KARANGAN ARGUMENTASI

BAHAYA LIMBAH INDUSTRI

TUGAS BAHASA INDONESIA

Disusun oleh :

Nama : ALDHI SETYAWAN

Kelas : X APH 3

Nomor : 01

SMK WIDYA WISATA SRAGEN

TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Pembahasan masalah B. Untuk mengetahui dampak pencemaran lingkungan oleh limbah industri . Pembahasan 1. Industri Dan Pencemaran Lingkungan 3. Penutup 1. Toksikologi Lingkungan B.Internet Kerangka karangan : A.Lingkungan Sekitar . Penutup Pengumpulan bahan : A. Kesimpulan 2. Saran . Memahami masalah lingkungan 2.Untuk Memahami Masalah Lingkungan Dan Pencemaran Oleh Industri .Tema : Lingkungan Judul : BAHAYA LIMBAH INDUSTRI Tujuan : . Untuk Mengetahui upaya-upaya penyelesaiannya dampak limbah industri terhadap lingkungan hidup Metode : . Limbah dan Masalahnya 5. Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) dan Kesehatan 4.

Inti dari permasalahan lingkungan hidup adalah hubungan makhluk hidup. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (non-renewable natural resources) Interaksi dari elemen lingkungan yaitu antara yang tergolong hayati dan non- hayati akan menentukan kelangsungan siklus ekosistem. karena permasalahannya yang bersamaan. keadaan dan makhluk hidup. papan dan lain-lain. yang didalamnya didapati proses pergerakan energi dan hara (material) dalam suatu sistem yang menandai adanya habitat. yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupannya dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. Di alam terdapat berbagai sumber daya alam yang merupakan komponen lingkungan yang sifatnya berbeda-beda. Ilmu tentang hubungan timbal balik makhluk hidup dengan lingkungan hidupnya di sebut ekologi. pemenuhan kebutuhan pangan. Lingkungan hidup adalah sistem yang merupakan kesatuan ruang dengan semua benda. daya. dimana dapat digolongkan atas : . termasuk di dalamnya manusia dengan perilakunya. baik dalam hal respirasi. . proses adaptasi dan evolusi. PEMBAHASAN “ BAHAYA LIMBAH INDUSTRI “ 1. khususnya manusia dengan lingkungan hidupnya. A. Dari definisi diatas tersirat bahwa makhluk hidup khususnya merupakan pihak yang selalu memanfaatkan lingkungan hidupnya. Sumber daya alam yang dapat diperbaharui (renewable natural resources) . Konsep-Konsep Untuk Memahami Masalah Lingkungan Dan Pencemaran Oleh Industri Seringkali ditemukan pernyataan yang menyamakan istilah ekologi dan lingkungan hidup.

akibat polusi asap kendaraan atau cerobong industri. seperti cahaya dan kebisingan Uraian ini dapat menjelaskan akibat yang ditimbulkan oleh adanya pencemaran lingkungan. Pengelolaan lingkungan hidup dapatlah diartikan sebagai usaha secara sadar untuk memelihara atau memperbaiki mutu lingkungan agar kebutuhan dasar kita dapat terpenuhi dengan sebaik- baiknya. maka perlu adanya itikad yang kuat dan kesamaan persepsi dalam pengelolaan lingkungan hidup. terutama terhadap kesehatan dan mutu hidup manusia. bahkan produknya dapat menjadi komoditas ekonomi. Industri Dan Pencemaran Lingkungan Jika kita ingin menyelamatkan lingkungan hidup. misalnya manusia dapat menggunakan air yang tercemar dengan rekayasa teknologi (daur ulang) berupa salinisasi. Soemarwoto (1991: 50-51) mengkategorikan sifat lingkungan hidup atas dasar: (1) Jenis dan jumlah masing-masing jenis unsur lingkungan hidup tersebut (2) Hubungan atau interaksi antara unsur dalam lingkungan hidup tersebut (3) Kelakuan atau kondisi unsur lingkungan hidup (4) Faktor-faktor non-materiil. Misalnya. Memang manusia memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap lingkungannya. udara yang dipergunakan untuk bernafas oleh manusia yang tinggal di lingkungan itu akan tercemar oleh gas CO (karbon monoksida). perlakuan manusia terhadap lingkungan akan mempengaruhi mutu lingkungan hidupnya. Tetapi untuk mendapatkan mutu . maka manusia harus mampu mengenali sifat lingkungan hidup yang ditentukan oleh macam-macam faktor. Berkaitan dengan paparan ini. 2. Dalam memanipulasi lingkungan hidupnya. secara hayati ataupun kultural. Berkaitan dengan pernyataan ini.

