BAB I

PENDAHULUAN

A. Gambaran Umum Penyakit

Tumor buli-buli adalah tumor yang yang didapatkan dalam buli-buli
(kandung kemih). Karsinoma buli-buli merupakan tumor superficial.
Tumor ini lama kelamaan dapat mengadakan infiltrasi ke lamina
phopria, otot dan lemak perivesika yang kemudian menyebar langsung
ke jaringan sekitar (Basuki B. Purnomo, 2000).Carsinoma sel skuamosa
gross hematuria tanpa rasa sakit yaitu keluar air kencing warna merah
secara terus menerus (ilmu keperawatan, 2007).Tumor buli-buli adalah
tumor yang didapatkan dalam buli-buli atau kandung kemih (ilmu bedah,
2008). Tumor bulu-buli adalah tumor buli-buli yang dapat berbentuk
papiler, tumor non invasif (insitur), noduler (infiltratif) atau campuran
antara bentuk papiler dan infiltratif.Dapat disimpulkan bahwa tumor buli-
buli adalah tumor yang didapatkan pada buli-buli atau kandung kemih
yang akan terjadi gross hematuria tanpa rasa sakit yaitu keluar air
kencing warna merah terus.

B. Data Dasar Pasien
1. Identitas Pasien
Nama : Tn.Al
Umur : 47 tahun

1
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Alamat : Palu
No. Register : 0795324
Tanggal MRS : 28 maret 2017
Tanggal Observasi : 6 April 2017
Diagnosa Medis : Tumor buli-buli
Ruang Perawatan : Lontara 2 Bawah (Urologi)
Kamar 12 Bed 3.
2. Data Subyektif
a. Keluhan Utama
Pasien mengalami keluhan nyeri saat berkemih yang dialaminya
sejak 1 bulan yang lalu sebelum masuk RSUP.Wahidin Sudirohusodo
b. Riwayat Penyakit Sekarang
Tumor buli buli,Batu ginjal
c. Riwayat Penyakit Dahulu

1 tahun yang lalu pasien menderita penyakit ISK ( Infeksi sal

d. Riwayat Penyakit Keluarga
Tidak ada riwayat penyakit yang sama dalam keluarga.
e. Kebiasaan Makan
1. Pola makan anak setiap harinya 3x sehari
2. Hanya suka mengkonsusmsi lauk hewani seperti ikan 3x sehari
3. Mengkonsumsi sayuran dan buah tertentu seperti sayuran hijau
bayam dan buah apel dan pepaya,pisang. Terdapat alergi pada
telur ayam ras .
f. Sosial Ekonomi
Pasien bekerja sebagai sopir mobil dengan penghasilan yang tidak
menetap (Rp.500.000-1000.000). Pasien tinggal bersama istrinya
dan mempunyai 6 anak
g. Skrining Gizi
1. Antropometri
BB = 60 kg
TB = 160 cm
Status Gizi:

BB = 60 kg
TB = 160 cm

2
Status gizi berdasarkan IMT :
IMT = BB/TB2
= 60/1,602
= 23 kg/m2
(Normal)

2. Pemeriksaann Fisik/Klinis
Tabel 1. Hasil Pemeriksaan Fisik/Klinis
Jenis Hasil
Nilai Normal Ket.
Pemeriksaan Pemeriksaan
Fisik
Keadaan umum Lemah
BAB Biasa kuning
BAK Lancar

Klinis
Suhu 36,5oC 36 - 37 oC N
Nadi 76x/menit 80-90 x/menit
pernapasan 20x/menit 20-30x/menit N

Sumber : Data Objektif, April 2017

3. Pemeriksaann laboratorium

3
Tabel 1. Hasil laboratorium
Jenis Hasil
Nilai normal ket
pemeriksaan pemeriksaan
GDS 189 mm/Hg 80-144 ↑
SGOT 32 >37 Normal
SGPT 23 >42 Normal
UREUM 31 10-50 Normal
Kreatinin 1,93 <1,5 ↑
Hb 15 13-16 gr/dL Normal

