BAB I

LATAR BELAKANG

1.1. Gambaran Umum Kecamatan Secara Geografis
1.1.1. Situasi Keadaan Umum
Kecamatan Kresek merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Tangerang
terletak sebelah barat Kabupaten Tangerang, dengan jarak ± 27 Km dari Dinas
Kesehatan Kabupaten Tangerang. Luas wilayah 27.99 Km2, berupa dataran rendah
dan berupa lahan pertanian.
Kecamatan Kresek memiliki 9 desa binaan / wilayah kerja diantaranya:
1. Desa Kresek
2. Desa Talok
3. Desa Renged
4. Desa Patrasana
5. Desa Pasirampo
6. Desa Koper
7. Desa Jengkol
8. Desa Kemuning
9. Desa Rancailat

1.1.2. Batas Wilayah
Batas-batas Kecamatan Kresek sebagai berikut:
Sebelah Utara : Kecamatan Gunung Kaler
Sebelah Barat : Kabupaten Serang
Sebelah Selatan : Kecamatan Sukamulya
Sebelah Timur : Kecamatan Kronjo

1

Gambar 1.1 Peta Kecamatan Kresek
Sumber: http://tataruang.tangerangkab.go.id/tataruang/informasi-peta.html

1.1.3. Situasi Kependudukan
Jumlah penduduk wilayah Kresek 64.153 jiwa yang terdiri dari laki laki
32.338 jiwa dan perempuan 31.815 jiwa. Jumlah rumah tangga 17.363 kepala
keluarga dengan rata-rata per KK 3,69 jiwa, tingkat kepadatan penduduk mencapai
2.292 jiwa per Km2.

Tabel 1.1 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok
Umur Kecamatan Kresek Tahun 2016
NO Kelompok Umur Jumlah Penduduk
(tahun) Laki-laki Perempuan Laki-laki +
Perempuan
1 <1 278 301 579
2 1-4 2.088 2.517 4.605

2

3 5-9 2.862 2.608 5.470
4 10-14 3.255 3.037 6.292
5 15-19 3.350 3.408 6.958
6 20-24 3.356 3.214 6.570
7 25-29 2.233 3.028 6.261
8 30-34 2.669 2.796 5.465
9 35-39 2.562 2.535 5.097
10 40-44 2.244 2.195 4.439
11 45-49 1.889 1.822 3.711
12 50-54 1.611 1.511 3.122
13 55-59 1.155 1.062 2.217
14 60-64 750 717 1.467
15 65-69 422 472 894
16 70-74 249 334 583
17 75+ 165 259 423
Jumlah (Kecamatan) 32.338 31.815 64.153
Sumber : Profile Puskesmas Kresek 2016

1.1.4. Sarana Kesehatan
Berikut adalah sarana kesehatan yang ada di Kecamatan Kresek
Tabel 1.2 Sarana Kesehatan di Kecamatan Kresek
NO Fasilitas Jumlah
1 Rumah Sakit Umum 0
2 Rumah Sakit Jiwa 0
3 Rumah Sakit Bersalin 0
4 Rumah Sakit Khusus Lainnya 0
5 Puskesmas 1
6 Poskesdes 9
7 Puskesmas Keliling 13

3

8 Posyandu 57
9 Polindes 3
10 Posbindu 9
11 Rumah Bersalin 0
12 Balai Pengobatan/Klinik 4
13 Apotik 3
14 Toko Obat 0
15 Praktek Dokter Umum 4
16 Praktek Dokter Gigi 2
17 Praktek Dokter Spesialis 0
Jumlah 94
Sumber : Profile Puskesmas Kresek 2016

1.2. Puskesmas Kresek
1.2.1. Visi , Misi dan Motto
1. Visi
Dalam menjalankan fungsinya, maka Puskesmas Kresek telah menetapkan
Visi, yaitu: “mewujudkan pembangunan kesehatan bewawasan lingkungan
menuju masyarakat kecamatan kresek sehat dan mandiri”
2. Misi
1. Meningkatkan kwalitas pelayanan kesehatan secara paripurna
2. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat secara terpadu
3. Meningkatkan upaya pencegahan penyakit
4. Meningkatkan sinergi kemitraan dengan sektor terkait
3. Motto
Motto Puskesmas Kresek adalah “BERSINAR” yang artinya adalah :
1) BERSIH adalah Puskesmas bebas dari sampah lingkungan, sampah medis
dan non medis, sampah organik dan non organik
2) SEHAT adalah memiliki lingkungan kerja yang sehat dan tidak menjadi
sumber penularan penyakit
4

Desa Kresek 2. Desa Pasirampo 6. Desa Renged 4.2. Desa Kemuning 9. Desa Patrasana 5. Desa Talok 3. 3) INDAH adalah keselarasan penataan lingkungan kerja 4) NYAMAN adalah kondisi puskesmas yang menyenangkan dalam memenuhi kepuasan pelanggan 5) AMANAH menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan sepenuh hati dan bertanggungjawab 6) RAMAH memberikan pelayanan dengan penuh kesantunan dengan moto pelayanan 5S (senyum safa salam sopan dan santun) 1.2 Peta Kecamatan Kresek Sumber: Profil Puskesmas Kresek 2016 5 . Desa Rancailat Gambar 1. Desa Jengkol 8. Desa Koper 7.2. Wilayah Kerja Kecamatan Kresek memiliki 9 desa binaan / wilayah kerja diantaranya: 1.

