BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kelompok adalah sekumpulan orang yang saling berkaitan satu sama lain dan
memiliki tujuan bersama .Sebuah kelompok bisa jadi terdiri dari berbagai jenis
orang, tidak hanya berpaku pada suku satu agama, satu ras,atau satu bangssa saja.
Akan tetapi, ada beraneka ragam latar belakang dan perbedaan antar anggota
kelompok.

Perbedaan antar anggota kelompok tersebut tentunya akan menimbulkan
perbedaan pendapat dalam kelompok. Kita flashback ke belakang bahwasannya
seseorang bergabung dalam kelompok untuk tujuan tertentu. Ada yang karena dia
merasa memiliki nasib yang sama dengan kelompok tersebut , karena merasa
memiliki tujuan yang sama ,merasa membutuhkan kenyamanan dan perlindungan
atau karena ingin mencari solusi atas sebuah masalah. Tujuan-tujuan tersebut
akan di padukan menjadi sebuah tujuan bersama yang akan di capai oleh seluruh
anggota secara bersama sama pula.

Dalam melakukan kegiatan kelompok,anggota kelompok tidak mempunyai
kekuasaan mutlak untuk bertindak karena mereka biasanya sudah mempunyai
komitmen untuk berkumpul, berfikir dan bekerja bersama. Oleh karena itu, setiap
ada problem atau masalah yang segera memerlukan pemecahan, kelompok akan
berusaha mengambil keputusan melalui cara cara yang tidak mengesampingkan
satu anggota pun,seperti musyawarah atau diskusi kelompok.

Pada dasarnya setiap individu mempunyai kemampuan untuk mengambil
keputusan. Akan tetapi, tidak semua individu memiliki pengetahuan, keterampilan
dan penalaran yang sama, sehingga keputusan individu sering kali kurang efektif.
Dengan alasan itulah, individu lebih memilih bergabung dalam kelompok untuk
membantu mereka menentukan keputusan yang terbaik.

1

ada beberapa metode yang di gunakan untuk oleh suatu kelompok dalam pengambilan keputusan. kita sebagai individu dan juga sebagai bagian dari kelompok di sekitar kita. keputusan dengan anggota ahli. perlu tahu bagaimana keterlibatan kita dalam proses pengambilan keputusan. B. keputusan dengan konsensus 7.Keputusan yang nantinya benar benar menjadi solusi bagi permasalahan hidupnya. penggunaannya di sesuaikan dengan karakteristik dan ke anekaragaman anggota kelompok. Oleh karena itu. keputusan oleh ahli tanpa diskusi kelompok 2. keputusan dengan rata rata kelompok 3. keputusan oleh minoritas 5. keputusan oleh ahli setelah diskusi 4. ada 7 metode yang di gunakan dalam mengambil keputusan yaitu : 1. Akan tetapi. Rumusan Masalah 2 . Metode metode di atas tidak semuanya di gunakan. Berdasarkan para ahli. Dimana setiap metode itu memiliki kelebihan dan kelemahan masing masing yang di ketahui sampai saat ini. keputusan oleh mayoritas 6. metode apa saja yang digunakan dalam diskusi kelompok serta bagaimana kita bisa berkontribusi menghasilkan suatu keputusan yang efektif dan berkualitas.

