AKUNTANSI KEPERILAKUAN

“Aspek Keperilakuan pada Pengambilan Keputusan dan Para Pengambil Keputusan”

OLEH:
KELOMPOK 5

INTAN MAUDYSARI PUTRI B1C1 14 023

JUSRIN B1C1 14 030

MUHAMMAD ERVIN RUMONO B1C1 14 037

NINDI AFRIMAYANTI B1C1 14 041

ANDI FRISKA ANGGRAENI B1C1 15 009

HARNINGSIH B1C1 15 040

JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS
EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS HALUOLEO
KENDARI
2017

Puji syukur kami sampaikan pada Sumber dari segala Ilmu Pengetahuan. penulisan. Wb. Wb. Sang Maha Kuasa Allah SWT. baik dalam segi motivasi. Semoga Allah SWT memberikan balasan pahala atas amal yang telah diberikan kepada kami dan semoga makalah ini bermanfaat bagi kami khususnya dan masyarakat pada umumnya. Amiin Wassalamualaikum Wr. KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr. Mei 2017 Penyusun ii . Tak lupa shawalat serta salam kami curahkan pada Baginda Besar yang telah menyebarkan agama Islam yang sudah terbukti kebenaranya dan semakin terbukti kebenarannya Rasulullah Muhammad SAW. dan output dari penyelesaian makalah ini. yang telah memberikana kami nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Aspek Keperilakuan pada Pengambilan Keputusan dan Para Pengambil Keputusan” dalam bentuk yang sangat sederhana ini. oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun dimasa yang akan datang. Kendari. Kami menyadari bahwa makalah Akuntansi Keprilakuan ini masih jauh dari tingkat kempurnaan. Kami juga sangat berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu kami.

Tujuan Makalah 1 BAB II PEMBAHASAN A. Proses Pengambilan Keputusan 3 B. Latar Belakang 1 B. Pengambil Keputusan Organisasi 4 C. Peran Kepribadian dan Gaya Kognitif Dalam Pengambilan Keputusan 7 E. Peran Informasi Akuntansi Dalam Pengambilan Keputusan 7 BAB III PENUTUP Kesimpulan 6 DAFTAR PUSTAKA 7 iii . DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ii DAFTAR ISI iii BAB I PENDAHULUAN A. Rumusan Masalah 1 C. Pengambil Keputusan Oleh Pendatang Baru Vs oleh Pakar 6 D.

Karena menurut penulis sendiri faktor psikologis merupakan salah satu faktor internal dan mempunyai andil penting ketika opini atau pendapat dikeluarkan terkait dengan laporan keuangan. Akuntansi semakin diperlukan oleh semua sektor dan semua bidang.A. Apa peran informasi akuntansi dalam pengambilan keputusan? 1. bahkan memberi pendapat terhadap laporan keuangan ternyata tidak dapat dipungkiri. akuntansi sebagai suatu ilmu. mengetahui informasi. di era layar yang kita hadapi sekarang.1 Latar Belakang Akuntansi sebagai sistem. Bisa saja kondisi seorang individu sebelum menyatakan pendapatnya atas laporan keuangan berubah. 1.W tentang pentingnya pengelolaan keuangan dengan mengedepankan prinsip transparansi.2 Rumusan Masalah 1.3 Tujuan Umum Penyusunan makalah ini merupakan salah satu tugas kelompok dalam mata kuliah akuntansi keperilakuan. Sebuah sunnatullah yang diajarkan oleh Rasulullah S. Telah jauh sebelumnya di lukiskan di dalam Surah Al-Baqarah ayat 282 tentang wajibnya mengedepankan transparansi dalam setiap transaksi dan semakin jelas dengan pencatatan. Apa peran kepribadian dan gaya kognitif dalam pengambilan keputusan? 5. juga dipengaruhi oleh faktor sosilologis dan psikologis manusia. banyak kemudian manfaat yang kita dapatkan ketika membaca. Bagaimana proses pengambilan keputusan? 2. Dengan hanya melihat. Akuntansi mulai menyentuh aspek keperilakuan yaitu pada individu manusia itu sendiri menjadi tren positif di kalangan praktisi dan akademik di bidang akuntansi. Apa yang perlu diperhatikan dalam pengambilan keputusan organsisasi? 3. menelaah. semakin lama semakin luas saja bidang cakupan akuntansi. mendengar. BAB I PENDAHULUAN 1. Asumsi bahwa akuntansi bisa mempengaruhi bidang apapun mulai terlihat nyata pada perkembangannya di era globalisasi. Bagaimana pengambilan keputusan oleh pendatang baru vs oleh para pakar? 4. akuntansi sebagai suatu mitos. akuntansi sebagai seni pencatatan. dan membutuhkan informasi dari makalah 1 . Selain merupakan tugas kelompok.