atau obat anti nyamuk yang praktis untuk disemprotkan. pestisida dan insektisida. agar dapat dimanfaatkan secara optimal maka manusia diharuskan untuk mampu memperkecil resiko kerusakan lingkungan. Serangkai dengan proses tersebut. Dibalik itu. Teknologi memberikan kemajuan bagi industri baja. alat-alat pendingin (lemari es dan AC). berbagai jenis aroma parfum dalam kemasan yang menawan. teknologi yang sama juga menghasilkan berbagai jenis racun yang berbahaya bagi manusia dan lingkungannya. Dalam hal ini. yang memperkaya peradaban manusia. Dampak Industri dan Teknologi terhadap Lingkungan Joseph Schumpeter (dalam Marchinelli dan Smelser. ternyata CFC (chlorofluorocarbon) dan tetra fluoro . Teknologi juga memberi rasa aman dan kenyamanan bagi manusia akibat mampu menyediakan berbagai kebutuhan seperti tabung gas kebakaran. a. pesatnya hasil penemuan baru dapat dijadikan sebagai ukuran kemajuan pembangunan ekonomi suatu bangsa. karena adanya bibit unggul. CFC. karbon dioksida. dan gas-gas buangan lain yang mengancam kelangsungan hidup manusia akibat memanasnya bumi akibat efek "rumah kaca". Teknologi juga mampu menghasilkan sulfur dioksida. Teknologi yang diandalkan sebagai istrumen utama dalam "revolusi hijau" mampu meningkatkan hasil pertanian.. industri mobil. dan sebagainya. industri kapal laut. kereta api.1990 :14-20) mengisyaratkan tentang pentingnya inovasi dalam proses pembangunan ekonomi di suatu negara.lingkungan hidup yang baik. bahkan akibat rutinnya digunakan berbagi jenis pestisida ataupun insektisida mampu memperkuat daya tahan hama tananam misalnya wereng dan kutu loncat. bermacam jenis pupuk yang bersifat suplemen.

timah hitam. NO2r SO2. meningkat tajam dalam kandungan air permukaan dan biota airnya. Kondisi hara tanah semakin tidak subur. Berkaitan dengan pernyataan tersebut. mencatat kerusakan lingkungan akibat industrialisasi di beberapa kota di Indonesia. 2) Konsentrasi bahan pencemar yang berbahaya bagi kesehatan penduduk seperti merkuri. bahkan temperatur tertinggi di beberapa kola seperti Jakarta sudah mencapai 37 derajat celcius. seperti minyak bumi dan batu bara yang diperkirakan akan habis pada tahun 2020. pcb. dan debu. 7) Luas hutan Indonesia semakin sempit akibat tidak terkendalinya perambahan yang disengaja atau oleh bencana kebakaran. ethylene polymer yang digunakan justru memiliki kontribusi bagi menipisnya lapisan ozone di stratosfer. . zat. secara teknis telah didefinisikan dalam UU No. 3) Kelangkaan air tawar semakin terasa. 4 Tahun 1982. 5) Terjadi peningkatan konsentrasi pencemaran udara seperti CO. yaitu: 1) Terjadinya penurunan kualitas air permukaan di sekitar daerah-daerah industri. 6) Sumber daya alam yang dimiliki bangsa Indonesia terasa semakin menipis. Amsyari (1996:104). b. khususnya di musim kemarau. dan lahan pertanian semakin menyempit dan mengalami pencemaran. yakni masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup. 4) Temperatur udara maksimal dan minimal sering berubah-ubah. kadmium. pestisida. sedangkan di musim penghujan cenderung terjadi banjir yang melanda banyak daerah yang berakibat merugikan akibat kondisi ekosistemnya yang telah rusak. Klasifikasi Pencemaran Lingkungan Masalah pencemaran lingkungan hidup.

