan asuhan keperawatan yang baik
bagi klien dan keluarga dalam upaya meningkatkan SDM menuju perawat profesional.

DAFTAR PUSTAKA

Arif, Mansjoer, Triyanti,Kuspuji, Savitri,Rakhmi, Wardhani,Wahyu Ika, Setiowulan, Wiwiek.
2001. Kapita Selekta Kedokteran edisi 3 jilid I. Jakarta : Media Acculapius.

Heffner, Linda J dan Danny J. Schust. 2006. At a Glance Sistem Reproduksi. Edisi 2. Erlangga.

Nurarif, Amin Huda dan Kusuma Hardi. 2015. Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa
Medis dan NANDA (NIC-NOC) Jilid 2. Jogjakarta: Medi Action.

Bulechek, Gloria M, dkk. Nursing Intervetions Classification (NIC)- 6th ed. :ISBN

Moorhead, Sue, dkk. Nursing Outcomes Classification (NOC)-5th ed : ISBN
https://produkoriflem.blogspot.co.id/

Google Facebook Twitter

Share this with short URL Get Short URL

beranda

Related Posts

KONSEP KEPERAWATAN KESEHATAN KOMUNITAS

PADA KASUS KELAINAN HAID 2016  Cara Merawat Kesehatan Mata Cara Merawat Kesehatan Mata Cara Merawat Kesehatan Mata PENJELASAN SINGKAT KESEHATAN MASYARAKAT 2016 Emoticon Sosial Media Join Our Site N Light Berbagi Informasi Menarik  Like  Follow  Circle .

Definisi Kesehatan Masyarakat Sudah banyak ahli kesehatan membuat batasan kesehatan masayarakat.  Cara Merawat Kesehatan Mata Cara Merawat Kesehatan Mata Wortel Memang sudah rahasia umum. kesehatan dan komu.  PADA KASUS KELAINAN HAID 2016 MAKALAH ASUHAN KEPERAWATAN SISTEM REPRODUKSI PADA KASUS ”KELAINAN HAID” DISUSUN SEBAGAI PEMENUHAN TUGAS SISTEM REPRODU. wortel mampu menjaga kesehatan mata .Paling Dibaca  PENJELASAN SINGKAT KESEHATAN MASYARAKAT 2016 Kesehatan Masyarakat Sekitar A.......  ....  Pengertian Keperawatan Kesehatan Komunitas Pengertian Keperawatan Kesehatan Komunitas Keperawatan kesehatan komunitas terdiri dari tiga kata yaitu keperawatan. Wortel terkandung betakaroten.

Setting Color Page  beranda About Me Online Service Footer Text Menu Atas  Beranda Menu Atas  Beranda About | Contact | Disclaimer | Privacy Policy | Sitemap Copyright © 2017 Shobihat Abd Rosyid Unipdu | Blogger Seputar Kesehatan . Kategori  beranda Diberdayakan oleh Blogger. kesehatan dan k.  KONSEP KEPERAWATAN KESEHATAN KOMUNITAS KONSEP KEPERAWATAN KESEHATAN KOMUNITAS Pengertian Keperawatan kesehatan komunitas terdiri dari tiga kata yaitu keperawatan. Begitu pentingnya bagian tubuh yang satu ini membu. Merawat dan Menjaga Kesehatan Kulit Kulit merupakan bagian tubuh yang paling penting untuk menunjang penampilan seseorang.....