Terlebih lagi dari makalah ini dapat memberikan informasi ke masyarakat pada umumnya. civitas akademika tentang adanya aspek keperilakuan yang turut mengambil andil penting dalam akuntansi. 2 .ini. dosen. Tujuan dari makalah ini adalah memberikan informasi seluas-luasnya kepada mahasiswa.

umpan balik secara periodik dan koreksi segera atas segala kesalahan yang terjadi mutlak diperlukan. Proses pengambilan keputusan dapat dijabarkan dalam langkah-langkah yang berurutan. Untuk menjamin efisiensi penerapannya. Motif kompleksitas menimbulkan keinginan akan suatu stimulus dan eksplorasi serta mengaktifkan pikiran sadar dan bawah sadar untuk mencari data baru dari ingatan atau lingkungan. 3 . keua-ngan. 2. tetapi keputusan akhir sering kali didasarkan pada pertimbangan politik dan psikologis daripada fakta-fakta ekonomi. Keinginan akan kompleksitas dan keragaman. pengambilan keputusan biasanya didefinisikan sebagai proses memilih di antara berbagai alternatif tindakan yang berdampak pada masa depan. Dua faktor penting dari proses pengambilan keputusan adalah kompleksitas dan prediksinya (pasti atau tidak pasti). Dalam tahap ini. sebanyak mungkin alternatif yang praktis diidentifikasikan dan dievaluasi. BAB II PEMBAHASAN A. dan operasi. Dua faktor penting dari motif kesadaran dalam konteks pengambilan keputusan. Pengenalan dan pendefinisian atas suatu masalah atau suatu peluang. Untuk mengenali dan mendefi-nisikan masalah atau peluang.  Motif Kesadaran Motif kesadaran sangat penting dalam proses pengambilan keputusan karena merupakan sumber dari proses berfikir. Keinginan akan kestabilan menegaskan adanya kemam-puan untuk memprediksikan. 3. para pengambil keputusan memerlukan informasi lingkungan. 4. yaitu: 1. kemudian menyeimbangkannya dan mengaturnya dengan motif. yaitu : 1. Walaupun tahap ini tampaknya rasional. Penerapan dan tindak lanjut. PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN  Definisi Dalam organisasi. Pemilihan alternatif yang optimal atau memuaskan. Kesuksesan atau kegagalan dari keputusan akhir bergantung pada efisi-ensi dari penerapannya. Pencarian atas tindakan alternatif dan kuantifikasi atas konsekuensinya. 2. Keinginan akan kestabilan atau kepastian. Fitur-fitur yang dapat dikuantifika-sikan akan berupa estimasi keuangan atas biaya dan manfaat yang berkaitan dengan setiap alternatif.

