BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Etika telah lama menjadi topik yang menarik. Masalah etika perlu dipikirkan
untuk mempersiapkan diri untuk bertindak benar ketika menghadapi dilema etika di
tempat kerja. Sebagai akuntan cukup baru, jenis masalah etika dibahas sampai saat
ini, meskipun bukan satu-satunya jenis masalah yang dihadapi akuntan baru, namun
merupakan yang utama. Bab ini lebih berfokus mengacu pada situasi di mana hukum
atau aturan profesi yang menyarankan satu tindakan dan perusahaan atau klien
mendesak untuk mengambil posisi lain.
Etika lebih dari sekedar kepatuhan terhadap kode etik profesi, adalah studi tentang
tindakan yang ideal manusia, karakter dan berakhir. Etika adalah kepatuhan terhadap
moral, kualitas prinsip atau praktek. Moralitas ditandai dengan keunggulan dalam apa
yang berkaitan dengan praktek. Moral adalah sanksi oleh satu hati nurani. Berbicara
tentang etika yaitu positive good yang menyiratkan makna bahwa memiliki kebajikan,
baik, perilaku positif dalam situasi di mana menemukan diri sendiri kemudian harus
menjadi pengaruh yang pada komunitas baik pada profesi dan keluarga. Etika pada
dasarnya hanya sebuah kepatuhan yang sangat tinggi dan dipikirkan dengan baik
sesuai dengan prinsip pribadi dan prioritas.
Akuntan di dalam aktivitas auditnya memiliki banyak hal yang harus
dipertimbangkan karena auditor mewakili banyak konflik kepentingan yang melekat
dalam proses audit (built in conflict of interest). Sering kali dalam pelaksanaan
aktivitas auditing, seorang auditor berada dalam konflik audit. Konflik dalam audit
akan berkembang pada saat auditor mengungkapkan informasi yang oleh klien tidak
ingin dipublikasikan kepada umum. Konflik ini akan menjadi sebuah dilemma etika
ketika auditor diharuskan membuat keputusan yang menyangkut independensi dan
integritasnya dalam imbalan ekonomis yang mungkin dijanjikan di isi lainnya. Karena
auditor seharusnya secara sosial juga bertanggung jawab kepada masyarakat dan
profesinya daripada mengutamakan kepentingan dan pertimbangan pragmatis pribadi
atau kepentingan ekonomis semata, sering kali diharapkan pada dilemma etika dalam
pengambilan keputusannya.

1

B. Untuk mengetahui apa saja isu-isu etika yang dihadapi akuntan pemula pada periode selanjutnya 4. Rumusan Masalah 1. Mengkaji Studi Kasus 2 . Studi Kasus C. Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui pengertian dari isu etika dan ruang lingkupnya. 2. Dilema etika muncul sebagai konsekuensi konflik audit karena auditor berada dalam situasi pengambilan keputusan antara yang etis dan tidak etis. Apa Pengertian Isu Etika? 2. sehingga auditor dihadapkan kepada pilihan keputusan antara yang etis dan tidak etis. Situasi tersebut terbentuk karena dalam konflik terdapat ada pihak-pihak yang berkepentingan terhadap keputusan auditor. Bagaimana isu-isu etika yang dihadapi akuntan pemula pada periode selanjutnya? 4. Bagaimana isu-isu etika yang dihadapi akuntan pemula tahun-tahun awal? 3. Untuk mengetahui apa saja isu-isu etika yang dihadapi akuntan pemula tahun- tahun awal 3.

