Previous Chapter #1

“―Biarkan aku bergabung, Chira...”

“―Jika kau menghindar, ada kemungkinan mereka akan menyerangmu. Jadi sebaiknya kau ikut
melawan juga, kau tidak akan terlibat dalam hukum selagi kau tidak membocorkan perihal ini pada
siapapun...”

“―Aku tidak butuh ini, aku bisa menghabisi mereka dengan satu pukulan...”

“―Yang pasti, aku akan membunuh kalian satu-persatu!”

-------------------------

Chapter #2

------

“―Hojo-san. Bagaimana ini?” tanya Hinohara agak khawatir melihat warna merah menyala yang
melalap sejumlah bangunan megah milik seorang pengusaha butik terkenal. Lagi-lagi kasus yang
sama, kebakaran massal yang memakan banyak korban dan merugikan pihak korban.

Inspektur Hojo hanya bisa memandang lidah api yang tengah dijinakan oleh para pasukan pemadam.
Hingga 3 jam kemudian barulah api bisa dipadamkan. Kemacetan kembali terjadi disepanjang jalan
kota.

“Ada apa sebenarnya...” gumam Inspektur Hojo was-was. Ia mendongak untuk menyaksikan langit
hitam yang ditutupi oleh awan―hasil dari kepulan asap kebakaran. Entah kenapa semuanya sulit
dipecahkan―tentang kebakaran dan pemicunya yang seolah hilang mendadak setelah kebakaran.
Sang inspektur telah menobatkan jika ada seorang pelaku dibalik semua insiden yang terjadi selama
sebulan ini. Dan jangan lupakan tayangan berita beberapa hari yang lalu dimana berita mengenai
Teroris diberitakan diseluruh jepang.

Nyawa manusia terancam.

.

.

. Chira memang manis terlebih saat menggunakan kalung seperti itu―tetapi pesona gadis itu langsung hilang tatkala ia mengeluarkan aura membunuh karena kesal dengan perlakuan si surai hitam klimis yang seenaknya. Sialan!” Chira berontak―mencoba melepaskan Choker yang sedari tadi melingkar indah dilehernya. Ia akan tutup mulut mengenai hal ini agar ia bisa selamat.. . Jujur saja.“Hey. kalau begini kita harus semakin berhati-hati. keduanya seolah tak peduli sekalipun pihak polisi datang dan meringkus mereka. tiga hari setelah perkelahian waktu itu Hayase cukup dibuat khawatir setengah hidup sebab merasa takut apa bila pihak polisi tiba-tiba datang kekediamannya untuk menangkap dirinya. Chira mengingat kembali kejadian yang membuat dirinya sampai harus menggunakan Choker anjing tersebut. Lihatlah bagaimana Chira marah-marah karena Ren dengan sengaja menarik tali yang terbuat dari rantai besi yang tersambung pada kalung Choker dileher Chira―pertanyaannya.” Gosip mulai beredar membuat perasaan Hayase bertambah aneh. hayase terpaksa mengikuti perintah Ren. #Flashabck# “―Furi. camkan itu!” “―Tidak mau! Kau bukan majikanku! Lepaskan ini. meski bentuknya masih lebih manusiawi dengan kepingan berlian merah dibagian depannya..” ujar Motoharu. “Kau anjingku.” “Ehh. benarkah?” “Gawat... Dengan kening berkerut kesal. beberapa pemuda dikelas itu terperangah melihat si Gadis Assasin menggunakan kalung anjing lengkap dengan rantai besi yang kokoh. ia masih ingin bersekolah dengan damai dan tenang―berbanding terbalik dengan dua remaja yang duduk dipojokan kelas sana. Tiga hari setelah kejadian itu cukup mengejutkan bagi Hayase karena melihat sebuah perubahan diantara kedua remaja Assasin itu tampak lebih akrab dari sebelumnya. sudah dengar tidak?” “Ada apa?” “Murid-murid SMA terpencil yang katanya dibunuh oleh sekelompok remaja bersenjata api.. “Hikki-Idiot! Lepaskan Choker ini―ukh!” Chira membentak emosi saat ia terjatuh keatas lantai karena Ren dengan tega menarik rantainya hingga ia terjungkal. Si pemimpin Organisasi Assasin ‘Amulet’ itu. Ia kembali menarik rantai tersebut sehingga Chira terjungkal kebelakang dan jatuh ke pangkuannya. “―Memangnya salah siapa hingga kau bernasib seperti ini?” Ren tersenyum penuh arti. Sumpah. Seluruh murid dikelas itu terperangah melihat kejadian yang menurut mereka cukup Ehemmesraehem. Ia memanggil Chira dengan Nick-Namenya yaitu ‘Furi’. Karena takut. sejak kapan Chira menggunakan kalung anjing seperti itu? Err. kau mendapatkan misi baru dari seorang klien.