4. Riwayat Makan
Makanan yang Dimakan Sebelum Intervensi
Tabel 2. Daftar Hasil Recall 24 Jam Asupan Sebelum Intervensi

Waktu Banyaknya
Menu Bahan Makanan
Makan URT Gram
Pagi Nasi Beras giling 1 gls 50
Ayam gr bb Ayam
(07.00) 60
Kecap ½ ptg
bali
minyak kelapa 2.5
labu siam
Cah labu siam ½ sdm 5
minyak kelapa
apel 50
Apel ½ sdm
beras giling
Nasi 3
ayam
Opor ayam 1/2 gls
10.00 santan 50
minyak kelapa
100
tempe ½ sdm
Tempe
Siang tepung terigu 50
mendoan minyak kelapa ½ bh
(12.00) 30
kacang panjang
Urapan kangkung 5
toge 1 gls
50
daging kelapa
gula aren 5

4
(Malam) jeruk manis ½ ptg 3
Jeruk beras giling
19.00 25
Nasi ikan kakap ½ gls
Kakap gr minyak kelapa 30
tahu
balado ½ ptg 25
minyak kelapa
Oseng tahu
kecap 15
labu wuluh 1 gls
5
santan
Gulai sayuran 2 sdm
Pisang ambon 50
Pisang ambon ½ sdm 50

1/3 gls
3
½ gls 50
3
1 sdm
2
3 sdm 50
2
1 sdm
100
1 bh

1 /2 gls

1 ptg

3 sdt

Sumber : Data Subjektif, April 2017

Asupan Zat Gizi Sehari Sebelum Intervensi
Tabel 3. Asupan Zat Gizi Sebelum Intervensi

5
Energi Protein Lemak KH

1868.6 41.1 8.9 361.8
Asupan

1.379 34 22 258
Kebutuhan

%Kecukupan 135% 120% 40% 140%

Sumber : Data Subjektif, April 2017

BAB II
PENENTUAN MASALAH GIZI

A. Diagnosa Gizi
Domain klinik
Tabel 4.1 Distribusi Diagnosis Gizi Berdasarkan Domain Clinik.

No Diagnosis Etiologi Sign / Simpton
1 Perubahan nilai Gangguan fungsi kreatinin 1,93
laboratorium ginjal mg/dl ↑

(NC-2.2) perubahan nilai laboratorium yang berkaitan dengan
gangguan fungsi ginjal yang ditandai dengan:
kreatinin 1,93 mg/dl ↑

B. Diagnosis Medis

Tumor buli-buli,batu ginjal

6
BAB III
RENCANA TERAPI DIIT
A. Rencana Asuhan Gizi
1. Jenis Diit
Makanan biasa
2. Tujuan Diit

a. Mempertahankan berat badan normal

b. Mencegah atau memperlambat terbentuknya kembali batu ginjal

c. Memberikan diet sesuai dengan komponen utama batu ginjal
3. Syarat Diit

a. Energi diberikan sesuai kebutuhan.
b. Protein sedang, Yaitu 10-15% dari kebutuhan energi total.
c. Lemak sedang,yaitu 15-25% dari kebutuhan energi total
d. Karbohidrat sisa dari kebutuhan energi total
.
4. Perencanaan Kebutuhan Energi dan Zat Gizi
a. Kebutuhan kalori

Kebutuhan energi:
Harris benedict :
BEE = 66 + (13,75 x BB ) + (5 x TB) – (6,8 x U)

7
= 66 + (13,75 x 60) + (6 x160) – (6,8 x 47)
= 66 + (825) + (800) - (319)
=1.373 kkal
TEE = BEE x FA x FS
=1. 373 x 1,005 x 1,3
=1 .485 Kkal/hr

Protein = 10% x 1.379
4
= 37 gr/hr

Lemak = 15% x 1.379
9
=24gr/hr

KH = 64.8% x 2590
4

= 419.5 gr/hr

5. Rencana Edukasi dan Konsultasi Gizi
Tujuan :
a. Memahami tentang keadaan pasien yang berhubungan dengan
penyakit yang dideritanya.
b. Mengerti tentang makanan yang boleh dikonsumsi dan makanan
yang dibatasi.

c. Dapat menjalankan diit yang dianjurkan dengan benar.

8
Sasaran : Pasien Dan Keluarga
Tempat : Lontara 2 Bawah (Urologi)
Kamar 12 Bed 3.
Metode : Penyuluhan Individu
Alat bantu : Leaflet Diit makanan biasa
Waktu : 10-15 menit
Materi :
a. Gambaran umum penyakit yang diderita.
b. Anjuran makan sesuai dengan diit yang telah dibuat.
c. Bahan makanan yang boleh dan yang dibatasi.
Evaluasi :
Menanyakan kembali materi yang telah diberikan.
6. Monitoring dan Evaluasi
a. Data Antropometri.
b. Perubahan data pemeriksaan fisik / klinik.
c. Dietary asupan.
d. Kepatuhan terhadap diet yang diberikan.

A. Implementasi Asuhan Gizi

1. Diit Pasien
Diit yang diberikan adalah diet makanan biasa yang bertujuan
untuk mempercepat penyembuhan pasien dan mempertahankan status
gizinya.

2. Susunan Menu
Perencanaan menu sehari untuk pasien adalah sebagai berikut:
Pagi : nasi puti, semur ayam,oseng kangkung.
Selingan : jua keruk
Siang : nasi putih, telur bumbu sate, sayur asem.
Malam : nasi putih, kakap goreng acar kuning,sayur sup kacang
merah

9
3. Distribusi Makanan Sehari
Tabel 5. Perencanaan Menu Sehari Pasien

Waktu Banyaknya
Menu Bahan Makanan
Makan URT Gram
Pagi Nasi Beras giling 1 gls 100
Semur ayam Ayam
(07.00) 30
Minyak kelapa ½ ptg
Kecap 3
Oseng kangkung
½ sdm 2
minyak kelapa
kangkung
jeruk manis 40
Jus jeruk ½ sdm
gula pasir
3
Beras giling
Nasi 1/2 gls
10.00 Telur ayam ras 50
telur bb sate
Kacang tanah
5
Kecap ½ sdm
Siang Gula aren 100
Beras giling ½ bh
(12.00) nasi 30
Ikan kakap
kakap goreng
minyak kelapa 5
bb kuning kacang merah ½ sdm
2
sup kacang
minyak kelapa ½ gls 6
merah
(Malam) 100
½ ptg
19.00 40
3 sdm 3
50
1 sdm

½ sdt
1 gls

10
½ ptg

½ sdt

3 sdm

Sumber : Data Sekunder Terolah, april 2017

Menu tersebut di atas mengandung Energi = 1582.8 kkal/hr (95%),
Protein = 40.1 gr/hr (108%), Lemak = 27.7 gr/hr (107%), Karbohidrat =
274,3 gr/hr (98%).
BAB IV

TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan tentang tumor buli buli
1. Defenisi

Tumor buli-buli adalah tumor yang yang didapatkan dalam buli-buli
(kandung kemih). Karsinoma buli-buli merupakan tumor superficial. Tumor
ini lama kelamaan dapat mengadakan infiltrasi ke lamina phopria, otot dan
lemak perivesika yang kemudian menyebar langsung ke jaringan sekitar
(Basuki B. Purnomo, 2000). Carsinoma sel skuamosa gross hematuria
tanpa rasa sakit yaitu keluar air kencing warna merah secara terus
menerus (ilmu keperawatan, 2007) Tumor buli-buli adalah tumor yang
didapatkan dalam buli-buli atau kandung kemih (ilmu bedah, 2008). Tumor
bulu-buli adalah tumor buli-buli yang dapat berbentuk papiler, tumor non
invasif (insitur), noduler (infiltratif) atau campuran antara bentuk papiler
dan infiltratif. Dapat disimpulkan bahwa tumor buli-buli adalah tumor yang
didapatkan pada buli-buli atau kandung kemih yang akan terjadi gross
hematuria tanpa rasa sakit yaitu keluar air kencing warna merah terus.

