BAB I

LATAR BELAKANG

1.1 Gambaran Umum Kecamatan Secara Geografis
1.1.1 Situasi Keadaan Umum
Kecamatan Kresek merupakan salah satu wilayah di Kabupaten
Tanggerang terletak sebelah Barat Kabupaten Tangerang dengan jarak ± 27 Km 2 .
Kecamatan Kresek memiliki 9 desa binaan/ wilayah kerja diantaranya :
1. Desa Kresek
2. Desa Talok
3. Desa Renged
4. Desa Patrasana
5. Desa Pasirampo
6. Desa Koper
7. Desa Jengkol
8. Desa Kemuning
9. Desa Rancasilat

Gambar 1.1 Peta Kecamatan Kresek

1

Gambar 1.2 Peta Desa Pasir Ampo

1.1.2 Batas Wilayah
Kecamatan Kresek berupa dataran rendah dan berupa lahan pertanian dengan
batas wilayah Kecamatan Kresek sebagai berikut :
Sebelah Utara : Kecamatan Kronjo
Sebelah Barat : Kabupaten Serang
Sebelah Selatan : Kecamatan Sukamulya
Sebelah Timur : Kecamatan Gunung Kaler

1.1.3 Gambaran Umum Kecamatan Secara Demografi
1.1.3.1 Situasi Kependudukan
Menurut Profil Puskesmas Kresek tahun 2016, jumlah penduduk wilayah
Kecamatan Kresek 64.153 jiwa, yang terdiri dari :
Laki - Laki : 32.338 Jiwa
Perempuan : 31.815 Jiwa
Jumlah Rumah Tangga : 17.363 KK. Dengan rata-rata per KK 3,69 jiwa,
tingkat kepadatan penduduk mencapai 2.292 jiwa per km2.

2

Tabel 1.1 Jumlah Penduduk Berdasarkan Kecamatan di Kecamatan Kresek tahun
2016

Luas Wilayah (km2)

Jumlah Penduduk

Jumlah Rumah Tangga

Rata-Rata Jiwa/Rumah Tangga
Jumlah

Kepadatan Penduduk
KelurahanDesa+
Kelurahan
No Kecamatan

Desa
1 Kresek 3.81 1 0 1 9,079 2,279 3.98 2,382.94
2 Talok 2.48 1 0 1 6,435 1,612 3.99 2,594.76
3 Renged 3.18 1 0 1 7,575 2,225 3.40 2,382.08
4 Patrasana 2.34 1 0 1 7,592 2,209 3.44 3,244.44
5 Pasirampo 2.45 1 0 1 6,032 1,627 3.71 2,462.04
6 Koper 2.60 1 0 1 4,398 1,489 2.95 1,691.54
7 Jengkol 3.57 1 0 1 6,107 1,587 3.85 1,710.64
8 Kemuning 4.47 1 0 1 9,903 2,468 4.01 2,215.44
9 Rancailat 3.09 1 0 1 7,032 1,867 3.77 2,275.73
64,15
Jumlah Kab/Kota 27.99 9 0 9 17,363 3.69 2,292.00
3

Tabel 1.2 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur
Kecamatan Kresek tahun 2016

JUMLAH PENDUDUK
N KELOMPOK
LAKI- LAKI-LAKI +
O UMUR (TAHUN) PEREMPUAN
LAKI PEREMPUAN
1 2 3 4 5
1 <1 278 301 579
2 1–4 2.088 2.517 4.605
3 5-9 2.862 2.608 5.470
4 10- 14 3.255 3.037 6.292
5 15- 19 3.550 3.408 6.958
6 20-24 3.356 3.214 6.570
7 25-29 3.233 3.028 6.261
8 30-34 2.669 2.796 5.465
9 35-39 2.562 2.535 5.097
10 40-44 2.244 2.195 4.439
11 45-49 1.889 1.822 3.711
12 50-54 1.611 1.511 3.122
13 55-59 1.155 1.062 2.217

3

14 60-64 750 717 1.467
15 65-69 422 472 894
16 70-74 249 334 583
17 75+ 165 258 423

Jumlah (Kecamatan) 32.338 31.815 64.153

1.1.3.2 Indeks Pembangunan Manusia
IPM merupakan kinerja pembangunan wilayah terhadap pembangunan
manusia itu sendiri, dengan upaya peningkatan kualitas penduduk sumber daya,
baik aspek fisik (keseshatan), aspek intelektual (pendidikan), aspek kesejahteraan
ekonomi (daya beli) serta pasrtisipasi pembangunan akan meningkat.
Dalam penyusunan IPM terkait erat dengan tiga komponen yaitu angka
harapan hid up (AHH), Angka indeks pendidikan (lama sekolah), dan kemampuan
daya beli (PPP).

1.1.3.3 Keadaan Lingkungan
Faktor lingkungan merupakan faktor yang paling besar pengaruhnya terhadap
derajat kesehatan. Dengan keadaan lingkungan yang sehat maka status derajat
kesehatan akan terpelihara dan dapat lebih meningkat, sebaliknya bila keadaan
lingkungan kurang sehat dapat mempengaruhi terhadap status kesehatan
masyarakat.
1. Rumah Sehat
Rumah sehat adalah bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan
yaitu bangunan yang memiliki jamban, sarana air bersih, tempat sampah dan
sarana pengelolaan air limbah, ventilasi rumah yang cukup, kepadatan hunian
rumah yang sesuai dan lantai rumah bersih dan kedap air.
Berdasarkan data puskesmas tahun 2016 tentang rumah sehat, jumlah rumah yang
ada 12.375 rumah dengan jumlah rumah yang dibina 12.230 (98.83%) sedangkan
jumlah rumah yang memenuhi syarat kesehatan 6.755 (51.06%) dari jumlah
rumah yang diperiksa menurut data PHBS.
Sementara untuk data tahun 2016 tentang laporan cakupan rumah sehat
Puskesmas Kresek, dijabarkan secara detail per desa baik dari jumlah seluruh
rumah yang ada di desa tersebut, jumlah yang diperiksa, jumlah rumah sehat, serta
persentase untuk rumah sehat.

4

Tabel 1.3 Laporan Cakupan Rumah Sehat Puskesmas Kresek Tahun 2016
Rumah
No Desa Jumlah Jumlah % Jumlah %
Seluruhnya Diperiksa Diperiksa Sehat Sehat
1 Kresek 1593 1160 72,82 858 73,97
2 Talok 1187 808 68,07 467 67,80
3 Renged 2310 1081 48,80 444 41,07
4 Patrasana 1439 772 53,65 464 60,10
5 Pasirampo 1101 875 78,47 534 61,03
6 Koper 1171 681 68,18 430 63,14
7 Jengkol 1286 975 76,82 858 73,87
8 Kemuning 1755 820 48,72 451 66,0
9 Rancailat 1388 900 84,84 504 68,0
Jumlah 13.230 8.072 4.788

2. Akses terhadap air bersih
Dari jumlah penduduk 64.153 Jiwa, yang mendapat akses air bersih ada 61.542
Jiwa (95.9%), terdiri dari sumur gali terlindung 1332 jiwa, sumur bor dengan
pompa 36228 dan pengguna PD AM sebanyak 23982 jiwa.
3. Kepemilikan Sarana Sanitasi Dasar
Kepemilikan sarana sanitasi dasar meliputi , jamban, tempat sampah dan
pengelolaan air limbah dari jumlah 12.230 rumah yang diperiksa jumlah yang
memiliki jamban keluarga 6.755 rumah (55.23%).
Tempat tempat Umum (TTU) dan Tempat Umum Pengolahan Makanan (TUPM)
merupakan suatu sarana yang dikunjungi banyak orang dan berpotensi menjadi
tempat persebaran penyakit. TTU meliputi terminal, pasar, tempat ibadah,
statsiun, tempat rekreasi, dll. Sedangkan TUPM meliputi hotel, restoran, depot air
dll. TTU dan 1 PM yang sehat adalah yang memenuhi syarat kesehalan yaitu
memiliki sarana air bersih, tempat pembuangan samah, sarana pembungan air
imbah (SPAL), ventilasi yang baik dan luas lantai ruangan yang sesuai dengan
jumlah pengunjungdan memiliki pencahayaan yang cukup.
Jumlah Tempat-tempat Umum yang ada di Kecamatan Kresek 47 unit sedang
yang memenuhi svarat kesehatan 19 unit (40.43 %). Untuk Tempat Pengelolaan
Makanan (TPM) berjumlah 133 unit TPM semuanya memenuhi syarat kesehatan
(100%).

1.3.3.4 Keadaan Prilaku Masyarakat
Perilaku dapat diartikan sebagai suatu keadaan jiwa (berfikir, berpendapat,
bersikap) untuk memberikan respon terhadap situasi di luar subyek yang dapat
bersifat pasif (tanpa tindakan) atau aktif yaitu dengan adanya tindakan. Komponen

5

Dari data tersebut Posyandu di wilayah Kecamatan Kresek masih di dominasi oleh Strata Madya. Posyandu dikelompokkan menjadi Pratama. 2. Pumama dan Mandiri. 5. Di Kecamatan Kresek jumlah Posyandu ada 57 pos. Desa dengan garam beryodium yang baik Dari Jumlah 9 desa yang ada di Kecamatan Kresek seluruh desa masyarakat masih ada yang menggunakan garam kasar (krosok) yang kandungan yodiumnya sangat rendah. terdiri dari Posyandu Pratama berjumlah 0 posyandu. 4. Polindes dan Poskesdes Pondok bersalin desa didirikan dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehalan ibu dan anak khususnya di wilayah pedesaan yang jauh dari jangkauan pelayana kesehatan . dan jumlah rumah tangga tersebut yang yang mempunyai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat hanya 1. Madya.perilaku terdiri dari aspek pengetahuan. Madya 55 Posyandu. ASI Ekslusif Air Susu Ibu diyakini dan terbukti merupakan makanan bayi yang paling tinggi manfaatnya bagi bayi dari semua aspek di Kecamatan Kresek dari berbagai kegiatan seperti penyuluhan kepada ibu hamil pembentukan Kelompok Peminat Kesehatan Ibu dan Anak (KPKIA) dari seluruh bayi 0-6 bulan yang ada 774 bayi yang diberi ASI mencapai 584 bayi (75. dari mulai mengetahui lalu menerima atau menolak dan melakukan tindakan sebagai perwujudan dari pikiran dan jiwa.9 %) menunjukan bahwa persentase rumah tangga sehat di Kecamatan Kresek masih kurang jika dibandingkan dengan standar pelayanan minimal (65 %). sikap dan tindakan. 3.890 rumah. Rumah Tangga Sehat Jumlah PHBS Rumah Tangga yang dipantau 1. Pumama 0 Posyandu dan Mandiri 2 posyandu.188 rumah tangga (62. Posyandu Dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan kepada masyarakat berbagai upaya dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di masyarakat dengan Posyandu merupakan salah satu UKBM yang sangat populer. Selain Polindes dalam upaya mendukung pelaksanaan desa siaga di wilayah Kecamatan Kresek terdapat 3 polindes terdiri dari Desa 6 . ini menunjukan prilaku masyarakat belum peduli terhadap manfaaat kandungan yodium pada garam yang digunakan sehari hari.5 %). Untuk menggambarkan prilaku masyarakat yang berpengaruh terhadap kesehatan digunakan indikator Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang terdiri dari 10 indikator: 1. cakupan ini sudah melampaui target pencapaian dibandingkan standar pelayanan minimal yaitu (75 %).

karena jumlah kunjungan yang berulang ulang.1. Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin Dalam rangka meningkatkan jangkauan pelayanan masyarakat yang jauh Puskesmas kresek melaksanakan Puskesmas Keiling yang menjangkau 9 desa dilaksanakan setiap hari selasa dengan mobil puskesmas keliling. 1. Sementara untuk penderita penyakit Tuberkulosis Paru di Puskesmas Kresek tahun 2016 ditemukan suspek 431 kasus sedangkan TB paru BTA + dan di obati sebanyak 58 kasus.1 Jumlah Sepuluh Besar Penyakit di Puskesmas Kresek Tahun 2016 Dari grafik diatas 10 besar penyakit di Puskesmas Kresek penyakit ISPA (Infeksi Saluran Nafas Atas) berada diposisi teratas yaitu 5477.2 Jumlah Penderita Kasus Suspek TB Paru dan BTA + Puskesmas Kresek Tahun 2016 7 . sedangkan yang ke 10 ( sepuluh ) yaitu Penyakit Diare sebanyak 852. Sepuluh Besar Penyakit Grafik 1.Pasirampo dan Desa Jengkol masih berfungsi sedangkan Polindes Desa Renged keadaan bangunan tidak terawat karena keadaan bangunan sudah rusak 6. Selain itu penyakit tidak menular seperti hipertensi dan gastritis juga banyak terjadi di Wilayah Kresek ini.5 Kesehatan A. diikuti Gastritis sebanyak 1347 dan Hipertensi 1277. Grafik 1.3.