. Saking fokusnya. Chira sudah membidik sasarannya dan hanya tinggal menarik pelatuk dan misi selesai. jika rencana ini tak berhasil maka ia harus mendekati target dan membunuhnya ditempat. Ia hanya ingin melihat reaksi kelompok ‘Amulet’ saat Ren dengan paksa merebut ‘Kartu As’ mereka. “―Aku mendapatkanmu. Kelinci merah yang manis. lemah tak berdaya.. Ia melesat menuju tempat Chira berada dan segera menyembunyikan dirinya dibalik Tower air.. ia hanya perlu membunuh seorang pejabat dari Sapporo yang akan melakukan pertemuan dengan beberapa orang penting dari negara lain. kedatangan Ren membuatnya terkejut dan langsung mengambil tindakan untuk lari sebab merasakan alaram bahaya dari seringai sang pemuda. “―Yang pasti ini akan menyenangkan. Chira sudah bersiap mengeluarkan tali dari balik jubahnya untuk turun dari gedung namun gerakan Ren yang sangat cepat bisa langsung melumpuhkan gerakannya. Aku yang akan menghadapi ‘Kelinci merah’ itu. Sebuah senapan jarak jauh yang akan digunakannya untuk membidik sasaran dari jarak beberapa meter. Saat sampai ke tujuan. pertemuan itu dilangsungkan. Namun pikirannya tidak sejalan dengan Realita. Robin. .. Tidak hanya itu.. Sebelum Chira sempat memegang tali. “Nghhh.Ukhh―” sosok bersurai merah pendek itu menggeram lemah bersamaan dengan kesadaran yang perlahan kembali meski begitu pandangannya tetap gelap akibat terhalangi oleh selembar kain hitam yang menutupi matanya. Ren hanya tinggal menunggu saat yang tepat dan dia akan menangkap gadis yang sudah diincarnya sejak beberapa hari yang lalu.” titah Ren dengan nada intimidasi khasnya. Seolah-olah hanya dengan menatap mata pemuda itu maka ia langsung terjerat kedalam lubang aneh yang tak memiliki jalan keluar. Ia bisa merasakan bagaimana sorot mata dan seringai si surai hitam klimis serasa membuat setiap sendi ditubuhnya seperti jelly. Chira menyanggupinya dan segera berangkat ketempat tujuan tanpa tahu jika malam itu Ren dan beberapa anak buahnya berangkat ketempat yang sama dengan tujuan yang berbeda.” .. Ren sudah terlebih dahulu memegang tangannya. Sejak awal Chira memang selalu mengantisipasi agar tidak bertemu dengan Ren saat menjalankan misi.Kartu As Organisasi Amulet itu hanya mengangguk sembari menerima surat berisi misi yang harus di selesaikannya malam ini.. Selanjutnya kuserahkan penjagaan padamu.” Tepat pukul 10 malam. Tugasnya cukup mudah. “―Bagus sekali. kedua tangannya terikat kebelakang dalam posisi duduk diatas kursi kayu yang berderit tiap kali ia bergerak sedikit. Jika Chira harus membunuh di pejabat maka Ren harus menjaga nyawa si pejabat.. Chira menoleh terkejut ketika seringai aneh yang terakhir kali dilihatnya sebelum gelap menelan kesadaran gadis yang terkulai dipelukan si marga Hikigaya. Ia sudah mengantisipasi. Chira sudah siap dengan senata andalannya. Chira tak menyadari jika salah seorang anak buah Ren sudah mengetahui posisinya.

Sementara sang ketua dengan langkah angkuh mendekati tempat Chira duduk “―Baiklah..Dan aku juga tidak bisa menyerahkan tangkapanku. ia hanya memandang rendah para anggota Organisasi ‘Amulet’ itu.palsukan kematian mereka dengan cara apapun. Pemuda itu dengan angkuh bersidekap tangan sambil memandang rendah pada Chira yang setia mempelototi dirnya. Ia dengan lancang mengancungkan senjata pada Ren yang langsung dihadiahi dengan satu butir peluru dikepala dan tebasan disekujur tubuhnya hingga terpisah. salah seorang rekan Chira merasa tak terima.. perjanjiannya tidak bilang begitu!” Motoharu mencoba untuk protes namun sebutir peluru tiba-tiba menembus kepalanya dengan telak. bisakah kalian melepaskan tutup mata ini?” tanpa Ragu Chira bersuara dengan nada rendah yang terkesan monoton. Chira tak berkata apapun. Salah seorang pemuda mendekatinya kemudian membuka ikatan itu hingga manik merah bisa menyasikan dua orang pimpinan Organisasi tengah berhadapan dan saling beradu argumen.. Tubuh pemuda itu berubah menjadi lemas dan tumbang keatas lantai dengan suara nyaring...” Chira menaikan sebelah keningnya “.” Pemuda itu menopang dagu “... Ren memerintahkan anak buahnya untuk mendatangi markas ‘Amulet’ untuk membantai siapapun yang ada disana..Intinya. “A―Apa. dengarkan aku.... “Err.kau merencanakan semua ini untuk mengambil ‘Kartu As’ para ‘Amulet’?” . Ia menggeleng-gelengkan kepalanya―mencoba melepaskan penghalang sialan yang berani menutupi penglihatannya. Sepertinya sesuatu telah terjadi saat ia pingsan.Musnahkan semua yang memiliki hubungan dengan Organisasi Amulet.. “Chira.“―Aku tidak akan menyerahkannya. akan kubunuh kau!” Ren tak bergerak dari tempatnya duduk. “―Apa yang kau lakukan pada ketua?!” “Sialan..Aku merasa tidak ada gunanya membunuhmu sebab kejeniusanmu memiliki pengaruh yang sangat kuat sehingga mampu membuat Organisasi buangan macam ‘Amulet’ itu naik satu tingkat diatas kami. Dia disandera. Satu-persatu anggota ‘Amulet’ dibunuh disana.. ia hanya memandang genangan darah yang perlahan mendekati kakinya. Mulai sekarang kau adalah ‘peliharaanku’” titah Ren dengan nada menyebalkan andalannya... Ia menggerakan jarinya seperti memerintah “. Chira mengangkat kakinya membiarkan genangan darah itu berkumpul dibawah kursinya.” Mendengar kalimat yang terlontar dari bibir si ketua Organisasi ‘Hikki’ itu..” Samar-samar suara perdebatan perlahan memasuki rongga telinganya membuat gadis bersurai merah dengan tubuh lemas itu sedikitnya mengerti dengan posisinya saat ini.. dia adalah ikon utama dari Organisasiku!” “. hanya tinggal kau saja yang kubiarkan hidup.......

