BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Batu bara adalah salah satu bahan bakar fosil. Pengertian umumnya adalah batuan sedimen
yang dapat terbakar, terbentuk dari endapan organik, utamanya adalah sisa-sisa tumbuhan dan
terbentuk melalui proses pembatubaraan. Unsur-unsur utamanya terdiri dari karbon, hidrogen dan
oksigen.Batu bara juga adalah batuan organik yang memiliki sifat-sifat fisika dan kimia yang
kompleks yang dapat ditemui dalam berbagai bentuk.

Batubara merupakan sumber energi yang penting dan banyak digunakan di dunia.
Kontribusi batubara terhadap kebutuhan total energi dunia berkisar 23%. Penggunaan batubara
umumnya adalah untuk pembangkit listrik, produksi baja, dan produksi semen. Persediaan
batubara di dunia diperkirakan masih memungkinkan untuk dapat diproduksi sedikitnya 122 tahun
lagi.

Indonesia merupakan salah satu daerah penghasil tambang batu bara terbesar di dunia.
Salah satu daerah penghasil tambang terbesar di Indonesia adalah Kalimantan Selatan.
Pertumbuhan tambang di Kalimantan Selatan sendiri semakin pesat karena semakin banyak lahan
tambang baru yang ditemukan.

Pada setiap lapisan batubara terdapat formasi pembawa batubara Formasi pembawa
batubara berbeda satu sama lain antara satu daerah dengan daerah yang lain .Lapisan batubara
terbentuk bersama-sama dengan bahan anorganik yang kebanyakan berupa klastik halus seperti
serpih, batulempung, batulanau, dan batulumpur. Juga dapat berasosiasi dengan batupasir halus
sampai kasar, konglomerat, bahkan batugamping. Asosiasi batuan di atas yang dijumpai bersama
lapisan batubara, disebut sebagai lapisan pembawa batubara/formasi pembawa batubara (coal
measures/coal bearing formation). Ketebalan lapisan pembawa batubara, bervariasi dari beberapa
meter sampai ribuan meter. Di Jerman, batubara Ruhr dengan lapisan pembawa batubara setebal
3.000 m, lapisan batubaranya tidak menerus karena tererosi. Di Indonesia, seperti di Bukit Asam
yang total tebal batubaranya 35 m mempunyai lapisan pembawa batubara yang tebalnya mencapai
450 m sampai 750 m pada Formasi Muara Enim. Demikian juga, di Tutupan Kalimantan Selatan
yang tebal total batubaranya 100 m dengan lapisan pembawa batubaranya setebal 600 m. Dari
formasi ini juga kita dapat mengetahui ciri fisik,lingkungan pengendapan, coal rank dari batubara
yang di hasilkan.

Untuk mengetahui lingkungan pengendapan dari formasi pembawa batubara tersebut 4. 1. Untuk mengetahui megaskopis dari batubara dan ciri-cirinya dari formasi tersebut 3. Bagaimana megaskopis dari batubara dan ciri. Bagaimana lingkungan pengendapan dari formasi pembawa batubara tersebut? 4.1. Untuk mengetahui lapisan pembawa batubara apa saja yang terdapat di daerah Kalimantan Selatan 2. Bagaimana Coal rank dari formasi pembawa batubara tersebut ? 1. Untuk mengetahui coal rank dari formasi pembawa batuabara tersebut 1.5 Metode Penulisan Pada penulisan karya tulis ini penulis menggunakan 2 metode penulisan yaitu moetode pustaka dan internet.2 Rumusan Masalah Berdasarkan dari pemaparan latar belakang di atas.cirinya yang di hasilkan dari formasi tersebut? 3. penulis memiliki beberapa tujuan yang hendak di capai dalam karya ini yaitu: 1. penulis dengan ini merumuskan rumusan masalah yang penulis akan kaji.3 Tujuan penulisan Dalam penulisan karya tulis ini.4 Manfaat penulisan Penulisan karya tulis ini di maksud untuk memenuhi nilai tugas pada mata kuliah Geologi Batubara. Apa saja lapisan pembawa batubara di daerah Kalimantan Selatan ? 2. . 1.

