BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Gambaran Umum Wilayah
1.1.1 Luas Wilayah
Sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Nomor: 171 Tahun 2007, luas wilayah Kecamatan Tanjung Priok adalah 22,5174 Km2, yang
terdiri atas 103 RW dan 1269 RT dengan luas masing-masing kelurahan sebagai berikut:
- Kelurahan Sunter Agung : 7,0226 Km2
- Kelurahan Sunter Jaya : 4,5817 Km2
- Kelurahan Kebon Bawang : 1,7270 Km2
- Kelurahan Papanggo : 2,8018 Km2
- Kelurahan Warakas : 1,0884 Km2
- Kelurahan Sungai Bambu : 2,3640 Km2
- Kelurahan Tanjung Priok : 5,5400 Km2

1.1.2 Geografi
Batas Wilayah
 Utara : Pantai Laut Jawa
 Timur : Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Koja dan Kelapa gading
 Selatan : Jalan Raya Sunter Kemayoran, Kecamatan Kemayoran
 Barat : Kecamatan Pademangan
Merupakan suatu wilayah dengan ketinggian 0,5 – 1 M diatas permukaan laut.
Lapisan tanah yang membentuk daratan adalah batuan kedap (sedimen) yang berada 50 M
dibawah permukaan tanah. Batuan ini tidak compack (padat) tetapi permiable sehingga air
tanahnya terpengaruh intrusi oleh air laut. Di wilayah Kecamatan Tanjung Priok ada beberapa
sungai yang melintasi masing-masing wilayah Kelurahan yaitu :
a. Kali Tiram, yang membatasi Kelurahan Tanjung Priok dengan Kelurahan Warakas
b. Kali Sunter dan Danau Sunter di wilayah Kelurahan Sunter
c. Kali Kebon Bawang

1

1.1.3 Keadaan Demografi
Pada akhir tahun 2013 menurut data Biro Pusat Statistik Jakarta Utara:
□ Jumlah Penduduk : 391.881 Jiwa
 Laki-laki : 200.493 Jiwa
 Perempuan : 191.388 Jiwa
□ Jumlah Rumah Tangga (RT) : 121.646 KK
□ Kepadatan Penduduk : 17.403 /km2
Data tentang keadaan kependudukan menurut wilayah kelurahan selengkapnya dapat
dilihat pada tabel dan grafik berikut ini.
Tabel 1.1 Luas Wilayah, Jumlah Penduduk dan Kepadatan Penduduk Kecamatan
Tanjung Priok Jakarta Utara Tahun 2014
PENDUDUK
RASIO
Luas Area KEPADATAN
NO KELURAHAN JENIS
( KM2 ) LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH PENDUDUK
KELAMIN

1 Sunter Agung 7.0226 40,981 40,374 81,355 11,585 101.50
2 Sunter Jaya 4.5817 35,412 33,810 69,222 15,108 104.74
3 Kebon Bawang 1.7270 32,242 29,955 62,197 36,014 107.63
4 Papanggo 2.8018 23,427 22,361 45,788 16,342 104.77
5 Warakas 1.0884 27,597 26,232 53,829 49,457 105.20
6 Sungai Bambu 2.3640 18,563 17,358 35,921 15,195 106.94
7 Tanjung Priok 5.5400 22,271 21,298 43,569 7,864 104.57
Jumlah 22.5174 200,493 191,388 391,881 17,403 104.76
Sumber : Jakarta Utara Dalam Angka 2014

Grafik 1.1 Jumlah Penduduk dan Kepadatan Penduduk Jenis Kelamin Kecamatan
Tanjung Priok Jakarta Utara Tahun 2012-2013
Jumlah

g ya g o s bu k k
gun Ja an ngg a ka m r io r io
r w r P P
A te Ba pa a Ba ng ng
nter Sun on Pa W
gai ju ju
Su b n n n
Ke Su Ta -Ta
Se
Sumber: Jakarta Utara Dalam grafik 2014

Tabel 1.2 Jumlah Penduduk, Kepala Keluarga (KK), Rukun Warga (RW) dan Rukun
Tetangga (RT) di wilayah Kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara Tahun 2013

2

Sumber : Statistik Daerah Kecamatan Tanjung Priok 2014

Grafik 1.2 Jumlah Penduduk, Kepala Keluarga (KK), Rukun Warga (RW) dan Rukun
Tetangga (RT) di wilayah Kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara Tahun 2012-2013
Jumlah

ng Ja
ya ng go as bu io
k
io
k
gu wa ng rak m r r
r A
nte
r
Ba pa a iB
a gP gP
nte Su n Pa W a un un
Su bo ng a nj a nj
Ke Su T -T
Se
Sumber : Jakarta Utara Dalam Grafik 2014

1.1.4 Kesehatan
Di wilayah Kecamatan Tanjung Priok terdapat: 8 Rumah Sakit, 1 Puskesmas
Kecamatan, 13 Puskesmas Kelurahan dan 144 Posyandu aktif.

3

Tabel 1.3 Fasilitas Kesehatan di Kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara Tahun 2013

N FASILITAS JUMLA NO FASILITAS JUMLA
O KESEHATAN H KESEHATAN H

1 Puskesmas 14 11 Lab. Klinik 5
2 Rumah Bersalin 2 12 Apotik 65
Pemerintah
3 Rumah Bersalin Swasta 2 13 Posyandu 144
4 Balkesmas 4 14 Tabib Tradisional 10
5 BPU 56 15 Toko Obat 16
6 BPG 5 16 RS Pemerintah 2
7 Praktik Dokter Umum 556 17 RS swasta 6
8 Praktik Dokter Gigi 164
9 Praktik Dokter Spesialis 435
10 Praktik Bidan 53
Sumber : Jakarta Utara Dalam Angka 2013

Tabel 1.4 Jumlah Kunjungan Umum, Askes , Jamsostek, RB , Gakin dan Non Gakin Se-
kecamatan Tanjung Priok Tahun 2014

Sumber: Laporan SP2TP (2014)
Catatan: RB TIDAK DIJUMLAH (HANYA DICATAT)

Grafik 1.3 Perbandingan jumlah Kunjungan Umum, Askes, Jamsostek, RB, Gakin dan
Non Gakin Sekecamatan Tanjung Priok Tahun 2013-2014

4

kewenangan menetukan kegiatan yang termasuk public goods atau private goods serta kewenangan menentukan target kegiatan sesuai kondisi geografi puskesmas. Sebagai organisasi pelayanan mandiri. Peran puskesmas adalah sebagai ujung tombak dalam mewujudkan kesehatan nasional secara komprehensif yang meliputi promotif (peningkatan kesehatan). Seiring dengan semangat otonomi daerah maka puskesmas dituntut untuk mandiri dalam menentukan kegiatan pelayanannya yang akan dilaksanakan tetapi pembiayaannya tetap didukung oleh pemerintah. Jumlah Kunjungan UMUM ASKES JAMSOSTEK RB GAKIN NON GAKIN TOTAL Sumber: Laporan SP2TP (2014) 1. 2005).2. pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang diselenggarakannya. Gambaran Umum Puskesmas 1. kewenangan yang dimiliki puskesmas juga meliputi kewenangan merencanakan kegiatan sesuai masalah kesehatan di wilayahnya.2. memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan. Jumlah kegiatan pokok puskesmas diserahkan pada setiap puskesmas sesuai kebutuhan masyarakat dan kemampuan sumber daya yang dimiliki namun puskesmas tetap melaksanakan kegiatan pelayanan dasar yang menjadi kesepakatan nasional (Trihono. mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di wilayah kerjanya.1. keluarga. memelihara dan meningkatkan mutu. Puskesmas merupakan suatu unit organisasi yang bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan yang berada di garda terdepan dan mempunyai misi sebagai penggerak pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah kerjanya yakni satu atau sebagian wilayah kecamatan. preventif 5 . Definisi Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) ialah suatu unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. 2005). dan masyarakat beserta lingkungannya (Trihono.

Pergeseran pola pembayaran dalam pelayanan kesehatan yang semula fee for service menjadi pembayaran secara pra-upaya. 6. Wilayah Kerja Wilayah kerja puskesmas meliputi satu kecamatan atau sebagian dari kecamatan.Puskesmas di kecamatan dengan jumlah penduduk 150. Sasaran penduduk yang dilayani oleh satu puskesmas adalah sekitar 30. Tidak sebatas pada aspek kuratif dan rehabilatatif saja seperti rumah sakit. Pergeseran proses perencanaan dari top down menjadi bottom up seiring dengan era desentralisasi (Munin JA. Dengan paradigma baru ini. rehabilitatif (pemulihan kesehatan). 8. mendorong terjadi perubahan konsep yang sangat mendasar dalam pembangunan kesehatan. Pembangunan kesehatan yang semula bersifat terpusat (centralization) menjadi otonomi daerah (decentralization). keadaan geografik dan keadaan infrakstruktur lainnya merupakan pertimbangan dalam penentuan wilayah kerja puskesmas.000 penduduk.000 – 50. 7. 2004). 3.000 jiwa atau 6 . antara lain : 1. Pelaksanaan upaya kesehatan yang semula lebih bersifat terpilah-pilah (fragmented) berubah menjadi kegiatan yang terpadu (integrated). 2005). Faktor kepadatan penduduk. Puskesmas merupakan salah satu jenis organisasi yang sangat dirasakan oleh masyarakat umum. 1. Seiring dengan semangat reformasi dan otonomi daerah maka banyak terjadi perubahan yang mendasar dalam sektor kesehatan yaitu terjadinya perubahan paradigma pembangunan kesehatan menjadi paradigma sehat (Trihono. Sumber pembiayaan kesehatan yang semula lebih banyak dari pemerintah berubah menjadi pembiayaan kesehatan lebih banyak dari masyarakat.2.2. 4. kuratif (pengobatan). 5. Pembangunan kesehatan yang semula lebih menekankan pada upaya kuratif dan rehabilitatif menjadi lebih fokus pada upaya preventif dan kuratif tanpa mengabaikan kuratif-rehabilitatif 2. Pergeseran pemahaman tentang kesehatan dari pandangan komsutif menjadi investasi. luas daerah. Upaya kesehatan yang semula lebih banyak dilakukan oleh pemerintah akan bergeser lebih banyak dilakukan oleh masyarakat sebagai mitra pemerintah (partnership).(pencegahan). Puskesmas merupakan perangkat pemerintah daerah tingkat II sehingga pembagian wilayah kerja puskesmas ditetapkan oleh walikota / bupati dengan saran teknis dari kepala dinas kesehatan kabupaten / kota. Untuk jangkuan yang lebih luas dibantu oleh puskesmas pembantu dan puskesmas keliling.