F. Bagaimana Keterlibatan Anggota Kelompok Keterlibatan Dalam Pengambilan Keputusan ? 5. Memberikan informasi dan pengetahuan kepada pembaca tentang Apa Saja Ciri-Ciri Pengambilan Keputusan Yang Efektif. Memberikan informasi dan pengetahuan kepada pembaca tentang Bagaimana Keterlibatan Anggota Kelompok Keterlibatan Dalam Pengambilan Keputusan. Tujuan Makalah Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah : 1. 5. Apa Saja Metode Yang Digunakan Dalam Pengambilan Keputusan ? 4. 1. Manakah Yang Lebih Efektif Pengambilan Keputusan Individu vs Kelompok ? 2. Manfaat Makalah Pada umumnya makalah ini dibuat untuk memberikan manfaat sebagai bahan pembelajaran kepada kita dan memberikan wawasan mengenai mata kuliah Dinamika Kelompok. Sistematika Penulisan 3 . Apa Saja Ciri-Ciri Pengambilan Keputusan Yang Efektif ? 3. Memberikan informasi dan pengetahuan kepada pembaca tentang Apa Saja Metode Yang Digunakan Dalam Pengambilan Keputusan. Metode Penulisan Metode yang digunakan yaitu metode pustaka. Apa saja Pendekatan Yang Digunakan Dalam Pengambilan Keputusan ? C. 3. E. 2. karena sumber yang penulis dapat berasal dari buku dan internet. Memberikan informasi dan pengetahuan kepada pembaca tentang Apa saja Pendekatan Yang Digunakan Dalam Pengambilan Keputusan D. Memberikan informasi dan pengetahuan kepada pembaca tentang Manakah Yang Lebih Efektif Pengambilan Keputusan Individu vs Kelompok. 4.

BAB I PENDAHULUAN A. Rumusan Masalah C. Sistematika Penulisan BAB II PEMBAHASAN A. Simpulan B. Tujuan Makalah D. Pembahasan BAB III PENUTUP A. Metode penulisan F. Saran BAGIAN PENUTUP Daftar Pustaka BAB II PEMBAHASAN 4 . Latar Belakang B. Manfaat Makalah E.

(Shaw. Penelitian yang lain dilakukan oleh Thorndike (1938). (Baron. 1957). pemecahan masalah yang buruk lebih mudah dikenali dan kemudian ditolak oleh anggota kelompok yang lain. 1989. Alasan lainnya adalah bahwa dalam kelompok. dan menghasilkan keputusan yang lebih berkualitas disbanding dengan mereka yang bekerja secara individual. apa alasan bahwa keputusan kelompok lebih efektif dibandingkan keputusan individu? Alasannya adalah karena di dalam kelompok terjadi proses interaksi antar anggota sehingga sering memunculkan idea tau gagasan yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh para anggotanya (Goodwin Watson). 5 . Dalam kelompok. (Ziller. Johnson & Johnson. Laughlin. 1980). Kesimpulannya adalah terjadi suatu proses dalam suatu kelompok karena adanya diskusi yang memungkinkan munculnya ide-ide yang tidak terpikirkan sebelumnya. 1932). Hal ini dibuktikan oleh penelitian Ames dan Murray pada dua orang anak yang diminta melakukan suatu konservasi. & Miller. suatu potensi kealahan dapat dikoreksi karean biasanya lebih mudah melihat kesalahan orang lain daripada kesalahan sendiri. Lalu. Kerr. PENGAMBILAN KEPUTUSAN KELOMPOK VS INDIVIDU Menurut penelitian para ahli pengambilan keputusan oleh kelompok dipandang lebih efektif daripada pengambilan keputusan oleh individu.A. 1992. Keputusan akan lebih berkualitas setelah diadakan diskusi kelompok. mengolah informasi dengan baik. hasil penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa anggota yang bekerjasama dalam kelompoknya akan belajar lebih cepat. Selain itu. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Goodwin Watson (1931) terhadap enam puluh delapan mahasiswa S2 di Columbia University dari tahun 1925 sampai dengan 1962. meminimalkan kesalahan. Penelitian ini mneunjukkan bahwa kemampuan intelektual kelompok rata-rata 17 % lebih tinggi dibanding kemampuan intelektual individu dalam mengambil sebuah keputusan. Ia menyimpulkan bahwa pemecahan masalah yang diperoleh dari keputusan kelompok terbukti lebih efektif.