Ruang Tata Usaha 11. B. Kamar Obat / Apotik 7. Ruang Periksa BPU 4. Ruang Gigi 6. Mushalla untuk Pegawai 15. Ruang Periksa Kesehatan Anak 5. Ruang Administrasi Bidan 10. Ruang Tunggu 3. Ruangan Persalinan (PONED) 17. Ruang Loket / Pensdaftaran 2. Ruang Bendahara 14. Sarana Prasarana UPT Puskesmas Kresek memiliki gedung utama dan gedung tambahan yang diuraikan sebagai berikut : a. Ruang Klinik Gizi 18. Gedung Utama /Rawat Jalan : 1. Ruang Gudang Farmasi 9. Ruang Pelayanan terbatan 24 jam (UGD) 12. Ruang Kepala Puskesmas 13. Ruang Aula 8 . Ruang Periksa Kesehatan Ibu] 8. Ruangan Kamar Inap dengan 5 tempat tidur 16. Sarana Kesehatan 1.

2.2 Moto Motto Puskesmas Kresek adalah “ BERSINAR” yang artinya adalah : 1) Bersih adalah Puskesmas bebas dari sampah lingkungan. Puskesmas Kresek berupaya melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat secara maksimal. 19. Mobil Ambulan untuk Merujuk Pasien Gawat Darurat 1 unit 3. Untuk sarana penunjang kegiatan Puskesmas dilengkapi antara lain : 1. sampah medis dan non medis.1 Visi dan Misi Dalam menjalankan fungsinya. Mobil Puskesmas keliling 1 unit 2. Ruang Laboratorium b. Ruang Pos Satpam c. yaitu : “mewujudkan pembangunan kesehatan bewawasan lingkungan menuju masyarakat kecamatan kresek sehat dan mandiri”. Profil Puskesmas Kresek Puskesmas adalah suatu organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang membina peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu diwilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok dan usaha kesehatan integritas yang kegiatanya merupakan kegiatan lintas sektoral. Gedung Tambahan yang berada di depan gedung utama terdiri dari : 1. sampah organic dan non organik 2) Sehat adalah memiliki lingkungan kerja yang sehat dan tidak menjadi sumber penularan penyakit 3) Indah adalah keselarasan penataan lingkungan kerja 4) Nyaman adalah kondisi puskesmas yang menyenangkan dalam memenuhi kepuasan pelanggan 9 . maka Puskesmas Kresek telah menentapkan Visi.2. dengan melaksanakan misi: 1) Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara paripurna 2) Meningkatkan pemberdayaan masyarakat secara terpadu 3) Meningkatkan upaya pencegahan penyakit 4) Meningkatkan sinergi kemitraan dengan sektor terkait 1.2. Ruang Periksa TB Paru 2. sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan yang mengutamakan kepuasan pelanggan dengan mengedepankan mutu setiap bidang pelayanan dan berupaya menjangkau semua lapisan masyarakat yang berada di wilayah kerja Puskesmas dalam memberikan pelayanan dan pembinaan kesehatan baik kegiatan dalam gedung dan di luar Gedung. Sepeda motor dinas 4 unit 1. 1.

5) amanah menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan sepenuh hati dan bertanggungjawab 6) Ramah memberikan pelayanan dengan penuh kesantunan dengan moto pelayanan 5S (senyum safa salam sopan dan santun) 1.3 Peta Wilayah Kerja Puskesmas Kresek Grafik 1. 1. sedang dalam pembahasan menyajikan perbandingan pencapaian indikator dari tahun sebelumnya dan target yang akan dicapai. sehingga dapat dilakukan pengolahan data di tingkat Puskesmas. Penyajian data dilakukan dalam bentuk tabe dan grafik.2. Pendidikan. Profil Puskesmas mengacu kepada tabel indikator Indonesia Sehat 2010.4 Wilayah Kerja dan Kependudukan Gambar 1.3 Sistem Pelaporan Strategi penyusunan profil dilakukan dengan metode cek silang data analisa. sehingga keakuratan dan informasi yang disajikan dapat memberikan gambaran yang jelas dari kondisi dan situasi yang ada. SPM (Sistem Pelayanan Minimal) dengan sumber data yang diperoleh dari Kecamatan. Balai Pengobatan Swasta yang ada di Kecamatan Kresek dan dari kegiatan internal puskesmas. BPS Kecamatan. korelasi antar table dari seluruh program.3 Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur Puskesmas Kresek Tahun 2016 10 .2.

Untuk Balita berjumlah 4. Jumlah Kematian 1. Jumlah kematian bayi tahun 2016 di Wilayah Puskesmas kresek mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2014 yang sebelumnya sebanyak 2 (dua) kematian. 1.260 balita tidak ada kematian balita yang dilaporkan sedangkan jumlah ibu maternal 237 di Puskesmas Kecamatan Kresek tahun 2016.4 Jumlah Kematian Bayi Puskesmas Kresek Tahun 2016 11 .59 / 1. Kematian Bayi dan Balita Jumlah kelahiran hidup di Puskesmas Kecamatan Kresek pada tahun 2016 adalah 1. tidak ada kematian yang dilaporkan.5 Derajat kesehatan A.2. Grafik 1.000 kelahiran hidup.366 bayi dengan jumlah kematian bayi sebanyak 9 bayi atau angka kematian bayi (yang dilaporkan) adalah 6.

karena jumlah kunjungan yang berulang-ulang. Jumlah Kesakitan 10 besar penyakit di Puskesmas Kresek penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) berada di posisi teratas yaitu 5477. Hal Ini menggambarkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berperilaku hidup sehat. 1. Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit DBD dititik beratkan pada kegiatan PSN (Pemberanatasan Sarang Nyamuk) disemua wilayah. ibu hamil. Kejadian kematian bayi dan balita ini dapat dicegah dengan upaya meningkatkan pengetahuan ibu pasangan usia subur. Penyakit menular melalui binatang i. keluarga dan masyarakat terutama pola hidup sehat dan perilaku hidup bersih dan sehat serta pelayanan kesehatan yang baik. B.4 Data kasus DBD Puskesmas Kresek Tahun 2016 12 . Penyakit Menular Pencegahan dan penanggulangan penyakit menular terdiri dari : a. sedangkan yang ke 10 (sepuluh) yaitu Penyakit Diare sebanyak 852. ibu bersalin dan ibu nifas. Selain itu penyakit tidak menular seperti hipertensi dan gastristis juga banyak terjadi di Wilayah Kresek ini. dan tingkat palayanan kesehatan pada ibu hamil. Jumlah Kematian Ibu Jumlah kematian Ibu (AKI) di Puskesmas Kresek dari tauhn 2014 – 2016 tidak ada. 2.Grafik 1.5 Presentasi Jumlah Kematian Bayi Menurut Jenis Kelamin Puskesmas Kresek Tahun 2016 Adapun kematian Balita di Puskesmas Kresek dalam 3 (tiga) tahun terakhir rentang tahun 2013 – 2016 tidak ditemukan. diikuti Gastritis sebanyak 1347 dan Hipertensi 1227. Tabel 1.

N JUMLAH KASUS MENINGGAL DESA O L P L+P L P L+P 1 KRESEK 2 4 6 0 0 0 2 TALOK 1 1 2 0 0 0 3 RENGED 2 4 6 0 0 0 PATRASAN 4 0 0 0 0 0 0 A 5 PASIRAMPO 0 1 1 0 0 0 6 KOPER 0 0 0 0 0 0 7 JENGKOL 0 2 2 0 0 0 8 KEMUNING 0 0 0 0 0 0 9 RANCAILAT 2 1 3 0 0 0 TOTAL 7 13 20 0 0 0 Grafik 1. Di wilayah Kec. Penyakit menular langsung i. Penyakit Diare Penyakit diare adalah buang air besar lebih dari 3 kali sehari dengan tinja encer dapat juga disertai dengan darah/lendir. b. Malaria Penyakit Malaria adalah penyakit infeksi disebabkan oleh protozoa parasit golongan Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan Nyamuk Anopheles. 13 . Filariasis Filariasis atau penyakit kaki gajah adalah penyakit yang bersifat kronik (menahun) disebabkan oleh cacing filariasis ditularkan melalui gigitan nyamuk. Kresek sampai sekarang belum ditemukan penderita malaria.6 Jumlah Penderita DBD Per Desa Puskesmas Kresek Tahun 2016 ii. Penderita Filariasis dari 2011 s/d 2014 tidak ditemukan kasus suspeck Filariasis. iii.

dan Puskesmas N DIARE DITANGANI DESA O L P L+P 1 KRESEK 97 101 198 2 TALOK 54 62 116 3 RENGED 87 87 174 4 PATRASANA 38 57 95 5 PASIRAMPO 22 28 50 6 KOPER 29 26 55 7 JENGKOL 19 17 36 8 KEMUNING 14 15 29 9 RANCAILAT 2 8 10 JUMLAH 362 401 763 Grafik 1. dan Desa Talok 116 penderita adapun daerah terendah penderita diare yang ditangani yaitu Desa Rancailat 10 penderita. Tabel 1.8 Penderita Kusta Puskesmas Kresek 14 . Grafik 1. Kecamatan.5 Kasus Diare Yang Ditangani Menurut Jenis Kelamin. Penderita Pausi Basiler (PB) / Kusta Kering sebanyak 2 orang dan Kusta Multi Basiler (MB) / Kusta Basah sejumlah 18 orang. Di wilayah kerja Puskesmas Kresek masih ditemukan kasus penyakit kusta baru sebanyak 20 penderita.7 Jumlah Diare Yang di Tangani Perdesa di Wilayah Puskesmas Kresek Dari grafik diatas Desa Kresek menempati urutan pertama sebanyak 198 penderita. c. Kusta Penyakit Kusta merupakan penyakit kronis yang disebabkan Mycobacterium leprae dengan masa inkubasi rata 3-5 tahun. di ikuti Desa Renged 174 penderita.

e. Pneumonia Penyakit Pneumoni adalah penyakit peradangan pada paru yang dapat disebabakan oleh virus. semakin sering ganti pasangan semakin besar kemungkinan untuk tertular. C. oral. anal) dengan pasangan yang sudah tertular. Jumlah kasus HIV / AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS) pada tahun 2016 menurut data tidak ditemukan kasus atau zero kasus. bakteri. Pada tahun 2016 di Puskesmas Kresek penderita penyakit pneumonia ditemukan dan ditangani sejumlah 112 kasus. d. Status Gizi 15 . Grafik 1. TB Paru Penderita penyakit Tuberculosis Paru (TB paru) di Puskesmas kresek tahun 2016 ditemukan suspek 431 kasus sedangkan TB paru BTA + dan di obati sebanyak 58 kasus. jamur atau parasit juga dapat disebabkan oleh iritasi kimia/fisik dari paru paru akibat penyakit lain.9 Kasus Pneumonia Puskesmas Kresek Tahun 2016 f. HIV/AIDS/ IMS HIV / AIDS / IMS penyakit ini menular melalui hubungan seksual (vaginal.