Apa maksudnya dengan ‘orang-orang dari organisasi lain akan mengincarmu’...” “Ano.” Hayase tertawa hambar sambil menggaruk belakang kepalanya. Pemuda itu melirik penuh ancaman pada Hayase yang menelan ludah kegugupan. bisa-bisa orang-orang dari Organisasi Assasin yang lain mengincar dirimu. Dibelakang sang pemuda. ya? “Aha. ternyata seorang Assasin bisa bertingkah imut juga. Pelipisnya berkeringat. ada apa kau kemari? Apa kau tidak takut dengan Handgun yang kusembunyikan dibalik pakaianku?” gumam Ren dengan satu tangan menopang dagunya..seperti biasa. “Hah? Memangnya kenapa? Masalah denganmu?” Chira langsung membalas dengan kesal. “―Apa maksudmu?” Hayase menjadi gugup seketika. beberapa murid perempuan nampak menjerit-jerit kecil―seperti memperingati sang pemuda jikalau ia dekat-dekat dengan si duo Assasin. aku yang memalsukannya hanya untuk merebut ‘Kartu As’ sebuah organisasi kecil macam ‘Amulet’. Pemuda itu tersenyum penuh arti “.. kau jenius. Amekaze. “Ano Ne~ jika setelah ini kau masih berani mendekati kami.....apa kau keberatan?” Chira memandang pemuda didepannya dengan penuh ejekan. ternyata memulai pembicaraan dengan Assasin seperti mereka berdua benar-benar sulit.. maka nyawanya akan melayang...Furihata-san.seharusnya aku menyadari ada kejanggalan waktu itu..mengerti?” “Tidak!” #Falshback End# Sebulir keringat mengalir dipelipis si surai merah yang langsung terdiam dengan mulut terkatup rapat “Ukhh.. semua itu hanya sandiwara belaka. Tepat sekali.. lihatlah bagaimana keningnya yang bertaut serta tatapan merendahkan “.” ..” Ren memandang tangannya―tepatnya pada Choker yang digenggamnya....ha..” Chira berujar dengan nada mendayu khas gadis yang tengah kasmaran. mengenai pertemuan penting itu dan surat misi itu..Aku keberatan..” Ren menghelah nafas sejenak “―Nyawamu hanya secuil debu bagi mereka......“Hmm. Ia berdiri dari pangkuan Ren seraya bersidekap dengan pipi menggembung kesal―ukh. “Berhubungan dengan kami. “S-Soal itu.. lohh.aku hanya. Contohnya diserang oleh Organisasi lain karena mereka menyangka kau adalah rekan kami atau lain sebagainya.ha...Kau harus menggunakan ini... membuat Ren langsung menarik tali Chokernya dan Chira harus dengan iklas mempelototi pemuda itu...Yaaa. kenapa dengan Choker di lehermu itu?” tanya Hayase sembari mendekati kedua remaja itu dengan langkah santai.kau tahulah?” Chira dan Ren mengernyitkan keningnya karena bingung.ha.....karena mulai sekarang kau adalah anjingku... baik itu hanya sekedar berbicara satu-dua patah kata bisa membawamu kedalam masalah besar.dengan Choker yang kau pegang itu. lihatlah bagaimana aura membunuh itu menguar disekeliling Hayase... “Jadi..