Jumlah Kematian Bayi Puskesmas Kresek Sumber: Profil Puskesmas Kresek 2016 Adapun kematian Balita di Puskesmas Kresek dalam 3 (tiga) tahun terakhir rentang tahun 2013 – 2015 tidak ditemukan. Jumlah Kematian Bayi dan Balita Jumlah kelahiran hidup di Puskesmas Kecamatan Kresek pada tahun 2015 adalah 1. Untuk Balita berjumlah 4.2.366 bayi dengan jumlah kematian bayi sebanyak 9 bayi atau angka kematian bayi (yang dilaporkan) adalah 6.59 / 1. tidak ada kematian yang dilaporkan.1.1 Jumlah Kematian 1. Jumlah kematian bayi tahun 2015 di Wilayah Puskesmas kresek mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2014 yang sebelumnya sebanyak 2 (dua) kematian. 6 .2.260 balita tidak ada kematian balita yang dilaporkan sedangkan jumlah ibu maternal 237 di Puskesmas Kecamatan Kresek tahun 2015.000 kelahiran hidup. Situasi Derajat Kesehatan 1.1.3. Jumlah Kematian Bayi Puskesmas Kresek Tahun 2016 2 2 2 1 1 1 0 0 0 Grafik 1.3.

dan tingkat palayanan kesehatan pada ibu hamil. Sepuluh Besar Penyakit di Puskesmas Kresek Dari grafik diatas 10 besar penyakit di Puskesmas Kresek penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) berada di posisi teratas yaitu 5477. 1. ibu bersalin dan ibu nifas. Sepuluh Besar Penyakit 5477 1347 1227 1074 1035 1010 979 944 870 852 Grafik 1.3. sedangkan yang ke 10 (sepuluh) yaitu Penyakit Diare sebanyak 852. Jumlah Kematian Ibu Jumlah kematian Ibu (AKI) di Puskesmas Kresek dari tauhn 2014 – 2015 tidak ada.2.2 Jumlah Angka Kesakitan 1. Hal Ini menggambarkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berperilaku hidup sehat. diikuti Gastritis sebanyak 1347 dan Hipertensi 1227. keluarga dan masyarakat terutama pola hidup sehat dan perilaku hidup bersih dan sehat serta pelayanan kesehatan yang baik.2. ibu hamil. Kejadian kematian bayi dan balita ini dapat dicegah dengan upaya meningkatkan pengetahuan ibu pasangan usia subur. 7 . 2.

Filariasis Filariasis atau penyakit kaki gajah adalah penyakit yang bersifat kronik (menahun) disebabkan oleh cacing filariasis ditularkan melalui gigitan nyamuk. karena jumlah kunjungan yang berulang ulang. 8 .3. Malaria Penyakit Malaria adalah penyakit infeksi disebabkan oleh protozoa parasit golongan Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan Nyamuk Anopheles. Kresek sampai sekarang belum ditemukan penderita malaria. Di wilayah Kec. Penderita Filariasis dari 2011 s/d 2014 tidak ditemukan kasus suspeck Filariasis. Selain itu penyakit tidak menular seperti hipertensi dan gastristis juga banyak terjadi di Wilayah Kresek ini. Penyakit Menular a. c.Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit DBD dititik beratkan pada kegiatan PSN (Pemberanatasan Sarang Nyamuk) disemua wilayah. 2. Tabel 1. Data Kasus DBD Puskesmas Kresek Tahun 2016 JUMLAH KASUS MENINGGAL NO DESA L P L+P L P L+P 1 KRESEK 2 4 6 0 0 0 2 TALOK 1 1 2 0 0 0 3 RENGED 2 4 6 0 0 0 4 PATRASANA 0 0 0 0 0 0 5 PASIRAMPO 0 1 1 0 0 0 6 KOPER 0 0 0 0 0 0 7 JENGKOL 0 2 2 0 0 0 8 KEMUNING 0 0 0 0 0 0 9 RANCAILAT 2 1 3 0 0 0 TOTAL 7 13 20 0 0 0 Sumber: Profil Puskesmas Kresek 2016 b.

