LAPORAN TUTORIAL

BLOK ILMU BAHAN DAN TEKNOLOGI

KEDOKTERAN GIGI I

Skenario 4
Polishing
drg. Pujiana, M.Kes

Anggota Kelompok 3:

1. Ayu Ragil D. (151610101020)
2. Magdaleni Hasna (151610101025)
3. Dani Agam Rahmadianto (151610101026)
4. Indah Pratiwi (151610101027)
5. Reza Hesti Augustine (151610101029)
6. Retno Dewi Alfiyanti (151610101031)
7. Anindya Wahyu K. (151610101032)
8. Risa Bela Selvia A. (151610101033)
9. Anisa Luthfiyani (151610101035)
10. Rindang Swandari Subagya (151610101036)
11. Nindya Shinta Damayanti (151610101037)
12. Yosefin Maihanani R. S. (151610101038)

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI

UNIVERSITAS JEMBER

2016

Latar Belakang

Resin akrilik merupakan salah satu bahan kedokteran gigi yang telah banyak
aplikasikan untuk pembuatan anasir dan basis gigi tiruan, pelat ortodonsi, sendok cetak
khusus, serta restorasi mahkota dan jembatan dengan hasil memuaskan, baik dalam hal
estetik maupun dalam hal fungsinya. Oleh karena itu alangkah baiknya kita mengetahui
lebih lanjut tentang cara manipulasi ataupun sifat sifat dari resin akrilik dengan melakukan
serangkaian studi praktikum, dan nantinya dalam penggunaan atau aplikasinya bisa
tercapai dengan baik. Resin akrilik adalah jenis resin termoplastik, di mana merupakan
senyawa kompon non metalik yang dibuat secara sintesis dari bahan bahan organik. Resin
akrilik dapat dibentuk selama masih dalam keadaan plastis, dan mengeras apabila
dipananskan. Pengerasan terjadi oleh karena terjadinya reaksi polimerisasi adisi antara
polimer dan monomer.

Acrylic berasal dari asam acrolain atau gliserin aldehid. Secara kimia dinamakan
polymethyl methacrylate yang terbuat dari minyak bumi, gas bumi atau arang batu. Bahan
ini disediakan dalam kedokteran gigi berupa ciaran (monomer) mono methyl methacrylate
dan dalam bentuk bubuk (polymer) polymthtyl methacrylate.

Berdasarkan reaksinya, resin acrylic dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

1. Heat Cured Acrylic ( membutuhkan pemasakan pada pengolahannya untuk membantu
proes polimerisasinya).

2. Self Cured Acrylic ( dapat berpolimerisasi pada temperature ruang ).

3. Light Cured Acrylic Resin.

Sama halnya dengan akrilik, alloy / logam juga sangat sering digunakan dalam
bidang kedokteran gigi. alloy / logam banyak digunakan sebagai bahan restorasi gigi. Alloy
sering digunakan untuk restorasi gigi karena sifat logam yang mengkilat, estetika baik,
bersifat konduktor yang baik dan alloy bersifat kuat dan tahan abrasi. oleh sebab itu, pada
skenario tutorial kali ini membahas tentang polishing akrilik dan alloy. polishing ini

 Proses pengabrasian untuk mengurangi goresan agar permukaan mengkilap. 2. Tahap selanjutnya adalah melakukan polishing sampai hasilnya rata. Skenario Polishing Setelah semua mahasiswa peserta praktikum/skill lab sudah mendapatkan basis gigi tiruan akrilik dan alloy / logam tuang dalam bentuk yang masih kasar. STEP 1 Finding Unfamiliar Terms 1.bertujuan untuj mengkilatkan akrilik atau alloy yang sudah selesi di manipulasi dan finishing. Polishing :  Rangkaian prosedur yang berfungsi untuk mengurangi / menghilangkan goresan – goresan yang terjadi dari proses sebelumnya hingga permukaan mengkilap dan halus. mahasiswa diminta untuk merapikan sesuai bentuk yang diinginkan. halus dan mengkilap. Basis gigi tiruan :  Suatu dasar / tempat untuk pembentukan gigi dari gypsum  Bagian dari gigi tiruan yang diletakkan di jaringan rongga mulut dan anasir gigi tiruan. STEP 2 Finding Problems . Basis gigi tiruan akrilik dirapikan dibentuk sesuai dengan model rahang yang ada (bisa model rahang atas maupun model rahang bawah). sedangkan hasil tuangan logam/alloy dirapikan membentuk setengah lingkaran.