Isu muncul dikarenakan adanya perbedaan nilai. 1. Pengertian Isu Etika Isu adalah topik yang menarik untuk didiskusikan dan sesuatu yang memungkinkan orang untuk mengemukakan pendapat yang bervariasi. Etika merupakan bagian dari filosofi yang berhubungan erat dengan nilai atau prilaku manusia dalam menghargai suatu tindakan. pengusaha yang menjadi pengerak motor perekonomian akan berubah menjadi binatang ekonomi. BAB II PEMBAHASAN A. 4. Isu Larangan KAP. Isu Peran Auditor. Isu Komunikasi Hasil Audit. Terjadinya perbuatan tercela dalam dunia bisnis tampaknya tidak menampakan kecenderungan tetapi sebaliknya. Dari referensi yang didapat mengenai apa-apa saja yang menjadi isu dalam perkembangan pemeriksaan akuntansi bahwasannya terdapat 5 macam yang menjadi isu di dalam perkembangan pemeriksaan akuntansi. Isu Auditor dan Proses Audit. Secara sederhana etika bisnis dapat diartikan sebagai suatu aturan main yang tidak mengikat karena bukan hukum. ingkar janji. Proses diagnostic untuk membuat pertimbangan 3 . 2. makin hari semakin meningkat. Isu Auditor dan Proses Audit Tujuan menyeluruh dari suatu laporan audit adalah untuk menyatakan pendapat apakah laporan keuangan perusahaan telah menyajikan secara wajar. Bahkan tindakan yang berbau kriminal pun ditempuh demi pencapaian suatu tujuan. Kalau sudah demikian. dalam semua hal yang material sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku secara umum (GAAP). Isu Kompetensi dan Independensi. tidak mengindahkan kepentingan masyarakat. 5. tidak memperhatikan sumber daya alam maupun tindakan kolusi dan suap merupakan segelintir contoh pengabdian para pengusaha terhadap etika bisnis. 3. apakah benar atau salah dan apakah pernyataan itu baik atau buruk. yaitu: 1. Tindakan mark-up. Didalam bisnis tidak jarang berlaku konsep tujuan menghalalkan segala cara.

CAE perlu menetapkan syarat-syarat yang harus dipenuhi lembaga penyedia sumber daya eksternal terutama dalam hal kompetensi dan ketersediaan sumber daya. atau sebaliknya. Dalam hal organisasi membutuhkan ahli eksternal. Apapun pilihannya. Aktivitas Audit Internal dapat juga bertindak sekadar sebagai penyedia sumber daya untuk investigasi. atau kombinasi dari keduanya. Isu Peran Auditor Sesuai dengan practice guide “Internal Auditing and Fraud” yang dikeluarkan oleh IIA Mei 2011 lalu. Sebab lainnya adalah karena tidak memiliki sumber daya yang memadai untuk terlibat dalam investigasi. Tenaga staf yang diperlukan dapat diperoleh dari dalam (in-house). ketentuan perundang-undangan dan hukum yang berlaku. dapat juga tidak dilibatkan dalam investigasi. Selain itu. serta pengetahuan dan keahlian lain yang dibutuhkan dalam investigasi. 2. pertama sekali pilihan peran tersebut perlu didefinisikan lebih dahulu di dalam piagam audit internal. Dalam hal Aktivitas Audit Internal diberikan peran utama untuk bertanggung jawab dalam investigasi kecurangan. Peran-peran yang berbeda tersebut dapat diterima sepanjang dampak dari pilihan-pilihan peran tersebut terhadap independensi aktivitas audit internal disadari dan ditangani dengan tepat. Aktivitas Audit Internal dimungkinkan untuk memikul tanggung jawab utama investigasi kecurangan. Aktivitas Audit Internal masih dapat 4 . Dalam hal di mana tanggung jawab utama untuk fungsi investigasi tidak ditugaskan kepada Aktivitas Audit Internal. peran Aktivitas Audit Internal dalam investigasi tidaklah kaku dan tidak tunggal. maka harus dipastikan bahwa tim yang bertugas untuk itu memiliki keahlian yang cukup mengenai skema-skema kecurangan. Hal ini sering terjadi bila keahlian yang diperlukan beragam dan tim harus dibentuk dengan segera. Aktivitas Audit Internal dapat tidak terlibat dalam investigasi di antaranya karena harus bertanggung jawab untuk menilai efektivitas investigasi. kebijakan. serta prosedur terkait dengan kecurangan yang ditetapkan di dalam perusahaan. Menurut IIA. audit internal juga dapat menggunakan staf nonaudit dari unit lain di dalam organisasi untuk membantu penugasan. tentang akun mungkin mengandung salah saji yang material serta memperoleh bukti tentang penyajian yang wajar dalam laporan keuangan. outsourcing. Dalam beberapa kasus. teknik investigasi.

