TUGAS INDIVIDU

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

(TINJAUAN DAKWAH RASULULLAH SAW DALAM
PERIODE MEKKAH DAN PERIODE MADINAH)

D
I
S
U
S
U
N
OLEH:

NAMA : SITI RAEHANA
KELAS : X JASA BOGA 2
NIS : 16.259

KOPETENSI KEAHLIAN JASA BOGA
SMK NEGERI 4 MAKASSAR
SEMESTER GENAP

Tidak lupa kami ucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya Dan harapan saya semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman baik para pembaca.oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman saya. maka saya yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini. untuk kedepan dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah ini agar menjadi lebih baik lagi. TERIMA KASIH  Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh . Kata Pengantar Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Puji syukur kehadiran Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-Nya sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai.

Strategi Dakwah Rasulullah SAW Periode Madinah d. Ajaran Islam Periode Mekkah d. Reaksi Kaum Kafir Quraisy Terhadap Dakwah Rasulluah SAW f. Sejarah Dakwah di Periode Mekkah a. Strategi Dakwah Rasulullah Periode Mekkah e. Dakwah Rasulullah SAW Periode Madinah c. Usaha-usaha kaum kafir quraisy terhadap dakwah rasulullah saw 2. Sejarah Dakwah di Periode Madinah a. DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar Isi Bab I Pendahuluan 1. Latar Belakang Bab II Pembahasan 1. Masyarakat Arab Jahiliyah Periode Mekkah b. Substansi dan strategi Dakwah Rasulullah SAW Periode Madinah Bab 3 Penutup 1. Sejarah Dakwah Rasulullah SAW Periode Madinah b. Kesimpulan . Usaha-usaha Rasulullah SAW dalam mewujudkan masyarakat Islam e. Pengangkatan Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul c.

Dan aturan-aturan hidup yang Allah maksudkan adalah islam sebagai Dinnullah yang termaksud dalam konsep wahyu berupa Al-Qur’an. Bukan hanya milik para umara. melainkan harus adanya kerja sama dari berbagai kalangan untuk mengsukseskan dakwah islamiyah ini. dakwah bukan hanya kewajiban Nabi ataupun para Rasul yang mempunyai amanah khusus untuk menyampaikan setiap kebenaran dan ketauhidan Allah. Latar Belakang Kewajiban dakwah merupakan suatu kewajiban yang telah Allah perintahkan kepada kita semua sebagai umat Islam untuk menyampaikan risalah kebenaran Islam. Sehingga. di akhir zaman kelak kemenangan islam benar-benar bisa dirasakan . namun juga menjadi kewajiban setiap umat Islam yang mempercayai dan meyakini akan kebenaran islam sebagai Rahmatanlil Alamin. Dan salah satu media yang bisa kita gunakan untuk menyampaikan risalah kebenaran Islam ialah melalui dakwah. Pada hakikatnya. Dan satu lhal lagi. melainkan kewajiban bagi setiap kaum muslimin. Dakwah islamiyyah sudah dimulai saat petama kali Nabi Muhammad menerima washilah ataupun tanggung jawab untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan dan kejahiliyyahan hidup yang pada saat itu telah mencapai klimaks kegelapan yang mencekam. Allah memerintahkan Rasulullah supaya menyampaikan kebenaran risalah tentang keesaan Allah. BAB I PENDAHULUAN 1. Sehingga. Rasulullah diperintahkan untuk mengenalkan aturan hidup yang jelas bagi umat manusia. Bukan hanya itu. Islam tidak hanya dipandang dari satu sisi saja melainkan berbagai tinjaun yang akan mengantarkan kita kepada pemahaman yang menyeluruh. dakwah bukan saja kewajiban para ulama.