2. Etiologi

11
a. Pekerjaan : pekerja dipabrik kimia, laboratorium (senyawa
amin aromatik)
b. Perokok : rokok mengandung amin aromatik dan nitrosamin.
c. Infeksi saluran kemih : Escherichia Coli dan proteus yang
menghasilkan karsinogen.
d. Kopi : pemanis buatan dan obat-obatan, untuk pemakaian
jangka panjang dapat meningkatkan resiko karsinoma buli-buli.

3. Manifestasi klinik
a. Kencing campur darah yang intermitten
b. Merasa panas waktu kencing
c. Merasa ingin kencing
d. Sering kencing terutama malam hari dan pada fase selanjutnya
sukar kencing
e. Nyeri suprapubik yang konstan
f. Panas badan dan merasa lemah
g. Nyeri pinggang karena tekenan saraf
h. Nyeri pada satu sisi karena hydronephrosis

4. Penatalaksanaan asuhan gizi
penatalaksanaan diet pada tumor buli buli adalah:

a. Mencapai dan mempertahankan status gizi optimal.
b. Memberikan makanan yang seimbang sesuai dengan keadaan
penyakit serta daya terima pasien.
c. Mengurangi rasa mual, muntah dan diare.
d. Mengupayakan perubahan sikap dan perilaku sehat terhadap
makanan oleh pasien dan keluarganya.

12
B. Tinjauan tentang diit tumor buli buli
1. Gambaran Umum Diit
Diit makan biasa (MB) adalah makanan yang diberikan kepada
pasien yang berdasarkan penyakit dan tidak memerlukan diet
khusus.walau tidak ada pantangannya secara khusus ,makanan
sebaiknya diberikan dalam bentuk mudah dicerna dan tidak
merangsang saluran pencernaan
2. Indikasi Pemberian
Pemberian diet makanan biasa diberikan pada pasien :

Diberikan kepada pasien yang tidak memerlukan diet khusus yang
berhubungan dengan penyakit

13
BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. MONITORING
1. Monitoring Diet Pasien

Pasien masuk kerumah sakit pada tanggal 06 April 2017 dengan
keluhan saat berkemih. Hasil monitoring pasien menunjukkan bahwa selama
dirawat inap di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, pasien diberikan
diet makanan biasa dengan konsistensi biasa setelah intervensi tetap
diberikan diet makanan biasa. Pada intervensi hari pertama keluhan nyeri
saat berkemih. Pada intervensi hari kedua keluhan nyeri saat berkemih
kanan tetap masih adaTabel . Asupan makanan pasien sebelum intervensi

Tabel 9 .asupan sebelum intervensi.

Hari/tanggal Asupan zat gizi
Uraian
E P L KH
Asupan 1599.9 55.5 26 217,7
Senin 07
Kebutuha
April 2017 1.438.9 40 30.8 215.2
n
% asupan 101% 95% 108% 94%
Sumber: Data primer Terolah, April 2017
Dari hasil recall sebelum intervensi. asupan intake makanan dan
minuman oral baik berkaitan dengan Asupan baik, ditandai dengan hasil
recall 24 jam : energi 101%, protein 95%, lemak 108% dan karbohidrat 94%.

14
Selama dilakukannya intervensi asupan pasien meningkat, dilihat dari hasil
recall 24 jam sebagai berikut :

Tabel 10. asupan pasien selama intervensi

Hari/tangga Asupan zat gizi
Uraian
l E P L KH
Asupan 1438.9 40 30.8 215.2
Selasa
18 april 2017
Kebutuhan 1.486 37 24 278
% Asupan 98% 91% 116% 89%
1.409.
Asupan 41.9 38.9 203.5
rabu, 1
19 april 2017 Kebutuhan 1.486 37 24 278
% Asupan 99% 102% 124% 88%
Asupan 1380.1 55.7 30.8 185.6
Kamis,
20 april 2017
Kebutuhan 1.486 37 24 278
% Asupan 96% 108% 93% 89%
Sumber : Data Primer Terolah, April 2017

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa asupan energi pada
hari pertama sebesar 101%, protein 95%, lemak 26%, dan karbohidrat
94%. Asupan energi pada hari kedua mengalami penurunan menjadi
energi 98%,meskipun menurun tetapi sudah memenuhi kebutuhan
standar. Protein menurun menjadi 91%, Lemak meningkat menjadi 116%,
meskipun meningkat tetapi belum memenuhi kebutuhan standar dan
karbohidrat menurun menjadi 89%, Asupan energi pada hari ketiga
menurun menjadi 96%. Protein meningkat menjadi 108%, telah
memenuhi kebutuhan standar. Lemak meningkat menjadi 93%, belum
memenuhi kebutuhan standar dan karbohidrat menurun 89 %, karena
tidak menghabiskan makanan rumah sakit.

