MAKALAH MANAJEMEN BISNIS SYARI’AH

Disusun untuk memenuhi salahsatu tugas Elearning Administrasi Bisnis

Disusun Oleh :

Artika Sari ( 14121014)

UNIVERSITAS MERCUBUANA YOGYAKARTA

FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI

PRODI SISTEM INFORMASI TAHUN 2015

i

........................................................... DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A................. 2 B............. 4 C........ Manajemen Menurut Islam ........................... 10 B. Landasan Pokok ............................................... 11 ii .................................................................................. 7 E.......................... 1 BAB II PEMBAHASAN A........................... nilai-nilai Manajemen Syariah dalam Perusahaan..... 8 BAB III PENUTUP A............ Kesimpulan................... Pengertian Manajemen Syari’ah............................................................................. Penutup ... Rumusan Masalah ............................................... 1 B....................................................................................................................................... perbedaan Antara Manajemen Konvensional dan Syariah ............ Latar Belakang................................... 6 D........................

Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat membutuhkan sistem ekonomi yang lebih terpercaya dan berdasarkan prinsip-prinsip syariah. B. padahal konsep syariah meliputi semua aspek kehidupan. BAB I PENDAHULUAN A. Bagaimana manajemen Menurut Islam? 4. Apa perbedaan Antara Manajemen Konvensional dan Syariah? 5. Rumusan Masalah 1. Apa landasan Pokok Manajemen Bisnis Syariah? 3. namun mencakup berbagai ruang lingkup perekonomian yang mendasarkan pada pengetahuan dan nilai-nilai syariah Islam. Bagaimana nilai-nilai Manajemen Syariah dalam Perusahaan? 1 . Sedangkan pemahaman masyarakat muslim Indonesia mengenai konsep syariah masih terbatas hanya pada kegiatan ibadah ibadah rutin. Ekonomi syariah juga tidak hanya sebatas pada perbankan syariah. Latar Belakang Manajemen syariah di Indonesia dalam beberapa tahun ini sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Apa pengertian Manajemen Syariah? 2.

Landasan Pokok Manajemen Bisnis Syariah Sebuah urusan bisnis akan berjalan baik dan sesua dengan rencana apabila orang-orang yang terlibat menjalankan tugas nya masing-masing dengan baik dan mempunyai akhla yang baik. Maka disini seorang pembisnis dalam manajemen syariah bukan hanya harus menguasai ilmu ekonomi tetapi juga ilmu agama. Dan orang tersebut juga harus memiliki iman atau percaya kepada Allah bahwa Allah yang selalu memberikan yang terbaik kepada dirinya dan Allah juga selalu melihat apa yang kita kerjakan. Sebab akhlak akan sangat berdampak bagi jalan nya suatu urusan bisinis. Aqidah dan Iman Dalam menjalankan bisnis yang syariah seseorang harus memiliki aqidah yang baik dan benar sesuai dengan perintah Allah. 2. BAB II PEMBAHASAN A. maka dari itu dalam bisnis syariah kejujuran juga diutamakan. Syariah Syariah dibutuhkan juga sebagai landasan pokok karena seorang pebisnis yang sukses juga harus memiliki syariah atau tau mengenai syariah islam yang baik dan benar. untuk menjalankan manajemen bisnis yang berdasarkan syariah Ada 3 landasan pokok akhlak yang baik menurut agama islam yang harus kita miliki 1. 2 .

3. sabar dan tidak seenaknya kepada para pesuruh atau pegawai. 3 . Ketiga landasan manajemen bisnis syariah diatas semoga dapat menjadi landasan kita dalam menjalankan atau mencari nafka dalam dunia bisnis. Akhlak mengapa landasan dasar manajemen bisnis syariah adalah akhlak karena dalam bisnis syariah? syariah kita harus meneladani akhlak-akhlak nabi dalam berbisnis. Karena Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan kepada umatnya berbisnis dengan jujur.

baik produk yang menjadi objek.B. cara perolehannya. mutu. Al-Hadist dan beberapa contoh yang dilakukan oleh para sahabat. Dari definisi yang dipaparkan maka dapat kita ketahui bahwa ruang l ingkup manajemen syariah sangatlah luas. dan masih banyak hal lagi yang belum tersebutkan. keuangan. Secara umum dapat dikatakan bahwa syariah menghendaki kegiatan ekonomi yang halal dilakukan tanpa paksaan (ridha). sumber daya alam. manajemen syariah juga menerapkan empat fungsi standar Layaknya manajemen konvensional. adil . Pengorganisaisan (organizing) Pengorganisasian adalah mengurutkan atau mengelompokan seseorang atau lebih dalam sebuah posisi kerja yang dianggap lebih berpotensi dari yang lainnya. Oleh sebab itu maka segala sesuatu langkah yang diambil dalam menjalankan manajemen tersebut harus berdasarkan aturan-aturan Allah yang tertuang dalam Al-Quran. diantaranya yaitu : 1. antar lain yaitu mencakup tentang pemasaran. produksi. sumber daya manusia. guna mendapatkan suatu efisiensi kerja. Perencanaan (planning) Perencanaan merupakan tatanan bagaimana target sebuah perusahaan atau organisasi bisa tercapai dengan melakukan beragai keputusan yang telah disepakati bersama. maupun cara penggunaannya. 2. 4 . Pengertian Manajemen Syariah manajemen syariah adalah suatu pengelolaan untuk memperoleh hasil optimal yang bermuara pada pencarian keridhaan Allah.

Prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan (murabahah) 4. manajemen syariah juga memiliki beberapa prinsip.3. antara lain : 1. Pembiayaan prinsip bagi hasil (mudharabah) 2. Selain memiliki empat fungsi standar. Pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank oleh pihak lain (ijarah waiqtina). Pembiayaan barang modal berdasarkan prinsip sewa murni tanpa pilihan (ijarah) 5. Pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal (musharakah) 3. 4. Pengarahan (actuating) menggunakan pengaruh memotivasi karyawan dalam mencapai sasaran organisasi.10 tahun 1998 tentang syariah yang menerangkan bahwa syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dengan pihak lainnya yang dinyatakan sesuai dengan prinsip syariah. 5 . Prinsip tersebut didasarkan pada UU No. Pengawasan (controlling) Sebuah proses kegiatan pemantauan untuk menyakinkan bahwa semua kegiatan organisasi terlaksana seperti yang direncanakan serta megkoreksi dan memperbaiki bila ditemukan adanya penyimpangan yang akan mengganggu pencapaian.

Manajemen Menurut Islam Manajemen menurut pandangan Islam merupakan manajemen yang adil. a. Nabi Muhammad SAW bahkan pernah bertransaksi bisnis dengan kaum Yahudi. manusia hanya mendapatkan amanah untuk mengelolanya. adalah kehendak bebas artinya manajemen Islam mempersilahkan umatnya untuk menumpahkan kreativitas dalam melakukan transaksi bisnisnya sepanjang memenuhi asas hukum ekonomi Islam. Bentuk penganiayaan yang dimaksudkan adalah mengurangi atau tidak memberikan hak bawahan dan memaksa bawahan untuk bekerja melebihi ketentuan. Salah satu kebiasaan Nabi adalah memberikan reward atas kreativitas dan prestasi yang ditunjukkan stafnya. yaitu halal. agama. d. Batasan adil adalah pimpinan tidak ''menganiaya'' bawahan dan bawahan tidak merugikan pimpinan maupun perusahaan yang ditempati. adil artinya segala keputusan menyangkut transaksi dengan lawan bisnis atau kesepakatan kerja harus dilandasi dengan akad saling setuju. Nabi Muhammad SAW mengelola (manage) dan mempertahankan (mantain) kerjasama dengan stafnya dalam waktu yang lama dan bukan hanya hubungan sesaat.C. 6 . c. atau pun ras. adalah menempatkan manusia bukan sebagai faktor produksi yang semata diperas tenaganya untuk mengejar target produksi. manajemen Islam juga tidak mengenal diskriminasi berdasarkan suku. tauhid artinya memandang bahwa segala aset dari transaksi bisnis yang terjadi di dunia adalah milik Allah. ada empat pilar etika manajemen bisnis menurut Islam seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. pertanggungjawaban artinya Semua keputusan seorang pimpinan harus dipertanggungjawabkan oleh yang bersangkutan. b. Nabi Muhammad SAW adalah seorang yang sangat terpercaya dalam menjalankan manajemen bisnisnya. Manajemen yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

sebagai suatu hak atau kepemilikan sesama manusia. sedangkan dalam hubungan manusia terhadap tuhannya. 1. Diterangkan dalam AI-Quran bahwa harta adalah sebuah obyek yang digunakan menguji manusia dan harta juga sebuah sarana untuk melaksanakan taqwa. Islam sangat menghargainya. Ada dua pandangan Islam dalam melihat harta.D. 2. manusia tidak mempunyai hak sama sekali. 7 . Merujuk pada dasar-dasar tersebut maka dalam manajemen syariah yang dititik beratkan pada bidang ekonomi tidak akan lepas dari kehati-hatian dalam menyikapi harta secara utuh tidak akan membuat orang saling menindas. Perbedaan Antara Manajemen Konvensional dan Syariah. Untuk memahami manajemen syariah ini harus terlebih dahulu mengetahui pandangan Islam tentang harta dan dasar-dasar sistem ekonominya.

