MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK

ii

MODUL

MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan
rahmat dan karunia-Nya, sehingga bahan ajar kimia untuk SMK kejuruan dalam bentuk modul
tentang materi “Ikatan Kim” dapat selesai tepat pada waktunya.

Modul ini dibuat sebagai tugas dari mata kuliah Kimia SMK yang diberikan oleh ibu Dr.
Antuni Wiyarsi, M.Sc. sebagai pelengkap tugas akhir dari matakuliah tersebut. Modul “Ikatan
Kimia” ini berfokus pada peserta didik SMK yang mana mata pelajaran kimia dijadikan sebagai
matapelajaran pendukung. Pembuatan modul ini selain untuk memenuhi tugas, bisa juga
dimanfaatkan dalam berbagi ilmu oleh pembaca.

Di dalam modul ini berisikan materi ikatan kimia yang pada umumnya terdapat pada buku
kimia SMA seperti materi kestabilan atom, ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan logam, dan interaksi
intramolekul. Hanya saja didalam modul ini penyusun memberikan materi lebih lengkap dan
memfokuskan pada materi tertentu yang mungkin nanti dapat membantu dan mendukung pada
matapelajaran kejuruan yang bersangkutan.

Penyusun menyadari bahawa dalam pengembangan bahan ajar modul ini masih banyak
kekurangan baik media, isi maupun penulisannya. Oleh sebab itu, pengembang sangat
mengharapkan kritik dan saran yang membangun dalam penyempurnaan modul ini. Semoga
dengan selesainya pengembangan produk modul ini dapat bermanfaat bagi kita semua.Amin.

Yogyakarta, Juni 2017

Penyusun

iii

MODUL

MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ........................................................................................................................ iii
Daftar Isi ................................................................................................................................. iv
Pendahuluan ............................................................................................................................ v
Tujuan Pembelajaran .............................................................................................................. vi
Intruksi dan paparan ................................................................................................................ vii
Ikatan Kimia............................................................................................................................ 1
Kestabilan Unsur ....................................................................................................... 1
1. Kaidah Duplet......................................................................................................... 2
2. Kaidah Oktet........................................................................................................... 2
3. Struktur Lewis ........................................................................................................ 4
Ikatan Ion .................................................................................................................... 5
A. Pembentukan Ikatan Ion ............................................................................................. 5
1. Pembentukan Ion Positif (kation) ......................................................................... 5
2. Pembentukan Ion Negatif (kation) ........................................................................ 6
3. Pembentukan Ikatan Ion ....................................................................................... 6
B. Sifat Senyawa Ion ....................................................................................................... 7
Evaluasi .................................................................................................................. 8
Ikatan Kovalen .......................................................................................................... 11
A. Ikatan Kovalen Tunggal ............................................................................................... 11
B. Ikatan Kovalen rangkap................................................................................................ 12
C. Ikatan Kovalen Koordinat ............................................................................................ 13
D. Penyimpangan Aturan Oktet ........................................................................................ 14
E. Ikatan Kovalen Polar dan Nonpolar ............................................................................. 15
1. Ikatan Kovalen Polar .............................................................................................. 16
2. Ikatan Kovalen Nonpolar ....................................................................................... 17
F. Perbedaan Antara Senyawa Ion dengan Senyawa Kovalen ......................................... 19
Evaluasi .............................................................................................................................. 19
Ikatan Logam ............................................................................................................ 22
A. Peran Awan Elektron Dalam Hantaran Listrik Logam ............................................... 22
B. Sifat Fisis Logam ........................................................................................................ 23
Materi Pendukung ....................................................................................................... 26
Interaksi Antarmolekul ............................................................................................... 34
A. Gaya Van der Waals ................................................................................................... 35
B. Gaya London ............................................................................................................... 36
C. Ikatan Hidrogen .......................................................................................................... 36
Evaluasi ............................................................................................................................. 40
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................. 43

iv

MODUL

MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK

PENDAHULUAN

IKATAN KIMIA

Mengklasifikasi
ikatan kimia dan
ikatan ion
berdasarkan sifat
fisis senyawa,
dan proses
pembentukannya
materi

v

MODUL

14 Menjelaskan sifat ikatan logam sehubungan dengan karaketiristik logam yang dapat ditempa. 4 Menuliskan struktur lewis suatu atom berdasarkan kaidah yang benar. 15 Menjelaskan karakteristik logam dan aplikasinya dalam mesin kendaraan ringan 16 Menjelaskan pengertian interaksi antarmolekul meliputi gaya van der waals. gaya dipol-dipol dan gaya london yang terjadi pada suatu senyawa. 11 Melakukan percobaan untuk menentukan karakteristik senyawa kovalen polar dan nonpolar berdasarkan sifat fisikanya. 2 Menjelaskan pengertian kaidah duplet berkaitan dengan kestabilan suatu unsur. 20 Memberikan contoh senyawa yang dapat membentuk ikatan hidrogen berdasarkan data keelektronegatifannya. gaya dipol- dipol dan gaya london berdasarkan interaksi yang terjadi. 19 Menujukkan contoh ikatan hidrogen yang terjadi antarmolekul suatu senyawa. rangkap dan koordinasi berdasarkan cara pembentukan ikatan. 12 Menuliskan contoh senyawa kovalen polar dan nonpolar berdasarkan karakteristiknya. 6 Menjelaskan pengertian ikatan ion berdasarkan cara pembentukan ikatan. 18 Menjelaskan pengertian ikatan hidrogen berdasarkan interaksi yang terjadi. 21 Menjelaskan pengaruh adanya ikatan hidrogen terhadap sifat fisis suatu zat meliputi titik didih. 9 Menjelaskan pengertian ikatan kovalen berdasarkan cara pembentukan ikatan. 7 Menuliskan contoh senyawa yang memiliki ikatan ion dengan tepat. 3 Menjelaskan pengertian kaidah oktet berkaitan dengan kestabilan suatu unsur. MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK Mata Pelajaran : Kimia Kelas/Semester : X /Gasal Materi Pokok : Ikatan Kimia Tujuan pembelajaran pada kegiatan ini ialah agar Peserta didik dapat : 1 Menjelaskan karakteristik unsur yang stabil berdasarkan konfigurasi elektron unsur tersebut. 10 Membedakan ikatan kovalen tunggal. 17 Memberikan contoh interaksi antarmolekul meliputi gaya van der waals. vi MODUL . 13 Menjelaskan pengertian ikatan logam berdasarkan cara pembentukan ikatan. 8 Menjelaskan sifat-sifat dari senyawa ion meliputi sifat fikika dan sifat kimia. 5 Menuliskan struktur lewis suatu senyawa berdasarkan kaidah yang benar.

Pelajari daftar isi serta skema kedudukan modul dengan cermat dan teliti. karena dalam skema modul akan tampak kedudukan modul yang sedang Anda pelajari ini di antara modul-modul lainnya. Integrasi kimia dengan konteks kejuruan: Kompetensi keahlian Teknik Kendaraaan Ringan berhubungan dengan zat-zat kimia terutama cairan maupun logam. MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK INSTRUKSI 1. kerjakan tugas tersebut dengan baik dan jika dirasa perlu konsultasikan dengan guru/instrukturt. vii MODUL . melakukan pengelasan dan pematrian sesuai dengan karakteristik masing-masing logam dapat memahami berbagai logam yang digunakan dalam kerangkan kendaraan. 4. suatu cairan ataupun logam memiliki ikatan kimia didalamnya sehingga materi ikatan kimia diperlukan pada jurusan tersebut untuk mendukung pembelajaran pada kompetensi keahlian teknik kendaraan ringan. serta kerjakan sesuai dengan kemampuan Anda setelah mempelajari modul ini. Manfaat: Dengan mempelajari ikatan kimia peserta didik dapat mengetahui jenis-jenis logam sehingga mengerti bagaimana cara untuk memilih rangka kendaraan yang baik. Pahami setiap materi yang akan menunjang penguasaan Anda dengan membaca secara teliti. 2. 3. Jawablah tes formatif dengan jawaban singkat dan jelas. termasuk mengetahui kebermanfaatan ilmu kimia dalam mempelajari komponen-komponen yang digunakan dalam mesin kendaraan ringan. Kerjakan tes formatif dan evaluasi sebagai sarana latihan Anda. Bila terdapat penugasan.

Pada kenyataannya di alam 1 MODUL . padahal untuk yang non logam. sangat banyak contoh- contoh senyawa yang berasal dari sesame non logam? Semua pernyataan itu merupakan masalah- masalah yang jawabannya terdapat dalam kajian ikatan kimia. MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK PENGANTAR Kenyataaan di alalm menunjukkan bahwa ada unsur yang berada dalam keadaam bebas. mengapa pula ada yang saling bergabung menjadi persenyawaan? Mengapa unsur logam dapat bergabung dengan non logam. Susunan elektron dari suatu unsur dapat diihat dari konfigurasi elektronnya. da nada pula yang berada dalam bentuk persenyyawaan. Menurut Walter Kossel dan Gilbert Lewis hal tersebut dapat terjadi karena pada dasarnya yang menentukan sifat suatu unsur adalah bagaimana elektron-elektron dalam atom suatu unsur tersusun. berikut ini merupakan tabel yang berisikan konfigurasi elektron dari atom unsur-unsur gas mulia: Nomor Periode Unsur K L M N O P atom 1 He 2 2 2 Ne 10 2 8 3 Ar 18 2 8 8 4 Kr 36 2 8 18 8 5 Xe 54 2 8 18 18 8 6 Rn 86 2 8 18 32 18 8 Tabel 1. tetapi unsur logam ssatu tidak bersenyawa dengan logam yang lain. Kestabilan Unsur Di alam. Konfigurasi elektron unsur-unsur gas mulia Berdasarkan tabel tersebut dapat dilihat bahwa elektron valensi dari unsur-unsur gas mulia adalah 8 elektron. kecuali helium yang memiliki 2 elektron valensi. atom yang dijumpai pada keadaan stabil hanyalah atom-atom dari unsur gas mulia. Mengapa ada unsur yang dapat berada dalam keadaan bebas? Tetapi.

Unsur selain gas mulia mulia mencapai kestabilan dengan cara melepas elektron valensi. oleh karena itu Walter Kossel dan Gilbert Lewis menyatakan bahwa unsur-unsur akan ada pada keadaan stabil saat konfigurasi elektronnya mengikuti konfigurasi elektron dari unsur-unsur gas mulia. Hal tersebut kemudian dikenal dengan kaidah duplet untuk konfigurasi elektron dengan 2 elektron valensi dan kaidah oktet untuk konfigurasi elektron dengan 8 elektron valensi. Li. Berikut ini merupakan uraian yang lebih lengkap mengenai kaidah duplet dan kaidah oktet. Kaidah Oktet Kaidah Oktet adalah kecenderungan unsur-unsur memiliki konfigurasi elektron dengan 8 elektron pada kulit terluar (elektron valensi) sehingga konfigurasi elektronnya mengikuti 2 MODUL . Untuk lebih jelasnya simak tabel mengenai konfigurasi elektron unsur yang mengikuti kaidah duplet berikut: Kofigurasi Elektron Unsur Melepas Menerima elektron valensi 1H 1 1 . 1 3Li 21 1 1 - 4Be 22 2 2 - 5B 23 3 3 - Tabel 2. 1. 2. Be dan B masing-masing melepaskan elektron valensi/elektron kulit terluarnya agar konfigurasi elektronnya mengikuti konfigurasi elektron gas Helium. menangkap elektron valensi atau menggunakan bersama elektron valensi untuk membentuk pasangan elektron agar konfigurasi elektronnya mengikuti konfigurasi elektron gas mulia. Sedangkan Hidrogen akan menerima 1 elektron agar konfigurasi elektronnya mengikuti konfigurasi elektron gas Helium. Konfigurasi elektron unsur-unsur yang mengikuti kaidah duplet Unsur Li. Be dan B ) akan mengikuti kaidah duplet. Kaidah Duplet Kaidah duplet adalah kecenderungan unsur-unsur memiliki konfigurasi elektron dengan 2 elektron pada kulit terluar (elektron valensi) sehingga konfigurasi elektronnya mengikuti konfigurasi elektron gas Helium. Unsur yang mempunyai nomor atom kecil dari Hidrogen sampai dengan Boron (H. MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK unsur-unsur gas mulia ini terdapat dalam keadaan stabil.

Hal tersebut diakukan (1875 .1946) dengan cara melepas elektron valensi. 3 16S 286 6 . Magnesium (2 elektron valensi). 2 17Cl 287 7 . 2. Konfigurasi elektron beberapa unsur yang mengikuti kaidah oktet dapat dilihat pada tebel berikut: Konfigurasi Elektron Unsur Melepas Menerima elektron valensi 11Na 281 1 1 - 12Mg 282 2 2 - 13Al 283 3 3 - 14Si 284 4 . 4 15P 285 5 . dan 3 cenderung melepaskan elektron valensinya untuk mencapai konfigurasi elektron seperti gas mulia terdekat (mengikuti kaidah oktet). Misalnya unsur Natrium (1 elektron valensi). 1 Tabel 3. MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK konfigurasi elektron gas mulia. dan Aluminium ( 3 elektron valensi) cenderung melepaskan elektron valensinya sehingga memiliki konfigurasi elektron seperti gas Neon pada 3 MODUL . Konfigurasi elektron unsur-unsur yang mengikuti kaidah duplet Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa unsur-unsur yang memiliki elektron valensi berjumlah 1. menangkap elektron valensi.

Misalnya unsur Silikon (4 elektron valensi). maka Gilbert . 4. Elektron yang terletak pada kulit yang lebih dalam tidak digambarkan. 3. Titik atau silang berikutnya dipasangkan dengan titik yang sudah ada. Struktur Lewis Pada keterangan sebelumnya telah disampaikan bahwa pada kenyataan di alam hanya unsur-unsur gas mulia yang ada pada keadaan stabil sehingga hanya gas mulia yang ditemukan dalam keadaan bebas di alam. satu per satu di keempat sisi suatu unsur. 6. Penggambaran lambang Lewis harus memenuhi ketentuan sebagai berikut: 1. Elektron valensi digambarkan dengan tanda dot (●). MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK golongan gas mulia. Sulfur (6 elektron valensi) dan Klorin (7 elektron valensi) cenderung menerima elektron sehingga memiliki konfigurasi elektron seperti gas Argon pada golongan gas mulia. Lewis memperkenalkan metode sederhana yang menggambarkan elektron valensi disebut lambang Lewis. 3. 2. Empat elektron pertama ditulis sebagai titik atau silang. Untuk menjelaskan cara penyusunan elektron dalam ikatan kimia. dan 7 cenderung menerima elektron agar mencapai konfigurasi elektron seperti gas mulia terdekat (mengikuti kaidah oktet). Berbeda dengan sebelumnya. 5. Unsur-unsur dapat membentuk senyawa dengan cara membentuk ikatan kimia dengan unsur-unsur lain. untuk unsur-unsur yang memiliki elektron valensi berjumlah 4. Posphor (5 elektron valensi).N. Untuk unsur lain selain gas mulia tidak ditemukan dalam bentuk bebas dialam melainkan dalam bentuk senyawanya. Berikut ini merupakan contoh penulisan struktur lewis unsur-unsur periode 2 golongan utama: 4 MODUL .

unsur golongan IIA cenderung melepaskan 2 elektron valensi. Pembentukan ion positif Na+ dan Mg2+ 5 MODUL . A. Senyawa yang terbentuk dari ikatan ion dikenal dengan senyawa ionik. Pembentukan ion positif (kation) Ion positif (kation) terbentuk karena suatu unsur melepaskan elektron. Hal ini terjadi karena pada unsur yang memiliki energi ionisasi rendah elektron akan mudah lepas sehingga akan terbentuk ion positif atau disebut juga kation. pada ikatan ini juga terjadi serah terima elektron. Kation dan anion ini yang akan tarik-menarik kemudian membentuk ikatan yang disebut sebagai ikatan ion. Unsur yang cenderung melepaskan elektron adalah unsur logam (unsur elektropositif) yang memiliki energi ionisasi yang rendah. Unsur golongan IA cenderung melepaskan 1 elektron valensi. Ikatan ini terjadi karena karena ada gaya tarik menarik antara ion positif (kation) dan ion negatif (anion). Berikut ini penjelasan lebih lanjut mengenai pembentukan ikatan ion: 1. Ikatan ion Ikatan ion merupakan ikatan yang terbentuk akibat gaya tarik listrik (gaya Coulomb) antara ion positif dengan ion negatif. Pembentukan ikatan ion Pada pembentukan ikatan ion diawali dengan pembentukan ion positif (kation) dan ion negatif (anion) kemudian diikuti dengan tarik-menarik antara kedua ion tersebut membentuk suatu ikatan ion. Berikut ini merupakan contoh pembentukan ion positif (kation) Na+ dan Mg2+: Gambar 2. MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK A. Ikatan ion juga dikenal sebagai ikatan elektrovalen atau ikatan heteropolar. Pada unsur yang memiliki afinitas elektron besar akan cenderung untuk menangkap elektron sehingga akan terbentuk ion negatif atau disebut anion. dan unsur golongan IIIA cenderung melepaskan 3 elektron valensi. Ikatan ini terjadi pada unsur yang memiliki energi ionisasi rendah dengan unsur yang memiliki afinitas elektron yang besar.

Pembentukan ion negatif (anion) Ion negatif terbentuk karena suatu unsur menerima elektron. lalu kedua ion tersebut membentuk senyawa NaCl yang netral. dan unsur golongan VIIA cenderung menerima 1 elektron valensi. MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK 2. Selanjutnya akan terbentuk ikatan ion yang menjadikan unsur tersebut membentuk suatu senyawa netral. Misalnya pada unsur golongan VA cenderung menerima 3 elektron valensi. unsur golongan VIA cenderung menerima 2 elektron valensi. Unsur yang cenderung menerima elektron adalah unsur nonlogam (unsur elektronegatif) yang memiliki afinitas elektron yang besar. Pembentukan ion negatif Cl- 3. Pembentukan ikatan ion Setelah terbentuk ion positif dan ion negatif maka akan terjadi tarik menarik dengan gaya elektrostatis antara ion positif dan ion negatif yang telah terbentuk. jumlah ion positif dan ion negatif dari senyawa yang terbentuk sedemikian rupa sehingga akan terbentuk senyawa yang netral.: Gambar 3. 6 MODUL . Berikut ini merupakan contoh pembentukan senyawa ion NaCl dimana pada senyawa tersebut Natrium akan melepaskan 1 elektron valensi membentuk ion Na+ sedangkan Klorin akan menangkap 1 elektron valensi dari Natrium dan membentuk ion negatif Cl-. Berikut ini merupakan contoh pembentukan ion negatif (anion) Cl. Unsur nonlogam golongan utama cenderung menerima elektron sesuai dengan kekurangannya agar memiliki konfigurasi seperti gas mulia.