mengolah informasi.  Jenis-Jenis dari Model Proses 1. 3. Model Ekonomi. Model ini mengasumsikan bahwa manusia pada dasarnya adalah irasional dan keputu-san yang dihasilkan terutama didasarkan pada interaksi sosial. Model keputusan yang diprogram secara kompleks. organisasi mengembangkan “prosedur operasi standar” yang formal atau tidak formal untuk masalah-masalah yang berulang. Untuk mengatasi kelebihan beban dalam pengambilan keputusan. Schiff dan Lewin (1974) menambahkan slack organisasi ke alat-alat yang digunakan untuk menghindari ketidakpastian. Model tradisional mengasumsikan bahwa seluruh kegiatan dan keputusan manusia adalah rasional sempurna dan bahwa dalam suatu organisasi. membuat pilihan. Model ini didasarkan pada konsep Simon tentang manusia administrasi. Cyber dan March (1963) menemukan bahwa para pengambil keputu-san dalam organisasi sering kali menggunakan strategi yang kurang rumit ketika berhadapan dengan risiko dan ketidakpastian. para ahli psikologi telah mengembangkan empat jenis model keputusan: 1. B. Model Kepuasan Simon. 3. Model keputusan yang diprogram secara sederhana. Cyber dan March menggambarkan empat konsep dasar relasional sebagai inti dari pengambilan keputusan bisnis: 1. terdapat konsistensi antara beragam motif dan tujuan. 4. 2. Penghindaran Ketidakpastian. Model keputusan yang tidak diprogram secara sederhana. 2. 2. dan belajar. Teori keputusan klasik mengasumsikan bahwa konflik dapat diselesai-kan dengan menggunakan rasionalitas lokal. Model Sosial. Dengan menggunakan dimensi-dimensi kompleksitas dan kemampuan untuk membuat prediksi. Resolusi Semu dari Konflik. di mana manusia dipandang sebagai rasional karena mereka mempunyai kemampuan untuk berpikir. 4 . Model keputusan yang tidak diprogram diprogram secara kompleks. PENGAMBIL KEPUTUSAN ORGANISASI  Perusahaan sebagai Unit Pengambilan Keputusan Suatu perusahaan dapat dianggap sebagai unit pengambilan keputusan yang serupa dalam banyak hal dengan seorang individu.

tingkat kesulitan dari penerimaan anggota baru ke dalam kelompok. serta untuk mencapai keputusan yang valid bisa diperlemah oleh dua fenomena perilaku. yaitu: fenomena pemikiran kelompok.  Manusia  Para Pengambil Keputusan Organisasional Penting untuk diingat bahwa manusia. Menurut Cybert dan March pencarian masalah didefinisikan sebagai proses menemukan suatu solusi atas suatu masalah tertentu atau sebagai suatu cara untuk bereaksi terhadap suatu peluang.  Kekuatan dan Kelemahan Individu sebagai Pengambil Keputusan Manusia merupakan makhluk yang rasional karena mereka memiliki kapasitas untuk berpikir. dan belajar. dan sejarah keberhasilan dan kegagalan di masa lalu. dan fenomena pergeseran yang berisiko (dampak diskusi kelompok). mendefinisikan. Pencarian Masalah. dan menilai alternatif secara kritis. Walaupun organisasi tidak mengalami proses pembelajaran seperti yang dialami oleh individu. yang mengenali dan mendefinisikan masalah atau peluang dan yang mencari tindakan alternatif. 4.  Peran Kelompok sebagai Pembuat Keputusan dan Pemecah Masalah Kelompok dianggap sebagai faktor yang menyebabkan ide-ide diinvestigasi dengan lebih teliti dan meningkatnya kemungkinan bahwa keputusan tersebut akan dapat diterapkan dengan efektif.  Kesatuan Kelompok Kesatuan kelompok didefinisikan sebagai tingkat dimana anggota-anggota kelompok tertarik satu sama lain dan memiliki tujuan kelompok yang sama. Manusialah yang memilih kriteria pengam-bilan keputusan. Tingkat kesatuan kelompok dipengaruhi oleh jumlah waktu yang dihabiskan bersama oleh para anggota kelompok. organisasi memperlihatkan perilaku adaptif dari karyawannya. memilih alternatif yang optimal. 3. Faktor lainnya yang juga 5 . Pembelajaran organisasional. memilih. ancaman eksternal yang mungkin. dan menerapkanya. Kemam-puan kelompok untuk menganalisis masalah. Tetapi rasionalitas manusia adalah sangat terbatas karena mereka hampir tidak pernah memperoleh informasi yang penuh dan hanya mampu memproses informasi yang tersedia secara berurutan. ukuran kelompok. dan bukannya organisasi.

