SOP LANSIA

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :

Halaman :
Hj. ROHANA
PUSKESMAS SUNGAI
NIP.19670313 198811 2 002
BESAR

1. Pengertian Lansia adalah fase menurunnya kemampuan akal dan fisik,yang dimulai dengan
adanya beberapa perubahan dalam hidup.Sebagai mana diketahui,ketika manusia
mencapai usia dewasa,ia mempunyai kemampuan reproduksi dan melahirkan
anak. Ketika kondisi hidup berubah,seseorang akan kehilangan tugas dan fungsi
ini,dan memasukiselanjutnya,yaitu usia lanjut,kemudian mati. Bagi manusia yang
normal,siapa orangnya,tentu telah siap menerima keadaan baru dalam setiap fase
hidupnya dan mencoba menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungannya.

2. Tujuan Dengan mengajak mereka ikut membantu penyelenggaraan posyandu akan
memberikan banyak manfaat antara lain :
- Para lanjut usia akan merasa posyandu milik mereka
- Para lanjut usia merasa dihargai/dihormati
- Membantu lanjut usia tersebut tetap aktif dan akan meningkatkan
kesehatan dan mencegah kepikunan
- Meningkatkan rasa persaudaraan,terbangunnya ikatan emosi yang positif
antara generasi dan akan membuat lanjut usia rajin datang.
- Pekerjaan menjadi ringan,efisien dan efektif,cepat selesai sehingga
akhirnya tersedia waktu luang yang dapat digunakan untuk kegiatan
lainnya.
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas
4. Referensi Darmojo 2004, PP no.102 tahun 2000

5. Prosedur/langkah- 1. Meja 1 tempat pendaftaran
langkah 2. Meja 2 tempat penimbangan dan pencatatan berat badan,pengukuran dan
pencatatan tinggi badan serta penghitungan index massa tubuh (IMT)
3. Meja 3 tempat melakukan kegiatan pemeriksaan dan pengobatan
sederhana (tekanan darah,gula darah dan pemberian vitamin)
4. Meja 4 tempat melakukan kegiatan konseling (kesehatan,gizi dan
kesejahteraan)

Unit Terkait 1. Unit LANSIA

dan ibu hamil KEK/Anemia yang penatalaksanaannya dilakukan di tingkat Puskesmas  Ibu hamil yang menjadi sasaran PMT adalah ibu hamil yang beresiko Kurang Energi Kronis (KEK) dengan pita LILA < 23.SKM.5 cm dan/atau dengan anemia (kadar hemoglobin. gizi kurang. Dokumen : No.MKM BARU NIP.Referensi  Panduan Penyelenggaraan PMT Pemulihan bagi Balita Gizi Kurang dan .Tujuan Sebagai pedoman petugas dalam pelaksanaan PMT Pemulihan ibu hamil KEK dan atau anemia 3. <11 gr/dl) 2.19800725 200604 2 019 1. K Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Gizi 4. PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PEMULIHAN(PMT P) BAGI IBU HAMIL KEK DAN/ATAU ANEMIA No.Pengertian  PMT P (Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan) adalah makanan tambahan yang diberikan kepada bayi/balita gizi buruk.Kebijakan SK Kepala Puskesmas Mantrijeron Nomor 018. Revisi : SPO Tanggal Terbit : Halaman : PUSKESMAS MULIA Dina Zakiah.