Minggu. enzim hidrolitik dilepaskan dan merusakkan bagian dari sel.rata pada gadis usia 12 tahun ialah 25.1 hari.5 hari dengan jumlah darah 33. saat ovulasi dan fase luteal.sel granulosa membesar. GANGGUAN HAID Gangguan haid dan siklusnya khususnya dalam masa reproduksi dapat digolongkan : . Panjang siklus dipengaruhi usia.faktor vaskular Dengan regresi endometrium timbul statis dalam vena dan sambungannya dengan arteri. setelah 8 hari korpos luteum berdegenerasi dan setelah 14 hari mengalami atrofi menjadi korpus albikan. Setelah ovulasi terjadi fase luteal dimana sel. Siklus haid dapat dipahami dengan membaginya menjadi fase folikuler. folikel menjadi korpus luteum. yang bila terjadi disintegrasi endometrium ini akan terlepas dan menyebabkan kontraksi miometrium Kompartimen – kompartimen yang berperan dalam haid B.sel yang berperan dalam sintesa protein yang mengakibatkan regresi endometrium dan perdarahan. Pada korpus luteum diproduksi estrogen dan progesteron. wanita 43 tahun 27. Jika kehamilan tidak terjadi. Panjang siklus haid normal atau yang dianggap klasik adalah 28 hari. FISIOLOGI HAID Haid ialah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus. Pada fase luteal sintesis mukopolisakarida terhenti dengan akibat mempertinggi permiabilitas pembuluh darah yang mana ini akan meningkatkan aliran zat makanan ke stroma endometrium sebagai persiapan implantasi ovum. disertai pelepasan (deskuamasi) endometrium.1 dan wanita 55 tahun 51.faktor enzim Pada fase proliferasi estrogen mempengaruhi tersimpannya enzim hidrolitik dalam endometrium serta merangsang pembentukan glikogen dan asam mukopolisakarida.2 + 16 cc. Perubahan. Mekanisme haid belum sepenuhnya diketahui. Lama haid biasanya 3. • Faktor.9 hari. rata. Dengan berkembangnya folikel. Tempat utama umpan balik ini mungkin pada hipotalamus. Jika tidak terjadi pembuahan. estrogen meningkat dan LH juga meningkat yang pada pertengahan siklus mengakibatkan terjadinya ovulasi. membentuk vakuola dan bertumpuk pigmen kuning. nekrotis dan perdarahan • Faktor prostaglandin Endometrium banyak mengandung prostaglandin E2 dan F2. Zat ini berperan dalam pembangunan endometrium khususnya pembentukan stroma. 06 Juni 2010 ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN GANGGUAN HAID Asuhan Keperawatan Pada Gangguan Haid A. selain faktor hormonal ada beberapa faktor yang memegang peranan yaitu : • Faktor. Pada fase folikuler beberapa folikel berkembang karena pengaruh FSH yang meningkat.perubahan kadar hormon sepanjang siklus haid disebabkan oleh mekanisme umpan balik antara estrogen dan gonadotropin. Meningkatnya FSH karena regresi korpus luteum sehingga estrogen berkurang.

Gangguan lain yang ada hubungan dengan haid a. sebab lain ialah kongesti ovarium. Kelainan siklus a. lebih dari 35 hari. a.sebab yang sulit diketahui seperti kelainan kongenital dan genetik. Penyebab amenorea dapat di klasifikasikan mencakup : 1. Dapat disebabkan oleh gangguan hormonal yang menyebabkan gangguan ovulasi atau menjadi pendeknya masa luteal. Premenstrual tension b. gangguan pelepasan endometrium. Amenorea primer adalah apabila seorang wanita berumur 18 tahun keatas tidak pernah dapat haid. Oligomenorea c. Gangguan organik pusat • Tumor • Radang • Destruksi 2. Kelainan dalam banyaknya darah dan lamanya perdarahan a. Dismenorea Hipermenorea Hipermenorea adalah perdarahan haid yang lebih banyak dari normal atau lebih lama dari normal (> 8 hari). penderita pernah mendapat haid tapi kemudian tidak lagi. Oligomenorea Siklus haid lebih panjang. Gangguan kejiwaan • Syok emosional • Psikosis . Hipomenorea Hipomenorea adalah perdarahan haid yang lebih pendek dan atau lebih kurang dari biasa. Perdarahan di luar haid a.turut. Hipomenorea 2. siklus haid lebih pendek dari biasa (kurang dari 21 hari). Mastodinia c. gangguan endokrin. Umumnya mempunyai sebab. Hipermenorea atau menoragia b. Oligo dan amenorea sering kali mempunyai dasar yang sama. Penyebabnya pada konstitusi penderita. Pada amenorea sekunder. Mittelschmerz (rasa nyeri pada ovulasi) d. Polimenorea Pada polimenorea. Metroragia 4. gangguan metabolisme. Amenorea Adalah keadaan tidak adanya haid untuk sedikitnya 3 bulan berturut. Amenorea 3.1. dll. penyakit infeksi. tumor. polip endometrium. Penyebabnya adalah kelainan dalam uterus seperti mioma uteri. Pada kebanyakan kasus oligomenorea kesehatan wanita tidak terganggu dan fertilitas cukup baik. Sebabnya seperti gangguan gizi. Polimenorea b. pada uterus (miomektomi).