organizing. Inilah beberapa contoh manajemen syariah yang dicontohkan para Nabi. jelas. aplikasi manajemen organisasi perusahaan hakikatnya adalah juga amal perbuatan SDM organisasi perusahaan yang bersangkutan. dengan persitiwa perselisihan yang terjadi pada putra-putranya sampai pada pembunuhan antara Habil dan Qabil karena ada pihak yang melanggar peraturan dalam memilih pasangan. Manajemen dalam organisasi bisnis (perusahaan) merupakan suatu proses aktivitas penentuan dan pencapaian tujuan bisnis melalui pelaksanaan empat fungsi dasar. aplikasi manajemen organisasi perusahaan hakikatnya adalah juga amal perbuatan SDM organisasi. dan argumentatif. Dimana ia merupakan pemimpin yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Dalam implementasi selanjutnya. Nabi Yusuf juga mencotohkan bagaimana ia seorang yang memiliki sifat hafidz dan alim. dan controlling dalam penggunaan sumber daya organisasi. Oleh karena itu. Dan terakhir manajemen yang dicontohkan Rasulullah dengan menempatkan orang pada posisi yang tepat (right man on the right place). nilai-nilai Manajemen Syariah dalam Perusahaan Lebih dalam bukunya Didin Hafidhuddin dan Hendri Tanjung mengelobarasi beberapa contoh manajemen yang dicontohkan oleh para Nabi. Implementasi nilai-nilai Islam berwujud pada difungsikannya Islam sebagai kaidah berfikir dan kaidah amal (tolak ukur perbuatan) dalam seluruh kegiatan organisasi. Ini bentuk manajemen dimana diterapkan sebuah aturan-aturan. Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail juga mencotohkan proses manajemen dimana perintah-perintah dari Allah yang sifatnya mutlak ia lakukan dengan proses-proses dialogis kepada pengikutnya supaya dijalankan dengan kesadaran. yaitu planning. Nabi Nuh yang melakukan dakwah dengan manajemen yang baik dimana ia lakukan dengan cara halus. Nabi Adam misalnya. dan bukan semata-mata pada kekuasaan. nilai- 8 . actuating. Oleh karena itu. Nilai-nilai Islam inilah sesungguhnya yang menjadi nilai-nilai utama organisasi. E. jika dilanggar maka akan menyebabkan sesuatu yang fatal. hikmah.

Tolak ukur syariah digunakan untuk membedakan aktivitas yang halal dan haram. dan syariah difungsikan sebagai asas atau landasan pola pikikr dan beraktivitas. termasuk dalam aktivitas bisnis. 9 . syariah tersebut harus menjadi pedoman dalam setiap aktivitas manusia. Oleh karena itu. syariah difungsikan sebagai tolak ukur kegiatan organisasi. Atas dasar nilai-nilai utama itu pula tolak ukur strategis bagi aktivitas perusahaan adalah syariah Islam itu sendiri. aqidah. syariah adalah aturan yang diturunkan Allah untuk manusia melalui lisan para Rasul-Nya. Aktivitas perusahaan apa pun bentuknya. sedangkan kaidah amal. pada hakikatnya adalah aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang akan selalu terikat dengan syariah. Hanya kegiatan yang halal saja yang dilakukan oleh seorang Muslim.nilai Islam ini akan menjadi payung strategis hingga taktis seluruh aktivitas organisasi sebagai kaidah berfikir. Sementara yang haram akan ditinggalkan semata-mata untuk menggapai keridhaan Allah.

Dan contoh-contoh dari Rasul juga para Sahabat. BAB III PENUTUP A. manajemen syariah juga menerapkan empat fungsi standar. Oleh karena itu segala bentuk tindakan dan keputusan yang di ambil harus berdasarkan pada aturan aturan Allah. Pengawasan (controlling) 10 . baik produk yang menjadi objek. Selain itu. Secara umum dapat dikatakan bahwa syariah menghendaki kegiatan ekonomi yang halal. Perencanaan (planning) 2. prinsip investasi syariah juga harus dilakukan tanpa paksaan (ridha). maupun cara penggunaannya. termasuk bebas manipulasi dan spekulasi. Pengarahan (actuating) 4. cara perolehannya. diantaranya yaitu : 1. Kesimpulan Manajemen Syari’ah adalah suatu kegiatan bisnis untuk mendapat hasil yang optimal dengan landasan hokum-hukum yang ditetapkan Allah SWT. adil dan transaksinya berpijak pada kegiatan produksi dan jasa yang tidak dilarang oleh Islam. Pengorganisaisan (organizing) 3.

B. 11 . tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya. untuk itu penyusun banyak berharap para pembaca memberikan kritik dan saran yang membangun untuk memperbaiki makalah ini. Penutup Demikian yang dapat saya paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini.