ETIKA & ORGANISASI BERINTEGRITAS

A PENTINGNYA MEMBANGUN IKLIM ETIKA DAN ORGANISASI BERINTEGRITAS
Setiap individu bertanggung jawab terhadap tindakan – tindakan tidak beretika yang mereka
lakukan. Sementara itu, perusahaan tidak dapat berbuat apa – apa untuk mempengaruhi etika
seseorang karena sudah terbentuk melalui keluarga dan pendidikan pada masa kecil mereka.

Seperti kasus Gayus Tambunan dan Melinda Dee, walaupun mereka telah menerima hukuman,
namun tetap mempengaruhi organisasi / perusahaan tempat mereka bekerja. Karena kasus
Gayus menyebabkan kurangnya kepercayaan pembayar pajak, sedangkan kasus Melinda Dee
menyebabkan Citibank harus membayar kerugian nasabah dan mereka dihukum BI.

Namun, karena tuntutan dalam organisasi juga dapat mempengaruhi perilaku dan etika
seseorang, seperti pada kasus Sears, Roebuck & Company pada tahun 1992. Karena adanya
tekanan dan tuntutan dari perusahaan untuk meningkatkan kuota penjualan, perusahaan
membuat suatu sistem target penjualan dan bonus bagi para mekanik. Namun, dampaknya
secara tidak sadar, para mekanik telah melanggar etika, dengan mengganti suku cadang yang
belum waktunya untuk diganti. Karena hal tersebut, perusahaan harus mengganti kerugian
pelanggan dengan menawarkan kupon untuk membeli suku cadang tertentu dan mengalami
kerugian sebesar $60 juta.

B KETERBATASAN PROGRAM COMPLIANCE
Risiko menghadapi kasus hukum karena tindakan yang dilakukan oleh pegawainya yang
melanggar hukum tanpa terdeteksi berdampak pada konsekuensi biaya yang signifikan dan
kehilangan nama baik serta kepercayaan pelanggan. Hal tersebut menyebabkan perusahaan
menyadari pentingnya etika organisasi. Sementara itu, Amerika Serikat mendorong perusahaan
untuk menerapkan program compliance serta memberikan denda rendah jika terjadi
pelanggaran program tersebut.

Program compliance merupakan program pencegahan melawan hukum melalui peningkatan
pemantauan dan pengawasan serta dnegan memberikan hukuman bagi pelanggar. Program

 Melakukan pencegahan agar pelanggaran sejenis tidak terulang di masa mendatang. maka organisasi yang berintegritas berbasis konsep pengelolaan sendiri ( self – governance) berdasarkan sekumpulan prinsip.  Untuk menanamkan rasa akuntabilitas bersama diantara pegawai. proses pemantauan. Adapun tujuan program compliance tersebut :  Pengembangan standar dan prosedur  Pengawasan terhadap standar dan prosedur  Menghindari pendelegasian wewenang kepada orang – orang yang berpotensi melakukan pelanggaran. Keterbatasan – keterbatasan yang terjadi :  Perusahaan multinasional menghadapi perbedaan hukum dan aturan pada masing – masing negara.  Melakukan audit kepatuhan.  Cenderung untuk tidak mendorong terciptanya imajinasi moral atau komitmen. C INTEGRITAS SEBAGAI TATA KELOLA ETIKA Pendekatan berbasis integritas diyakini membuat organisasi meiliki standar yang lebih kuat. tugas dari manajemen etika :  Untuk mendefiniskan dan menghidupkan nilai – nilai organisasi  Untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perilaku yang beretika baik. tersebut diawasi oleh karyawan dengan posisi tinggi.  Mengkomunikasikan standar dan prosedur melalui pelatihan dan publikasi. Jika program compliance berakar pada upaya untuk menghindari pelanggaran hukum. Dari prespektif integritas.  Tanggap dan cepat ketika terdeteksi pelanggaran hukum.  Terlalu menekankan pemberian ancaman deteksi dan hukuman untuk mendorong perilaku yang menaati hukum.  Secara konsisten melaksanakan standar – standar dengan tindakan disiplin. . sistem whistleblowing dimana karyawan dapat melaporkan pelanggaran hukum tanpa merasa takut dihukum.

