IBUKU PAHLAWANKU

” Kasih ibu sepanjang jalan, tak terkira sepanjang masa, hanya memberi dan tak harap
kembali, bagai sang surya menyinari dunia “.
Sepenggal bait lagu memang pantas diberikan untuk Ibu tercinta. Tak kenal lelah, engkau
berjuang mengandung, melahirkan, membesarkanku dan mendidikku hingga saat ini.Tak
terhitung berapa banyak tantangan, halangan dan permasalahan menghampirimu, tapi engkau
tetap teguh dan kuat mengarungi kehidupan menjadikanku seperti saat ini.

Ibu, sejak aku dititipkan ke dalam rahimmu, sejak itulah kau sandang tanggung jawab besar,
amanah dan titipan dari Allah. Engkau tetap kuat menghadapi beratnya cobaan
mengandungku, tak ada rasa lelah membawaku kemana – mana didalam perutmu.

Bahkan saat melahirkanku, tak ada setetes pun air mata yang keluar dari air matamu, meski
rasa sakit yang kau rasakan tak dapat kubayangkan. Engkau malah tersenyum manis dan
gembira menyambutku hadir ke dunia ini.

Setelah aku lahir ke dunia, engkau tetap tidak putus asa dan capek mendengarkan tangisanku
di malam hari. Jeritanku di tengah malam sering membangunkanmu, tidurmu tak lagi
nyenyak, berat tubuhmu pun turun drastis. Namun Ibu semakin tangguh dan tegar seperti batu
karang di lautan.

Aku pun mulai beranjak besar dan mulai sekolah. Di TK, setiap pagi tak lelah kau
membuatkanku kue – kue sebagai bekal sekolahku, selalu setia memakaikan baju, merapikan
rambutku, termasuk memasangkan sepatuku. Itupun kau lakukan tanpa ada kata ah…,
capek… Engkau malah tersenyum dan berkata… “Belajar yang baik ya sayang”.

Aku semakin besar dan mulai masuk SD, aku mulai nakal, di sekolah aku kerap berkelahi
dengan temanku yang usil, pulang dengan baju kotor. Bahkan aku sempat terjatuh dari sepeda
ketika hendak pulang sekolah. Ibu terkejut melihat aku pulang dengan darah mengalir di
kakiku, lagi – lagi , aku membuatmu khawatir dan sedih. Aku berjanji untuk menjadi anak
baik dan tidak membuat ibu khawatir lagi.

Ibu, engkau selalu siap mengulurkan tangan memenuhi kebutuhanku, tidak peduli rasa letih
menguasai tubuh. Engkau selalu memberikan pelukan hangatmu disaatku kesepian. Engkau
selalu menghiburku dikalaku merasa sedih. Engkau selalu mendorongku dengan penuh
semangat saat aku gagal. Engkau selalu memaafkan kesalahanku dan berbesar hati meski
terkadang aku berkata dengan nada keras kepadamu.

Ibu, Engkaulah Pahlawanku yang tidak mengenal kata menyerah. Pahlawan yang bertempur
hingga tetes darah penghabisan. Pahlawan yang berani korbankan nyawanya demi anakmu.
Terima kasih Ibu, karena telah susah payah untuk merawat, menjaga, dan membesarkanku
sampai sekarang, meski aku tahu jika dirimu sendiri kadang merasa lelah, namun hal itu tidak
pernah engkau tunjukkan kepada anakmu. Itu semua engkau lakukan agar kelak dapat
melihat senyuman bahagia dari anakmu.

Ya Allah, cukupkanlah rezeki untukku membahagiakan Pahlawanku ini, mewujudkan
impiannya ke tanah suci.

Ya Allah semuanya hanya bisa dengan bantuanmu, Aamiin Ya Rabb !!!