ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny.

Y
DENGAN MASALAH CKD DI RUANG AYYUB 2 RS
ROEMANI MUHAMMADIYAH SEMARANG

I. PROSES KEPERAWATAN

A. PENGKAJIAN
Tanggal masuk RS : 1 September 2014
Jam masuk : 20.40 WIB
No. Registrasi : 267334
Ruang / Kamar : Ayyub 2 / 341
Tanggal pengkajian : 8 September 2014
Jam pengkajian : 09.00 WIB
Diagnosa Medis :CKD

1. BIODATA :
a. Biodata Klien
Nama : Ny . Y
Umur : 55 th
Jenis kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Status : menikah
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Komunikasi yang di pakai : Bahasa Jawa
Alamat : Singosari
b. Identitas penanggung jawab
Nama : Tn . A
Usia : 32 tahun
Jenis kelamin : Laki - laki
Agama : Islam
Pekerjaan : Wirausaha
Komunikasi yang di pakai : Bahasa Indonesia
Alamat : Singosari
Hubungan dengan klien : Anak pasien
c. Faktor Sosial Ekonomi dan Budaya
Pasien mengatakan sebagai ibu rumah tangga dan tidak bekerja sehingga dia tidak
mempunyai penghasilan sendiri.
Ny Y memiliki anggapan tidak boleh pulang dari rumah sakit dipagi atau siang hari
Pasien mengatakan sering meminum jamu jika kesehatannya kurang baik karena
anggapan ny. Y tentang jamu adalah minuman tradisional yang baik karena tanpa
bahan pengawet .
d. Faktor Lingkungan
Ny . Y bertempat tinggal di dekat jalan yang kecil , memiliki fasilitas WC sendiri di
rumahnya dan rumahnya memiliki ventilasi yang baik untuk pertukaran udara . dan
setiap pagi Ny . Y mengatakan selalu membuka ventilasinya agar terkena sinar
matahari .

2. Riwayat kesehatan
a. Riwayat Penyakit Sekarang
Sebelum masuk RS kira – kira 5 hari sebelumnya pasien mengatakan BAK sedikit
dan sakit untuk BAK , dan 2 hari kemudian pasien mengatakan demam dan pusing
serta mual muntah dan pada malam hari sampai menggigil pada saat masuk RS pada
tanggal 1 – 9 – 2014 di RSI Roemani saat pengkajian tanggal 8 – 9 – 2014 pasien
mengalami mual muntah saat makan , pasien mengatakan nafsu makan berkurang ,
makan sedikit terasa penuh . pasien mengatakan selama sakit BAK berkurang hanya
sedikit – sedikit volume BAK sehari mencapai 200 ml. pasien mengatakan tidak bisa
melakukan aktivitas, perawatan personal hygine selama sakit dibantu oleh
keluarganya, 2x sehari dan dibantu perawat. Pasien mengatakan lemas. Pasien
mengatakan gatal – gatal pada tubuh apalagi bila berkeringat
Saat pengkajian ditemukan :
Pasien terlihat ada pruritus di tubuhnya, pasien terlihat lemas, asites dibagian perut
dengan lingkar perut 88 cm.
TD : 130 / 90 mmHg Suhu : 36,6 C
RR : 22 x / mnt Nadi : 84x/mnt
b. Keluhan Utama
Pasien mengatakan susah kencing.
c. Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien memiliki riwayat penyakit dahulu adalah amandel dan pasien sudah terkena
penyakit thypoid 2x
d. Riwayat Penyakit Keluarga
Pasien mengatakan tidak ada riwayat penyakit keturunan dan keluarganya tidak ada
yang memiliki penyakit sama dengan pasien .

GENOGRAM

``

Ny. Y
Keterangan :
: Laki-laki : Meninggal

: Klien : Garis pernikahan

: Perempuan : garis keturunan

: tinggal satu rumah

3. POLA KESEHATAN FUNGSIONAL GORDON
a. Pola penatalaksanaan kesehatan / persepsi sehat
Pasien mengatakan bahwa ketika sehat pasien mampu melakukan aktivitas seperti
biasanya, seperti mangurusi suami dan cucu-cucunya. Ketika pasien sakit, dia
memeriksakannya ke pukesmas.
b. Pola nutrisi dan metabolik
Pola makan
Sebelum sakit Selama Sakit
Frekuensi : 3x sehari Frekuensi : 3x sehari
Jenis : nasi, sayur, lauk Jenis : nasi, sayur, lauk
Porsi : 1 porsi habis Porsi : ¼ porsi habis
Pantangan : tidak ada Pantangan : tidak ada
Makanan yang disukai : tahu , Diit khusus : rendah garam
tempe rendah protein
Nafsu makan di RS : Klien mengatakan jika makan mengalami mual dan kadang
muntah
Kesulitan menelan : tidak ada
Gigi palsu : tidak ada
NG tube : tidak ada
Penggunaan obat – obatan sebelum makan : tidak ada
A : lingkar perut : 88 cm
Lingkar kepala : 57 cm
Lingkar lengan : 25 cm
Tinggibadan : 160 kg

7 (berat badan normal) B : ureum : 243 mg/dl Kreatinin : 12. pusing serta mual muntah D : diit rendah garam rendah protein Pola minum Sebelum sakit Selama sakit Frekuensi : 6– 8 gelas/ hari Frekuensi : ± 2 gelas/ hari Jenis : air putih Jenis : air putih Jumlah : ± 1600 cc Jumlah : ± 300 Pantangan : tidak ada Minuman yang disukai : c.2 mg/dl Clearen creatinin : 4. IMT : 20. Keluhan : Sebelum terpasang DC BAK susah keluar Penggunaan kateter : tidak ada Penggunaan kateter : iya Balance cairan : Hari / sift Pagi Siang Senin +366 +291 Selasa +239 +266 Rabu +314 +296 d.2 mg/dl C : demam.35% Hemoglobin : 10. Pola aktivitas dan latihan AKTIVITAS Sebelum Sakit Selama Sakit . Pola eliminasi Buang air besar Sebelum Sakit Selama Sakit Frekuensi : sehari sekali Frekuensi : 2 hari sekali Konsistensi : lunak berbentuk Konsistensi : lembek Warna : kuning kecoklatan Warna : coklat Waktu : pagi hari Waktu : pagi hari Keluhan : tidak ada Keluhan : sulit BAB Buang air kecil DI RUMAH DI RUMAH SAKIT Frekuensi : 3x/hari Frekuensi : - Warna : kuning Warna : kuning pekat Produksi : ± segelas /hari Produksi : 200 cc/hari Pancaran : lemah Pancaran : - Perasaan setelah BAK : tidak Perasaan setelah BAK : - lega Keluhan : .

. . Setelah sakit : klien mengatakan tidak mengalami gangguan pancaindra semua masih berfungsi dengan baik. keadekuatan alat sensori Sebelum sakit : klien mampu berkomunikasi dengan baik dan suara jelas dan klien tidak mengalami gangguan pengecapan.7 jam 3 . h.2 jam 1 jam Jumlah jam tidur malam 6 .Identitas diri : klien seorang perempuan usia lanjut . g. pendengaran. Pola tidur dan istirahat KETERANGAN SEBELUM SAKIT SELAMA SAKIT Jumlah jam tidur siang 1 . Pola kognitif. 0 1 2 3 4 0 1 2 3 4 Bernafas √ √ Berpakaian √ √ Toilet √ √ Berjalan √ √ Makan / minum √ √ Skor : 0 = mandiri 1 = alat bantu 2 = di bantu orang lain 3 = di bantu orang lain dan alat 4 = tergantung / tidak mampu .Harga diri : klien tidak mengalami gangguan rendah diri Saat sakit .Citra tubuh : klien merasa minder dengan sakit yang dideritanya sekarang. tetapi selama dirumah sakit peran dan tanggung jawabnya di berikan kepada anaknya.Identitas diri : klien seorang perempuan usia lanjut . Pola peran dan Tanggung Jawab Ny.Citra tubuh : pasien merasa dirinya sehat dan tidak mengalami cacat fisik.Ideal diri : klien ingin dapat menjalani kewajibannya sebagai ibu rumah tangga . perseptual.konsep diri Sebelum sakit . Pola Persepsi .4 jam Sering terbangun karena sering kencing sedikit – Gangguan tidur Tidak ada sedikit dan badan terasa gatal jika berkeringat f.Harga diri : klien ingin segera sembuh agar bisa beraktivitas seperti sedia kala tanpa harus terus – menerus bergantung pada orang lain. S berperan sebagai ibu rumah tangga.Ideal diri : klien tidak mengalami masalah dengan anggota tubuhnya. . orientasi waktu dan tempat baik. perubahan penciuman dan penglihatan. Keluhan dalam beraktivitas : Klien mengatakan masih lemas untuk beraktivitas . . e. mengurusi pekerjaan rumah dan keuangannya.

kelopak mata tampak sayu Palpasi : tidak ada nyeri tekan . Pemeriksaan Head to toe 1. panjang . Pola nilai dan keyakinan Klien beragama islam Sebelum sakit : klien beribadah sesuai dengan agamanya seperti sholat. dsb. Pola reproduksi dan seksual : klien mengatakan masih haid. Kepala dan Leher Kepala : Inspeksi : rambut hitam. kulit kepala kotor Palpasi : tidak ada nyeri tekan Leher : Inspeksi : tidak ada pembesaran tiroid Palpasi : tidak ada nyeri telan 2. Mata dan Telinga Mata : Inspeksi : konjungtiva tampak anemis . j. tidak mudah rontok. mengaji. Hidung Inspeksi : septum simetris. untuk memenuhi kebutuhannya klien masih membutuhkan bantuan orang lain atau keluarganya.6 C Nadi : 84 x / menit RR : 22 x/menit c. tidak ada polip Palpasi : tidak ada nyeri tekan . Telinga : Inspeksi : simetris . GCS 15 E: 4.i. tidak ada cairan Palpasi : tidak ada nyeri tekan 3. Pola koping dan toleransi stress . . V: 5 b. 4. k. bersih .Upaya klien dalam menghadapi masalahnya sekarang : Klien berkonsultasi dengan keluarga dan tim kesehatan dalam mengatasi penyakitnya. Saat sakit : klien sedikit terganggu dengan penyakitnya karena harus tirah baring dan klien hanya bisa berdoa untuk kesembuhan penyakitnya. Tanda-tanda Vital : TD : 130/90 mmhg Suhu : 36. puasa. klien menikah dan mempunyai 5 orang anak.Masalah utama selama di RS : Klien hanya mengeluh saat ini kondisinya belum stabil seperti saat sebelum sakit. M: 6. Keadaan Umum Kesadaran : Composmentis. PEMERIKSAAN FISIK a.

Palpasi : tidak ada nyri tekan Perkusi : sonor Auskultasi : terdengar ronchi 7. Genetalia Terpasang DC . taktil fremitus teraba sama. Prosedur Diagnostik dan Laboratorium . Persyarafan Kesadaran umum : composmetis Nilai GCS : E : 4 . asites Auskultasi : terdengar bising usus 18 x/menit Perkusi : Tympani Palpasi : nyeri tekan pada uluhati P : asites Q : seperti tertekan R : abdomen atas S:3 T : saat di tekan 8. akral hangat. terasa gatal – gatal di seluruh tubuh apalagi bila berkeringat dan muncul bintik bintik pada daerah ekstremitas atas Palpasi : tidak ada nyeri tekan 6. ada stomachtitis Tenggorokan Inspeksi : tidak ada tonsilitis 5. 9. pengembangan dada sama antara kanan dan kiri. Ekstremitas Atas : terpasang infus di tangan sebelah kiri. oedema(. M : 6 Ke-12 saraf normal 5. penciuman : baik 4. Kulit Inspeksi : kulit kering .) 10. warna kulit rata. rentang gerak aktif . Dada ( Jantung . V : 5 . paru – paru ) Jantung : Inspeksi : iktus cordis tidak tampak Palpasi : Tidak ada nnyeri tekan . Mulut dan Tenggorokan Mulut Inspeks i : mukosa kering . ictus cordis tak tampak di ics 5 midclavicula Perkusi : pekak Auskultasi : terdengar BJ I dan BJ II . Abdomen Inspeksi : tidak ada lesi tampak cembung mengkilat . tidak terdengar BJ 3 Paru-paru : Inspeksi : simetris. akral hangat Bawah : rentang gerak aktif. DC bersih setiap pagi dibersihkan .

2 mg/dl 11. Lien : tak membesar homogen.52 cm di ureterovesical juntion sin. 08/09/20 Untuk Kreatini 14 mengukur 12.N. kerusakan abdomen. Ren sin :membesar. hidroureter sin. abnorm 08/09/20 Untuk al 14 mengetah 4.permuk pembesar al n ui aan rata an kelainan chonstructur maupun di normal.ureter melebar. 10-5 -chystitis 07/09/20 Untuk uretrolitiasis Ureum 14 mengukur 243 mg/dl Abnorm kadar al ureum dalam 0. Kesan : Tampak bayangan anhecoid Pankreas : normal. mucosa .75 darah.Prosedur Indikasi Nilai Diagnost Tgl dan Hasil Analisa Normal ik Tujuan USG 04/09/20 Untuk Hepar : tak Tidak ada Abnorm Abdome 14 mengetah membesar. Vu : tak tampak masa \.menebal -choleysistitis -G.5 n kadar abnorm kreatinin al 08/09/20 Untuk 14 mengukur 10.7-15.C duplex hydronefrosis.45-0.44% Clearean ui fungsi .batu 1.2 mg/dl Hb hemoglobi n.

muntah dari kebutuhan peningkatan DO : pasien hanya makan ¼ tubuh .3 Skala aktif . retensi produk DO : pasien terlihat lemas sampah HB : 10. sedikit – sedikit retensi cairan dan DO : ureum : 243 mg/dl natrium sekunder Kreatinin 12.44% penurunan fungsi Balane cairan : +336 ginjal USG : Renin : membesar Ureter : melebar Mukosa Vu menebal 2 DS : pasien mengatakan nafsu Resiko tinggi Katabolisme makan berkurang . metabolisme porsi dari menu yang disajikan anoreksia. abnorm al B.2 mg/dl Clearen creatinin : 4.2 mg/dl terhadap Clearean creatinin : 4. pusing serta mual muntah D : diit rendah garam rendah protein 3 DS : selama sakit dimandikan Intoleransi Penurunan oleh keluarga 2x perhari dibantu aktivitas produksi energi oleh keluarga dan perawat .7 (berat badan normal) B : ureum : 243 mg/d Kreatinine : 12. kadang nutrisi kurang pembatasan diet . terasa penuh mual . creatinin ginjal. mual A : lingkar perut : 88 cm dan muntah Lingkar kepala : 57 cm Lingkar lengan : 25 cm Tinggibadan : 160 kg IMT : 20. metabolik . makan sedikit perubahan protein .44% Hemoglobin : 10.2 mg/dl C : demam. anemia pasien mengatakan lemas . Analisa Data No Data Etiologi Masalah Data 1 DS : pasien mengatakan selama Kelebihan Penurunan sakit BAK berkurang hanya volume cairan haluaran urin .

Kaji . denyut . Perencanaan No Intervensi Penjelasan Dat Dx. Intoleransi aktivitas b. D. Diagnosa Keperawatan 1. Kelebihan volume cairan b.Ukur cairan Bunyi nafas bersih .d penurunan produksi energi dari anemia 3. DO : kulit pasien terlihat kering Pasien terlihat ada pruritus di tubuhnya bagian tangan C. Kep Tujuan Keperawa Rasional Keilmuan a tan 1 Kelebih Peningkatan Setelah dilakukan .Oedema an retensi cairan tindakan keperawatan 3 x adanya menunjukan volume isotonik 14 jam pasien mampu oedema adanya cairan electrolit and acid base kelebihan balance volume Dengan KH : .Perawatan terbebas dari edema jantung invasif dan awasi diperlukan TD untuk mengkaji volume . Resiko tinggi kerusakan inegritas b. A Selama Sakit K 0 1 2 3 4 TI VI TA S Bernafas √ Berpakaian √ Toilet √ Berjalan √ Makan / √ minum 4 DS : pasien mengatakan gatal – Resiko tinggi Gangguan sistem gatal pada tubuh apalagi bila kerusakan metabolik dan berkeringat integritas kulit pruritus. retensi urin dan natrium sekunder terhadap penurunan fungsi ginjal 2.d mual muntah 4.d gangguan status metabolic dan kulit kering.d penurunan haluaran urin . Resiko tinggi perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan b.

