BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Saat ini banyak yang membicarakan mengenai MERS atau juga
MERS - CoV untuk komplitnya, suatu penyakit yang disebabkan oleh virus
dan menjadi perhatian luas dari beberapa negara, khususnya Indonesia karena
menyerang jamaah haji yang baru pulang sehingga ditakutkan akan menyebar
disini.
MERS – CoV adalah singkatan dari Middle East Respiratory
Syndrome Corona Virus. Virus ini merupakan jenis baru dari kelompok
Coronavirus (Novel Corona Virus). Virus ini pertama kali dilaporkan pada
bulan September 2012 di negara Arab Saudi. Sebagai informasi, Virus
SARS yang menewaskan ratusan orang, terutama di Tiongkok pada tahun
2003 juga merupakan kelompok jenis virus Corona ini dan dapat
menimbulkan pneumonia berat akan tetapi berbeda dari virus MERS CoV
saat ini.
MERS-CoV adalah penyakit sindrom pernapasan yang disebabkan
oleh virus Corona yang menyerang saluran pernapasan mulai dari yg ringan
s/d berat. Gejalanya adalah demam, batuk dan sesak nafas, bersifat akut,
biasanya pasien memiliki penyakit ko-morbid. Median usia 50 tahun (antara 2
- 94 tahun). 61 % kasus laki – laki. Kasus dengan Ko-morbid, dan masa
inkubasi khas MERS adalah lima hari. Gejala klasik virus itu adalah demam
dan sesak napas, yang menunjukkan gejala pneumonia, tetapi sudah ada
sejumlah kasus ringan dan gejala yang tidak biasa.

1

1. 4. Pemeriksaan dignostik dan penatalaksanaan untuk virus mers. 6. Pengertian dari virus mers. Bagaimana cara penularan virus mers? 5. Cara penularan virus mers. Pencegahan dari virus mers. Gejala-gejala dari virus mers. 5. Apa saja penyebab dari virus mers? 3. Apa sajakah pemeriksaan dignostik dan penatalaksanaan untuk virus mers? 6. Bagaimana pencegahan dari virus mers? 1.3 Tujuan Makalah ini kami susun dengan tujuan agar dapat memahami.1. 2. Apa saja gejala-gejala dari virus mers? 4. 2 . Apa pengertian dari virus mers? 2.2 Rumusan Masalah Makalah ini kami susun berdasarkan pada beberapa pokok persoalan berikut yaitu: 1. 3. Penyebab dari virus mers.

1 Pengertian Virus Mers Virus Corona Middle East Respiratory Syndrome (MERS) merupakan salah satu jenis virus yang menyerang organ pernafasan orang yang mengidapnya yang merupakan jenis penyakit saluran pernafasan yang bisa mengakibatkan kematian. dimana saat itu penyakit akibat kelompok virus coronavirus tersebut sangat berbahaya sekali. Informasi yang diperoleh dari website Kementrian Kesehatan RI www.go. Virus Mers berbeda dengan coronavirus yang telah ditemukan sebelumnya yang menyebabkan SARS pada tahun 2002-2003. Penamaan Mers-CoV diputuskan oleh kelompok studi coronavirus dari komite internasional untuk taksonomi virus tepatnya pada bulan Mei 2013 yaitu dari nama novelcorovirus (2012) menjadi MERS-CoV (2013). Virus SARS tahun 2003 juga merupakan kelompok virus Corona dan dapat menimbulkan pneumonia berat. Virus ini pertama kali dilaporkan pada bulan September 2012 di Arab Saudi. akan tetapi berbeda dari virus MERS Cov. BAB II PEMBAHASAN 2. Virus ini merupakan jenis baru dari kelompok Corona virus. Virus Mers CoV merupakan beta Corona virus yang baru dikenali untuk pertama kali pada tahun 2012 di Arab Saudi. Nama Mers CoV juga disebut dengan nama novelcoronavirus atau disingkat "nCoV". dimana tercatat pada tahun 2002-2003 yang sempat mewabah dari 8273 kasus ternyata 775 yang meninggal dunia. 3 . MERS – Cov adalah singkatan dari Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus.depkes.id memberitakan bahwasannya virus ini berbeda dengan Corona virus lain yang telah ditemukan sebelumnya. MERS-CoV adalah penyakit sindrom pernapasan yang disebabkan oleh virus Corona yang menyerang saluran pernapasan mulai dari yang ringan sampai dengan yang berat.