4. 9 . Di wilayah kerja Puskesmas Kresek masih ditemukan kasus penyakit kusta baru sebanyak 20 penderita. Kusta Penyakit Kusta merupakan penyakit kronis yang disebabkan Mycobakterium Leprae dengan masa inkubasi rata 3-5 tahun. Tabel 1. Penyakit Menular Langsung a. Kasus Diare yang ditangani menurut jenis kelamin. Penderita Pausi Basiler (PB) / Kusta Kering sebanyak 2 orang dan Kusta Multi Basiler (MB) / Kusta Basah sejumlah 18 orang.Penyakit Diare Penyakit diare adalah buang air besar lebih dari 3 kali sehari dengan tinja encer dapat juga disertai dengan darah/lendir.3. kecamatan dan Puskesmas Sumber: Profil Puskesmas Kresek 2016 b.

Jumlah kasus HIV / AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS) pada tahun 2015 menurut data tidak ditemukan kasus atau zero kasus . Jumlah Penderita Kusta Puskesmas Kresek Sumber: Profil Puskesmas Kresek 2016 c. HIV/AIDS/IMS HIV / AIDS / IMS penyakit ini menular melalui hubungan seksual (vaginal. Grafik Penderita Kusta Puskesmas Kresek 10% PB = 2 MB = 18 90% Grafik 1. jamur atau parasit juga dapat disebabkan oleh iritasi kimia/fisik dari paru paru akibat penyakit lain. anal) dengan pasangan yang sudah tertular. Pada tahun 2015 di Puskesmas Kresek penderita penyakit pneumonia ditemukan dan ditangani sejumlah 112 kasus.3. bakteri. 10 . oral. Pneumonia Penyakit Pneumoni adalah penyakit peradangan pada paru yang dapat disebabakan oleh virus. d. semakin sering ganti pasangan semakin besar kemungkinan untuk tertular.

TB Paru Penderita penyakit Tuberculosis Paru (TB paru) di Puskesmas kresek tahun 2015 ditemukan suspek 431 kasus sedangkan TB paru BTA + dan di obati sebanyak 58 kasus.4. penyebab langusung yaitu makanan anak dan penyakit inpeksi yang mungkin diderita oleh anak dan penyebab tidak langsung yaitu ketahanan pangan di keluarga. pola pengasuhan anak.4. Kasus Pneumonia Puskesmas Kresek Tahun 2016 P = 58 kasus L = 54 kasus 52% 48% Grafik 1.2. serta pelayanan kesehatan dan kesehatan lingkungan. Pencegahan infeksi 11 .3. Pengkajian PHBS 1. 1.3 Status Gizi Status gizi merupakan ekspresi suatu aspek atau lebih dari nutriture seorang individu dalam suatu variable atau keadaan tubuh yang merupakan hasil akhir dari keseimbangan antara zat gizi yang masuk ke dalam tubuh dan utilisasinya.2. 1. Faktor yang menyebabkan kurangnya gizi baik secara langsung maupun tidak langsung. Persalinan oleh tenaga kesehatan Pertolongan persalinan yang aman dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kompeten dengan memperhatikan hal hal sbb : a. Jumlah Kasus Pneumonia Puskesmas Kresek e.

Metode pertolongan persalinan sesuai standar c. Bayi diberi ASI ekslusif Air Susu Ibu diyakini dan terbukti merupakan makanan bayi yang paling tinggi manfaatnya bagi bayi dari semua aspek di Kecamatan Kresek dari berbagai kegiatan seperti penyuluhan kepada ibu hamil pembentukan Kelompok Peminat Kesehatan Ibu dan Anak (KPKIA) dari seluruh bayi 0 – 6 bulan yang ada 1890 bayi yang diberi ASI mencapai 1480 bayi (76.742 orang Bukan Tenaga Kesehatan (88. Melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) e. Memberikan injeksi Vit K 1 dan salep mata pada bayi baru lahir Dari jumlah 1. cakupan ini sudah melampaui target pencapaian dibandingkan standar pelayanan minimal yaitu (75 %) 12 . Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan pada tahun 2016 sebanyak 1.742 orang (88.890 ibu bersalin. b.19%).6%) Grafik 1. Merujuk kasus yang tidak dapat ditangani ke tingkat pelayanan yang lebih tinggi d. Cakupan Pertolongan Persalinan Puskesmas Kresek Tahun 2016 148 orang (11.5 Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan 2.4%) Tenaga Kesehatan 1.6%).

Bayi Diberi ASI Ekslusif 410 Bayi (23.81%) 1480 Bayi Dengan ASI Ekslusif (76.73%).6 Cakupan Bayi yang di beri ASI Ekslusif 3. Cakupan yang ditimbang pada tahun 2016 dari 1890 balita yang datang dan ditimbang 1669 balita (89.19%) Tanpa Asi Ekslusif Grafik 1. Penimbangan Bayi dan Balita 221 balita 10.3 Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan 13 .73%) Grafik 1.27% Di timbang Tidak di timbang 1669 balita (89. Menimbang bayi dan balita setiap bulan Untuk mengetahui keadaan berat badan pada balita pelaksanaan lebih banyak dilakukan diluar gedung melalui kegiatn posyandu.

153 Jiwa. Cuci Tangan dengan Sabun dan Air Mengalir 251 kepala keluarga (13%) Tercapai tidak tercapai 1639 kepala keluarga (87%) Grafik 1.9%).228 jiwa pompa (57%) PDAM Air tidak bersih Grafik 1.982 Sumur gali terlindung jiwa (37%) sumur bor dengan 36.7 Cakupan Ketersediaan Air Bersih 5.96%.8 Cakupan Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir 14 .4. Ketersediaan air bersih Dari jumlah penduduk 64.332% (4%) (2%) 23. terdiri dari sumur gali terlindung 1332 jiwa. Ketersediaan Air Bersih 2. yang mendapat akses air bersih ada 61.542 Jiwa (95. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir Dari sasaran 1890 kepala keluarga telah tercapai 1639 kepala keluarga atau 93. sumur bor dengan pompa 36228 dan pengguna PDAM sebanyak 23982 jiwa.611 jiwa 1.

restoran. tempat ibadah. depot air dll. ventilasi yang baik dan luas lantai ruangan yang sesuai dengan jumlah pengunjungdan memiliki pencahayaan yang cukup. tempat pembuangan samah.6. jamban.23%). TTU meliputi terminal. tempat rekreasi. 7. dll. tempat sampah dan pengelolaan air limbah dari jumlah 12. Kepemilikan Sarana Sanitasi Dasar Kepemilikan sarana sanitasi dasar meliputi . Memberantas jentik Dari sasaran 1890 kepala keluarga telah tercapai 1339 atau 66. statsiun. Sedangkan TUPM meliputi hotel.9 Cakupan memberantas jentik 15 .67% Memberantas Jentik 551 kepala keluarga 23. Tempat tempat Umum (TTU) dan Tempat Umum Pengolahan Makanan (TUPM) merupakan suatu sarana yang dikunjungi banyak orang dan berpotensi menjadi tempat persebaran penyakit. pasar.67%) Grafik 1.43 %).755 rumah ( 55. TTU dan TPM yang sehat adalah yang memenuhi syarat kesehatan yaitu memiliki sarana air bersih. Jumlah Tempat-tempat Umum yang ada di Kecamatan Kresek 47 unit sedang yang memenuhi syarat kesehatan 19 unit (40.33% Tercapai Tidak tercapai 1339 kepala keluarga (66.230 rumah yang diperiksa jumlah yang memiliki jamban keluarga 6. Untuk Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) berjumlah 133 unit TPM semuanya memenuhi syarat kesehatan (100%). sarana pembungan air limbah (SPAL).

755 (51.36%) Tercapai Tidak tercapai 1646 kepala keluarga (82. Tidak merokok dalam rumah Dari sasaran 1890 kepala keluarga telah tercapai 1236 atau 36. Dengan keadaan lingkungan yang sehat maka status derajat kesehatan akan terpelihara dan dapat lebih meningkat.10 Cakupan Makan buah dan sayur 9.83%) sedangkan jumlah rumah yang memenuhi syarat kesehatan 6. kepadatan hunian rumah yang sesuai dan lantai rumah bersih dan kedap air.2.87% 1.375 rumah dengan jumlah rumah yang dibina 12. 8. sebaliknya bila keadaan lingkungan kurang sehat dapat mempengaruhi terhadap status kesehatan masyarakat. Kesehatan Lingkungan Faktor lingkungan merupakan faktor yang paling besar pengaruhnya terhadap derajat kesehatan.230 (98. Melakukan aktifitas fisik Dari sasaran 1890 kepala keluarga telah tercapai 1353 atau 57.06%) dari jumlah rumah yang diperiksa menurut data PHBS. 1. ventilasi rumah yang cukup. tempat sampah dan sarana pengelolaan air limbah. Rumah Sehat Rumah sehat adalah bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan yaitu bangunan yang memiliki jamban.88% 10. 16 .5.64% 244 kepala Makan Buah dan sayur keluarga (17. Jumlah rumah yang ada 12. sarana air bersih.64%) Grafik 1. Makan buah dan sayur Dari sasaran 1890 kepala keluarga telah tercapai 1646 atau 82.