Larangan KAP diantaranya adalah: 1) Memberikan jasa kepada klien apabila KAP tidak independen 2) Memberikan jasa audit umum untuk klien yang sama berturut-turut selama 5 tahun 3) Memberikan jasa yang tidak berkaitan dengan akuntansi. 5 kategori yang mempengaruhi suatu kompetensi. 3. Isu Komunikasi Hasil Audit Formulasi hasil kesimpulan audit membuat rekomendasi bagi manajemen mempresentasekan hasil audit kepada manajemen. 5. dan manajemen 4) Mempekerjakan/menggunakan jasa pihak terasosiasi yang menolak memberikan keterangan yang diperlukan dalam rangka pemeriksaan terhadap Akuntan Publik dan KAP. yaitu: 1) Komponen pengetahuan 2) Ciri-ciri psikologis 3) Kemampuan berpikir 4) Strategi penentuan keputusan 5) Dan analisis tugas sebagai komponen yang mewakili keahlian audit 4 faktor yang mempengaruhi independensi. akuntan publik memperoleh kepercayaan dari klien dan para pemakai laporan keuangan untuk membuktikan kewajaran laporan keuangan yang disusun dan disajikan oleh klien. keuangan.Dalam melaksanakan proses audit. Adapun 3 pengklasifikasian prosedur audit serta tujuan masing-masing adalah sebagai berikut: 5 . Isu Kompetensi dan Independensi independensi dapat juga diartikan adanya kejujuran dalam diri auditor dalam mempertimbangkan fakta dan adanya pertimbangan yang obyektif tidak memihak dalam diri auditor dalam merumuskan dan menyatakan pendapatnya. Isu Larangan KAP. diminta untuk membantu penugasan investigasi dalam mengumpulkan informasi dan membuat rekomendasi untuk perbaikan pengendalian internal. yaitu: 1) Persaingan antar akuntan publik 2) Pemberian jasa konsultasi manajemen kepada klien 3) Ukuran KAP 4) Lamanya hubungan audit. 4.

krisis sehari-hari bagi akuntan yang paling baru. Biasanya yang merupakan masalah adalah ketika terdapat konflik atas komitmen dimana terdapat perasaan yang kuat atas satu jenis prioritas namun 6 . tekanan yang dihadapi sehingga memaksa untuk keluar dari profesi ini. Wilayah dimana selalu terdapat jawaban yang benar apapun tekanan dan keadaannya Contoh bagi hal ini adalah bahwa akuntansi merupakan profesi yang menawarkan keahlian dan waktu. ini adalah masalah yang dilematis bahwa akuntan baru perlu mempertimbangkan sebelum masalah ini muncul. yaitu : a. Kadangkala. secara tiba-tiba. Masalah yang sering muncul adalah tekanan yang terjadi adalah untuk mengisi waktu. Masalah Etika Masalah etika dibagi dalam tiga kategori dasar. untuk pekerjaan yang sama mendapatkan anggaran yang jauh lebih kecil dan menyebabkan tekananan karena harus menyesuikan waktu agar sesuai dalam anggaran. Isu-isu Etika yang Dihadapi Akuntan Pemula Tahun-tahun Awal 1. Dengan demikian merupakan hal yang penting bagi para akuntan muda untuk membebankan waktu penugasan atas klien. Isu kedua dihadapkan pada masalah yang lebih pribadi dan internal dimana tidak terdapat jawaban yang benar secara mutlak Masalah yang biasanya ada pada kelompok ini biasanya berada diluar arus. diberikan anggaran lunak yang cukup.  Prosedur untuk memperoleh pemahaman: untuk memperoleh pemahaman tentang bisnis dan industri klien berikut faktor-faktor yang dapat mempengaruhi resiko bawaan pada asersi laporan keuangan  Pengujian pengendalian: untuk memperoleh bukti audit tentang efektifitas rencangan dan operasi kebijakan prosedur kebijakan dan prosedur struktur pengendalian  Pengujian substantif: untuk memberikan bukti tentang kelayakan asersi laporan keuangan klien B. bagian dari masalah adalah mengingat apa yang dilakukan sepanjang hari. tetapi ada juga tekanan menentukan apakah waktu yang dihabiskan itu benar-benar waktu yang baik. b. namun Manajer dalam menetapkan anggaran membuat beberapa perubahan.Ini adalah masalah sulit bagi akuntan muda tapi ada jawaban yang tepat.