Mata bur 3. Mesin poles 5. Apa saja faktor – faktor yang dapat mempengaruhi polishing? STEP 3 Brain Storming 1. Tujuan polishing a. Permukaan restorasi yang dipolishing meminimalkan tingkat kerusakan / keausan gigi antagonis dan gigi tetangga 3. Sikat putar hitam dan putih  Bahan: 1. Micromotor 2. 2. Apa saja alat dan bahan yang digunakan dalam polishing? 4. Kessehatan rongga mulut terjaga f. Membuat permukaan halus c. Untuk mengurangi adhesi. Alat dan bahan yang digunakan dalam polishing  Alat: 1. Apa saja restorasi yang membutuhkan polishing? 6. Apa saja tujuan dari polising? 3.  Proses pengabrasian untuk mengurangi goresan agar permukaan mengkilap. Memberikan kenyamanan terhadap pasien yang menggunakan e. Bagaimana teknik / proses polishing? 5. Felt cone 6.1. Apa definisi polishing? 2. Straight handpiece 4. Definisi polishing  Rangkaian prosedur yang berfungsi untuk mengurangi / menghilangkan goresan – goresan yang terjadi dari proses sebelumnya hingga permukaan mengkilap dan halus. Mencegah korosi pada logam g. permukaan yang halus akan mencegah terjadinya adhesi sehingga tidak dilekati oleh plak b. Untuk meningkatkan estetik d. Batu Arkansas .

Istilah akik mencakup sejumlah bahan yang berbeda yang mempunyai sifat fisik dan kristalin yang sama. Ini adalah bentuk mineral yang sangat banyak dan tersebar luas. . 4. Digunakan terutama dalam bentuk pasir tetapi juga dapat ditemukan pada abrasif karet. Kapur adalah abrasif putih yang terdiri atas kalsium karbonat. Batu endapan silika yang berwarna abu-abu muda dan semitranslusen yang ditambang di Arkansas. Partikel pasir mempunyai bentuk bulat atau angular. Ini adalah senyawa yang paling keras. 2. Amril digunakan khususnya dalam bentuk disk abrasif dan tersedia dalam berbagai ukuran kekasaran. magnesium. Mineral ini adalah silika dari aluminium. transparan yang terdiri atas karbon. dan transparan. yang sudah banyak menggantikan korundum dalam aplikasi dental. Amril. 3. dan mangan. 5. Akik. kobalt. Tripoli. membuat abrasif pasir mempunyai penampilan yang khas. besi. Aktivitas gunung berapi menghasilkan bahan silika berwarna abu-abu muda. Pumis. Pasir. 7. tidak berwarna. 8. Abrasif ini berupa korundum berwarna hitam keabuan yang dibuat dalam bentuk butiran halus. Kapur Salah satu bentuk mineral dari calcite disebut kapur. Sifat fisiknya lebih rendah daripada oksida alfa-aluminium. Pasir adalah campuran partikel mineral kecil yang terutama terdiri atas silika. Intan adalah mineral tidak berwarna. Intan. Korundum. 9. Partikel ini berwarna-warni. 10. 6. Bentuk quartz yang paling sering digunakan adalah yang sangat keras. Kedua bentuk ini digunakan pada bahan plastik. Quartz. Bentuk mineral dari oksida aluminium yang biasanya berwarna putih.