b. setelah turun wahyu pertama (Q. yang mengajar manusia dengan perantara kalam. Menurut sebagian ulama. beberapa kilo meter sebelah utara kota Mekkah.S Al-‘Alaq : 1-5) turun pula Surah Al. Gua Hira terletak di Jabal Nur. Ajaran Islam Periode Mekkah . (Bacalah dengan menyebut nama tuhanmu yang menciptakan. yang telah diajarkan oleh para rasul terdahulu. Masyarakat Arab Jahiliyah Periode Mekkah Objek dakwah Rasulullah SAW pada awal kenabian adalah masyarakat Arab Jahiliyah. Di antara berhala-berhala yang termahsyur bernama: Lata. dan telah menciptakan manusia dari segumpal dara. atau masyarakat yang masih berada dalam kebodohan. terjadi pada tanggal 17 Ramadhan. Sejarah Dakwah Rasulullah SAW Periode Mekkah a. Berhala- berhala yang mereka puja itu mereka letakkan di Ka’bah (Baitullah atau rumah Allah SWT). Dalam bidang agama. umumnya masyarakat Arab waktu itu sudah menyimpan jauh dari ajaran agama tauhid. dan mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahui. wahyu berupa Al-Qur’an sebanyak 4726 ayat. seperti Nabi Adam A.) Turunnya ayat Al-Qur’an pertama tersebut dalam sejarah islam dinamakan Nuzul Qur’an. 13 tahun sebelum hijrah (610 M) tatkala beliau sedang bertahan di Gua Hira. BAB II PEMBAHASAN 1.Mudassir. waktu itu beliau genap berusia 40 tahun. Pengangkatan Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul Pengangkatan Muhammad sebagai Nabi atau Rasul Allah SWT.S. Uzza dan Manar. Selain itu ada pula sebagian masyarakat Arab Jahiliyah yang menyambah malaikat dan bintang yang dilakukan kaum Sabi’in. yang berisi perintah Allah SWT agar Nabi Muhammad berdakwah menyiarkan ajaran Islam kepada umat manusia. sebagai Nabi atau Rasul-Nya ditandai dengan turungnya Malaikat Jibril untuk menyampaikan wahyu yang pertama kali yakni Al-Qur’an Surah Al-‘Alaq 96: 1-5. Mereka umumnya beragama watsani atau agama penyembah berhala. Setelah itu. 1-7. Surah-surah yang diturunkan pada periode Mekkah dinamakan Surah Makkiyah. c. yang meliputi 89 surah. Muhammad diangkat Allah SWT. bacalah dan tuhan-mu lah yang maha pemurah. secara berangsur-angsur telah diturunkan kepada beliau. tatkala Nabi Muhammad SAW berada di Mekkah (periode Mekkah) selama 13 tahun (610-622 M).

Wahyu tersebut berupa ayat al-qu’an surah 26 asy-syu’ara (para penyiar) : 214-216. yakni setelah turunnya wahyu yang berisi perintah allah swt agar dakwah itu dilaksanakan secara terang-terangan. wafat tahun ke-10 dari kenabian). yaitu orang-orang beriman. Abu Bakar Ash-Shiddiq juga berdakwah ajaran Islam sehingga beberapa orang kawan dekatnya menyatakan diri masuk Islam. Rasulullah SAW menyeru untuk masuk islam. sehingga menjadi umat yang meyakini kebenaran kerasulan Nabi Muhammad SAW dan ajaran Islam yang disampaikannya. dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu. Jika mereka mendurhakaimu maka . kemudian mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ajaran Islam periode Mekkah. Abu Bakar Ash-Shiddiq (sahabat dekat Rasulullah SAW) dan Ummu Alman (pengasuh Rasulullah SAW sewaktu kecil). mereka adalah :  Abdul Amar dari Bani Zuhra dan Abu Ubaidah bin Jarrah dari Bani Haris  Utsman bin Affan  Zubair bin Awan  Sa’ad bin Abu Waqqas dan Thalhah bin Ubaidillah 2) Dakwah secara terang-terangan Dakwah secara terang-terangan ini dimulai sejak tahun ke-4 dari kenabian. orang-orang yang berada di lingkungan rumah tangganya sendiri dan kerabat serta sahabat dekatnya. moral. Orang-orang yang telah memenuhi seruan dakwah Rasulullah SAW tersebut adalah Khadijah binti Khuwailid (istri Rasulullah SAW. Strategi Dakwah Rasulullah Periode Mekkah Tujuan dakwah Rasulullah SAW pada periode Mekkah adalah agar masyrakat Arab meninggalkan kejahiliyannya dibidang Agama. Zaid bin Haritsa (anak angkat Rasulullah SAW). yang harus didakwahkan Rasulullah SAW di awal kenabiannya adalah sebagai berikut:  Keesaan Allah SWT  Hari Kiamat sebagai hari Pembalasan  Kesucian Jiwa  Persaudaraan dan persatuan d. Strategi dakwah Rasulullah SAW dalam berusaha mencapai tujuan yang luhur tersebut sebagai berikut: 1) Dakwah secara sembunyi-sembunyi selama 3-4 tahun Pada masa dakwah secara sembunyi-sembunyi ini. dan hukum. (dan berikanlah peringatan kepada kerabat- kerabat mu yang terdekat.