lebih membatasi partisipasi dalam proses pengambilan keputusan hanya pada relatif sedikit anggota. PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH PENDATANG BARU VS OLEH PAKAR Studi atas sikap pengambilan keputusan secara keseluruhan menunjukkan bahwa pendatang baru mengumpulkan data tanpa melakukan diskriminasi dan menunggu 6 . Atasan mempunyai akses terhadap informasi yang berbeda. konsensus hanya bisa dicapai setelah pertimbangan yang matang serta evaluasi yang kritis atas lebih atau kurangnya. Kualitas dari pilihan keputusan akan sangat bergantung bagaimana atasan menangani kontroversi tersebut.  Pengaruh Dasar Kekuasaan Dalam situasi pengambilan keputusan. seseorang mampu memengaruhi hasil keputusan karena we-wenang atau kekuasaan yang diberikan oleh organisasi. sehingga memiliki pendapat yang berbeda pula dibandingkan dengan bawahannya. kekuasaan sumber daya. dan lebih menyukai aturan mayoritas.  Dampak dari Tekanan Waktu Tekanan waktu menyebabkan para anggota kelompok menjadi lebih sering setuju guna mencapai konsensus kelompok. Pengambilan keputusan dengan konsensus membutuhkan lebih banyak waktu dibandingkan dengan penambilan keputusan dengan pengaturan mayoritas. kontroversi tidak bisa di-hindarkan. lebih kurang menuntut dan lebih bersifat mendamaikan dalam situasi tawar-menawar. kekuasaan keahlian.  Kontroversi yang Disebabkan oleh Hubungan Atasan  Bawahan Ketika kelompok pengambilan keputusan terdiri atas atasan dan bawahan. mempengaruhi kesatuan kelompok secara mengun-tungkan adalah riwayat dari kelompok itu.” Dalam kebanyakan situasi.  Pengambilan Keputusan dengan Konsensus vs Aturan Mayoritas Konsensus dalam konteks pengambilan keputusan didefinisikan oleh Holder (1972) sebagai “kesepakatan semua anggota kelompok dalam pilihan keputusan. atau kekuasaan politik. C. Elemen kekuasaan yang paling sering disebutkan adalah kekuasaan posisi.

