BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Dewasa ini, kita dituntut untuk mengikuti alur perkembangan zaman
yang semuanya serba canggih dan modern. Perkembangan itu berupa
pembangunan gedung-gedung pencakar langit, pabrik-pabrik industri dan
berbagai sarana transportasi. namun dengan meningkatnya perkembangan
tersebut tidak selaras dengan kualitas udara yang dihasilkan. Udara menjadi
lebih kering dan kotor. Udara tersebut banyak mengandung gas-gas senyawa
yang berbahaya bagi manusia,hewan, maupun tumbuhan. Pencemaran udara
dapat dihasilkan dari kebakaran hutan, asap rokok, gas buang industri, dan
peembakaran tidak sempurna dari suatu gas alam seperti bahan bakar
kendaraan bermotor. Pembakaran tidak sempurna dari bahan bakar motor
atau mobil akan menghasilkan gas buang yang sangat beracun. Gas buang
tersebut adalah gas karbon monoksida (CO).
Menurut Departemen Kesehatan RI dalam Ningsih (2012) menyatakan
bahwa pada tahun 2009 sebanyak 1500 orang di dunia meninggal akibat gas
karbon monoksida. Kematian ini dapat disebabkan akibat keracunan karena
kecelakaan ataupun dijadikan suatu alat untuk bunuh diri dan pembunuhan
dan juga dikarenakan adanya pencemaran gas industri oleh gas buang
industri.
Besarnya gas karbon monoksida tidak dapat diketahui secara kasat mata
karena gas ini tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa sehingga secara
tidak sadar menusia telah menghirup gas ini melalui gas dari pencemaran
udara. Oleh karena itu, karya tulis ini dibuat untuk lebih mengenal apa itu
gas karbon monoksida sehingga dapat lebih berhati dalam menjalankan
aktivitas sehari-hari.

Bagi Masyarakat Memberikan pengehuan bagi masyarakat tentang ciri-ciri dan bahaya karbon monoksida. Bagaimana dampak yang ditimbulkan dari paparan dan terserapnya gas karbon monoksida dalam tubuh manusia ? 3.1 Definisi Karbon monoksida adalah satu dari beberapa gas buang atau polutan yang mengandung senyawa berbahaya hasil dari pembakaran tidak sempurna dari gas alam seperti minyak bumi.2 Rumusan Masalah 1. Mengetahui cara mengurangi terbentuknya gas karbon monoksida 1.4 Manfaat 1. Sehingga masyarakat lebih berhati-hati dan waspada menyikapi pencemaran udara.3 Tujuan 1. solar.1. Bagi Instansi Memberikan masukan untuk lebih teliti dalam mengolah gas buang yang dihasilkan sehingga tidak terdapat zat-zat atau senyawa yang terkandung dalam gas yang dikeluarkan. Mengetahui dampak yang ditimbulkan dari paparan dan terserapnya gas karbon monoksida dalam tubuh manusia 3. Senyawa ini merupakan suatu gas beracun yang tidak . dan sebagainya. 2. bensin. Bagaimana definisi gas karbon monoksida? 2. BAB II PEMBAHASAN 2. Bagaimana cara mengurangi terbentuknya gas karbon monoksida? 1. Mengetahui definisi gas karbon monoksida 2.

Seperti di daerah perkotaan. 2011). gas karbon monoksida yang terdapat di udara dapat berkurang atau menurun dengan adanya proses biologi dalam tanah dan karbon monoksida berpindah ke lapisan stratosfer yang diikuti dengan oksidasi menjadi kabon dioksida (Prodjosantoso dan Tutik. oksidasi gas metana ( CH 4 ). Gas ini juga akan terlarut dalam lahar gunung berapi yang bertekanan tinggi di mantel bumi. namun sebenarnya gas ini telah lama berada di atmosfer sebagai gas hasil dari aktivitas gunung berapi. tidak berbau. dan reaksi di dasar laut. Ikatan ini akan membentuk tiga ikatan yaitu dua ikatan kovalen dan dan sebuah ikatan koordinasi antara atom karbon dan atom oksigen (Ningsih.berwarna. 2011). 2011). Reaksi pembakaran tersebut terdiri dari satu atom karbon yang berikatan secara kovalen dengan satu atom oksigen. berbagai pabrik industri.2012). Selain itu dalam kehidupan sehari-hari karbon monoksida dapat dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna dari gas alam dan bahan-bahan lain yang mengandung senyawa karbon seperti bahan bakar kendaraan bermotor (bensin) dan asap rokok. dimana terdapat banyak gedung. Reaksi pembakaran senyawa karbon dengan oksigen terbatas dapat menghasilkan senyawa karbon monoksida. Namun pada proses alami yang berjalan di atmosfer. Keberadaan gas karbon monoksida di atmosfer kurang lebih dapat bertahan selama satu bulan. dan terdapat . Gas karbon monoksida dapat dihasilkan secara ilmiah melalui proses degradasi klorofil. reaksi terpena. berikut adalah reaksinya : Senyawa karbon + O2 →CO + H 2 O + energi (Prodjosantoso dan Tutik. kebakaran hutan. dan tidak berasa. Karbon monoksida yang terkandung dalam gunung berapi sekitar kurang dari 1 % namun tidak lebih dari 2%. Karbon monoksida biasanya terdapat pada daerah-daerah dengan pencemaran udara yang sangat besar. Pada suhu dibawah -129 ℃ gas karbon monoksida dapat berbentuk cairan (Prodjosantoso dan Tutik. Meskipun gas karbon monoksida dianggap sebagai polutan.