Etika organisasi  tugas bagi manajemen. Nilai – nilai etika akan memberikan kerangka acuan yang sama dalam organisasi dan berfungsi sebagai kekuatan untuk mempersatukan organisasi dari fungsi yang berbeda. bisnis yang berbeda.  Lebih sulit  Membutuhkan upaya secara efektif untuk mendefinisikan tanggung jawab dan aspirasi yang menjadi bagian dari pedoman etika organisasi. Pendekatan organisasi yang berintegritas lebih luas. serta  dapat menciptakan dasar untuk mencari kemanfaatan dari kepatuhan terhadap hukum.  pelatihan. lebih dalam.Pada pendekatan integritas.  mekanisme. seperti :  kode etik. dan  audit dan pengawasan untuk menjamin standar dan aturan perusahaan dijalankan dan dipatuhi. Nilai – nilai etika akan mempertajam upaya pencarian kesempatan. nilai – nilai yang mereka pedomani. dan proses pengambilan keputusan oleh individu dan kelompok. dan kelompok pegawai yang berbeda. Etika organisasi membantu mendefinisikan organisasi dan apa yang diperjuangkan dari organisasi tersebut Bentuk dari program integritas menyerupai dengan program compliance. dan lebih sulit.  Lebih luas  Pendekatan ini berupaya untuk memungkinkan terciptanya perilaku yang bertanggungjawab  Lebih dalam  Mencakup ethos dan system operasi dari organisasi dan anggota –anggotanya. investigasi atas potensi pelanggaran. konsep etika yang disepakati oleh anggota organisasi merupakan kekuatan utama dari organisasi. . dan berperilaku. cara berpikir. pelaporan. pimpinan memegang peranan penting pada perancangan dan implementasi program integritas. seluruh manajer dari seluruh lini dan seluruh fungsi terlibat dalam proses. perancangan system organsasi.

. dan kompetensi yang dibutuhkan untuk membuat keputusan yang berbasis etika setiap harinya. o Membantu organisasi menjadi organisasi berintegritas selaras dengan nilai – nilai etika profesionalnya. dapat dipercaya. pengetahuan. o Akuntan professional harus menghindari tempat bekerja yang berpotensi untuk menciptakan konflik – konflik etika dan mendorong akuntan untuk mengorbankan etika profesionalnya. dan bersedia untuk melakukan tindakan atas nilai – nilai yang mereka pegang. o Dapat melakukan penilaian terhadap integritas organisasi dari kliennya dalam menilai resiko yang dihadapi  Untuk akuntan professional yang bekerja pada organisasi o Penilaian terhadap integritas organisasi dalam memilih organisasi tempat mereka bekerja yang mendorong terciptanya etika akuntan profesional.  Nilai – nilai yang digunakan terintegritas dalam proses pengambilan keputusan manajemen dan tercermin dalam kegiatan – kegiatan penting organisasi  System dan struktur organisasi mendukung dan menguatkan nilai – nilai organisasi  Seluruh manajer memiliki ketrampilan pengambilan keputusan. E DAMPAK ORGANISASI YANG BERINTEGRITAS TERHADAP AKUNTAN PROFESIONAL  Untuk akuntan professional yang mengembangkan kantor sendiri o Pendekatan integritas akan membantu akuntan professional dalam menghidupkan dan menjaga etika akuntan professional yang akan memudahkan akuntan professional dalam menjalankan profesionalnya.D PROGRAM INTEGRITAS YANG EFEKTIF Beberapa karakteristik dari program integritas yang efektif :  Nilai dan komitmen yang masuk akal dan secara jelas dikomunikasikan  Pimpinan organisasi secara pribadi memiliki komitmen.