Oksida besi adalah senyawa abrasif yang halus dan berwarna merah dalam rouge. Rouge. cuttle bone. Berwarna putih. Merupakan bubuk putih calcareus yang terbuat dari bagian dalam rumah kerang laut Mediterania dari genus Sepia. Oksida aluminium sintetik (alumina) dibuat berupa bubuk berwarna putih. merah. 15. 11. Intan buatan digunakan khusus sebagai abrasif dan dibuat lima kali lebih besar dari tingkat abrasif intan alami. Bentuk yang lebih kasar disebut tanah diatomaceus. Bahan ini terdiri atas sisa-sisa silika dari tanaman laut kecil yang disebut diatom. Zirkon atau zirkonium silikat dipasok sebagai mineral berwarna putih kekuningan. Dapat lebih keras daripada korundum (alumina alami) karena kemurniannya. pink. Abrasif yang sangat keras dan merupakan abrasif sintetik yang pertama kali dibuat. roda. Oksida aluminium adalah abrasif sintetik kedua yang dikembangkan sesudah silikon karbid. yang digunakan sebagai bahan pengisi pada beberapa bahan gigi seperti bahan cetak hidrokoloid. 17. Silikon Karbid. Kieselguhr. Abrasif Intan Sintetik. Oksida Aluminium. Bahan ini digiling menjadi partikel dengan berbagai ukuran dan digunakan untuk melapisi disk abrasif serta ampelas. Abrasif ini berasal dari endapan batu silika yang ringan dan rapuh. Baik yang berwarna hijau atau hitam-biru mempunyai sifat fisik yang setara. dan bur intan. Cuttlefish. Bahan ini dipadukan seperti tripoli. dengan berbagai pengikat lunak . Cuttle. Sering digunakan sebagai komponen pasta profilaksis gigi. Zirkonium silikat. Jenis abrasif ini digunakan pada pembuatan gergaji intan. atau cuttle adalah nama yang umum untuk abrasif ini. 13. 12. abu-abu. Jenis yang berwarna abu-abu dan merah adalah yang paling sering digunakan dalam kedokteran gigi. 16. atau kuning. 14.

Permukaan halus dan mengkilap  Prinsip sebelum digunakan pumice . menjadi bentuk bedak. Digunkaan wol / flannel basah oleh air kemudian gosok ke permukaan akrilik sampai halus  Polishing terhadap resin akrilik secara kimiawi a.Mengubah bahan kasar menjadi halus dan rapi .Untuk menghilangkan bahan – bahan seperti noda .Bahan dibentuk ideal sesuai yang diinginkan b. Lakukan polishing secara perlahan dengan memoleskan permukaan resin akrilik menjadi halus d. Digosok dengan rubber merah d.Menghasilkan partikel yang sangat halus sehingga menjadi permukaan halus dan mengkilat  Polishing terhadap resin akrilik secara mekanik a. Pumice dioleskan pada permukaan mata brush dengan mesin brush c.Menggunakan instrument berbentuk seperti billah kemudian menjadi potongan yang terpisah c. Tahap penyelesaian . Digunaan pumice + air b. Tahapannya lebih singkat dari secara mekanik c. Abrasif yang sangat halus ini digunakan secara luas sebagai bahan pemoles untuk gigi dan restorasi logam di dalam mulut. Digosok dengan rubber hijau e. Menghaluskan dari plat resin akrilik  Polishing alloy a. Direndam dalam metal metakrilat b. Merapikan dan menyesuaikan ukuran semula b. Rapikan dan poles g. 4. Digunakan untuk memoles logam campur mulia yang berkadar tinggi. 18. Oksida Timah. Tahap pemotongan . Tahap polishing . Teknik / proses polishing  Ada 3 tahap: a. Dipoles dengan Arkansas stone menjadi halus c. Dipotong dengan diamond disc f.

tripoli . carbide e. Dental amalgam .Green stone. tin oxide. Permukaan sikat putar putih dan bubuk batu kapur 5. Sifat dari bahan yang akan digosok: . Bentuk lempeng disesuaikan dengan outline c. Kecepatan gerak menggosok.Pemolesan glezing . tin oxide. carbide 6. Kekerasan partikel bahan abrasive harus lebih keras dari permukaan yang akan diabrasi b.Pumice. Restorasi yang membutuhkan polishing a. rubber wheel. Tripoli .Rag wheel d. brush b.Stone wheel. Porcelen . Tekanan saat menggosok. Bahan kenyal (emas murni) akan mengalir bukan terasah abrasi . Gold alloy . diamond . a. Faktor – faktor yang mempengaruhi polishing a. Besar partikel. Bentuk partikel bahan abrasive. Restorasi komposit . Bahan yang rapuh dapat digosok lebih cepat .Mata bur.Bubuk quartz. Disesuaikan ukuran dengan rahang atas dan rahang bawah menggunakan frazzer straight handpiece b. bentuk trreguler dapat meningkatkan abrasi karena dapat menggerus permukaan c. rubber c. Tripoli .Rubber wheel .Bahan polish: alumunium oxide. semakin besar partikel maka akan dihasilkan goresan yang semakin dalam d. semakin tinggi kecepatan menggosok maka akan dihasilkan abrasi yang semakin dalam e. cups. Resin akrilik . semakin tinggi teknan maka akan dihasilkan abrasi yang semakin dalam f. Permukaan sikat hitam dan bubuk batu kapur d.Bubuk pumice.Bubuk pumice.