15
Monitoring Pengukuran Antropometri

Tabel 11. Perkembangan Data Antropometri Pasien
17 April 18 April 19 April 20 April
PARAMETER
2017 2017 2017 2017
BB 60kg 60kg 60kg 60kg
TB 160cm 160cm 160cm 160cm
IMT 23 kg/m2 23 kg/m2 23 kg/m2 23 kg/m2
Status Gizi Gizi baik Gizi baik Gizi baik Gizi baik
Sumber : Data Primer Terolah, April 2017

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa hasil monitoring
pengukuran antropometri sebelum intervensi 23 kg/m2 (gizi baik) dan
setelah intervensi 23 kg/m2 (gizi baik),hasil tersebut i menandakan
bahwa status gizi pasien tidak mengalami perubahan.

2. Monitoring Pemeriksaan Fisik/Klinik
Tabel 12. Hasil Monitoring Pemeriksaan Fisik/Klinik
Hasil
Jenis Pemeriksaan Nilai Normal Ket.
Pemeriksaan
(17/04/17)
Tekanan Darah 129/80 mmHg 120/80 mmHg N
Nadi 87x/menit 70 – 140 x/menit N
Pernapasan 20x/menit 18 – 20 x/menit N
Suhu 36,oC 36 - 37 oC N
(18/04/17)
Tekanan Darah 120/60 mmHg 120/80 mmHg N
Nadi 90x/menit 70 – 140 x/menit N
Pernapasan 30x/menit 18 – 20 x/menit N
Suhu 36,1oC 36 - 37 oC N

16
(19/04/17)
Tekanan Darah 120/60 mmHg 120/80 mmHg N
Nadi 110x/menit 70 – 140 x/menit N
Pernapasan 30x/menit 18 – 20 x/menit N
o
Suhu 36.1 C 36 - 37 oC N
(20/04/17)
Tekanan Darah 110/80 mmHg 120/80 mmHg N
Nadi 80x/menit 70 – 140 x/menit N
Pernapasan 18x/menit 18 – 20 x/menit N
o
Suhu 36 C 36 - 37 oC N
Sumber : Data Sekunder Terolah, April 2017

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa hasil monitoring
mengenai perkembangan pemeriksaan fisik/klinis pasien sebelum
intervensi pasien dalam keadaan sadar, KU sadar, TD 120/80 mmHg,
Suhu 36,0C, Nadi 76x/menit, Pernapasan 20x/menit setelah intervensi
terakhir KU baik, TD 120/60 mmHg, Suhu 36.10C, Nadi 110x/menit,
Pernapasan 30 x/menit.
3. Monitoring Pemeriksaan Laboratorium
Tabel 13. Hasil Monitoring Pemeriksaan Laboratorium

Hasil pemeriksaan
Pemeriksaan
19/04/201 20 April
Laboratorium 17/04/2017 18/04/2017
7 2017
Ureum 118 mg/dl 118mg/dl 117 mg/dl 117 mg/dl
Kreatinin 7,62 mg/dl 7,62 mg/dl 7,59 mg/dl 7,59 mg/dl
GDS 189 189 189 189
SGOT 32 32 32 32
SGPT 23 23 23 23
Hb 15 15 15 15
Sumber : Data Sekunder Terolah, April 2017

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa hasil pemeriksaan
laboratorium sebelum dan setelah intervensi mengalami perubahan.