dan pada gelombang ketiga tahun berikutnya lebih banyak lagi. seorang tokoh dari kaum giffar. Tufail bin amr Ad-dausi. 3. terutama para bangsawannya sangat keberatan dengan ajaran persamaan hak dan kedudukan antara semua orang. Gelombang kedua tahun 621 M. rasulullah saw menyampaikan seruan dakwahnya kepada para penduduk diluar kota mekkah. b) Rasulullah saw mengumpulkan para penduduk kota mekkah. Pada periode dakwah secara terang-terangan ini juga telah menyatakan diri masuk islam dari kalangan kaum kafir quraisy. tetapi merahasiakannya. Mereka juga . ada 3 orang kerabat dari kalangan bani hasyim yang sudah masuk islam. Diantaranya abu jabir Abdullah bin amr. Mereka adalah ali bin abi thalib. dan zaid bin haritsah. 2. pimpinan kaum salamah. Selain itu. Reaksi kaum kafir quraisy terhadap dakwah rasulullah saw Prof. mereka memohon kepada rasulullah saw dan para pengikutnya agar berhijrah ke yatsrib. Dakwah rasulullah saw terhadap penduduk yastrib(madinah). Isi bai’atul aqabah tersebut merupakan pernyataan umat islam yatsrib bahwa mereka akan melindungi dan membela rasulullah saw. Abu zar al-giffari.) Tahap-tahap dakwah Rasulullah saw secara terang-terangan ini antara lain sebagai berikut: a) Mengundang kaum kerabat keturunan dari bani hasyim.shalaby dalam bukunya sejarah kebudayaan islam. telah menjelaskan sebab-sebab kaum quraisy menentang dakwah rasulullah saw. ja’far bin abu thalib. sebanyak 13 orang. telah masuk islam dari suku aus dan khazraj sebanyak 6 orang. yakin : 1) Kaum kafir quraisy. Pertemuan umat islam yatsrib dengan rasulullah saw pada gelombang ketiga ini. yaitu: Hamza bin abdul muthalib(paman nabi saw) dan umar bin khatab (581-664 M). Mereka mempertahankan tradisi hidup berkasta-kasta dalam masyarakat.A. e. Sejarah mencatat bahwa penduduk diluar kota mekkah yang masuk islam antara lain: 1.seorang penyair terpandang dari kaum daus. terutama yang berada dan bertempat tinggal disekitar ka’bah untuk berkumpul di bukit shafah. untuk menghadiri jamuan makan dan mengajak agar masuk islam. Gelombang pertama tahun 620 M.katakanlah sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan.Dr. terjadi pada tahun ke-13 dari kenabian menghasilkan bai’atul aqabah. Walau banyak yang bekum menerima agama islam.

dugaan meraka meleset. karena ternyata Abu Jahal labih kejam lagi. Dalam sejarah Islam tahun wafatnya Abu Thalib dan Khadijah disebut ‘Amul Huzni (tahun duka cita). karena Raja Negus di negeri itu memberikan jaminan keamanan. disiksa oleh para pemiliknya (kaum kafir quraisy) diluar batas perikemanusiaan. Peristiwa hijrah yang pertama ke Habasyah terjadi pada tahun 615 M. Saat itu. karena mereka merasa ngeri dengan siksa kubur dan azab neraka. Empat hari setelah itu istri Nabi Muhammad SAW juga telah wafat. seperti: Bilal. sedangkan ajaran rasulullah saw (islam) melarangnya. dan anaknya al-Muammil dan AZ-Zanirah. kaum kafir quraisy menentang keras dan berusaha menghentikan dakwah rasulullah saw karena islam melarang menyembah berhala.  Kaum kafir quraisy mengusulkan pada Nabi Muhammad SAW agar permusuhan diantara meraka dihentikan. Ummu Ubais an-Nahdiyah. yaitu Umar bin Khattab. Dalam menghadapi tantangan dari kaum kafir Quraisy. ingin mempertahankan perbudakan. Caranya suatu saat kaum kafir Quraisy menganut Islam dan melaksanakan ajarannya. Suatu saat keenam belas orang tersebut kembali ke Mekkah. Rasulullah SAW menyuruh sahabatnya kembali ke Habasyah yang kedua kalinya. salah satunya Nabi Muhammad SAW menyuruh 16 orang sahabatnya. termasuk kedalam Utsman bin Affan dan 4 orang wanita untuk berhijrah ke Habasyah (Ethiopia). f. Akhirnya. Pada tahun ke-10 dari kenabian (619 M) Abu Thalib. 2) Kaum kafir quraisy menolak dengan keras ajaran islam yang adanya kehidupan sesudah mati yakni hidup di alam kubur dan alam akhirat. . paman Rasulullah SAW dan pelindungnya wafat. karena menduga keadaan di Mekah sudah normal dengan masuk Islamnya salah satu kaum kafir Quraisy. 3) Kaum berat meninggalkan agama dan tradisi hiudp bermasyarakat warisan leluhur mereka. Usaha-usaha kaum kafir Quraisy untuk menolak dan menghentikan dakeah Rasulullah SAW  Para budak yang telah masuk Islam. Amr bin Fuhairah. 4) Dan. Di saat lain umat islam menganut agama kamu kafir Quraisy dan melakukan penyembahan terhadap berhala. dipimpin oleh Ja’far bin Abu Thalib. Namun.