17 . jamban. pasar. 1. Gambaran Keluarga Binaan 1. Tempat tempat Umum (TTU) dan Tempat Umum Pengolahan Makanan (TUPM) merupakan suatu sarana yang dikunjungi banyak orang dan berpotensi menjadi tempat persebaran penyakit. restoran.43 %). Akses terhadap air bersih Dari jumlah penduduk 64. Jumlah Tempat-tempat Umum yang ada di Kecamatan Kresek 47 unit sedang yang memenuhi syarat kesehatan 19 unit (40. dll. Diagnosis komunitas dilaksanakan dari tanggal 30 Mei hingga 10 Juni 2017.3. depot air dll. Provinsi Banten. 3. Kepemilikan Sarana Sanitasi Dasar Kepemilikan sarana sanitasi dasar meliputi. tempat sampah dan pengelolaan air limbah dari jumlah 12. tempat rekreasi. Untuk Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) berjumlah 133 unit TPM semuanya memenuhi syarat kesehatan (100%). ventilasi yang baik dan luas lantai ruangan yang sesuai dengan jumlah pengunjungdan memiliki pencahayaan yang cukup.755 rumah ( 55.2. Sedangkan TUPM meliputi hotel. Lokasi Keluarga Binaan Keluarga binaan bertempat tinggal di RT 001/RW 002 Desa Jengkol. sumur bor dengan pompa 36228 dan pengguna PDAM sebanyak 23982 jiwa. TTU meliputi terminal.9%). tempat pembuangan samah. Kecamatan Kresek.1. TTU dan TPM yang sehat adalah yang memenuhi syarat kesehatan yaitu memiliki sarana air bersih. terdiri dari sumur gali terlindung 1332 jiwa.23%).230 rumah yang diperiksa jumlah yang memiliki jamban keluarga 6. yang mendapat akses air bersih ada 61.3. tempat ibadah. statsiun. Kabupaten Tangerang. sarana pembungan air limbah (SPAL).542 Jiwa (95.153 Jiwa.

istrinya bernama Ny. Royani terdiri dari 4 anggota keluarga.1.3. Bedah dan mempunyai 2 orang anak bernama Daud Robiyana dan Moha Indriyani.3. aang Marjuki Junaedi Tanah Masjid Kosong Jalan WC Umum Tn. yaitu Tn. Tn. Royani tinggal di RT 001/RW 002 Desa Jengkol. T U S Tn. Royani yang saat ini berusia 48 tahun bekerja sebagai supir truk dengan penghasilan 18 . Tn.3 Lokasi Keluarga Binaan 1. Profil Keluarga Binaan 1. Royani tinggal bersama dengan istri dan anak laki laki dan perempuannya. Keluarga Tn. B Tn.2. Sawah Royani Mursah Gambar 1. Sungai Tn. Di rumah ini Tn.2. Royani sebagai kepala keluarga. Royani Keluarga Tn.

Royani biasanya menggunakan air galon isi ulang untuk memenuhi kebutuhan air minum. sebagai Ibu Rumah Tangga. Istrinya Ny. Disamping kanan. terdapat jendela yang terbuat dari kayu pada dinding kamar dan terdapat ventilasi diatasnya. Di depan ruang tamu terdapat 2 kamar tidur. Royani menggunakan air sumur sebagai sumber air untuk keperluan mandi dan memasak serta untuk keperluan mencuci baju. Dibelakang rumahnya terdapat kebun kosong berisikan tanaman liar. Royani terdapat rumah tetangga. Terdapat selokan untuk mengalirkan limbah cair di belakang rumah. Keluarga Tn. Tidak terdapat tempat pembuangan sampah pada rumah Tn. Seluruh ruangan di rumah ini teralasi dengan lantai keramik. 1 pintu di dapur.400.000/bulan. Royani dan Ny. Royani memiliki 2 orang anak yaitu anak laki laki bernama Daud Robiyana yang berusia 9 tahun dan Moha Indriyani yang berusia 2 tahun. Dibagian belakang rumah terdapat sebuah dapur dengan 1 pintu yang menuju keluar rumah terdapat ventilasi namun tidak terdapat jendela. Rumah ini mempunyai 1 pintu depan. Bedah yang berusia 24 tahun. kiri rumah Tn. Didepan dapur terdapat kamar mandi dengan 1 pintu tanpa ventilasi maupun jendela. Tn. Kamar tidur Tn. Seluruh dinding rumah terbuat dari bambu. terdapat jendela untuk pencahayaan dan ventilasi diatasnya. Bedah berukuran 3 x 2 m. Keluarga Tn. Pada bagian depan rumah Tn.sekitar Rp 1. Rumah terdiri dari sebuah ruang tamu berukuran 4x2 m. Di samping tempat tidur Tn. terdapat jendela yang terbuat dari kayu pada dinding kamar dan terdapat ventilasi diatasnya. terdapat langit- langit rumah dan atap rumah terbuat dari genteng tanah liat. Royani sehingga mereka sering membuang sampah di kebun yang letaknya dibelakang rumah dan membakarnya. Royani mengaku sering malas mencuci tangan setelah melakukan aktivitas maupun setelah BAB. Royani masih duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar. Royani tinggal disebuah bangunan rumah diatas tanah seluas 9 x 7 m. Royani terdapat tanah kosong yang dipenuhi tanaman tanaman liar. Royani dan Ny. dengan latar belakang pendidikan SLTP. Bedah terdapat kamar tidur untuk anak laki laki Tn. 2 jendela di ruang tamu dengan ventilasi dibagian atasnya. 19 . Keluarga Tn. Keluarga Tn. Royani berukuran 3 x 2 m. Saat ini anak laki laki Tn.