terdapat tiga unsur dalam pencemaran. dan sosial. c) pengelompokan menurut sifat sumber menghasilkan pencemaran dalam bentuk primer dan sekunder. sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat lagi berfungsi sesuai peruntukannya. fisik. Faktor Perilaku c. b) pengelompokan menurut medium lingkungan menghasilkan bentuk pencemaran udara. Pencemaran dapat diklasifikasikan dalam bermacam-macam bentuk menurut pola pengelompokannya. Faktor Lingkungan b. Adapun derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh 4 faktor. yaitu : a. . dan budaya. pada pasal 1 butir 1 disebutkan bahwa yang dimaksud dengan kesehatan adalah keadaan yang sejahtera dari badan. kimiawi. yaitu : sumber perubahan oleh kegiatan manusia atau proses alam. dan merosotnya fungsi lingkungan dalam menunjang kehidupan. air. Faktor Pelayanan Kesehatan d. Faktor Bawaan (Keturunan) . 3. makanan. Berkaitan dengan itu. bentuk perubahannya adalah berubahnya konsentrasi suatu bahan (hidup/mati) pada lingkungan. Amsyari (1996: 102). dan atau komponen lain ke dalam lingkungan dan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau proses alam. Dari definisi yang panjang tersebut. tanah. jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. mengelompokkan pencemaran alas dasar : a) bahan pencemar yang menghasilkan bentuk pencemaran biologis. energi. Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) dan Kesehatan Dalam Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan.

bila tidak terkendali akan menimbulkan masalah kesehatan yang semakin berat dan luas dengan semakin tingginya angka kesakitan. sangat berpengaruh terhadap kebutuhan manusia yang tidak hanya kebutuhan dasar saja. dihanyutkan dari hulu sampai jauh ke hilir. Dari keempat faktor tersebut. maka masalah yang ditimbulkannya merata dan menyebar di lingkungan yang luas. baik karena penyakit infeksi maupun non infeksi sebagai akibat dari pencemaran lingkungan oleh bahan-bahan yang tidak diinginkan. Kondisi tersebut. Selaras dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. pertambangan dan rekreasi. akan memperburuk kondisi lingkungan dengan timbulnya “man made breeding places” bagi kuman dan vektor penyakit maupun sumber pencemar yang dapat memajani manusia. Dari kebutuhan dasar yang berupa makanan dan sandang sampai pada kebutuhan materi sebagai hasil proses industri. . industri. Limbah gas terbawa angin dari satu tempat ke tempat lainnya. Limbah cair atau padat yang dibuang ke sungai. bertambahnya jumlah penduduk dengan mobilitas yang cepat. memunculkan kecenderungan semakin meningkatnya tempat / kegiatan yang juga menghasilkan limbah berupa bahan berbahaya dan beracun bagi kehidupan manusia maupun makhluk hidup lainnya. 4. pertanian. faktor lingkungan merupakan faktor yang paling besar pengaruhnya dibandingkan dengan ketiga faktor yang lain. melampaui batas-batas wilayah akhirnya bermuara di laut atau danau. Perilaku manusia yang tidak sehat. seolah-olah laut atau danau menjadi tong sampah. Limbah bermasalah antara lain berasal dari kegiatan pemukiman. Limbah dan Masalahnya Karena limbah dibuang ke lingkungan.

Nomor 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Air yang tercemar akan menjadi sumber penyakit menular. umumnya termasuk kelompok limbah bahan berbahaya dan beracun (hazardous waste and toxic chemical). sisanya bila sampai di perairan dapat merangsang pertumbuhan gulma penyebab timbulnya eutrofikasi. Pupuk sering dipakai berlebihan. yang dimaksud dengan B3 dapat diartikan “Semua bahan/senyawa baik padat. udang dan biota air lainnya.I. maka obyek toksikologi lingkungan ialah limbah kimia yang beracun. maka substansi atau zat beracun di lingkungan yang sangat menjadi perhatian ialah yang bersumber pada kegiatan manusia yang dibuang ke lingkungan sebagai limbah. Pemakaian herbisida untuk mengatasi eutrofikasi menjadi penyebab terkontaminasinya ikan. Limbah pemukiman selain berupa limbah padat yaitu sampah rumah tangga. mempelajari dampak atau resiko keberadaan substansi tersebut terhadap makhluk hidup. Sedangkan yang dimaksud dengan toxicology lingkungan adalah pengetahuan yang mempelajari efek substansi toksik (beracun) yang terdapat di lingkungan alam maupun lingkungan binaan. Didalam Peraturan Pemerintah R. ataupun gas yang mempunyai potensi merusak . cair maupun padat umumnya termasuk kategori atau dengan sifat limbah B3. cair. 5. Limbah industri baik berupa gas. Karena kajian toksikologi adalah bahan beracun. juga berupa tinja dan limbah cair yang semuanya dapat mencemari lingkungan perairan. Toksikologi Lingkungan Karena limbah industri pada umumnya bersifat sebagai bahan berbahaya dan beracun (B3).