penyebab langusung yaitu makanan anak dan penyakit inpeksi yang mungkin diderita oleh anak dan penyebab tidak langsung yaitu ketahanan pangan di keluarga. serta pelayanan kesehatan dan kesehatan lingkungan. pemilihan jenis makanan yang tidak tepat atau dikarenakan seperti adanya penyakit infeksi yang menyebabkan kurang terserapnya nutrisi dari makanan. Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K1 dan K4 Standar pelayanan antenatal pada ibu hamil minimal empat kali pada masa kehamilan dari triwulkan pertama sampai dengan triwulan ke tiga. Di Wilayah Kec. Grafik 1. Pelayanan kesehatan Ibu dan Bayi 1. Jumlah balita gizi buruk ini kebanyakan karena tingkat ekonomi masyarakat dan juga kesalahan orang tua dalam mengatur pola asuh serta pola makan anaknya.Status gizi merupakan ekspresi suatu aspek atau lebih dari nutriture seorang individu dalam suatu variable atau keadaan tubuh yang merupakan hasil akhir dari keseimbangan antara zat gizi yang masuk ke dalam tubuh dan utilisasinya. 1. Kresek jumlah balita di bawah garis merah (BGM) dari tahun 2016 terdapat 34 balita. pola pengasuhan anak. Status gizi balita di wilayah Puskesmas Kresek memerlukan perhatian yang lebih terhadap penanganan Gizi Buruk dan pada balita Bawah Garis Merah (BGM) agar tidak menjadi gizi buruk. 16 . Faktor yang menyebabkan kurangnya gizi baik secara langsung maupun tidak langsung.10 Kasus Balita Gizi Yang Ditemukan dan Di Rawat 1.6 Upaya Kesehatan A.2. Dikarenakan akibat kurangnya asupan makanan. Balita Dengan Gizi Buruk Gizi buruk atau Malnutrisi dapat diartikan sebagai asupan gizi yang buruk.

1. Tes laboratorium. dan kunjungan K4 1.Ibu hamil memiliki banyak faktor resiko yang menyebabkan terhadap keselamatan ibu hamil dan janinnya. Grafik.450 orang (99.11 Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K1 dan K4 2. Memberikan injeksi Vit K 1 dan salep mata pada bayi baru lahir Dari jumlah 1.394 ibu bersalin. Pencegahan infeksi b. Melakukan IMD e. Grafik.5%) . imunisasi TT 1. pemeberian Tablet Fe1. 1. Cakupan persalinan Oleh Tenaga Kesehatan Pertolongan persalinan yang aman dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kompeten dengan memperhatikan hal hal sbb : a. ukur Tekanan Darah. Metode pertolongan persalinan sesuai standar c.12 Pertolongan Persalinan di Puskesmas Kresek Tahun 2016 17 . Pemeriksaan ibu hamil pada Trimester I di Puskesmas dan di Posyandu dilakukan dengan sistim 10 T seperti Timbang Berat Badan. Pada tahun 2016 jumlah ibu hamil di Puskesmas Kresek terdapat 1. cakupan kunjungan K1 sebanyak 1.461 ibu hamil.191 orang (81. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan pada tahun 2016 sebanyak 1. ukur Tiggi Fundus Uteri.2%). Temu wicara. Merujuk kasus yang tidak dapat ditangani ke tingkat pelayanan yang lebih tinggi d.392 orang.

1. Grafik.1 kali 3-7 hari dan 1 kali pada umur 21-28 hari. sehingga berbagai upaya dilakukan untuk mengurangi resiko tersebut dengan melakukan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan. Pada tahun 2016 Cakupan kunjungan neonatus 1 kali (KN 1) sejumlah 1.366 bayi. Cakupan BBLR 18 . Pelayanan Neonatus bayi umur 0-28 hari yang mendapatkan pelayanan kesehatan minimal 3 kali (KN 3). yaitu 1 kali pada 6 – 48 jam (KN 1) . dan kunjungan lengkap (KN 3) sejumlah 1. Cakupan Kunjungan Neonatus KN 1 dan KN Lengkap Pada usia kurang dari 1 bulan bayi merupakan golongan yang beresiko tinggi terhadap kejadian gangguan kesehatan. 3. pelayanan kesehatan pada neonatus dan cara perawatan bayi yang benar.13 Jumlah Kunjungan Neonatal KN 1 dan KN Lengkap Puskesmas Kresek Tahun 2016 4. Semua Neonatus di wilayah Puskesmas Kresek mendapatkan pelayanan kesehatan.366 bayi.

Cakupan pemeriksaan Kesehatan Siswa a.2%).228. Pelayanan Keluarga Berencana Pelayanan KB di wilayah Puskesmas Kresek dilakukan di dalam dan diluar gedung. SD/MI Dari seluruh jumlah siswa – siswi SD di Puskesmas Kresek terdapat 1.1%). Cakupan peserta akseptor KB baru pada tahun 2016 sebanyak 2. Seperti pelayanan safari KB.264 Akseptor (51.5%) . 1. dan dalam penjaringan pemeriksaan kesehatan siswa Pada tahun 2016 tingkat SD sejumlah 1. Pelayanan Kesehatan Anak Pra Sekolah Dan Usia Sekolah 1.15 Jumlah Penjaringan Siswa-siswi SD/setingkat Puskesmas Kresek tahun 2016 C.181 siswa. 1.16 Peserta KB Puskesmas Kresek tahun 2016 19 .Jumlah bayi dengan Berat badan lahir rendah (BBLR) tahun 2016 Jumlah 71 atau mencapai (5. dan peserta KB Aktif sejumlah 7.160 siswa. Grafik. Terdiri dari laki – laki 614 siswa dan perempuan 546 siswa.14 Jumlah BBLR berdasarkan Jenis Kelamin Puskesmas Kresek Tahun 2016 B. Grafik.636 akseptor (18. 1. Dari PUS sejumlah 14. Grafik.

Jengkol. Bila cakupan UCI dikaitkan dengan batasan suatu wilayah. Cakupan Imunisasi Bayi 20 . 1.4 %) yaitu Desa Talok. Renged. Grafik. Kemuning dan Rancailat. Hepatitis. D. imunisasi secara lengkap tersebut meliputi TN. Dan 5 desa tidak mencapai target yaitu Desa Kresek. Patrasana dan Pasirampo. Pelayanan Imunisasi Desa/ Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) 2.17 Cakupan Imunisasi Puskesmas Kresek tahun 2016 3. Campak dan Pertusis. berarti dalam wilayah tersebut tergambarkan besarnya tingkat kekebalan masyarakat dan bayi (herd immunity) terhadap penularan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Cakupan Desa Yang Mencapai UCI Pencapaian Universal Child Immunization (UCI) pada dasarnya merupakan proksi terhadap cakupan imunisasi secara lengkap pada kelompok bayi. Koper. Indikator yang dipakai untuk mengukur cakupan pencapaian UCI adalah campak. pencapaian di Puskesmas Kresek dari 9 desa hanya 4 Desa yang mencapai UCI atau ( 44. Target pencapaian UCI pada wilayah desa/ kelurahan yaitu 100 % untuk campak.

Pelayanan dalam gedung dilayani diruang imunisasi dan di poli KIA. Imunisasi DPT Hb. beranfaat untuk mencegah penyakit-penyakit difteri. untuk mencegah penyakit poliomilitis (penyakit lumpuh layu secara mendadak).9%) e.5%). pertusis dan tetanus. Pada tahun 2016 cakupan imunisasi DPT Hb mencapai 1295 bayi (97. TT-5 2. 1.3 % seperti dalam table dibawah ini: 21 . Pelayanan Imunisasi rutin Pelayanan imunisasi rutin untuk bayi dan ibu hamil dilaksanakan dalam dan luar gedung. untuk mencegah penyakit campak (measles).19%) b. TT-2 67.5 %.4 %. Imunisasi Campak.4% .18 Cakupan Imunisasi Puskesmas Kresek Tahun 2016 5. Imunisasi DPT Hb 3 terjadi peningkatan pada cakupan mencapai 1228 bayi (92. Cakupan Ibu Hamil Yang Mendapatkan Imunisasi TT Imunisasi Tetanus Toksoid adalah proses untuk membangun kekebalan sebagai upaya melindungi bayi dan ibu dari tetanus neonatorum. Imunisasi ini diberikan segera setelah lahir.%) c. Cakupan Imunisasi polio wilayah Puskesmas Kresek 1151 bayi (83.3% dan TT 2+ 86. Imunisasi BCG. d. Cakupan imunisasi TT Bumil pada tahun 2016 sebagai berikuat : TT-1 79. Cakupan imunisasi BCG di wilayah Puskesmas Kresek tahun 2016 mencapai 972 bayi (73. akan memberikan ketahanan terhadap penyakit TB (Tuberkulosis). 4. untuk pelayanan luar gedung dilayani di Posyandu. TT-3 11. Jenis dan cakupan imunisasi di Puskesmas Kresek mencakup : a. Imunisasi Polio.4%) Grafik.Imunisasi dasar adalah pemberian imunisasi awal pada bayi yang baru lahir sampai usia satu tahun untuk mencapai kadar kekebalan diatas ambang perlindungan dengan tujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi akibat Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Diberikan 3 kali sejak umur 2 bulan ( DPT tidak boleh diberikan sebelum umur 6 minggu ) dengan interval 4-8 minggu. pada umur 9 bulan Cakupan Imnisasi campak pada tahun 2016 mencapai 1161 bayi (87.

7 1 0 PATRASA 4 171 131 120 70. 88. Tabel 1. 3 3 179 88.6 3.3 62.2 .241 pasien. Grafik 1. 6 5 0 197 G 41.4 5.5 JUMLAH 1.6 7.3 1.3 7 6 KOPER 91 76 63 69.8 1.7 2.3 139.3 4 RANCAILA 9 159 153 8 12 3 0 23 T 96.2 7. 6 3 90 83.1 5.8 101.0 7.8 5.4 2.3 86.8 2 2 PASIRAMP 5 154 93 75 48. 137 95. 35 24.2 5. 14.5 1.3 92.9 . 73 34 5 79.2 8 2 TALOK 144 161 111. 11 8 2 96 O 60.9 0. 12 11 13 190 85.6 8 1 3 9 3 RENGED 171 151 149 87.7 2.25 (KAB/KOTA) 5 1. 10 4 1 105 88.0 2.9 5.5 6. 24 14.6 1. 13 3 174 NA 76. 18 19.2 2 KEMUNIN 8 223 93 186 83.2 1. 38 22.155 982 67. 9 201 6. Pelayanan Pengobatan / Perawatan : 1. 20 13.8 104. 6 11.45 16 1.19 Jumlah Kunjungan Pasien Rawat Jalan Puskesmas Kresek tahun 2016 22 .4 7. Kunjungan Rawat Jalan Umum Jumlah kunjungan rawat jalan di puskesmas Kresek tahun 2016 kunjungan mencapai 31.7 77.3 6.9 2 8 7 JENGKOL 136 120 90 66.6 Cakupan Imunisasi TT Bumil IMUNISASI TETANUS TOKSOID PADA IBU HAMIL JUM LAH N TT-1 TT-2 TT-3 TT-4 TT-5 TT2+ DESA IBU O HAM JU JU JU JU JUMLA JUM IL % ML % ML % ML % ML % % H LAH AH AH AH AH 1 KRESEK 206 177 154 74.3 98.3 5 4 E.