Promotif (peningkatan kesehatan) 2. sejak pembuahan dalam kandungan sampai meninggal. umur. Visi Puskesmas Visi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas adalah tercapainya Kecamatan sehat menuju terwujudnya Indonesia sehat. 7 . Rumusan visi untuk masing-masing Puskesmas harus mengacu pada visi pembangunan kesehatan Puskesmas di atas yakni. serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Pelayanan Kesehatan Pelayanan kesehatan menyeluruh yang diberikan puskesmas meliputi: 1. (Trihono.1 Peta Wilayah Kecamatan Tanjung Priok 1.lebih merupakan puskesmas Pembina yang berfungsi sebagai pusat rujukan bagi puskesmas kelurahan dan juga mempunyai fungsi koordinasi (Trihono. terwujudnya Kecamatan sehat yang harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat serta wilayah Kecamatan setempat.2. yakni masyarakat yang hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku sehat memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata. 2005).2. Kuratif (pengobatan) 4. Indikator Kecamatan sehat yang ingin dicapai mencakup empat indikator utama yakni (1) lingkungan sehat (2) perilaku sehat (3) cakupan pelayanan kesehatan yang bermutu serta (4) derajat kesehatan penduduk Kecamatan. (Trihono.3. Rehabilitatif (pemulihan kesehatan) Pelayanan tersebut ditujukan kepada semua penduduk. Preventif (upaya pencegahan) 3. 1. Kecamatan sehat adalah gambaran masyarakat Kecamatan di masa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan. tidak membedakan jenis kelamin. 2005) Gambar 1. 2004).4.

5. Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan. (Trihono. pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan : Puskesmas akan selalu berupaya menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan standard dan memuaskan masyarakat. menuju kemandirian hidup. agar memperhatikan aspek kesehatan. Adapun fungsi Puskesmas sebagai berikut : 1. melalui peningkatan pengetahuan dan kemampuan. 3. 2005) 1. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat diwilayah kerjanya : Puskesmas akan selalu berupaya agar setiap keluarga dan masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah kerjanya makin berdaya di bidang kesehatan.1. Memelihara dan meningkatkan mutu. serta memulihkan kesehatan perorangan. 2. (Trihono. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah kerjanya : Puskesmas akan selalu menggerakkan pembangunan sektor lain yang diselenggarakan di wilayah kerjanya. yaitu pembangunan yang tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan. Puskesmas harus menjalankan fungsinya secara optimal. 2005) 1.2.6 Strategi Puskesmas 1. Mengembangkan dan menetapkan azas kemitraan serta pemberdayaan masyarakat dan keluarga. Misi Puskesmas 1. keluarga dan masyarakat yang berkunjung dan bertempat tinggal di wilayah kerjanya.7. 3. Fungsi Puskesmas Untuk mencapai Indonesia sehat 2025. mengupayakan pemerataan pelayanan kesehatan serta meningkatkan efisiensi pengelolaan dana. Meningkatkan profesionalisme petugas. Pusat Penggerak Pembanguan Berwawasan Kesehatan Puskesmas selalu berupaya menggerakkan dan memantau penyelenggaraan pembangunan lintas sektor termasuk oleh masyarakat dan dunia usaha di wilayah 8 . setidak-tidaknya terhadap lingkungan dan perilaku masyarakat. 2. tanpa diskriminasi dan dengan menerapkan kemajuan ilmu dan teknologi kesehatan yang sesuai. Mengembangkan dan menetapkan pendekatan kewilayahan.2. sehingga dapat dijangkau oleh seluruh anggota masyarakat. Mengembangkan kemandirian puskesmas sesuai dengan kewenangan yang diberikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. mencegah dan menyembuhkan penyakit. 4. keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya : Puskesmas akan selalu berupaya memelihara dan meningkatkan kesehatan. 4.2.

2005). peningkatan kesehatan keluarga. tanpa mengabaikan pemeliharan kesehatan dan pencegahan penyakit. Pelayanan kesehatan masyarakat Pelayanan yang bersifat publik (public goods) dengan tujuan utama memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan. Khusus untuk pembangunan kesehatan. 2005). serta ikut menerapkan. upaya yang dilakukan puskesmas adalah mengutamakan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan (Trihono. keluarga dan masyarakat ini diselenggarakan dengan memperhatikan kondisi dan situasi. Pemberadayaan perorangan. Di samping itu puskesmas aktif memantau dan melaporkan dampak kesehatan dari penyelenggaraan setiap program pembangunan di wilayah kerjanya. keluarga dan masyarakat termasuk dunia usaha memiliki kesadaran. pemberantasan penyakit. 9 . khususnya sosisal budaya masyarakat setempat (Trihono. Pusat Pelayanan Kesehatan Strata Pertama Puskesmas bertanggung jawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh. Pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menjadi tanggung jawab puskesmas meliputi : a. menyelenggarakan dan memantau progran kesehatan. Pusat Pemberdayaan Masyarakat Puskesmas selalu berupaya agar perorangan terutama pemuka masyarakat. 2005). 2005). 2. b. terpadu dan berkesinambungan. keluarga berencana. Pelayanan perorangan tersebut adalah rawat jalan dan untuk puskesmas tertentu ditambah dengan rawat inap (Trihono. Pelayanan kesehatan masyarakat tersebut antara lain adalah promosi kesehatan. kerjanya. sehingga berwawasan serta mendukung pembangunan kesehatan. Pelayanan kesehatan perorangan Pelayanan yang bersifat pribadi (private goods) dengan tujuan utama menyembuhkan penyakit dan pemulihan kesehatan perorangan. penyehatan lingkungan. berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan kesehatan termasuk sumber pembiayaannya. kesehatan jiwa masyarakat serta berbagai program kesehatan masyarakat lainnya (Trihono. perbaikan gizi. kemauan dan kemampuan melayani diri sendiri dan masyarakat untuk hidup sehat. 3.

Bekerja sama dengan sektor-sektor yang bersangkutan dalam melaksanakan program Puskesmas (Trihono. Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan yang menilai tatanan sekolah. Proses ini dilaksanakan dengan cara : 1. Memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. 2005) Setiap kegiatan yang dilakukan di puskesmas memerlukan evaluasi untuk menilai apakah program yang dilaksanakan berhasil atau tidak.2 Fungsi Puskesmas Untuk melaksanakan fungsinya. Adanya dokter kecil untuk SD atau PMR untuk SLTP 2. Merangsang masyarakat termasuk swasta untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka menolong dirinya sendiri. Memberikan bantuan yang bersifat bimbingan teknis materi dan rujukan medis maupun rujukan kesehatan kepada masyarakat dengan ketentuan tersebut tidak menimbulkan ketergantungan. 1.Tersedianya air bersih b. Tumbuh kembang. Memberikan petunjuk pada masyarakat tentang bagaimana menggali dan menggunakan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien. indikatornya : a. Gambar 1. Pusat pemberdayaan masyarakat. Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat 10 . 2. Tersedianya jamban yang saniter c. 3. 5. tatanan tempat kerja dan tatanan tempat – tempat umum mempunyai indikator : a. Puskesmas menjalankan beberapa proses. 4.Tersedianya larangan merokok d. Untuk itu dibuat indikator keberhasilan sesuai dengan fungsi puskesmas.

KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) d. 2005). P2M (Pengendalian Penyakit Menular) g. Peran Puskesmas Dalam konteks otonomi daerah saat ini. Pusat pelayanan kesehatan strata pertama Kegiatan pada pusat pelayanan kesehatan strata pertama adalah: a. 2005). Peran tersebut ditunjukkan dalam bentuk ikut serta menentukan kebijakan daerah melalui sistem perencanaan yang matang. Unit Pelaksana Teknis Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPTD) dinas kesehatan kabupaten/kota. maka tanggungjawab wilayah kerja dibagi antar puskesmas. Promosi kesehatan masyarakat b. dengan memperhatikan 11 . Kesehatan lingkungan c. b. tatalaksana kegiatan yang tersusun rapi serta sistem evaluasi dan pemantauan yang akurat (Trihono. 2005). Tumbuh dan berfungsinya kesehatan masyarakat 3. 3. puskesmas berperan menyelenggarakan sebagian dari tugas teknis operasional dinas kesehatan kabupaten/kota dan merupakan unit pelaksana tingkat pertama serta ujung tombak pembangunan kesehatan di Indonesia (Trihono. Tetapi apabila di satu kecamatan terdapat lebih dari satu puskesmas. KB (Keluarga Berencana) e. 2. Puskesmas adalah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang bertanggung-jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. Perbaikan gizi masyarakat f. Wilayah kerja Secara nasional. Tumbuh dan kembangnya LSM c. 1. kemauan. Pengobatan dasar. Pembangunan Kesehatan Pembangunan kesehatan adalah penyelenggaraan upaya kesehatan oleh bangsa Indonesia untuk meningkatkan kesadaran.8. puskesmas mempunyai peran yang vital sebagai institusi pelaksana teknis dituntut memiliki kemampuan managerial dan wawasan jauh ke depan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal (Trihono. 2005). 1. Pertanggungjawaban Penyelenggaraan Penanggungjawab utama penyelenggaraan seluruh upaya pembangunan kesehatan di wilayah kabupaten/kota adalah dinas kesehatan kabupaten/kota.2. sedangkan puskesmas bertanggungjawab hanya untuk sebagian upaya pembangunan kesehatan yang dibebankan oleh dinas kesehatan kabupaten/kota sesuai dengan kemampuannya (Trihono. 4. standar wilayah kerja puskesmas adalah satu kecamatan.

K4 Anak Pertolongan persalinan Cakupan linakes MTBS Cakupan MTBS Imunisasi Cakupan imunisasi Keluarga Pelayanan Keluarga Berencana Cakupan MKET Berencana Pengendalian Diare Cakupan kasus diare Penyakit Menular ISPA Cakupan kasus ISPA Malaria Cakupan kasus malaria Cakupan kelambunisasi Tuberkulosis Cakupan penemuan kasus 12 . 2005). KB (Keluarga Berencana) 5. regional dan global serta mempunyai daya ungkit tinggi untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat. P2M (Pengendalian Penyakit Menular) 7. kegiatan pokok Puskesmas ditujukan untuk kepentingan kesehatan keluarga sebagai bagian dari masyarakat di wilayah kerjanya (Trihono. 1. kebutuhan konsep wilayah (desa/kelurahan atau RW).5 Program Kesehatan Wajib di Puskesmas Program Kegiatan Indikator Kesehatan Wajib Promosi Kesehatan Promosi hidup bersih dan Tatanan sehat sehat Perbaikan perilaku sehat Kesehatan Penyehatan pemukiman Cakupan air bersih Lingkungan Cakupan jamban keluarga Cakupan SPAL Cakupan rumah sehat Kesehatan Ibu dan ANC Cakupan K1. Kesehatan Lingkungan 3. Pengobatan Dasar (Trihono. Upaya kesehatan wajib ini diselenggarakan oleh setiap puskesmas yang ada di seluruh wilayah Indonesia (Trihono. Masing-masing puskesmas tersebut secara operasional bertanggungjawab langsung kepada dinas kesehatan kabupaten/kota (Trihono. Karenanya.9. 2005). Tabel 1. Upaya Kesehatan Wajib Puskesmas Upaya kesahatan wajib Puskesmas adalah upaya yang ditetapkan berdasarkan komitmen nasional. Upaya kesehatan wajib tersebut antara lain: 1. Promosi Kesehatan 2. KIA (Kesehatan ibu dan anak) 4. 2005).2. 2005) Pelaksanaan kegiatan pokok Puskesmas diarahkan kepada keluarga sebagai satuan masyarakat terkecil. Perbaikan Gizi Masyarakat 6.