Ajarkan teknik mengontr Memulihka ol n kembali pernafasa otot yang n saat mengalami aktifitas kekakuan .Nutrisi nsi pan energi tindakan keperawatan 3 X intake yang cukup aktivitas psikologis 14 jam pasien mampu nutrisi memberikan atau fisiologi activity toleran untuk sumber untuk Dengan KH : memastik energi.Untuk cairan menentukan Beri fungsi ginjal informasi untuk . intravaskuler khususnya pada pasien Monitor dengan pemasuka fungsi n cairan. melanjutkan Mampu melakukan an atau aktivitas sehari .Untuk sedikit menentukan minum output dan input Kolabora .hari kecukupa menyelesaik ( ADLs) secara mandiri n sember - an aktivitas energi.Sedikit si minum pemberian untuk obat menyeimban diuritika gkan cairan dengan .Untuk dokter mempercepa t pengeluaran urine 2 Intolera Ketidakcuku Setelah dilakukan Monitor . jantung Ukur buruk balance . Memberikan kehidupan Beri keamanan sehari – hari bantuan pada pasien yang harus dalam atau yang aktifitas Menghemat ingin dan energi dalam dilakukan ambulasi. tubuh.

perkembang a tidak mengalami an kesehatan integrita infeksi dengan kriteria pasien s kulit hasil: Inspeksi . kan anoreksia Kolborasi dan mual. dengan ahli gizi diit untuk untuk diit pasien gagal rendah ginjal protein dan . an cuci memberi mulut. Kolabora si dengan ahli fisioterapi 3 Resiko Setelah dilakukan kaji/catat Membantu tinggi tindakan selama 3 x 14 pemasuka dalam perubah jam pasien diharapkan n diet.Menandakan -Klien bebas dari tanda kulit area sirkulasi dan gejala infeksi terhadap buruk. -Jumlah leukosit dalam warna batas normal turgor.vas kuler perhatikan Menurunka kemeraha n tekanan n. kesegaran pada mulut Ajurkan / dan berikan miningkatka makan n selera sedikit makan tapi Meminimal sering. pada edema Ubah jaringan posisi dengan . rendah garam 4 Resiko Resiko Setelah dilakukan Kaji Mengetahui tinggi terpajannya tindakan keperawatan keluhan tingkat kerusak agen infeksi selama 3 x 14 jampasien pasien. mengidentifi an mempertahankan/mening kasi nutrisi katkan berat badan dan Tawarkan defisiensi kurang selera untuk makan. perawatan dan dari mulut / kebutuhan kebutuh sering diet.

30 wib 2 Memobilisasi pasien S : pasien mengatakan ( tirah baring ) senang spreinya diganti O : miring kekanan 11. Implementasi 5. 20tpm 10. pasien perfusi dengan buruk. lembab pada kulit. pasien Meningkatk dengan an evaporasi perlahan. Kolabora si pemberian obat topikal. an linen kering dan bebas keriput.00 Mengkaji keluhan S : pasien mengeluh nyeri pasien perut O : nampak gelisah. P : nyeri perut Q : seperti tertekan R : abdomen . yang Untuk longgar mengurangi Pertahank obat topikal. Ajurkan pasien Menurunka untuk n resiko mengguna iritasi dan kan kerusakan pakain kulit. E. 8 1 Mengobservasi KU S : pasien mengatakan september pasien masih lemas 2014 O : hanya bedress 09.untuk sering dan menurunkan gerakan iskemia. Implementasi Keperawatan No .00 wib Mengatur infus RL S:- dan tetesan 20tpm O : infus (+) . Tgl / Tindakan Dx Respon Klien Paraf Hari / Jam Keperawatan Kep Senin .

4 Mengukur urine mkanan yang diberikan. caco3.4 keluhan pasien Suhu : 36. S: - O: tidak ada tanda alergi Membantu personal 14.00 3 S: Pasein mengatakan masih Memberikan injeksi merasa mual jika makan.Menanyakan Nadi:84x/mnt 17. melakukan perawatn mulut 12. Suhu :36.4 Nadi :84x/mnt mengkaji/catat S: pasien mau meminumnya pemasukan diet.6ºC 12.3. S: Pasien mengatakan masih Memotivasi pasien mual. S: Pesien mengatakan lebih nyaman. 11. O:TD : 130/90 Memberikan PO RR :22x/mnt metaneuron.3. melakukan perawatan mulut. 16. O: Pasien terlihat mengukur tanda.2.3.00 1. S:3 T : saat ditekan.15 1. gatal berkurang.30 1. S: Pasien mengatakan masih lemas.45 4 kuku panjang.2. O: Tubuh terlihat kering dan 15.2.8ºC Membagikan PO S: Pesien mengatakan masih . dibantu dengan perawat.00 1 tanda vital. ceftriaxon 1 gam dan O: Pasien terlihat ranitidin 1 amp menghabiskan 1/3 porsi 13. perawatan kuku O: Urine : 75 ml 15.30 3 menawarkan S: Pasien mengatakan perawatan mulut merasa lebih nyaman setelah sebelum makan.15 3 O: Kuku telah dipotong.30 1 hygine pasien S: Pasien mengatakan BAK Melakukan Sedikit. O: tidak ada tanda alergi 12. untuk mulai makan O: TD:130/80 sedikit demi RR:20x/mnt sedikit.00 4 Warna: keruh Mengukur tanda S: Pasien mengatakan gatal- tanda vital.

00 4 O: pasien terlihat lemas Menayakan tentang S: pasien mengatakan masih makan pasen.00 3 Menanyaan tentang sedikit sedikit tidur pasien S: pasien mengatakan perut Mengukur TTV masih sedikit mual 10. baring S:- O: Volume :100 ml Mengajarkan Warna :keruh. malam. O: Menghabiskan ½ lebih 20.30 1 Memobilisasi tirah porsi.00 2 Menganjurkan pasien O: pasien terlihat lemas untuk istirahat posisi S: pasien mengatakan lebih semi fowler rileks dan nyaman 09. O: tidak ada tanda alergi 19.00 pusing 08. 1.30 1.2. pasien mengatakan Memberikan obat nyaman ketika di bantu oral 2 injeksi ranitidin dan hygine ceftriaxon 1 gram O : mulut dan gusi bersih Menganjurkan S: pasien mengatakan waktu . omeprazole 1 makan.3.4 Membantu oral O: pasien nampak rileks hygiene S: pasien mengatakan mualnya kambuh lagi O: pasien masih makan 10.2.2. sedikit mencoba untuk caco3. makannya 18.00 3 Menanyakan keluha S: pasien mengatakan sudah n pasien merasa tidak mual lagi.30 1. metaneuron .4 1 Membuang dan S: - mengkaji urine.3. lemas 09. gram O: Pasien telihat lemas dan Menanyakan tentang bibir kering.00 4 Memberikan PO metaneuron dan caco3 1 mg S.3. relaksasi napas dalam Selasa.4 Menanyakan 9/9/2014 keluhan pasien S: pasien mengatakan masih 07.30 2 O: makan habis ½ porsi S: pasien mengatakan pusing O: pasien terlihat lemas 11.

3.30 1 minum S: - Mengobservasi O : RL masuk 20 tpm pemasukan nutrisi.2.3.4 c makanan rendah S:- garam dan dikit O: tidak ada tanda alergi 18.00 2 O: makanan habis ¼ porsi . caco3.00 1.30 3 tanda vital S : pasien mengatakan mau Memberikan PO melakaukan oral hygiene 13.2.3.30 1.00 1.4 untuk menggunakan Nadi : 82x permenit pakaian yang Suhu : 36. S:- 19.3.4 (tirah baring ) masih gatal Mengkaji keluhan O: pruritus pasien dan mengukur S.00 2 Mengevaluasi O: 20 tpm keluhan umum pasien Melakukan aff infus S: tidak nafsu makan 20. TD: 120/90 mmHg RR: 21x permenit 18.00 longgar.4 Memberikan obat injeksi ranitidin S: pasien mengatakan 17.45 3 metaneuron.4 C 13.4 Nadi : 82x permenit Memotivasi untuk Suhu : 36.15 1.3.4 perawatan mulut bangun tidur keluar keringat sebelum makan O: - Memonitor S:- pemasukan nutrisi TD: 120/90 mmHg Menganjurkan pasien RR: 21x permenit 12.4 Memonitor O: tidak ada tanda alergi pemasukan nutrisi Mengkaji kondisi S: - kulit pasien O: tidak ada tanda alergi Mengukur tanda- 13. - TTV O.3.15 1.2.2.12. S: - 1. O: pasien terlihat melakukan omeprazole oral hygiene Mengukur S: Pasien mengatakan sudah 15.2.30 4 pemasukan cairan tidak mual lagi Memotivasi untuk O: menghabiskan 1 porsi makan dikit-dikit S: pasien mengatakan akan Memotivasi untuk mengganti pakaiannya tidur O: pasien nampak nyaman 16.2.00 4 menghabiskan 1 porsi penuh Membantu O: 1 porsi habis memobilisasi pasien S : pasien mengatakan 17.

4 makan habis ½ porsi O : 1 porsi makanan habis S : pasien mengatakan 11.00 S : pasien mengatakan 08.00 3 Suhu 36. Medical Management a. S: pasien mengatakan 21.3.2.00 1.00 3 S: pasien mengatakan 11.4 sep 2014 07.2.00 masih lemas 1.3.00 1.4 ngantuk O: nampak ngantuk S: - O: tidak ada tanda alergi Rabu/10 1.2. O2 Therapy Medical Penjelasan Indikasi Tanggal Managemen secara dan Respon Klien Terapi t Umum Tujuan .2.3.3.2 c Nadi 81 x permenit S : pasien mengatakan belum nafsu makan O:- 10. IVF .4 masih lemes O:- S : pasien mengatakan sudah tidak ada keluhan mual O : infus sudah tidak terpasang 6.2.3.4 O: Pasien terlihat lemas S: pasien mengatakan masih lemes O : TD 120/80mmHg RR :20 x permenit 09.30 1.

siang rileks . 3X1 Sebagai buffer S. siang dalam darah O: tidak ada dan sore) reaksi alergi 09-09. mengatakan nyeri diazepam ) dan sore).09 – 2014 b. oral. golongan minum obat. golongan perut berkurang 2014 antasid O: pasien nampak 10-09. Obat – obatan Cara kerja obat . Frekuensi klasifikasi Paracetamol 08-09. 2x1. sore duodenum . 10-09. Dosis Nama Obat fungsi dan Respon klien Terapi . jam 12. Oral jam Menurunkan S : pasien 2014 06. panas . oral. siang O: pasien nampak 2014 tenang CaCO3 08-09. pagi. mengobati berkurang setelah 09-09.00. Oral 3x1 Memblokir S: pasien ( antalgin + 2014 (pagi. 2014 dan sore. siang 2014 dan sore 10-09. Ringer laktat O8-09. siang nyeri .6 panas. pagi. OAINS Skala 2 10-09. pagi. - 2014 (pagi. siang 2014 Omeprazol 08-09. siang peradangan . Mengatasi ulkus S: pasien 2014 pagi. Tgl Cara . golongan mengatakan diberikan antipiretik sering panas ketika O : suhu : 36. mengatakan nyeri 09-09. Cairan Memenuhi S: - 2014 elektrolit kebutuhan O: 20 tpm sampai cairan tanggal pasien 10 . pagi.00 2014 Metaneuron 08-09. pagi. sore gaster.

injeksi. dan nafsu garam mengandun makan g rendah O. siang. Latihan Menghindarai S : pasien baring 2014 yang di adanya mengatakan sampai tunjukan dicubitus nyaman ketika di tanggal untuk pasien mobilisasi 10. injeksi. Antibiotika. sore rileks 2014 c. Makanan Menghindar tim S: pasien h 2014 dengan i terjadinya mengataka protein rendah oedema n tidak rendah garam. Mengatasi tukak S: pasien 2014 siang dan usus. yang bedres O: tidak ada 2014 total dicubitus . siang dan di suntikan 2014 sore O: pasien nampak 10-09. golongan mengatakan nyeri sore antasid berkurang ketika 09-09. O: tidak ada 2014 malam reaksi alergi 10-09. Aktivitas dan Latihan Jenis Tgl Penjelasan Indikasi dan aktivitas / Respon Klien terapi Umum Tujuan latihan Tirah 08-09. 2014 Ceftriaxon 08-09. protein makanan habis ¼ porsi d. S: pasien 2014 siang. virus. Diet Makana Jenis Penjelasan Indikasi dan Respon Tanggal n diet Umum Tujuan klien spesifik Renda 08-09. siang 2014 Ranitidin 08-09. membunuh mangatakan nyeri malam bakteri atau ketika di suntikan 09-09.09 .

Catatan perkembangan pasien Evaluasi keperawatan Tgl/hari/jam No Catatan perkembangan pasien Paraf diagnosa 8/9/2014 1 S: pasien mengatakan masih sulit Senin keluar kencingnya 14.00 WIB O: masih terpasang DC.F.00 WIB 1 O: masih terpasang DC. asites A: Kelebihan volume cairan belum teratasi P: lanjutkan intervensi pantau kelebihan cairan hitung balance cairan catat keluaran urine lakukan perawatan kateter S: pasien mengatakan masih lemas O: pasien nampak lemas . asites A: Kelebihan volume cairan belum teratasi P: lanjutkan intervensi : pantau kelebihan cairan hitung balance cairan catat keluaran urine 2 S: pasien mengatakan masih lemas O: pasien nampak lemas A: intoleransi aktifitas belum teratasi P:lanjutkan intervensi : anjurkan untuk istirahat bantu tirah baring pasien 3 S: pasien mengatakan masih mual muntah O: makanan habis ¼ porsi A: Resiko tinggi perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh belum teratasi P: lanjutkan intervensi : berikan makanan selagi hangat S: pasien mengatakan masih gatel 4 O: masih terdapat pruritus A: resiko infeksi belum teratasi P: lanjutkan intervensi : kolaborasi pemberian analgetik penuhi personal hygine S: pasien mengatakan masih sulit keluar kencingnya 21.

asites A: Kelebihan volume cairan belum 09-09-2014 1 teratasi Selasa P: lanjutkan intervensi 14.00 WIB pantau kelebihan cairan hitung balance cairan catat keluaran urine S: pasien mengatakan masih lemas O: pasien nampak lemas A: masalah belum teratasi P:lanjutkan intervensi 2 bantu mobilisasi pasien lakukan tirah baring S: pasien mengatakan masih mual muntah O: makanan habis ¼ porsi A: Resiko tinggi perubahan nutrisi 3 kurang dari kebutuhan tubuh belum teratasi P: lanjutkan intervensi berikan makan sesuai program berikan makan selagi hangat S: pasien mengatakan masih gatel O: masih terdapat pruritus A: resiko infeksi belum teratasi . 2 A: intoleransi aktifitas belum teratasi P:lanjutkan intervensi bantu mobilisasi pasien lakukan tirah baring S: pasien mengatakan masih mual muntah 3 O: makanan habis ¼ porsi A: Resiko tinggi perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh belum teratasi P: lanjutkan intervensi berikan makan sesuai program berikan makanan selagi hangat S: pasien mengatakan masih gatel O: masih terdapat pruritus A: resiko infeksi belum teratasi P: lanjutkan intervensi 4 gunakan teknik aseptik ketika melakukan tindakan S: pasien mengatakan masih sulit keluar kencingnya O: masih terpasang DC.

00 WIB lakukan perawatan kateter S: pasien mengatakan masih lemas O: pasien nampak lemas A: intoleransi aktifitas belum teratasi . P:lanjutkan intervensi 4 kolaborasi pemberian obat analgetik S: pasien mengatakan masih sulit keluar kencingnya O: masih terpasang DC. asites A: Kelebihan volume cairan belum teratasi P: lanjutkan intervensi pantau kelebihan cairan 10-09-2014 1 hitung balance cairan Rabu catat keluaran urine 14. asites A: Kelebihan volume cairan belum teratasi 21.00 WIB 1 P: lanjutkan intervensi pantau kelebihan cairan hitung balance cairan catat keluaran urine lakukan perawatan kateter S: pasien mengatakan masih lemas O: pasien nampak lemas A: intoleransi aktifitas belum teratasi P:lanjutkan intervensi 2 bantu mobilisasi pasien lakukan tirah baring S: pasien mengatakan masih mual muntah O: makanan habis ¼ porsi A: Resiko tinggi perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh belum 3 teratasi P: lanjutkan intervensi berikan makanan sesuai program S: pasien mengatakan masih gatel O: masih terdapat pruritus A: resiko infeksi belum teratasi P:lanjutkan intervensi kolaborasi pemberian analgetik S: pasien mengatakan masih sulit 4 keluar kencingnya O: masih terpasang DC.