Tunisia. 4 . Jordan. Virus MERS masuk ke kategori beta. di antaranya Arab Saudi. Ada beberapa tipe Corona virus di antaranya adalah alpha. katakan korona karena jika dilakukan pemeriksaan dengan mikroskop. Bahkan 93 di antaranya telah meninggal dunia (AGDH.94 tahun). infeksi MERS sudah mulai tersebar di sejumlah negara. Meskipun berasal dari tipe yang sama (yaitu beta) penyebab SARS dan MERS adalah dari jenis yang berbeda. Karena baru terdeteksi sekitar tahun 2012. dan Italia. dan delta. permukaan badannya mirip dengan paku bermahkota atau “crown-like spikes”. Secara epidemiologi. Sebagian ahli mengistilahkannya dengan “novel coronavirus” karena jenis virus ini baru ditemukan “novel”. beta. Median usia 50 tahun (antara 2 . Inggris. 2014). hingga saat ini belum ada obat ataupun vaksin yang bisa menyembuhkan virus MERS. Uni Emirat Arab.2 Penyebab Virus Mers Penyebab utama penyakit ini adalah jenis Corona virus. Sehingga kelompok studi corona Virus dari Komite Internasional untuk Taksonomi Virus memutuskan bahwa novel Corona virus tersebut dinamakan sebagai MERS-Cov. Qatar. Dalam perspektif virology. Hingga saat ini. Perancis. begitu juga dengan virus penyebab SARS masuk dalam kategori ini. gamma. 61 % kasus laki – laki. namun mirip dengan coronavirus yang terdapat pada kelelawar. Kasus dengan Ko-morbid dan masa inkubasi khas MERS adalah lima hari. 2. kasus ini meningkat di bulan April 2014 karena berdasarkan data dari kementrian kesehatan Saudi melaporkan ada 361 kasus dan juga dari WHO melaporkan ada 261 kasus. Virus ini tidak sama dengan coronavirus penyebab Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Jerman.

2013. setiap orang yang berinteraksi dengan hewan-hewan tersebut harus memiliki proteksi dan batasan tertentu semisal menggunakan masker. batuk-batuk. dan Italia juga diinvestigasi. kesulitan bernafas yang memiliki progress ke pneumonia. menutup makanan dan minuman karena virus di samping bisa menyebar lewat udara juga bisa lewat dua hal tersebut (WHO. 2013). Perlu diketahui bahwa semua jenis koronavirus juga bisa menginfeksi beberapa hewan tertentu semisal monyet. Mekanismenya. kucing. 5 . the United Kingdom. sapi. batuk karena imun tubuh berusaha merespon virus dengan mengeluarkan sekret. anjing. Tunisia. bersin-bersin berkelanjutan. 2. Prancis.3 Tanda dan Gejala Virus Mers Tanda dan gejala penyakit ini adalah demam tinggi karena virus merubah set poin suhu di hipotalamus (demam bisa mencapai diatas 38oC). Jordania. WSDH. virus mengubah keseimbangan absorpsi dan ekskresi cairan di usus. masih terus dilakukan investigasi mengenai pola penularan MERS-Cov. cuci tangan sebelum makan setelah kontak dengan hewan-hewan di atas. nyeri dada. karena telah ditemukan adanya penularan dari manusia ke manusia yang saling kontak dekat dengan penderita. kalkun. dan juga sering ditemukan pasien MERS dengan gagal ginjal karena virus merusak fungsi glumerulus ginjal. unta. tikus. Penularan dari pasien yang terinfeksi kepada petugas kesehatan yang merawat juga diamati. Maka dari itu. 2. nafas pendek.2013). Selain itu. Terkadang pasien juga mengalami diare. burung dan ayam (CDC.4 Cara Penularan Virus Mers Sampai saat ini. cluster dari kasus infeksi MERS-Cov di Arab Saudi. Karena dalam kondisi normal usus bisa menyerap 8-9 liter cairan dan elektrolit perhari dan mensekresikan sekitar 100-200 ml ke tinja sehingga ketika virus merubah kondisi tersebut maka absorpsi akan berkurang dan ekskresi akan meningkat sehingga pasien mengalami diare.