Manajemen Kesehatan. 2005) Upaya kesehatan pengembangan puskesmas dapat pula bersifat upaya inovasi yaitu upaya lain di luar upaya puskesmas tersebut di atas yang sesuai dengan kebutuhan. Upaya Kesehatan Kebidanan dan Kandungan 6. Penetapan upaya kesehatan pengembangan pilihan puskesmas ini dilakukan oleh dinas kesehatan kabupaten/kota. maka dinas kesehatan 13 . 2005). yaitu : 1. SKDN Promosi Kesehatan % kadar gizi Pengobatan Medik dasar Cakupan pelayanan UGD Jumlah kasus yang ditangani Laboratorium sederhana Jumlah pemeriksaan Sumber : Trihono. Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat 4. ed. Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut 5. Upaya kesehatan pengembangan dilakukan apabila upaya kesehatan wajib puskesmas telah terlaksana secara optimal dalam arti target cakupan serta peningkatan mutu pelayanan telah tercapai. 1. Pemilihan upaya kesehatan pengembangan ini dilakukan oleh puskesmas bersama dinas kesehatan kabupaten/kota dengan mempertimbangkan masukan dari Konkes/BPKM/BPP. Upaya Kesehatan Olahraga 3. Pengembangan dan pelaksanaan upaya inovasi ini adalah dalam rangka mempercepat tercapainya visi puskesmas (Trihono. Upaya kesehatan pengembangan dipilih dari daftar upaya kesehatan pokok puskesmas yang telah ada. Upaya Kesehatan Sekolah 2. 2005. Arrimes. Upaya Pemberian Terapi Rumatan Metadon (Trihono. Upaya Kesehatan Mata 7. Dalam keadaan tertentu upaya kesehatan pengembangan puskesmas dapat pula ditetapkan sebagai penugasan oleh dinas kabupaten/kota (Trihono. padahal telah menjadi kebutuhan masyarakat.10. 2005). Upaya Kesehatan Jiwa 8. Upaya Kesehatan Pengembangan Puskesmas Upaya Kesehatan Pengembangan Puskesmas adalah upaya yang ditetapkan berdasarkan permasalahan kesehatan yang ditemukan di masyarakat serta yang disesuaikan dengan kemampuan puskesmas. Upaya Kesehatan Usia Lanjut 9. Angka penyembuhan Gizi Distribusi vit A/ Fe / cap Cakupan vit A /Fe / cap yodium yodium PSG % gizi kurang / buruk.2. Apabila puskesmas belum mampu menyelenggarakan upaya kesehatan pengembangan.

Tabel 1. 2005).11 Azas Puskesmas Azas penyelenggaran puskesmas adalah : 14 . Penyelenggaraan upaya kesehatan wajib dan upaya pengembangan harus menerapkan azas penyelenggaraan puskesmas secara terpadu. 2005) 1. 2005). katarak yg dioperasi Jml kelainan visus yang dikoreksi Upaya kesehatan usia lanjut Memasyarakatkan perilaku % Posyandu Usila sehat di usia lanjut Tingkat perkembangan Posyandu Usila Usaha pembinaan Membina pengobatan Jumlah sarasehan battra pengobatan tradisional tradisional yang rasional Jumlah battra yang dibina (Sumber : Trihono. Azas penyelenggaraan tersebut dikembangkan dari ketiga fungsi puskesmas.kabupaten/kota bertanggung jawab dan wajib menyelenggarakannya.2. Untuk itu dinas kesehatan kabupaten/kota perlu dilengkapi dengan berbagai unit fungsional lainnya (Trihono.6 Indikator Upaya Kesehatan Pengembangan Puskesmas Upaya Kesehatan Kegiatan Indikator Pengembangan Upaya Kesehatan Sekolah UKS/UKGS Jumlah Sekolah dg UKS/UKGS % sekolah sehat Upaya kesehatan olah raga Memasyarakatkan olah raga Jumlah kelompok senam untuk kesehatan Jumlah klub jantung sehat Upaya perawatan kesehatan Kunjungan rumah konseling % keluarga rawan yang masyarakat dikunjungi Upaya kesehatan kerja Memasyarakatkan masker % pos UKK (norma sehat dalam bekerja) Tingkat perkembangan pos UKK Upaya kesehatan gigi dan Poliklinik gigi Jumlah kasus gigi mulut Upaya kesehatan jiwa Konseling Jumlah kasus penyakit jiwa Upaya kesehatan mata Mencegah kebutaan Jml pend. Dasar pemikirannya adalah pentingnya menerapkan prinsip dasar dari setiap fungsi puskesmas dalam menyelenggarakan setiap upaya puskesmas. baik upaya kesehatan wajib maupun upaya kesehatan pengembangan (Trihono.

Membina setiap upaya kesehatan strata pertama yang diselenggarakan oleh masyarakat dan dunia usaha di wilayah kerjanya. Azas Pertanggungjawaban Wilayah Puskesmas bertanggung jawab meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah kerjanya. 15 . Pos Obat Desa (POD) c. (Trihono. 2005) 3. Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi) d. antara lain sebagai berikut : a. berbagai potensi masyarakat perlu dihimpun melalui pembentukan Badan Penyantun Puskesmas (BPP). Ada dua macam keterpaduan yang perlu diperhatikan yaitu : a. Bina Keluarga Balita (BKB) b. keluarga dan masyarakat. c. Kesehatan Lingkungan : Kelompok Pemakai Air (Pokmair). UKS : Dokter Kecil.1. d. Pengobatan : Posyandu. Menggerakkan pembangunan berbagai sektor tingkat kecamatan sehingga berwawasan kesehatan. Untuk ini. Azas pemberdayaan masyarakat Puskesmas wajib memberdayakan perorangan. promosi kesehatan & pengobatan. agar berperan aktif dalam penyelenggaraan setiap program puskesmas. Beberapa kegiatan yang harus dilaksanakan oleh puskesmas dalam rangka pemberdayaan masyarakat antara lain : a. Kesehatan Usia Lanjut : Posyandu Usila. Azas Keterpaduan Untuk mengatasi keterbatasan sumber daya serta diperolehnya hasil yang optimal. penyelenggaraan setiap program puskesmas harus diselenggarakan secara terpadu. DesaPercontohan Kesehatan Lingkungan (DPKL) e. Memantau dampak berbagai upaya pembangunan terhadap kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya. Panti Wreda g. Polindes. Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) f. Menyelenggarakan upaya kesehatan strata pertama (primer) secara merata dan terjangkau di wilayah kerjanya. Kesehatan Jiwa : Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) (Trihono. KIA : Posyandu. Perbaikan Gizi : Panti Pemulihan Gizi. gizi. Keterpaduan Lintas Program Upaya memadukan penyelengaraan berbagai upaya kesehatan yang menjadi tanggung jawab Puskesmas. b. 2005) 2. Saka Bakti Husada (SBH). Untuk ini Puskesmas harus melaksanakan berbagai kegiatan. Contoh keterpaduan lintas program antara lain : 1) Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) : keterpaduan KIA dengan P2M.

kesehatan jiwa & promosi kesehatan (Trihono. b. kemampuan yang dimiliki oleh puskesmas terbatas. 3) Puskesmas keliling : keterpaduan pengobatan dengan KIA/KB. yaitu: a. pendidikan. Untuk membantu puskesmas menyelesaikan berbagai masalah kesehatan tersebut dan juga untuk meningkatkan efisiensi. kesehatan gigi. 2) UKS : keterpaduan kesehatan lingkungan dengan promosi kesehatan. Pada hal puskesmas berhadapan langsung dengan masyarakat dengan berbagai permasalahan kesehatan. promosi kesehatan. gizi. kesehatan reproduksi remaja dan kesehatan jiwa. pengobatan. Ada dua macam rujukan. PKK dan PLKB. 5) Kesehatan Kerja : keterpaduan sektor kesehatan dengan dengan camat. lurah/kepala desa. kepala desa. organisasi profesi. maka penyelenggaraan setiap program puskesmas harus ditopang oleh azas rujukan (Trihono. 3) KIA : keterpaduan sektor kesehatan dengan camat. Gizi. 2) Promosi Kesehatan : keterpaduan sektor kesehatan dengan dengan camat. termasuk organisasi kemasyarakatan dan dunia usaha. maka puskesmas tersebut dapat merujuk ke sarana pelayanan kesehatan yang lebih mampu (baik vertikal maupun horizontal). & kesehatan gigi. agama dan pertanian. 4) Posyandu : keterpaduan KIA dengan KB. Azas Rujukan Sebagai sarana pelayanan kesehatan tingkat pertama. Rujukan Medis Apabila suatu puskesmas tidak mampu menangani suatu penyakit tertentu. pertanian. tenaga kerja dan dunia usaha (Trihono. lurah/kepala desa. Contoh keterpaduan lintas Sektoral antara lain : 1) UKS : keterpaduan sektor kesehatan dengan camat. 2005). Rujukan upaya kesehatan perorangan dibedakan atas : 16 . P2M. pendidikan & agama. 4) Perbaikan Gizi : keterpaduan sektor kesehatan dengan camat. lurah. organisasi kemasyarakatan. lurah/kepala desa. pendidikan. koperasi. lurah/kepala desa. dunia usaha dan organisasi kemasyarakatan. agama. 4. 2005). 2005). Keterpaduan Lintas Sektor Upaya memadukan penyelenggaraan program puskesmas dengan program dari sektor terkait tingkat kecamatan.

bantuan penyelesaian masalah hukum kesehatan. 2) Rujukan tenaga. 2005). Gambar 1. b.3. 2005). 2) Rujukan Bahan Pemeriksaan (spesimen) untuk pemeriksaan laboratorium yang lebih lengkap. bahan habis pakai dan bahan pakaian. peminjaman alat laboratorium kesehatan. bantuan obat. pengobatan tindakan medis (contoh: operasi) dan lain-lain. antara lain tenaga ahli untuk penyidikan kejadian luar biasa. gangguan kesehatan karena bencana alam. 3) Rujukan Ilmu Pengetahuan antara lain mendatangkan tenaga yang lebih kompeten untuk melakukan bimbingan tenaga puskesmas dan atau menyelenggarakan pelayanan medis spesialis di puskesmas (Trihono. antara lain peminjaman peralatan fogging. Rujukan operasional diselenggarakan apabila puskesmas tidak mampu (Trihono. yakni menyerahkan sepenuhnya kewenangan dan tanggung jawab penyelesaian masalah kesehatan masyarakat dan atau penyelenggaraan kesehatan masyarakat ke periode dinas kesehatan kabupaten/kota. Gambaran Umum Puskesmas Tanjung Priok 17 . Rujukan Kesehatan Rujukan kesehatan masyarakat dibedakan atas tiga macam : 1) Rujukan sarana dan logistik. 3) Rujukan operasional. 1) Rujukan Kasus untuk keperluan diagnostik. peminjaman alat audio visual.3 Sistem Rujukan Puskesmas 1. vaksin.