00 WIB 1 teratasi P: hentikan intervensi. lanjut untuk perawatan mandiri di rumah S: pasien mengatakan mual sudah tidak ada O: makanan habis ½ porsi A: Resiko tinggi perubahan nutrisi 2 kurang dari kebutuhan tubuh sudah teratasi P: hentikan intervensi. lanjut untuk perawatan mandiri di rumah S: pasien mengatakan masih lemas O: pasien nampak lemas A: intoleransi aktifitas belum 20. P:lanjutkan intervensi bantu mobilisasi pasien lakukan tirah baring 2 S: pasien mengatakan mual muntah berkurang O: makanan habis ¼ porsi A: Resiko tinggi perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh belum teratasi P: lanjutkan intervensi 3 berikan makanan sesuai program ajarkan mengenai diit gagal ginjal S: pasien mengatakan gatel berkurang O: terdapat kemerahan di tangan A: resiko infeksi belum teratasi P:lanjutkan intervensi kolaborasi pemberian analgetik S: pasien mengatakan masih sulit keluar kencingnya O: DC sudah di lepas 4 A: Kelebihan volume cairan belum teratasi P: hentikan intervensi. lanjut untuk perawatan mandiri di rumah S: pasien mengatakan gatel tidak ada 3 O: kemerahan tidak ada A: resiko infeksi teratasi P: hentikan intervensi. lanjut untuk perawatan mandiri di rumah .

4 .

membaik dengan posisi duduk. Identitas Pasien Penanggung Nama : N. Pengkajian Pengkajian dilakukan pada tanggal 17 September 2009 pukul 10. klien dilakukan HD . 1. Status Kesehatan us Kesehatan Saat Ini uhan Utama a) Saat MRS : Sesak nafas ian : Bengkak pada kedua tangan dan kaki.S Umur : 46 tahun 39 tahun Jenis Kelamin : Laki-laki Perempuan Status Perkawinan : Kawin Kawin Suku Bangsa : Indonesia Indonesia Agama : Hindu Hindu Pendidikan : Tamat SMA Tamat SMA Pekerjaan : Pengerajin PNS Alamat : Br. 2) Alasan MRS dan Perjalanan Penyakit Saat Ini Klien mengeluh sesak nafas sejak pukul 06. observasi. Mengwi. Bernasi.00 tgl 12 September 2009. Badung No. nyeri dada saat bernafas (+).30 wita di Ruang Angsoka II RSUP Sanglah Denpasar dengan teknik wawancara.A K. Buduk. Setelah dilakukan pemeriksaan dan perawatan di triage IRD. RM : 00938454 2. ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN CHRONIC KIDNEY DISEASE STADIUM V Juniartha Semara Putra ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN CHRONIC KIDNEY DISEASE STADIUM V 1. Genogram 46 th Keterangan genogram : = laki-laki = pasien = meninggal = perempuan 3. pemeriksaan fisik dan catatan medis pasien. Sesak bersifat menetap.

Data Biologis. c. cyto. Post HD keluhan sesak berkurang dan klien dirawat di Ruang Angsoka II tgl 12 September 2009. 1) Bernafas : Sejak mulai HD bulan Oktober 2008 klien sering mengeluh sesak nafas 2-3 hari sebelum HD. Psiko. infeksi saluran kencing (-). sering timbul keluhan sesak. sakit jantung (-). obat- obatan . 3) Upaya Yang Dilakukan Untuk Mengatasinya Saat keluhan sesak mulai dirasakan bulan Oktober 2008 klien berobat ke RSU Kapal dan dirawat beberapa hari. DM(-). kanker (-). kanker (-). makanan ataupun bahan lainnya. . GNC – Uremic Lung – Anemia – Hipertensi Stg II – Susp HHD FC III Therapy : – IVFD NaCl 8 tts/mnt – Diet 35 kal + 0. Dua atau tiga hari sebelum HD. 2) Alergi Pasien mengatakan tidak mempunyai riwayat alergi terhadap debu. Data Bio.8 gr protein /kg BB – CaCO3 3×1 tab – Asam folat 2×2 tab – Captopril 2×50 mg – Nifedipin 3×10 mg – Furosemide 3×1 amp 4. Riwayat penyakit lain dalam keluarga : sakit jantung (-). Klien terpasang oksigen nasal 3 liter per menit. Saat pengkajian klien masih mengeluh sesak walaupun sudah berkurang dibandingkan saat pertama MRS. Riwayat Penyakit Keluarga Klien mengatakan di dalam keluarga ayah dan kakak pertama menderita hipertensi dan ayah klien meninggal karena stroke.batu saluran kencing (-). us Kesehatan Masa Lalu 1) Penyakit Yang Pernah Dialami Riwayat hipertensi (+) diketahui tahun 2005. Setelah itu klien pernah dirawat lagi sebanyak 2 kali dengan keluhan yang sama di RSUP Sanglah Denpasar. asma (-). Diagnosa Medis dan Therapy Sekarang nosa Medis : – CKD Std V ec Susp. Riwayat CKD sejak Oktober 2008 dan mulai HD sejak Bulan Desember 2008 dengan jadwal 1 kali seminggu (HD direncanakan 2x seminggu tetapi karena pasien penuh klien mendapat jadwal 1 x seminggu). Sesak dirasakan bertambah bila tidur mendatar dan berkurang bila tidur setengah duduk atau bila duduk. Spiritual a. d. mual dan lemas. asma (-). Riwayat penyakit DM (-). Frekuensi nafas 26 x/mnt. Sosial.

Saat pengkajianklien mengatakan saat ini nafsu makan kurang. 10) Berkomunikasi Sebelum maupun setelah sakit klien mengatakan tidak ada masalah dengan komunikasi. 8) Kebersihan diri Sebelum maupun setelah sakit klien biasa melakukan kebersihan diri secara mandiri. Saat pengkajian pasien mengatakan tidak mengalami gangguan dalam istirahat dan tidurnya. Sebelum MRS klien mengatakan minum banyak karena tidak tahan haus saat bekerja. 6) Berpakaian Klien mengatakan bisa memakai pakaian sendiri. Setelah MRS klien BAB 1 kali sehari dengan konsistensi lembek b) Buang Air Kecil (BAK) Sebelum MRS klien mengatakan BAK sedikit kurang lebih jumlahnya 300 cc/hari. 3) Eliminasi a) Buang Air Besar (BAB) Sebelum sakit klien mengatakan tidak pernah mengalami masalah dengan BAB. Cairan masuk 24 jam terakhir 1200 cc. Saat ini klien ditunggu oleh istrinya. 7) Pengaturan suhu tubuh Saat pengkajian suhu tubuh klien 36. Makanan yang dihabiskan sebanyak ¾ porsi. darah (-). Setelah MRS urine yang keluar ditampung. Klien tampak bersih dan rapi. pus (+). tampak keruh. Saat pengkajian pakaian klien tampak bersih dan rapi.8 C. Klien merasa sedih karena sudah dirawat dalam jangka waktu yang lama. Urine berwarna kuning pucat. makan 3 kali sehari. Setelah MRS klien mengatakan hanya minum setelah makan kurang lebih 600-800 cc per hari. Klien mengatakan komunikasi dengan keluarga baik dan keluarga memperhatikan dan menyayanginya 11) Ibadah . 5) Pola tidur dan istirahat Sebelum sakit klien mengatakan kadang –kadang sulit tidur bila sesak. Klien mengatakan tidak mengalami 0 demam baik sebelum maupun setelah MRS. 4) Mobilitas Klien tampak sering berbaring dengan posisi semifowler tetapi klien juga bisa berjalan di sekitar tempat tidur atau ke kamar mandi dengan sedikit bantuan. Saat pengkajian klien dapat menjawab pertanyaan dengan lancar dengan kata-kata yang jelas. kadang-kadang mengeluh mual dan muntah. jumlah urine 24 jam terakhir 600 cc. 9) Rasa aman Klien mengatakan merasa khawatir apakah penyakitnya akan sembuh dan tidak kambuh lagi. mual muntah tidak begitu diraakan. 2) Makan-minum Sebelum MRS klien mengatakan makan biasa.

nyeri tekan tidak ada. – Leher : pembesaran vena jugularis (-) Inspeksi : Bentuk simetris. cara berjalan normal. Pemeriksaan Fisik a. reflek +/+. rambut cukup lebat. dengan harapan agar cepat sembuh dan bisa cepat pulang. BB = 52 kg TB : 165 cm b. sekret pada telinga (-) – Gigi & mulut : kebersihan cukup. turgor kulit baik. stomatitis (-). lubang pada gigi (-). nyeri tekan tidak ada. Klien juga mengatakan sulit menahan rasa hausnya sehingga sering minum berlebihan. benjolan tidak ada. Klien mengatakan sudah pasrah dengan keadaannya sekarang. wheezing (-). V = 5. saat pengkajian pasien mengatakan hanya bisa berdoa di tempat tidur saja. pupil isokor.8 C o RR : 26 x/mnt TD : 150/100 mmHg c. Perut tampak asites. M = 6 Bangun tubuh sedang. 5. Suara jantung S -S tunggal regular. – Mata : anemis (+). Keadaan Umum Tingkat Kesadaran : GCS : E = 4. nasal flaring (-) – Telinga : nyeri (-). retraksi dinding dada waktu bernafas (-) Palpasi : Tidak teraba pembesaran /tumor di daerah dada Auskultasi : Suara nafas vesikuler pada dada kanan dan kiri. 5) Genetalia Bentuk normal. 13) Rekreasi Selama di rumah sakit klien menghibur diri dengan mengobrol dengan keluarga dan teman sekamarnya. tangan dan kaki bengkak. ikterus (-). Tanda-Tanda Vital Nadi : 84 x/mnt Temp: 36. Klien beragama Hindu. – Hidung : sekret (-). kebersihan kepala cukup. hanya mengontrol pekerjaan bawahannya. Keadaan Fisik 1) Kepala dan Leher – Kepala :Bentuk simetris. Setelah sakit klien mengatakan tidak bisa lagi ikut bekerja. persebaran rambut ketiak merata. 1 2 Payudara bentuk simetris. nyeri tekan (-). Ronchi (-). 12) Prestasi Klien mengatakan sebelum sakit ia adalah pengerajin ukiran unruk rumah dan mempunyai beberapa orang pekerja. 14) Belajar Klien menanyakan apakah penyakitnya bisa sembuh. kebersihan cukup .

35-7. Pemeriksaan neurologis Status mental baik. agitasi (-).7 (n. 5-8) Leucocyte : – (n.9 (n.39 ( n 4 – 11 ) HgB : 8.8 (n.45) pCO2 : 44 (n.41 (n.neg) Keton .9( n. tampak AV shunt pada antebrachii kiri. Analisa Data .2) Albumin : 3. kemampuan bahasa baik.5 -5.4 ( n 36-46 ) Plt : 265 (n 150-140) Hasil lab Urine Lengkap tanggal 16 -9-2009 pH : 8. 3.4-4.neg) Erythrocyte: 50. kekuatan otot 555 555 555 555  Ekstremitas Bawah Pergerakan kedua kaki terkoordinasi. negative (n. 3.< 3) bakteri (+) Hasil Radiologi tgl 12 september 2009 : oedem paru /uremic lung 7.bengkak/oedema (+). neg) Sedimen urine : leucocyte 1-2 ( n.8 (n. kebersihan cukup. oedema (+).5) Hasil pemeriksaan AGD tgl 16-9-2009 pH : 7.00 (n.9-2009 WBC : 7.80-100) HCO3 – : 27. ekimosis (+) 7) Ekstremitas  Ekstremitas Atas Pergerakan tangan kiri & kanan terkoordinasi. 22-26) BE : 2.35-45) pO2 : 106 (n.5-1.neg) Protein : 150.7. 0.000 mg/dl (n.8 ( n 12-16 ) Hct : 28.< 6) Erythrocyte 3-4 (n. 6) Integumen Warna kulit sawo matang. Pemeriksaan Penunjang Hasil lab kimia klinik tgl 16-9-2009 BUN : 66 (n 10-50) Creatinin : 10. 6.8 ) Natrium : 140 ( n. kekuatan otot 555 555 555 555 8).d +2) SO2 : 98 % Hasil pemeriksaan DL tgl 16.135-147) Kalium : 5.000 mg/dL (n.neg) Glukosa : normal (n. perhatian baik. -2 s.

-Pe ↓ ultrafiltrasi Intoleransi aktivitas – Asites (+). – Nafas sesak terutama bila tidur dan &glomerulus efektif berkurang bila duduk ↓ PK : Hipertensi DO : -Obstruksi tubulus Risiko Infeksi – Edema pada kedua ekstremitas atas & -Kebocoran filtrat PK : Anemia bawah.5-1.5 ( n 36-46 ) TD meningkat Infeksi (GNC) ↓ Kerusakan glomerulus ↓ Kebocoran filtrat ↓ Terjd pengeluaran makromolekul(protein) ↓ Proteinuri ↓ Bila berlangsung lama .9( n.2) ↓ -Terkumpulnya cairan dan zat terlarut dlm jaringan DS : tubuh – Penyakit hipertensi diketahui sejak 5 -Oliguri bulan yang lalu ↓ DO : Edema di seluruh tubuh – TD = 150/100 mmHg (dengan obat- ( edema ekstremitas. No Data Interpretasi Masalah 1 DS : Infeksi ( GNC) -Kelebihan volume 2 – Sebelum MRS sering minum banyak ↓ cairan 3 karena tidak tahan haus saat bekerja Kerusakan sel tubulus -Pola nafas tidak 4.asites) DS : – ↓ DO: Kelebihan vol. cepat lelah Me↑ retensi natrium &air DO: ↓ – Konjungtiva pucat Volume plasma – Hasil lab DL tgl 8 9-2008 : Hb meningkat HgB : 7.1 ( n 12-16 ) ↓ Hct : 23. terlarut – BUN : 66 (n 10-50) -GFR menurun – Creatinin : 10.neg) ↓ Erythrocyte : 50.000 mg/dL Aktivasi sistem Renin- (n. neg) Angiotensin dan – Hasil lab kimia klinik tgl 16-9.2009: aldosteron Albumin : 3. cairan – Hasil lab Urine Lengkap tanggal 16 – Kerusakan aparatus 9. glomerulus – Urine output :600 cc/24 jam ↓ – RR : 26 x/mnt -Pe↓ pengeluaran air & zat – Terpasang O2 nasal 3 lt/mnt.7 ↓ DS : Badan terasa lemas.2009 jukstaglomerulus Protein : 150. 0.paru- obatan) paru.000 mg/dl (n.

berkelanjutan untuk 2009 4 perawatan turgor kulit dan adanya memantau perubahan dan 17 Sept selama 3×24 edema. 2009 jam diharapkan tekanan darah. dan dapat diatasi cairan respon terhadap terapi . risiko hipoalbuminemia ↓ Penurunan daya tahan tubuh ↓ Risiko infeksi Uremia ↓ – Menginaktifkan eritropoetin -Meningkatkan hemolisis ↓ Anemia ↓ Transport 02 ke jaringan menurun( ikatan oksihemoglobin menurun) ↓ Badan terasa lemah dan cepat lelah 8. kelebihan intake cairan d/d 17 Sept edema pada extremitas atas dan 2009 bawah.catat intake output. haluaran urine. Batasi masukan ideal.Pembatasan cairan akan 17 Sept kelebihan dan irama nadi) menentukan berat tubuh 2009 volume cairan b. mengevaluasi intervensi. Perencanaan Rencana Perawatan Hari/Tg No Tujuan dan l Dx Kriteria Hasil Intervensi Rasional 17 Sept 1 Setelah a Kaji status cairan a. asites (+) mengeluh 17 Sept sesak. Diagnosa Keperawatan ( sesuai Prioritas ) Tgl Tgl No Muncul DiagnosaKeperawatan Teratasi Paraf Kelebihan volume cairan b/d mekanisme pengaturan melemah. denyut b. Pengkajian adalah dasar 2009 2 diberikan ( timbang BB tiap dan data dasar 17 Sept 3 tindakan hari. distensi leher. RR : 26x/mnt 2009 Intoleransi aktivitas b/d 17 Sept ketidakseimbangan antara 1 2 2009 kebutuhan dan suplai oksigen d/d 3 17 Sept PK : Hipertensi 4 2009 PK : Anemia 2.