Hal ini berakibat pada ion yang memiliki muatan yang sama dan bertemu akan saling tolak menolak. MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK Gambar 4. Kristal keras namun rapuh Kristal senyawa ion memiliki sifat yang keras namun juga rapuh. Untuk lebih jelasnya silahkan simak gambar berikut: Gambar 4. Kristal ion yang pecah akibat pukulan 5. sifat rapuh ini disebabkan karena pada saat senyawa ion dipukul maka akan terjadi pergeseran posisi ion positif dan ion negatif. hal ini terjadi karena pada saat kristal senyawa ion dilarutkan dalam air maka molekul-molekul air akan menyusup diantara ion-ion 7 MODUL . Pembentukan senyawa ion NaCl B. Titik didih beberapa senyawa ion 6. Mudah larut dalam air Senyawa ion sangat mudah larut dalam air. Sifat Senyawa ion 4. Memiliki titik leleh dan titik lebur yang tinggi Senyawa ion memiliki titik leleh dan titik didih yang tinggi karena besarnya gaya elektrostatis yang ada pada ikatan ion pada senyawa ion Senyawa Ion Titik leleh (°C) NaF 990 NaCl 801 NaBr 755 NaI 651 MgCl2 714 CaCl2 774 SrCl2 870 BaCl2 995 Tabel 5. akibatnya senyawa ion ini memiliki sifat yang rapuh.

8. +1 B. Atom Na dengan nomor atom 11 dapat membentuk ion. +3 8 MODUL .pada larutan NaCl 7. –2 E. 2. A. Mari berlatih! 1. 2 C. 1 B. hal ini terjadi karena jika ion positif dan negatif bebas bergerak dapat membawa muatan listrik. A. MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK positif dan ion-ion negatif. Pada keadaan cair dan larutan senyawa ion dapat menghantarkan arus listrik karena ion-ionnya dapat bergerak dengan bebas. 2 2. Molekul air yang mengelilingi ion Na+ dan ion Cl. Dapat menghantarkan arus listrik Pada keadaan padat senyawa ionik tidak dapat menghantarkan arus listrik karena ion- ionnya tidak dapat bergerak. 8.. dan akhirnya akan terpisah. –1 C.. 2. 8. 2.sehingga gaya elektrostatis akan melemah dan terpisah. 8. 7 D. +2 D. 2.. 1 dapat membentuk ikatan ion dengan unsur yang konfigurasi elektronnya . 8.. Molekul air yang meyusup akan melemahkan gaya tarik- menarik elestrostatis antara ion positif dan ion negatif sehingga. Unsur X dengan konfigurasi elektron 2. Misalnya pada larutan NaCl molekul air akan menyusup dan mengelilingi ion Na+ dan ion Cl. Gambar 5... 8 E.

A. MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK 3. Berikut sifat-sifat senyawa ionik. H2O C. HCl B. A. K dan S 8. serah terima elektron iii. Ikatan paling ionik dapat terbentuk antara pasangan unsur . K dan F B. HCl 7. 18 C. ii dan iv C. ii dan iii 4. KCl E. NaCl B. Li dan C C... MgCl D. Untuk memperoleh susunan elektron yang stabil dapat dilakukan dengan cara: i. i dan iii D. 3 B. MgO E. Berikut ini yang bukan merupakan senyawa ion adaah. Untuk memperoleh susunan elektron yang stabil dapat dilakukan dengan cara maka suatu unsur dengan nomor atom 12 dapat membentuk ikatan ion dengan unsur bernomor atom .. lunak dan rapuh C. larutannya dapat menghantarkan listrik 9 MODUL .... menangkap elektron menjadi ion positif ii. KI C. penggunaan bersama pasangan elektron Cara yang benar adalah . Peristiwa perpindahan elektron berlangsung pada pembentukan senyawa. NH3 5... 17 6. i dan ii B.. kecuali . larut dalam air B. A. CH4 D.. A. 20 E. Na dan Br E. iii dan iv E.... A. Na dan Cl D.. melepas elektron menjadi ion negatif iv. 11 D. A...

Unsur 11X bereaksi dengan 8Y membentuk senyawa dengan suatu ikatan kimia. Kovalen dan X2Y 10. Tuliskan Struktur Lewis dari senyawa NH3 dan CO2 3. Ionik dan X2Y D.. titik leleh tinggi 9. Ionik dan XY B. 15. 12 Mg b. a.. 16 dan 17. R. Diketahui unsur P. MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK D.. Q. S dan T dengan nomor atom berturut-turut 11. Jelaskan bagaimana terbentuknya ikatan pada senyawa KF dan AlCl3 10 MODUL . S E. R D. 15 P d. P B.. jenis ikatan kimia dan rumus kimia senyawa tersebut secara berturut-turut adalah.. A. lelehannya dapat menghantarkan listrik E. Kovalen dan XY E. Unsur yang paling mudah menangkap elektron yaitu…. 17 Cl c. Unsur 19 X dan 35 Y membentuk senyawa. 13. T 1. Kovalen dan XY2 C. Jelaskan: a. Q C. A. 8 O 2. Mengapa unsur logam dan unsur nonlogam yang bergabung membentuk senyawa ion? 5. rumus senyawa yang terbentuk 4. jenis ikatan yang terjadi b. Bagaimanakah unsur-unsur berikut mencapai kestabilan.

Perlu diketahui Ikatan kovalen dapat terbentuk antara: Perhatikan beberapa contoh berikut: a. Ikatan kovalen tunggal pada molekul CH4 Atom C memiliki konfigurasi elektron 2 4 . b. sehingga elektron valensinya 4. Ikatan kovalen terbentuk di antara dua atom yang sama-sama ingin menangkap elektron (sesama atom non logam). Pemakaian bersama pasangan elektron pada ikatan kovalen dapat digambarkan melalui struktur Lewis. Ikatan Kovalen Tunggal Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi akibat pemakaian pasangan elektron secara bersama-sama oleh dua atom. Ikatan kovalen tunggal adalah ikatan yang terbentuk dari penggunaan bersama sepasang elektron (setiap atom memberikan satu elektron untuk digunakan bersama). Rumus struktur diperoleh dari rumus Lewis dengan mengganti setiap pasangan elektron ikatan dengan sepotong garis. MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK IKATAN KOVALEN A. Jadi. Atom non logam yang sejenis. 1. Atom non logam dengan atom non logam yang lain. Adapun konfigurasi elektron atom H adalah 1 sehingga elektron valensinya adalah 1. dapat digambarkan struktur Lewis berikut: 11 MODUL . Cara atom-atom saling mengikat dalam suatu molekul dinyatakan oleh rumus bangun atau rumus struktur.

setiap atom H menyumbangkan 1 elektron untuk digunakan bersama sehingga elektron yang digunakan bersama jumlahnya 2. Ikatan kovalen tunggal pada molekul H2 Atom H memiliki konfigurasi elektron 1 sehingga elektron valensinya 1. Ikatan kovalen tunggal pada molekul HCl B. 12 MODUL . 3. dua atom tidak saja dapat memiliki ikatan melalui sepasang elektron tetapi juga dapat 2 atau 3 pasang. Jika 2 atom H saling berikatan. MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK Untuk mencapai kestabilannya. atom H cenderung menerima 1 elektron. sedangkan atom H cenderung menerima 1 elektron. Dan struktur ikatan kovalen tunggal yang terbentuk diatas dapat dituliskan sebagai berikut: 2. Untuk mencapai kestabilannya. atom C cenderung menerima 4 elektron. Ikatan kovalen rangkap Dalam mencapai konfigurasi stabil gas mulia. Atom C dapat berikatan dengan atom H dengan cara pemakaian elektron bersama sehingga 1 atom.

Ikatan kovalen rangkap dua pada molekul CO2 3. Ikatan kovalen rangkap dua pada molekul O2 Atom O memiliki konfigurasi elektron 2 6 sehingga elektron valensinya 6. Untuk mencapai kestabilannya. NH4Cl. setiap atom O harus menyumbangkan 2 elektron untuk digunakan bersama sehingga elektron yang digunakan bersama jumlahnya 4.Ikatan kovalen rangkap tiga pada molekul N2 Atom N memiliki konfigurasi elektron 2 5 sehingga elektron valensinya 5. Contoh senyawa yang memiliki ikatan kovalen koordinasi adalah HNO3. atom N cenderung menerima 3 elektron. setiap atom N harus menyumbangkan 3 elektron untuk digunakan bersama sehingga elektron yang digunakan bersama berjumlah 6. Untuk mencapai kestabilannya. Ikatan Kovalen Koordinat Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan yang terbentuk dari pemakaian pasangan elektron bersama yang berasal dari salah satu atom yang memiliki pasangan elektron bebas. 13 MODUL . SO3. Jika 2 atom N saling berikatan. Jika 2 atom O saling berikatan. atom O cenderung menerima 2 elektron. C. Ikatan dengan tiga pasang elektron milik bersama disebut ikatan rangkap tiga (dilambangkan dengan tiga garis). dan H2SO4. O2 digunakan untuk pembakaran/oksidator seperti dalam pembakaran bahan bakar pada mesin kendaraan ringan 2. Perhatikan contoh berikut: 1. MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK Ikatan dengan dua pasang elektron milik bersama disebut ikatan rangkap dua (dilambangkan dengan dua garis).