Tidak terdapat tempat pembuangan sampah di sekitar rumah Tn. tempe.5 Daftar Keluarga Tn. Pada kehamilan. Sehari- harinya mereka makan besar 2 sampai 3 kali. lalu anak keduanya diberikan ASI sampai umur 1. Bedah Istri P 24 SLTP Ibu rumah tangga 3 Daud robiyana Anak L 9 SD Pelajar 4 Moha Anak P 2 . Royani lahir di rumah sendiri dengan bantuan bidan desa di desa Jengkol sedangkan anak keduanya lahir di puskesmas. Bedah selalu mengumpulkan sampah danmembakarnya di halaman rumah maupun di belakang rumah. Bedah mengaku anak pertamanya diberikan Susu Formula sampai usia anak usia 6 bulan. Royani.5 tahun Ny. Ny. Ny. ketika anggota keluarganya merasa tidak enak badan mereka biasanya pergi ke bidan untuk berobat. Bedah mengaku anaknya diberikan imunisasi di bidan namun belum lengkap. Kebiasaan berolahraga di kalangan anggota keluarga tidak dilakukan dengan alasan malas. dan sayur-mayur tetapi jarang. Gangguan kesehatan yang biasanya dialami anggota keluarga seperti Tn. Royani Kepala L 48 SLTP Supir Keluarga 2 Ny. - Indriyani 20 . Bedah mengaku selalu rutin untuk mengontrol kandungannya ke Puskesmas minimal 4 kali. Royani NO Nama Status Jenis Usia Pendidikan Pekerjaan keluarga Kelamin 1 Tn. Dalam segi kesehatan. memiliki kebiasaan merokok. lalu anak laki laki Tn. Ny. Ny. Bedah menggunakan alat kontrasepsi suntik setiap 3 bulan sekali. Anak pertama Tn. Tn. Bedah memasak makanan sendiri untuk keluarganya. Ia sering memasak makanan dengan menu seperti tahu. Royani seperti batuk. Uum. Royani sehingga Ny. Royani antara lain batuk. Table 1. dalam satu hari mampu menghabiskan 2 bungkus rokok. Menurut Ny.

Terdapat 1 kamar mandi 3. Luas Bangunan Luas rumah 9x m 2. Bedah memasak makanan sendiri untuk keluarganya. Faktor Internal Keluarga Tn. Dua kamar tidur berukuran 3x2m. b. Bapak bekerja sebagai supir. Table 1. Bedah menggunakan alat kontrasepsi suntik tiap 3 bulan sekali. Anaknya masih bersekolah dibangku kelas 3 sekolah dasar. Sehari-harinya mereka makan besar 2-3 kali. Royani memiliki jamban di rumahnya 4. 5 Menabung Mereka tidak pernah menabung karena penghasilan mereka pas untuk kebutuhan sehari-hari 6 Aktivitas sehari-hari a. Jamban Keluarga Tn. Dapur berukuran 3x5. tempe. dan sayur-mayur. Tabel 1. Royani namun pada kamar mandi tidak terdapat 21 . Ruangan dalam rumah Ruang Tamu berukuran 3x2m. Bedah.10 Faktor Eksternal Keluarga Tn. 4 Pola Pencarian Menurut Ny. Royani merokok 2 bungkus/hari 2 Olah raga Semua anggota keluarga tidak memiliki kebiasaan berolahraga dengan alasan malas. Ibu tidak bekerja c.6. 7 Alat kontrasepsi Ny. jika ada anggota keluarga yang Pengobatan sakit langsung pergi berobat ke bidan desa. Ia sering memasak makanan dengan menu seperti tahu. Royani No Faktor Internal Permasalahan 1 Kebiasaan Merokok Tn. Ventilasi Terdapat ventilasi pada setiap jendela di rumah Tn. m. Royani No Kriteria Permasalahan 1. 3 Pola Makan Ny.

Sumber Air Dalam kesehariannya Tn. 1 lampu di dapur. Lingkungan sekitar Di samping kanan dan belakang rumah terdapat rumah rumah tetangga yang hanya berjarak satu meter. Serta membeli air galon isi ulang untuk kebutuhan air minum sehari-hari. Pencahayaan a. dan mencuci baju. Terdapat 1 lampu pada ruang tamu. Royani menggunakan air sumur yang digunakan untuk mandi memasak. 10. Tempat pembuangan Keluarga Tn. Royani tidak memiliki pembuangan sampah sampah di rumahnya. ventilasi. Terdapat 1 lampu pencahayaan yang baik di kamar tidur. b. Saluran pembuangan Terdapat saluran pembuangan limbah. limbah 9. 5. sehingga setiap terdapat sampah di rumahnya selalu membuang di belakang rumah lalu di bakar. MCK berada dekat dapur. MCK Memiliki MCK di rumah. 22 . Disamping kiri rumah terdapat perkarangan kosong dan didepan rumah terdapat lahan kosong. 6. 7. 8. bak mandi tidak terdapat jentik namun air terasa asin.