Tidak disagka ancaman menjadi seorang Assasin ternyata semengerikan itu. Klik Ren menutup ponsel Flip hitamnya sembari memandang keluar jendela saat sebuah mobil Van memasuki halaman sekolah dengan seorang pemuda pirang yang melambai senang kearahnya dari bangku kemudi. jika ia bisa mengimbangi dan melawan para Assasin. ia bisa membela diri―kalau seandainya para Assasin itu mendatanginya―hanya saja melihat bagaimana kemampuan bertarung Chira dan Ren saat itu membuatnya sangsi. Perkenalkan. ia kembali tersenyum “Maa. bagaimana kehidupan seorang Assasin. Hanya Chira dan Ren saja yang terus maju dan membunuh mereka satu-persatu selayaknya menginjak ulat. tidak hanya itu. Pemuda bersurai hitam itu segera berdiri―tak lupa menarik rantai besi dari Choker Chira “Ayo berangkat. Inu : Anjing.Hayase langsung bungkam. namaku . Kekuatan para Assasin itu lebih dahsyat. Oh.sudah lama tak jumpa. Mengenai pertarungan hari itu. Bagaimana Kabarmu? Baik? Atau malah kau tidak sehat. Inu. Pertanyaan yang berkecamuk dikepala hayase saat itu adalah―apakah mereka Ninja? Naruto. cerewet.” “―Hikki!” Hayase terdiam dengan mata yang mengamati dua punggung si duo Assasin yang telah menjauh. “Ukh! Hikki-Teme.” pemuda pirang dengan gaya spike itu terus melancarkan pertanyaan. Gadis itu menggertakan giginya saat sang pemuda dengan malas menghelah nafas dan memejamkan matanya. ia tak berbicara apapun lagi saat itu...pacarmu?” Splak! “―Jangan bicara sembarangan. “Ya ya ya... mereka seolah dikaruniai dengan kekuatan magis seperti dalam dongeng-dongeng. Jangan memanggilku dengan julukan jelek seperti itu!” Chira tak segan melayangkan satu pukulan pada kepala Ren. Sedikitnya Hayase tahu.. Pemuda pirang itu beralih memandang gadis yang berdiri disamping Ren “―Dan siapa gadis manis bersurai merah ini. Dasar Babi. .. habisnya cocok.. Ia tak memperdulikan ekspresi terganggu diwajah Hikigaya. perebutan ‘kartu As’―dalam hal ini Anggota paling berpengaruh dalam sebuah Organisasi―tak pelak menjadi hiburan tersendiri bagi mereka. mana mau aku pacaran dengan orang seperti dirinya..tidak apa-apa sih kalau kalian berdua pacaran. begitu. Mereka bisa terbang seperti ninja dan bisa bertahan dengan satu kaki saat berdiri diatas kabel listrik.” tukasnya dengan panggilan tidak senonoh.. Bukan hanya pihak polisi yang mengincar nyawanya tetapi ada juga dari organisasi lain yang mengincar hal yang sama... Hayase hampir tak berdaya dihadapan para Gerombolan murid SMA.. iya.” Chira emosi... “Yo~ Ren-chan. Hayase sebenarnya tidak takut. ia melirik kearah Ren yang hanya menaikan sebelah keningnya “―Si Brengsek!” Si pirang mengadu sakit setelah mendapatkan pukulan sayang dikepalanya. Namun ia tetap berdiri disana―dihadapan dua Assasin yang dengan setia memandang dirinya bersama seringai lebar.