1. asidofil. Gangguan glandula suprarenalis • Sindrom adrenogenital 7.• Anoreksia nervosa 3. Gangguan Gonad • Kongenital (sindrom Turner) • Menopause prematur • The insensitive ovary • Penghentian fungsi ovarium karena operasi. selanjutnya apakah ada hubungannya dengan faktor emosional. apakah ada gejala penyakit metabolik. Gangguan uterus. tumor ovarium dll. 3. kemungkinan kehamilan. Penyakit – penyakit umum • Penyakit umum • Gangguan gizi • Obesitas b. Gangguan pankreas • DM 8. radiasi. keadaan klitoris. Pemeriksaan ginekologik Biasanya didapatkan adanya aplasia vagina. Pemeriksaan umum Keadaan tubuh penderita tidak jarang memberi petunjuk. Gangguan poros hipotalamus – hipofisis • Sindrom amenorea galaktorea • Amenorea hipotalamik 4. Anamnesis Harus diketahui apakah amenore primer atau sekunder. Pemeriksaan Penunjang Apabila pemeriksaan klinis tidak memberikan gambaran yang jelas dapat dilakukan pemeriksaan : • Rontgen : thorax terhadap tuberkulosis serta sella tursika • Sitologi vagina • Tes toleransi glukosa . Diagnosis Ada jenis amenore yang memerlukan pemeriksaan lengkap. kromofob) 5. penderita menderita penyakit akut atau menahun. ciri kelamin sekunder. hirsutisme. 2. vagina • Aplasia dan hipoplasia uteri • Sindrom Asherman • Endometritis tuberkulosa • Histerektomi • Aplasia vaginae 9. radang 6. Gangguan hipofisis • Tumor (adenoma basofil. aplasia uteri. akan tetapi ada juga yang dapat ditegakkan diagnosisnya dengan pemeriksaan sederhana. 4. penderita pendek atau tinggi.

jika prostaglandin ini dilepaskan ke darah dapat terjadi juga diare. Faktor endokrin 5. Pengertian Hampir semua wanita mengalami rasa tidak enak di perut bawah sebelum dan selama haid dan seringkali disertai mual. flushing. Terapi yang penting bila pada pemeriksaan ginekologi tidak ada kelainan mencolok adalah dengan pemberian hormon gonadotropin yang berasal dari hipofise dan pemberian klomifen Perdarahan Bukan Haid Adalah perdarahan yang terjadi dalam masa antara 2 haid. Penyebabnya dapat karena kelainan organik alat genital atau oleh kelainan fungsional. Sedangkan dismenore primer adalah nyeri haid yang dijumpai tanpa kelainan alat genital yang nyata. Sebab organik seperti kelainan pada serviks. pekerjaan. Kejiwaan 2. kehidupan dalam lingkungan sehat dan tenang. Dismenorea dibagi atas primer dan sekunder. penyakit menahun 3. istirahat yang cukup serta olah raga mungkin berguna. tetapi dapat menyebar ke pinggang dan paha. muntah. .• Pemeriksaan mata untuk mengetahui tanda tumor hipofise • Kerokan uterus • Pemeriksaan metabolisme basal atau T3 dan T4 tiroid • Laparoskopi • Pemeriksaan kromatin seks • Pemeriksaan kadar hormon c. KET. muntah. Penerangan dan nasehat Dijelaskan bahwa dismenorea adalah gangguan yang tidak berbahaya untuk kesehatan. kegiatan dan lingkungan penderita.hari untuk beberapa jam atau beberapa hari. dapat disertai mual.bulan pertama bersifat anovolatoar. kadang. endometritis dll. Pengurangan BB pada obesitas. sakit kepala. Sifat rasa nyeri adalah kejang berjangkit. Terapi umum dilakukan dengan memperbaiki keadaan kesehatan. meninggalkan pekerjaannya atau cara hidupnya sehari. 6. termasuk gizi.kadang diperlukan psikoterapi. radang tuba. Faktor konstitusi seperti anemia. b. Faktor alergi c. Etiologi Belum jelas. beberapa faktor yang berperan adalah : 1. Penanganan 1. Dismenorea a. abortus. Dismenore sekunder disebabkan oleh kelainan ginekologi seperti salpingitis. dll. Makanan sehat. Diberikan penjelasan dan diskusi tentang cara hidup. maka istilah dismenorea dipakai jika nyeri haid demikian hebatnya sehingga memaksa wanita untuk istirahat. Dismenore ini terjadi beberapa waktu setelah menarce oleh karena siklus haid pada bulan. Prostaglandin F2 Penjelasan ini diberikan oleh Clitheroe dan Pickles dimana pada endometrium fase sekresi memproduksi prostaglandin F2 yang menyebabkan kontraksi otot polos. terbatas pada perut bawah. Obstruksi kanalis servikalis 4. Penanganan Amenorea sendiri tidak memerlukan terapi tapi bagi penderita wanita muda yang mengeluh tentang infertilitas atau sangat terganggu oleh tidak datangnya haid akan memerlukan penanganan. radang atau tumor ovarium. iritabilitas.