21 Jumlah Murid SD/MI yang Mendapat Pemeriksaan Gigi dan Mulut 23 .062 siswa (14. Grafik. 1. Pelayanan kesehatan Gigi dan mulut di Puskesmas Kresek Tauhn 2016 tumpatan gigi tetap 160 orang dan pencabutan gigi tetap 139 orang. 1.149 siswa. 2. jumlah yang diperiksa 1.9%).20 Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut Puskesmas Kresek tahun 2016 a. Cakupan Rawat Jalan Gigi Pelayanan Kesehatan gigi di puskesmas Kresek selain pelayaanan di puskesmas juga melaksanakan pemeriksaan gigi anak sekolah melalui kegiatan UKGS. Murid SD/MI yang mendapatkan pemeriksaan gigi dan mulut Cakupan pemeriksaan gigi dan mulut pada murid SD/MI tahun 2016 dari 36 SD/MI terdapat 7. Grafik.

b. dan peserta Jamkesda 2 orang (0. Dari total pasien tersebut dikelompokan berdasar jenis pasien terdiri dari pasien umum 157 orang (39. BPJS 223 orang (56.0%) .22 Pelayanan Perawatan Gigi di SD/MI Puskesmas Kresek tahun 2016 3. Grafik. KS 12 orang (3.23 Presentase Jumlah Pasien Rawat Inap Berdasarkan Jenis Pasien di Puskesmas Kresek tahun 2016 24 .5%). yang terdiri dari pasien laki-laki sebanyak 161 orang dan perempuan 233 orang. Murid SD/MI yang mendapatkan perawatan Gigi danMulut Cakupan perawatan gigi dan mulut pada murid SD/MI tahun 2016 murid yang mendapat perawatan gigi dan mulut 786 orang (90.4 %) dari jumlah murid yang harus mendapat perawatan dengan jumlah 870 orang hasil pelaksanaan penjaringan.60%).85%) orang. 1. Kunjungan Rawat Inap Di Puskesmas Kresek jumlah kunjungan pasien rawat inap terdiri dari pasien umum 394. Grafik 1.

9%) Grafik. Balita Bawah Garis Merah ( BGM) Dari hasil Balita yang di timbang berat badannya dibawah garis merah tahun 2016 yaitu 109 balita (2%) dari 5.391 orang (98. Adapun distribusinya menurut jenis kelamin terdiri dari laki-laki 61 balita dan perempuan 48 balita.24 Jumlah Balita yang Ditimbang Puskesmas Kresek tahun 2016 2. F. G. Pelayanan Kesehatan Jiwa Di Puskesmas Kresek Pelayanan Kesehatan Jiwa pelaksanaannya sebatas pendatan jumlah penderita dan tindakan rujukan ke Rumah Sakit belum melakukan pengobatan atau perawatan di puskesmas. 1.453 balita yang datang dan ditimbang 5.391 balita yang ditimbang. Cakupan yang ditimbang pada tahun 2016 dari 5. Pemantauan pertumbuhan balita 1. Berat badan balita dibawah garis merah (BGM) hal ini disebabkan karena 25 . Balita yang di Timbang Untuk mengetahui keadaan berat badan pada balita pelaksanaan lebih banyak dilakukan diluar gedung melalui kegiatn posyandu.

yaitu pada bulan Februari dan Agustus dengan tujuan untuk mencegah terjadi kekurangan Vitamin A yang akan menyebabkan kebutaan. Cakupan Ibu Hamil mendapat tablet Fe Pada ibu hamil tablet Fe merupakan suplemen yang penting untuk meningkatkan haemoglobin dan mencegah kecacatan pada janin.26 Cakupan Pemberian Vitamin A Puskesmas Kresek tahun 2016 2.461 ibu hamil yang 26 .9%). 1. Pelayanan Gizi 1. Cakupan balita mendapat kapsul vitamin A 2 kali pertahun Pembagian Vitamin A pada balita dilakukan 2 kali dalam tahun.605 balita (110. sedangkan untuk balita (12-59 balita) dari 1.25 Balita dengan BGM Menurut Jenis Kelamin Puskesmas Kresek tahun 2016 H.penghasilan masyarakat rendah dan pola asuh yang salah sehingga mengakibatkan anak yang mengalami gizi buruk.3%). Grafik.452 balita yang mendapatkan Vitamin A mencapai 4. Grafik. Dari jumlah 565 bayi (6-11 bulan) di wilayah Puskesmas Kresek pada tahun 2016 yang mendapatkan Vitamin A mencapai 584 bayi (103. dari 1. 1.

Pelayanan Obstetrik dan Neonatal Emergensi Dasar 1.28 Balita Gizi Buruk yang Mendapat Perawatan Puskesmas Kresek tahun 2016 I. Balita Gizi Buruk yang mendapat Perawatan Jumlah balita Gizi buruk yang mendapat perawatan di puskesmas pada tahun 2016 dari 23 penderita semua mendapatkan perawatan (100%). Akses ketersediaan darah Akses ketersediaan darah dan komponen yang aman untuk menangani rujukan ibu hamil dan neonatus Di Puskesmas Kresek tidak melakukan persediaan darah. Grafik 1. Ibu hamil resiko Tinggi /Komplikasi yang ditangani 27 . laki-laki 9 orang dan perempuan 14 orang.52%). 1.191 (81.450 (99. Grafik. 2.27 Cakupan Pemberian Tablet Fe pada Ibu Hamil Puskesmas Kresek tahun 2016 3.mendapatkan F1 (30 tablet) yaitu 1.2%) dan yang mendapatkan F3 (90 tablet) yaitu 1.

450 ibu hamil. Perdarahan nifas. Grafik. Penyelidikan epidemiologi 1. Desa Bebas Rawan Gizi 28 . Hiperemesis gravidarum. 2. Kontraksi dini/persalinan premature. Hipertensi dalam kehamilan (preeklamsia. ibu bersalin. Perdarahan per vaginam. Infeksi nifas.29 Jumlah Penanganan Komplikasi Kebidanan Puskesmas Kresek tahun 2016 3. dengan komplikasi dalam kehamilan seperti Abortus. Kejadian Luar Biasa (KLB) Padatahun 2016 di wilayah Puskesmas Kresek tidak terjadi kasus kejadian luar biasa baik penyakit maupun keracunan. ekslamsia). perkiraan ibu hamil yang mempunyai resiko tinggi tahun 2016 sebanyak 290 orang dan yang dapat ditangani mencapai 206 orang (71%). Komplikasi dalam Nifas seperti :Hipertensi dalam kehamilan (pre eklamsia. Jumlah ibu hamil yang mempunyai resiko tinggi pada tahun 2016 perkiraan neonatal resiko tinggi sebanyak 182 orang dan jumlah ditangani 182 orang (100%). ibu nifas yang dapat mengancam jiwa ibu dan /atau bayi.Dari Jumlah 1. K.ekslamsia). Infeksiberat/sepsis. Kehamilan ganda. J. Neonatal risiko tinggi / komplikasi yang di tangani Kesakitan pada ibu hamil. 1. Pelayanan Gawat Darurat Mulai tahun 2009 di Puskesmas Kresek dengan kemampuan dan peralatan yang ada telah melaksanakan pelayanan gawat darurat 24 jam pada pertolongan pertama dan melayani persalinan 24 jam.

Dari 9 desa yang ada di Wilayah Kecamatan Kresek.890 rumah dan yang ber PHBS mencapai 938 rumah ( 50 %). N. industri rumah tangga dan tidak dilakukan pembinaan belum rutin melaksanakan. Grafik.126 orang (63. 1.11%). L.31 Cakupan Pelayanan Lansia Puskesmas Kresek tahun 2016 29 . semua desa termasuk kategori rawan gizi. Pemantauan Rumah Tangga Yang Ber PHBS 1. Pada tahun 2016 jumlah lansia usia diatas 60 tahun yang ada 3.30 Rumah Tangga yang Ber PHBS Puskesmas Kresek tahun 2016 M. Pelayanan Kesehatan Kerja 1. Tahun 2016 tidak dilaksanakan pemeriksaan dan pembinaan Pos UKK diwilayah kecamatan Kresek.42 %) orang dan perempuan 1. Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut 1. Cakupan kesehatan kerja pada pekerja informal Diwilayah Puskesmas Kresek tidak terdapat kelompok pengasinan. 1. Cakupan Pelayanan Pra Usia lanjut dan Usia lanjut Pelayanan kesehatan lanjut usia dilakukan di dalam gedung ( Klinik Lansia) dan luar gedung (Posbindu) di desa. Grafik.367 orang sedangkan yang diperiksa laki-laki sebanyak 197 orang (12. Rumah Tangga yang Ber PHBS Dari hasil kegiatan pemantauan Rumah tangga ber PHBS pada tahun 2016 jumlah sarana/rumah yang diperiksa 1.

Peri Anak ke. Jamalu. Sudin beserta istri Ny.L 20 SMP Tidak Tidak din 2 bekerja berpenghasil -an 4.1. Sudin yang sudah menikah juga tinggal di rumah yang sama. yaitu: 1.3. Jamaludin. -a -an -an min 1. Anak ke.000 Rumiyati tamat SD 3. Rumiyati.L 16 SMP Tidak Tidak Febrian 3 bekerja berpenghasil -an 30 . Keluarga Binaan Keluarga binaan kelompok 2 terdiri dari 5 keluarga. Ny. Ibu P 56 Tidak Petani Rp 300. yaitu keluarga Tn. Nengsih serta anak pertamanya. Tn. yaitu Ny. Tabel 1. Sudin Bapak L 58 Tidak Tidak Tidak tamat SD bekerja berpenghasil -an 2. Keluarga Tn. Peri Febrian. Rizki Putra Pratama. dan anak ketiga An. Sudin tinggal di dalam rumah yang terdiri dari 2 kepala keluarga. Sudin Keluarga Tn. yaitu An. anak kedua Tn.7 Data Anggota Keluarga No Nama Status Jenis Usi Pendidik Pekerja Penghasilan Keluarga Kela. Anak pertama Tn.

Atap terbuat dari genteng dengan kerangka bambu. Limbah padat (sampah) Tn. berwarna kekuningan. Sudin terakhir kali terjadi pada tahun 2013 serta 2016. dan sifat airnya seringkali keruh. Bangunan Tempat Tinggal Keluarga Tn. Rumiyati. Provinsi Banten. Tn. 1 kamar mandi. dengan ukuran bangunan 7 m x 8 m dan luas bangunan 56 m 2. Luas masing-masing kamar tidur kurang lebih 3x2 m. serta Peri Febrian berusia 16 tahun dan belum bekerja. Lingkungan Pemukiman Rumah Tn. sehingga biaya hidup seringkali dibantu oleh anak kedua yang rumahnya bersebelahan langsung dengan rumah Tn. Pola Makan 31 . Bagian belakang rumah Tn. Sudin. Di bagian depan rumah terdapat teras berukuran 1x3 m. bekerja sebagai petani dengan rata-rata penghasilan per bulan Rp 300.000. dan 1 ruang tamu. e. Sudin terletak di pemukiman yang jarang penduduk. Rumiyati memiliki 4 anak. ragamnya meliputi bebek dan burung dara. Terdapat 1 buah lampu dengan daya 14 watt di tiap ruangan. lantai rumah sebagian keramik dan sebagian semen. Istrinya. Di depan rumah terdapat halaman yang merangkap tempat hewan ternak. Tiap ruangan kurang mendapat sinar matahari. permanen terbuka. Hewan ternak tidak memiliki kandang. Sudin tinggal di perumahan yang jarang penduduk. Sudin berbatasan langsung dengan tanah kosong serta sawah. Sudin. Ny. dan ruang tamu dengan luas 3x4 meter. Penghasilan Ny Rumiyati tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.Keluarga Tn. Tanggul ini pernah jebol pada tahun 2001 dan membuat daerah pemukiman Tn. di dalam rumah terdapat plafon terbuat dari gipsum. Sudin ditimbun di pinggiran tanggul sungai dan dibakar jika sudah tinggi. Kabupaten Tangerang. Pembuangan limbah cair rumah tangga langsung ke sungai yang berjarak 10 meter dari rumah. Rumah milik sendiri. Sudin dan Ny. 2 anak sudah menikah dan salah satunya tinggal serumah.5 meter. Sudin bertempat tinggal di Desa Pasir Ampo RT 01/RW 01. Sepuluh meter dari depan rumah terdapat sungai yang dibatasi dengan tanggul setinggi 1. Banjir di daerah pemukiman Tn. Terdapat 2 jendela di depan rumah yang jarang dibuka dan 3 jendela di bagian belakang rumah. Bagian kanan rumah berbatasan dengan rumah anak ke-2 Tn. Di dalam rumah terdapat 3 kamar tidur. Tn. Sudin berusia 58 tahun dan tidak bekerja. a. Dua anak yang belum menikah dan tinggal serumah adalah Jamaludin berusia 20 tahun dan belum bekerja. Kecamatan Kresek. Di bagian belakang rumah terdapat dapur berukuran kurang lebih 4x4 m dan kamar mandi di dalam rumah ukuran 1x2 m. Pada ketiga kamar tidur masing- masing terdapat 1 jendela dan 1 ventilasi. Air untuk MCK didapat dari sumur. Ventilasi terdapat di depan rumah sebanyak 2 buah. Sudin terkena banjir bandang. Rumiyati. sementara bagian kiri rumah berbatasan dengan rumah orangtua dari Ny. Bangunan rumah tidak bertingkat. pencahayaannya kurang karena tidak ada jendela. serta bau. d. 1 dapur.