bersifat korosif. Toksikologi lingkungan menjadi sangat penting. Dampak itu dapat langsung dari sumber ke manusia. bersifat reaktif . karena kenyataannya adalah bahwa yang paling merasakan dampak suatu kegiatan adalah manusia. penyebab infeksi . sistem biologi.terhadap kesehatan manusia serta lingkungan akibat sifat-sifat yang dimiliki senyawa tersebut”. mudah terbakar . bagian dari makhluk hidup. Limbah B3 dari kegiatan industri yang terbuang ke lingkungan akhirnya akan berdampak pada kesehatan manusia. Limbah B3 diidentifikasi sebagai bahan kimia dengan satu atau lebih karakteristik : . dan selanjutnya menyebar ke organ vital lainnya. Toksisitas suatu bahan kimia ditentukan dengan LD 50 atau LC 50. yaitu dosis atau konsentrasi suatu bahan uji yang menimbulkan kematian 50 % hewan uji. seperti memakan ikan yang telah menggandakan (biological magnification) pencemar karena memakan mangsa yang tercemar. mudah meledak . Pada manusia. toksikan) memang berhubungan dengan sistem kehidupan. Toksikan yang masuk melalui makanan pertama kali di dalam mulut akan diabsorbsi atau mengkontaminasi kelenjar ludah (saliva) yang kemudian dapat meracuni alat-alat pencernaan. misalnya meminum air yang terkontaminasi atau melalui rantai makanan. beracun . Kata racun (toksin. . sasaran toksikan pertama-tama adalah saluran pencernaan.

sehingga akan mengancam kelangsungan makhluk hidup. Saran Saran yang dapat disampaikan untuk semua pihak agar proses industrialisasi tidak lantas menjadi penyebab kerusakan lingkungan adalah : 1. . B. Adanya pengertian dan persepsi yang sama dalam memahami pentingnya lingkungan hidup bagi kelangsungan hidup manusia akan dapat mengendalikan tindakan dan perilaku manusia untuk lebih mementingkan lingkungan hidup. Pencemaran lingkungan akan menyebabkan menurunnya mutu lingkungan hidup. PENUTUP 1. terutama ketenangan dan ketentraman hidup manusia. Sebaiknya dalam mengeksploitasi sumber daya alam dan lingkungan yang dilakukan oleh dunia industri tidak hanya bertujuan meningkatkan keuntungan ekonomi semata. c. Kesimpulan Adapun yang menjadi kesimpulan dari penelitian diatas. Pembangunan yang mengandalkan teknologi dan industri dalam mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi seringkali membawa dampak negatif bagi lingkungan hidup manusia. Kemauan untuk saling menjaga kelestarian dan keseimbangan lingkungan hidup merupakan itikad yang luhur dari dalam diri manusia dalam memandang hakekat dirinya sebagai warga dunia. b. sebagai berikut : a. d. harus pula diiringi dengan kemauan untuk menyisihkan biaya bagi penelitian dan pemeliharaan lingkungan hidup. 2.

preventif. antara lain yang mengatur bahwa limbah yang dihasilkan oleh suatu kegiatan (misal : industri) yang dibuang ke lingkungan (udara dan perairan) harus sesuai dengan baku mutu lingkungan baik itu baku mutu untuk udara maupun baku mutu untuk air. . Limbah B3 sebelum dibuang ke media lingkungan seharusnya diolah / ditreatment lebih dulu. 4. Perlu dilibatkan masyarakat dalam pengawasan pengolahan limbah buangan industri agar lebih intens dalam menjaga mutu lingkungan hidup. pengobatan dan pemulihan.2. Upaya untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan adalah upaya promotif. dengan menitik beratkan pada upaya promotif dan preventif. sebaiknya dapat menjadi rujukan. 3. Filosofi kesehatan yang menyatakan bahwa mencegah lebih mudah dan murah dari pengobatan. 6. 5. memelihara dan melestarikan lingkungan agar manusia dapat tetap produktif dan dapat menikmati hidupnya. Biaya yang dikeluarkan dari pada untuk pengobatan atau pemulihan kesehatan lebih baik untuk menjaga. Pemerintah telah mengeluarkan berbagai peraturan yang berhubungan dengan masalah lingkungan hidup. Maksud dan tujuan peraturan tersebut adalah sebagai upaya pencegahan agar daya dukung lingkungan dan daya tampung lingkungan untuk kelangsungan hidup manusia dapat dipertahankan.

Lampiran Gambar 1.1 .