sehingga tidak memiliki kebebasan dalam berdakwah dan beribadah. yang disuruh Allah SWT dan diridai-Nya. b. Sejarah Dakwah Di Periode Madinah a. sehingga dapat meningkatkan usaha-usahanya dalam berjihad di jalan Allah SWT. ancaman dan kekerasan kaum kafir Quraisy. juga ajaran Islam yang terkandung dalam 25 surah Madaniyah dan hadis periode Madinah. Sejarah Dakwah Rasulullah SAW Periode Madinah Setidaknya ada dua macam arti hijrah yang harus diketahui oleh umat islam. Dakwah Rasulullah SAW Periode Madinah Dakwah Rasulullah SAW periode Madinah berlangsung selama sepuluh tahun.2. untuk menegakkan dan meninggikan agamany (Islam). Dakwah Rasulullah SAW yang ditujukan kepada orang-orang yang sudah masuk Islam (umat Islam) bertujuan agar mereka diketahui seluruh ajaran Islam baik . selain ajaran Islam yang terkandung dalam 89 surah Makiyah dan Hadis periode Mekah.Pertama hijrah berarti meninggalkan semua perbuatan yang dilarang dan dimurkai Alllah SWT untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang baik. rumah beliau sudah dikepung oleh kaum Quraisy dengan maksud untuk membunuhnya. ancaman. Mengenai objek dakwah Rasululluha SAW pada periode Madinah adalah orang-orang yang sudah masuk Islam dari kalangan kaum Muhajirin dan Ansar. Bahkan pada waktu Rasulullah SAW meninggalkan rumahnya di Mekah untuk berhijrah ke Yastrib (Madinah). Tujuan hijrah Rasulullah SAW dan umat Islam dari Mekah (negeri kafir) ke Yastrib ( negeri Islam) adalah Menyelamatkan diri dan umat Islam dari tekanan. dan kekerasan. Arti kedua hijrah ialah berpindah dari suatu negeri kafir (non-Islam). yakni dari semenjak tanggal 12 Rabiul Awal tahun pertama hijrah sampai dengan wafatnya Rasulullah SAW. para penduduk di luar kota Madinah yang termasuk bangsa Arab dan tidak termasuk bangsa Arab. Juga orang-orang yang belum masuk Islam seperti kaum Yahudi penduduk Madinah. Materi dakwah yang disampaikan Rasulullah SAW pada periode Madinah. berpindah ke negeri Islam agar memperoleh keamanan dan kebebasan dalam berdakwah. tanggal 13 Rabiul Awal tahun ke-11 hijrah. Kemudian umat Islam di negeri kafir itu. karena di negeri itu umat Islam selalu mendapat tekanan. Agar memperoleh keamanan dan kebebasan dalam berdakwah serta beribadah.

maka terlebih dahulu orang yang berdakwah itu harus meyakini kebenaran Islam dan mengamalkan ajarannya. menyebabkan umat manusia yang belum masuk banyak yang masuk Islam dengan kemauanya dan kesadaran sendiri. bukan saja terhadap para penduduk Jasirah Arabiah. Setelah Rasulullah SAW dan para pengikutnya mampu membangun suatu Negara yang merdeka dan berdaulat. Tujuan dakwah Rasulullah SAW yang luhur dan cara penyampainya yang terpuji. mereka berusaha menyiarkan dan memasyhurkan agama islam. 2) Cara (metode) melaksankan dakwah sesuai dengan petunjuk AllahSWT dalam Surah An-Nahl. d. bangsa Romawi dan bangsa Persia bertekad untuk menumpas dan menghancurkan umat Islam dan agamanya. mempelajari ajaran-ajarannya dan mengamalkanya. Selain itu. Strategi Dakwah Rasulullah SAW Periode Madinah Pokok-pokok pikiran yang dijadikan strategi dakwah Rasulullah SAW periode Madinah adalah: 1) Berdakwah dimulai dari diri sendiri. 16:12 3) Berdakwah itu hukumnya wajib bagi Rasulullah SAW dan umatnya sesuai dengan petunjuk Allah SWT dalam Ali Imran. yang berpusat di Madinah. maka bangsa Romawi dan Persia menjadi cemas dan khawatir kekuatan mereka akan tersaingi. 4) Berdakwah dilandasi dengan niat ikhlas karena Allah SWT semata. Rasulullah SAW dibentuk oleh para sahabatnya melakukan usaha-usaha nyata agar terwujud persaudaraan sesama umat Islam dan terbentuk masyarakat Madania di Madinah. sehingga. mereka betul-betul menjadi umat yang bertakwa. Usaha-usaha Rasulullah SAW dalam mewujudkan masyarakat Islam (Membangun masjid) . Mengenai dakwah yang ditujukan kepada orang-orang yang belum masuk Islam bertujuan agar mereka bersedia menerima Islam sebagai agamanya. 3:10. kemudian mengamalkanya dalam kehidupan sehari-hari.yang diturunkan di Mekah ataupun yang di turunkan di Madinah. c. maksudnya sebelum mengajak orang lain meyakini kebenaran Islam dan mengamalkan ajarannya. yang berbahagia di dunia serta sejahtera di Akhirat. bukan dengan untuk memperoleh popularitas dan keuntungan yang bersifat materi. sehingga mereka menjadi umat Islam yang senantiasa beriman dan beramal saleh. Oleh Karen itu.