dan malam. sehari bisa menghabiskan 1 bungkus rokok. Sudin serta Jamaludin sering merokok di dalam rumah. Penyakit yang sering terjadi adalah ISPA serta diare akut. Ny. f. Sudin rata-rata makan 3 kali sehari. Sudin selalu mencuci tangan sebelum makan. gejala biasanya muncul apabila makan pedas. Rumiyati memiliki riwayat sakit maag (gastritis). Olahraga yang rutin dilakukan adalah jalan pagi. Sudin juga rutin bersih-bersih rumah.Keluarga Tn. Makanan seringkali diolah sendiri oleh Ny. Sudin. 32 . dan juga tidak pernah berobat ke dukun atau orang pintar. tahu. namun rutin mengonsumsi sayur dan buah. Air minum didapat dari air galon isi ulang. namun apabila tidak sembuh dengan obat warung. g. Sudin dan Ny. Rumiyati. yaitu pagi. Riwayat Penyakit Riwayat penyakit seperti diabetes. sementara anak ketiga serta keempat lahir dengan pertolongan bidan. baik Tn. dan ikan. Sudin menggunakan motor. Sudin jarang minum jamu untuk mengobati penyakit-penyakit tertentu. biasanya keluarga memilih untuk membeli obat warung apabila ringan. Saat ini Tn. dan sikat gigi 2-3 kali sehari. Kebiasaan Berobat Ketika ada anggota keluarga yang sakit. dan TB paru tidak ada di keluarga Tn. riwayat stroke. keluarga berobat ke Puskesmas Kresek yang berjarak sekitar 6 km dari rumah. Sudin mengalami gatal-gatal di bagian lengan yang sudah dikeluhkan selama 2 bulan. Keluarga Tn. Keluarga Tn. Untuk mencapai puskesmas. Sudin dan Jamaludin merupakan perokok aktif. ayam. tempe. Sudin. Selain itu. h. Sudin memiliki kebiasaan berolahraga 1 minggu sekali. Anak pertama dan kedua Tn. Keluarga Tn. i. Selain itu keluarga Tn. Sudin lahir di rumah tanpa bantuan tenaga kesehatan. Seluruh anggota keluarga Tn. biasanya Tn. Rumiyati mengalami batuk yang sudah dirasa sejak 1 bulan yang lalu. dan telur. siang. dikarenakan Tn. Sudin jarang makan daging. Selain itu. sayur. Perilaku dan Aktivitas Sehari-Hari Tn. dan seringkali merokok di dalam rumah. Riwayat Obstetri dan Pola Asuh Anak Saat ini tidak ada wanita yang sedang hamil dan tidak ada balita dalam keluarga Tn. Sudin terbiasa mandi 2 kali sehari. Batuk memberat saat menghirup asap rokok. Keluarga Tn. Menu sehari-hari antara lain nasi. sudah berobat ke puskesmas namun tidak menghilang. Keluarga Tn. hipertensi. Sudin terdaftar BPJS dengan faskes tingkat I di Puskesmas Kresek.

tidak ada yang 7. Sudin No Faktor Internal Permasalahan . Olahraga sekali. Pencahayaan Sinar matahari tidak masuk ke tiap ruangan. Sumber air keruh. Saluran pembuangan Limbah cair rumah tangga langsung dibuang ke 8.9 Faktor Eksternal Keluarga Tn. dan telur. Ruangan dalam rumah mandi dalam rumah ukuran 1x2 m. Jendela dan Ventilasi sebanyak 2 buah di ruang tamu. MCK MCK dilakukan di dalam rumah Setiap ruangan memiliki 1 lampu daya 14 watt. 3. limbah cair sungai 33 . Keluarga Tn. Tabel 1. tempe. Tn. Sudin dan 2 anaknya hanya beraktivitas di 6. Di keluarga Tn. Sudin berobat ke Puskesmas Pola Pencarian Kresek apabila sakit. Keluarga jarang makan daging. Sudin umumnya makan 3 kali sehari. sayur. Rumiyati bertani ke sawah. Sudin. serta buah. Sudin memiliki jamban di dalam 3. Sudin dan Jamaludin merokok ±1 1. kamar 2. 3 kamar tidur dengan ukuran masing-masing ± 3x2m. Air didapatkan dari sumur pribadi. Luas bangunan Luas bangunan 56 m2 Ruang tamu berukuran 3x4 meter. 1. dan 1 jendela serta ventilasi di masing-masing kamar. Pengobatan terdaftar BPJS Kesehatan dengan faskes tingkat I di Puskesmas Kresek. dan seringkali merokok di dalam rumah. Seluruh anggota keluarga 4. jenis olahraganya adalah jalan pagi. 6. 5. Keluarga Tn. Menabung menabung Tn. dan dapur ukuran 4x4 m Keluarga Tn. ayam. ikan. Aktivitas sehari-hari rumah. Alat Kontrasepsi menggunakan alat kontrasepsi. Jamban rumah. menu makanan antara lain nasi. Pola makan tahu. Penghasilan per bulan tidak cukup untuk 5.8 Faktor Internal Keluarga Tn. Tabel 1. Keluarga Tn. Air bersifat 7. berwarna kekuningan dan berbau. limbah cair langsung dibuang ke sungai Terdapat jendela dan ventilasi terbuka permanen 4. Sudin berolahraga 1 minggu 2. Kebiasaan merokok bungkus/hari. Sudin No Faktor Eksternal Permasalahan . sementara Ny.

Sampah dibuang di 9. Dinding Lingkungan sekitar 10.4 Denah Rumah Keluarga Tn. Sebelah kanan dan kiri rumah Tn. ketiga rumah tidak saling menempel. Keluarga Tn. dan memiliki 4 orang anak yaitu Siti Fauziah. istrinya bernama Ny Alinah. Keluarga Tn. Sukma sebagai kepala keluarga. Sudin berbatasan dengan tanah kosong dan sawah. Suryadi. sampah pinggir sungai dan dibakar apabila sudah menumpuk tinggi. Nahudin 2. Sukma terdiri atas Tn.10 Data Anggota Keluarga 34 . Sudin berbatasan dengan rumah orangtua Ny. Aliman dan Andi. Rumiyati serta anak ke-2 Tn. Tabel 1. Sudin tidak memiliki tempat Tempat pembuangan pembuangan sampah. Sukma Keluarga Tn. Sudin. Sungai Jalan beton Tanggul Gambar 1. Bagian rumah belakang rumah Tn. sementara bagian depan bebatasan dengan jalan serta sungai.

Ayam dan daging jarang. hanya pada saat tertentu seperti saat lebaran.000 tahun sayur . Sukma biasa makan tiga kali dalam sehari. Menu makannya adalah nasi dan lauk. yaitu ikan. memiliki 2 kamar tidur. Ventilasi udara terdapat di bagian depan rumah dan kamar tidur.000 2 Alinah Ibu P 40 SD IRT tahun 3 Siti Anak P 27 SMP - Fauziah tahun 4 Suryadi Anak L 24 SMP - tahun 5 Aliman Anak L 21 SMP - tahun 6 Andi Anak L 15 SD - tahun Keluarga Tn. Keluarga ini sering memasak sendiri untuk makan sehari-hari. sedangkan bagian samping kiri berbatasan dengan warung kecil. dan 1 kamar mandi. yaitu pagi. ruang tamu dan ruang tengah. Menu lauknya cukup beragam. Ny. Kelurahan Pasir Ampo.No Nama Status Jenis Usia Pendidik Pekerja. Pendapatan Tn. Sukma berusia 42 tahun dan bekerja sebagai pedagang sayur di Pasar Jakarta 3 kali dalam seminggu. 1 ruang tengah. Pengha- Keluarga Kelamin -an an silan 1 Sukma Ayah L 42 SD Pedagang Rp2. tempe. RT 001 RW 001. Sukma dan Ny. Sukma berkisar Rp2. Alinah berusia 40 tahun. bekerja sebagai ibu rumah tangga. bagian samping kanan dan belakang berbatasan dengan rumah warga. Provinsi Banten.000 per bulan. Alinah SD. Kabupaten Tangerang. a. ikan asin. Terdapat tiga buah jendela di bagian depan rumah yang dapat dibuka. sehingga jika perlu BAK atau BAB keluarga ini pergi ke jamban di kali. c. Keluarga ini mendapatkan sumber air dari sumur. Pendidikan Tn. Lingkungan Rumah Tn. Kecamatan Kresek. Sukma pada bagian depan rumah berbatasan dengan jalan. Tn. Tidak ada jamban sendiri di dalam rumah. siang dan sore. b. Rumah ini beralaskan semen dan beratapkan genting. Sukma bertempat tinggal di Kampung Bojong. 1 ruang tamu. Pasangan suami istri ini memiliki 4 orang anak. Keluarga ini jarang mengonsumsi buah. Sukma tinggal di rumah milik sendiri dengan luas bangunan 8x4 m2. tahu dan sayur-sayuran. Bangunan Tempat Tinggal Keluarga Tn. 35 . Penghasilan Tn. Terdapat 1 buah lampu di setiap kamar tidur.000. Sukma digunakan untuk kebutuhan keluarga sehari-hari. Pola Makan Keluarga Tn.