: Identifikasi sumber c.Beri posisi semifowler desakan diafragma oleh diberikan dan tinggikan cairan(cairan). Kaji kemampuan klien ketidakseimbangan tindakan untuk melakukan elektrolit dan asam basa perawatan aktivitas yg Oksigen untuk selama 3×24 dibutuhkan/diinginkan memaksimalkan sediaan jam diharapkan b. sakit darah menyediakan data kepala. Ajarkan pasien me(-) frustasi melaporkan tanda a. Higiene oral mengurangi dalam f. Beritahu pasien dalam meningkatkan kepatuhan mengerti dan menghadapi terhadap pembatasan ikut ketidaknyamanan akibat cairan.RR  Medikasi dan cairan yg diidentifikasi 16-24 x/mnt digunakan d. g. Pemahaman dapat b. Edema  Makanan meningkatkan kerjasama berkurang ataud. Sumber kelebihan cairan a.edema atau obyektif utk pemantauan.Meninggik tindakan ekstremitas bawah an kakai untuk me(-) perawatan h. Batasi pengunjung jantung dan hipoksia Kriteria hasil : d. c. Tingkatkan dan dorong kepekaan terhadap pembatasan hygiene oral dengan membran mukosa mulut cairan masuk sering. b. klien dapat BUN. Klien dan pembatasan cairan e. Dorong kepatuhan klien untuk beristirahat & anemia teratasi terhadap pembatasan menyimpan energy Kriteria hasil : diet dan cairan. Sesak nafas potensial cairan yg tdk diketahui dapat berkurang. . berpartisipasi pembatasan cairan f. Kenyamanan pasien keluarga e.SC. Pantau & catat tekanan intervensi diberikan darah sesuai indikasi. Berikan medikasic. Kriteria hasilc. Jelaskan pd pasien & pasien & keluarga dlm hilang keluarga rasional pembatasan cairan. Mengidentifikasi 140 mmHg secara mandiri sesuai kebutuhan individual & TD stabil toleransi pasien membantu pemilihan Setelah a. KIE untuk me(-) bicara oksigen untuk kebutuhan hipertensi saat sesak masih ada miokardia shg me↓ kerja teratasi c. diberikan a.Ureum Obat diuretika untuk melakukan – Pemberian obat melebarkan lumen mobilisasi diuretika tubuler dari debris dan bertahap tanpa -Menyiapkan pasien me↑ vol. Laksanakan tindakan edema ekstremitas bawah selama 3×24 kolaboratif untuk : h. Me↑ rasa membak & Hb meningkat d. Pengukuran tekanan kelebihan cairan.Hasil lab untuk jam diharapkan – Memnatau hasil lab memantau fungsi ginjal.Latih pasien untuk seluler TD sistole ≤ mobilisasi bertahap a. urine adekuat keluhan sesak untuk hemodialisis HD untuk mengurangi Setelah -02 nasal 2-3 ltr/mnt kelebihan volume.Me(-) sesak nafas krn Setelah g. mmemberi kesempatan jam diharapkan c. Mencegah kelelahan perawatn antihipertensif sesuai yang berlebihan dan selama 3×24 instruksi. Me(-) konsumsi oksigen tindakan b. d.

00 2 Memberi KIE tentang pembatasan Klien dan keluarga 12.00 1 menghadapi ketidaknyamanan akibat pembatasan cairan 16. edema Mengukur balance cairan pada kaki (+) Memberi posisi semifowler dan Obat sudah diminum meninggikan ekstremitas bawah Klien mampu berdiri dan Memberikan obat oral : Nifedipin 10 mg berjalan peln-pelan di sekitar Membantu pasien untuk ambulasi tempat tidur. Posisi semifowler. Medikasi antihipertensi berperan penting dlm penanganan hipertensi akibat GGK. Pantau eritrosit & perlunya utk mengubah hematokrit sesuai terapi indikasi. yg lembut. Kepatuhan pembatasan diet cairan & dialysis mencegah kelebihan cairan dan penumpukan natrium. Perdarahan di setiap berat.4 pembatasan cairan CM : 200 cc CK : 50 cc 18. TD: 0 2009 1 Memberikan injeksi Fuosemide 1 150/90 mmHg 11. e. Instruksikan carac. epogen & multivit. Berikan medikasi sesuai keparahan anemia. Merupakan indikasi pengendalian hipertensi kejang. a. utk produksinya. d.00 1 ampul Reaksi alergi (-) 12. Terapi komponen darah e. yg tdk adekuat dan a. Peningkatan tekanan darah adalah indikasi ketidakpatuhan. d. resep mencakupb. c. Eritrosit membutuhkan suplemen besi & asam besi.00 Mendorong hygiene oral dengan sering.epo c.30 2 cairan dan memberitahu pasien dalam menyatakan mengerti ttg 16. Hindari pengambilan gen merangsang sumsum specimen darah yang tulang memproduksi tidak perlu. Beri terapi komponen mungkin diperlukan jika darah sesuai indikas pasien simptomatik 3. & anjurkan tempat di tubuh memper- penggunaan sikat gigi buruk anemia.10 3. b. Untuk mengetahui tk b. Anemia dicetuskan oleh mencegah perdarahan : pengambilan specimen menghindari olah ragad.7 C N : 83x/mnt. eritrosit.asam folat & vitamin folat. Pelaksanaan TGL/ No Jam Dx Tindakan Keperawatan Evaluasi 17 Sept 2 Mengobservasi vital sign S : 36. Mengkaji kemampuan klien untuk Klien dan keluarga .

lelah. Membatasi pengunjung BB : 52 kg. N = tekanan darah. melakukan aktivitas yg TD : 170/90 mmHg dibutuhkan/diinginkan Reaksi alergi (-) . Nifedipin 10 mg.catat intake output.4 Nifedipin 10 mg. sakit kepala.catat intake output.00 3. turgor ekstremitas atas dan bawah kulit dan adanya edema. distensi leher.Asam folat alergi (-). cc. denyut dan irama nadi) 86 x/mnt kuat dan teratur Memberikan KIE melaporkan tanda Klien menyatakan mengerti kelebihan cairan. Kolaboratif dengan dokter untuk Klien mendapat jadwal hari hemodialisis ini.00 1. reaksi Nifedipin 10 mg. edema pada BB tiap hari. turgor Mengkaji status cairan ( menimbang kulit baik.00 1.4 Mengobservasi vital sign berkurang. sesak 18-Sept 3.30 1 kulit dan adanya edema. CK per 24 jam :200 08. (+). turgor 10.catat intake output. melakukan aktivitas yg dibutuhkan/diinginkan Memberi KIE untuk me(-) bicara saat menyatakan mengerti tentang sesak masih ada cara mengurangi sesak.edema pada ext 12. denyut dan irama nadi) kulit baik. harus dilaporkan. turgor 800 cc.15 1 Memberikan injeksi furosemide 1 24x/mnt 2 ampul Obat sudah diminum.00 1 Mengkaji kemampuan klien untuk Reaksi alergi (-) 13.3 melakukan ambulasi Klien masih mengeluh lelah 13.10 1 Memberikan injeksi furosemide 1 150/100 mmHg 08. denyut dan irama nadi) TD:180/100 mmHg Memberikan obat oral Captopril 50 mg.3 Mengobservasi TD TD:180/90 mmHg RR : 15. Memberikan obat oral : Captopril 50 Obat sudah diminum. CM per 24 jam: 2009 3. 15.00 1 Memberikan obat oral Captopril 50 mg. turgor atas & bwh (+) kulit dan adanya edema.TD : 140/90 mmHg.5 kg. CM per 24 jam: 600 cc. atas & bwh (+) 12. distensi leher.Asam folat 2 tab alergi (-) BB : 52. N : 88 x/mnt kuat reguler tekanan darah.Asam folat Reaksi alergi (-) 19 Sept 1 Mengkaji status cairan ( menimbang BB : 52. posisi semi fowler. Obat sudah diminum.30 2 Mengukur balance cairan dan lemas. Mengkaji status cairan ( menimbang distensi leher (-). distensi leher.00 2 tekanan darah.edema pada ext BB tiap hari.Asam folat N : 84 x/mnt kuat reguler 15.00 1 Memberikan obat oral Captopril 50 mg. turgor kulit baik. CK per 24 jam :200 cc. CM : 250 cc CK : 100 cc 18.30 2 Nifedipin 10 mg. reaksi Mengkaji kemampuan klien untuk alergi (-).5 kg.edema tentang gejala/tanda yang atau kejang. reaksi mg.4 BB tiap hari.edema berkurang 2009 1 Mengobservasi TD S: 37 C N:88x/mnt TD: 0 08. Mengantar klien utk hemodialisis Klien sudah dikirim ke Ruang Menjemput klien ke Ruang HD HD Mengobservasi klien post HD Klien mengeluh lemas dan 1 Memberi posisi fowler sakit kepala.30 1 ampul TD : 180/100 mmHg 09.

RR : Mengobservasi TD & RR 22x/mnt Memberikan injeksi furosemide 1 Reaksi alergi (-) ampul Klien sudah bisa berjalan Mengkaji kemampuan klien untuk sendiri ke kamar mandi dan melakukan ambulasi disekitar ruangan tanpa sesak. reaksi Nifedipin 10 mg. edema berkurang A : Tujuan tercapai .A Umur : 50 tahun N0 RM : 00938454 . O : RR = 22x/mnt. Klien sudah bisa duduk.Asam folat alergi(-) D.masalah teratasi P : Lanjutkan askep 19 Sept S : Sudah bisa berjalan tanpa sesak 2009 O : Klien dapat berjalan sendiri ke kamar mandi dan sekitar kamar 15. ada hasilkolaborasi dengan dokter. bawah (+) meninggikan ekstremitas bawah Klien mengatakan sudah Memberi KIE tentang pembatasan mengerti tentang pembatasan cairan cairan Memberikan obat oral : Nifedipin 10 mg TD : 160/90 mmHg. menyatakan mengerti tentang pembatasan cairan. masalah teratasi 2009 P : Lanjutkan askep 15. masalah belum teratasi 15.00 tanpa sesak 19 Sept A : Tujuan tercapai. CM : 350 cc CK : 50 cc Mengukur balance cairan Posisi semifowler (+). STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN MENGUKUR BALANCE CAIRAN Nama : N.00 : Kolaboratif dengan dokter bila TD terus meningkat 1 1 19 Sept S: – 2 2009 2 O : – ( Hb belum dicek ulang ) 3 19 Sept 3 A : – ( belum bisa dievluasi) 4 2009 4 P : Besok cek DL. berjalan ke kamar mandi secara mandiri tanpa sesak. Obat sudah diminum. Mengukur balance cairan CM : 200 cc CK : 100 cc Memberikan obat oral Captopril 50 mg.00 S : Kadang-kadang sakit kepala 19 Sept O : TD : 160/90 mmHg 2009 A : Tujuan belum tercapai. Evaluasi No No Hari/Tgl Dx Evaluasi S : Sesak nafas berkurang.edema Memberi posisi semifowler dan pada extr.

ASUHAN Diagnosa Medis KEPERAWATAN DENGAN CHRONIC KIDNEY DISEASE STADIUM V Juniartha Semara Putra ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN CHRONIC KIDNEY DISEASE STADIUM V 1. observasi. Pengkajian Pengkajian dilakukan pada tanggal 17 September 2009 pukul 10.A K. Status Kesehatan us Kesehatan Saat Ini uhan Utama a) Saat MRS : Sesak nafas ian : Bengkak pada kedua tangan dan kaki. Badung No.S Umur : 46 tahun 39 tahun Jenis Kelamin : Laki-laki Perempuan Status Perkawinan : Kawin Kawin Suku Bangsa : Indonesia Indonesia Agama : Hindu Hindu Pendidikan : Tamat SMA Tamat SMA Pekerjaan : Pengerajin PNS Alamat : Br. Mengwi. Buduk. Genogram 46 th Keterangan genogram : = laki-laki = pasien = meninggal = perempuan 3. Bernasi. RM : 00938454 2. 2) Alasan MRS dan Perjalanan Penyakit Saat Ini .30 wita di Ruang Angsoka II RSUP Sanglah Denpasar dengan teknik wawancara. Identitas Pasien Penanggung Nama : N. 1. pemeriksaan fisik dan catatan medis pasien.

Post HD keluhan sesak berkurang dan klien dirawat di Ruang Angsoka II tgl 12 September 2009. asma (-). Sesak bersifat menetap. Riwayat penyakit DM (-). Klien mengeluh sesak nafas sejak pukul 06. 1) Bernafas : Sejak mulai HD bulan Oktober 2008 klien sering mengeluh sesak nafas 2-3 hari sebelum HD. Riwayat Penyakit Keluarga Klien mengatakan di dalam keluarga ayah dan kakak pertama menderita hipertensi dan ayah klien meninggal karena stroke. kanker (-). DM(-).batu saluran kencing (-). Dua atau tiga hari sebelum HD. Setelah itu klien pernah dirawat lagi sebanyak 2 kali dengan keluhan yang sama di RSUP Sanglah Denpasar. us Kesehatan Masa Lalu 1) Penyakit Yang Pernah Dialami Riwayat hipertensi (+) diketahui tahun 2005. sering timbul keluhan sesak. Riwayat penyakit lain dalam keluarga : sakit jantung (-). makanan ataupun bahan lainnya. Saat pengkajian klien masih mengeluh sesak walaupun sudah . Spiritual a.00 tgl 12 September 2009. mual dan lemas. asma (-). d. Diagnosa Medis dan Therapy Sekarang nosa Medis : – CKD Std V ec Susp.8 gr protein /kg BB – CaCO3 3×1 tab – Asam folat 2×2 tab – Captopril 2×50 mg – Nifedipin 3×10 mg – Furosemide 3×1 amp 4. Sosial. nyeri dada saat bernafas (+). membaik dengan posisi duduk. kanker (-). klien dilakukan HD cyto. obat- obatan . infeksi saluran kencing (-). GNC – Uremic Lung – Anemia – Hipertensi Stg II – Susp HHD FC III Therapy : – IVFD NaCl 8 tts/mnt – Diet 35 kal + 0. Setelah dilakukan pemeriksaan dan perawatan di triage IRD. Data Bio. 3) Upaya Yang Dilakukan Untuk Mengatasinya Saat keluhan sesak mulai dirasakan bulan Oktober 2008 klien berobat ke RSU Kapal dan dirawat beberapa hari. c.Data Biologis. sakit jantung (-). Psiko. Riwayat CKD sejak Oktober 2008 dan mulai HD sejak Bulan Desember 2008 dengan jadwal 1 kali seminggu (HD direncanakan 2x seminggu tetapi karena pasien penuh klien mendapat jadwal 1 x seminggu). 2) Alergi Pasien mengatakan tidak mempunyai riwayat alergi terhadap debu.