Priok. 2014) Pada 1 April 2000.Fatimah. dr.Sunarto. 18 . (Laporan tahunan Puskesmas Tanjung Priok. 2013). (Profil Puskesmas Tj. dr. Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok sudah mengalami 2 kali renovasi yaitu tahun 1984 dan tahun 1999. Bugis No.3. berlokasi di Jl. Meningkatkan kompetensi SDM secara berkesinambungan dalam memberikan pelayanan kesehatan prima perorangan dan Kejadian Luar Biasa (KLB) bidang kesehatan di masyarakat.Samuel. Chikungunya. 3. Bugis No 63 Kelurahan Kebon Bawang Kecamatan Tanjung Priok Kotamadya Jakarta Utara. Leptospirosis) dan perilaku hidup bersih sehat. dr. dr. Visi Menjadikan Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok sebagai sarana pelayanan kesehatan pilihan utama yang dapat dijangkau masyarakat sekitar untuk mendukung Jakarta Sehat untuk semua tahun 2017 (Laporan Tahunan Puskesmas Tanjung Priok. 5 Puskesmas Kecamatan menjadi uji coba swadana dan pada 1 Maret 2001. 2013). dr. termasuk Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok. dr.Harsianti. 2013) Pada renovasi tahun 1999 Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok menempati lokasi sementara di Jl.10 dan kembali beroperasi di Jl. TB. 2. Yudi Dimyati. Penguatan pelayanan kesehatan masyarakat dengan meningkatkan peran serta masyarakat dan kemitraan lintas sektor dalam penanganan kasus penyakit menular (DBD. (Laporan tahunan Puskesmas Tanjung Priok. B. 1.63 pada Bulan Desember 2001. Menyelenggarakan pembangunan kesehatan melalui managemen kesehatan dan penerapan kaedah ”Good Governance”. Lingkan A. dr. dr.R Walalangi.Gadang No.1 Visi dan Misi Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok A. 2013). seluruh Puskesmas Kecamatan menjadi uji coba Swadana. Sejak berdiri sampai dengan sekarang.Magda. 2013) : 1.Sukardjono. Misi Misi Puskesmas Tanjung Priok adalah sebagai berikut (Laporan Tahunan Puskesmas Tanjung Priok. dr. setelah sebelumnya mengalami beberapa kali pergantian kepemimpinan.Juliet MN pieter.Clara Fransisca.Ina Fida Atmadja. Puskesmas Unit Swadana merupakan Puskesmas yang diberi wewenang mengelola sendiri penerimaan fungsionalnya untuk keperluan operasional secara langsung dan mengoptimalkan mobilisasi potensi pembiayaan masyarakat dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan (Laporan tahunan Puskesmas Tanjung Priok. Pada tahun 2007 Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok menjadi BLUD bertahap (Laporan tahunan Puskesmas Tanjung Priok. 2012) Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok dipimpin oleh seorang Kepala Puskesmas yang saat ini dijabat oleh dr. Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok berdiri tahun 1971. yakni berturut-turut: dr.

w) Pembinaan dan pengembangan kesehatan kerja. kesehatan anak. m) Penyelenggaraan pelayanan imunisasi. 2012) : a) Penyusunan rencana kerja dan anggaran puskesmas kecamatan. gizi. keamanan dan keindahan puskesmas. t) Penyelenggaraan peningkatan dan penjaminan mutu pelayanan. g) Penyelenggaraan pelayanan kesehatan gigi dan mulut.1. s) Penyelenggaraan pemeliharaan perawatan peralatan kedokteran. v) Pengelolaan kepegawaian. p) Penyelenggaraan konsultasi kesehatan perorangan. peralatan perkantoran dan perawatan medis lainnya. q) Penyelenggaraan pemberdayaan puskesmas kelurahan. 19 . o) Penyelenggaraan pelayanan rujukan. d) Penyelenggaraan pelayanan medis umum. perlengkapan. x) Pengumpulan dan pengolahan data seluruh hasil pelaksanaan tugas dan fungsi yang diselenggarakan oleh puskesmas kelurahan. surat menyurat dan kearsipan serta kebersihan. f) Penyelenggaraan pelayanan persalinan. b) Pelaksanaan rencana kerja dan anggaran yang telah ditetapkan. u) Penyusunan Standar Operasional Prosedur. r) Penyelenggaraan pencatatan medis.2 Fungsi Puskesmas Tanjung Priok Fungsi Puskesmas Tanjung Priok adalah sebagai berikut (Laporan Tahunan Puskesmas Tanjung Priok.3. j) Penyelenggaraan pelayanan penunjang medis laboratorium. keuangan. n) Penyelenggaraan pelayanan 24 jam. y) Pengolahan data seluruh hasil pelaksanaan fungsi puskesmas kecamatan. l) Penyelenggaraan pelayanan Keluarga Berencana. peralatan keperawatan. c) Pelaksanaan pelayanan kesehatan perorangan. k) Penyelenggaraan pelayanan ambulans rujukan. dan mata. z) Pelaporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi puskesmas kecamatan secara berkala setiap bulan dan setiap triwulan kepada Kepala Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta melalui Suku Kepala Dinas Kesehatan. e) Penyelenggaraan asuhan keperawatan. penyakit dalam. i) Penyelenggaraan rawat inap terbatas. h) Penyelenggaraan pelayanan kesehatan spesialis terbatas kebidanan. farmasi dan optik.

Adapun perinciannya sebagai berikut (Profil Puskesmas Kec.3.3. sehingga nilai-nilai organisasi tetap berlaku dan terkendali (Profil Puskesmas Kec. Sunter Jaya II 0 2 0 4 0 6 6 5 Kel. 2013). 1.4 Sumber Daya Manusia Potensi tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas wilayah Kecamatan Tanjung Priok tahun 2013 berjumlah 176 orang. Tj. 2013). Ratio tenaga Puskesmas terhadap jumlah penduduk (Profil Puskesmas Kec.3. 2013): 1.3 Struktur Organisasi Puskesmas Kecamatan Tanjuk Priok Struktur organisasi Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok pada tahun 2013 memiliki satu sub-bagian tata usaha dan dua koordinator yang berperan dalam pelaksanaan pelayanan kepada pelanggan internal dan pelanggan eksternal sesuai Pergub no.5 Sarana dan Prasarana Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok 20 .802 1. Tj. Sunter Agung II 1 4 1 0 2 4 6 13 Kel.036 2. Bidan = 1 : 10. 2013) : Tabel 1. Sunter Agung III 0 4 1 0 1 4 5 14 Kel. Sunter Agung I 1 6 2 0 3 6 9 12 Kel. Kebon Bawang II 0 4 0 2 0 6 6 10 Kel. Tanjung Priok 1 3 0 1 3 1 4 Jumlah 21 93 19 43 40 136 176 (Sumber : Profil Puskesmas Tj. Warakas 1 12 1 8 2 20 22 3 Kel. 2013) Pembagian tenaga kesehatan ini diatur pula dalam Struktur Organisasi Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok untuk memudahkan koordinasi dan pendelegasian serta pembagian tugas dan tanggung jawab. Sunter Jaya I 0 3 1 3 1 6 7 4 Kel. Priok. Dokter Gigi = 1 : 24. Papanggo II 0 6 1 1 1 7 8 7 Kel. Sungai Bambu 1 5 1 1 2 6 8 8 Kel. Kebon Bawang I 0 6 2 0 2 6 8 9 Kel. Tj. Tanjung priok 15 28 6 21 21 49 70 2 Kel. Priok.979 3. 1. 4 tahun 2011 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Puskesmas (Profil Puskesmas Kec. 65% Pegawai Negeri Sipil (PNS) sedangkan 35% kontrak (Non PNS). Tj.7 Perincian Jumlah Pegawai di Puskesmas Se-Kecamatan Tanjung Priok Tahun 2013 No Unit Kerja/ Puskesmas Pegawai Total PNS Non PNS L P L P L P Jumlah 1 Kec. Dokter Umum = 1 : 21. Kebon Bawang III 0 5 2 0 2 5 7 11 Kel. Priok. Papanggo I 1 5 1 0 2 5 7 6 Kel. Priok. Priok.

6 rusak ringan. Rontgen unit :2 18. Unit mata :1 19. 4 rusak total) 16. Air : PAM 4. Monitor : 9 unit 9. AC : 39 unit 13. Swing fog : 20 (10 baik. Tj. Fax : 1 unit 6. Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok memiliki fasilitas gedung terdiri dari (Profil Puskesmas Kec. Dental unit :3 17. Printer : 15 unit 11. Humalizer :1 Pelayanan kesehatan (Yankes) yang dilaksanakan oleh Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok meliputi (Profil Puskesmas Kec. Pelayanan Kesehatan 1) Balai pengobatan umum 2) Balai pengobatan gigi 3) Layanan 24 jam 4) Poli MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit) 5) Poli Mata 6) Poli Anak 7) Metadon b. Motor :3 15. Daya listrik : 66. Mobil Puskesmas keliling :3 14. Priok. Pelayanan kesehatan penunjang medik 1) Radiologi 2) Laboratorium 3) USG (Ultrasonografi) 4) ECG (Electrocardiogram) 5) Ambulans 6) Klinik gizi 7) Apotek/depo obat 21 . Laptop : 4 unit 10. Radio panggil : 1 unit 7. Luas bangunan : 1500 m2 2. Tj. LCD proyektor : 3 unit (2 baik. Telepon : 2line 5. 2013): a. 2013): 1. Priok.000 VA 3. 1 rusak total) 12. Komputer : 15 unit 8.