Namun. 2. Seorang akuntan baru dievaluasi pada dua faktor utama. seringkali para akuntan muda tidak siap dalam menghadapi masalah ini. Jika terdapat suatu pergulatan yang melibatkan nilai utama bagi dirimu sendiri. Perhatian kedua adalah keinginan untuk maju dalam perusahaan secepat mungkin. Yang pertama adalah penampilan mereka. Perhatian Utama bagi Akuntan Pemula Akuntan baru mempunyai dua perhatian utama ketika mereka mendapatkan tugas pertama mereka. C. c. Mereka harus bekerja berdasarkan standar yang ditetapkan perusahaan mereka dan juga berdasar standar pribadi masing-masing. hal ini mungkin berguna untuk fokus pada bagaimana kinerja diukur. Selain itu. Dr. maka para akuntan muda harus menyatakan ketidaksetujuannya kepada atasan. yang dapat membawa akuntan untuk melakukan tindakan yang melanggar kode etika profesi ataupun pribadi. Salah satu cara untuk menghadapi hal ini adalah dengan membagi pengalaman antar individu. Albrecht menjelaskan bahwa :  Pertama.  Ketiga. harus ada kesempatan untuk melakukan sesuatu yang salah. Terdapat tiga faktor yang umum ditemui dalam kasus kecurangan mungkin mempunyai dampak pada keadaan etika. perlu diingat. melupakan yang lainnya. Isu yang melibatkan tekanan Keadaan ini seperti ketika seorang akuntan muda merasakan tekanan dari manajer ataupun klien walaupun dia merasa mempunyai posisi yang tepat. yaitu: 7 . harus terdapat tekanan. 1. berupa keuangan dan pada seorang individu. Isu-isu Yang Dihadapi Akuntan Pemula Tahun-tahun Selanjutnya Sebagaimana dijelaskan dalam awal-awal penjelasan sebelumnya. Perhatian ini berujung pada tekanan yang nyata maupun semu. Pengukuran Performa Akuntan Pemula Karena kemajuan perusahaan terutama bergantung pada kinerja seseorang sebagai akuntan baru. Dalam menghadapi dilema ini. individu tersebut harus mampu untuk merasionalisasi apa yang sedang dia lakukan. Jangan berasumsi bahwa hal ini hanya akan menjadi hal yang sia-sia.  Kedua. maka hal tersebut jelas merupakan suatu dilema etika.

Kita 8 . yang dipermasalahkan adalah mengapa dibutuhkannya etika dalam praktek akuntansi dan apa kegunaannya bagi kemajuan akuntansi itu sendiri. b. etika juga terkait dengan keadaan masyarakat. Tentu etika itu ada dalam setiap orang. Namun dalam menghadapi fakta tersebut. Selain itu para ahli akuntansi juga mempunyai kewajiban untuk memahami bahwa akuntansi melayani masyarakat dan tidak pada perusahaan dimana mereka bekerja. maka akan membahayakan percepatan dan penugasan masa depan mereka di firma. a. Hal ini biasa berlaku bagi yang mempunyai tingkat waktu kerja yang melebihi batas. Hal ini dapat mengarah pada tindakan tidak etis. bagi para akuntan baru. Rekomendasi Penelitian Pembahasan etika di dalam praktek akuntansi telah menjadi perdebatan yang menarik untuk diikuti. namun masalahnya adalah bagaimana orang tersebut mengimplementasikan etika dalam semua segi kehidupannya termasuk dalam praktek akuntansi. Dalam hal ini. Terdapat beberapa tekanan ketika kita dibebankan pekerjaan yang sebetulnya kita tidak siap untuk menghadapinya. terdapat keadaan dimana tidak diperbolehkan untuk melaporkan jam kerja yang benar- benar dilakukan. beberapa akuntan merasa jika tidak setuju untuk ditugaskan atau enggan. etika merupakan jalan hidup yang melibatkan orang tersebut dan merupakan cara untuk menghadapi ambiguitas moral yang menantang kita dalam kehidupan sehari-hari. Isu lainnya yang berkaitan dengan mutu kerja biasanya terletak pada apakah keadaan yang dihadapi merupakan hal yang etis atau tidak. adalah sangat penting untuk memelihara tingkat pembebanan kerja yang tinggi. seringkali kita mengabaikan aspek etika yang terkait dengan fakta atau kasus yang kita hadapi. Namun di lain pihak. 3. Kualitas/Mutu Kerja Evaluasi kedua adalah mutu kerja. Bagi para akuntan. Kebutuhan untuk menghasilkan produk yang bermutu dalam jangkauan anggaran mungkin membawa tekanan bagi beberapa akuntan sehingga mengkompromikan standar etika mereka. Dalam situasi ini. profesi dan klien individu. Tingkat Pembebanan kerja Untuk yang pertama. Seseorang yang bertindak sebagai akuntan seringkali dihadapkan dengan fakta yang harus kita kendalikan dan kita selesaikan dengan tenang.