Saat pengkajian pasien mengatakan tidak mengalami gangguan dalam istirahat dan tidurnya. Frekuensi nafas 26 x/mnt. Makanan yang dihabiskan sebanyak ¾ porsi. mual muntah tidak begitu diraakan. Klien tampak bersih dan rapi. 5) Pola tidur dan istirahat Sebelum sakit klien mengatakan kadang –kadang sulit tidur bila sesak. jumlah urine 24 jam terakhir 600 cc. Klien terpasang oksigen nasal 3 liter per menit. 4) Mobilitas Klien tampak sering berbaring dengan posisi semifowler tetapi klien juga bisa berjalan di sekitar tempat tidur atau ke kamar mandi dengan sedikit bantuan. 9) Rasa aman Klien mengatakan merasa khawatir apakah penyakitnya akan sembuh dan tidak kambuh lagi. kadang-kadang mengeluh mual dan muntah. Saat pengkajianklien mengatakan saat ini nafsu makan kurang. 6) Berpakaian Klien mengatakan bisa memakai pakaian sendiri. 10) Berkomunikasi Sebelum maupun setelah sakit klien mengatakan tidak ada masalah dengan komunikasi. 3) Eliminasi a) Buang Air Besar (BAB) Sebelum sakit klien mengatakan tidak pernah mengalami masalah dengan BAB. Setelah MRS klien BAB 1 kali sehari dengan konsistensi lembek b) Buang Air Kecil (BAK) Sebelum MRS klien mengatakan BAK sedikit kurang lebih jumlahnya 300 cc/hari. 8) Kebersihan diri Sebelum maupun setelah sakit klien biasa melakukan kebersihan diri secara mandiri. Saat pengkajian klien dapat menjawab pertanyaan dengan lancar dengan kata-kata yang jelas. 7) Pengaturan suhu tubuh Saat pengkajian suhu tubuh klien 36. Klien mengatakan tidak mengalami 0 demam baik sebelum maupun setelah MRS. Saat pengkajian pakaian klien tampak bersih dan rapi. darah (-). berkurang dibandingkan saat pertama MRS. makan 3 kali sehari. Sesak dirasakan bertambah bila tidur mendatar dan berkurang bila tidur setengah duduk atau bila duduk. Saat ini klien ditunggu oleh istrinya. 2) Makan-minum Sebelum MRS klien mengatakan makan biasa. tampak keruh. Setelah MRS urine yang keluar ditampung. Urine berwarna kuning pucat. Cairan masuk 24 jam terakhir 1200 cc. Klien merasa sedih karena sudah dirawat dalam jangka waktu yang lama. pus (+). Setelah MRS klien mengatakan hanya minum setelah makan kurang lebih 600-800 cc per hari.8 C. Klien . Sebelum MRS klien mengatakan minum banyak karena tidak tahan haus saat bekerja.

cara berjalan normal. BB = 52 kg TB : 165 cm b. lubang pada gigi (-). – Hidung : sekret (-). Ronchi (-). M = 6 Bangun tubuh sedang. . reflek +/+. persebaran rambut ketiak merata. rambut cukup lebat. Keadaan Umum Tingkat Kesadaran : GCS : E = 4. ikterus (-). tangan dan kaki bengkak. 13) Rekreasi Selama di rumah sakit klien menghibur diri dengan mengobrol dengan keluarga dan teman sekamarnya. Klien juga mengatakan sulit menahan rasa hausnya sehingga sering minum berlebihan. 1 2 Payudara bentuk simetris. nyeri tekan tidak ada. 14) Belajar Klien menanyakan apakah penyakitnya bisa sembuh. Keadaan Fisik 1) Kepala dan Leher – Kepala :Bentuk simetris. 12) Prestasi Klien mengatakan sebelum sakit ia adalah pengerajin ukiran unruk rumah dan mempunyai beberapa orang pekerja. benjolan tidak ada.8 C o RR : 26 x/mnt TD : 150/100 mmHg c. sekret pada telinga (-) – Gigi & mulut : kebersihan cukup. kebersihan kepala cukup. nasal flaring (-) – Telinga : nyeri (-). pupil isokor. wheezing (-). Tanda-Tanda Vital Nadi : 84 x/mnt Temp: 36. V = 5. Setelah sakit klien mengatakan tidak bisa lagi ikut bekerja. nyeri tekan tidak ada. stomatitis (-). retraksi dinding dada waktu bernafas (-) Palpasi : Tidak teraba pembesaran /tumor di daerah dada Auskultasi : Suara nafas vesikuler pada dada kanan dan kiri. hanya mengontrol pekerjaan bawahannya. Klien mengatakan sudah pasrah dengan keadaannya sekarang. mengatakan komunikasi dengan keluarga baik dan keluarga memperhatikan dan menyayanginya 11) Ibadah Klien beragama Hindu. dengan harapan agar cepat sembuh dan bisa cepat pulang. Pemeriksaan Fisik a. 5. Suara jantung S -S tunggal regular. saat pengkajian pasien mengatakan hanya bisa berdoa di tempat tidur saja. – Leher : pembesaran vena jugularis (-) Inspeksi : Bentuk simetris. – Mata : anemis (+).

Perut tampak asites.45) pCO2 : 44 (n. ekimosis (+) 7) Ekstremitas  Ekstremitas Atas Pergerakan tangan kiri & kanan terkoordinasi.9-2009 WBC : 7. 5) Genetalia Bentuk normal.80-100) HCO3 – : 27.4-4.35-45) pO2 : 106 (n.8 ) Natrium : 140 ( n.neg) Protein : 150.00 (n.2) Albumin : 3. oedema (+). kekuatan otot 555 555 555 555  Ekstremitas Bawah Pergerakan kedua kaki terkoordinasi. kemampuan bahasa baik.bengkak/oedema (+).9( n.000 mg/dl (n.5-1.7 (n. 22-26) BE : 2. Pemeriksaan Penunjang Hasil lab kimia klinik tgl 16-9-2009 BUN : 66 (n 10-50) Creatinin : 10. turgor kulit baik.d +2) SO2 : 98 % Hasil pemeriksaan DL tgl 16.41 (n. kebersihan cukup. -2 s. neg) Sedimen urine : leucocyte 1-2 ( n. kekuatan otot 555 555 555 555 8). 3. 0. agitasi (-).5) Hasil pemeriksaan AGD tgl 16-9-2009 pH : 7.9 (n. perhatian baik. 5-8) Leucocyte : – (n.135-147) Kalium : 5.5 -5.neg) Erythrocyte: 50.8 (n.8 (n.7.neg) Keton . tampak AV shunt pada antebrachii kiri.000 mg/dL (n.8 ( n 12-16 ) Hct : 28.4 ( n 36-46 ) Plt : 265 (n 150-140) Hasil lab Urine Lengkap tanggal 16 -9-2009 pH : 8.35-7. negative (n.neg) Glukosa : normal (n. kebersihan cukup 6) Integumen Warna kulit sawo matang. 6.< 6) Erythrocyte 3-4 (n.< 3) . nyeri tekan (-). 3. Pemeriksaan neurologis Status mental baik.39 ( n 4 – 11 ) HgB : 8.

-Pe ↓ ultrafiltrasi Intoleransi aktivitas – Asites (+). – Nafas sesak terutama bila tidur dan &glomerulus efektif berkurang bila duduk ↓ PK : Hipertensi DO : -Obstruksi tubulus Risiko Infeksi – Edema pada kedua ekstremitas atas & -Kebocoran filtrat PK : Anemia bawah.2009: aldosteron Albumin : 3.2009 jukstaglomerulus Protein : 150.1 ( n 12-16 ) ↓ Hct : 23. neg) Angiotensin dan – Hasil lab kimia klinik tgl 16-9.7 ↓ DS : Badan terasa lemas.5 ( n 36-46 ) TD meningkat Infeksi (GNC) ↓ Kerusakan glomerulus ↓ Kebocoran filtrat ↓ Terjd pengeluaran makromolekul(protein) .asites) DS : – ↓ DO: Kelebihan vol.000 mg/dL Aktivasi sistem Renin- (n.2) ↓ -Terkumpulnya cairan dan zat terlarut dlm jaringan DS : tubuh – Penyakit hipertensi diketahui sejak 5 -Oliguri bulan yang lalu ↓ DO : Edema di seluruh tubuh – TD = 150/100 mmHg (dengan obat- ( edema ekstremitas. terlarut – BUN : 66 (n 10-50) -GFR menurun – Creatinin : 10. bakteri (+) Hasil Radiologi tgl 12 september 2009 : oedem paru /uremic lung 7. cairan – Hasil lab Urine Lengkap tanggal 16 – Kerusakan aparatus 9.paru- obatan) paru.9( n. Analisa Data No Data Interpretasi Masalah 1 DS : Infeksi ( GNC) -Kelebihan volume 2 – Sebelum MRS sering minum banyak ↓ cairan 3 karena tidak tahan haus saat bekerja Kerusakan sel tubulus -Pola nafas tidak 4.000 mg/dl (n.neg) ↓ Erythrocyte : 50.5-1. 0. glomerulus – Urine output :600 cc/24 jam ↓ – RR : 26 x/mnt -Pe↓ pengeluaran air & zat – Terpasang O2 nasal 3 lt/mnt. cepat lelah Me↑ retensi natrium &air DO: ↓ – Konjungtiva pucat Volume plasma – Hasil lab DL tgl 8 9-2008 : Hb meningkat HgB : 7.

Perencanaan Rencana Perawatan Hari/Tg No Tujuan dan l Dx Kriteria Hasil Intervensi Rasional 17 Sept 1 Setelah a Kaji status cairan a. berkelanjutan untuk 2009 4 perawatan turgor kulit dan adanya memantau perubahan dan 17 Sept selama 3×24 edema. mengevaluasi intervensi. RR : 26x/mnt 2009 Intoleransi aktivitas b/d 17 Sept ketidakseimbangan antara 1 2 2009 kebutuhan dan suplai oksigen d/d 3 17 Sept PK : Hipertensi 4 2009 PK : Anemia 2. distensi leher. Pengkajian adalah dasar 2009 2 diberikan ( timbang BB tiap dan data dasar 17 Sept 3 tindakan hari.catat intake output. . ↓ Proteinuri ↓ Bila berlangsung lama risiko hipoalbuminemia ↓ Penurunan daya tahan tubuh ↓ Risiko infeksi Uremia ↓ – Menginaktifkan eritropoetin -Meningkatkan hemolisis ↓ Anemia ↓ Transport 02 ke jaringan menurun( ikatan oksihemoglobin menurun) ↓ Badan terasa lemah dan cepat lelah 8. kelebihan intake cairan d/d 17 Sept edema pada extremitas atas dan 2009 bawah. asites (+) mengeluh 17 Sept sesak. Diagnosa Keperawatan ( sesuai Prioritas ) Tgl Tgl No Muncul DiagnosaKeperawatan Teratasi Paraf Kelebihan volume cairan b/d mekanisme pengaturan melemah.

SC. Klien dan pembatasan cairan e.: Identifikasi sumber c. Berikan medikasic. Me(-) konsumsi oksigen tindakan b.2009 jam diharapkan tekanan darah.Beri posisi semifowler desakan diafragma oleh diberikan dan tinggikan cairan(cairan).RR  Medikasi dan cairan yg diidentifikasi 16-24 x/mnt digunakan d. urine adekuat keluhan sesak untuk hemodialisis HD untuk mengurangi Setelah -02 nasal 2-3 ltr/mnt kelebihan volume.Hasil lab untuk jam diharapkan – Memnatau hasil lab memantau fungsi ginjal. Sesak nafas potensial cairan yg tdk diketahui dapat berkurang. Kaji kemampuan klien ketidakseimbangan tindakan untuk melakukan elektrolit dan asam basa perawatan aktivitas yg Oksigen untuk selama 3×24 dibutuhkan/diinginkan memaksimalkan sediaan jam diharapkan b. b. klien dapat BUN. KIE untuk me(-) bicara oksigen untuk kebutuhan hipertensi saat sesak masih ada miokardia shg me↓ kerja teratasi c. Batasi pengunjung jantung dan hipoksia Kriteria hasil : d. dan dapat diatasi cairan respon terhadap terapi Kriteria hasilc.Me(-) sesak nafas krn Setelah g. Kenyamanan pasien keluarga e. berpartisipasi pembatasan cairan f. Laksanakan tindakan edema ekstremitas bawah selama 3×24 kolaboratif untuk : h. Mencegah kelelahan perawatn antihipertensif sesuai yang berlebihan dan selama 3×24 instruksi. mmemberi kesempatan jam diharapkan c. Mengidentifikasi 140 mmHg secara mandiri sesuai kebutuhan individual & TD stabil toleransi pasien membantu pemilihan Setelah a. Batasi masukan ideal. haluaran urine. Higiene oral mengurangi dalam f. d. Pemahaman dapat b.Latih pasien untuk seluler TD sistole ≤ mobilisasi bertahap a. Sumber kelebihan cairan a. denyut b.Pembatasan cairan akan 17 Sept kelebihan dan irama nadi) menentukan berat tubuh 2009 volume cairan b. Edema  Makanan meningkatkan kerjasama berkurang ataud.Ureum Obat diuretika untuk melakukan – Pemberian obat melebarkan lumen mobilisasi diuretika tubuler dari debris dan bertahap tanpa -Menyiapkan pasien me↑ vol. Me↑ rasa membak & . Jelaskan pd pasien & pasien & keluarga dlm hilang keluarga rasional pembatasan cairan. Pantau & catat tekanan intervensi diberikan darah sesuai indikasi. Beritahu pasien dalam meningkatkan kepatuhan mengerti dan menghadapi terhadap pembatasan ikut ketidaknyamanan akibat cairan. Tingkatkan dan dorong kepekaan terhadap pembatasan hygiene oral dengan membran mukosa mulut cairan masuk sering. g. Dorong kepatuhan klien untuk beristirahat & anemia teratasi terhadap pembatasan menyimpan energy Kriteria hasil : diet dan cairan. c. diberikan a.Meninggik tindakan ekstremitas bawah an kakai untuk me(-) perawatan h.

eritrosit. Instruksikan carac. Kepatuhan pembatasan diet cairan & dialysis mencegah kelebihan d. edema Mengukur balance cairan pada kaki (+) Memberi posisi semifowler dan Obat sudah diminum . Beri terapi komponen mungkin diperlukan jika Hb meningkat darah sesuai indikas pasien simptomatik 3. e. TD: 0 2009 1 Memberikan injeksi Fuosemide 1 150/90 mmHg 11.7 C N : 83x/mnt. d. yg lembut. Hindari pengambilan gen merangsang sumsum specimen darah yang tulang memproduksi tidak perlu. sakit d. me(-) frustasi a. yg tdk adekuat dan a. Medikasi antihipertensi berperan penting dlm penanganan hipertensi akibat GGK. Untuk mengetahui tk b. Eritrosit membutuhkan suplemen besi & asam besi. Merupakan indikasi kepala. Peningkatan tekanan darah adalah indikasi ketidakpatuhan. utk produksinya.00 2 Memberi KIE tentang pembatasan Klien dan keluarga 12.edema atau pengendalian hipertensi kejang.10 3. Pelaksanaan TGL/ No Jam Dx Tindakan Keperawatan Evaluasi 17 Sept 2 Mengobservasi vital sign S : 36.4 pembatasan cairan CM : 200 cc CK : 50 cc 18. & anjurkan tempat di tubuh memper- penggunaan sikat gigi buruk anemia.00 1 menghadapi ketidaknyamanan akibat pembatasan cairan 16. epogen & multivit.30 2 cairan dan memberitahu pasien dalam menyatakan mengerti ttg 16. a. Ajarkan pasien cairan dan penumpukan melaporkan tanda natrium. Terapi komponen darah e.asam folat & vitamin folat. Anemia dicetuskan oleh mencegah perdarahan : pengambilan specimen menghindari olah ragad. Perdarahan di setiap berat.00 Mendorong hygiene oral dengan sering.epo c. Berikan medikasi sesuai keparahan anemia. Pengukuran tekanan darah menyediakan data obyektif utk pemantauan. kelebihan cairan. Posisi semifowler. c. Pantau eritrosit & perlunya utk mengubah hematokrit sesuai terapi indikasi. resep mencakupb. b.00 1 ampul Reaksi alergi (-) 12.

edema berkurang 2009 1 Mengobservasi TD S: 37 C N:88x/mnt TD: 0 08. turgor Mengkaji status cairan ( menimbang kulit baik.30 2 Mengukur balance cairan dan lemas.15 1 Memberikan injeksi furosemide 1 24x/mnt .TD : 140/90 mmHg. reaksi Nifedipin 10 mg.4 BB tiap hari. Nifedipin 10 mg. distensi leher.00 1 Memberikan obat oral Captopril 50 mg.edema tentang gejala/tanda yang atau kejang.00 2 tekanan darah.4 Mengobservasi vital sign berkurang.30 2 Nifedipin 10 mg.Asam folat N : 84 x/mnt kuat reguler 15. N = tekanan darah. dibutuhkan/diinginkan Klien dan keluarga Memberi KIE untuk me(-) bicara saat menyatakan mengerti tentang sesak masih ada cara mengurangi sesak. cc. CM per 24 jam: 600 cc. sesak 18-Sept 3. turgor atas & bwh (+) kulit dan adanya edema. harus dilaporkan. Membatasi pengunjung BB : 52 kg. CM per 24 jam: 2009 3. Kolaboratif dengan dokter untuk Klien mendapat jadwal hari hemodialisis ini.30 1 ampul TD : 180/100 mmHg 09.edema pada ext 12.00 1 Mengkaji kemampuan klien untuk Reaksi alergi (-) 13. edema pada BB tiap hari. turgor 800 cc. turgor 10. denyut dan irama nadi) TD:180/100 mmHg Memberikan obat oral Captopril 50 mg.3 melakukan ambulasi Klien masih mengeluh lelah 13.4 Nifedipin 10 mg. sakit kepala.catat intake output.5 kg.10 1 Memberikan injeksi furosemide 1 150/100 mmHg 08. distensi leher. turgor kulit baik.Asam folat Reaksi alergi (-) 19 Sept 1 Mengkaji status cairan ( menimbang BB : 52.edema pada ext BB tiap hari. Memberikan obat oral : Captopril 50 Obat sudah diminum. posisi semi fowler.00 1 Memberikan obat oral Captopril 50 mg.catat intake output. (+).00 1. Mengkaji status cairan ( menimbang distensi leher (-). Obat sudah diminum. 15.00 3. CK per 24 jam :200 08. reaksi mg. CK per 24 jam :200 cc. atas & bwh (+) 12. lelah. denyut dan irama nadi) kulit baik.00 1. turgor ekstremitas atas dan bawah kulit dan adanya edema. denyut dan irama nadi) 86 x/mnt kuat dan teratur Memberikan KIE melaporkan tanda Klien menyatakan mengerti kelebihan cairan.Asam folat 2 tab alergi (-) BB : 52.catat intake output. meninggikan ekstremitas bawah Memberikan obat oral : Nifedipin 10 mg Membantu pasien untuk ambulasi Klien mampu berdiri dan Mengkaji kemampuan klien untuk berjalan peln-pelan di sekitar melakukan aktivitas yg tempat tidur. N : 88 x/mnt kuat reguler tekanan darah. CM : 250 cc CK : 100 cc 18. Mengantar klien utk hemodialisis Klien sudah dikirim ke Ruang Menjemput klien ke Ruang HD HD Mengobservasi klien post HD Klien mengeluh lemas dan 1 Memberi posisi fowler sakit kepala. distensi leher.30 1 kulit dan adanya edema.Asam folat alergi (-).3 Mengobservasi TD TD:180/90 mmHg RR : 15.5 kg.