4 Pola Pencarian Pengobatan Puskesmas 5 Menabung Keluarga Tn. Sukma No Faktor Internal Permasalahan 1 Kebiasaan Merokok Tn. Semua anak di keluarga Tn. Sukma memiliki kartu BPJS. anak kedua berusia 24 tahun. Dalam sehari bisa habis 1 bungkus rokok. anak ketiga berusia 21 tahun dan anak keempat berusia 15 tahun. hanya saja ibu Tn. Sukma dan anak laki-lakinya biasa merokok 1 bungkus/hari 2 Olah raga Keluarga Tn. Keluarga Tn. Sukma memiliki kebiasaan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Semua anggota keluarga Tn. Menunya adalah nasi dengan lauk ikan. d. e. Alinah kontrol kehamilan di Posyandu. juga setelah BAB. Sukma memiliki tabungan untuk kesehatan dan pendidikan anak. Sukma. Sukma ditolong persalinannya oleh dukun beranak dan mendapatkan asi ekslusif sampai berusia 6 bulan. Ny. Perilaku dan Aktivitas Sehari-hari Tn. tempe. Alinah memasak sendiri untuk makan sehari-hari di keluarga Tn. Alinah menggunakan alat kontrasepsi berupa implan 3 tahun. Ny. Tn. Riwayat Obstetrik dan Pola Asuh Anak Ny. Kebersihan rumah biasanya rajin disapu dan dibersihkan oleh Ny. tahu dan sayuran. Sukma tidak memiliki kebiasaan berolahraga rutin. f. Keluarga Tn. Keluarga Tn. Makan besar 3x dalam sehari. Sukma bekerja sebagai pedagang sayur di Pasar 36 . Sukma dan semua anak laki-lakinya memiliki kebiasaan merokok. Alinah hamil sebanyak 4 kali dan anak hidup 4 orang. Sukma mendapatkan imunisasi dari Posyandu.11 Faktor Internal Keluarga Tn. Anak-anak di keluarga Tn. Anak pertama berusia 27 tahun. Tabel 1. Kebiasaan Berobat Keluarga Tn. Sukma tidak memiliki riwayat penyakit keluarga turunan. Sukma berobat ke Puskesmas jika sakit karena biaya ditanggung oleh BPJS. dan selanjutnya diberi ASI dan bubur nasi hingga 2 tahun. Sukma jarang berolahraga 3 Pola Makan Ny. Sukma memiliki kebiasaan mandi 2 kali dalam sehari dan sikat gigi 2 kali dalam sehari. Riwayat Penyakit Keluarga Tn. 6 Aktivitas Sehari-hari 1. Tapsin dulu memiliki penyakit hipertensi. Alinah. g.

Jakarta 3x dalam seminggu. Kamar Ruang Kamar Kamar tengah tidur tidur mandi Ruang tamu 37 Dapur . 4 Ventilasi Terdapat ventilasi udara di ruang tamu. kamar tidur masing-masing 2x1 m2. Sukma tidak memiliki jamban sendiri di dalam rumah. 6 Sumber Air Sumur 7 Saluran pembuangan limbah Saluran pembuangan limbah ke kali. Jendela dapat dibuka. Tabel 1.12 Faktor Eksternal Keluarga Tn. dan kamar mandi 1x1 m2. 9 Lingkungan sekitar rumah Depan rumah dibatasi oleh jalan. 8 Tempat pembuangan sampah Tidak ada tempat sampah sendiri di dalam rumah. Sukma beristirahat di rumah 2. samping kiri dibatasi oleh warung kecil. Alinah bekerja sebagai ibu rumah tangga 7 Alat Kontrasepsi Ny. Ny. jika tidak sedang bekerja Tn. 5 Pencahayaan Terdapat 1 lampu masing-masing di kamar tidur. ruang tengah berukuran 2x1 m2. Alinah menggunakan alat kontrasepsi implan 3 tahun. Sampah dibuang ke kali atau ditumpuk di seberang rumah kemudian dibakar. 3 Jamban Keluarga Tn. ruang tengah dan kamar tidur. Samping kanan dan belakang rumah dibatasi oleh rumah warga. Sukma No Kriteria Permasalahan 1 Luas Bangunan Luas rumah 8x4 m2 2 Ruangan dalam rumah Ruang tamu berukuran 3x2 m2. ruang tamu dan ruang tengah.

Nurlena tinggal di dalam rumah yang terdiri dari 1 kepala keluarga. Gambar 1. Ibu P 23 SMA Ibu - Nurlena Rumah Tangga 3. Jaya Rahmat. Tn. Bangunan Tempat Tinggal Keluarga Ny. Nurlena memiliki 1 anak berusia 3 tahun dan Ny.000. Sukma 3.600. Tn. Jaya Rahmat. Tabel 1.L 3 Belum Tidak Tidak Azzam 1 Bersekol bekerja berpengha- ah silan Keluarga Ny.13 Data Anggota Keluarga No Nama Status Jenis Usia Pendidik Pekerja Penghasilan Keluarga Kelamin -an -an 1. 1 kamar mandi. Nurlena berusia 23 tahun dan tidak bekerja.000. Provinsi Banten. Anak ke. Nurlena yang sedang mengandung anak kedua beserta suaminya. Penghasilan dari bulanan suami Ny. Tn. Kabupaten Tangerang. 1 dapur.600. yaitu keluarga Ny. Azzam berusia 3 tahun. Jaya Rahmat Keluarga Ny. Rumah milik sendiri. dan 1 ruang tamu.5 Denah Rumah Keluarga Tn. Bapak L 30 S1 Guru Rp Jaya Honore 3. Nurlena bertempat tinggal di Desa Pasir Ampo RT 01/RW 01. Nurlena sedang mengandung anak kedua dengan usia kandungan 6 bulan. Tn. Ny. a. Keluarga Tn. Nurlena tinggal di perumahan yang jarang penduduk. Rahmat r dan -/bulan Montir 2. Di dalam rumah terdapat 1 kamar tidur. dengan ukuran bangunan 6 m x 8 m dan luas bangunan 48 m2. An. An. Ny. Kecamatan Kresek. Nurlena mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jaya Rahmat dan Ny. 38 . dengan anak pertama. bekerja sebagai seorang guru honorer dan sebagai montir dengan rata-rata penghasilan per bulan Rp 3. Suaminya.

seorang anak laki-laki sekarang berusia 3 tahun dengan berat lahir 2900 gram. Di bagian depan rumah terdapat warung berukuran kurang lebih 3x5 m dan kamar mandi di dalam rumah ukuran 3x1 m. Ny. bagian belakang berbatasan dengan rumah warga. Anak pertama lahir ditolong oleh bidan dengan usia kehamilan 9 bulan. bagian kanan dan kiri juga berbatasan dengan rumah warga. Nurlena hamil sebanyak dua kali. Anak dari keluarga Ny. pencahayaannya kurang karena jendela tidak bisa dibuka. berwarna kekuningan. Menu makannya adalah nasi dan lauk.Bangunan rumah tidak bertingkat. Nurlena memakai plester coklat untuk luka. Atap terbuat dari genteng dengan triplex. f. Bila gejala timbul. timbul kemerahan.. permanen terbuka. Tempat pembuangan sampah di kebun warga didekat rumahnya. c. Ventilasi terdapat di depan rumah sebanyak 2 buah. Nurlena menyusu ASI ekslusif dan berhenti menyusu saat usia 6 bulan. gatal dan membengkak pada kulit. Air untuk MCK didapat dari sumur. Tiap ruangan kurang mendapat sinar matahari. lantai rumah sebagian keramik dan sebagian semen. Lauknya biasanya adalah ikan. Kebiasaan Berobat Ketika sakit. Nurlena biasa makan dua kali sehari. Riwayat Penyakit Ny. Alasan utamanya selalu berobat di puskesmas karena keluarga Ny. Nurlena merasa lebih tepat dan yakin bila berobat pada tenaga kesehatan. Terdapat 1 jendela di depan rumah yang jarang dibuka dan 1 jendela di samping ruang tamu dan samping kamar yang tidak pernah dibuka. Dibagian depan rumah berbatasan langsung dengan sawah. keluarga Ny. Lingkungan Pemukiman Rumah Ny. di dalam rumah terdapat plafon terbuat dari gipsum. b. d. Pola Makan Keluarga Ny. Anak kedua masih berada dalam kandungan dengan usia kehamilan 6 bulan. Nurlena terletak di pemukiman yang cukup padat penduduk. Keluarga ini mengkonsumi sayuran hampir setiap hari. Riwayat Obstetri dan Pola Asuh Anak Ny. e. Keluarga ini jarang mengkonsumsi buah. Nurlena ke 39 . dirasakan sejak kecil. serta bau. Alergi muncul saat kulit Ny. dan sifat airnya seringkali keruh. ayam. atau tahu tempe. Nurlena biasa berobat di puskesmas. Di bagian depan rumah terdapat ruang tamu berukuran 3x3 m. dan dapur dengan luas 3x4 meter. Terdapat 1 buah lampu dengan daya 14 watt di tiap ruangan. Nurlena memiliki riwayat alergi kulit dan maag. Rencana saat melahirkan ditolong oleh bidan. Pembuangan limbah cair rumah tangga langsung ke sungai yang berjarak 10 meter dari rumah. Luas masing-masing kamar tidur kurang lebih 3x2 m.

15 Faktor Eksternal Keluarga Tn. serta warung berukuran 3x5 m. Nurlena memiliki jamban di dalam 3. Nurlena memiliki kebiasaan merokok. Nurlena jarang berolahraga setiap 2. Keluarga jarang makan daging. 1. Tabel 1.puskesmas terdekat atau ke saudaranya yang juga seorang tenaga kesehatan dan meminta obat untuk alerginya. 4. Pola makan tahu. Jamban rumah. ikan. Ny. Olahraga harinya. Keluarga Ny. Seluruh anggota keluarga Pengobatan terdaftar BPJS Kesehatan. Keluarga Ny. limbah cair langsung dibuang ke sungai. Perilaku dan Aktivitas Sehari-Hari Dikeluarga ini suami Ny. tempe. Jaya Rahmat No Faktor Eksternal Permasalahan . Nurlena merokok ±1 bungkus/hari. serta ayam. dan dapur ukuran 3x4 m. Jendela dan Ventilasi Terdapat jendela dan ventilasi terbuka permanen sebanyak 1 buah di ruang tamu. Anak keluarga Ny. Luas bangunan Luas bangunan 48 m2 Ruang tamu berukuran 3x3 meter. 1 kamar tidur dengan ukuran ± 3x2m. kamar mandi dalam 2. Nurlena umumnya makan 2 kali sehari. 1. Ia juga mengatakan ibunya mengalami gejala yang serupa. Nurlena sering terkena batuk- pilek. menu makanan antara lain nasi. g. Tabel 1. Aktifitas fisik yang biasa dilakukan hanya terkait pekerjaan saja. Kresek apabila sakit. Keluarga ini tidak memiliki kebiasana berolahraga rutin. Nurlena berobat ke Puskesmas Pola Pencarian 4.14 Faktor Internal Keluarga Tn. 3. Keluarga Ny. Nurlena juga mengatakan bila terlambat makan perutnya terasa perih tetapi itu jarang terjadi. Ruangan dalam rumah rumah ukuran 3x1 m. Hanya melakukan kegiatan sehari-hari. Kebiasaan merokok Suami Ny. Keluarga Ny. sayur. seperti mencuci. Jaya Rahmat No Faktor Internal Permasalahan . dan 1 jendela 40 .