Salah satunya yang banyak terjadi adalah dengan terhirup (inhlasi) melalui proses pernapasan. Gas ini dapat menimbulkan bahaya besar apabila terhirup oleh makhluk hidup terutama manusia yang berakibat buruk pada kematian. Kapisatas darah akan menurun seiring dengan bertambahnya karbon monoksida yang terserap. 2011). maka . Berikut reaksinya CO(g) + Hb (aq) ↔ HbCO(aq) Oksigen otomatis akan terusir bahkan keberadannya dalam tubuh sangat berkurang sehingga dapat menimbulkan kematian. Terserapnya karbon monoksida otomatis akan masuk ke dalam tubuh dan berikatan dengan darah dan membentuk sebuah racun yang mematikan. Selain itu karbon monoksida dapat dihasilkan dari benda-benda di kehidupan sehari-hari. Darah yang seharusnya berikatan dengan oksigen menjadi berikatan dengan karbon monoksida yang membentuk ikatan HbCO yang biasa dikenal dengan senyawa karboksihemoglobin. Saat kita duduk dengan udara berkadar 60 bpj CO saja selama 8 jam.5 kg gas karbon monoksida. Hal ini berakibat tidak terpenuhinya secara mutlak oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh sehingga akan menggangu berbagai fungsi koordinasi dan mental manusia (Prodjosantoso dan Tutik. 2. Pada setiap lima liter bensin saja dapat menghasilkan sebanyak 1-1. Racun gas karbon monoksida yang masuk dalam tubuh akan mempengaruhi jumlah kapasitas darah dalam mengangkut oksigen.2 Dampak yang ditimbulkan Banyak cara yang menyebabkan gas karbon monoksida dapat masuk dan terserap ke dalam tubuh manusia. seperti kompor gas dan juga lemari es gas. Hal ini disebabkan karena daya afinitas atau sifat pengikatan karbon monoksida pada hemoglobin (Hb) dalam darah lebih besar daripada oksigen yaitu sebesar 200 -3000 kali lipat dari daya ikat oksigen oleh hemoglobin. jumlah kendaraan bermotor yang sangat besar. Gas buang yang dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna dari bahan bakar kendaraan bermotor maupun dari hasil proses industri merupakan sumber utama gas karbon monoksida.