STEP 4 Mapping .

Mahasiswa mampu menjelaskan bagaimana cara merapikan resin akrilik dan alloy 3. Mahasiswa mampu menjelaskan perbedaan alat dan bahan abrasive saat finishing dan polishing pada resin akrilik dan alloy . Mahasiswa mampu menjelaskan definisi dan tujuan polishing 2. STEP 5 Learning Objective 1. Mahasiswa mampu menjelaskan bahan abrasive polishing 4.

. Cara Merapikan Akrilik dan Alloy Kelebihan atau tonjolan akrilik dihilangkan dengan menggunakan Arkansas stone yang telah dipasang pada minidrill. Mahasiswa mampu menjelaskan faktor yang mempengaruhi polishing 6. Meningkatkan estetis : Permukaan yang halus dan mengkilap akan lebih terlihat estetis 3. Permukaan akrilik bagian dalam (fitting surface) yang menempel pada gusi pasien tidak boleh dihaluskan karena akan mengakibatkan protesa longgar. Pekerjaan ini dilakukan sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan permukaan restoratif yang mengkilat. Mahasiswa mampu menjelaskan proses finishing dan polishing STEP 7 Reporting LO 1. Membuat permukaan terasa lebih halus 4. lalu diratakan dengan rempelas kasar dan halus. Kemudian. dan kalkulus sulit lengket LO 2. plak. permukaan akrilik bagian luar dihaluskan dengan Arkansas stone. 2. Definisi Dan Tujuan Polishing  Definisi Polishing merupakan rangkaian prosedur yang berfungsi untuk mengurangi atau menghilangkan goresan-goresan yang terjadi dari proses pekerjaan sebelumnya.  Tujuan Pemolesan 1. 5. Mengurangi korosi : Restorasi logam yang dipoles dengan baik akan terhindar dari tarnis dan korosi sehingga akan lebih tahan lama. Mengurangi perlekatan : Permukaan yang halus pada restorasi akan menyebabkan stain.

Abrasif alamiah mencakup batu Arkansas. 2008). akik. permukaan digosok dengan kain wol atau flannel sampai terlihat mengkilat tinggi (hooglans) atau seperti permukaan kaca. pencungkilan. Kapur adalah abrasif putih yang terdiri atas kalsium karbonat. 2008). Tepung pumis adalah derivat batu volakanik yang sangat halus dari Italia dan digunakan untuk memoles email gigi. dan bahan plastis (Mac Cabe. dan resin akrilik (Mac Cabe. Bahan Abrasive Pengertian Abrasif Abrasi adalah suatu proses untuk pelepasan suatu bahan yang dikenakan pada permukaan suatu bahan oleh bahan yang lain dengan penggosokan. ambil pumice yang telah dicampur dengan air. kapur. lembaran emas. 2004). Setelah tampak halus. Abrasif buatan pabrik adalah bahan disintesa yang umumnya lebih disukai karena mempunyai sifat fisik yang lebih dapat ditebak. pumis dll. pemahatan. Macam-macam Bahan Abrasif Ada beberapa jenis bahan abrasif yang tersedia tetapi hanya yang umum yang digunakan dalam kedokteran gigi. Digunakan terutama dalam bentuk pasir tetapi juga dapat ditemukan pada abrasif karet. amalgam gigi. amalgam. LO 3. oleskan pada vilt cone dan digosokkan ke seluruh permukaan luar resin akrilik.  Kapur Merupakan salah satu bentuk mineral dari calcite. pengasahan atau dengan caxra mekanis lainnya secara berulang ulang oleh suatu gesekan (Anusavice. . korundum. lempeng emas. Selanjutnya Vilt cone dipasang pada minidrill. digunakan sebagai pasta abrasif ringan untuk memoles email gigi. intan. Kedua bentuk ini digunakan pada bahan plastik.  Pumice Merupakan bahan silika yang berwarna abu-abu muda yang dihasilkan dari aktivitas gunung berapi.