apa yang akan dilakukan Hikki?” tanyanya dengan nada polos. sebuah kejadian tragis melanda keluarga Hikigaya. didetik berikutnya ia memutuskan untuk bertanya “. . ada apa kau datang kemari.Izaki.. Pemuda pirang itu tersenyum tipis “Khuhh.... Ibu Ren mengalami trauma berat sedangan kedua kaki ayahnya telah hilang teramputasi karena membusuk. .” Chira mengatupkan bibir. Pesta yang meriah lantas berbuah menjadi tragis tatkala sekelompok manusia berjubah hitam dengan topeng Anonim berwarna putih datang dan membantai semua tamu hingga hanya menyisakan Ren kecil dan kedua orang tuanya. Ren sangat membenci Organisasi bernama ‘Kuro Inu’ dan bertekad akan membunuhnya. Dan sejak saat itulah.Ren-chan terlalu bersemangat sampai membuat bawahannya kesusahan. Chira hanya duduk disudut ruangan sementara Izaki berdiri disampingnya sambil bersidekap.” gumam Ren sembari menarik-narik rantai Choker milik Chira. Izaki tersenyum penuh arti “―Aku menemukannya. tetapi tidak dengan kedua orang tuanya.. pertumpahan darah dan suara jeritan tangis serasa masih terngiang-ngiang ditelingan Ren sampai sekarang.. Kejadian itu bermula saat keluarganya berhasil menguasai perdagangan dunia dan memtuskan untuk mengadakan pesta selamatan dimana setiap anggota keluarga terdekat mendapatkan undangan.” Didetik itu juga kedua bola mata Ren membulat lebar sementara Chira kembali emosi ketika mendengar kata ‘inu’. . dia Inu-chan. Izaki?” tanya Ren penasaran melihat salah satu bawahannya yang biasa melakukan perjalanan jauh itu kembali ke Jepang tanpa memberikan kabar terlebih dahulu.. panggil saja begitu. atau kubunuh kau!” gadis bersurai merah berjingkrak kesal―antara ingin memukul Ren atau menusuk kedua mata Izaki yang tengah mengamati tubuhnya―sejak awal Chira memang tahu jikalau semua laki-laki didunia ini memang bejat...Yoroshiku!” pemuda bernama Izaki itu melakukan hormat dua jari pada gadis didepannya..Jadi.. “Kumpulkan semuanya. Ren dipasung sedangkan kedua orang tuanya mengalami penyiksaan selama setahun lebih mereka diperlakukan selayaknya budak. “―Panggil saja. “Ukh! Jangan dengarkan dia. Ren kecil baik-baik saja. Ia mengambil alih kursi kebesaran yang biasa ditempatinya sementara bawahannya mulai kelabakan mempersiapkan rapat mendadak kali ini... termasuk dua pemuda yang sedari tadi terus mengatainya macam-macam “Khhh!” “Jadi. 8 tahun yang lalu. Pembantaian. kita akan memulai rapat!” Titah si marga Hikigaya dengan nada lantang.Kuro Inu.. Hingga pihak kepolisian yang bekerja sama dengan FBI menyelamatkan mereka.

.... Chira duduk dengan kedua tangan bersidekap sementara matanya tak sengaja menemukan sosok Izaki yang beridiri tak jauh darinya.. Ada yang ingin kusampaikan.” Izaki tersenyum “Yaa.. .. aku ingin kita menyatukan isi fikiran untuk memangkap mereka. .karena dipaksa oleh si Brengsek itu.itu memang sifat asli dari Ren-chan..” keadaan langsung berubah menjadi tegang tatkala beberapa orang berbisik khawatir akan keselamatan nyawa mereka “... . seorang pemuda berkulit gelap memasuki ruangan bergaya eropa tempat dimana rapat akan dilaksanakan. Mereka baru saja selesai membantai para Organisasi Assasin yang lain. Entah perasaan apa yang melingkupi dirinya.. Ren akhirnya berbicara “―Aku baru saja mendapat laporan jika ‘Kuro Inu’ sudah mulai bergerak. Chira hanya memperhatikan saja kegiatan yang dilakukan oleh para anggota Organisasi ‘Hikki’ sementara Izaki sudah tidak disampingnya lagi.Kemungkinan besar. malam ini adalah giliran Organisasi kita yang akan mereka serang. Dua jam berikutnya sebuah laporan datang dari salah seorang bawahan Ren. “―Semuanya..” Chira menoleh dengan kening berkerut “Apa maksudmu?” Sementara Izaki hanya mengukir senyum misterius bersama kedipan genit yang menyebalkan “―Kau akan tahu.. Chira tak mau tahu kemana laki-laki pirang itu pergi. tetapi Chira merasakan suatu ancaman besar yang kapanpun akan menyerang dirinya. Setelah memastikan jika tak ada lagi yang akan bersuara. Tetapi. yang jelas saat ini ia lebih suka melihat bagaimana para bawahan Ren kelabakan memanggil anggota yang lain untuk berkumpul. sebentar lagi... Suara gema yang dihasilkannya sontak membuat keributan yang sempat terjadi berubah menjadi sunyi senyap..dan sebagai langkah awal.” tegas si surai hitam klimis sambil menepukan tangannya.. dibalik tindakannya yang menurutmu menyebalkan itu..“Hmm? Tentu saja mempersiapkan rencana untuk ‘Kuro Inu’. pemuda itu melemparkan senyum terselubung yang malah menimbulkan efek aneh bagi sang gadis.. harap tenang.” pemuda itu menerawang kedepan dengan sepasang manik hitamnya yang nampak kosong “Sudah dari dulu....aku baru dimasukan kemari dua hari yang lalu...” “SETUJU!” Di sudut ruangan.. semenit yang lalu. Pemuda itu mendekati Ren dan terlihat membisikan sesuatu―dari sudut ruangan.” “―Dan membalas semua yang telah mereka lakukan pada kita. Ren-chan menyimpan dendam pada organisasi itu.” . Dan sepertinya kau baru tahu tentang hal ini ya?” “Hmm. Ren-chan sebenarnya tengah menyelamatkan nyawamu..