tidak nafsu makan. RR : Mengobservasi TD & RR 22x/mnt Memberikan injeksi furosemide 1 Reaksi alergi (-) ampul Klien sudah bisa berjalan Mengkaji kemampuan klien untuk sendiri ke kamar mandi dan melakukan ambulasi disekitar ruangan tanpa sesak. Obat sudah diminum. Mengkaji kemampuan klien untuk berjalan ke kamar mandi melakukan aktivitas yg secara mandiri tanpa sesak. TD : 170/90 mmHg Reaksi alergi (-) ampul Klien sudah bisa duduk. masalah belum teratasi 15. Evaluasi No No Hari/Tgl Dx Evaluasi S : Sesak nafas berkurang.masalah teratasi P : Lanjutkan askep 19 Sept S : Sudah bisa berjalan tanpa sesak 2009 O : Klien dapat berjalan sendiri ke kamar mandi dan sekitar kamar 15.Asam folat alergi(-) D.00 : Kolaboratif dengan dokter bila TD terus meningkat 1 1 19 Sept S: – 2 2009 2 O : – ( Hb belum dicek ulang ) 3 19 Sept 3 A : – ( belum bisa dievluasi) 4 2009 4 P : Besok cek DL.edema Memberi posisi semifowler dan pada extr.Aminarti dengan diagnosa medis CKD (Chronic Kidney Disease).00 S : Kadang-kadang sakit kepala 19 Sept O : TD : 160/90 mmHg 2009 A : Tujuan belum tercapai. reaksi alergi (-). S usia 41thn di rawat di ruang Garuda RSU Dr. Mengukur balance cairan CM : 200 cc CK : 100 cc Memberikan obat oral Captopril 50 mg. . edema berkurang A : Tujuan tercapai . Obat sudah diminum. bawah (+) meninggikan ekstremitas bawah Klien mengatakan sudah Memberi KIE tentang pembatasan mengerti tentang pembatasan cairan cairan Memberikan obat oral : Nifedipin 10 mg TD : 160/90 mmHg. reaksi 2 Nifedipin 10 mg.00 tanpa sesak 19 Sept A : Tujuan tercapai. masalah teratasi 2009 P : Lanjutkan askep 15. lemas. Tn. O : RR = 22x/mnt. ada hasilkolaborasi dengan dokter. dibutuhkan/diinginkan CM : 350 cc CK : 50 cc Mengukur balance cairan Posisi semifowler (+). mual. mukosa bibir kering. hasil pemeriksaan ekstremitas inferior dextra mengalami pitting edema +2. STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN MENG Ny. menyatakan mengerti tentang pembatasan cairan.S mengeluh pusing.

Klien Sudah 4 tahun menderita penyakit Diabetes Miletus. mual dan anoreksia Tanggal Masuk : 20 Mei 2014 Ruang : Garuda Nomor Register :- Diagnosa Medis : CKD (Cronik Kidney Disease) Penaggung jawab Nama : Tn. Dari keluarga pasien juga tidak ada yang mempunyai penyakit keturunan baik diabetes. 3. Riwayat Penyakit Keluarga Dari keluarga pasien tidak ada yang mempunyai penyakit yang sama dengan pasien. POLA FUNGSIONAL 1. Namun. Keluhan Utama Pasien datang dengan keluhan pusing dan mual 2. 4. Persepsi tentang kesehatan dan managemen kesehatan . klien sudah 1X masuk Rumah Sakit Karena DM. S Umur : 41 th Jenis Kelamin : Perempuan Tanggal lahir : Ngawi.00 WIB bangsal Garuda BIODATA Pasien Nama : Ny. TYPE I PENGKAJIAN ( GORDON ) Pengkajian dilakukan pada tanggal 20 jam 13. F Umur : 42 Th Pendidikan : SMP Pekerjaan : Petani Agama : Islam Hubungan dengan pasien : Suami Alamat : Ngawi RIWAYAT KESEHATAN : 1. hipertensi maupun gagal ginjal (CKD). Pada tanggal 20 Mei 2014 klien dibawah ke Rumah Sakit karena klien mengeluh kaki kanannya bengkak dan sulit di gerakkan. muntah dan lemas yang sudah dialami klien 1 minggu sebelum masuk rumah sakit tetapi belum dibawah ke Rumah Sakit dan hanya di beri dengan obat warung. Keluarga pasien tidak ada yang pernah masuk rumah sakit sebelumnya. 03 Mei 1973 Status : Menikah Pendidikan : SD Agama : Islam Suku / Bangsa : Indonesia Alamat : Ngawi Alasan Pasien Masuk RS : Pasien merasakan pusing. Riwayat Penyakit Sekarang Klien diantar ke Rumah Sakit karena pucat. lemas. mual. Setelah diperiksa oleh Dokter klien dianjurkan untuk mendapat perawatan lebih lanjut. Riwayat Penyakit Dahulu Pasien mengatakan belum pernah mengalami penyakit yang sama.

Nutrisi Saat sakit pasien Mengatakan nafsu makannya berkurang karena terkadang mual jika makan.a. selama sakit. Peran Diri :Pasien mengatakan dirinya adalah seorang ibu rumah tangga dengan dua anak. Preventif kesehatan – gaya hidup : . alkohol Pasien mengatakan tidak pernah merokok atau mengkonsumsi alcohol. Nutrisi dan metabolisme a. Selamasakit pasien dianjurkan diet rendah protein dan rendah garam. sehingga pasien hanya makan setengah porsi dengan bubur nasi atau bubur sum-sum.Kebiasaan : merokok. tidur siang 1 Jam 6. 2. Persepsi diri dan konsep diri 1). Ambulasi Pasien tidak bisa berjalan dari tempat tidur ke kamar mandi kecuali di bantu keluarga atau perawat. BAK Frekuensi : Terpasang kateter dengan volume ± 600 cc Warna : kuning keruh. Kebersihan diri Saat dikaji Klien mandi lap di tempat tidur dilakukan oleh keluarga dan perawat 5. Identitas Diri : pasien mengetahui segala hal tentang dirinya dan tidak mengalami ganguan dalam hal identitas diri 3). warna kuning dan bau khas fases. merawat rumah dan anak-anaknya dan dengan baik . Istirahat dan tidur Saat Sakit klien tidur Malam 2-3 jam. b. Mobilisasi Saat Sakit klien Bedrest. elektrik.Minuman : Air Putih dengan Frekuensi 2-4 Gelas / hari atau ± 250 cc dan terpasang terapi cairan NaCl 0. Gambaran Diri/Body Image : pasien mengatakan bahwa ia hanya hanya bisa berdo’a dan sabar berusaha dalam menjalani sakit yang di deritanya. Pasien juga kadang-kadang muntah setelah maupun sebelum diberi makan. b. Apabila pasien sakit. pasien mengatakan hanya beli obat di warung atau periksa ke puskesmas bila tidak segera sembuh. Preventif kesehatan lingkungan (aman. Posisi tubuh Selama sakit pasien hanya duduk dan berbaring di tempat tidur. Pasien mengatakan minum berkurang sekitar 2-4 gelas air putih. Aktifitas dan latihan a. 3. pasien tidak dapat melakukan perannya sebagai Ibu rumah Tangga. Harga Diri : pasien tidak merasa rendah diri terhadap penyakit yang dideritanya. 4). karena memang sudah ujian dari Tuhan. d. mekanik. tidak terdapat darah dan lendir dalam fases.9 % 500 ml/12 jam. semua aktivitas klien dibantu oleh keluarga dan perawat. b. Cairan Saat Sakit . 2). c. 4.Pemasukan : Berkurang . Eliminasi Saat Sakit BAB Frekuensi : 1X/hari Konsistensi : Lembek. dll) Pasien mengatakan hidup sederhana di pedesaan sebagai Ibu rumah tangga.

7. gigi dan gusi baik tidak ada pembengkakan. tidak ada deformasi. Dada Paru-Paru : Inspeksi Bentuk : bentuk normal. Pola nilai dan kepercayaan Saat sakit pasien mengatakan tetap melakukan sholat 5 waktu walaupun sedang di rawat di rumah sakit dengan cara duduk atau berbaring. lapang pandang luas. liang telinga ada serumen bewarna coklat dan kotor. d. Ideal Diri : Pasien mengatakan ingin segera sembuh dan beraktivitas seperti biasanya. f. tidak ada tumor. Pola seksual dan reproduksi Selama sakit pasien mengalami gangguan dalam pola seksual atau reproduksinya. gerakan mata tidak kaku dan dapat bergerak bebas. dan dapat bergerak bebas serta tidak kaku. tidak ada penyumbatan. Hidung : bagian luar terlihat simetris. Kulit kepala bersih tidak ada lesi. bentuk simetris antara kanan dan kiri Kulit : normal. lemah. Telinga : daun telinga bersih dan simetris. pupil isokor. Pola hubungan dan peran Saat Sakit Pasien mengatakan berkomunikasi dengan keluarga. tidak ada nyeri tekan pada sinus. c. Mulut : bibir tidak ada sianosis dan mukosa bibir kering. konjungtiva anemis. tidak ada lesi Palpasi : Pengembangan : dapat mengembang maksimal Taktil/Vokal Fremilus : antara kanan dan kiri sama Perkusi : sonor Auskultasi : Frekuensi dan Irama : 24x/menit dan reguller Lainnya : suara vesikuler Jantung : Inspeksi : bentuk dada simetris . Mata : Bentuk bola mata bulat (sferik). tidak ada ingus. 9. kelenjar limfe tidak ada pembengkakan . Leher : bentuknya simetris. pasien dan petugas medis dengan baik tanpa mengalami gangguan. b. sclera putih. Pasien Tidak pernah melakukan hubungan suami-istri selama sakit. tonsil tidak ada pembengkakan. Kepala : Muka simetris. 5). Pola koping dan toleransi stres Pasien sangat optimis terhadap masa depannya dan yakin akan segera sembuh. mual. tidak ada nyeri tekan pada lidah dan pipi dan terdapat bau mulut. 10. Namun tidak bisa seperti biasa yang membantu suami dan merawat anak. P EMERIKSAAN FISIK a. muntah dan anoreksia. faring tidak ada pembengkakan. Warna Rambut hitam. warna kulit normal. e. tidak ada pembengkakan. Keadaan Umum Pasien tampak pucat. kelopak mata dapat membuka dan menutup dengan sempurna. ovula tidak ada pembengkakan. kelenjar tiroid tidak ada pembengkakan. 8. tekanan bola mata tidak ada nyeri tekan. h. tragus tidak ada nyeri tekan dan dapat mendengar dengan jelas. Kesadaran compos mentis dengan GCS 15. tidak ada pendarahan. g.

Hasil laboratorium : . Klien mengeluh nafsu makan berkurang . Klien mengatakan badan terasa lemas .3 % 13-16 % HT : 2% 124.diet rendah protein dan rendah garam c. Anus dan Rectum : Tidak ada hemoroid k.5 mg/dl 6.2 mg/dl 3.Nilai Normal GD : 515 mg/dl 110-140 mg/dl Natrium : 189 meq/L 135-148 meq/L Kalium : 7. Palpasi : Iktus kordis teraba di interkostal ke 5 Perkusi : Pekak / Datar / Redup Auskultasi : Bunyi jantung normal -BJ I (S1) : penutupan katub mitral dan trikuspidalis = LUB -BJ II (S2) : penutupan katub Aorta dan Pulmonal = DUB i.6 mg/dl 10-50 mg/dl Kreatinin : 6.05 meq/L 3.1 mg/dl Uric Acid : 9.4 mg/dl 2-3.9 mg/dl GD : 339 mg/dl 110-140 mg/dl Kolestrol : 155 DATA FOKUS Tanggal Pengkajian : 20 Mei 2014 Jam : 13.Pemeriksaan Darah .03 mg/dl 3. Test Fungsi Ginjal Urea UV : 287. Abdomen Inspeksi : Bentuk abdomen pasien datar dan simetris Auskultrasi : Peristaltik usus 20x/menit Palpasi : Pasien merasakan nyeri tekan Perkusi : Tympani j.5-7 mg/dl Total Protein : 5. Data Subjektif : . Foto Thorax : Hasil normal e. Klien mengeluh mual dan muntah .4 meq/L 94-111 meq/L Hb : 8. Alat Kelamin : Tidak ada masalah pada alat kelamin pasien b.7-8.5-1.4 mg/dl Globulin : 2.7 mg/dl Albumin : 3.26 mg/dl 0. Keluarga klien mengatakan klien mengalami bengkak di kaki kanan sejak 1 hari sebelum klien masuk Rumah Sakit .2 meq/L Klorida : 93. Laboratorium : .8-4.Makanan lunak .S Diagnosa Medis : CKD (Cronik Kidney Disease) / GGK(Gagal Ginjal Kronik) 1.000 mm3 d. Diit : .000 Leukosit : 8300 5000-10.00 WIB Nama Pasien : Ny.6-5.

.Edema pada kedua Ekstrimitasinferior dextra . Data Objektif : . S No. yang dimakan Cuma 3 sendok makan . Kadaan Umum Klien tampak sakit sedang . : UMUR : 41 th Jenis Kelamin : L / P Ruang : Garuda DATA PENDUKUNG MASALAH TGL/ HARI ETIOLOGI (Data Subyektif & Obyektif) (PROBLEM) Selasa DS : Edema Kelebihan Volume 20/05/2014 .Klien mengatakan badan terasa lemah DO: Intoleransi Aktivitas . ROM Menurun bagian lutut dan pergelangan kaki . warna kuning keruh . warna kuning keruh . Klien mengatakan sudah mengalami penyakit Diabetes Melitus sejak 4 tahun yang lalu .Albumin : 3. Keluarga klien mengatakan tidak tahu mengenai penyakit yang dialami klien 2. Porsi makan tidak dihabiskan.Total protein : 5. Kekuatan otot ekstrimitas bawah ANALISA DATA NAMA : Ny.5 mg/dl . Konjungtiva anemis . Respirasi : 24x/m . Reg.Keluarga klien mengatakan klien cairan mengalami bengkak di kakikanan sejak 1 hari sebelum masuk Rumah Sakit DO : . Pergerakan Ekstrimitas bawah terbatas .Semua aktivitas klien tampak dibantu oleh perawat dan keluarga -klien tampak lemah .Klien tampak hanya berbaring di tempat tidur Kelemahan Fisik . Jumlah urine yang keluar perharinya 600cc. Nadi : 74x/m . Edema pada ekstrimitas bawah kanan (Dari paha sampai telapak kaki) . Pitting edema pada ekstrimitas bawah .2 mg/dl selasa DS : 20/05/2014 .Jumlah urine yang keluar perharinya 600cc. Klien mengatakan sudah 1 x masuk rumah sakit dengan penyakit yang sama . Tanda-Tanda Vital .

Reg.1x muntah .Klien mengeluh badan terasa lemah Nutrisi Kurang dari Mual.Hb 8. porsi makan yan dihabiskan hanya 2 sendok makan .selasa DS : 20/05/2014 .pasien mengatakan tidak nafsu makan .Klien mengeluh mual dan muntah . : UMUR : 41 th Jenis Kelamin : L / P Ruang : Garuda No DIAGNOSA KEPERAWATAN TANGGAL TANGGAL TANDA TANGAN DX Data Pendukung ( Do / DS ) DITEMUKAN TERATASI NAMA 1 Kelebihan volume cairan b/d 20/05/2014 edema 2 Intoleransi aktivitas b/d 20/05/2014 kelemahan fisik 3 Perubahan nutrisi kurang dari 20/05/2014 kebutuhan tubuh b/d Mual.muntah kebutuhan tubuh DO : .S No.Porsi makan tidak dihabiskan. muntah dan anoreksia .3 % DIAGNOSA KEPERAWATAN NAMA : Ny.