Ini adalah bentuk mineral yang sangat banyak dan tersebar luas. Aluminium oxide berupa bubuk berwarna putih. Merupakan bubuk putih calcareus yang digunakan untuk prosedur abrasi yang halus seperti memoles tepi logam dan restorasi amalgam gigi (Mac Cabe. cuttle bone. dan transparan. Amril digunakan khususnya dalam bentuk disk abrasif dan tersedia dalam berbagai ukuran kekasaran. 2008). Bentuk quartz yang paling sering digunakan adalah yang sangat keras. Aluminium oxide banyak digunakan untuk merapikan email gigi.  Aluminium oxide Adalah abrasif sintetik kedua yang dikembangkan setelah silikon karbid. atau cuttle adalah nama yang umum untuk abrasif ini. tidak berwarna. Abrasif ini berupa korundum berwarna hitam keabuan yang dibuat dalam bentuk butiran halus. Dapat lebih keras daripada korundum (alumina alami) karena kemurniannya. Emery yang merupakan suatu aluminium oxide alam yang sering disebut corundum. Merupakan bubuk putih calcareus yang terbuat dari bagian dalam rumah kerang laut Mediterania dari genus Sepia. . maupun bahan keramik. Dapat digunakan untuk memoles logam campur atau bahan plastis (Mac Cabe.garnet dibentuk dari sejumlah mineral digunakan pada polishing gigi (Mac Cabe. 2008). Cuttle Cuttlefish.  Quartz.  Amril. logam campur. 2008).aluminium oxide adalah bahan abrasive murni dari berbentuk emery.

atau gliserin untuk membentuk pasta abrasif ringan (Mac Cabe. Partikel-partikel kristalin quatrz dilumatkan untuk membentuk partikel angular yang tajam yang bermanfaat dalam membuat disk abrasif. Abrasif yang sangat halus ini digunakan secara luas sebagai bahan pemoles untuk gigi dan restorasi logam di dalam mulut. 2008). abu-abu. alkohal. Batu ini digiling menjadi partikel yang sangat halus dan dibentuk dengan pengikat lunak menjadi batang-batang senyawa pemoles.  Tripoli.  Oksida Timah. Abrasif quartz digunakan terutama untuk merapikan logam campur dan dapat digunakan untuk mengasah email gigi (Mac Cabe. Oksida besi adalah senyawa abrasif yang halus dan berwarna merah dalam rouge.  Rouge. pink. Jenis yang berwarna abu-abu dan merah adalah yang paling sering digunakan dalam kedokteran gigi. Silikon karbid . Bahan ini dipadukan seperti tripoli. Digunakan untuk memoles logam campur mulia yang berkadar tinggi (Mac Cabe. dengan berbagai pengikat lunak menjadi bentuk bedak. 2008). Bahan ini dicampur dengan air. Abrasif ini berasal dari endapan batu silika yang ringan dan rapuh. Berwarna putih. atau kuning. merah. Digunakan untuk memoles logam campur dan beberapa bahan plastik (Mac Cabe. 2008).  Jenis Bahan Abrasif Buatan Bahan Abrasif Buatan menurut Anusavice tahun 2004 yaitu : 1. 2008).

b. carbides. Bahan Abrasif Finishing Merupakan bahan abrasif yang umumnya keras. Partikel-partikelnya tajam dan mudah pecah untuk membentuk partikel baru yang tajam. 2. Bahan Abrasif Polishing . Abrasif yang sangat keras dan merupakan abrasif sintetik yang pertama kali dibuat. Silikon karbid tersedia sebagai bahan abrasif pada disk dan instrumen bonding vitraus serta karet. Contoh : sand/pasir. Silikon tersebut sangat keras dan rapuh. emery. 2004). dan bahan plastik. kasar yang digunakan pada permulaan untuk menghasilkan suatu kontur/bentuk dari sebuah restorasi tau preparasi gigi dan untuk membuang segala komponen permukaan yang tidak teratur. bur intan(Anusavice. keramik. zirconium silikat.  Macam-Macam Bahan Abrasif Berdasarkan Kegunaannya a. Ini menghasilkan efesiensi pemotongan yang sangat tinggi untuk berbagai bahan termasuk. Abrasif intan sintetik Intan buatan digunakan khusus sebagai bahan abrasif yang memiliki lima kali tingkat abrasif dibandingkan intan alami. Digunakan pada gergaji intan.