konglomerat. dan sisipan lignit. getas.50 meter. Tebal batuan Formasi Warukin antara 250 meter dan 750 meter. Lingkungan pengendapan laut dangkal (litoral) hingga paralis C. lapisan sejajar. dan batugamping. antara batupasir halus dan lempung. Lapisan batubara tebal > 25 meter. struktur sedimen silang siur pada batupasir halus menunjukkan lingkungan pengendapan dataran .. pejal. hitam-abuabu. Batuan sedimen yang tertua pada cekungan ini adalah batuan dari Formasi Tanjung yang teridiri atas sedimen klastik kontinen dan endapan laut berupa endapan organik dan napal. Pada batupasir dan batulempung karbonatan sering dijumpai konkresi besi. Sejalan denganpelipatan dan pensesaran batuan tua tersebut kemudian diikuti pengendapan batuan Formasi Dahor..20 meter dan 1. kilat kaca. terdapat sisipan batugamping berwarna abu-abu kecoklatan mengandung kepingan moluska dan foraminifera. Cycloclypeus sp. kaolin dan limonit.50 m. Ketebalan Formasi Tanjung di atas 1000 meter. Sumatrensis.00 meter. serpih.50 meter dan 1.50 meter dan 7. Formasi Dahor diperkiran berumur Plio- Plistosen diendapkan dalam lingkungan paralis. Formasi Warukin terdiri atas perselingan batupasir kuarsa. diperkirakan berumur Miosen Tengah - Miosen Akhir. 2. Formasi Berai/Pemaluan berumur Oligosen yang terdiri atas batugamping koral bersisipan napal. Pra-Tersier dan Tersier terangkat membentuk tinggian Meratus. Singkapan sedimen perselingan tipis. terdapat sisipan batubara di bagian atas formasi berwarna hitam. batulempung. Warukin dan Formasi Dahor adalah batuan sedimen pembawa batuabara yang lebih ditekankan pada studi ini. Berdasarkan kandungan foraminifera Nummulites javanus (Verbeek) dan Heterostegina sp. B. Fosil yang ditemukan pada adalah Miogypsina sp. Batuan dari Formasi Tanjung. A. Formasi Tanjung Formasi Tanjung diendapkan selama tahap awal genang laut Tersier. terdapat struktur sedimen lapisan sejajar dan silang siur. Formasi Warukin berumur Miosen terdiri atas perselingan batupasir kuarsa. Formasi Warukin Pengendapan batuan Formasi Warukin terjadi pada awal susut laut (regresi) Tersier. di bagian bawah formasi sisipan batubara tebal antara 0.4 Lingkungan Pengendapan Pengendapan batuan sedimen pada formasi ini dimulai pada Kala Eosen secara tidak selaras menindih alas batuan Cekungan Kutai dan Cekungan Barito berumur Pra-Tersier. konglomerat dan batulempung (Tabel 20-1). kurang padu terdapat pada Formasi Warukin. sisipan batulempung setempat menyerpih. Batuan dari Formasi Tanjung terdiri atas batupasir kuarsa berbutir halus. maka Formasi Tanjung ini diendapakan pada lingkungan paralas-neritik berumur Eosen.. Batuan Formasi Dahor terdiri atas batupasir kuarsa yang lunak. Formasi Dahor Formasi Dahor terbentuk dengan diawali gerakan tektonik yang menyebabkan batuan tua. serta foram kecil dari keluarga Milliolidae. dan lepidocyclina cf. tebal lapisan antara 0. tebal lapisan antara 0. Formasi Dahor terdiri atas batupasir kuarsa. batulempung. batulempung pasiran.

banjir. Endapan batubara yang sangat rapuh dari jenis lignit dan banyak dijumpai polen mangrove Rhizophora. mengindikasikan lingkungan rawa. Jadi Formasi Dahor dapat dikatagorikan sebagai endapan alufial dan rawa .