802 4 Diare (termasuk tersangka kolera) 5.30 WIB.30 s/d 16.899 2 Penyakit lain pada saluran pernafasan atas 6.00 WIB.00 WIB dari hari Senin hingga Kamis.30 WIB. Layanan dilaksanakan oleh instalasi Layanan 24 Jam (IGD).640 10 Infeksi penyakit usus yg lain 1.776 5 Penyakit darah tinggi 5. Priok.00 s/d 16. sedangkan Jum’at dari pukul 07. ( Profil Kecamatan Tanjung Priok 2013) Tabel 1. kegiatan pelayanan dimulai dari pukul 16.282 6 Penyakit kulit alergi 3. Pelayanan kesehatan rawat inap dan rumah bersalin e. Pelayanan kesehatan Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 1) Klinik KI dan KA 2) Klinik KB 3) Klinik Imunisasi d. Pelayanan kesehatan Gadar Bencana 1) Gadar banjir 2) Gadar kebakaran dan bencana lain 3) Gadar hari besar Dalam melaksanakan pelayanan kesehatan pada masyarakat. Tj. Untuk layanan sore.00 s/d 16. sesuai dengan SK Kepala Dinas tentang pengaturan jam kerja Puskesmas di lingkungan Dinas Kesehatan DKI Jakarta sebagai berikut (Profil Puskesmas Kec. b. pelayanan dimulai dari pukul 07. Tanjung Priok Tahun 2014 NO JENIS PENYAKIT JUMLAH 1 Infeksi akut lain pernafasan atas 25.8 Penyakit Terbanyak di Puskesmas Kec. Untuk Puskesmas kelurahan di wilayah Kecamatan Tanjung Priok.00 WIB dari hari Senin hingga Kamis. pelayanan dimulai dari pukul 07.522 8 Penyakit & kelainan susunan syaraf lain 2.00 s/d 20. c.30 s/d 16. jam kerja Puskesmas dibagi dua.968 3 Penyakit pada sistem otot & jaringan pengikat 5. Untuk Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok. Jum’at dari pukul 07. 2013): a. Pelayanan kesehatan lain-lain 1) Pelayanan kesehatan bagi keluarga miskin (Gakin) 2) Pelayanan untuk lansia 3) Program terapi rumatan metadon (PTRM) f.695 7 Penyakit kulit infeksi 2.136 Sumber: LB1 Laporan SP2TP (2014) 22 .292 9 Pneumonia 1.

Jamsostek. Askes. Gakin. Askes .Grafik 1. Jamsostek. mitra tersebut antara lain (Profil Puskesmas Kec. Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok juga menjalin mitra dengan layanan kesehatan lainnya.9 Jumlah Kunjungan Umum. baik negri maupun swasta yang ada di wilayah Kecamatan Tanjung Priok. Tj. 2013): 1) RS Koja 2) RS Umum Pelabuhan (RS Tugu) 3) RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso 4) RS Sukmul 5) RS Cipto Mangunkusumo Tabel 1. Priok. untuk memudahkan pasien jika harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih memadai (harus dirujuk). KJS dan Jamkesmas. PKH. RB . Gakin dan Non Gakin Se- kecamatan Tanjung Priok Tahun 2014 Sumber: Laporan SP2TP (2014) 23 . Selain itu.4 Perbandingan Penyakit Terbanyak di Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok Jumlah Tahun 2012-2014 Sumber : BPS Kodya Jakarta Utara Kecamatan Tanjung Priok Dalam Angka (2013) Pasien yang dilayani Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok dan di Puskesmas kelurahan adalah pasien umum.

Gakin dan Non Gakin Sekecamatan Tanjung Priok Tahun 2013-2014 Jumlah Kunjungan UMUM ASKES JAMSOSTEK RB GAKIN NON GAKIN TOTAL Sumber: Laporan SP2TP (2014) 24 . Jamsostek.Grafik 1. Askes. RB.5 Perbandingan jumlah Kunjungan Umum.

585 31.4.474 SP.6 Perbandingan jumlah Kunjungan Berdasarkan Poli di Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok Tahun 2013-2014 Jumlah Kunjungan U G KI A KB ATA LA B N TB S K N RB ZI D BP BP TGE NA DO GI UG .355 SP.970 28. Program Promosi Kesehatan Promosi kesehatan merupakan aspek penting sekaligus lini pertama dalam ilmu kedokteran pencegahan.647 1. 25 .510 BP GIGI 36.Tg Priok Tahun 2013-2014 POLI/UNIT Tahun Tahun 2013 2014 BP UMUM 179.006 RB 1.377 KIA 23.196 3.753 KB 9.156 47.269 4.105 583 GIZI 324 500 POLI 24 JAM 38.10 Jumlah Kunjungan Berdasarkan Poli di Puskesmas Kec.136 LABORATORIU 11.678 6. ANAK 1. Puskesmas sebagai unit pelayanan kesehatan masyarakat dituntut untuk menjadi fasilitator dalam usaha berjalannya level pencegahan ini (Health promotion) melalui pendidikan kesehatan masyarakat.848 M RONTGEN 1.197 Grafik 1.P M N M . Tabel 1.323 1.008 4. A ET A S RO SP M Sumber: Laporan SP2TP (2014) 1.193 12.005 MTBS 13. MATA 5.253 635 METADON 28.

Meningkatkan peran serta aktif masyarakat dalam bidang kesehatan. upaya promosi kesehatan dipuskesmas dilakukan agar masyarakat mampu berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai bentuk pemecahan masalah- masalah kesehatan yang dihadapinya. Dalam hal ini. posyandu. Pada tahap target pendidikan adalah perubahan aspek kognitif masyarakat maka usaha promosi kesehatan dikemas dalam bentuk ceramah umum atau penyuluhan satu arah. Meningkatkan kemampuan masyarakat mengenai potensi yang ada dikeluarga atau masyarakat untuk menyelesaikan masalah kesehatan. Perorangan. puskesmas keliling. baik masalah-masalah kesehatan yang diderita maupun yang berpotensi mengancam. 3. Kelompok: pengunjung puskesmas. Bentuk kegiatannya akan berbeda apabila target yang diinginkan sudah tercapai pada tahap perubahan sikap maupun perilaku. 2. Dari pengetahuan yang sudah disampaikan dalam ceramah / penyuluhan kesehatan.syarat terciptanya kualitas kesehatan masyarakat yang optimal. Secara operasional. kegiatan pada program promosi kesehatan masyarakat ini dikemas dalam bentuk yang disesuaikan dengan target tingkat pendidikan. secara mandiri. masyarakat sekolah dan panti. kegiatan biasanya berbentuk kelompok kecil dengan komunikasi dua arah serta kegiatan lain yang sifatnya praktek langsung. Oleh karena itu. Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam upaya penanggulangan masalah kesehatan. Perubahan perilaku ini merupakan hasil dari adopsi pengetahuan dan terbangunnya awareness atau kepedulian masyarakat dalam tataran aplikatif. sasarannya adalah: 1. keluarga dan masyarakat untuk melakukan PHBS. 26 . Tujuan umum promosi kesehatan adalah untuk meningkatkan kesadaran penduduk akan nilai kesehatan melalui upaya promosi kesehatan sehingga tertarik. 2. kemudian mencoba dan mau mengubah perilaku menjadi perilaku yang sehat. Adapun tujuan khusus promosi kesehatan adalah sebagai berikut: 1. kesehatan masyarakat serta ekonomi masyarakat. Adapun tujuan akhir dari program kesehatan dasar ini adalah mengubah perilaku masyarakat agar sesuai dengan syarat. Di samping itu petugas kesehatan puskesmas diharapkan mampu menjadi teladan bagi pasien.

Pendukung dalam pelaksanaan promosi kesehatan Dalam pelaksanaannya. Kegiatan promosi kesehatan masyarakat dilaksanakan secara integratif untuk mendukung semua kegiatan program Puskesmas. maupun advokasi adalah proses komunikasi. Massa: media cetak dan elektronik. Sumber daya Sumber daya utama yang diperlukan untuk penyelenggaraan promosi kesehatan puskesmas adalah tenaga (sumber daya manusia/SDM). 2. Adapun kegiatan penyuluhan yang sudah berjalan selama periode bulan Januari – Februari 2016 dapat dilihat pada tabel sebagai berikut: 27 . Media atau sarana komunikasi juga perlu dipilih mengikuti metode yang telah ditetapkan. Anggaran dana Untuk dana atau anggaran promosi kesehatan puskesmas memang sulit ditentukan syandar. Pada prinsipnya baik pemberdayaan. 3. 3. dan dana atau anggaran. sarana/ peralatan termasuk media komunikasi. strategi promosi kesehatan harus diperkuat dengan: 1. bina suanasa. namun demikian diharapkan puskesmas atau Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota dapat menyediakan dana/anggaran yang cukup untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan promosi kesehatan Puskesmas. memperhatikan sasaran atau penerima informasi. Metode dan media Metode yang dimaksud disini adalah metode komunikasi.

12 Cakupan Penyuluhan ROKOK & NARKOBA di Wilayah Kecamatan Tanjung Priok Pada Bulan Januari – Februari Tahun 2016 Keterangan : Target penyuluhan KIA untuk 2 bulan sebanyak 2 kali (Dalam Gedung) dan 2 kali (Luar Gedung) 28 .Tabel 1.11 Cakupan Penyuluhan KESJIWA di Wilayah Kecamatan Tanjung Priok Pada Bulan Januari – Februari Tahun 2016 Dalam Gedung Luar Gedung No Puskesmas Target Pencapaian Target Pencapaian 1 Kelurahan Kebon Bawang 2 2 2 2 2 Kelurahan Sungai Bambu 2 2 2 2 3 Kelurahan Sunter Agung 2 2 2 2 4 Kelurahan Sunter Jaya 2 2 2 2 5 Kelurahan Papanggo 2 2 2 2 6 Kelurahan Tanjung Priok 2 2 2 2 7 Kelurahan Warakas 2 2 2 2 Total 14 14 14 14 Keterangan : Target penyuluhan KESJIWA untuk 2 bulan sebanyak 2 kali (Dalam Gedung) & 2 kali (Luar Gedung) Dalam Gedung Luar Gedung No Puskesmas Target Pencapaian Target Pencapaian 1 Kelurahan Kebon Bawang 2 3 2 2 2 Kelurahan Sungai Bambu 2 2 2 2 3 Kelurahan Sunter Agung 2 3 2 2 4 Kelurahan Sunter Jaya 2 2 2 2 5 Kelurahan Papanggo 2 3 2 2 6 Kelurahan Tanjung Priok 2 2 2 2 7 Kelurahan Warakas 2 2 2 2 Total 14 17 14 14 Tabel 1.