Alloy  Bahan polish : bubuk pumice. Mempunyai ukuran partikel yang lebih halus dan bahan abrasi yang digunakan umumnya kurang kekerasannya daripada bahan abrasi yang digunakan untuk finishing. kecepatan ringan dan oenekanan yang ringn sehingga akrilik tidak terjadi kerusakan paralaks  Harus hati-hati karena acrylic sangat mudah terabrasif dengan bubuk pumice. arkansas stone  Arkansas stone yang berupa mikrokristalin yang padat dan keras sehingga pengabrasian alloy dapat maksimal 2. dll. stone wheel. Perbedaan Alat dan Bahan Abrasive Saat Finishing dan Polishing Pada Resin Akrilik dan Alloy 1. tripoli dan rouge  Alat : rag wheels. Contoh : aluminium oksid. Bahan Abrasif Cleansing Merupakan bahan yang halus dengan partikel yang berukuran kecil. . c. arkansas stone  Arkansas stone yang digunakan untuk akrilik mempunyai tingkat molekul yang lebih kecil . kalsit. pumice  Alat : rag wheel. tripoli. pumice. Lo 4. kieselguhr. dan rubber wheel. atau tin oxide. Acrylic resin  Bahan polish : bubuk pumice. garnet. quartz. dan diharapkan mampu menghilangkan deposit-deposit halus yang melekat di enamel atau pada suatu bahan restorasi. pumice. . Bahan abrasi polishing ini digu nakan untuk permukaan yang lebih halus yang telah diasah terlebih dahulu oleh bahan abrasi finishing. Contoh : kaolin.

hendaknya dihasilkan tepi baru yang tajam. sedangkan batu apung. Bentuk irreguler dipahami dapat lebih meningkatkan abrasi dibandingkan bentuk spherical. karena tepi bentuk irreguler cenderung untuk menggerus permukaan dibandingkan bentuk bulat yang hanya berputar pada permukaan bahan.  Bentuk partikel bahan abrasive Bentuk partikel dapat berupa spherical ataupun irreguler. emas murni) akan mengalir dan bukannya terasah oleh abrasif. Oleh karena itu bentuk spherical kurang mengabrasi dibandingkan bentuk irreguler. sedangkan bahan yang lunak dan kenyal (misalnya. Semakin dalam goresan maka sejumlah besar permukaan bahan akan hilang.  Kekerasan partikel abrasive Untuk mendapatkan abrasi maksimal maka partikel abrasif harus lebih keras dibandingkan permukaan yang akan diabrasi. Hal ini juga dapat meningkatkan suhu material yang . batu akik. dan lain-lain relatif lebih lunak. partikel yang mempunyai tepi tajam akan lebih efisien daripada partikel yang bersudut tumpul. diamond adalah bahan yang paling keras. Bahan abrasif biasanya terbuat dari bahan yang sangat keras misalnya.  Tekanan bahan abrasif Tekanan yang berlebih pada saat finishing dan poles akan meningkatkan abrasi pada permukaan restorasi/material.  Ukuran partikel abrasive Semakin besar partikel abrasif maka goresan yang ditimbulkan juga semakin dalam.LO 5. Faktor yang Mempengaruhi Polishing  Sifat-sifat mekanis bahan abrasif Bila bahan abrasif pecah. Jadi kerapuhan suatu bahan abrasif dapt merupakan suatu keberuntungan.  Sifat-sifat bahan yang hendak digosok Bahan yang rapuh dapat digosok dengan cepat.

Semakin keras permukaannya maka semakin keras pula bahan abrasif yang harus digunakan. material pelindung ini dapat berupa cairan tertentu. Pada saat finishing dan polishing.  Material abrasive. pelumas juga disarankan untuk digunakan sebagai pembawa panas yang timbul pada saat pengabrasian. Cairan tersebut dapat pula berperan sebagai pelumas yang membantu kerja bahan abrasive . Panas ini dapat menyebar pada gigi dan jaringan pada gigi. Beberapa akibat yang dapat timbul adalah kerusakan berlebihan pada material yang di-polish dan dapat melukai pulpa gigi. menyebabkan kekasaran permukaan yang berisiko menempelnya plak dan permukaan terlihat kusam  Kecepatan putar Semakin tinggi kecepatan putar yang digunakan maka abrasi yang terjadi semakin besar. tekanan yang berlebihan dapat menyebabkan potongan yang lebih dalam pada area tersebut. Pemilihan material bahan abrasif yang sesuai sangat penting untuk diperhatikan. dan juga meningkatkan suhu. maka dari itu kecepatan yang dianjurkan adalah lambat dan sedang.  Gerakan menggosok material Semakin cepat gerakan yang dilakukan maka semakin besar panas yang dihasilkan. Menggunakan bahan abrasif yang lebih lunak daripada permukaan akan merusak bahan abrasif tersebut. Air digunakan bersamaan dengan bur untuk mendinginkan gigi saat preparasi kavitas.  Pelumas Air merupakan pelumas yang sering digunakan. Tabel dibawah menunjukan tingkat kekerasan bahan abrasif yang biasa digunakan. Penggunaan material pelindung tambahan dapat mengurangi risiko akibat bahan abrasif tersebut. dipoles karena gesekan.