S No. : UMUR : 41 th Jenis Kelamin : L / P Ruang : Garuda N NO PERENCANAAN TGL/ JAM O DX TUJUAN & KH INTERVENSI RASIONALISASI 1 20/05/2014 1 Setelah di lakukan tindakan .Kadar protein dan albumin -monitor output cairan -untuk mengetahui dalam batas normal pasien jumlah cairan yang keluar dari pasien -kolaborasi dengan -untuk dokter dalam pemberian meningkatkan transfusi albumin kadar albumin pasien menjadi normal 2 20/05/2014 2 Setelah di lakukan tindakan -Pantau KU klien -Untuk 13.Pasien dapat melakukan ADL memenuhi ADL pasien -untuk melatih (Aktivity Daily) secara mandiri pergerakan sendi- sendi yang kaku -agar pasien dapat memenuhi ADL 3 20/05/2015 3 Setelah dilakukan Observasi keadaan 13.pantau KU pasien -untuk mengetahui 13.20 asuhan keperawatan 3 x 24 jam di -Ajarkan ROM aktif mengetahui harapkan pasien toleran terhadap -Kolaborasi dengan keadaan umum aktivitasnya dengan criteria hasil : keluarga dalam pasien . Reg.05 asuhan keperawatan selama 3 x 24 secara berkala keadaan umum jam di harapkan volume cairan -kaji TTV pasien klien tidak berlebihan dengan -Batasi intake cairan -Untuk criteria hasil : pasien mengetahui TTV .pasien tidak mengalami edema pasien . RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN NAMA : Ny.25 tindakankeperawatan selama 3x24 umum pasien untuk mengetahui jam diharapan tidak mengalami -Kolaborasi pemberian keadaan umum kekurangan nutrisi dengan kriteria obat anti emetic pasien dan ttv hasil : pasien .

-Mual berkurang -Kolaborasi dengan ahli -Nafsu makan meningkat gizi dalam -Untuk mengatasi -Pasien tidak mengalami muntah pemberian diet bubur mual muntah -Hb pasien dalam batas normal rendah protein rendah pasien garam -Untuk memenuhi -Monitor jumlah output kebutuhan nutrisi melalui muntah pasien -untuk mengetahui banyaknya volume cairan yang di keluarkan pasien UKUR BALANCE CAIRAN Nama : N.bengkak pada kaki dan tangan. Riwayat sakit ginjal sejak Bulan Oktober 2009 . Kondisi Klien 1.A Umur : 50 tahun N0 RM : 00938454 Diagnosa Medis : CKD std V . Uremic Lung dan Hipertensi grade II Kamar : Ruang Angsoka II RSUP Sanglah A. Alasan MRS : Sesak nafas sejak tgl 12 September 2009.

4. b.5-1.Persiapan : – form balance cairan – timbangan – pengukur jumlah cairan 5. 2. Data Fokus : Data Subjektif: – Sebelum MRS sering minum banyak karena tidak tahan haus saat bekerja – Nafas sesak terutama bila tidur dan berkurang bila duduk Data Objektif : – Edema pada kedua ekstremitas atas & bawah.Tujuan Khusus Setelah diberikan tindakan perawatan selama 3×24 jam diharapkan kelebihan volume cairan dapat diatasi Kriteria hasil : a. Standar Prosedur Operasional ( SPO ) : Mengukur Balance Cairan SPO MENGUKUR BALANCE CAIRAN 1.bak maupun drainage. – BUN : 66 (n 10-50) – Creatinin : 10.Kebijakan : Ada program dokter tentang komposisi dan kebutuhan cairan pasien secara tertulis.bab. . 0. 3. 2.Tujuan : Intake dan output cairan terpantau secara ketat. asites (+) mengeluh sesak. Klien dan keluarga mengerti dan ikut berpartisipasi dalam pembatasan cairan masuk D. RR : 26x/mnt C.RR 16-24 x/mnt b. – Urine output :600 cc/24 jam – RR : 26 x/mnt – Terpasang O2 nasal 3 lt/mnt. Diagnosa Keperawatan Kelebihan volume cairan b/d mekanisme pengaturan melemah. Pengertian : Menghitung jumlah cairan yang masuk baik secara enteral maupun parenteral serta cairan yang keluar baik lewat muntah . Sesak nafas berkurang. Edema berkurang atau hilang c.Prosedur kerja : a. Tindakan Keperawatan : Mengukur balance cairan E.Catat jumlah cairan yang masuk lewat makanan/ minuman dan cairan infus pada form balance cairan kemudian jumlahkan. – Asites (+).9( n. kelebihan intake cairan d/d edema pada extremitas atas dan bawah.Identifikasi kebutuhan cairan pasien dengan melihat program dokter atau menghitung kebutuhan cairan pasien per 24 jam.2) B.

A Umur : 50 tahun N0 RM : 00938454 Diagnosa Medis : CKD std V . ” D. muntah dan drainage cairan tubuh pada form balance cairan kemudian jumlahkan. c. terima kasih atas bantuan Bapak.Pengukuran balance cairan dilakukan minimal tiap 6 jam dan dilakukan lebih sering pada pasien dengan observasi ketat. Pak. Saya mahasiswa PSIK Unud. sekarang saya akan mengukur cairan yang masuk dan keluar. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM TINDAKAN PERAWATAN MENGUKUR BALANCE CAIRAN A. biar jumlahnya lebih pasti. saya sudah selesai mengukur cairan masuk dan cairan keluar Bapak selama 6 jam”. pampers ditimbang. pengukuran cairan sudah selesai.” -” Pengukuran ini akan dilakukan setiap 6 jam.” – ” Baik ibu . dari jam 6 tadi pagi sampai jam 12 siang ini. Bila pasien menggunakan pampers.” STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN MEMBERIKAN INJEKSI INTRAVENA Nama : N. ” B. Nanti 3 jam lagi saya akan datang lagi untuk memberikan suntikan lewat infus . Hal ini sangat penting untuk mengetahui apakah cairan yang masuk sudah mencukupi kebutuhan Bapak dan apakah cairan yang keluar sudah seimbang dengan cairan masuk. Pak. ( 1 gr = 1 cc ). – ” Bapak tolong ingat berapa kali Bapak minum atau apakah ada muntah selama 6 jam berikutnya. berapa kali Bapak minum ? Kira-kira ada berapa gelas . d.Tentukan keseimbangan cairan apakah positif atau negatif berapa cc dengan mengurangi seluruh jumlah intake dengan seluruh jumlah output cairan pada rentang waktu tertentu. Bila perlu dicatat ya. -” Pak. 6. e. Tahap Orientasi -” Selamat siang.Pak . ada setengahnya ?” – ” Apakah Bapak ada muntah pada jam tersebut ? Berapa kali dan berapa jumlahnya setiap kali ?” – ” Sekarang saya akan mengukur jumlah kencing Bapak selama 6 jam. Jumlah cairan yang keluar diukur dengan pengukur cairan dalam ml ( cc ). Tahap Kerja – ” Bapak N. ” C. Unit terkait : Dokter. Kontrak selanjutnya – ” Baiklah Bapak. Jumlah cairan yang keluar adalah berat pampers basah dikurangi berat pampers kering. nama saya Dewi. Uremic Lung dan Hipertensi grade II . Tahap Terminasi – ”Baiklah Bapak.Catat jumlah cairan yang keluar lewat faeces. Kan sudah ditampung pak ya kencingnya. urine.

Klien dan keluarga mengerti dan ikut berpartisipasi dalam pembatasan cairan masuk D. Tujuan : – Mendapatkan reaksi obat dengan cepat.9( n. Alasan MRS : Sesak nafas sejak tgl 12 September 2009. RR : 26x/mnt C.2) B.RR 16-24 x/mnt b. Diagnosa Keperawatan Kelebihan volume cairan b/d mekanisme pengaturan melemah. Standar Prosedur Operasional ( SOP ) : Memberikan obat injeksi intravena. kelebihan intake cairan d/d edema pada extremitas atas dan bawah.Tujuan Khusus Setelah diberikan tindakan perawatan selama 3×24 jam diharapkan kelebihan volume cairan dapat diatasi Kriteria hasil : a.5-1. 0. SPO PEMBERIAN OBAT INJEKSI INTRAVENA 1. Tindakan Keperawatan : Melaksanakan tindakan delegatifpemberian diuretika ( Furosemide 3×1 amp/IV) E. Riwayat sakit ginjal sejak Bulan Oktober 2009 2. 2. Sesak nafas berkurang. Kebijakan : Ada instruksi tertulis dari dokter. Data Fokus : Data Subjektif: – Sebelum MRS sering minum banyak karena tidak tahan haus saat bekerja – Nafas sesak terutama bila tidur dan berkurang bila duduk Data Objektif : – Edema pada kedua ekstremitas atas & bawah.bengkak pada kaki dan tangan. Kondisi Klien 1. – BUN : 66 (n 10-50) – Creatinin : 10. Pengertian : Memberikan obat suntikan melalui pembuluh darah vena. – Urine output :600 cc/24 jam – RR : 26 x/mnt – Terpasang O2 nasal 3 lt/mnt. 3. – Asites (+). Edema berkurang atau hilang c. Persiapan : – Spuit dengan jarumnya – Handschoon – Kapas alkohol . asites (+) mengeluh sesak. Kamar : Ruang Angsoka II RSUP Sanglah A. 4.

– Obat yang akan disuntikkan
– Kupet
– Pengalas
– Bengkok
– Torniquet
– CM perawatan
5. Prosedur kerja :
a. Cek program terapi dokter
b. Periksa kembali obat sesuai program
c. Baca label obat untuk memastikan kandungan obat, dosis dalam satu
kemasan,
cara pemberian, kontraindikasi dan efek samping.
d. Beri salam dan perkenalkan diri
e. Dekatkan peralatan (troly injeksi)
f. Memberikan penjelasan kepada pasien atau keluarga tentang obat yang
akan
diberikan, kegunaan, cara pemberian dan kemungkinan efek samping.
g.Tentukan area suntikan (usahakan mencari pada vena besar dan
kelihatan) atau
perset pada selang infus yang sudah terpasang.
h. Membaca etiket (nama pasien, obat, dosis, cara dan waktu).
i. Jelaskan prosedur menyuntik agar ada kerjasama dengan pasien
j. Lakukan observasi terhadap tanda alergi, jelaskan pada pasien agar
segera
melapor bila timbul seperti panas, gatal, sesak atau keluar keringat
dingin.
k. Tentukan kontrak selanjutnya dan lakukan pendokumentasian.
STRATEGI KOMUNIKASI DALAM TINDAKAN PERAWATAN
MEMBERIKAN OBAT INTRAVENA
A. Tahap Orientasi
-” Selamat sore, Pak, saya Dewi, mahasiswa PSIK Unud yang tadi mengukur
balance cairan Bapak. Masih ingat kan,Pak ?
-” Pak. NA, bagaimana perasaan Bapak sekarang ? Apakah Bapak masih
sesak ?
Sekarang saya akan memberikan obat suntik berupa Furosemide 3x1ampul,
yang akan dimasukkan lewat selang infus untuk mengeluarkan cairan yang
berlebihan di tubuh Bapak sehingga diharapkan sesak dan bengkaknya akan
berkurang.
-” Pemberian injeksi ini akan diberikan 3 kali sehari yaitu pagi , sore
dan malam.Untuk obat suntik sorenya akan saya beri sekarang.”
B. Tahap Kerja
– ” Sebelumnya saya beritahukan bahwa tadi saya sudah mencuci tangan.”

– ” Pak, obatnya saya ambil dulu di laci tempat obatnya.”
-” Saya sudah mengecek obatnya, keadaan obat masih bagus, tanggal
kadaluarsanya masih empat tahun lagi. Obat ini juga sudah sesuai dengan
program dokter.”
– ”Obat ini akan langsung saya suntikkan pada selang infus Bapak. Saat disuntik
nanti tolong Bapak rasakan apakah ada gatal, panas atau kemerahan di sekitar
pemasangan infus.”
– ” Baiklah sekarang saya akan memasukkan obat injeksi ini lewat selang
infus jadi
tidak akan begitu sakit. Bagaimana Bapak? Apakah suntikannya terasa sakit
,Pak?.”
C. Tahap Terminasi
– ”Baiklah Pak, saya sudah selesai menyuntikkan obatnya.”
– Data objektif : obat sudah dimasukkan, tanda-tanda alergi obat (-)
– ”Baik Pak , sesuai dengan yang saya katakan tadi, tolong Bapak melapor pada
perawat bila ada tanda-tanda alergi obat misalnya keringat dingin, benjolan,
gatal atau kelihatan kemerahan di sekitar area suntikan”.
D. Kontrak selanjutnya
– ” Baiklah Pak N, pemberian obat melalui suntikan sudah selesai dan saya akan
datang satu jam lagi untuk melakukan pengukuran vital sign. Bila Bapak perlu
bantuan, Bapak bisa menghubungi perawat di counter perawat.”
STRATEGI PELAKSANAAN
TINDAKAN MEMBERIKAN OBAT ORAL
Nama : N.A
Umur : 50 tahun
N0 RM : 00938454
Diagnosa Medis : CKD std V , Uremic Lung dan Hipertensi grade II
Kamar : Ruang Angsoka II RSUP Sanglah
A. Kondisi Klien
1. Alasan MRS :
Sesak nafas sejak tgl 12 September 2009,bengkak pada kaki dan tangan.
Riwayat sakit ginjal sejak Bulan Oktober 2009
2. Data Fokus :
DS :
– Penyakit hipertensi diketahui sejak 5 bulan yang lalu
DO :
– TD = 150/100 mmHg (dengan obat-obatan)

B. Diagnosa Keperawatan
PK : Hipertensi
C.Tujuan Khusus

Setelah diberikan tindakan perawatan selama 3×24 jam diharapkan
hipertensi teratasi
Kriteria hasil :
TD sistole ≤ 140 mmHg
TD stabil
D. Tindakan Keperawatan :
Melaksanakan tindakan delegatif pemberian obat antihipertensif ( Nifedipin 10
mg, Captopril 50 mg per oral)
E. Standar Prosedur Operasional ( SOP ) : Memberikan obat oral
(terlampir).
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
MEMBERIKAN OBAT ORAL
. Pengertian : Memberikan obat oral kepada pasien melalui mulut, dengan
bentuk obat berupa syrup.
2. Tujuan : – Membantu proses penyembuhan
– Meningkatkan daya tahan tubuh.
– Memberikan efek positiftertentu sesuai fungsi obat.
3. Kebijakan : – Ada program terapi obat.
– Obat diberikan prinsip 6 benar ( benar obat, benar dosis, benar cara, benar
waktu, benar orang, benar dokumentasi ).
4. persiapan Alat – alat :
a. Baki
b. Obat yang diperlukan
c. Cucing untuk tempat obat
d. Gelas berisi air minum
e. Sedok
f. Tissue/ pengalas
g. Bengkok
h. CM perawatan
5. Prosedur Kerja :
a. Cek program terapi dokter.
b. Perawat mencuci tangan
c. Periksa ulang obat yang diberikan sesuai intruksi dokter
d. Siapkan obat sesuai dengan kebutuhan ( syrup )
e. Berikan salam, lakukan klarifikasi terhadap nama pasien.
f. Berikan penjelasan tentang obat yang diberikan meliputi jenis, kegunaan,
dan efek serta kemungkinan efek penyerta .
g. Berikan kesempatan pasien / keluarga untuk bertanya.
h. Tanyakan kebiasaan pasien minum obat.
i. Pasang tissue/ pengalas dibawah dagu kalau perlu.
j. Berikan obat pada pasien sesuai kebutuhan
k. Lakukan observasi sampai obat habisdiminum.
l. Bersihkan mulut pasien dengan tissue kalau perlu.

Pak. benjolan. Obat ini bisa langsung diminum setelah makan.Pak ? -” Pak. Tahap Terminasi – ”Baiklah Pak. Masih ingat kan. -” Aturan minum obat Nifedipin ini 3 kali sehari yaitu pagi . keadaan obat masih bagus. Berikan salam.” C. Kontrak selanjutnya – ” Baiklah Pak N. tolong Bapak melapor pada perawat bila ada tanda-tanda alergi obat misalnya keringat dingin. saya sudah siapkan airnya. o. obatnya saya ambil dari lemari obat di counter perawat.” -” Saya sudah mengecek obatnya. Tanyakan perasaan pasien setelah minum obat n. tanggal kadaluarsanya masih empat tahun lagi. mahasiswa PSIK Unud yang tadi mengukur balance cairan dan menyuntik Bapak. sore dan malam masing-masing 1 tablet 10 mg sedangkan Captopril diberikan 2 kali sehari masing-masing 1 tablet 50 mg.” – ”Silakan Bapak minum kedua obat ini. q. Tentukan kontrak selanjutnya.” B.” – ” Pak. Catat dalam catatan keperawatan untuk terapi sesuai dengan ketentuan. s. Bapak bisa menghubungi perawat di counter perawat. Tahap Kerja – ” Sebelumnya saya beritahukan bahwa tadi saya sudah mencuci tangan. Beri paraf dan nama terang / initial pada kolom obat dan catat reaksi yang terjadi (jika ada) dalam catatan keperawatan. Pasien dan alat perawatan dibereskan. bagaimana perasaan Bapak sekarang ? Apakah Bapak masih sesak ? Sekarang saya akan memberikan obat tablet berupa Nifedipin dan Captopril. tanda-tanda alergi obat (-) – ”Baik Pak . gatal atau kelihatan kemerahan di kulit”. pemberian obat minum sudah selesai dan saya akan datang satu jam lagi untuk melakukan pengukuran vital sign. Cuci tangan. Obat ini juga sudah sesuai dengan program dokter.” – Data objektif : obat sudah diminum. r. Berikan penjelasan terhadap kemungkinan reaksi alergi dan tanda yang harus diwaspadai. p. t. sesuai dengan yang saya katakan tadi. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM TINDAKAN PERAWATAN MEMBERIKAN OBAT ORAL A.m. saya Dewi. Uremic Lung dan Hipertensi grade II Kamar : Ruang Angsoka II RSUP Sanglah . Untuk obat minum sorenya akan saya beri sekarang. Tahap Orientasi -” Selamat sore. D. NA.” : CKD std V . obatnya sudah semua Bapak minum. Bila Bapak perlu bantuan.