Di pihak lain. WHO pada 27 Maret 2014 mengeluarkan data yang menunjukkan penelitian pada hewan di Mesir. investigasi terhadap pajanan dari binatang dan atau lingkungan serta rantai transmisinya. 6 . masih dibutuhkan penelitian lebih mendalam untuk memastikan hal ini. termasuk penelitian untuk mengetahui jalur penularan. para jamaah yang umroh atau haji nanti diimbau agar menghindari interaksi dengan hewan gurun tersebut. ada penelitian yang dipublikasi di jurnal Emerging Infectious Diseases yang menemukan dugaan adanya hubungan erat antara virus yang didapat dari manusia dan unta. mengatakan. Temuan ini sejalan dengan laporan sebelumnya tentang adanya antibodi reaktif MERS-CoV pada unta. Penelitian diagnostik molekuler lainnya dari Arab Saudi juga menemukan adanya infeksi MERS-CoV pada sejumlah unta di berbagai wilayah negara itu. Prof Tjandra Yoga Aditama. Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengumumkan bahwa MERS-CoV telah dideteksi pada seekor unta yang terkait dengan kasus penderita MERS-CoV di Arab Saudi. Dengan demikian. Karena itu. Virus MERS-CoV sementara diyakini menular dari unta. Penelitian itu juga menguji serum yang dikumpulkan dari 52 unta dan 179 petugas RPH. Kemudian.6% (4 dari 110) unta berpunuk sehat yang ada di rumah pemotongan hewan (RPH). Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan. data-data di atas mendukung adanya kecurigaan bahwa unta merupakan sumber penularan dari MERS-COV. antibodi reaktif MERS- CoV ditemukan pada 92% sampel unta tetapi tidak ditemukan pada semua sampel manusia. Meski begitu. dan hasilnya ada MERS- CoV pada 3. Tapi ini hanya penelitian pada unta saja. pada 11 November 2013.

5 Pemeriksaan Diagnostik dan Penatalaksanaan Pemeriksaan diagnostik laboratorium yang terbaik adalah dengan pemeriksaan dahak. Berdasarkan informasi terakhir yang saya dapatkan. Jadi. yaitu Saudi Arabia. pekerjaan. Manipulasi lingkungan. 2. darah dan urin. Virus ini dapat menular antar manusia secara terbatas. yakni prosedur pemberian pertolongan secara aktif dengan cara memberikan fakta dan interpretasi' dalam bidang pendidikan. yakni usaha untuk menyelesaikan problem- problem emosional klien dengan cara menghilangkan atau mengubah unsur-unsur lingkungan yang tidak menguntungkan 3. Kemungkinan penularannya dapat melalui media sebagai berikut yaitu:  Langsung : Melalui percikan dahak (droplet) pada saat pasien batu atau bersin. Penyebaran virus MERS juga terjadi di Indonesia pada beberapa jamaah umroh yang baru pulang dari negara asal virus MERS. Tes laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk MERS-Cov tersedia di Kementerian Kesehatan dan beberapa laboratorium internasional. Kemudian untuk penatalaksanaan spesifik dari MERS sampai saat ini belum ada. Virus ini juga bisa ditemukan di feses. dan tidak terdapat transmisi penularan antar manusia yang berkelanjutan. hanya sebatas terapi suportif atau simptomatik. namun tes tersebut bukan tes rutin. yakni usaha untuk mengalihkan perhatian klien yang mengalami keeeinasan atau depresi dengan jalan memberikan 7 . hubungan sosial dan bidang-bidang Kesehatan 2. cairan trakea dan bronkoalvelolar.  Tidak Langsung : Melalui kontak dengan benda yang terkontaminasi virus. Tetapi Supportive (terapi suportif) Macam-macam teknik terapi suportif: 1. ada jamaah umroh yang berasal dari Sulawesi positif terjangkit virus MERS. Artinya pasien diberikan intervensi sesuai dengan tanda dan gejalanya. Guidance/Bimbingan. Eksternalisasi perhatian. Hanya saja spesimen ini kurang bisa mendukung untuk penegakan diagnosa MERS.