PMT diberikan dalam waktu 90 hari. Petugas melaksanakan sosialisasi PMT P kepada tenaga Puskesmas dan kader Posyandu 2.Kebijakan SK Kepala Puskesmas no_ _ _ _ tentang Penyelenggaraan Pelayanan KIA-KB 4. Petugas menjelasakan tujuan dan prosedur yang akan dilaksanakan. PMT Pemulihan 3. diberi perlakuan sebagai berikut : a. bendahara. Ditjen Bina Gizi dan Kesehatan Ibu Anak Kementrian Kesehatan RI 2012  Pedoman Pemberian Makanan Tambahan untuk Balita. tinggi badan.Tujuan Sebagai acuan dalam melaksanakan tindakan tindik telinga di unit KIA 3. Revisi : Tanggal Terbit : SPO Halaman : PUSKESMAS MULIA Dina Zakiah. 2. Ibu hamil sasaran yang hadir pada hari pertama distribusi kepada PMT. Petugas melakukan pembelian bahan PMT Tahap Pelaksanaan 1.Prosedur 1.SKM. bidan dan petugas terkait melakukan koordinasi pelaksanaan PMT untuk menentukan waktu.Prosedur Tahap Persiapan : 1.Referensi Buku Kerja Mahasiswa Praktik Klinik Kebidanan Program Studi DIV Reguler Pendidik Tahun Ajaran 2012/2013 5. Seksi Gizi Dinas Kesehatan Provinsi DIY tahun 2011 5. teknis pelaksanaan.Pengertian Tindik telinga adalah menindik atau melubangi telinga (kamus besar Bahasa Indonesia) 2. LILA (ibu hamil) dan cek hemoglobin (IIB) di laboratorium b. Petugas Gizi bersama dengan Kepala Puskesmas. jenis PMT Pemulihan.19800725 200604 2 019 1. Kepala TU. Ibu hamil mengambil PMT di ruangan yang telah disediakan TINDIK TELINGA No. Ibu hamil diukur berat badan. Ibu Hamil KEK. Petugas mengucapkan salam. Petugas melakukan komunikasi dengan ibu/pasien selama melakukan tindakan 4. Petugas melakukan Persiapan tempat: . Petugas merencanakan menu PMT 5.MKM BARU NIP. menyambut pasien. petugas meminta persetujuan dan kontak waktu 3. dan didistribusikan kepada sasaran dalam 6 tahap yang dilakukan setiap 15 hari sekali 2. memperkenalkan diri dan berjabat tangan dengan ramah. Dokumen : No. Petugas menentukan data sasaran dengan melihat data LILA dan IIB Ibu hamil (LILA < 23.5 cm dan/atau Hb < 11 gr/dl) berdasarkan buku register ibu hamil atau kohort ibu hamil 4.

5% 15. Petugas memasukkan ujung anting ke dalam lubang ujung jarum. Unit KIA 2. Petugas menyiapkan bayi dalam posisi dibedong 7.nyaman Persiapan alat : a. a. Petugas membereskan alat dan mendekontaminasikan alat pada larutan klorin 0. Petugas menusukkan needle pada daerah yang sudah di disenfeksi 10.handscoon b.aman b. Petugas melakukan desinfeksi daun telinga dengan betadine 14. Petugas mencuci tangan 17. Mulai diberlakukan No. kemudian jarum ditarik secara perlahan sampai anting masuk ke dalam daun telinga. 11. Petugas mendesinfeksi daerah yang akan dilakukan tindik dengan kapas alkohol 9.bayi dalam keadaan sehat b.anting/giwan 5. Petugas menentukan daerah yang akan ditindik (pada daun telinga yang tidak terdapat tulang rawan) 8. Petugas memberitahu kepada keluarga bahwa tindakan sudah selesai 18. Petugas mencuci tangan dan menggunakan sarung tangan 6. Unit BPU Rekaman historis perubahan Isi perubahan Tgl.kapas alkohol 70% c.19800725 200604 2 019 .needle no 20 Persiapan pasien : a.Unit Terkait 1.SKM. Revisi : SPO Tanggal Terbit : Halaman : PUSKESMAS MULIA Dina Zakiah. PENGAMBILAN SPESIMEN PAP SMEAR No. Petugas melaksanakan tindakan secara sistematis dan berurutan 20. Dokumen : No. Petugas melepaskan sarung tangan dalam larutan klorin 0. Petugas menjaga privasi pasien 6.MKM BARU NIP. Petugas mendokumentasikan 19.5% 16. Petugas melepaskan jarum atau needle 12.betadine d. Petugas mengancingkan anting 13.