telinga menjadi berdengung. sama saja dengan kehilangan sebanyak 0. Sehingga keracunan gas karbon monoksida disini tidak menyebabkan rusaknya jaringan secara penuh melainkan terjadinya gangguan fungsi pada hemoglobin.3 Cara Mengurangi Karbon Monoksida Karbon monoksida di udara banyak berasal dari gas buang pembakaran tidak sempurna bahan bakar kendaraan bermotor. Gejala-gejala tersebut bisa berupa pusing. Karbon monoksida dapat juga berbahaya untuk wanita hamil yang merokok atau terkena dan terhirup paparan asap rokok.2012). otot-otot menjadi lemah. Sebenarnya paparan gas karbon monoksida yang diperbolehkan oleh Occupational Safety and Health Administration (OSHA) adalah sebesar 35 ppm untuk setiap 8 jam. tidak sadar. Pada kadar 5% HbCO yang terbentuk akan mempengaruhi kesehatan jantung. 2. gangguan pada mata. semisal paparannya sebesar 1000-1500 ppm selama beberapa menit saja akan menimbulkan kejenuhan terhadap karboksihemoglobin dan dapat berakibat fatal (Rivanda. Namun reaksi karbon monoksida dengan hemoglobin diatas. gas tersebut dapat menimbulkan gejala-gejala sebagai reaksi tubuh setelah masuknya gas tersebut ke dalam tubuh. Saat gas karbon monoksida terhirup oleh tubuh. Hal ini dapat mengakibatkan bayi yang dikandungnya akan mengalami prematur dan mengalami gangguan fungsi oksigensi pada jaringan dan plasentanya. susah bernafas. reaksinya bersifat reversibel atau dapat dibalik sehingga karbon monoksida (CO) dapat terlepas kembali. Apabila melebihi kadar tersebut. kemampuan dalam mengikat oksigen akan turun sebanyak 15 %. Semakin banyak jumlah paparan gas tersebut maka akan semakin membahayakan bagi tubuh.2015). Dalam mengurangi gas ini dapat dilakukan dengan menggunakan bahan bakar . Besar paparan gas karbon monoksida yang masuk dalam tubuh memiliki efek yang ditimbulkan berbeda-beda untuk setiap kadar. bahkan dapat berakibat meninggal dunia (Ningsih.2012). mual dan muntah.5 liter darah (Ningsih. detak jantung meningkat. Pada Jumlah molekul HbCO yang terbentuk atau terserap dengan kadar 2%-5% akan mempengaruhi sitem saraf sentral.

melakukan pemasangan filter pada knalpot. Selain itu dapat juga dengan cara merawat mesin agar tetap baik atau sering melakukan servis secara teratur. dan tidak berasa. Pengurangan pembentukan gas karbon monoksida pada industri pabrik dapat dilakukan dengan melakukan perawatan pada mesin agar tetap baik. serta perlunya pemasangan detektor yang mendeteksi keberadaan dan kadar karbon monoksida yang dihasilkan. asap yang . reaksi terpena. oksidasi gas metana. Gas karbon monoksida adalah suatu gas yang tidak berwarna. dan perlunya pengujian mesin secara berkala. BAB III PENUTUP 1. tidak berbau. pemasangan scruber pada cerobong asap. dan mengurangi pemakaian kendaraan bermotor kemudian beralih menggunakan sepeda atau jalan kaki. menghindari tempat-tempat yang mengandung banyak karbon monoksida. Pada manusia untuk mencegah terhirupnya gas karbon monoksida dapat dilakukan dengan pemakaian masker gas. Gas ini dapat dihasilkan secara alamiah dan hasil buatan manusia.1 Kesimpulan 1. Secara alami gas ini dihasilkan dari proses degradasi klorofil. Gas krbon monoksida secara tidak alami dihasilkan oleh gas buang yang dihasilkan oleh gas alam yang tidak terbakar sempurna seperti bensin pada kendaraan bermotor. dan reaksi di dasar laut. yang memiliki nilai oktan tinggi seperti pertamax yang memiliki bilangan oktan 93.

2012. Daftar Pustaka Ningsih. Dampak yang ditimbulkan dari terserapnya gas karbon monoksida adalah semakin berkurangnya oksigen dalam tubuh.Skripsi.Pengaruh Paparan Karbon Monoksida Terhadap Daya Konduksi Trakea. sehingga fungsi hemoglobin menjadi terganggu.Pengaruh Paparan Gas Karbon Monoksida (CO) Terhadap Tekanan Darah Pekerja Jasa Becak di Terminal Tirtonadi Surakarta.Yogyakarta:Penerbit Kanisius Rivanda. sering melakukan servis pada kendaraan bermotor. dan Aplikasi). kesehatan jantung. dan seperti lemari es gas dan kompor gas.Surakarta:Universitas Sebelas Maret Prodjosusanto.A. dan sering melakukan pengujian pada mesin pabrik secara berkala. Eksperimen.Kimia Lingkungan(Teori. dan dapat berakibat pada kematian. 2.Lampung:Fakultas Kedokteran Universitas Lampung .Jurnal. 3. Dampak lain adalah terganggunya sistem saraf sentral. Regina. Gas karbon monoksida dapat dikurangi dengan cara menggunakan masker pada tempat yang terjadi pencemaran udara. Erwin. membeli bahan bakar yang berkualitas baik.Adrian.2015. dikeluarkan industri pabrik.K dan Tutik.