14 MODUL . Penyimpangan Aturan Oktet Ikatan kovalen terbentuk antara atom nonlogam dan atom nonlogam lainnya dengan cara pemakaian elektron bersama sehingga setiap atom yang terlibat memenuhi kaidah oktet/duplet. 2. Contohnya adalah BeCl2. BCl3. Akan tetapi. yang mempunyai elektron valensi (5 + 6 + 6) = 17. Tanda panah ( → ) menunjukkan pemakaian elektron dari atom N yang digunakan secara bersama oleh atom N dan O. Senyawa yang atom pusatnya mempunyai elektron valensi kurang dari 4 termasuk dalam kelompok ini. dan AlBr3. aturan itu ternyata banyak dilanggar dan gagal dalam meramalkan rumus kimia senyawa dari unsur-unsur transisi dan postransisi. Contohnya adalah NO2. Pengecualian aturan oktet dapat dibagi dalam tiga kelompok sebagai berikut: 1. Senyawa dengan jumlah elektron valensi ganjil. D. MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK Ciri dari ikatan kovalen koordinasi adalah pasangan elektron bebas dari salah satu atom yang dipakai secara bersama-sama. Senyawa yang tidak mencapai aturan oktet. Hal ini menyebabkan setelah semua elektron valensinya dipasangkan tetap belum mencapai oktet. seperti pada contoh senyawa HNO3 berikut ini.

m keterangan : µ = momen dipol. ClF3. Kepolaran erat kaitannya dengan keelektronegatifan dan bentuk molekul. 1D = 3. Senyawa yang melampaui aturan oktet. Ikatan Kovalen Polar dan Nonpolar Kepolaran atau pengkutuban dalam ikatan kimia adalah suatu keadaan yang disebabkan distribusi (penyebaran) elektron tidak merata atau elektron lebih cenderung tertarik pada salah satu atom. satuannya meter (m) 15 MODUL . Beberapa contoh adalah PCl5. satuannya debye (D) Q = selisih muatan. MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK 3. dan SbCl5. Dirumuskan : µ =Qxr . kulit M dapat menampung hingga 18 elektron). IF7. Kepolaran dapat diketahui dari arah momen dipol. Momen Dipol ( µ ) Adalah suatu besaran yang digunakan untuk menyatakan kepolaran suatu ikatan kovalen. Ini terjadi pada unsur-unsur periode 3 atau lebih yang dapat menampung lebih dari 8 elektron pada kulit terluarnya (ingat. satuannya coulomb (C) r = jarak antara muatan positif dengan muatan negatif. SF6. E. Momen dipole ini yang menyebabkan pengkutupan (muatan).33 x 10-30 C.

pada senyawa yang berikatan kovalen terjadi pengutuban muatan. sedangkan atom yang elektronnya tertarik membentuk kutub positif. Artinya. salah satu atom lebih kuat menarik elektron ke arahnya (atom yang lebih elektronegatif). distribusi elektron pada dua atom yang berikatan tidak merata. Senyawa-senyawa lain yang bersifat kovalen polar dan memiliki perbedaan keelektronegatifan seperti pada tabel berikut. 1. sehingga pada atom itu terkumpul elektron dan terbentuk kutub negatif. Pada ikatan kovalen polar. serta bentuk molekulnya asimetris atau tidak simetris. kedua elektron dalam ikatan kovalen digunakan tidak seimbang oleh inti atom H dan inti atom F sehingga terjadi pengutuban atau polarisasi muatan. Contoh: Dalam pembentukan molekul HF. 16 MODUL . Perbedaan keelektronegatifan atom H dan atom F cukup besar yaitu sekitar 1. Ikatan Kovalen Polar Senyawa kovalen dikatakan polar jika senyawa tersebut memiliki perbedaan keelektronegatifan. Dengan demikian. MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK Senyawa HCl memiliki arah momen dipole ke kanan (Cl) menandakan Cl memiliki kelektronegatifan yang besar sehingga pasangan electron lebih tertarik ke Cl. Ikatan kovalen tersebut dinamakan ikatan kovalen polar.9 hal ini mengakibatkan pasangan electron ikatan lebih tertarik ke taom F.

kedua elektron dalam ikatan kovalen digunakan secara seimbang oleh kedua inti atom iodin tersebut.7 HI 0.9 HCl 0. Oleh karena itu. Artinya.Contoh: Dalam pembentukan molekul I2. Ikatan Kovalen Nonpolar Pada ikatan kovalen nonpolar. tarikan elektron dari tiap – tiap atom sama besar (harga keelektronegatifan sama). Pada industri ban .3 Perbedaan keelektronegatifan senyawa 2. belerang sering digunakan untuk vulkanisasi karet yang berkaitan agar ban bertambah ketegangannya serta kekuatannya. distribusi elektron pada kedua atom yang saling berikatan merata. bagaimana struktur lewisnya dan ikatan apa yang terdapat dari gas tersebut. tidak akan terbentuk muatan (tidak terjadi pengutuban atau polarisasi muatan). gambarlah! 17 MODUL . MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK Senyawa Perbedaan keelektronegatifan HF 1.9 HBr 0. Belerang tersebut didapatkan dari gas SO2.4 Tabel 3. sehingga tidak membentuk polarisasi muatan serta bentuk molekul akan menjadi simetris.

MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK Mari Mencoba Untuk menyelidiki sifat polar dan non polar dari suatu senyawa dapat dilakukan percobaan di bawah ini! a. Prosedur Kerja 1) Susun buret dan gelas kimia 2) Masukkan cairan ke dalam buret secara bergantian 3) Putar ujung buret. Alat dan Bahan No. sehingga cairan keluar 4) Gosok penggaris ke kain agar penggaris menjadi bermuatan 5) Dekatkan penggaris yang bermuatan ke cairan yang keluar 6) Amati yang terjadi 7) Catat dalam table hasil pengamatan dan simpulkan hasil percobaan Mengapa bias demikian? c. Alat & Bahan 1 Buret 2 Panggaris Plastik 3 Kain 4 Gelas Kimia 5 Air 6 Bensin 7 Alkohol 8 HCl 9 CH3COOH Skema Rangkaian Percobaan b. Catat tabel hasil pengamatan Cairan Bermuatan (polar) Tidak Bermuatan (nonpolar) Air Bensin HCl Alkohol CH3COOH 18 MODUL .

CO2 19 MODUL . MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK Nah cobalah kalian tentukan larutan lain yang sering digunakan dalam mesin kendaraan ringan dan indentifikasi termasuk golongan manakah larutan tersebut! F. BCl3 B.. A. CH4 C.. H2O D. A. C2H2 D. Ikatan rangkap dapat terjadi pada senyawa kovalen berikut kecuali pada. Perbedaan antara Senyawa Ion dengan Senyawa Kovalen No Sifat Senyawa Ion Senyawa Kovalen 1 Titik didih Tinggi Rendah 2 Titik leleh Tinggi Rendah 3 Wujud Padat pada suhu kamar Padat. O2 B.. Senyawa yang mengandung ikatan kovalen polar adalah.cair.. CH4 E.gas pada suhu kamar 4 Daya hantar listrik Padat = isolator Padat = isolator Lelehan = konduktor Lelehan = isolator Larutan = konduktor Larutan = ada yang konduktor 5 Kelarutan dalam air Umumnya larut Umumnya tidak larut 6 Kelarutan dalam Tidak larut Larut trikloroetana (CHCl3) Mari berlatih! 1. CO2 C. N2 2. CCl4 E.

A. 2 20 MODUL . 8 dengan 16 D. HAt 4. kovalen rangkap D. HI E. H2O dan MgCl2 D. NaBr dan MgBr2 B. . HF B. . kovalen koordinasi E. NaCl dan HF C.. 11 dengan 3 B. Hidrogen dapat membentuk senyawa kovalen polar dengan unsur golongan halogen. 12 dengan 8 7. Berikut ini yang paling polar adalah . . HCl C... 4 R : 2. NH3 dan H2O 18. Na2O dan MgCl2 B. 8 dengan 11 C. 11 dengan 17 E.. A. Diketahui konfigurasi beberapa unsur sebagai berikut: P:2 Q : 2. CaCl2 dan MgO E. Na2O dan H2O C... HCl dan H2O D. Pasangan senyawa-senyawa berikut yang berikatan kovalen adalah . kovalen tunggal C. Gas karbon dioksida yang dibutuhkan tumbuhan hijau untuk berfotosintesis terdiri atas satu atom karbon dan 2 atom oksigen.. Pasangan berikut ini merupakan senyawa kovalen adalah. P2O5 dan Al2O3 5.. A. 8. Keduanya berikatan secara. MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK 3. Ionik B. Senyawa kovalen dapat terbentuk antara unsur-unsur dengan nomor atom. hidrogen 6. A. HBr D. NH3 dan MgCl2 E. A.

P dan R C. CO2 C. A. C2H5OH b. 8. H2SO4 digunakan sebagai larutan elektrolit di dalam accu. O2 D.. H2CO3 4. berikan contoh dan manfaatnya! 2. A. A. C2H4 E. Gambarkan struktur Lewis dan tentukan jenis ikatan kovalen yang terbentuk pada senyawa – senyawa berikut: a. MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK S : 2. gambarkan struktur lewisnya dan ikatan apa saja yang ada di dalam senyawa tersebut. jelaskan! 21 MODUL . SiO2 e. C2H4 g. NH3 1. Q dan R D. 7 T : 2. Urutkan tingkat kepolaran dari molekul-molekul berikut: a. PCl3 i. FBr c.. CH4 D. CO2 B. H2S c. CS2 d.. rangakap dua. N2 d. C2H2 h. Senyawa berikut yang mempunyai ikatan kovalen koordinasi adalah... 1 Ikatan kovalen dapat terbentuk antara. P dan Q B. Sebutkan beberapa senyawa polar dan nonpolar yang dipakai dalam mesin kendaraan ringan! 3. HF 5. C2H6 f. N2 E. 8. Q dan S E. NH3 j. NH3 B.. Jelaskan pengertian ikatan kovalen tunggal. S dan T 19. H2O 20. rangkap tiga dan koordinasi. 8. H2 C. Molekul yang memiliki ikatan kovalen rangkap tiga adalah. HBr b.

Akibatnya elektron-elektron yang ada pada orbitalnya dapat berpindah ke orbital valensi atom tetangganya. kuat atau keras namun mudah dibentuk misalnya dapat ditempa (malleable) dan direnggangkan (ductile). MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK Ikatan Logam Logam adalah unsur kimia yang mempunyai sifat-sifat penghantar listrik dan panas yang baik. A. Penyebaran dan pergerakan elektron valensi yang cukup besar membuat logam ketika ditempa atau ditarik hanya mengalami pergeseran pada atom-atom penyusunnya sedangkan ikatan yang terbentuk tetap. daya tempa dan kuat tarik. 22 MODUL . Hal inilah yang menyebabkan elektron- elektron valensi akan terdelokalisasi pada semua atom yang terdapat pada logam membentuk awan atau lautan elektron yang bersifat mobile atau dapat bergerak. Hal ini disebabkan oleh tumpang tindih (ovelap) orbital valensi dari atom-atom logam (orbital valensi = orbital elektron valensi berada). serta mempunyai titik didih dan titik leleh yang tinggi. sehingga sangat mudah untuk dilepaskan dan membentuk ion positif. Gambar Ion logam dalam awan elektron Berdasarkan gambar awan elektorn diatas struktur yang demikian dapat digunakan untuk menjelaskan sifat-sifat khas logam seperti daya hantar listrik. Peran awan elektron dalam hantaran listrik logam Awan elektron yang terbentuk berasal dari semua elektron valensi atom-atom logam yang ada. Akibat awan elektron valensinya yang mudah mengalir maka logam juga bersifat sebagai konduktor yang baik. Atom logam mempunyai sedikit elektron valensi. Maka dari itu kulit terluar atom logam relatif longgar (terdapat banyak tempat kosong) sehingga elektron dapat berpindah dari satu atom ke atom lain.

Misalnya logam magnesium yang memiliki 2 elektron valensi. karena pada logam semua atom sejenis sehingga atom-atom yang bergeser saat diberi tekanan seolah- 23 MODUL . logam magnesium dapat dianggap terdiri dari ion Mg2+ yang tersusun secara teratur. Jadi logam yang memiliki elektron valensi lebih banyak akan menghasilkan kation dengan muatan positif yang lebih besar dan awan elektron dengan jumlah elektron yang lebih banyak atau lebih rapat. MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK Jadi. berulang dan disekitarnya terdapat awan atau lautan elektron yang dibentuk dari elektron valensi magnesium. Berdasarkan model awan elektron. Hal ini menyebabkan logam memiliki ikatan yang lebih kuat dibanding logam yang tersusun dari atom-atom logam dengan jumlah elektron valensi lebih sedikit. karena atom- atom logam tersusun secara teratur dan rapat sehingga ketika diberi tekanan atom-atom tersebut dapat tergelincir di atas lapisan atom yang lain seperti yang ditunjukan pada Gambar: Dari gambar menjelaskan mengapa logam dapat ditempa ataupun direntangkan. seperti pada Gambar. tidak rapuh dan dapat dibengkokkan. menurut teori awan elektron di atas ikatan logam didefinisikan sebagai gaya tarik antara muatan positif dari ion-ion logam (kation logam) dengan muatan negatif yang terbentuk dari elektron-elektron valensi dari atom-atom logam. tidak rapuh dan dapat dibengkokkan Logam dapat ditempa. direntangkan. Sifat fisis logam 1. B. Dapat ditempa. direntangkan.

Logam Jari-jari Kation Ukuran Titik lebur Titik didih atom logam Kation (oC) (oC) logam (pm) logam (pm) Li 157 Li+ 106 180 1330 Na 191 Na+ 132 97. Hal ini dapat dilihat pada tabel titik didih dan titik lebur logam alkali. Kekuatan ikatan logam dipengaruhi oleh ukuran kation dan jari-jari. 2.9 688 Cs 272 Cs+ 188 29. ukuran kation logam dan jari-jari atom logam makin besar.7 774 Rb 250 Rb+ 175 38. Keadaan ini mengakibatkan terjadi gaya tolak antar ion-ion sejenis sehingga kristal ionik menjadi retak kemudian pecah. pada satu golongan dari atas ke bawah. Sehingga ketika kristal ionik diberi tekanan akan terjadi pergeseran ion positif dan negatif yang dapat menyebabkan ion positif berdekatan dengan ion positif dan ion negatif dengan ion negatif. Semakin besar ukuran kation dan jari-jari atom. Titik didih dan titik lebur logam berkaitan langsung dengan kekuatan ikatan logamnya.8 892 K 235 K+ 165 63. Titik didih dan titik lebur logam makin tinggi bila ikatan logam yang dimiliki makin kuat. Pada sistem periodik unsur. Keadaan ini berbeda dengan ikatan ionik. Mempunyai titik didih dan titik lebur yang tinggi. Dalam kristal ionik. makin tinggi titik didih dan titik lebur logam sehingga ikatan logam yang dimiliki makin kuat. Menghantarkan panas dan listrik Hal ini disebabkan karena adanya elektron-elektron yang mudah bergerak bebas sehingga apabila bagian tertentu dipanaskan atau diberi sumber arus maka electron tersebut akan bergerak cepat mengalirkan panas/listrik ke elektron yang lain 24 MODUL . gaya pengikatnya adalah gaya tarik antar ion yang bermuatan positif dengan ion yang bermuatan negatif. MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK olah tetap pada kedudukan yang sama.7 690 3.

b. Aluminium (Al): pengangkutan kendaraan bermotor. pembungkusan tin aluminium. Timah (Sn): pelapis lembaran baja lunak (pelat timah). sebagian elektron valensi mudah bergerak terebut akan tereksitasi. industri pengawetan. Kilau logam dapat dipandang dari segala sudut sedangkan kilau nonlogam hanya dipandang dari sudut tertentu. Beberapa contoh logam dalam bidang teknik: a. serbuk aluminiumdigunakan dalam cat. Mengkilap Permukaan logam yang bersih dan halus akan memberikan kilap atau kilau (luster)tertentu. elektroda. Bila cagaya tampak jatuh pada permukaan logam. dawai binaan. pintu. pembinaan: tingkap. peralatan permesinan (berupa amalgam. industri elektronik. peralatan dapur. keranjang aluminium. kapal terbang. Kilau logam berbeda dengan kilau unsur nonlogam. Energi yang dipancarkan inilah Aluminium yang menyebabkan logam tampak berkilau. Timbal (Pb): untuk solder. kapal laut. 25 MODUL . Eksitasi elektron yaitu perpindahan elektron dari keadaan dasar (tingkat energi terendah) menuju ke keadaan yang lebih tinggi (tingkat energi lebih tinggi). sisian. perlatan elektrolisis. listrik bertegangan kabel tinggi untuk menccegah difusi air dalam kabel. MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK 4. peralatan rumah tangga perkakas. Elektron yang tereksitasi dapat kembali ke keadaan dasar dengan memantulkan energi dalam bentuk radiasi Gambar Logam elektromagnetik. c.

mur. radio penerangan dan elektronik lainnya. tap. pipa. gergaji. stempel. logam dengan karakteristik tertentu dilakukan pengelasan dengan cara tertentu pula begitu juga dengan pematrian. e. kait keran. Maksudnya. Pengelasan dan pematrian ini memiliki cara masing- masing sesuai dengan fungsi maupun sifat-sifat dari logam yang akan dilas dan dipatri. blok silinder. logam dengan karakteristik tertentu dilakukan pengelasan dengan cara tertentu pula begitu juga dengan pematrian. MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK misal kuningan). banyak komponen pada kendaraan bermotor yang terbuat dari logam yang harus dibuat dengan cara pengelasan ataupun dengan cara pematrian namun ada kalanya suatu komponen-komponen kendaraan yang berbahan logam tersebut mengalami kerusakan sehingga harus diperbaiki dengan cara pengelasan atau dengan cara pematrian agar komponen tersebut dapat digunakan kembali sehingga kendaraan dapat berjalan dengan semestinya. Maksudnya. MATERI PENDUKUNG Kompetensi keahlian teknik kendaaan ringan sangat berhubungan dengan adanya logam-logam yang digunakan pada kendaraan bermotor. kerja pelat. Pengelasan dan pematrian ini memiliki cara masing-masing sesuai dengan fungsi maupun sifat-sifat dari logam yang akan dilas dan dipatri. Oleh karena itu diharapkan materi ini membantu peserta didik terutama 26 MODUL . mesin bubut. Pengelasan dan Pematrian Kompetensi keahlian teknik kendaaan ringan sangat berhubungan dengan adanya logam-logam yang digunakan pada kendaraan bermotor. sebagai aditif bahan bakar (TEL) untuk mengurangi knock pada mesin. banyak komponen pada kendaraan bermotor yang terbuat dari logam yang harus dibuat dengan cara pengelasan ataupun dengan cara pematrian namun ada kalanya suatu komponen-komponen kendaraan yang berbahan logam tersebut mengalami kerusakan sehingga harus diperbaiki dengan cara pengelasan atau dengan cara pematrian agar komponen tersebut dapat digunakan kembali sehingga kendaraan dapat berjalan dengan semestinya. d. Besi (Fe): sebagai alas mesin. rantai jangkar. sekrup. meja perata. paduan logam untuk perhiasan. Tembaga (Cu): untuk membuat suku cadang bagian listrik.