berusaha menghilangkan atau mengurangi intcnsitasnya sampai di bawah titik kritis 7. dorongan agar klien dapat memulai lagi aktivitas yang pernah disenanginya ataupun mengembangkan kesenangan baru untuk mengisi waktu senggangnya. Dorongan dan paksaan. terapi ini biasanya menyertai pada setiap terapi. Pengobatan anti viral yang bersifat spesifik belum ada. yakni terapi kelompok yang terdiri dari klien yang memiliki problem sejenis Belum ada vaksin untuk virus ini. Pengakuan dan penyaluran. terapi syair. terapi sosial 4. Terapi kelompok pemberi inspirasi. Pendekatan ini untuk mengurangi tekanan yang ada pada klien. Meyakinkan kembali (reassurance). Persuasi. yakni memberikan pengaruh psikis tanpa daya kritik 5. Di antaranya dengan cara klien diberi tugas untuk melawan impuls- impuls yang menimbulkan neurotik. yakni dengan cara mengeluarkan isi hati kepada orang lain. Jenis-jenis eksternalisasi perhatian antara lain terapi kerja. Sugesti-prestis. Klien yang merasa dieengkam ketakutan yang irasional perlu ditenangkan dan dihibur. yakni usaha terapis untuk mensugesti klien. yakni dengan memberikan ren-'ara' dan punishment untuk menstimulasi perilaku klien sesuai yang diharapkan. sebab dengan adanya pengakuan dan penyaluran maka segala rasa tertekan yang mengganjal dapat dilepaskan (katarsis) 9.Terapis perlu mendiskusikan ketakutan- ketakutan tersebut secara terbuka dengan kliennya untuk menjelaskan bahwa ketakutan itu tidak rasional atau tidak berdasar 6. terapi musik. dan pengobatan yang dilakukan sangat tergantung dari kondisi pasien. Pasien hanya ditempatkan di ventilator dan diberikan 8 .terapi gerak dan tari. sebab pada umumnya orang yang menderita gangguan jiwa dalam keadaan intelek tertutup emosi 8. yakni mendasari diri pada anggapan bahwa dalam diri klien mempunyai sesuatu kekuatan untuk proses emosinya yang patologis dengan kekuatan dan kemampuan ataupun dengan menggunakan common sensenya sendiri.

2. Menjaga kebersihan bisa dengan cuci tangan setiap saat dengan sabun antiseptik dan mandi secara bersih. cepat cek ke dokter bila sakit yang berkelanjutan seperti sakit dengan gejala demam. dan sulit untuk bernafas. misalnya ciuman atau penggunaan alat makan dan minum bersama. Hindari menyentuh mata. 3. 4.6 Pencegahan Virus Mers Sementara ini untuk menghindari virus Mers yaitu menghindari kontak langsung dengan penderita dan juga berusaha menerapkan pola hidup sehat dengan cara menjaga kebersihan tubuh diri sendiri dan juga lingkungan hidup. Tutuplah hidung dan mulut dengan tisu ketika batuk ataupun bersin dan segera buang tisu tersebut ke tempat sampah. antibiotik untuk mencegah infeksi bakteri sekunder. Hindari kontak secara dekat dengan orang yang sedang menderita sakit. dengan harapan sistem kekebalan tubuh pasien perlahan lahan akan mengalahkan virus tersebut. batuk-batuk. Bersihkan menggunakan desinfektan untuk membersihkan barang-barang yang sering disentuh. hendaknya lakukan beberapa langkah pencegahan sebagai berikut: 1. 2. hidung dan mulut dengan tangan yang belum dicuci. Untuk melindungi diri dari kejadian penyakit saluran pernapasan. 9 .