Tahap finishing dan polishing adalah tahap penyelesaian dari kerangka logam. Proses finishing dan Polishing Finishing (penyelesaian) adalah proses untuk menghasilkan bentuk akhir dan kontur dari restorasi. kerangka logam dipulas dengan rubber. (warna cokelat. (T-Separating discs). Prosedur Pemulasan kerangka logam gigi tiruan secara mekanik a) Sisa bahan tanam yang melekat pada hasil casting kerangka logam dibersihkan dengan alat sandblasting dengan menggunakan Aluminium Oxide 250µm dengan tekanan 2-3 bars b) Setelah dilakukan sandblast. sprue dan ventilasi pada kerangka logam dipotong dengan carborundum disk. Pemotongan dilakukan pada bagian yang sedekat mungkin dengan rangka logam c) Bagian kerangka logam yang tajam pada permukaan dihilangkan dengan stone. sedangkan Polishing(pemulasan) adalah rangkaian prosedur yang berfungsi untuk mengurangi atau menghilangkan goresan-goresan yang terjadi dari proses pekerjaan sebelumnya hingga permukaan tersebut mengkilap. atau hijau) f) Kemudian untuk menghilangkan guratan pada kerangka logam digunakan brush dengan menggunakan bahan polyethylene glycol sedangkan untuk menghasilkan permukaan yang berkilau pada kerangka logam digunakan softbrush dengan bahan polishing g) Setelah permukaan kerangka logam berkilau. Dengan unmounted stone dihilangkan kelebihan bekas sprue juga bagian rangka yang kelebihan pada saat waxing. Diawali dengan pemotongan sprue pada bagian yang sedekat mungkin pada rangka dengan memakai cut disk. .LO 6. (abrasive stone) d) Selanjutnya permukaan kerangka logam yang kasar dihaluskan dengan ceramic bonded carborundum (warna cokelat dan merah muda ) e) Setelah permukaan kerangka logam halus. Claps dan rangkaian gigi tiruan disempurnakan bentuknya dengan mounted stone. h) Selanjutnya kerangka logam siap dicoba pada model. sisa residu pada kerangka logam dibersihkan dengan ultrasonic cleaner.

material. pengasahan (grinding) dan pemolesan (polishing) merupakan serangkaian tahapan yang dilakukan dalam proses merapikan suatu restorasi. dan gerakan merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi proses polishing . sifat-sifat bahan yang akan digosok. ukuran. kapur. Polishing merupakan rangkaian prosedur yang berfungsi untuk mengurangi atau menghilangkan goresan-goresan yang terjadi dari proses pekerjaan sebelumnya untuk menghasilkan permukaan restoratif yang mengkilat 2. Terdapat beberapa jenis abrasive. Abrasif buatan pabrik adalah bahan disintesa yang umumnya lebih disukai karena mempunyai sifat fisik yang lebih dapat ditebak 3. akik. 4. Tekanan. pumis dll. Abrasif alamiah mencakup batu Arkansas. kecepatan. korundum. kekerasan partikel abrasive. intan. Pemotongan (cutting). KESIMPULAN 1.

J. D. Jaypee Brothers.W. J.. A.F.2008 / J. Dentika Dental Journal. New Delhi. McCabe. 2003. Aplikasi Bahan Abrasif Terhadap Kekerasan Permukaan Resin Komposit. (John F. Vol 15.G . D. J. Kenneth J. McCabe. 2010.) Applied dental materials. Basic Dental Materials Second Edition. S. 2004. J. DAFTAR PUSTAKA Ningsih. No. Annusavice. dan Indrani. Jakarta: EGC. – 9th ed.F. Phillips: Buku Ajar Ilmu Bahan Kedokteran Gigi. 1: 82-86 Manappallil.