Bahan lebih hemat. kemudian logam yang disatukan dengan cara ditekan atau dipukul (las Tekan). Konstruksi sambungan las mudah dilakukan. Diperoleh bentuk sambungan yang lebih estetis (indah). Logam yang disambung bersama-sama dengan bahan tambah (apabila diperlukan) dicairkan (las busur cair). pengaruh panas serat jenis kampuh yang tepat. Konstruksi lebih ringan. d. Teknik Pengelasan 27 MODUL . c. b. Las merupakan sambungan setempat dan untuk mendapatkan keadaan lumer atau cair dipergunakan energi panas. yakni : a. Waktu pengerjaan sambungan las relatif lebih cepat. Untuk mendapatkan ikatan metalurgi ada banyak cara dilakukan. e. b. c. Dari keterangan tersebut mengelas adalah menyatukan dua bagian logam atau lebih dengan mengadakan ikatan metalurgi dibawah pengaruh panas. Pengelasan Menurut Duetch Industrie Normen (DIN) las adalah ikatan metalurgi pada sambungan logam atau paduan logam yang dilaksanakan dalam keadaan lumer atau cair. Bahan tambah dicairkan kemudian diletakkan pada logam yang disambung (pada Pematrian). Keuntungan penggunaan las yaitu: a. Logam yang disambung dipanasi sampai pada suhu tertentu yang terletak dibawah atau diatas sedikit titik lebur. a. bahan logam yang disambung. Kualitas Hasil Pengelasan Kualitas hasil pengelasan ditentukan oleh beberapa faktor antara lain : Teknik Pengelasan. 1. MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK peserta didik kompetensi keahlian teknik kendaaan ringan dalam memilih cara yang tepat dalam pengelasan dan pematrian sesuai dengan karakteristik logam-logamnya.

Klasifikasi 28 MODUL . Logam yang dipanasi tersebut akan mengalami perubahan komposisi kimia yang terkandung. sehingga menimbulkan tegangan-tegangan skunder yang tidak diinginkan. Pengelasan Besi i. Logam yang meleleh pada temperatur tinggi akan lebih banyak mengandung gas dari pada logam yang meleleh pada temperatur rendah. sehingga proses penyambungannya menjadi sempurna. Selama pembekuan akan terjadi reaksi pemisahan (retak). Pada proses pendinginan logam lasan yang meleleh/cair akan menjalani proses pembekuan. yaitu : terjadinya perubahan pada garis lebur menuju ke garis sumbu las. Prosedur pengelasan harus direncanakan terlebih dahulu seperti perlunya diketahui beberapa jenis logam dan jenis pengelasan yang biasa dipakai. Reaksi pemisahan ada beberapa macam yakni : (1) pemisahan makro. a. terbentuk lobang halus. Perlu diketahui pula bahwa logam yang disambung diusahakan mempunyai titik lebur yang sama. dan berakibat logam menjadi keropos. kecepatan mengelas. ukuran elektrode (las Busur). serta terbentuknya oksida-oksida. maka pada proses pendinginan kembali akan terjadi perubahan sifat elastisitas logam. Bahan logam yang disambung Logam yang dipanasi sampai keadaan lumer/meleleh. yaitu : terjadinya perubahan komponen dalam satu pijar atau bagian dari satu pilar. Untuk menghindari keropos tersebut maka sewaktu pengelasan perlu diberi bahan fluks (bahan pelindung). jika didinginkan secara perlahan logam akan menjadi kenyal dan jika didinginkan mendadak (dengan cepat) logam akan menjadi getas. b. (2) pemisahan gelombang. Pengaruh Panas Akibat pengaruh panas terjadi ekspansi dan pemuaian. brander las yang dipakai (untuk las gas). bentuk kampuh sambungan. MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK Faktor yang mempengaruhi kualitas las pada pengelasan ini adalah posisi mengelas. yaitu : terputusnya gelombang manik las. dan (3) pemisahan mikro. trutama unsur karbon (C). c.

Dalam besi kandungan karbon dan unsur paduan sangat rendah. besi ingot adalah besi yang murni.0%). karena mudah menjadi keras 29 MODUL .5% dan dibagi dalam tiga golongan yaitu : besi (kadar CO : 0 –0.70%) dan baja karbon rendah (kadar karbon kurang dari 0.30%).008%). dan besi cor (kadar CO 2. S dan Cu sehingga pada baja karbon yang terdiri dari beberapa unsur logam akan membentuk ikatan logam dimana baja karbon bersifat kuat atau tidak rapuh terhadap tekanan yang tinggi (40. ii. ii.0 – 4. Keduanya adalah besi dengan kadar karbon rendah yang diproses secara khusus untuk penggunaan tertentu.45 – 1. Pengelasan Baja Karbon i. P. Klasifikasi Baja karbon : paduan besi dan karbon dengan sedikit Si. b. MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK Logam besi yang biasa digunakan yaitu besi yang bermuatan +3 (Fe+3).000 Psi) karena atom-atom logam tersusun secara teratur dan rapat sehingga ketika diberi tekanan atom-atom seolah-olah tetap pada kedudukan yang sama. Baja karbon tinggi : baja karbon tinggi ini memiliki sifat yang tahan terhadap suhu yang sangat tinggi namun memiliki keuletan yang rendah. Besi ini berikatan secara kimia membentuk ikatan logam yang terjadi karena adanya prinsip awan elektron. Jenis las yang dipakai Baja karbon rendah : baja yang mudah dilas sehingga dapat dipakai semua teknik pengelasan.5%). sehingga dibedakan menjadi baja karbon tinggi (kadar karbon 0. Besi tempa adalah besi yang mengandung terak silikat antara 2 – 4%. Pengelasan besi ingot : las Busur Elektrode Terbungkus dengan suhu tinggi. Baja karbon sifatnya tergantung dari kadar karbonnya.008 – 2. baja (kadar CO : 0. Pada pengelasan besi ini mengandung baham lain selain besi karena bahan logam besi biasanya mengandung karbon 0 s. Hasil pengelasannya sangat tergantung dari kesempurnaan langkah persiapan. karena itu besi tidak dapat dikeraskan dengan pendinginan celup. Jenis las yang dipakai Pengelasan besi tempa: Las Busur Elektrode Terbungkus dengan suhu rendah. Mn.d 4.

Jenis las yang dipakai Jenis las yang dapat dipakai: seperti pengelasan baja karbon atau baja campuran rendah dengan komposisi kimia yang sama. Oleh karena itu perlu dilakukan pemanasan mula. W. Baja ini dapat dilas dengan las busur. Pengelasan Besi Cor i. dan Mo. Tahan karat Cr. S dan lain sebagainya sehingga memebentuk ikatan logam. Mn. tetapi pemilihan elektrode harus tepat. Ni atau Cu Tahan suhu tinggi Cr. c. Klasifikasi Besi Cor Besi cor adalah paduan besi-karbon dengan kadar C lebih rendah dari 2% dengan tambahan unsur lain seperti Si. Cara yang banyak dipakai adalah penggunaan las busur lindung. d. ii. Pengelasan Baja Cor i. Dalam penggunaan tertentu masih ditambah lagi dengan Ni. ii. Cr. Al. Mo atau Ti Dari tabel terbut terlihat bahwa baja cor terdiri dari besi (Fe) dengan unsur paduan logam lainnya sehingga akan membentuk ikatan logam dimana baja cor bersifat sama seperti pada baja karbon yang memiliki sifat kuat atau tidak rapuh terhadap tekanan yang tinggi karena atom-atom logam tersusun secara teratur dan rapat sehingga ketika diberi tekanan atom-atom seolah-olah tetap pada kedudukan yang sama. Kekuatan besi cor pada umumnya lebih rendah dari baja cor. Ni-Cr atau Cr-V-Mn. pada tipe tertentu kekuatannya sama baja cor. Sifat mampu las Besi Cor 30 MODUL . MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK dan hidrogen difusi menyebabkan baja karbon tinggi peka terhadap retak las.40<C dengan tambahan Cr. P. Klasifikasi : Lihat tabel berikut untuk mengetahui paduan baja cor dan penggunaannya : Jenis baja cor Unsur paduan Tahan aus 0. sedangkan untuk sambungan sederhana dapat dipakai las busur rendam.

getas dan mudah patah. sehingga tidak mudah retak. Persenyawaan gas CO dari besi cor dan O2 atmosfir las membentuk gas CO yang menyebabkan lubang halus. (3). MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK Sifat mampu las besi cor dibandingkan dengan las besi dan baja lainnya lebih rendah. Tegangan sisa pada sudut. Elektroda tidak mudah sesuai dengan induknya. Pematrian Pematrian ialah suatu cara penyambungan bahan logam di bawah pengaruh penyaluran panas dengan pertolongan imbuhan logam atau campuran logam yang mudah melebur (patri) yang titik leburnya berada di bawah titik lebur bahan dasar yang akan disambungkan. Cara Pengelasan Besi Cor Cara pengelasan besi cor dapat dilihat pada tabel berikut : Tanpa pemansan mula (las dingin) Las busur logam terlindung Pemanasan mula suhu rendah Las gas Pemanasan mula suhu tinggi Las suhu kamar Brasing Proses pengelasan Las elektrik Las busur karbon Las busur gas mulia Tujuan dari pemanasan mula disini adalah agar tidak terjadi pendinginan cepat. Bila dipanaskan lama. 2. rusuk dan tempat perubahan tebal menyebabkan besi cor mudah retak. (4). sehingga terjadi lubang- lubang halus. grafit besi cor menjadi kasar dan besi cor banyak berisi pasir dan berongga. (2). Penyebabnya : (1). 31 MODUL . iii. Bila terjadi pendinginan yang cepat akan terbentuk besi cor putih yang keras.