Sebaliknya. 2. Para pakar lebih banyak mengandalkan aturan-aturan yang diperoleh berdasarkan pengalaman dibandingkan dengan para pendatang baru dan mereka juga menguji data dari lebih banyak tahun. Dalam suatu situasi pengambilan keputusan. para pendatang baru menghubungkan pengamatan dan temuan yang menjelaskan satu sama lain dan mengabaikan yang tidak. keputusan manajemen memengaruhi kejadian atau tindakan masa depan. D. menyimpan. Integrasi melibatkan pengelompokan atas pengamatan. para pakar menempatkan penekanan khusus pada kontradiksi yang potensial dalam pengamatan dan temuan sebagai alat untuk mendeteksi masalah yang mendasari. Pertimbangan yang digunakan di sepanjang proses pengambilan keputusan tampak lebih jelas dalam formulasi hipotesis. sedangkan informasi akuntansi memfokuskan pada peristiwa-peristiwa di masa lalu tidak dengan sendirinya dapat mengubah kejadian atau dampaknya kecuali jika hal itu dilakukan melalui proses pengambilan keputusan dengan mana kejadian 7 . mereka secara teratur meringkas data tersebut dan memformulasikan hipotesis. hanya informasi yang terlihat sangat relevan dengan tugas keputusan itu yang harus dilaksanakan. Pertimbangan. E. Integrasi Pengamatan dan Temuan. PERAN INFORMASI AKUNTANSI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN Secara definisi. kepribadian dan gaya kognitif saling berinteraksi dan memengaruhi (menambah atau mengurangi) dampak dari informasi akuntansi. untuk melihat apa yang akan terjadi. serta meneruskan informasi. sementara gaya kognitif mengacu pada cara atau metode dengan mana seseorang menerima. Sebaliknya. dan dalam penyusunan ringkasan temuan. Kepribadian mengacu pada sikap atau keyakinan individu. Pengujian Informasi. pengembangan petunjuk dalam formulasi keputusan akhir. Ketika mengintegrasikan pengamatan dan temuan. yaitu: 1. baik berdasarkan hubungan sebab akibat atau berdasarkan komponen fungsional dari perusahaan. peneliti membagi tugas analisis keuangan tersebut ke dalam tiga komponen. para pakar mengumpulkan data secara diskriminatif guna menindaklanjuti observasi tertentu. memproses. Pengujian didefinisikan sebagai kegiatan menganalisis informasi yang disajikan dan menyeleksi untuk dipertimbangkan lebih lanjut. PERAN KEPRIBADIAN DAN GAYA KOGNITIF DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN Perbedaan psikologis individu dapat dibagi menjadi dua kategori: kepribadian dan gaya kognitif. Untuk menggambarkan perbedaan dalam penggunaan data. 3.

Input tersebut dapat bersifat keuangan. Karena pengambilan keputusan dan informasi mengenai hasil kinerja akuntansi fokus pada periode waktu yang berbeda. karena informasi akuntansi hanya mencerminkan biaya dan pendapatan yang berkaitan dengan operasi sekarang. Mereka yang berada di luar perusahaan yang membuat keputusan mengenai perusahaan tersebut yang dapat memengaruhi lingkungan dan operasinya. tetapi yang tidak memiliki kendali langsung atas operasi perusahaan atau aktivitas apapun yang dilakukannya.  Hipotesis Keperilakuan dari Dampak Data Akuntansi Informasi akuntansi adalah salah satu input dalam model pengambilan keputusan. 3.masa depan beserta konsekuensinya ditentukan. maka keduanya hanya dihubungkan oleh fakta bahwa proses pengambilan keputusan menggunakan data akuntansi tertentu yang dimodifikasi selain informasi nonkeuangan. Bruns (1981) mengelompokkan pengambil keputusan ke dalam tiga kelompok: 1. Dan kelihatannya para pengambil keputusan lebih memilih informasi eksternal jika informasi tersebut langsung tersedia dan tidak begitu mahal dibandingkan dengan data akuntansi yang dikembangkan secara internal. Para pembuat keputusan dalam perusahaan yang mengambil keputusan mengenai operasi dan sistem akuntansi digunakan untuk menyusun laporan (manajemen puncak).  Data Akuntansi sebagai Stimuli dalam Pengenalan Masalah Akuntansi dapat berfungsi sebagai stimuli dalam pengenalan masalah melalui pelaporan deviasi kinerja aktual dari sasaran standar atau anggaran atau melalui pemberian informasi kepada manajer bahwa mereka gagal untuk mencapai target output atau laba yang ditentukan sebelumnya. Para pengambil keputusan dalam perusahaan yang hanya dapat membuat keputusan mengenai operasi saja (manajer operasi). nonkeuangan. atau bahkan tidak dapat dikuantifikasi. 2.  Dampak Data Akuntansi dalam Pilihan Keputusan Informasi akuntansi memainkan peran yang lebih penting dalam keputusan jangka pendek di-bandingkan dalam keputusan yang melibatkan konsekuensi jangka panjang. 8 .