Sudin berbatasan dengan tanah kosong dan sawah. Tabel. Nurafifah. Nahudin terdiri dari 3 anggota keluarga. yaitu Tn. Air didapatkan dari sumur pribadi. Keluarga Tn. Pencahayaan Sinar matahari tidak masuk ke tiap ruangan. Saluran pembuangan Limbah cair rumah tangga langsung dibuang ke 8. Rumiyati serta anak ke-2 Tn. Nahudin Keluarga binaan Tn. tidak saling menempel. sementara bagian depan bebatasan dengan jalan serta sungai. Gambar 1. Sursiah. Nurlena berbatasan dengan rumah orangtua Ny. 6. Istrinya bernama Ny. dan anaknya bernama Dela Amelia. 1. Nahudin 41 . Jaya Rahmat 4. 5. sampah sungai dan dibakar apabila sudah menumpuk tinggi.16 Data dasar Keluarga Tn. Sumber air keruh. Dinding ketiga rumah Lingkungan sekitar 10.6 Denah Rumah Keluarga Tn. Sampah dibuang di pinggir 9. Sudin. MCK MCK dilakukan di dalam rumah Setiap ruangan memiliki 1 lampu daya 14 watt. Air bersifat 7. Nahudin sebagai kepala keluarga. limbah cair sungai Keluarga Ny. Nurlena tidak memiliki tempat Tempat pembuangan pembuangan sampah. Bagian belakang rumah rumah Tn. serta ibu mertua Ny. serta ventilasi di kamar. berwarna kekuningan dan berbau. Sebelah kanan dan kiri rumah Ny.

pengobatan. pencahayaan di rumah ini 2 buah lampu di dalam rumah.No Nama Status Jenis Usia Pendidikan Pekerjaan Keluarga Kelamin (tahun terakhir (L/P) ) 1 Tn. Terdapat jendela di kamar tidur dengan ukuran 30 cm x 30 cm sehingga hanya bisa sedikit dimasuki cahaya matahari. dengan luas tanah sekitar 40 m2 dan luas bangunan berukuran 4 m x 5 m. Nahudin adalah SD dan Ny. Beratapkan genteng tanpa langit-langit. Nahudin digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Tn. Nurafifak dan anaknya Dela Amelia sering tidur di rumah bibinya yang tingga bersebelahan dengannya. Rumah ini terdiri dari satu ruang tamu sekaligus ruang keluarga dan berukuran 4 x 3 m. Provinsi Banten. Pendapatan Tn. kebutuhan rumah. bangunan tempat tinggal tidak bertingkat. a. Ventilasi yang ada berasal dari atas jendela depan 30 x 10 cm dan di kamar tidur 30 x 15 cm./RW 01. Desa Pasir Ampo. bekerja sebagai pekerja pabrik di daerah Kresek dengan penghasilan berkisar Rp. - Keluarga Tn. Nurafifah SMP.000 perbulan. Nahudin memiliki satu orang anak yang bernama Dela Amelia berusia 14 tahun yang masih duduk di kelas 2 SMP. Sursiah Mertua P 70 . Jendela yang berada di samping pintu depan 100 cm x 40 cm dan memberikan jalan untuk cahaya tetapi tidak bias dibuka karena hanya berupa kaca sehingga udara tidak bias masuk ke rumah lewat jendela depan. Istrinya. Rumah milik sendiri. Satu kamar digunakan oleh Tn. Ny. Ibu P 33 SMP Ibu Nurafifah Rumah Tangga 3 Dela Anak P 14 SD Pelajar Amelia 4 Ny. membayar listrik. Selain itu terdapat satu ruang dapur yang berukuran 4 x 1 m.200. dan dindingnya terbuat dari batako di sebagian dan sebagian lainnya terbuat dari triplek kayu. satu kamar tidur yang berukuran 2 x 2 m. Dan 42 . bekerja sebagai ibu rumah tangga. Bapak L 37 SD Pekerja Nahudin Pabrik 2 Ny. Nahudin bersama Ny. Kabupaten Tangerang. Bangunan Tempat Tinggal Keluarga Tn. Tn. RT 01. berlantaikan sebagian ruangan keramik dan ruang dapur masih tanah. 1. seperti membeli makanan. Pendidikan terakhir Tn. Nahudin bertempat tinggal di kampung Bojong Koper. Nahudin berusia 37 tahun. biaya sekolah anak dan lain-lain. Nurafifah berusia 33 tahun. Nahudin tinggal di perumahan jarang penduduk. berwarna putih. Kecamatan Kresek.

keluarga ini biasanya memilih berobat dengan membeli obat warung dulu. Ny. Setelah BAB dan membuang sampah anggota keluarga selalu mencuci tangan. ibu mertua dari Tn. penyakit jantung. Nurafifah memasak satu kali sehari untuk makan pagi. Sebelum dan sesudah makan keluarga Tn. Nahudin adalah sakit bagian lengan yang dialami oleh Ny. e. namun belum mencari pengobatan untuk keluhan tersebut. tahu. berwarna putih. Sejak lahir anak Tn. Sursiah juga memiliki hipertensi dan katarak serta gangguan pendengaran sejak 3 tahun terakhir. Sakit dalam 6 bulan terakhir yang terdapat pada keluarga Tn. Keluarga ini mandi di kamar mandi milik saudaranya di sebelah rumah. Riwayat Obstetrik dan Pola Asuh Anak Anak Ny. Ny. Ahmad Suaeb tidak berada di pinggir jalan utama. Keluarga ini tidak memiliki kamar mandi dan jamban di dalam rumah. Di samping kiri dan kanan terdapat rumah tetangganya. c. d. Nahudin. Istri Tn. Nahudin jarang mengeluhkan sakit. telur. Sakit ini diobati oleh dokter di puskesmas dengan disuntikkan obat dan biaya 44. Di keluarga tidak ada yang menderita penyakit keturunan seperti diabetes. f. Nahudin mendapatkan imunisasi. diberikan ASI dan air tajin dan mendapatkan pendamping ASI sejak usia 6 bulan. Riwayat Penyakit Keluarga Tn. dan asma. dan alergi. siang dan makan malam untuk semua anggota keluarga. Kebiasaan Berobat Ketika ada anggota keluarga yang sakit ringan. Nurafifah lahir normal dengan bantuan dukun dan bidan. Di depan dan belakang rumahnya terdapat sawah yang luas. contoh menu yang disajikan sehari. sayuran dan terkadang menggunakan ayam dan ikan. Terdapat selokan di belakang rumah yang mengarah ke sawah. Nurafifah tidak ingat berat badan lahir anaknya. Nahudin selalu mencuci tangan. bila tidak ada perbaikan dan sakit dirasa cukup berat baru berobat ke Posyandu dekat rumahnya atau ke Puskesmas. Sursiah. Ny.terdapat satu buah lampu di teras rumah. Nahudin memasak masakan sendiri dengan menu seadanya. b. Nahudin terletak di pemukiman yang jarang penduduk. Lingkungan Pemukiman Rumah Tn. Pembuangan sampah di belakang rumah pada lubang-lubang tanah dan kadang dibakar. Nahudin memiliki kebiasaan makan tiga kali sehari. tempe. Rumah Tn. Apabila buang air besar keluarga ini menggunakan jamban miliknya di belakang rumah mereka dengan jarak sekitar 3 m. Jarak kamar mandi dan rumah keluaga ini sekitar 2 m. 43 .000 rupiah. Pola Makan Keluarga Tn.hari adalah nasi.

Nahudin merokok 1/2 bungkus perhari Merokok 2 Olah raga Semua anggota keluarga tidak memiliki kebiasaan berolahraga.18 Faktor Eksternal Keluarga Tn.a. tempe. ayam. Nahudin bekerja sebagai buruh pabrik. Nahudin mengatakan tidak ada kebiasaan berolahraga.17 Faktor Internal Keluarga Tn. 6 Aktivitas sehari. berangkat dari rumah jam 5 pagi dan sampai rumah setelah kerja jam 4 sore. Ny. jika tidak membaik baru membawa berobat ke puskesmas/posyandu. Ny. dan terkadang ikan. Dela Amelia sebagai pelajar SMP 6 Alat kontrasepsi Ny. Nurafifah memasak makanan sendiri dengan mengkonsumsi nasi. Apabila sakit. Nahudin lebih memilih untuk membeli obat ke warung. 4 Pola Pencarian Apabila sakit. bekerja hari jam 6 sampai jam 3. Nurafifah tidak menggunakan kontrasepsi. Nahudin No Kriteria Permasalahan 1. Tabel 1. Nurafifah dan keluarganya memiliki pola makan yang teratur. Keluarga Tn. keluarga Tn. Dua hari menghabiskan 1 bungkus rokok. Tn. mereka berobat dengan menggunakan Pengobatan obat warung serta melakukan pengobatan di puskesmas atau posyandu terdekat dari rumah jika keadaan tidak membaik. Tabel 1. tahu. biasanya merokok di tempat kerja dan di rumah setelah makan malam. Nurafifah bekerja sebagai ibu rumah tangga dan membantu menambah penghasilan keluarga dengan membuka warung kecil di teras rumah. Nurafifah selalu memasak untuk makan keluarga Ny. 3 Pola Makan Ny. tiga kali dalam sehari. dan mengonsumsi sayur–sayuran. Nahudin No Faktor Internal Permasalahan 1 Kebiasaan Tn. Tn. Luas Bangunan Luas rumah 4 m x 5 m 44 . Tn. An. c. 5 Menabung Tidak pernah menabung karena penghasilan ynag pas-pasan. Nahudin mengaku mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. b. Nurafifah tidak memiliki kebiasaan menabung. Nahudin dan Ny. Perilaku dan Aktivitas Sehari-Hari Tn. g. Nahudin merupakan perokok aktif.

kadang hanya dikumpulkan di tanah yang berlubang atau dibakar 10. Ruangan dalam Di dalam rumah terdapat satu kamar tidur rumah dengan ukuran sekitar 2 m x 2 m yang dipisahkan hanya oleh triplek kayu. Nahudin membeli air minum isi ulang yang dibeli. air berwarna kuning keruh dan agak berminyak hanya digunakan untuk mencuci piring dan mencuci baju. Nurafifah). Untuk ruang keluarga berukuran 4 m x 3 m. Untuk minum. keluarga Tn. Nahudin tidak memiliki jamban di rumahnya. 6. Sebelah kiri dan kanan rumah bersebelahan dengan rumah penduduk lainnya. Saluran pembuangan Tidak terdapat saluran pembuangan limbah. Untuk mandi. Nahudin melakukan di rumah tetangga. 9. 45 . atau di jamban milik sendiri yang berlokasi di belakang rumah. Jamban Keluarga Tn. Tempat pembuangan Sampah rumah tangga dikumpulkan di belakang sampah rumah. 8. 3. BAK. 5. Lingkungan sekitar Di bagian belakang rumah terdapat halaman rumah yang digunakan untuk menumpuk sampah rumah tangga serta tidak terdapat selokan yang layak untuk pembuangan limbah. Pencahayaan Terdapat 1 lampu pada ruang keluarga Terdapat 1 lampu pada kamar tidur Terdapat 1 lampu pada dapur Terdapat 1 lampu pada teras 6 MCK Memiliki MCK di luar rumah. 4. Ventilasi Terdapat ventilasi yang berasal dari atas jendela depan 30 x 10 cm dan di kamar tidur 30 x 15 cm. Sumber Air Sumber air keluarga Tn. Nahudin berasal dari pompa sanyo milik tetangga (keluarga kakak Ny. Dapur Tn. Nahudin berukuran sekitar 4 m x 1 m.2. dan BAB keluarga Tn. air limbah limbah dialirkan ke selokan belakang rumah yang mengarah ke sawah.