Sedangkan alas an yang keempat adalah bahwa anggota kelompok dapat saling bertukar informasi-informasi unik yang tidak diketahui oleh anggota kelompok lainnya. Ketika anggota kelompok saling berbagi informasi dengan bebas. B. & Messick. dan berkualitas serta yang dapat diperkirakan keuntungan dan kerugiannya di masa yang akan datang. Kelompok mengambil keputusan yang lebih beresiko daripada individu 3. Diskusi langsung dapat meningkatkan kualitas dari setiap argumen dan kreativiatas. Keterlibatan dalam pengambilan keputusan memungkinkan terjadinya perubahan sikap dan perilaku anggota yang diperlukan dalam pelaksanaan keputusan 5. Kelompok mempunyai motivasi tinggi 2. Keterlibatan dalam pengambilan keputusan meningkatkan komitmen anggotanya untuk melaksanakan keputusan kelompok tersebut 4. dan tindakan yang realistik guna mencapai tujuan yang diinginkan. Oleh karena itu. Alasan ketiga adalah bahwa kelompok mempunyai ingatan akan fakta dan kejadian yang lebih akurat daripada perorangan. pemahaman yang baik. Perbedaan yang ada dalam kelompok merupakan sumber daya yang bervariasi 6. PENGAMBILAN KEPUTUSAN YANG EFEKTIF Seperti yang kita ketahui bahwa tujuan pengambilan keputusan dalam kelompok adalah untuk membuat keputusan dengan peertimbangan yang benar. Levine. mereka cenderung menghasilkan keputusan yang lebih baik (Thompson. Berikutadalah alasan-alasan lain mengapa kelompok menghasilkan keputusan yang lebih baik daripada individu atau perorangan. keputusan yang diambil haruslah keputusan yang benar-benar tepat. 1. efektif. 6 . 1999) sehinggan kualitas keputusan kelompok bergantung pada inforamsi unik yang dimiliki para anggota.

C. Keterlibatan anggota kelompok d. Keanekaragaman anggota kelompok h. 3. Perubahan pola sikap dan perilaku anggota kelompok e. artinya setiap keputusan kelompok selalu berkualitas dan efektif. Sedangkan sebuah keputusan dikatakan efektif jika memenuhi lima syarat atau ciri berikut : 1. Kemampuan anggota kelompok dalam memecahkan masalah semakin meningkat. Disini akan dibahas kurang lebih tujuh metode utama yang masing-masing mampunyai kegunaan yang berbeda serta memiliki kelebihan dan kelemahan yang berbeda pula. Suasana yang diinginkan oleh kelompok 6. hal-hal yang perlu dipertimbangkan adalah sebagai berikut 1. Pertentangan dalam kelompok c. METODE PENGAMBILAN KEPUTUSAN Dalam pengambilan keputusan kelompok. 5. Ciri-ciri tugas yang sedang dikerjakan 5. Keadaan kelompok 7 . Waktu dan sumberdaya yang trsedia 3. Perlu diketahui bahwa dalam memilih metode pengambilan keputusan. Keputusan dapat dilaksanakan oleh seluruh anggota kelompok. Dukungan sosial anggota kelompok b. Sumber daya yang ada dalam kelompok dimanfaatkan sepenuhnya. Adapun hal-hal yang dapat mempengaruhi keefektifan keputusan sebuah kelompok antara lain adalah sebagai berikut : a. Selain itu setiap metode juga mempunyai konsekuensi atau resiko tersendiri. Sejarah kelompok 4. Sepanjang prosesnya pasti ada faktor-faktor yang mempengaruhi. Produktivitas kelompok g. Pada dasarnya. 2. setiap kelompok selalu berusaha membuat keputusan yang paling efektif. ada berbagai metode yang bisa di gunakan. 4. Keputusan yang tepat dan berkualitas. Tipe tugas atau masalah yang diselesaikan f. Media yang digunakan. Dalam membuat keputusan tentu tidak selamanya berjalan mulus. Jenis keputusan yang akan dibuat 2. Penggunaan waktu yang efisien.