merambat. sangat tipis atau bentuknya istimewa dan tebalnya amat berbeda (tebal hingga 3 mm). Sebagai penyambungan logam yang titik leburnya sangat berbeda. Ia menghasilkan kecepatan kerja yang lebih besar. misalnya baja dengan kuningan. Pematrian Keras Logam Berat a. d. f. menjaring bidangbidang Pematrian. Pengertian Pematrian keras diterapkan apabila ikatan harus kokoh dan tahan suhu tinggi. Suatu jalur sambungan patri keras yang baik dapat dilenturkan dan dimartil. biaya pemanasan yang lebih sedikit. celah isap). c. e. b. Sebagai pengganti pengelasan. Perbedaannya dengan pengelasan ialah bahwa bidang Pematrian tidak dilelehkan. retak-retak dan lain-lain. masuk ke dalam celah Pematrian dengan efek pori-pori (celah kapilar. Pematrian dapat dipertimbangkan untuk diterapkan pada kasus berikut : a. Sambungan terjadi akibat lekatan erat (ikatan) patri pada bidang pematrian dan tidak dapat dilepaskan tanpa perusakan. dan kebanyakan tidak memerlukan penggarapan lanjutan. misalnya perkakas. mengeras di sana dan mengikat diri dengan bahan dasar. Jika pada kekuatan yang memadai. sama sekali harus dihindarkan. dan logam keras lainnya. pematrian lebih murah dibandingkan dengan pengelasan. Pada pematrian 32 MODUL . Sebagai penyambungan benda kerja yang sangat kecil. Terhadap ini disalurkan sedemikian banyak energi panas sehingga patri mulai meleleh. tembaga. jika perubahan wujud susunan struktur yang akan terjadi akibat suhu pengelasan yang tinggi pula halnya dengan pengisutanan dan pengoyakan benda kerja. Jika tampak sambungan yang indah dan kerutan yang kecil pada penyambungan dengan patri memegang peranan yang menentukan. MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK Bagian yang akan disambungkan di sini tidak ikut melebur melainkan hanya terjaring oleh patri yang meleleh. Untuk pengedapan (sambungan wadah. Proses pengikatan di dalam Pematrian hanya berlangsung pada permukaan bahan dasar yang akan digabungkan. Sebagai pekerjaan perbaikan bagian yang sangat peka terhadap panas. Ikatan ini ditimbulkan oleh tiga proses fisikalis yang secara tersendiri atau bersama-sama memberikan pengaruhnya. a.

hanya dapat dipatri keras. logam keras. sama sekali tidak memungkinkan pengelasan. Contohnya: baja. perak baru (paduan perak-nikel tembaga). Untuk mencegah tegangan ini. pengerjaan dapat dilakukan dengan patri yang ditaruhkan atau dimasukkan. pematrian benam. kuningan. Walaupun demikian penyebaran tegangan dan suhu pada pematrian keras tetap jauh lebih merata dibandingkan dengan pada pengelasan 33 MODUL . pada pembentukan sebuah celah sempit dan bagian yang disuaikan satu sama lain dengan baik Penerapannya juga pada kasus yang menimbulkan kesulitan besar bila dilakukan pengelasan atau. setelahnya harus diberi suatu perlakuan panas. tuangan temper. Pendinginan yang berlangsung cepat setelah ini mengakibatkan tegangan panas di dalam bagian yang dipatri. Bergantung pada cara kerja. Cara Pematrian Pematrian keras dapat dipertimbangkan metode pematrian berikut: pematrian api. misalnya. bahwa kekuatan jalur sambungan patri. atau dengan peIt yang disepuh patri. Tegangan panas pada pematrian keras. Akibat suhu kerja yang tinggi. pematrian imbas dan pematrian tahanan listrik. c. pematrian kubangan garam. pematrian tungku. nikel. besi tuang. terutama berpangkal pada pembentukan paduan antara patri dan logam dasar. perunggu. paduan nikel. logam ringan. pada pemilihan patri yang paling cocok dan untuk pematrian celah. Logam mulia. MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK keras juga berlaku. maka bagian baja yang dipatri keras harus didinginkan secara lambat-lambat atau baja yang kadar campurannya tinggi. tembaga. terjadi (terutama pada pematrian api) pemanasan setempat bahan dasar. tombak (paduan tembaga-seng). Bahan yang dapat dipatri Hampir semua logam yang titik leburnya di atas 500° C dapat dipatri dengan patri keras yang cocok. b. yang atas dasar alasan konstruktif.

Kekuatan gaya antarmolekul lebih lemah dibandingkan ikatan kovalen maupun ikatan ion. beberapa logam yang sering digunakan dalam perakitan mesin kendaraan ringan. 34 MODUL . MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK Lihat tabel dibawah ini merupakan paduan baja cor dan penggunaannya dengan paduan unsur tertentu : Jenis baja cor Unsur paduan Tahan aus 0. Pada suhu tertentu. gaya London.40<C dengan tambahan Cr. dan ikatan hidrogen. cair. Ada tiga jenis gaya antarmolekul. yaitu gaya van der Waals. kekuatan tarikan antarmolekul menentukan wujud zat. W. yaitu gas. atau padat. mengapa menggunakan logam tersebut? Interaksi antarmolekul Gaya antarmolekul adalah gaya aksi di antara molekul-molekul yang menimbulkan tarikan antarmolekul dengan berbagai tingkat kekuatan. Ni-Cr atau Cr-V- Mn. Ni atau Cu Tahan suhu tinggi Cr. yaitu gaya dipol-dipol. Tahan karat Cr. Mo atau Ti Gambar paduan logam (alloy) Coba sebutkan. Ikatan kimia dan gaya antarmolekul memiliki perbedaan. Gaya dipol-dipol dan gaya London dapat dianggap sebagai satu jenis gaya. Ikatan kimia merupakan gaya tarik menarik di antara atom-atom yang berikatan. sedangkan gaya antarmolekul merupakan gaya tarik menarik di antara molekul (perhatikan Gambar). Al.

35 MODUL . yakni molekul-molekul dipol atau molekul polar. Keadaan ini disebut keadaan diam mutlak. dicapai jika benda berada pada suhu 00K (-2730C) Untuk jelasnya. Jadi gaya Van der Waaals suatu molekul akan lebih kuat pada fase padat dibanding cair dan gas. Molekul-molekul polar memiliki dua kutub muatan yang berlawanan. Pada antaraksi dipol-dipol. MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK A. ujung-ujung parsial positif suatu molekul mengadakan tarikan dengan ujung-ujung parsial negatif dari molekul lain yang mengakibatkan orientasi molekul-molekul yang tidak sejajar karena sebenarnya molekul selalu bergerak dan bertumbukan/tabrakan. Oleh karena itu. Kekuatannya juga akan berkurang dengan cepat bila jarak antar dipol makin besar. di antara molekul-molekulnya akan terjadi antaraksi yang disebabkan kedua kutub muatan yang dimilikinya. bisa dilihat pada gambar berikut: Gaya Van der Waals diperlihatkan dengan garis merah (putus-putus). Catatan: Molekul/atom/zat akan diam tak bergerak jika energi kinetiknya = 0 (nol). Kekuatan gaya tarik antara dipol ini biasanya lebih lemah dari kekuatan ikatan ionik atau kovalen (kekuatannya hanya 1% dari ikatan). Gaya Van der Waals (Gaya tarik dipol-dipol) Gaya Van der Waals adalah gaya yang terjadi di antara molekul-molekul yang memiliki sebaran muatan tidak homogen.

seperti F. karena hanya terjadi sesaat. dan N pada molekul yang berbeda. Sentuhan di antara atom atau molekul dengan luas permukaan sentuhan besar menghasilkan peluang lebih besar membentuk dipol sementara dibandingkan bidang sentuh yang relatif kecil. O. Kekuatan gaya London dipengaruhi oleh ukuran. Semakin besar luas permukaan bidang sentuh molekul. dan kemudahan distorsi dari awan elektron. dan memiliki daya tarik-menarik yang lemah. Gaya London Gaya London atau gaya dipol sesaat/terimbas adalah gaya tarik-menarik dipol yang terjadi pada molekul non-polar dan/atau berwujud gas. tetapi juga dapat terjadi pada molekul polar. Gambaran ikatan hidrogen dapat dilihat pada gambar berikut: 36 MODUL . C. Ikatan Hidrogen Ikatan hidrogen merupakan ikatan yang terjadi antara atom hidrogen dengan atom unsur lain yang memiliki elektronegativitas tinggi. bentuk molekul. MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK B. Gaya London terjadi akibat terbentuknya dipol sesaat. semakin besar peluang terjadinya dipol sementara. Contoh: gaya antar molekul O2 Gaya London tidak hanya berlaku untuk molekul nonpolar. Molekul-molekul polar yang massa molekul relatifnya besar lebih efektif ditarik satu sama lain daripada molekul kecil.

dan HF–HCl berasal dari golongan yang 37 MODUL .7 18.0 18. H2O.3 24. dan HF. H2O–H2S.52 1.0 -60. Contoh: Belerang dan oksigen memiliki keelektronegatifan S = 2.5 100.03 34. sedangkan periode ke-3. Oleh karena keelektronegatifan atom oksigen lebih tinggi maka peluang terjadinya ikatan hidrogen sangat besar.5.9 Kalor lebur 5. H2S.7 25.01 36.02 34.02 2.46 Titik leleh (oC) -75 -134 0.5 dan O = 3.1 Tabel tersebut menunjukkan sifat-sifat fisik senyawa hidrida periode ke. MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK Semakin tinggi skala keelektronegatifan atom yang mengikat atom hidrogen.0 -85.6 16. Pasangan seperti NH3–PH3. seperti ditunjukkan oleh senyawa hidrida nonlogam pada Tabel berikut: Sifat-sifat NH3 PH3 H2 O H2 S HF HCl Kepolaran Polar Polar Polar Polar Polar Polar Wujud Gas Gas Cair Cair Asap Gas Massa molekul 17.38 4. yaitu PH3. Periode ke-2.13 6.0 -114 Titik didih (oC) -33 -87.6 40. Dengan hadirnya ikatan hidrogen dalam suatu senyawa menimbulkan pengaruh terhadap sifat-sifat fisik senyawa tersebut.99 (kJ/mol) Kalor uap (kJ/mol) 23.5 19. semakin besar peluangnya untuk membentuk ikatan hidrogen.5 -84.6 -83.06 20. Hal ini terbukti dengan tingginya titik leleh dan titik didih H2O dibandingkan H2S.56 1. dan HCl. yaitu NH3.2 dan periode ke- 3 dalam tabel periodik.