17
B. Hasil Motivasi Diet Pasien
1. Perkembangan Pengatuhan Gizi
Pasien sebelumnya telah mendapatkan edukasi mengenai diet
makanan biasa konsistensi biasa, tetapi pasien belum terlalu paham,
sehingga diberikan kembali edukasi tentang penyakit dan diet yang diberikan.
Edukasi yang diberikan pada pasien dan keluarga yaitu penjelasan mengenai
diet makanan biasa konsistensi biasa, meningkatkan asupan zat gizi protein
memberikan informasi tentang makanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan
serta makanan yang dibatasi dan manfaat makanan dalam proses
penyembuhan.
Hasil yang kami peroleh adalah pasien mampu menerima edukasi
yang kami berikan, hal tersebut terlihat dari antusias pasien memberikan
tanggapan serta pertanyaan-pertanyaan sebagai feedback dan motivasi yang
kami berikan. Secara umum anak pasien dapat memahami dan menjalankan
diet sesuai edukasi dengan anjuran dan arahan yang diberikan.

2.Sikap dan perilaku pasien terhadap diet
Sikap dan perilaku pasien terhadap diet yang diberikan dapat dilihat
dengan kurangnya asupan perhari. Hal tersebut menunjukkan pasien belum
bisa patuh terhadap diet, yang diberikan meskipun demikian, dukungan tetap
memberikan dengan menganjurkan makan sedikit demi sedikit tetapi sedikit,
agar pasien tetap belajar untuk memenuhi diet.
C. Evaluasi Status Gizi
Selama intervensi tidak terjadi perubahan status gizi, BB sebelumnya
42 kg dan selama intervensi tidak ada peningkatan maupun penurunan BB
yaitu 42kg bahkan tidak terjadi peningkatan asupan karena pengaruh nafsu
makan kurang.

D. Perkembangan Terapi Diet

18
Terapi diet yang yang diberikan yaitu diet makanan biasa konsistensi
biasa dengan harapan mampu untuk mencukupi semua kebutuhan pasien
untuk proses penyembuhan dan peningkatan daya tahan tubuh pasien.
Dari hasil monitoring yang dilakukan selama masa intervensi, tidak terjadi
perkembangan yang sangat menonjol dan tidak ditemukan masalah baru.

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

19
1. Pasien diagnosa Malaria tumor buli buli + batu ginjal
2. Pasien dalam keadaan status gizi normal ditunjukkan dengan indikator
IMT
3. Kebutuhan zat gizi : Energi yaitu 1.485 kkal/hr, protein 37 gr/hr , lemak
27 gr/hr ,karbohidrat 278 gr/hr.
4. Asupan energi sebelum intervensi adalah:
Energi = 1.599.9 Kkal/hr (107%)Kkal/hr
Protein = 34.9 gr/hr, (52.4%)
Lemak = 55.5 gr/hr (148 %)gr/hr
Karbohidrat = 217 gr/hr (78%)
5. Diagnosa gizi pasien yaitu (NC-2.2)
6. Jenis diit yang diberikan adalah makanan biasa.
B. Saran
1. Memotivasi pasien dan keluarga agar mentaati diet yang telah
diberikan, dan makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi.
2. Mengawasi perkembangan pasien baik asupan makanan, data
antropometri, maupun data hasil laboratorium untuk melakukan
identifikasi masalah gizi sedini mungkin dan dapat melihat tingkat
keberhasilan intervensi gizi yang dilakukan.

DAFTAR PUSTAKA

Basuki. 2012. Dasar-dasar urologi. Malang : Sagung Seto

Smeltzer. 2002. Buku ajar keperawatan medikal bedah. Jakarta : EGC

Nursalam, 2009. Asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem
perkemihan. Jakarta : Salemba Medika

20
Hadijah. 2011. Vesika urinaria. http://hadijah arsyad.blogspot.com/2011/11/vesika-
urinaria.html. Diakses pada tanggal 05 April 2017 pada pukul 17:45 WIB

Irfan. 2013. Anatomi dan fisiologi sistem perkemihan.
http://irfanahb.blogspot.com/2013/03/anatomi-fisiologi-sistem-perkemihan.html.
Diakses pada tanggal 05 April 2017 pada pukul 20:04 WIB

21