tidak menggunakan tehnik mengurangi nyeri. Riwayat Penyakit seperti DM. e. b. Riwayat menstruasi: menarche umur berapa tahun. pola. Status emosi: malu dengan keadaan. tidak berguna. DS : klien dan keluarga mengatakan belum pernah mendengar tentang gangguan menstruasi. abdomen. tumor f. Gaya hidup: aktivitas yang berlebihan menyebabkan amenorea hipoganadotropi h. penampilan tidak diperhatikan. paha. Persepsi wanita tentang budaya dan etnik g. bersifat sementara dengan maksud membuktikan bahwa gangguan ini bersifat primer. DO: klien dan keluarga sering bertanya. tampak putus asa. c. putus asa. kualitas. Nyeri : lokasi( di punggung. Riwayat seksual: tanda pubertas sekunder. Pemberian analgetik Sebagai terapi simptomatik. gejala penyerta. klien memegang daerah yang sakit. banyak atau sedikit. serta koping terhadap nyeri j. DO: klien tidak mengurus diri. PENGKAJIAN a. Kurang pengetahuan tentang gangguan menstruasi dan terapinya berhubungan dengan kurang informasi. . Riwayat penggunaan kontrasepsi: kontrasepsi dapat menganggu siklis menstruasi b. tiroid. 3. paha. dareah simpisis. ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN GANGGUAN MENSTRUASI 1. 2. pusing. merasa bersalah. Terapi hormonal Tujuannya adalah menekan ovulasi. WOC GANGGUAN MENSTRUASI (AMENOREA SEKUNDER) 3. Resiko/actual gangguan citra tubuh berhubungan dengan adanya gangguan menstruasi. silklusnya teratur atau tidak. Dilatasi kanalis servikalis C. PERENCANAAN a. kepala. jika nyeri berat diperlukan istirahat di tempat tidur dan kompres panas pada perut bawah.dll). 4. Koping : apa yang dilakukan bila setiap kali ada masalah waktu menstruasi i. 4. Nyeri akut berhubungan dengan peningkatan kontraksi uterus selama fase menstruasi. Riwayat obstetric: pernah hamil.2. menangis. menyalahkan diri.nyeri tekan pada payudara. merasa tidak berguna. simpisis. melahirkan d. DO : keringat banyak. sering membicarakan penyakitnya. intensitas. DS : klien mengeluh nyeri di daerah punggung. DIAGNOSA KEPERAWATAN a. tidak bisa menjelaskan tentang gangguan yang dialaminya. Terapi dengan nonsteroid antiprostaglandin 5. DS: klien mengatakan malu. Nyeri akut berhubungan dengan peningkatan kontraksi uterus selama fase menstruasi. pola dan aktivitas seksual c. merasa tidak ada kekuatan. merasa tidak ada kekuatan.

