BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pada pemeriksaan radiologi khususnya Thorax, kadang-kadang ditemukan dimana
ukuran bayangan jantung terlihat lebih besar dari biasanya.
Meskipun terlihat lebih besar dari biasanya, kita tidak bisa langsung mengatakan
bahwa jantung tersebut mengalami pembesaran atau biasa disebut Cardiomegally. Untuk
menentukan apakah jantung tersebut mengalami pembesaran, maka diperlukan sebuah
perhitungan yang disebut dengan Cardiothoracic Ratio.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian CTR?
2. Bagaimana cara pemeriksaan CTR?

C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui pengertian CTR.
2. Untuk mengetahui cara pemeriksaan CTR.

Cardio Thorax Ratio (Jantung) 1

c. Batas kanan oleh atrium kanan b. Perikardium fibrosum → terletak di bagian luar dan terikat kuat. Perikardium terdiri dari : 1. Perikardium terletak dalam mediastinum medius. Bawah oleh ventrikel sinistra Cardio Thorax Ratio (Jantung) 2 . ventrikel dextra dan ventrikel sinistra. 2. Ruang-ruang jantung dibagi oleh septum vertikal menjadi empat bagian atrium dextra. Perikardium serosum (bagian dalam ) terdiri dari : 1) Lamina parietalis berdekatan dengan perikardium fibrosum 2) Lamina visceralis berhubungan erat dengan jantung = epikardium b. BAB II TINJAUAN MEDIS A. Batas kiri oleh auricula sinistra c. Batas jantung a. posterior terhadap corpus sterni dan kartilago costae II sampai VI. a. fungsinya adalah membatasi pergerakan jantung dan menyediakan pelumas. Anatomi Jantung Jantung adalah pusat dari sistem kardiovaskuler yang terletak dalam rongga dada diantara 2 paru. atrium sinistra. Jantung dilapisi oleh sebuah kantung yang disebut perikardium (kantong fibroserosa).

Cardio Thorax Ratio (Jantung) 3 .

B : jarak MSP dengan dinding kiri terjauh jantung.5 maka dikategorikan sebagai Cardiomegaly C. maka harus mengikuti Teknik Radiografi Thorax yang benar. B. CTR=A+B/C Keterangan : A : jarak MSP dengan dinding kanan terjauh jantung. maka untuk membuat perhitungan CTR nya kita harus membuat garis-garis yang akan membantu kita dalam perhitungan CTR ini. Teknik Radiografi Thorax Untuk mendapatkan gambaran dari bayangan jantung. Untuk mendapatkan foto thorax yang baik. kita membutuhkan sebuah foto thorax dengan proyeksi Postero Anterior (PA). Jika CTR >0. C : jarak titik terluar bayangan paru kanan dan kiri. Cardio Thorax Ratio (Jantung) 4 . Teknik Penghitungan CTR Setelah foto thorax PA sudah jadi.

Hal ini dikarenakan. seandainya saja pada rongga thorax pasien terdapat cairan. cairan akan berada di bawah ( sesuai dengan sifat air yang selalu menempati tempat terbawah ). a. sehingga mudah di diagnosa. saat berdiri. Jantung itu ibarat balon yang diisi dengan air. maka semua bentuk anatomi dari Paru-Paru dan Jantung berada pada posisi yang normal. sehingga apabila diposisikan supine akan melebar ke samping. Posisi Pasien Pasien diupayakan untuk berdiri (erect) membelakangi tabung sinar-x. maka gambaran jantung akan terlihat lebih besar jika dibandingkan dengan berdiri. Cardio Thorax Ratio (Jantung) 5 . Dengan berdiri. Lagi pula dengan posisi pasien yang erect. foto thorax akan memberikan informasi tambahan yang sebenarnya. Jika foto thorax terutama untuk melihat bayangan jantung dilakukan supine (tidur terlentang).

Cardio Thorax Ratio (Jantung) 6 . Kedua siku di dorong ke depan supaya bagian anterior dada menempel sempurna di kaset Central Ray dan Central Point Central Ray di arah kan tegak lurus horizontal terhadap kaset dan di pusatkan setinggi thorakalVI. Tentukan titik terluar dari kontur jantung sebelah kiri dan namakan sebagai titik B. Perhitungan Cardiothoracic Ratio (CTR) Setelah foto thorax PA sudah jadi. 2. Kedua shoulder terletak pada bidang yang sama supaya thorax simetris antara kanan dan kiri. Posisi Objek Kedua punggung tangan diletakkan di atas pinggang masing-masing. maka untuk membuat perhitungan CTR nya kita harus membuat garis-garis yang akan membantu kita dalam perhitungan CTR ini. Buat garis lurus dari pertengahan thorax (mediastinum) mulai dari atas sampai ke bawah thorax. 3. b. Tentukan titik terluar dari kontur jantung sebelah kanan dan namakan sebagai titik A. c. 1. Kepala di ekstensikan dan dagu diletakkan di atas kaset atau bucky stand.

Perpotongan antara titik C dengan garis mediastinum namakan sebagai titik D Jika foto thorax digambar dengan menggunakan aturan di atas maka akan di dapatkan foto thorax yang sudah di beri garis seperti di bawah ini : Cardio Thorax Ratio (Jantung) 7 . Buat garis lurus yang menghubungkan antara titik C dengan garis mediastinum. 5. Buat garis lurus yang menghubungkan antara titik A dan B. Tentukan titik terluar bayangan paru kanan dan namakan sebagai titik C. 4. 6. 7.

Setelah dibuat garis-garis seperti di atas pada foto thorax. selanjutnya kita hitung dengan menggunakan rumus perbandingan sebagai berikut : Ketentuan : Jika nilai perbandingan di atas nilainya 50% (lebih dari/sama dengan 50% maka dapat dikatakan telah terjadi pembesaran jantung (Cardiomegally) Cardio Thorax Ratio (Jantung) 8 .

Cardio Thorax Ratio (Jantung) 9 . kadang-kadang ditemukan dimana ukuran bayangan jantung terlihat lebih besar dari biasanya. KESIMPULAN Pada pemeriksaan radiologi khususnya Thorax. Untuk menentukan apakah jantung tersebut mengalami pembesaran. maka diperlukan sebuah perhitungan yang disebut dengan Cardiothoracic Ratio B. BAB III PENUTUP A. kita tidak bisa langsung mengatakan bahwa jantung tersebut mengalami pembesaran atau biasa disebut Cardiomegally. Meskipun terlihat lebih besar dari biasanya. SARAN Sebagai perawat hendaknya kita lebih mempelajari lagi tentang CTR agar menjadi perawat professional.

blogspot.id/2011/01/cardiothoracic-ratio-ctr-oleh-alm- nova.Radiologi.html Cardio Thorax Ratio (Jantung) 10 .blogspot. DAFTAR PUSTAKA http://teknikelektromedik-medan.html Anatomy.co.Jantung.CTR ( Cardio Thoracic Ratio).Cardiomegally.Radiodiagnostik.co.id/2010/08/sekilas-tentang-ctr-cardio-thoracic.Thorax http://catatanradiograf.