Masalah besar yang terdapat pada akuntansi adalah pada kelebihan standar akuntansi. peraturan. maka pelaku bisnis termasuk akuntan cenderung mencari celah hukum sebagai upaya untuk menghindari diri mereka untuk membuat keputusan secara individu. Kita membutuhkan aturan tersebut untuk mencapai konsistensi yang memungkinkan di dalam pembuatan keputusan secara profesional. Akibat terlalu banyaknya peraturan dan hukum. Kita membutuhkan aturan untuk membantu kita dalam menemukan pemecahan melalui transaksi yang begitu kompleks dan instrumen keuangan. praktek akuntansi bisa saja cenderung mengarah pada suatu suasana dimana mereka kehilangan independensi.seringkali diingatkan mengenai peristiwa yang kita hadapi yang terjadi akibat hal ini tidak dipatuhi. Apalagi masalah yang timbul mengenai etika seringkali berada pada wilayah yang bersifat abu-abu. Kita juga 9 . dan standar bagi akuntansi pada dasarnya dibuat untuk menghadapi berbagai perkembangan bisnis yang sedemikian pesat. para ahli akuntansi telah menyusun sebuah kode baru mengenai etika. kita pada akhirnya cenderung kehilangan arah mengenai apa sebenarnya makna dari pekerjaan akuntansi. sehingga menjadi ancaman terbesar bagi profesi akuntansi. Cukup sulit untuk membuat hal ini. Adanya berbagai hukum. Jika sudah demikian. Adanya berbagai hal tersebut membuat kita harus siap mengahadapi kenyataan bahwa isu etika merupakan isu moral. Untungnya. namun hasilnya cukup memberi sebuah kontribusi yang dapat memperjelas masalah yang berada pada wilayah abu-abu tersebut. maka akan timbul ketidakpekaan terhadap etika pada individu. Namun demikian. sehingga dibutuhkan pemahaman dan pengamatan yang jeli dan mendalam untuk memecahkan hal tersebut. Sayangnya masyarakat modern saat ini cenderung merasa tidak nyaman dan malu untuk mengangkat isu moral secara langsung. Ambiguitas yang timbul akibat beberapa ketidakjelasan atau kekurangan dalam praktek akuntansi itu sendiri pada akhirnya melahirkan kebutuhan akan sebuah etika. kita tetap harus sensitif atas motivasi kita sendiri dan tidak mengaburkan mana yang benar dan mana yang salah. Akibatnya. Suasana seperti ini tentu jelas akan menimbulkan isu etika. Namun demikian. Isu etika juga timbul akibat adanya kewajiban para akuntan bagi profesi dan harapan akuntan di dalam profesi.