14 Cakupan Penyuluhan Demam Berdarah di Wilayah Kecamatan Tanjung Priok Pada Bulan Januari – Februari Tahun 2016 Keterangan : Target penyuluhan Demam Berdarah untuk 2 bulan sebanyak 4 kali (Dalam Gedung) & 4 kali (Luar Gedung) 29 . Dalam Gedung Luar Gedung No Puskesmas Target Pencapaian Target Pencapaian 1 Kelurahan Kebon Bawang 2 2 4 4 2 Kelurahan Sungai Bambu 2 2 4 4 3 Kelurahan Sunter Agung 2 2 4 4 4 Kelurahan Sunter Jaya 2 2 4 4 5 Kelurahan Papanggo 2 2 4 4 6 Kelurahan Tanjung Priok 2 2 4 4 7 Kelurahan Warakas 2 2 4 4 Total 14 14 28 28 Tabel 1.13 Cakupan Penyuluhan PHBS di Wilayah Kecamatan Tanjung Priok Pada Bulan Januari – Februari Tahun 2016 Keterangan : Target penyuluhan PHBS untuk 2 bulan sebanyak 2 kali (Dalam Gedung) dan 4 kali (Luar Gedung) Dalam Gedung Luar Gedung No Puskesmas Target Pencapaian Target Pencapaian 1 Kelurahan Kebon Bawang 4 4 4 5 2 Kelurahan Sungai Bambu 4 4 4 6 3 Kelurahan Sunter Agung 4 4 4 6 4 Kelurahan Sunter Jaya 4 4 4 7 5 Kelurahan Papanggo 4 4 4 5 6 Kelurahan Tanjung Priok 4 4 4 6 7 Kelurahan Warakas 4 4 4 6 Total 28 28 28 41 Tabel 1.

15 Cakupan Penyuluhan TB di Wilayah Kecamatan Tanjung Priok Pada Bulan Januari .Februari Tahun 2016 Keterangan : Target penyuluhan TB untuk 2 bulan sebanyak 4 kali (Dalam Gedung) dan 4 kali (Luar Gedung) Tabel 1.16 Cakupan Penyuluhan Diare di Wilayah Kecamatan Tanjung Priok Pada Bulan Januari . Dalam Gedung Luar Gedung No Puskesmas Target Pencapaian Target Pencapaian 1 Kelurahan Kebon Bawang 4 4 4 4 2 Kelurahan Sungai Bambu 4 4 4 4 3 Kelurahan Sunter Agung 4 4 4 4 4 Kelurahan Sunter Jaya 4 4 4 4 5 Kelurahan Papanggo 4 4 4 4 6 Kelurahan Tanjung Priok 4 4 4 4 7 Kelurahan Warakas 4 4 4 4 Total 28 28 28 28 Tabel 1.Februari Tahun 2016 Dalam Gedung Luar Gedung No Puskesmas Target Pencapaian Target Pencapaian 1 Kelurahan Kebon Bawang 4 6 4 4 2 Kelurahan Sungai Bambu 4 4 4 4 3 Kelurahan Sunter Agung 4 4 4 4 4 Kelurahan Sunter Jaya 4 4 4 4 5 Kelurahan Papanggo 4 5 4 4 6 Kelurahan Tanjung Priok 4 5 4 4 7 Kelurahan Warakas 4 4 4 4 Total 28 32 28 28 Keterangan : Target penyuluhan Diare untuk 2 bulan sebanyak 4 kali (Dalam Gedung) dan 4 kali (Luar Gedung) 30 .

17 Cakupan Penyuluhan ISPA di Wilayah Kecamatan Tanjung Priok Pada Bulan Januari – Februari Tahun 2016 Keterangan : Target penyuluhan ISPA untuk 2 bulan sebanyak 4 kali (Dalam Gedung) dan 4 kali (Luar Gedung) Dalam Gedung Luar Gedung No Puskesmas Target Pencapaian Target Pencapaian 1 Kelurahan Kebon Bawang 2 3 2 2 2 Kelurahan Sungai Bambu 2 2 2 1 3 Kelurahan Sunter Agung 2 3 2 1 4 Kelurahan Sunter Jaya 2 2 2 1 5 Kelurahan Papanggo 2 2 2 2 6 Kelurahan Tanjung Priok 2 2 2 1 7 Kelurahan Warakas 2 2 2 2 Total 14 16 14 10 Tabel 1.18 Cakupan Penyuluhan HIV/AIDS di Wilayah Kecamatan Tanjung Priok Pada Bulan Januari .Februari Tahun 2016 Keterangan : Target penyuluhan AIDS untuk 2 bulan sebanyak 2 kali (Dalam Gedung) dan 2 kali (Luar Gedung) 31 . Dalam Gedung Luar Gedung No Puskesmas Target Pencapaian Target Pencapaian 1 Kelurahan Kebon Bawang 4 6 4 4 2 Kelurahan Sungai Bambu 4 4 4 4 3 Kelurahan Sunter Agung 4 6 4 4 4 Kelurahan Sunter Jaya 4 4 4 4 5 Kelurahan Papanggo 4 6 4 4 6 Kelurahan Tanjung Priok 4 6 4 4 7 Kelurahan Warakas 4 4 4 4 Total 28 36 28 28 Tabel 1.

Februari Tahun 2016 Dalam Gedung Luar Gedung No Puskesmas Target Pencapaian Target Pencapaian 1 Kelurahan Kebon Bawang 2 1 2 0 2 Kelurahan Sungai Bambu 2 0 2 0 3 Kelurahan Sunter Agung 2 1 2 1 4 Kelurahan Sunter Jaya 2 0 2 0 5 Kelurahan Papanggo 2 1 2 1 6 Kelurahan Tanjung Priok 2 0 2 0 7 Kelurahan Warakas 2 0 2 0 Total 14 3 14 2 Keterangan : Target penyuluhan Kanker untuk 2 bulan sebanyak 2 kali (Dalam Gedung) dan 2 kali (Luar Gedung) 32 . Dalam Gedung Luar Gedung No Puskesmas Target Pencapaian Target Pencapaian 1 Kelurahan Kebon Bawang 2 2 2 1 2 Kelurahan Sungai Bambu 2 2 2 0 3 Kelurahan Sunter Agung 2 2 2 0 4 Kelurahan Sunter Jaya 2 2 2 1 5 Kelurahan Papanggo 2 2 2 1 6 Kelurahan Tanjung Priok 2 2 2 1 7 Kelurahan Warakas 2 2 2 1 Total 14 14 14 5 Tabel 1.19 Cakupan Penyuluhan Jantung di Wilayah Kecamatan Tanjung Priok Pada Bulan Januari .20 Cakupan Penyuluhan Kanker di Wilayah Kecamatan Tanjung Priok Pada Bulan Januari .Februari Tahun 2016 Keterangan : Target penyuluhan Jantung untuk 2 bulan sebanyak 2 kali (Dalam Gedung) dan 2 kali (Luar Gedung) Tabel 1.

22 Cakupan Penyuluhan Hipertensi di Wilayah Kecamatan Tanjung Priok Pada Bulan Januari .Februari Tahun 2016 Keterangan : Target penyuluhan DM untuk 2 bulan sebanyak 4 kali (Dalam Gedung) dan 2 kali (Luar Gedung) Tabel 1. Dalam Gedung Luar Gedung No Puskesmas Target Pencapaian Target Pencapaian 1 Kelurahan Kebon Bawang 4 4 2 2 2 Kelurahan Sungai Bambu 4 4 2 2 3 Kelurahan Sunter Agung 4 4 2 2 4 Kelurahan Sunter Jaya 4 4 2 2 5 Kelurahan Papanggo 4 4 2 2 6 Kelurahan Tanjung Priok 4 4 2 2 7 Kelurahan Warakas 4 4 2 2 Total 28 28 14 14 Tabel 1.21 Cakupan Penyuluhan DM di Wilayah Kecamatan Tanjung Priok Pada Bulan Januari .Februari Tahun 2016 Dalam Gedung Luar Gedung No Puskesmas Target Pencapaian Target Pencapaian 1 Kelurahan Kebon Bawang 4 2 2 2 2 Kelurahan Sungai Bambu 4 2 2 2 3 Kelurahan Sunter Agung 4 3 2 2 4 Kelurahan Sunter Jaya 4 3 2 2 5 Kelurahan Papanggo 4 3 2 2 6 Kelurahan Tanjung Priok 4 3 2 2 7 Kelurahan Warakas 4 2 2 2 Total 28 18 14 14 Keterangan : Target penyuluhan Hipertensi untuk 2 bulan sebanyak 4 kali (Dalam Gedung) dan 2 kali (Luar Gedung) 33 .

Tabel 1.23 Cakupan Penyuluhan Kesehatan Mata/Katarak di Wilayah Kecamatan Tanjung Priok Pada Bulan Januari – Februari Tahun 2016 Dalam Gedung Luar Gedung No Puskesmas Target Pencapaian Target Pencapaian 1 Kelurahan Kebon Bawang 2 1 2 0 2 Kelurahan Sungai Bambu 2 1 2 0 3 Kelurahan Sunter Agung 2 1 2 0 4 Kelurahan Sunter Jaya 2 1 2 0 5 Kelurahan Papanggo 2 1 2 0 6 Kelurahan Tanjung Priok 2 1 2 0 7 Kelurahan Warakas 2 1 2 0 Total 14 7 14 0 Keterangan : Target penyuluhan Kesehatan Mata/Katarak untuk 2 bulan sebanyak 4 kali (Dalam Gedung) dan 4 kali (Luar Gedung) Tabel 1.24 Cakupan Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut di Wilayah Kecamatan Tanjung Priok Pada Bulan Januari – Februari Tahun 2016 Dalam Gedung Luar Gedung No Puskesmas Target Pencapaian Target Pencapaian 1 Kelurahan Kebon Bawang 4 2 4 2 2 Kelurahan Sungai Bambu 4 2 4 3 3 Kelurahan Sunter Agung 4 6 4 3 4 Kelurahan Sunter Jaya 4 3 4 3 5 Kelurahan Papanggo 4 2 4 3 6 Kelurahan Tanjung Priok 4 2 4 2 7 Kelurahan Warakas 4 2 4 2 Total 28 19 28 18 Keterangan : Target penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut untuk 2 bulan sebanyak 4 kali (Dalam Gedung) dan 4 kali (Luar Gedung) 34 .