baik muslim maupun Yahudi harus tolong dan saling membantu untuk melawan siapa saja yang memerangi merekah. dan Ali bin Abu Thalib r. Rasulullah SAW membuat perjanjian persahabatan perdamaian dengan kaum Yahudi yang berdiam di kota Madinah dan sekitarnya. Masjid kedua yang dibangun oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya adalah masjid Nabawi di madinah. Kaum Muhajirin yang jauh dari sanak keluarga dan kampung halaman mereka dipersaudarakan dengan kaum Ansar secara Ikhlas dan hanya mengharap keridaan Allah SWT.a. e..a. 2) Memelihara dan mempertahankan masyarakat Islam dalam upaya menciptakan suasana tentram dan aman agar masyarakat muslim yang dibina itu dapat terpelihara dan bertahan. maka urusan itu diserahkan kepada Allah SWT dan Rasulnya (Al-Qur’an dan Sunah).. Subtansi dan Strategi Dakwah Rasulullah SAW Periode Madinah 1) Membinah masyarakat Islam melalui pertalian persaudaraan antara kaum Muhajirin dengan kaum Ansar. ketiga. Tindakan ini belum pernah dilakukan oleh Nabi dan Rasul sebelumnya. Utsman bin Affan r. Apabila terjadi perselisihan antara muslim dan Yahudi.a. Isi perjanjiannya sebagai berikut: a) Kebebasan beragama bagi semua golongan dan masing-masing golongan mempunyai wewenang penuh terhadap anggota golongannya. Masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasulullah SAW di Madinah ialah masjid Quba. Masjid ini dibangun secara gotong-royong oleh kaum muhajirin dan Ansar. sebelah barat daya Madinah. yang peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dan peletakan batu kedua. beliau mengunjungi masjid Quba untuk sholat berjamaah dan menyampaikan dakwah Islam. yang berjarak 5 km. Jafar bin Abi Thalib dipersaudarakan dengan Itbah bin Malik. Umar bin Khatab r.. Masjid Quba dibangun pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun pertam hijrah (20 September 622 M). Abu Bakar dipersaudarakan dengan Harisah bin Zaid.Setelah Rasulullah SAW menetap di Madinah. Semua wajib mempertahankan kora bila ada serangan dari luar c) Kota madinah adalah kota suci yang wajib dihormati oleh mereka yang terikat dengan perjanjian itu.. Sebagai contoh. keempat dan kelima dilaksanakan oelh para sahabat terkemuka yakni: Abu Bakar r. pada setiap hari sabtu. . b) Semua lapisan.a.

d) Mengakui dan mentaati kesatuan pimpinan untuk kota Madinah yang disetujui dipegang oleh Nabi Muhammad SAW .

Sampai sekarang pun ghiroh perjuangkan dakwah Islamiyyah berada dalam setiap jiwa kaum muslimin. melainkan semua umat Islam senantiasa melaksanakan dakwah sebagai sebuah kewajiban dalam menyampaikan kebenaran Islam yang sesungguhnya. jikalau timbul kebutuhan akan kebenaran itu sendiri di kalangan umat Islam. BAB III PENUTUP A. tidak hanya oleh Bani Umayah. . Kesimpulan Dakwah adalah proses yang terus menerus akan dan harus dilakukan. Karena mereka yakin bahwasanya kebenaran tak akan pernah bisa terkalahkan oleh kebatilan.