Kelebihan : a) Berguna saat mengatasi masalah yang sesuai dengan keahlian orang yang bersangkutan 8 . Berikut adalah penjelasan untuk ketujuh metode yang biasa digunakan dalam pengambilan keputusan : Metode 1: keputusan oleh penguasa tanpa diskusi kelompok Adalah metode pengambilan keputusan dimana pemimpin yang terpilihlah yang membuat keputusan tanpa meminta pertimbangan dari anggota kelompok. Metode ini sering digunakan dalam sebuah organisasi. Biasanya orang yang dianggap ahli dalam suatu kelompok adalah orang yang memiliki kepopuleran dan kekuasaan diantara anggota-anggota yang lain. Kelebihan : a) Memudahkan administrasi b) Berguna untuk membuat keputusan sederhana secara rutin c) Waktu relatif singkat d) Keputusan lebih efektif karena dibuat oleh orang yang terampil dan berpendidikan Kekurangan : a) Pemimpin bukanlah salah satu sumber yang baik dalam mengambil keputusan b) Menghilangkan interaksi dalam kelompok c) Tidak ada komitmen dari anggota kelompok untuk melaksanakan hasil keputusan d) Menimbulakan sabotase akibat dari ketidak setujuan anggota e) Kelompok menjadi tidak efektif f) Sumber daya anggota diabaikan Metode 2 : keputusan oleh ahli Adalah metode pengambilan keputusan yang dilakukan oleh salah satu angota yang paling ahli atau berpengalaman.

1975) untuk memperbaiki prediksi yang berisi penilaian dengan menyediakan prosedur untuk menimbulkan pendapat ahli. Ada dua teknik yang digunakan dalam metode pengambilan keputusan dengan rata-rata kelompok yaitu : Teknik Delphi Teknik ini pernah dikembangkan oleh Dalkey. b) Melibatkan sedikit anggota saja Kekurangan : a) Sulit dalam menentukan anggota ahli atau berpengalaman b) Tidak ada komitmen untuk pelaksanaan hasil keputusan c) Menimbulkan sabotase akibat dari ketidaksetujuan anggota d) Kelompok menjadi tidak efektif e) Sumber daya anggota diabaikan Metode 3 : keputusan dengan rata-rata kelompok Adalah metode pengambilan keputusan yang dilakukan dengan cara menanyakan pendapat setiap anggota kelompok secara terpisah dan kemudian merata-rata hasilnya.1969.Helmer dan rekan-rekan mereka dari RAND Corperation (Dalkey. Teknik ini dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1) Tiap anggota memberikan pendapat kemudian dikumpulkan dan dirangkum 2) Rangkuman dibagikan kepada semua anggota 3) Setiap anggota menilai atau memprediksi rangkuman tersebut 4) Pengambilan keputusan Teknik Nominal Kelompok Teknik ini diaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1) Penilaian masalah 2) Masing-masing individu membuat pendapat tanpa diskusi 9 .

Dalam hal ini. 3) Masing-masing individu mengajukan pendapatnya dalam diskusi langsung dan menyatatnya 4) Pembahasan tiap-tiap pendapat 5) Evaluasi tiap-tiap pendapat 6) Pengambilan keputusan Kelebihan : a) Berguna saat tidak ada waktu yang banyak dan bersifat darurat b) Berguna ketika anggota kelompok sulit dikumpulkan c) Berguna ketika membuat sebuah keputusan rutin yang mudah Kekurangan : a) Tidak ada interaksi antara anggota kelompok b) Tidak ada komitmen untuk melaksanakan hasil keputusan c) Kelompok menjadi tidak efektif akibat konflik dan kontroversi anggota Metode 4 : keputusan oleh penguasa setelah diskusi kelompok Adalah metode pengambilan keputusan yang dilakukan oleh pemimpin kelompok.mendengarkan diskusi antar anggotanya sampai dia yakin keputusan apa yang akan diambilnya dan kemudian mengumukan keputusan tersebut. Kelebihan : a) Sumber daya anggota lebih banyak digunakan b) Adanya diskusi kelompok yang menguntungkan Kekurangan : a) Tidak ada komitmen anggota untuk melaksanakan hasil keputusan b) Konflik dan kontroversi dalam kelompok tidak terselesaikan c) Timbul persaingan antar anggota kelompok dalam memuji pemimpinnya Metode 5 : keputusan oleh minoritas 10 .memaparkan masalah.pemimpin mengadakan rapat.