4 Denah Rumah Tn. masih duduk dibangku sekolah menengah pertama. Royani 1. Anak pertamanya. Anak-anak Tn.Tn.3. Jalan T Teras U S Dapur Kamar Tidur Ruang B Tamu 7m Ruang TV Kamar WC Tidur 9m Gambar 1. Tn. Istrinya Ny. berjenis kelamin perempuan. Mursa sebagai kepala keluarga. usia 4 tahun 23 .2. Di rumah ini Tn. Keluarga Tn. Nur Ainiyah dan Siti Raudoh. Rohani.000/bulan. Mursa tinggal di RT 001/RW 002 Desa Jengkol. Mursa yang saat ini berusia 57 tahun bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan sekitar Rp 1. Mursa bernama Rohani. Kemudian anak keduanya Nur Ainiyah. sebagai ibu rumah tangga dan tidak memiliki penghasilan. istrinya bernama Ny. Sunengsih dan mempunyai 3 anak perempuan. Mursa tinggal bersama dengan istri dan ketiga anaknya.2. Sunengsih yang berusia 35 tahun. berjenis kelamin perempuan. Mursa Keluarga binaan Tn. yaitu Tn. Mursa terdiri dari 5 anggota keluarga. Tn. Mursa memiliki 3 anak perempuan.000. usia 14 tahun. dengan latar belakang pendidikan SLTP.

Di halaman samping kiri rumah terdapat kandang kambing dan di halaman depan rumah terdapat kandang ayam. berjenis kelamin perempuan dan berusia 1. Mursa tinggal disebuah bangunan rumah diatas tanah seluas 9x11 m. piring yang hanya berbatas batu bata dan tidak terdapat jamban dan bak mandi.8 tahun. Di bagian depan terdapat kandang ayam dan tempat pembakaran sampah. tidak terdapat jendela. Mursa menggunakan air sumur sebagai sumber air untuk keperluan mandi dan memasak serta untuk keperluan mencuci baju. tempe. Sunengsih memasak makanan sendiri untuk keluarganya. tetapi tidak terdapat ventilasi. Sehari- harinya mereka makan besar 2 sampai 3 kali. Mereka juga mengatakan bahwa 24 . juga terdapat selokan untuk mengalirkan limbah cair.dan anak keempatnya bernama Siti Raudoh. piring berukuran 6x3m yang memilki 1 pintu. Disamping kanan terdapat rumah tetangga. Dinding rumah sudah terbuat dari batubata. ventilasi maupun pencahayaan. Mursa terdapat kandang kambing dan sawah tetangga. terdapat 3 jendela. Hampir seluruh ruang di rumah ini teralasi dengan lantai ubin. Tempat mandi dan cuci baju. Mursa mengaku selalu mencuci tangan setelah melakukan aktivitas dan mencebok kerumah setelah BAB dari kali ditengah sawah. Disebelah ruang tamu terdapat kamar tidur untuk keluarga yang berukuran 3x3 m. Ia sering memasak makanan dengan menu seperti tahu. Pada dapur dan tempat mando. Di belakang ruang tamu terdapat gudang yang berisi sepeda- sepeda dan barang bekas. 3 jendela dan 3 ventilasi. Keluarga Tn. mencuci masih beralaskan tanah. dan sayur-mayur. Di halaman samping kiri rumah Tn. Keluarga Tn. Ny. Keluarga Tn. Rumah terdiri dari sebuah ruang tamu berukuran 3x3 m. Rumah Tn. terdapat 2 jendela dan 2 ventilasi permanen yang terbuat dari kaca dengan ukuran 30x30cm. Mursa menggunakan air galon isi ulang untuk memenuhi kebutuhan air minum. terdapat ruang TV berukuran 3x4 m. Keluarga Tn. Di belakang kamar tidur keluarga. terdapat 2 jendela dan 2 ventilasi permanen diatasnya berukuran 30x30cm. Dibelakang ruang TV terdapat dapur yang bergabung dengan tempat mandi dan cuci baju. Mursa terletak di pemukiman yang padat penduduk. kemudian langit-langit tidak tertutup dan langsung terlihat atap rumah yang terbuat dari genteng tanah liat.