Tabel 1.26 Cakupan Penyuluhan Kesehatan KB di Wilayah Kecamatan Tanjung Priok Pada Bulan Januari – Februari Tahun 2016 Keterangan : Target penyuluhan Kesehatan KB untuk 2 bulan sebanyak 4 kali (Dalam Gedung) dan 4 kali (Luar Gedung) 35 .25 Cakupan Penyuluhan Kesehatan KIA di Wilayah Kecamatan Tanjung Priok Pada Bulan Januari – Februari Tahun 2016 Dalam Gedung Luar Gedung No Puskesmas Target Pencapaian Target Pencapaian 1 Kelurahan Kebon Bawang 4 4 4 4 2 Kelurahan Sungai Bambu 4 3 4 4 3 Kelurahan Sunter Agung 4 4 4 6 4 Kelurahan Sunter Jaya 4 5 4 5 5 Kelurahan Papanggo 4 3 4 4 6 Kelurahan Tanjung Priok 4 4 4 5 7 Kelurahan Warakas 4 4 4 4 Total 28 27 28 32 Keterangan : Target penyuluhan kesehatan KIA untuk 2 bulan sebanyak 4 kali (Dalam Gedung) dan 4 kali (Luar Gedung) Dalam Gedung Luar Gedung No Puskesmas Target Pencapaian Target Pencapaian 1 Kelurahan Kebon Bawang 4 4 4 4 2 Kelurahan Sungai Bambu 4 3 4 4 3 Kelurahan Sunter Agung 4 4 4 6 4 Kelurahan Sunter Jaya 4 5 4 5 5 Kelurahan Papanggo 4 3 4 4 6 Kelurahan Tanjung Priok 4 4 4 5 7 Kelurahan Warakas 4 4 4 4 Total 28 27 28 32 Tabel 1.

27 Cakupan Penyuluhan Kesehatan Imunisasi di Wilayah Kecamatan Tanjung Priok Pada Bulan Januari – Februari Tahun 2016 Keterangan : Target penyuluhan Kesehatan Imunisasi untuk 2 bulan sebanyak 4 kali (Dalam Gedung) dan 4 kali (Luar Gedung) Tabel 1.28 Cakupan Penyuluhan Gizi di Wilayah Kecamatan Tanjung Priok Pada Bulan Januari – Februari Tahun 2016 Dalam Gedung Luar Gedung No Puskesmas Target Pencapaian Target Pencapaian 1 Kelurahan Kebon Bawang 4 3 4 3 2 Kelurahan Sungai Bambu 4 3 4 2 3 Kelurahan Sunter Agung 4 3 4 3 4 Kelurahan Sunter Jaya 4 2 4 3 5 Kelurahan Papanggo 4 2 4 2 6 Kelurahan Tanjung Priok 4 3 4 3 7 Kelurahan Warakas 4 3 4 2 Total 28 19 28 18 Keterangan : Target penyuluhan Kesehatan Gizi untuk 2 bulan sebanyak 4 kali (Dalam Gedung) dan 4 kali (Luar Gedung) 36 . Dalam Gedung Luar Gedung No Puskesmas Target Pencapaian Target Pencapaian 1 Kelurahan Kebon Bawang 4 2 4 2 2 Kelurahan Sungai Bambu 4 3 4 3 3 Kelurahan Sunter Agung 4 2 4 2 4 Kelurahan Sunter Jaya 4 3 4 3 5 Kelurahan Papanggo 4 3 4 3 6 Kelurahan Tanjung Priok 4 3 4 3 7 Kelurahan Warakas 4 2 4 2 Total 28 18 28 18 Tabel 1.

Tabel 1.29 Cakupan Penyuluhan Kesehatan Lansia di Wilayah Kecamatan Tanjung Priok Pada Bulan Januari – Februari Tahun 2016 Dalam Gedung Luar Gedung No Puskesmas Target Pencapaian Target Pencapaian 1 Kelurahan Kebon Bawang 4 4 4 4 2 Kelurahan Sungai Bambu 4 3 4 2 3 Kelurahan Sunter Agung 4 4 4 4 4 Kelurahan Sunter Jaya 4 4 4 4 5 Kelurahan Papanggo 4 4 4 4 6 Kelurahan Tanjung Priok 4 3 4 4 7 Kelurahan Warakas 4 4 4 3 Total 28 26 28 25 Keterangan : Target penyuluhan Kesehatan Lansia untuk 2 bulan sebanyak 4 kali (Dalam Gedung) dan 4 kali (Luar Gedung) Dalam Gedung Luar Gedung No Puskesmas Target Pencapaian Target Pencapaian 1 Kelurahan Kebon Bawang 2 1 4 2 2 Kelurahan Sungai Bambu 2 2 4 3 3 Kelurahan Sunter Agung 2 1 4 2 4 Kelurahan Sunter Jaya 2 2 4 2 5 Kelurahan Papanggo 2 2 4 3 6 Kelurahan Tanjung Priok 2 2 4 2 7 Kelurahan Warakas 2 1 4 2 Total 14 11 28 16 Tabel 1.30 Cakupan Penyuluhan Penyehatan Lingkungan di Wilayah Kecamatan Tanjung Priok Pada Bulan Januari – Februari Tahun 2016 Keterangan : Target penyuluhan Kesehatan Lansia untuk 2 bulan sebanyak 2 kali (Dalam Gedung) dan 4 kali (Luar Gedung) 37 .

31 Cakupan Penyuluhan Kesehatan Vitamin A di Wilayah Kecamatan Tanjung Priok Pada Bulan Januari – Februari Tahun 2016 Dalam Gedung Luar Gedung No Puskesmas Target Pencapaian Target Pencapaian 1 Kelurahan Kebon Bawang 2 1 2 0 2 Kelurahan Sungai Bambu 2 1 2 0 3 Kelurahan Sunter Agung 2 1 2 1 4 Kelurahan Sunter Jaya 2 1 2 0 5 Kelurahan Papanggo 2 1 2 0 6 Kelurahan Tanjung Priok 2 1 2 1 7 Kelurahan Warakas 2 1 2 0 Total 14 8 14 2 Keterangan : Target penyuluhan Kesehatan Lansia untuk 2 bulan sebanyak 2 kali (Dalam Gedung) dan 2 kali (Luar Gedung) 38 .Tabel 1.

2. Sedangkan hasil pendataan PHBS pada tempat – tempat umum dan sekolah belum dilakukan baik dari segi penyuluhan maupun jumlah tempat – tempat umum dan sekolah yang melakukan PHBS.Februari Tahun 2016 Frekuensi No Puskesmas Target Pencapaian 1 Kelurahan Kebon Bawang 2 2 2 Kelurahan Papanggo 2 2 3 Kelurahan Sungai Bambu 2 2 4 Kelurahan Sunter Agung 2 2 5 Kelurahan Sunter Jaya 2 2 6 Kelurahan Tanjung Priok 2 2 7 Kelurahan Warakas 2 2 Total 14 14 Berdasarkan tabel 1.7% 8 Makan sayur dan buah setiap hari 100% 100% 9 Melakukan aktifitas fisik setiap hari 100% 100% 10 Tidak merokok didalam rumah 80% 80% Rumah Tangga Sehat 80% 77.33 penyuluhan PHBS se-Kecamatan Tanjung Priok telah mancapai target.32% 7 Memberantas Jentik 95% 96.3% 3 Menimbang balita setiap bulan 85% 74.45% 4 Tersedia Air Bersih 100% 100% 5 Cuci tangan dengan sabun 100% 100% 6 Tersedia jamban sehat 100% 95.33 Cakupan Penyuluhan PHBS di Masyarakat di Wilayah Kecamatan Tanjung Priok Pada Bulan Januari .75% 39 .34 Data PHBS Rumah Tangga Wilayah Kecamatan Tanjung Priok Pada Bulan Januari – Februari Tahun 2016 No Indikator Target Pencapaian 1 Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan 100% 100% 2 Bayi diberi ASI eksklusif 85% 68. Tabel 1. Tabel 1. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Masyarakat Kegiatannya berupa penyuluhan serta pendataan jumlah rumah tangga dan tempat – tampat umum yang melaksanakan PHBS yang terdapat pada sekecamatan Tanjung Priok.

yang masing . Pelaksanaan kegiatan posyandu dilaksanakan setiap bulan. Posyandu merupakan bentuk UKBM yang dikelola dan diselenggarakan dari.masing pelayanan dilaksanakan secara terpisah yaitu : 1. pengendalian penyakit menular. untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Adapun yang dimaksud dengan sistem lima meja di sini bukan menunjukkan pada arti harfiah meja. Frekuensi penyuluhan Rokok & Narkoba dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Kebon Bawang Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 150% 2. Meja 4 : Penyuluhan 5. Posyandu Jenis Upaya Kesehatan Bersumberdaya Mayarakat (UKBM) yang paling penting di masyarakat dewasa ini adalah posyandu.3. Meja 2 : Penimbangan 3. Meja 3 : Pencatatan 4. KB. Meja 5 : Pelayanan Kesehatan 1. imunisasi dan perbaikan gizi. Kegiatan di posyandu meliputi : promosi kesehatan.2 IDENTIFIKASI MASALAH 1. Tabel 1. guna memperdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. KIA. oleh. Meja 1 : Pendaftaran 2. melainkan menunjuk pada jumlah dan jenis pelayanan.35 Pelaksanaan Kegiatan Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok bulan Januari . Frekuensi penyuluhan Rokok & Narkoba dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Sunter Agung Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 150% 40 .Februari 2016 Frekuensi Pencapaian No Wilayah Target Kegiatan (%) 1 Kelurahan Kebon Bawang 4 4 100% 2 Kelurahan Papanggo 4 4 100% 3 Kelurahan Sungai Bambu 4 4 100% 4 Kelurahan Sunter Agung 4 4 100% 5 Kelurahan Sunter Jaya 4 4 100% 6 Kelurahan Tanjung Priok 4 4 100% 7 Kelurahan Warakas 4 4 100% Rata – rata pencapaian 100% Sumber : Laporan Bulanan PKM Kecamatan Tanjung Priok Periode Januari – Februari 2016 Pelayanan posyandu dilakukan dengan sistem lima meja.

3. Frekuensi penyuluhan HIV/AIDS dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Kebon Bawang Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 150% 13. Frekuensi penyuluhan Demam Berdarah luar gedung di Puskesmas se-Kecamatan Tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 146% 5. Frekuensi penyuluhan HIV/AIDS dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Sunter Agung Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 150% 14. Frekuensi penyuluhan ISPA dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 150% 12. Frekuensi penyuluhan Diare dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 125% 8. Frekuensi penyuluhan Kanker luar gedung di Puskesmas se-Kecamatan Tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 14.2% 22. Frekuensi penyuluhan Hipertensi dalam gedung di Puskesmas se-Kecamatan Tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 64. Frekuensi penyuluhan ISPA dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Kebon Bawang Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 150% 9. Frekuensi penyuluhan HIV/AIDS luar gedung di Puskesmas Kelurahan Tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 50% 18. Frekuensi penyuluhan Diare dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Papanggo Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 125% 7. Frekuensi penyuluhan Diare dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Kebon Bawang Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 150% 6. Frekuensi penyuluhan Rokok & Narkoba dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Papanggo Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 150% 4. Frekuensi penyuluhan Mata/Katarak dalam gedung di Puskesmas se-Kecamatan Tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 50% 41 .2% 21. Frekuensi penyuluhan HIV/AIDS luar gedung di Puskesmas Kelurahan Sunter Agung Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 50% 16. Frekuensi penyuluhan HIV/AIDS luar gedung di Puskesmas Kelurahan Sunter Jaya Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 50% 17.4% 20. Frekuensi penyuluhan HIV/AIDS luar gedung di Puskesmas Kelurahan Sungai Bambu Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 50% 15.7% 19. Frekuensi penyuluhan ISPA dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Sunter Agung Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 150% 10. Frekuensi penyuluhan Kanker dalam gedung di Puskesmas se-Kecamatan Tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 21. Frekuensi penyuluhan Jantung luar gedung di Puskesmas se-Kecamatan Tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 34. Frekuensi penyuluhan ISPA dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Papanggo Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 150% 11.