Adalah metode pengambilan keputusan yang dilakukan oleh sebagian kecil anggota atau minoritas berkuasa dengan berbagai cara.seperti Rail Roading.tidak menutup kemungkinan minoritas kelompok melakukan cara-cara yang tidak sah.baik cara yang sah maupun yang tidak sah. Salah satu cara sah yang di gunakan adalah minoritas berperan sebagai komite yang mempertimbangkan suatu masalah dan memutuskan tindakan apa yang akan diambil. Kelebihan : a) Berguna ketika anggota kelompok tidak mempunyai waktu yang banyak dan sulit di kumpulkan b) Berguna untuk membuat keputusan rutin yang sederhana yang tidak membutuhkan komitmen semua anggota dalam melaksanakan hasil keputusan Kekurangan : a) Sumber daya kelompok tidak digunakan b) Tidak ada komitmen anggota dalam melaksanakan hasil keputusan c) Kelompok menjadi tidak efektif akibat konflik dan kontroversi yang tidak terselesaikan d) Interaksi kelompok yang tidak menguntungkan Metode 6 : keputusan oleh mayoritas Adalah metode pengambilan keputusan yang paling sering digunakan yang hampir mirip seperti system pemilu dimana sebuah masalah akan dibahas dan diambil keputusan yang harus disetujui oleh paling sedikit 51% anggotanya Kelebihan : a) Berguna ketika ada cukup waktu untuk mengambil keputusan 11 . Metode ini sering disebut sebagai kontrol minoritas. Rail roading terjadi ketika minoritas menentukan keputusan secara mutlak dan memaksa anggota yang lain untuk melaksanakan keputusan tersebut. Akan tetapi.

Panduan dasar untuk pengambilan keputusan secara konsensus adalah sebagai berikut : a) Mencari perbedaan pendapat b) Member argumentasi yang baik.komunikasi yang terbuka dan dukungan sosial dari seluruh anggota kelompok. Metode ini membutuhkan waktu dan sumber yang banyak.jelas dan logis c) Menganalisis pendapat yang lain secara kritis d) Mendorong semua anggota untuk memberikan argumentasi yang terbaik e) Menyetujui suatu pendapat dengan pertimbangan yang matang dan masuk akal f) Menghindari terjadinya konflik g) Mencari keputusan yang terbaik Kelebihan : a) Keputusan yang inovatif. Konsensus berarti semua anggota menetujui suatu keputusan untuk dilksanakan. b) Berguna ketika komitmen anggota kelompok dalam melaksanakan hasil keputusan tidak diperlukan Kekurangan : a) Mengabaikan minoritas sehingga mengurangi keefektifan kelompok b) Sumber daya anggota tidak dimanfaatkan c) Tidak ada komitmen untuk melaksanakan hasil keputusan d) Interaksi yang tidak menguntungkan Metode 7 : keputusan tentang konsensus Adalah dalam metode pengambilan keputusan menggunakan konsensus.penting dan kompleks Kekurangan : 12 .kreatif dan berkualitas tinggi b) Meningkatkan komitmen anggota kelompok untuk melaksanakan hasil keputusan c) Sumber daya anggota termanfaatkan dengan baik d) Meningkaykan kemampuan kelompok dalam mengambil keputusan e) Berguna untuk mengambil keputusan yang serius.