c. d. c. . Berikan pujian untuk kesabaran klien. klien tidak memegang punggung. kepala atau daerah lainnya yang sakit. penyebab. R/ nyeri merupakan pengalaman subyektif klien dan metode skala merupakan metodeh yang mudah serta terpercaya untuk menentukan intensitas nyeri. g. b. R/dengan memiliki pengetahuan tentang menstruasi klien dapat meningkatkan toleransi terhadap nyeri dan dapat mencari jalan keluar untuk masalah gangguan menstruasinya. Tujuan: setelah diberikan penyuluhan klien akan mengetahui tentang gangguan menstruasi Kriteria evaluasi: klien menyebutkan jenis gangguan menstruasi. non verbal. Intervensi. Kriteria evaluasi: klien mengatakan nyeri berkurang. R/meningkatkan motivasi klien dalam mengatasi nyeri. d. R/ analgetik tersebut bekerja menghambat sintesa prostaglandin dan midol sebagai relaksan uterus. naproksen. Kaji tingkat pengetahuan klien mengenai menstruasi yang normal. menjelaskan menstruasi yang normal. R/ meningkatkan sirkulasi dan menurunkan kontraksi uterus sehingga iskemia tidak terjadi. jenis gangguan menstruasi. i. f. Bantu untuk melakukan tindakan relaksasi. massage. Kaji lokasi nyeri dengan memantau lokasi yang ditunjuk oleh klien. ponstan) dan Midol. Resiko/actual gangguan citra tubuh berhubungan dengan adanya gangguan menstruasi. Lakukan kompres/mandi air panas. jenis gangguan menstruasi. gejala dan penanganannya. dan penanganannya. Jelaskan mengenai siklus menstruasi yang normal. R/dengan mengetahui penyebab nyeri klien dapat bertoleransi terhadap nyeri. Jelaskan penyebab nyeri klien. R/ memodifikasi reaksi fisik dan psikis terhadap nyeri.x 24 jam nyeri klien akan berkurang. Intervensi: a. Kurang pengetahuan tentang gangguan menstruasi dan penanganannya berhubungan dengan kurang informasi. R/ ketidakpercayaan orang lain membuat klien tidak toleransi terhadap nyeri sehingga klien merasakan nyeri semakin meningkat. dan respon hemodinamik) klien.. gejalanya . Beri kesempatan klien untuk bertanya. penyebab. Kolaborasi pemberian analgetik ( ibuprofen. keringat berkurang. a.penyebab. b. Jelaskan metode-metode untuk mengurangi nyeri R/ meningkatkan pengetahuan klien tentang penanganan nyeri secara non farmakologis. Tunjukan sikap penerimaan respon nyeri klien dan akui nyeri yang klien rasakan. b. c.Tujuan: setelah diberikan asuhan keperawatan selama …. h. e. Kaji intensitas nyeri dengan menggunakan skala 0-10. distraksi. gejala. R/mengidentifikasi luasnya masalah klien dan perlunya intervensi.serta penanganannya. R/ untuk mendapatkan indicator nyeri. R/meningkatkan pemahaman yang lebih dalam tentang menstruasi. R/untuk mendapatkan sumber nyeri. Pantau/ catat karakteristik nyeri ( respon verbal.

pikiran. e. f. R/ Jujur dan terbuka dapat mengontrol perasaan klien dan informasi yang diberikan dapat membuat klien mencari penanganan terhadap masalah yang dihadapinya. leflet.x 24 citra diri klien akan meningkat. R/meningkatkan kewaspadaan diri klien dan membantu perawat dalam membuat penyelesaian. alat peraga atau media yang memadai seperti demonstrasi. penampilan klien rapi. Diskusikan dengan system pendukung klien tentang perlunya menyampaikan nilai dan arti klien bagi mereka. dokter ahli kebidanan. R/ mengidentifikasi kekuatan klien dapat membantu klien berfokus pada karakteristik positif yang mendukung keseluruhan konsep diri. 6. Intervensi: a. merasa berguna.Tujuan: setelah diberikan asuhan keperawatan ….38 Reaksi: Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest Tidak ada komentar: Poskan Komentar Link ke posting ini Buat sebuah Link . b. menerima apa yang sedang terjadi. Dorong klien untuk mengekspresikan perasaan. dan pandangan tentang dirinya. EVALUASI Evaluasi berdasarkan criteria yang sudah disebutkan pada masing-masing diagnosa keperawatan. d. Kriteria evaluasi: klien mengatakan tidak malu. Gali kekuatan dan sumber-sumber yang ada pada klien dan dukung kekuatan tersebut sebagai aspek positif. IMPLEMENTASI Implementasi diberikan sesuai rencana intervensi. Penyuluhan dibuatkan SAP dengan metode. Bina hubungan saling percaya dengan klien R/klien dengan mudah mengungkapkan masalahnya hanya kepada orang yang dipercayainya. 5. Informasikan dan diskusikan dengan jujur dan terbuka tentang pilihan penanganan gangguan menstruasi seperti ke klinik kewanitaan.. Libatkan klien pada setiap kegiatan di kelompok R/ Memungkinkan menerima stimulus social dan intelektual yang dapat meningkatkan konsep diri klien. c. LCD. R/ penyampaian arti dan nilai klien dari system pendukung membuat klien merasa diterima. Diposkan oleh reZa_together di 08.

..Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) Mengenai Saya Arsip Blog  ▼ 2010 (12) o ▼ Juni (11) reZa_together  Seputar kesehatsn Blitar. Jawa Timur.  RELAKSASI DENGAN IKAN GARRA RUFA Indonesia  Seputar Kesehatan Hanya orang lain yang dapat menilai  kesehatan tentang saya  DISMENOREA Lihat profil lengkapku  ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN FRAKTUR  ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN DHF  asuhan abortus iminens  ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN GANGGUAN HAI.  ASKEP cidera kepala  ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN DHF o ► November (1)  ► 2011 (10) .

Pengikut . Diberdayakan oleh Blogger.  ► 2012 (2) Tema Jendela Gambar.