H2O. Misalnya. MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK sama dalam tabel periodik. misalnya dalam asam benzoat. NH3. baik molekul yang sama maupun molekul berbeda. dan HF. Ikatan hidrogen dalam molekul adalah ikatan antara dua gugus atom dalam suatu molekul. HF. H2O. antarmolekul H2O. sedangkan pada molekul hidrida di bawahnya tidak terjadi ikatan hidrogen. yaitu ikatan hidrogen antarmolekul (intermolecule) dan ikatan hidrogen dalam molekul itu sendiri (intramolecule) (perhatikan dibawah). Ikatan hidrogen antarmolekul adalah ikatan antara dua atau lebih molekul. CH3CH2OH. 38 MODUL . tetapi memiliki titik leleh dan titik didih lebih tinggi dibandingkan senyawa yang segolongan (lihat grafik dibawah ini) Hal ini menunjukkan adanya ikatan hidrogen pada molekul NH3. Dari pasangan tersebut. atau SiF4. NH3.Ada dua macam ikatan hidrogen. dan HF memiliki massa molekul lebih kecil.

bagaimana hasilnya? 39 MODUL . MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK TAHUKAH KAMU? Ketika susu ditetesi beberapa tetes pewarna pada suatu titik kemudian ke dalamnya dimasukkan cotton bud/tusuk gigi yang telah diolesi sabun cuci piring maka pewarna akan menyebar menjauhi cotton bud tersebut. Coba jika percobaan disamping sampel air kalian gantikan dengan larutan yang lain. hal ini dapat terjadi karena ion Na+ yang memiliki muatan positif dapat berinteraksi dengan muatan negatif O-. Untuk lebih lengkapnya simak gambar berikut: Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Ternyata hal tersebut dapat terjadi karena ikatan ion antar molekul air terputus sementara oleh ion Na+ dari soda kaustik yang berasal dari sabun. Karena hal ini hanya bersifat sementara maka ketika tusuk gigi/cotton bud diangkat maka pewarna akan kembali kepada keadaan semula Ion Na+ akan Mari berfikir sejenak! memutus ikatan hidrogen yang - terjadi antara O dan H+ dari molekul H2O.

Gaya Van der Waals D. A. MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK Mari berlatih! 1. Logam mengkilap 2. Ikatan kovalen B. Logam mempunyai titik didih dan titik lebur tinggi D. Logam dapat menghantar panas/listrik B.2-dimetil pentana 6. Ikatan hidrogen 5. Ikatan kovalen koordinasi C. Atom-atom logam tersusun secara teratur dan renggang B. kecuali. Ukuran kation pada jari-jari atom sangat kecil E. Gaya Van der Waals D. A. Berikut ini dampak ikatan logam terhadap sifat fisis logam. Logam mempunyai titik didih dan titik lebur rendah E. Atom-atom logam tersusun secara teratur dan rapat C. Ikatan hidrogen 4.. A. Ikatan kovalen B. Gaya london E.. 2. A. Ikatan kovalen koordinasi C. . Senyawa senyawa berikut yang mepunyai gaya london paling besar adalah…. .. Ukuran anionik pada jari-jari atom sangat besar 3. tidak rapuh dan dapat dibengkokkan disebabkan oleh adanya…. 3-metil heksana E. A. Pernyataan yang tepat mengenai perbandingan kekuatan gaya Van Der Waals dengan ikatan hidrogen yaitu . 2-metil heksana D. Gaya yang terjadi di antara molekul-molekul yang memiliki sebaran muatan tidak homogen disebut….heptana B. Gaya london E. 2-metil pentana C. 40 MODUL . . Gaya tarik-menarik dipol yang terjadi pada molekul non-polar disebut…. Logam dapat ditempa C. Atom-atom logam tersusun secara acak dan renggang D. . n . Logam dapat ditempa.

Gaya Van Der Waals > Ikatan Hidrogen D. Ikatan logam D. Gaya Van Der Waals tidak dapat dibandingkan dengan Ikatan Hidrogen 7. Gaya Van Der Waals dan Ikatan Hidrogen tidak dapat diukur E. Perhatikan tabel titik didih unsure-unsur yang terletak pada golongan VA berikut NH3 -33 PH3 -87 AsH3 -55 SbH3 -18 Tingginya titik didih pada NH3 tersebut disebabkan oleh …. MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK A. Massa molekul relatifnya besar dan bentuk molekulnya simetris D. A. Ikatan hidrogen E. . dan VIIA disebabkan oleh adanya …. . . Hal tersebut disebabkan oleh …. A. . Ikatan ion B. Polarisabilitas paling mudah terjadi pada molekul yang memiliki . NH3 mudah terbakar D. Terdapat ikatan hidrogen (H-N) C. Massa molekul relative kecil dan bentuk molekulnya panjang (lonjong) B. Perhatikan tabel berikut! Golongan Golongan Golongan Golongan IVA VA VIA VIIA CH4 -164 NH3 -33 H2O 100 HF 20 SiH4 -112 PH3 -87 H2S -61 HCl -85 GeH4 -90 AsH3 -55 H2Se -41 HBr -67 SnH4 -52 SbH3 -18 H2Te -2 HI -35 Pada tabel tersebut terjadinya penyimpangan keteraturan titik didih pada unsur-unsur yang terletak di golongan VA. Titik didih etanol lebih tinggi daripada titik didih propana walaupun keduanya memiliki Mr yang hampir sama. Mudah larut dalam air 10. Gaya Van Der Waals = Ikatan Hidrogen B. Etanol lebih mudah terbakar daripada propana 41 MODUL . Massa molekul relatifnya kecil dan bentuk molekulnya simetris E. Massa molekul relatifnya besar dan bentuk molekulnya panjang (lonjong) C. NH3 memiliki Mr yang paling besar B. Semakin rendah titik didih dan titik lelehnya 8. A. Gaya Van Der Waals < Ikatan Hidrogen C. VIA. Memiliki ikatan ion E. Ikatan kovalen C. A. Ikatan semipolar 9.

Apabila seseoran membeli dua mobil sekaligus. Sebutkan bahan logam untuk bodi kendaraan dan jenisnya! 3. Propana memiliki ikatan hidrogen sedangkan etanol tidak memiliki ikatan hidrogen E. Jelaskan klasifikasi dan cara pengelasan yang sesuai pada besi! 7. Sebutkan 3 contoh kasus yang dapat diterapkan untuk proses pematrian! 8. Bahan logam mempunyai beberapa keistimewaan sebagai pembuatan rbodi kendaraan dibandingkan dengan bahan lain. Sebutkan pelumas/cairan pembersih pada kendaraan yang anda ketahui beserta fungsinya! 10. Sebutkan bahan yang bagus digunakan dalam pembuatan torak/piston! Jelaskan! 6. MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK B. Etanol memiliki ikatan hidrogen sedangkan propana tidak memiliki ikatan hidrogen 1. Chassis dan bahan b. mobil pertama bermerk Toyota Avanza sedangkan yang kedua bermerk Toyota Kijang Innova. Jelaskan apa perbedaan kedua moil tersebut dilihat dari a. Sebutkan komponen-komponen penting engine! 5. Etanol bersifat ionik sedangakan propana bersifat polar D. Sebutkan kandungan utama yang terdapat dalam pelumas/caian pembersih! Gambarkan strukturnya serta analisis ikatan kimia apa yang terjadi pada struktur bahan tersebut! 42 MODUL . Propana lebih mudah terbakar daripada etanol C. Jelaskan beberapa keistimewaan tersebut! 2. Sebutkan bahan yang dapat dipatri pada pematrian keras logam berat! 9. fungsi 4.

Pemotongan dengan Panas dan Pemanasan.com/2014/07/22/peranan-ikatan-kimia-dalam- kehidupan-sehari-hari/ Salirawati. Unggul. Diperoleh 7 Juni 2017 pukul 14. Lina Mahardiani.id/2011/11/uji-kepolaran-senyawa. Das. Uji Kepolaran Senyawa. 20 November). dkk. 2009. Belajar Kimia Secara menarik untuk SMA/MA Kelas X. 2004. Pematrian. Makalah Peranan Ikatan Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari. dari http://mestargroup. Pribad.56. Tim Fakultas Teknik Uny. Kimia untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. 2009. Kimia untuk SMA dan MA Kelas XI Program Ilmu Alam. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Diperoleh 7 Juni 2017 pukul 13. Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta : Erlangga. 2014.blogspot. Jakarta: PT Gramedia Widiasara Indonesia. 43 MODUL ..00. MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK Blog Rama Whindu Putra (2011.S. Proses Pembuatan Bodi Pada Mobil Listrik Menggunakan Bahan Komposit. Budi.html Permana. 2015. 2013. Utami. dari https://iqbalramadhan33. Memahami Kimia 1 untuk SMA/MA kelas X. 2007. Semarang: Fakultas Teknik UNNES. O. Ramadhan. Sri Yamtinah dan Bakti Mulyani.wordpress. Melakukan Prosedur Pengelasan. Sudarmo.co. Irvan. Agung Nugroho Catur Saputro. Iqbal.

MODUL IKATAN KIMIA KIMIA SMK 44 14303241007 14303244009 14303241015 MODUL .