13 . Untuk meningkatkan kualitas keputusan Keputusan yang berkualitas dapat diperoleh dengan memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki setiap anggotanya. Pada dasarnya. Selain itu. semakin besar pula sumber daya yang tersedia dan otomatis akan menghasilkan sebuah keputusan yang berkualitas. b. keterlibatan langsung anggota kelompok dalam pengambilan keputusan akan memberikan pengetahuan terbaik bagi mereka dalam melaksanakan hasil keputusan.a) Membutuhkan banyak waktu. pengambilan keputusan harus melibatkan semua anggota kelompok dengan tujuan keputusan yang dihasilkan akan lebih efektif dan mengikat semua anggota serta mengarah pada kemajuan kelompok. yaitu : a. Semakin banyak anggota yang terlibat dalam pengambilan keputusan. jika : a) Keputusan mengenai masalah yang tidak berhubungan langsung dengan anggotanya b) Keputusan yang diambil merupakan keputusan sederhana dan mudah c) Keputusan harus diambil secepatnya. Untuk meningkatkan komitmen anggota Dengan terlibat langsung dalam pengambilan keputusan. setiap keputusan kelompok akan efektif jika melibatkan seluruh anggotanya dalam diskusi pengambilan keputusan. anggota kelompok akan semakin setia pada kelompoknya dan semakin berkomitmen untuk melaksanakan hasil keputusan. Keputusan bisa dibuat oleh satu atau beberapa orang anggota kelompok saja. Ada dua alasan mengapa anggota kelompok harus terlibat dalam pengambilan keputusan. KETERLIBATAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN Di dalam sebuah kelompok.energi dan keterampilan yang tinggi b) Tidak boleh ada batas waktu dan keputusan yang diambil bukanlah keputusan yang darurat D.

E. Seseorang yang menggunakan pendekatan ini akan mengumpulkan semua fakta yang sekiranya mendukung untuk dijadikan referensi. Pengalaman Seseorang atau sekelompok orang dapat membuat keputusan dengan belajar dari pengalaman sebelumnya. Analisis Sistem Yaitu pengambilan keputusan dengan menggunakan suatu sistem. masalahnya tidak semua fakta tersebut jelas dan lengkap. Fakta Artinya melalui fakta seseorang atau sekelompok orang dapat memperoleh petunjuk tentang keputusan apa yang akan diambil. d. PENDEKATAN-PENDEKATAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN Hingga saat ini. b. Intuisi Yaitu pengambilan keputusan dengan tidak melihat fakta atau pengalaman masa lalu. e. Pendekatan Rasional 14 . sehingga kadang seseorang atau sekalompok orang harus mencari jalan keluar sendiri. yaitu : a. tetapi menurut pandangan orang atau kelompok yang bersangkutan saja. Namun. 2) Model McGrew McGrew (1985) melihat hanya ada tiga pendekatan dalam pengambilan keputusan. Adapun model yang akan kami bahas dalam makalah ini meliputi dua model. Logika Artinya seseorang atau sekelompok orang mebuat keputusan berdasarkan logika. yaitu : a. perhitungan yang matang terhadap tingkat reabilitas dan untung ruginya. tetapi kurang efektif. yaitu : 1) Model Brinckloe Menurut Brinckloe (1977). perlu diperhatikan bahwa peristiwa masa lalu tidak akan sama dengan yang sekarang sehingga perlu penyesuaian. Akan tetapi. ada beberapa pendekatan dalam pengambilan keputusan. ada berbagai model tentang pendekatan terhadap pengambilan keputusan yang dikemukakan oleh para ahli. c. sepeti ssstem komputer karena dipandang lebik cepat dan mudah.