– Asites (+). Tindakan Keperawatan : Mengukur balance cairan E.Kebijakan : Ada program dokter tentang komposisi dan kebutuhan cairan pasien secara tertulis. 2. RR : 26x/mnt C. 3. Edema berkurang atau hilang c.Persiapan : – form balance cairan – timbangan – pengukur jumlah cairan 5. – BUN : 66 (n 10-50) – Creatinin : 10. – Urine output :600 cc/24 jam – RR : 26 x/mnt – Terpasang O2 nasal 3 lt/mnt. kelebihan intake cairan d/d edema pada extremitas atas dan bawah.Prosedur kerja : . A.2) B. Klien dan keluarga mengerti dan ikut berpartisipasi dalam pembatasan cairan masuk D. Alasan MRS : Sesak nafas sejak tgl 12 September 2009.5-1.bak maupun drainage. 0.9( n. 4.Tujuan : Intake dan output cairan terpantau secara ketat.bengkak pada kaki dan tangan.Tujuan Khusus Setelah diberikan tindakan perawatan selama 3×24 jam diharapkan kelebihan volume cairan dapat diatasi Kriteria hasil : a. Diagnosa Keperawatan Kelebihan volume cairan b/d mekanisme pengaturan melemah. Data Fokus : Data Subjektif: – Sebelum MRS sering minum banyak karena tidak tahan haus saat bekerja – Nafas sesak terutama bila tidur dan berkurang bila duduk Data Objektif : – Edema pada kedua ekstremitas atas & bawah. Standar Prosedur Operasional ( SPO ) : Mengukur Balance Cairan SPO MENGUKUR BALANCE CAIRAN 1.bab. Sesak nafas berkurang. Pengertian : Menghitung jumlah cairan yang masuk baik secara enteral maupun parenteral serta cairan yang keluar baik lewat muntah . Riwayat sakit ginjal sejak Bulan Oktober 2009 2. Kondisi Klien 1. asites (+) mengeluh sesak.RR 16-24 x/mnt b.

ada setengahnya ?” – ” Apakah Bapak ada muntah pada jam tersebut ? Berapa kali dan berapa jumlahnya setiap kali ?” – ” Sekarang saya akan mengukur jumlah kencing Bapak selama 6 jam. 6. Pak. dari jam 6 tadi pagi sampai jam 12 siang ini.Catat jumlah cairan yang keluar lewat faeces. sekarang saya akan mengukur cairan yang masuk dan keluar. muntah dan drainage cairan tubuh pada form balance cairan kemudian jumlahkan. Saya mahasiswa PSIK Unud. ( 1 gr = 1 cc ). Jumlah cairan yang keluar diukur dengan pengukur cairan dalam ml ( cc ).” STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN MEMBERIKAN INJEKSI INTRAVENA . a.Pak . Bila perlu dicatat ya.Catat jumlah cairan yang masuk lewat makanan/ minuman dan cairan infus pada form balance cairan kemudian jumlahkan. e.Pengukuran balance cairan dilakukan minimal tiap 6 jam dan dilakukan lebih sering pada pasien dengan observasi ketat. Nanti 3 jam lagi saya akan datang lagi untuk memberikan suntikan lewat infus . ” C. d. ” D. terima kasih atas bantuan Bapak. Pak. Kontrak selanjutnya – ” Baiklah Bapak. ” B. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM TINDAKAN PERAWATAN MENGUKUR BALANCE CAIRAN A. Bila pasien menggunakan pampers. biar jumlahnya lebih pasti. Hal ini sangat penting untuk mengetahui apakah cairan yang masuk sudah mencukupi kebutuhan Bapak dan apakah cairan yang keluar sudah seimbang dengan cairan masuk. urine.” – ” Baik ibu . b.Identifikasi kebutuhan cairan pasien dengan melihat program dokter atau menghitung kebutuhan cairan pasien per 24 jam. Unit terkait : Dokter. Tahap Terminasi – ”Baiklah Bapak. Tahap Kerja – ” Bapak N. -” Pak. – ” Bapak tolong ingat berapa kali Bapak minum atau apakah ada muntah selama 6 jam berikutnya.Tentukan keseimbangan cairan apakah positif atau negatif berapa cc dengan mengurangi seluruh jumlah intake dengan seluruh jumlah output cairan pada rentang waktu tertentu. saya sudah selesai mengukur cairan masuk dan cairan keluar Bapak selama 6 jam”. c.” -” Pengukuran ini akan dilakukan setiap 6 jam. nama saya Dewi. berapa kali Bapak minum ? Kira-kira ada berapa gelas . pengukuran cairan sudah selesai. pampers ditimbang. Jumlah cairan yang keluar adalah berat pampers basah dikurangi berat pampers kering. Kan sudah ditampung pak ya kencingnya. Tahap Orientasi -” Selamat siang.

A Umur : 50 tahun N0 RM : 00938454 Diagnosa Medis : CKD std V . Alasan MRS : Sesak nafas sejak tgl 12 September 2009. Tindakan Keperawatan : Melaksanakan tindakan delegatifpemberian diuretika ( Furosemide 3×1 amp/IV) E. Data Fokus : Data Subjektif: – Sebelum MRS sering minum banyak karena tidak tahan haus saat bekerja – Nafas sesak terutama bila tidur dan berkurang bila duduk Data Objektif : – Edema pada kedua ekstremitas atas & bawah. Standar Prosedur Operasional ( SOP ) : Memberikan obat injeksi intravena. Tujuan : – Mendapatkan reaksi obat dengan cepat. 2.Tujuan Khusus Setelah diberikan tindakan perawatan selama 3×24 jam diharapkan kelebihan volume cairan dapat diatasi Kriteria hasil : a. Riwayat sakit ginjal sejak Bulan Oktober 2009 2. . Pengertian : Memberikan obat suntikan melalui pembuluh darah vena. Diagnosa Keperawatan Kelebihan volume cairan b/d mekanisme pengaturan melemah. 0. Uremic Lung dan Hipertensi grade II Kamar : Ruang Angsoka II RSUP Sanglah A. asites (+) mengeluh sesak. kelebihan intake cairan d/d edema pada extremitas atas dan bawah. Nama : N. Sesak nafas berkurang. – Urine output :600 cc/24 jam – RR : 26 x/mnt – Terpasang O2 nasal 3 lt/mnt.5-1. – BUN : 66 (n 10-50) – Creatinin : 10. Klien dan keluarga mengerti dan ikut berpartisipasi dalam pembatasan cairan masuk D.9( n.2) B.bengkak pada kaki dan tangan. – Asites (+). Kondisi Klien 1. RR : 26x/mnt C.RR 16-24 x/mnt b. Edema berkurang atau hilang c. SPO PEMBERIAN OBAT INJEKSI INTRAVENA 1.

cara dan waktu). Persiapan : – Spuit dengan jarumnya – Handschoon – Kapas alkohol – Obat yang akan disuntikkan – Kupet – Pengalas – Bengkok – Torniquet – CM perawatan 5. bagaimana perasaan Bapak sekarang ? Apakah Bapak masih sesak ? Sekarang saya akan memberikan obat suntik berupa Furosemide 3x1ampul. Jelaskan prosedur menyuntik agar ada kerjasama dengan pasien j. Kebijakan : Ada instruksi tertulis dari dokter. saya Dewi. cara pemberian. dosis dalam satu kemasan. cara pemberian dan kemungkinan efek samping. g. Baca label obat untuk memastikan kandungan obat. gatal. Beri salam dan perkenalkan diri e. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM TINDAKAN PERAWATAN MEMBERIKAN OBAT INTRAVENA A.Pak ? -” Pak. Masih ingat kan. Prosedur kerja : a. Periksa kembali obat sesuai program c. h. kontraindikasi dan efek samping. Lakukan observasi terhadap tanda alergi. Memberikan penjelasan kepada pasien atau keluarga tentang obat yang akan diberikan. kegunaan.Tentukan area suntikan (usahakan mencari pada vena besar dan kelihatan) atau perset pada selang infus yang sudah terpasang. Tentukan kontrak selanjutnya dan lakukan pendokumentasian. dosis. Dekatkan peralatan (troly injeksi) f. Tahap Orientasi -” Selamat sore. i. Membaca etiket (nama pasien. Pak. mahasiswa PSIK Unud yang tadi mengukur balance cairan Bapak. . Cek program terapi dokter b. obat. yang akan dimasukkan lewat selang infus untuk mengeluarkan cairan yang berlebihan di tubuh Bapak sehingga diharapkan sesak dan bengkaknya akan berkurang. d.3. sesak atau keluar keringat dingin. jelaskan pada pasien agar segera melapor bila timbul seperti panas. 4. NA. k.

pemberian obat melalui suntikan sudah selesai dan saya akan datang satu jam lagi untuk melakukan pengukuran vital sign. Alasan MRS : Sesak nafas sejak tgl 12 September 2009. Tahap Terminasi – ”Baiklah Pak. Kondisi Klien 1.” – Data objektif : obat sudah dimasukkan.bengkak pada kaki dan tangan. obatnya saya ambil dulu di laci tempat obatnya.” STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN MEMBERIKAN OBAT ORAL Nama : N. panas atau kemerahan di sekitar pemasangan infus. Data Fokus : DS : – Penyakit hipertensi diketahui sejak 5 bulan yang lalu DO : – TD = 150/100 mmHg (dengan obat-obatan) . benjolan. saya sudah selesai menyuntikkan obatnya. tolong Bapak melapor pada perawat bila ada tanda-tanda alergi obat misalnya keringat dingin. D.” – ” Baiklah sekarang saya akan memasukkan obat injeksi ini lewat selang infus jadi tidak akan begitu sakit. gatal atau kelihatan kemerahan di sekitar area suntikan”. Bila Bapak perlu bantuan.” C. tanggal kadaluarsanya masih empat tahun lagi.Untuk obat suntik sorenya akan saya beri sekarang.” B.A Umur : 50 tahun N0 RM : 00938454 Diagnosa Medis : CKD std V . tanda-tanda alergi obat (-) – ”Baik Pak .” -” Saya sudah mengecek obatnya. Uremic Lung dan Hipertensi grade II Kamar : Ruang Angsoka II RSUP Sanglah A. Kontrak selanjutnya – ” Baiklah Pak N. Obat ini juga sudah sesuai dengan program dokter. Bapak bisa menghubungi perawat di counter perawat.Pak?. sore dan malam. Bagaimana Bapak? Apakah suntikannya terasa sakit . Tahap Kerja – ” Sebelumnya saya beritahukan bahwa tadi saya sudah mencuci tangan. Saat disuntik nanti tolong Bapak rasakan apakah ada gatal. -” Pemberian injeksi ini akan diberikan 3 kali sehari yaitu pagi . keadaan obat masih bagus.” – ” Pak. Riwayat sakit ginjal sejak Bulan Oktober 2009 2. sesuai dengan yang saya katakan tadi.” – ”Obat ini akan langsung saya suntikkan pada selang infus Bapak.

h. Pasang tissue/ pengalas dibawah dagu kalau perlu. Standar Prosedur Operasional ( SOP ) : Memberikan obat oral (terlampir). dengan bentuk obat berupa syrup. g. Berikan kesempatan pasien / keluarga untuk bertanya. Berikan penjelasan tentang obat yang diberikan meliputi jenis. Baki b. 2. Perawat mencuci tangan c. Cucing untuk tempat obat d. 3. benar cara. Siapkan obat sesuai dengan kebutuhan ( syrup ) e. 4. Gelas berisi air minum e. Prosedur Kerja : a. benar orang. Captopril 50 mg per oral) E. Sedok f. Periksa ulang obat yang diberikan sesuai intruksi dokter d. – Memberikan efek positiftertentu sesuai fungsi obat. Pengertian : Memberikan obat oral kepada pasien melalui mulut. i. Tujuan : – Membantu proses penyembuhan – Meningkatkan daya tahan tubuh. Berikan salam. benar waktu. – Obat diberikan prinsip 6 benar ( benar obat. benar dosis.Tujuan Khusus Setelah diberikan tindakan perawatan selama 3×24 jam diharapkan hipertensi teratasi Kriteria hasil : TD sistole ≤ 140 mmHg TD stabil D. lakukan klarifikasi terhadap nama pasien. Bengkok h. Tissue/ pengalas g. dan efek serta kemungkinan efek penyerta . . CM perawatan 5. Cek program terapi dokter. f. B. persiapan Alat – alat : a. Tindakan Keperawatan : Melaksanakan tindakan delegatif pemberian obat antihipertensif ( Nifedipin 10 mg. Kebijakan : – Ada program terapi obat. b. STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL MEMBERIKAN OBAT ORAL . kegunaan. Tanyakan kebiasaan pasien minum obat. Diagnosa Keperawatan PK : Hipertensi C. benar dokumentasi ). Obat yang diperlukan c.

keadaan obat masih bagus.Pak ? -” Pak. Kontrak selanjutnya . Tahap Kerja – ” Sebelumnya saya beritahukan bahwa tadi saya sudah mencuci tangan.” C. Obat ini juga sudah sesuai dengan program dokter. obatnya saya ambil dari lemari obat di counter perawat. Masih ingat kan. D. tolong Bapak melapor pada perawat bila ada tanda-tanda alergi obat misalnya keringat dingin. sore dan malam masing-masing 1 tablet 10 mg sedangkan Captopril diberikan 2 kali sehari masing-masing 1 tablet 50 mg. Tahap Orientasi -” Selamat sore.” -” Saya sudah mengecek obatnya.” – ”Silakan Bapak minum kedua obat ini.” – ” Pak. Catat dalam catatan keperawatan untuk terapi sesuai dengan ketentuan. o. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM TINDAKAN PERAWATAN MEMBERIKAN OBAT ORAL A. tanggal kadaluarsanya masih empat tahun lagi. bagaimana perasaan Bapak sekarang ? Apakah Bapak masih sesak ? Sekarang saya akan memberikan obat tablet berupa Nifedipin dan Captopril. Beri paraf dan nama terang / initial pada kolom obat dan catat reaksi yang terjadi (jika ada) dalam catatan keperawatan.j. saya Dewi. gatal atau kelihatan kemerahan di kulit”. Berikan penjelasan terhadap kemungkinan reaksi alergi dan tanda yang harus diwaspadai. -” Aturan minum obat Nifedipin ini 3 kali sehari yaitu pagi . sesuai dengan yang saya katakan tadi.” B. Obat ini bisa langsung diminum setelah makan. Tahap Terminasi – ”Baiklah Pak. r. Lakukan observasi sampai obat habisdiminum. Pasien dan alat perawatan dibereskan. mahasiswa PSIK Unud yang tadi mengukur balance cairan dan menyuntik Bapak. obatnya sudah semua Bapak minum. Cuci tangan. p. m. tanda-tanda alergi obat (-) – ”Baik Pak .” – Data objektif : obat sudah diminum. Pak. Berikan obat pada pasien sesuai kebutuhan k. Untuk obat minum sorenya akan saya beri sekarang. l. NA. q. Bersihkan mulut pasien dengan tissue kalau perlu. s. Tentukan kontrak selanjutnya. Tanyakan perasaan pasien setelah minum obat n. benjolan. t. Berikan salam. saya sudah siapkan airnya.

pemberian obat minum sudah selesai dan saya akan datang satu jam lagi untuk melakukan pengukuran vital sign.– ” Baiklah Pak N. Bila Bapak perlu bantuan.” . Bapak bisa menghubungi perawat di counter perawat.