Keluarga Tn. Nuryanah sebagai anak.7 Denah Rumah Keluarga Tn. Ny. 46 . yaitu Tn sukemi sebagai kepala keluarga. Sukemi Keluarga binaan Tn. Nahudin 5. Kastunah sebagai Isteri serta Ny. Eni dan Ny. Sukemi terdiri atas 4 anggota keluarga. Gambar 1.

tidak semua kamar terdapat jendela. kipas angina. Tn. seperti membeli makanan. pengobatan dan kehidupan sehari-hari lainya. Ventilasi di rumah tersebut sangat kurang baik karena hanya terdapat sebuah ventilasi yang terletak diatas pintu masuk rumah. - Nurya n nah Keluarga Tn. Tidak seluruh ruang di rumah ini teralasi dengan lantai ubin. lalu terdapat 2 kamar lagi dibagian belakang. lemari. Sukemi mempunyai kamar mandi yang berisi bak dan jamban. Ruangan di depan Ruang tamu adalah kamar utama. Pendapatan Tn. Dinding rumah terbuat dari bata merah. Kira-kira 500. Istri Perempua 52 Th Tidak Ibu - Kastun n bersekol rumah ah ah tangga 3.000/ bulan. Eni dan Ny. 1 daun pintu di dapur. air. Di dalam kamar terdiri dari lemari. Sukemi tinggal disebuah bangunan rumah berukuran 9 x 6 m. Kecamatan Kresek. kemudian atap rumah terbuat dari seng dan atap-atap menggunakan plastik. Dapur terdiri dari kompor 47 . Sukemi berusia 61 Tahun. Rumah Tn. Anak Perempua 22 th SMP . Suami Laki-laki 61 th SD Petan 500. Sukemi bertempat tinggal di kampung Bojong Koper. Sukemi dipakai untuk kehidupan sehari-hari. beberapa kamar dan cahaya matahari hanya dapat masuk lewat ventilasi tersebut. a. tergantung dengan panennya padi.19 Data dasar Keluarga Tn. Ruangan tersebut digunakan sebagai ruang keluarga. karpet dan kamar tidur dipasang kelambu.000 – Sukem i 1000.Sukemi menggunakan air sumur dari masjid sebagai sumber air untuk keperluan mandi dan mencuci. Desa Pasir Ampo RT 01/RW 01. sedagkan kamar dan dapur teralasi tanah. Rumah ini mempunyai 1 pintu depan. Ny. dan pencahayaan dari lampunya kurang terang. Serta dibagian paling belakang terdapat dapur dn kamar mandi. Tn.000- 1000. Pada ruang pertama terdapat TV. Anak Perempua 24 th SMP . Bangunan tempat tinggal Keluarga Tn. Sukemi No Nama Status Jenis Usia Pendidik Pekerja Penghasil- Keluarga Kelamin -an -an an 1. Keluarga Tn. Nuryanah. tempat tidur. Tabel. - Eni n 4 Ny. Katsunah dan berumur 52 tahun. bekerja sebagai ibu rumah tangga dan mempunyai dua anak yaitu Ny. hanya di bagian ruang tamu. Sukemi mempunyai istri bernama Ny. rak. Kabupaten Tangerang. 1. membayar listrik. Tn. Ny.000/ i bulan 2. bekerja sebagai petani di daerah Tegal Angus dengan penghasilan tidak tentu.

Sukemi beserta istri dan anak tidak memiliki kebiasaan berolahraga. b.Sukemi terletak di pemukiman yang tidak padat penduduk. dan nyeri bagaian otot.Sukemi mengaku mencuci tangan sebelum makan dan jika tangan tampak kotor.Sukemi lahir di dukun desa di daerah kresek. Ny. Binatang peliharaan tersebut berkeliaran di sekitar rumah dan sering kali masuk kedalam teras rumah. pilek. Katsunah tidak pernah memakaia KB e. Ny. Sehari-harinya mereka makan besar 2 kali. Gangguan kesehatan yang sering dialami anggota keluarganya antara lain batuk. Terdapat tempat pembuangan sampah di seberang rumah dengan jarak 1. Katsunah mengaku sering mengkonsumsi temped an tahu.Katsunah mengaku anaknya diberikan ASI eksklusif sampai usia anak usia 1 tahun 6 bulan. Setiap kehamilan. Tn. Mereka juga mengatakan bahwa mereka mencuci tangannya sebelum dan sesudah makan. Ny. f. Sukemi. dalam satu hari mampu menghabiskan sebungkus rokok dan sering merokok di dalam rumah. Kemudian sampai saat ini Ny. d. Katsunah tidak pernah membawa anaknya untuk imunisasi di Posyandu. Sukemi 48 . di samping kiri terdapat rumah lainnya yang hanya berbataskan tembok. memiliki kebiasaan merokok. kemudian setelah itu anaknya diberikan makanan tambahan selain ASI.Sukemi mengaku selalu mencuci tangan setelah melakukan aktivitas dan sebelum makan.Sukemi mengaku tidak pernah memeriksakan kehamilannya ke bidan atau petugas kesehatan lainnya. Sampah tersebut dibakar jika telah menumpuk yang menimbulkan asap ke sekitar rumah. Lingkungan pemukiman Rumah Tn. Untuk imunisasi. Perilaku dan aktivitas sehari-hari Tn. Pola makan Ny. c. Riwayat obstetrik dan pola asuh anak Anak Tn. Ny. Kebiasaan berobat Dalam segi kesehatan. keluarga Tn. Ia sering memasak makanan dengan sayur-sayuran menu seperti bayam dan kangkung. Tn. Di bagian depan terdapat jalan setapak. Sedangkan untuk memasak dan minum menggunakan air gallon isi ulang.Keluarga Tn.5m dan terdapat sebuah tempat penampungan sampah bagi warga yang terletak di lahan kosong di seberang rumah.gas dan rak-rak untuk piring dan gelas dengan pencahayaan yang kurang serta tidak terdapat ventilasi. Terdapat beberapa kandang ayam yang terbuat dari bambu dan tidak terawat kebersihannya. Keluarga Tn.Katsunah memasak makanan sendiri untuk keluarganya. Sukemi berobat ke Puskesmas Kresek untuk berobat jika terdapat salah satu anggota keluarganya yang sakit.

5 Menabung Mereka tidak pernah menabung karena merasa pas- pasan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. ayam. Sukemi No Faktor Internal Permasalahan 1 Kebiasaan Merokok Tn. kangkung. Sukemi tidak menggunakan KB. 49 . Dan juga Ny. bekerja setiap hari dari jam 6 pagi sampai jam 4 sore.Sukemi. c. Ibu sebagai ibu rumah tangga. Bapak bekerja sebagai petani.Sukemi menghabiskan sebungkus rokok setiap harinya 2 Olah raga Semua anggota keluarga tidak memiliki kebiasaan berolahraga 3 Pola Makan Ny. Tabel 1. b.Katsunah memasak makanan sendiri untuk keluarganya. tahu dan tempe. Katsunah mengaku membersihkan rumahnya setiap hari. Anak tidak bersekolah lagi. 6 Aktivitas sehari-hari a.20 Faktor Internal Keluarga Tn. Ia sering memasak makanan dengan menu seperti bayam.beserta keluarga memiliki kebiasaan mandi dua kali sehari dan sikat gigi setiap kali mandi. mereka segera membawa Pengobatan berobat ke puskesmas jika salah satu anggota keluarganya ada yang sakit. 4 Pola Pencarian Menurut Ny. 7 Alat kontrasepsi Di keluarga Tn. Sehari-harinya mereka makan besar 2 kali.

Lingkungan sekitar Di samping kiri rumah terdapat rumah tetangga rumah yang hanya dibatasi oleh sebuah tembok. 5. Sumber Air Dalam kesehariannya Tn. Ruangan dalam rumah Bagian depan terdiri dari kamar tidur dan ruang tamu dengan luas masing-masing 3x3 m. 7. Pencahayaan Terdapat 1 lampu pencahayaan setiap ruangan yang tidak terang pada rumah Tn. 4. bagian tengah terdiri dari dua kamar dengan luas masing-masing 3x3 m dan bagian belakang terdiri dari dapur yaitu 3x4 m dan kamar mandi 3x2 m 3. Tabel 1. Warga membakar sampahnya yang menimbulkan asap kelingkungan sekitar rumahnya. limbah 8. Tempat pembuangan Keluarga Sukemi tidak memiliki tempat sampah pembuangan sampah didepan rumahnya dan membuang sampahnya di lahan kosong di sekitar rumahnya 9. Sukemi No Kriteria Permasalahan 1. Sukemi 6. serta membeli air galon isi ulang untuk kebutuhan air minum dan memasak sehari-hari. Ventilasi Terdapat sebuah ventilasi udara yang terletak pada atas pintu masuk rumah. Ismawan menggunakan air sumur yang digunakan untuk mandi dan mencuci baju. Luas Bangunan Luas rumah 9x6 m 2. Sukemi memiliki jamban dengan jenis leher angsa di rumahnya. Saluran pembuangan Tidak terdapat saluran pembuangan limbah. Terdapat banyak kandang binatang peliharaan yang kurang terawat kebersihannya dan terletak berdekatan dengan jemuran warga. 50 .21 Faktor Eksternal Keluarga Tn. Jamban Keluarga Tn.

Penerangan alami di dalam rumah tidak cukup suspek Lepra b. Sering membuang sampah ke kali dan membakar sampah c. Penentuan Area Masalah 1. Penjabaran Area Masalah Keluarga Binaan Keluarga Tn. Sukemi 1.4. Ventilasi yang kurang di dalam rumah f. Bronchitis kronik k. Kebiasaan merokok e. Tidak memiliki jamban sendiri b. Sudin Medis Non Medis a. Tinea Versicolor a. Kebiasaan membakar sampah h. Kebiasaan Merokok 51 . Tidak mengetahui mengenai penyakit kusta l.1. Gambar 1. gatal-gatal d. Tidak memiliki kebiasaan olahraga rutin Keluarga Tn. Gastritis a. Sukma Medis Non Medis a.4. Kebiasaan merokok i.8 Denah Rumah Keluarga Tn. diare. Tinea Pedis b. Gastritis j. Jaya Rahmat Medis Non Medis a. Sumber air untuk kebutuhan sehari-hari yang tercemar Keluarga Tn. ISPA a. Tidak mengetahui cara mencegah penyakit batuk pilek.

Pengetahuan mengenai antisipasi banjir 4. Penentuan Area Masalah Keluarga Binaan Data hasil pre-survei dikumpulkan dan didiskusikan untuk memilih satu prioritas area masalah.2.3. Sukemi Medis Non Medis a. Provinsi Banten. Cara penentuan prioritas area masalah pada penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik Delphi. Desa Pasir Ampo. Kebiasaan membuang sampah ke kali c. Perilaku pengolahan sampah yang salah 5. Gastritis a. Pertukaran udara di rumah keluarga binaan d. Nahudin Medis Non Medis a. 5 masalah terbesar yang menjadi usulan untuk diangkat antara lain: 1. Pengetahuan tentang rumah sehat c. Gastritis c. Usulan Area Masalah Keluarga Binaan Dari beberapa rumusan masalah keluarga binaan yang didapat. Ketersediaan kamar mandi dan jamban f. Kebiasaan merokok dalam keluarga b. Keluarga Tn.4. Pembuangan sampah Keluarga Tn. b. Perilaku merokok 2. Berdasarkan hasil diskusi. Pendidikan yang rendah 1.4. Pencahayaan yang kurang. Katarak b. Kelayakan ruangan dalam rumah g. Pengetahuan mengenai kusta 3. Rematik b. Pembuangan sampah tidak ada f. Jamban yang tidak sehat b. Kelima usulan area masalah keluarga binaan dijabarkan di depan anggota kelompok dan kemudian dilakukan voting untuk menentukan prioritas. Perilaku membuang limbah cair rumah tangga ke sawah 1. Kabupaten Tangerang. Hipertensi a. Kebiasaan merokok e. Pembuangan limbah cair rumah tangga ke sawah h. dipilih area masalah “Pengetahuan tentang Penyakit Kusta pada Keluarga Binaan Kampung Bojong Koper. Kebiasaan membakar sampah c. Kesadaran untuk berobat ke pelayanan kesehatan e. Area tempat tinggal yang tidak layak d.” 52 . Alergi b. Kecamatan Kresek.

sementara tahun 2016 dan 2014 berturut- turut tercatat 17 dan 15 kasus. Menimbang tingginya kesenjangan antara prevalensi kusta di Kecamatan Kresek dengan target prevalensi nasional. Data Puskesmas Kresek tahun 2016 mencatat 21 kasus kusta baru dan lama.000. Bojong Koper Desa Pasir Ampo Kecamatan Kresek mengenai kusta. Alasan Pemilihan Area Masalah Kementerian Kesehatan Indonesia pada tahun 2016 menargetkan Indonesia eliminasi Kusta tahun 2019. dan rendahnya pengetahuan masyarakat Kec. 53 . maka kami mengangkat masalah pengetahuan kusta dengan tujuan untuk meningkatkan kewaspadaan warga mengenai penyakit kusta.28/10.4. dengan angka prevalensi 3. Target eliminasi kusta yang dimaksud adalah angka prevalensi kusta nasional < 1/10.1.4.000.