(b) pembuat keputusan itu. organisasi tidak dapat disamakan dengan individu. Individu sebagai pengambil keputusan akan menyusun urut-urutan tujuan dan sasaran yang dikehendaki sebelum ia membeberkan alternative yang akan dipilih. dan dapat menyusun peringkat dari tujuan mereka. bahkan tidak dapat dianggap sebagai super-individu yang memiliki kemampuan yang lebih besar dalam menangani informasi. keputusan itu di buat untuk memenuhi maksud dari pengambil keputusan. Prinsip ini juga akan berlaku dalam satu kelompok yang akan bertugas merancang keputusan untuk memaksimalkan kebahagiaan bagi masyarakat terhadap tujuan keputusan. Suatu keputusan dapat dikatakan rasional jika ia dapat dijelaskan dan dibenarkan dengan berusaha mengaitkannya dengan sasaran dari pengambil keputusan. b. rasionalitas itu meliputi komponen-komponen sebagai berikut: (a) para pembuat keputusan mengetahui secara jelas tujuan-tujuannya yang relevan. Model atau Pendekatan tawar-menawar politik 15 . Dengan kata lain. dan (d) mereka memilih alternatif yang paling efisien untuk mmaksimalkan pencapaian tujuan. diperlukan aturan dan prosedur shingga ketidakpastian dapat dikurangi dan agar mereka yang bekerja dalam organisasi itu dapat melaksanakan pekerjaan secara rutin. Oleh sebab itu. bahkan mereka juga berbeda dalam mempertimbangkan cara-cara untuk mencapai tujuan masing-masing. dan dapat menyusun peringkat dari tujuan-tujuan itu. Menurut Rainey (1991) rasionalitas mempunyai arti dan dimensi yang bermacam-macam. Proses pengambilan keputusan rasional menekankan pada berhubungan antara keputusan dengan tujuan dan sasaran dari pengambilan keputusan. tetapi dalam ilmu-ilmu sosial. Di sini. Model atau Pendekatan Organisasi Proses organisasional mengangani masalah yang jelas tampak perbedaannya antara pengambil keputusan individu dan organisasi. c. Dapartemen atau bagian dalam satu organisasi tidak akan pernah menyusun peringkat yang sama tentang tujuan dan sasaran.

memodifikasi. kemudian meramu. keputusan sebagai hasil akhir lebih merupakan keputusan politik. tetapi keputusan yang dihasilkan tidak seefektif keputusan yang dihasilkan kelompok. Para pengambil keputusan sering kali tidak mengikuti satu model secara ketat. Dengan demikian . Memang dalam suatu kelompok. dan menyesuaikannya dengan kondisi organisasinya. yaitu dengan mengambil bagian-bagian penting dari setiap model. Kedua model di atas secara implisit tidak memunyai perbedaan yang menonjol. Namun. patut diketahui bahwa hasil akhir dari keputusan itu sesungguhnya tergantung pada proses “member dan menerima” di antara individu dalam kelompok tersebut. 16 . tiap-tiap individu mungkin sudah memberi alasan-alasan atau perhitungan rasional dan berbagai pedoman dan aturan organisasi sudah ditampilkan. Mereka lebih cenderung untuk menempuh model elektik. Perbedaannya mungkin terletak pada unsur politik dalam model McGrew yang kurang tampak pada model Brinckloe. Pendekatan ini mengatakan bahwa pengambilan keputusan kolektif sesungguhnya dilaksanakan melalui tawar-menawar. BAB III PENUTUP Kesimpulan Setiap individu pada dasarnya memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan.

J. Pengambilan Keputusan Stratejik untuk Organisasi publik dan Organisasi Nonprofit. Keputusan dapat dilaksanakan oleh seluruh anggota kelompok. 2012. Setiap kelompok berbeda pendekatannya dalam mengambil keputusan. Johnson. 2004. terlibat dalam diskusi kelompok. Penggunaan waktu yang efisien. Ada beberapa pendekatan yang dikenal. 3. DAFTAR PUSTAKA Johnson. 4. Sumber daya yang ada dalam kelompok dimanfaatkan sepenuhnya. Jakarta : Index Salusu. 2. tetapi yang biasa digunakan ada dua model yaitu model Brinckloe dan McGrew. Saran Kita sebagai individu dan sebagai bagian dari kelompok harus mengetahuai cara-cara pengambilan keputusan yang efektif. Keterlibatan anggota kelompok sangat diperlukan dalam pengambilan keputusan agar keputusan yang dihasilkan lebih efektif dan berkualitas. 5. Pengambilan keputusan kelompok dipandang efektif karena: 1. yang masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan serta penggunaannya didasarkan pada jenis dan kondisi kelompok. Dinamika Kelompok. dan berkomitmen untuk melaksanakan setiap keputusan. Jakarta : Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo) 17 . Keputusan yang tepat dan berkualitas. Kemampuan anggota kelompok dalam memecahkan masalah semakin meningkat Ada tujuh metode pengambilan keputusan yang biasa digunakan.

Related Interests