yang menunjukkan gejala pneumonia. BAB III PENUTUP 3. Pasien hanya ditempatkan di ventilator dan diberikan antibiotik untuk mencegah infeksi bakteri sekunder. yaitu Saudi Arabia. Virus ini dapat menular antar manusia secara terbatas dan penularannya dapat melalui media langsung (melalui percikan dahak) dan tidak langsung (melalui kontak dengan benda yang terkontaminasi virus). Pencegahan virus Mers yaitu menghindari kontak langsung dengan penderita dan juga berusaha menerapkan pola hidup sehat dengan cara menjaga kebersihan tubuh diri sendiri dan juga lingkungan hidup. dan pengobatan yang dilakukan sangat tergantung dari kondisi pasien. MERS-CoV adalah penyakit sindrom pernapasan yang disebabkan oleh virus Corona yang menyerang saluran pernapasan mulai dari yang ringan sampai dengan yang berat. Pengobatan untuk penyakit virus Mers ini yaitu dengan pengobatan anti viral yang bersifat spesifik belum ada. 10 . Virus MERS-CoV sementara diyakini menular dari unta.1 Kesimpulan Virus Mers CoV merupakan beta Corona virus yang baru dikenali untuk pertama kali pada tahun 2012 di Arab Saudi. Nama Mers CoV juga disebut dengan nama novelcoronavirus atau disingkat "nCoV". tetapi sudah ada sejumlah kasus ringan dan gejala yang tidak biasa. namun penyebaran virus MERS juga terjadi di Indonesia pada beberapa jamaah umroh yang baru pulang dari negara asal virus MERS. Penyebab penyakit ini adalah jenis Corona virus dengan gejala klasik virus itu adalah demam dan sesak napas.

3. 11 . ada juga anjuran WHO yang menyebutkan tentang jangan konsumsi susu mentah dan selalu memasak makanan dengan baik Bagi yang merasa khawatir akan masa depan dalam menghadapi berbagai penyakit ada baiknya mengikuti unit link terbaik di Indonesia Commonwealth Life investra link asuransi yang menggabungkan proteksi jiwa sekaligus investasi masa depan. Dan untuk Penyakit Virus Mers - CoV semoga kedepannya dapat ditemukan vaksin obatnya yang akurat dan dapat ditangani secara baik dan tepat setiap penderitanya sehingga bagi penderita dapat disembuhkan secara total dan virus dapat dihentikan penyebarannya. Pada masa sekarang ini saya menganjurkan jangan ada paket kunjungan ke peternakan unta dalam paket perjalanan umroh jamaah kita. Selain itu.2 Saran Ada baiknya bagi siapa saja yang akan bepergian ke jazirah Arab untuk tidak kontak langsung dengan unta.

http://www.detik.wordpress. 21 Juni 2014 jam 10. Sumarno Adi Subrata. Pencegahan Virus Mers.html/.id/news/item/325/mers-cov-a-novel- respiratory-syndrome. 12 . Diakses Sabtu.com/2014/05/05/ciri-ciri-virus-mers-yang-perlu-anda-ketahui/.50 WIB. 21 Juni 2014 jam 10. 2014. 21 Juni 2014 jam 10. Diakses Sabtu. 21 Juni 2014 jam 10. Diakses Sabtu.52 WIB. http://houseofnurse. Pengertian dan Pencegahan Virus Mers CoV. 21 Juni 2014 jam 10. Ciri-ciri Virus Mers.blogspot.com/read/2014/05/11/173807/2579475/10/antara-virus- mers-dan-unta/. Anonim.53 WIB.com/2014/05/11/mari-peduli-pencegahan- mers-bagi-calon-jamaah-haji/. Diakses Sabtu. Diakses Sabtu. 2014.hidupsehat. Anonim. Mers CoV a Novel Respiratory Syndrome. Diakses Sabtu.web. http://fikes.html/.53 WIB. Penyebab dan Tanda Gejala Penyakit Mers CoV. http://news.com/2014/05/pengertian-dan-pencegahan-virus- mers-cov.ummgl. Anonim. DAFTAR PUSTAKA Anonim. http://yukb4c4. 2014.48 WIB. 21 Juni 2014 jam 10. 2014.html/.id/2014/05/penyakit-mers-cov-penyebab-tanda- gejala.53 WIB.ac. 2014. Antara Virus Mers dan Unta. 2014. Anonim. http://ciricara.