anggota harus melatih sensitivitas profesional dan keputusan moral dalam seluruh aktivitas mereka. dan mereka juga membutuhkan peraturan untuk menperingatkan mereka bahwa tindakan yang mungkin melakukan persetujuan terhadap sesuatu hal. merupakan independensi. 2. yang dihasilkan oleh di dalam perdagangan yang terkenal karena nama buruk dan perbuatan memalukan. profesional membutuhkan petunjuk dalam hal yang obyektif. seperti manusia pada umumnya. Tetapi kita membutuhkan suatu petunjuk. dalam gambaran kita. yaitu apa yang pengguna inginkan dan butuhkan dengan ukuran terhadap apa yang disediakan oleh akuntansi dan pelaporan yang disediakannya. Dengan kata lain. hal ini dibutuhkan sebagai kerangka kerja konseptual yang terintegrasi. menghormati kepercayaan orang banyak. Kasus KPMG-Siddharta Siddharta & Harsono yang diduga menyuap pajak. anak perusahaan Baker Hughes Inc. Sebagai siasat. Kita membutuhkannya untuk mengetahui apakah kegunaan akuntansi dan laporan keuangan kita. cenderung untuk disesuaikan secara rasional terhadap apa yang mereka ingin untuk lakukan. daripada memiliki kesadaran secara khusus atas peraturan yang rinci. KPMG-Siddharta Siddharta & Harsono harus menanggung malu. yang tercatat di bursa New York. dan menunjukkan kesanggupan untuk profesionalisme. membutuhkan aturan sebagai pengingat: akuntan dan auditor. D. Perhatian saat ini ke kesadaran etika dan pendidikan bukan hanya suatu mode. diterbitkan faktur palsu untuk biaya jasa profesional KPMG yang harus dibayar kliennya PT Easman Christensen. Untuk memelihara dan meluaskan kepercayaan masyarakat. Isu-isu Akuntan Pemula – Studi Kasus 1. Sebagai tiga hal pertama artikel kode profesional dimulai dengan: 1. 3. Kantor akuntan publik ternama ini terbukti menyogok aparat pajak di Indonesia sebesar US$ 75 ribu. jika bukan kenyataan. Pada awalnya. Anggota harus menerima kewajiban untuk bertindak dengan cara yang akan melayani orang banyak dengan menarik perhatian masyarakat. anggota perlu melaksanakan seluruh tanggungjawab profesional dengan integritas yang paling tinggi. 10 . Untuk mengeluarkan tanggungjawab mereka sebagai profesional. September tahun 2001.

Maka. Penasihat Anti Suap Baker rupanya was-was dengan polah anak perusahaannya. hal ini dapat dikatakan tidak jujur karena KPMG melakukan kecurangan dalam melaksanakan tugasnya sebagai akuntan publik sehingga KPMG juga melanggar prinsip objektif 11 . kasus ini akhirnya diselesaikan di luar pengadilan. undang-undang anti korupsi buat perusahaan Amerika di luar negeri. kewajiban pajak Easman memang susut drastis. hampir saja Baker dan KPMG terseret ke pengadilan distrik Texas. KPMG pun terselamatan. karena Baker mohon ampun. Namun. menjeratnya dengan Foreign Corrupt Practices Act.2 juta menjadi hanya US$ 270 ribu. ketimbang menanggung risiko lebih besar. Badan pengawas pasar modal AS. Baker melaporkan secara suka rela kasus ini dan memecat eksekutifnya. Berkat aksi sogok ini. Akibatnya. Analisa: pada kasus ini KPMG melanggar prinsip intergitas dimana dia menyuap aparat pajak hanya untuk kepentingan kliennya. Securities & Exchange Commission. Namun. Dari semula US$ 3.

3. Dr. 12 . Albrecht menjelaskan bahwa :  Pertama. Wilayah dimana selalu terdapat jawaban yang benar apapun tekanan dan keadaannya. Isu Larangan KAP 5. 2.  Ketiga. berupa keuangan dan pada seorang individu. B. Isu kedua dihadapkan pada masalah yang lebih pribadi dan internal dimana tidak terdapat jawaban yang benar secara mutlak. Saran Sebagai seorang akuntan pemula harus terlebih dahulu mengerti dan memahami kode etik profesi akuntan agar nantinya dapat bekerja sebagai akuntan yang professional dan melaksanakan etika sesuai dengan prinsip-prinsip etika yang ada. Isu Peran Auditor 3.  Kedua. Isu yang melibatkan tekanan. Isu Komunikasi Hasil Audit Masalah etika dibagi dalam tiga kategori dasar. Isu Audit dan Proses Audit 2. BAB III PENUTUP A. Terdapat tiga faktor yang umum ditemui dalam kasus kecurangan mungkin mempunyai dampak pada keadaan etika. individu tersebut harus mampu untuk merasionalisasi apa yang sedang dia lakukan. harus terdapat tekanan. harus ada kesempatan untuk melakukan sesuatu yang salah. yaitu: 1. Kesimpulan Dalam perkembangan pemeriksaan akuntansi terdapat isu-isu pemeriksaan akuntansi. Isu kompetensi dan Independen Auditor 4. yaitu : 1.

UNIMED: Medan. South Western Publishing Co. 1992. www. Rizal hasibuan. Surbakti Karo-karo dan M. Steve.academia.edu/7574440/Isu_isu_Pemeriksaan_Audit 13 . Pemeriksaan Akuntansi Di Indonesia. Ethical Issues in the Practice of Accounting. DAFTAR PUSTAKA Albrecht. W. 2011.