2% 38. Frekuensi penyuluhan KIA dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Sungai Bambu Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 75% 27.2% 39. Frekuensi penyuluhan KIA dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Sunter Jaya Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 125% 28. Frekuensi penyuluhan Gizi dalam gedung di Puskesmas se-Kecamatan Tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 67. Frekuensi penyuluhan KB luar gedung di Puskesmas Kelurahan Sunter Agung Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 150% 36. Frekuensi penyuluhan KIA dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Papanggo Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 75% 29.2% 26.8% 40. Frekuensi penyuluhan KIA luar gedung di Puskesmas Kelurahan Tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 125% 32. Frekuensi penyuluhan KIA luar gedung di Puskesmas Kelurahan Sunter Agung Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 150% 30. Frekuensi penyuluhan KB luar gedung di Puskesmas Kelurahan Sunter Jaya Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 125% 37.23. Frekuensi penyuluhan Mata/Katarak luar gedung di Puskesmas se-Kecamatan Tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 0% 24.2% 41. Frekuensi penyuluhan Imunisasi luar gedung di Puskesmas se-Kecamatan Tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 64. Frekuensi penyuluhan Imunisasi dalam gedung di Puskesmas se-Kecamatan Tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 64. Frekuensi penyuluhan Kesehatan Lansia dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 75% 42 . Frekuensi penyuluhan Kesehatan Lansia dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Sungai Bambu Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 75% 42. Frekuensi penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut luar gedung di Puskesmas se- Kecamatan Tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 64. Frekuensi penyuluhan Gizi luar gedung di Puskesmas se-Kecamatan Tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 64. Frekuensi penyuluhan KB dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Papanggo Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 75% 35.8% 25. Frekuensi penyuluhan KB dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Sungai Bambu Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 75% 33. Frekuensi penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut dalam gedung di Puskesmas se- Kecamatan Tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 67. Frekuensi penyuluhan KIA luar gedung di Puskesmas Kelurahan Sunter Jaya Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 125% 31. Frekuensi penyuluhan KB dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Sunter Jaya Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 125% 34.

7. 43.2% 1. Frekuensi penyuluhan Rokok dan Narkoba dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Kebun Bawang Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 150% lebih dari target sebanyak 100%. Frekuensi penyuluhan Diare dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Kebun Bawang Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 150% lebih dari target sebanyak 100%. 6. Frekuensi penyuluhan Rokok dan Narkoba dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Papanggo Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 150% lebih dari target sebanyak 100%. Frekuensi penyuluhan Demam Berdarah luar gedung di Puskesmas se- Kecamatan Tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 146% lebih dari target sebanyak 100%. 5. Frekuensi penyuluhan Kesehatan Lansia luar gedung di Puskesmas Kelurahan Sungai Bambu Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 50% 44. Frekuensi penyuluhan Penyehatan Lingkungan dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Warakas Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 50% 48. Frekuensi penyuluhan Rokok dan Narkoba dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Sunter Agung Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 150% lebih dari target sebanyak 100%. Frekuensi penyuluhan Diare dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Papanggo Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 125% lebih dari target sebanyak 100%. 3. Frekuensi penyuluhan Kesehatan Lansia luar gedung di Puskesmas Kelurahan Warakas Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 75% 45.3 RUMUSAN MASALAH 1.1% 50.1% 49. Frekuensi penyuluhan Diare dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 125% lebih dari target sebanyak 100%. Frekuensi penyuluhan Vitamin A dalam gedung di Puskesmas se-Kecamatan Tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 57. Frekuensi penyuluhan Penyehatan Lingkungan dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Sunter Agung Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 50% 47. 4. 2. Frekuensi penyuluhan Vitamin A luar gedung di Puskesmas se-Kecamatan Tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 14. Frekuensi penyuluhan Penyehatan Lingkungan luar gedung di Puskesmas se- Kecamatan Tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 57. Frekuensi penyuluhan Penyehatan Lingkungan dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Kebon Bawang Periode Bulan Januari – Februari 2016 sebesar 50% 46. 43 .

Frekuensi penyuluhan HIV/AIDS luar gedung di Puskesmas Kelurahan Sungai Bambu Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 50% kurang dari target sebanyak 100%. Frekuensi penyuluhan kanker dalam gedung di Puskesmas se-Kecamatan Tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 21. Frekuensi penyuluhan HIV/AIDS luar gedung di Puskesmas Kelurahan Sunter Jaya Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 50% kurang dari target sebanyak 100%. Frekuensi penyuluhan ISPA dalam gedung di Puskesmas Kelurahan papanggo Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 150% lebih dari target sebanyak 100%. Frekuensi penyuluhan HIV/AIDS dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Kebun Bawang Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 150% lebih dari target sebanyak 100%. Frekuensi penyuluhan Jantung luar gedung di Puskesmas se-Kecamatan Tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 34. 17. Frekuensi penyuluhan HIV/AIDS dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Sunter Agung Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 150% lebih dari target sebanyak 100%. 44 . 11. Frekuensi penyuluhan ISPA dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Sunter Agung Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 150% lebih dari target sebanyak 100%. 12.4% kurang dari target sebanyak 100%. Frekuensi penyuluhan ISPA dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 150% lebih dari target sebanyak 100%.7% kurang dari target sebanyak 100%. 15. 13. Frekuensi penyuluhan HIV/AIDS luar gedung di Puskesmas Kelurahan Sunter Agung Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 50% kurang dari target sebanyak 100%. 9. 18. Frekuensi penyuluhan HIV/AIDS luar gedung di Puskesmas Kelurahan Tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 50% kurang dari target sebanyak 100%. 16. 14. Frekuensi penyuluhan ISPA dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Kebun Bawang Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 150% lebih dari target sebanyak 100%. 19.8. 10.

2% kurang dari target sebanyak 100%. Frekuensi penyuluhan Hipertensi dalam gedung di Puskesmas se-Kecamatan Tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 64. Frekuensi penyuluhan KIA dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Papanggo Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 75% kurang dari target sebanyak 100%. 22. 31. 30. 27. Frekuensi penyuluhan KIA luar gedung di Puskesmas Kelurahan Sunter Jaya Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 125% lebih dari target sebanyak 100%. 24.20. Frekuensi penyuluhan Katarak dalam gedung di Puskesmas se-Kecamatan Tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 50%% kurang dari target sebanyak 100%. Frekuensi penyuluhan KIA luar gedung di Puskesmas Kelurahan Tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 125% lebih dari target sebanyak 100%. 29.8% kurang dari target sebanyak 100%. Frekuensi penyuluhan KIA dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Sungai Bambu Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 75% kurang dari target sebanyak 100%. Frekuensi penyuluhan Katarak luar gedung di Puskesmas se-Kecamatan Tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 0% kurang dari target sebanyak 100%.2% kurang dari target sebanyak 100%. 45 . 26. Frekuensi penyuluhan Gigi dan mulut luar gedung di Puskesmas se- Kecamatan Tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 64. 28. 25. Frekuensi penyuluhan Gigi dan mulut dalam gedung di Puskesmas se- Kecamatan Tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 67. 21. Frekuensi penyuluhan kanker luar gedung di Puskesmas se-Kecamatan Tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 0% kurang dari target sebanyak 100%. 23. Frekuensi penyuluhan KIA dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Sungai Bambu Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 125% lebih dari target sebanyak 100%. Frekuensi penyuluhan KIA luar gedung di Puskesmas Kelurahan Sunter Agung Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 150% lebih dari target sebanyak 100%.

Frekuensi penyuluhan Gizi luar gedung di Puskesmas se-Kecamatan Tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 64. 39. 42. 38. Frekuensi penyuluhan KB dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Sunter Jaya Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 125% lebih dari target sebanyak 100%. Frekuensi penyuluhan KB luar gedung di Puskesmas Kelurahan Sunter Jaya Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 125% lebih dari target sebanyak 100%.2% Kurang dari target sebanyak 100%. 33. 46 . Frekuensi penyuluhan KB dalam gedung di Puskesmas Kelurahan papanggo Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 75% Kurang dari target sebanyak 100%. Frekuensi penyuluhan KB dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Sungai Bambu Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 75% Kurang dari target sebanyak 100%.2% Kurang dari target sebanyak 100%.2% Kurang dari target sebanyak 100%. 35. Frekuensi penyuluhan Lansia dalam gedung di Puskesmas kelurahan Sungai bambu Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 75% Kurang dari target sebanyak 100%. 34. Frekuensi penyuluhan KB luar gedung di Puskesmas Kelurahan Sunter Agung Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 150% lebih dari target sebanyak 100%. 43. Frekuensi penyuluhan Lansia dalam gedung di Puskesmas kelurahan tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 75% Kurang dari target sebanyak 100%. 41. Frekuensi penyuluhan Imunisasi dalam gedung di Puskesmas se-Kecamatan Tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 64. Frekuensi penyuluhan Lansia luar gedung di Puskesmas kelurahan Sungai bambu Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 50% Kurang dari target sebanyak 100%. 36.8% Kurang dari target sebanyak 100%. Frekuensi penyuluhan Gizi dalam gedung di Puskesmas se-Kecamatan Tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 67. 37.32. 40. Frekuensi penyuluhan Imunisasi luar gedung di Puskesmas se-Kecamatan Tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 64.

Frekuensi penyuluhan Lansia dalam gedung di Puskesmas kelurahan Warakas Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 75% Kurang dari target sebanyak 100%. Frekuensi penyuluhan Penyehatan lingkungan dalam gedung di Puskesmas kelurahan Warakas Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 50% Kurang dari target sebanyak 100%.2% Kurang dari target sebanyak 100%. 47 .1% Kurang dari target sebanyak 100%. 48. 45. Frekuensi penyuluhan Vitamin A dalam gedung di Puskesmas se-kecamatan Tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 57. Frekuensi penyuluhan Vitamin A Luar gedung di Puskesmas se-kecamatan Tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 14.1% Kurang dari target sebanyak 100%. 46. Frekuensi penyuluhan Penyehatan lingkungan luar gedung di Puskesmas se- kecamatan Tanjung Priok Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 57. 49.44. Frekuensi penyuluhan Penyehatan lingkungan dalam gedung di Puskesmas kelurahan Kebun Bawang Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 50% Kurang dari target sebanyak 100%. 50. Frekuensi penyuluhan Penyehatan lingkungan dalam gedung di Puskesmas kelurahan Sunter Agung Periode Bulan Januari – Februasi 2016 sebanyak 50% Kurang dari target sebanyak 100%. 47.