Tak ada bintang. Hayase tepat berada ditengah-tengah kebisingan itu. Para pejalan kaki dan kendaraan yang sedang melaju berhenti mendadak tatkala benda berkilau itu menyentuh gedung lainnya lalu memicu ledakan yang semakin lama semakin keras dan parah. “Andaikan aku seperti mereka.” ia mendongak dengan tatapan menerawang kearah langit kelam diatas sana. Bebas dan tidak terikat akan aturan apapun seperti dirinya. Didetik itu juga.. fikirannya dipenuhi oleh duo Assasin yang tak pernah lagi dilihatnya sejak bel istirahat berbunyi kedua kalinya. Rasanya? Saat tempat tinggalmu yang damai dan nyaman diserang oleh sekelompok manusia berjubah yang memenggal leher siapapun yang dilihatnya. tanah terguncang dan jangan lupakan lidah api yang menjilat gedung kesana kemari. Korban berjatuhan. Sesuatu yang berbahaya dan harus dihindari. To be Continued Chapter 2 akan membawa kita menghadapi klimaks yang sebenarnya . Ia hanya bisa terperangah melihat kejadian selayaknya perang yang baru kali ini dirasakannya secara nyata. Benda berkilau itu semakin mendekati bumi ketika salah satu dari benda itu menyentuh sisi bangunan dan― ―DHUARR! Ledakan terjadi. Hayase merasakan suatu gejolak aneh dalam dirinya. Konflik itu.. ditengah kebisingan kota yang penuh akan deru mesin kendaraan―Hayase meniti jalan pulang sambil sesekali melihat-lihat etalase toko yang menampilkan barang-barang terbaik mereka. Hayase mempercepat langkahnya hingga sesuatu yang berkilat dilangit membuat pendangannya teralihkan. Terdiam selayaknya serangga kecil yang dikepung oleh pemangsa. Beginikah. Tetapi kenapa. Entah kemana Chira dan Ren. Pemuda yang baru saja selesai dari kerja paruh waktunya itu berulang kali menghelah nafas.Konflik antar Assasin adalah sesuatu yang paling dihindari oleh kaum manusia biasa seperti halnya Hayase―pemuda 16 tahun yang merantau ke kota untuk menempuh pendidikan agar bisa membawa kemakmuran bagi desanya suatu hari nanti. Hayase segera berlari menjauh. yang ada hanya riak awan mendung yang semakin lama berkumpul hingga menimbulkan titik-titik air yang jatuh membasahi bumi. antar Assasin. Turun dan turun. Cling Benda itu selayaknya pecahan kaca yang menghujani bumi. semenjak berbincang dengan Chira dan Ren. Malam itu. ia ingin seperti kedua orang itu. Ia sudah mengetahuinya.

Art by : Chici Yosharmy .