 Fiksasi Fungsional Sebagai suatu atribut dari pengambilan keputusan. maka kecil kemungkinannya bahwa tidak terdapat umpan balik sama sekali. fiksasi fungsional bervariasi tingkatnya dari situasi yang satu ke situasi yang lain namun tidak pernah tidak ada sama sekali. yaitu: umpan balik dan fiksasi fungsional. Para peneliti lain mempelajari pertanyaan-pertanyaan mengenai bagaimana para pengambil keputu-san menyesuaikan terhadap perubahan dalam metode dan terminologi akuntansi. Jika seseorang mengabaikan dampak jangka pendek yang mungkin akibat selang waktu antara perubahan dan indikasinya. 9 . maka pengambil keputusan harus menerima informasi me-ngenai perubahan tersebut atau memiliki umpan balik tidak langsung mengenai perubahan tersebut.  Umpan Balik Untuk memahami perubahan dalam metode atau istilah akuntansi dan untuk menyesuaikan aturan pengambilan keputusan sesuai dengan itu. Mereka menemukan bahwa ada dua faktor yang menentukan tingkat penyesuaian.

Sedangkan pihak eksternal. Awal perkembangan riset akuntansi keperilakuan menekankan pada aspek akuntansi manajemen khususnya penganggaran (budgeting). Untuk itulah mengapa sebelum melakukan riset. Tujuan informasi tersebut adalah memberikan petunjuk dalam memilih tindakan yang paling baik untuk mengalokasikan sumber daya yang langka pada aktifitas bisnis dan ekonomi. Ada beberapa hal yang wajib untuk diperhatikan. Melakukan riset bukanlah hal yang mudah. Ini karena dalam melakukan sebuah riset. pemilihan dan penetapan suatu keputusan bisnis juga melibatkan aspek-aspek keperilakuan dari para pengambil keputusan. Masalah-masalah etika yang dihadapi riset keperilakuan di antaranya adalah sebagai berikut. agar dapat memberikan informasi yang dibutuhkan oleh penggunanya. akuntansi tidak dapat dilepaskan dari aspek perilaku manusia serta kebutuhan organisasi akan informasi yang dapat dihasilkan oleh akuntansi. Akhirnya. pemakaian laporan keuangan oleh pihak internal dimaksudkan untk melakukan serangkaian evaluasi kinerja. Namun. Sebagaimana dibahas sebelumnya. system informasi akuntansi. Dan dalam penyusunannya pun juga tidak sembarangan. dan audit. namun domain dalam hal ini terus berkembang dan bergeser kearah akuntansi keuangan. Butuh tahapan-tahapan panjang hingga akhirnya terwujudlah suatu hasil riset yang baik. akuntansi bukanlah suatu yang statis. banyak pihak yang terlibat dan etika riset digunakan sebagai pedoman peneliti dalam bertindak terutama dengan orang lain yang notabene adalah subjek penelitian. sama seperti pihak internal. 10 . BAB III PENUTUP KESIMPULAN Akuntansi merupakan suatu system untuk menghasilkan informasi keuangan yang digunakan oleh para pemakainya dalam proses pengambilan keputusan bisnis. Pihak pemakai laporan keuangan dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu pemakai internal (internal users) dan pemakai eksternal (external users). tetapi akan selalu berkembang sepanjang waktu seiring dengan perkembangan linkungan akuntansi. terlebih dahulu dimengerti tentang apa itu etika riset. Dengan demikian. tetapi mereka lebih berfokus pada jumlah investasi yang mereka lakukan dalam orgnisasi tersebut.

Jakarta: Salemba Empat.id/2013/07/makalah-akuntansi-keperilakuan. DAFTAR PUSTAKA Lubis. Akuntansi Keperilakuan. http://thequeenparadise.co. Edisi 2.id/2015/05/aspek-keperilakuan-pada- pengambilan.html http://mohamad-khaidir.html 11 . 2010. Arfan Ikhsan.blogspot.co.blogspot.