dalam satu hari mampu menghabiskan 1 bungkus rokok. Sunengsih.mereka mencuci tangannya dengan air tanpa menggunakan sabun sebelum dan sesudah makan. Tn. Ketiga anak Tn. Ny. Ny.11 Daftar Keluarga Tn. Sunengsih Istri P 35 SLTP IRT 25 . Dalam segi kesehatan. mereka biasanya meminum obat warung terlebih dahulu. pilek dan demam. Mursa tidak memiliki tempat pembuangan sampah. Didalam rumah dan diluar rumah Tn. Mursa lahir di rumah sendiri dengan bantuan bidan di desa Jengkol. istri Tn. keluarga Tn. Mursa mengaku bahwa mereka membuang sampah di pekarangan depan rumah yang ditumpuk lalu dibakar kalau sudah banyak. Sunengsih tidak rutin mambawa ketiganya anaknya untuk dilakukan imunisasi dikarenakan semua anaknya selalu panas badan setelah disuntik imunisasi. jika tidak membaik baru dibawa ke bidan desa dan kemudian ke puskesmas atau ke klinik dokter umum. Ny. Kebiasaan berolahraga tidak dilakukan dengan alasan tidak ada waktu akibat bekerja. Mursa. Sunengsih menggunakan KB suntik setiap 3 bulan. Setiap kehamilan. Mursa Kepala L 57 SLTP Buruh Keluarga 2 Ny. Ny. Mursa NO Nama Status Jenis Usia Pendidikan Pekerjaan keluarga Kelamin 1 Tn. Tabel 1. Sunengsih mengaku anaknya diberikan ASI eksklusif sampai usia anak usia 6 bulan. kemudian setelah 6 bulan anaknya diberikan makanan tambahan selain ASI. Menurut Ny. memiliki kebiasaan merokok. Sunengsih mengaku selalu rutin untuk mengontrol kandungannya ke bidan minimal 3 kali. Gangguan kesehatan yang sering dialami anggota keluarganya antara lain batuk. Mursa pernah mengalami sakit yang berat dan serius yang membutuhkan pengobatan di Rumah Sakit yaitu anak kedua mereka yang meninggal di usia 2 tahun karena penyakit tuberkulosis paru.

jika tidak membaik baru dibawa ke puskesmas atau ke klinik dokter umum. Sunengsih.8 .12 Faktor Interna Keluarga Tn. Anak kedua belum sekolah. e. Anak ketiga belum sekolah. 5 Menabung Mereka tidak pernah menabung karena penghasilan mereka pas bahkan kurang untuk kebutuhan sehari-hari 6 Aktivitas sehari-hari a. 4 Pola Pencarian Menurut Ny. tempe. 7 Alat kontrasepsi Di keluarga Mursa menggunakan alat kontrasepsi berupa suntik per 3 bulan 26 .3 Rohani Anak I P 14 SLTP Pelajar 4 Nur Ainiyah Anak II P 4 . Ibu tidak bekarja hanya sebagai ibu rumah tangga. mereka biasanya meminum Pengobatan obat warung terlebih dahulu. Anak pertama bersekolah kelas 1 SLTP. d. 3 Pola Makan Ny. bekerja tidak kenal waktu. Mursa merokok 1 bungkus/hari 2 Olah raga Semua anggota keluarga tidak memiliki kebiasaan berolahraga. Sehari-harinya mereka makan besar 2-3 kali. Bapak bekerja sebagai buruh serabutan. - Tabel 1. Sunengsih memasak makanan sendiri untuk keluarganya. c. - 5 Siti Raudoh Anak III P 1. Mursa No Faktor Internal Permasalahan 1 Kebiasaan Merokok Tn. Ia sering memasak makanan dengan menu seperti tahu. b. dan sayur-mayur.

13 Faktor Eksternal Keluarga Tn. Pencahayaan c. 8. Tempat pembuangan Keluarga Tn. Kamar tidur berukuran 3x3 rumah m. 6. Sumber Air Dalam kesehariannya Tn. memasak. Lingkungan sekitar Di samping kiri rumah terdapat kandang kambing yang rumah menempel dengan dinding rumah. 1 lampu di dapur. dan mencuci baju. d. Terdapat 1 lampu pada ruang tamu. Serta membeli air galon isi ulang untuk kebutuhan air minum sehari-hari. limbah 9. Dapur berukuran 6x3 m. MCK Memiliki tempat mandi dan cuci yang dibatasi dengan batu bata didalam dapur tetapi tidak memiliki kakus dan bak mandi. 3. Terdapat 1 lampu pencahayaan yang baik di kamar tidur. 10. Mursa tidak memiliki tempat pembuangan sampah sampah dirumahnya. Ventilasi Terdapat ventilasi udara pada ruang tamu. Ruangan dalam Ruang Tamu berukuran 3x3m. Jamban Keluarga Tn. Mursa menggunakan air sumur yang digunakan untuk mandi. Disamping kanan rumah terdapat rumah tetangga dan didepan rumah terdapat tempat pembakaran sampah. 1. kamar tidur dan dapur. 5. Mursa tidak memiliki jamban di rumahnya 4. Luas Bangunan Luas rumah 9x11 m 2. Saluran pembuangan Terdapat saluran pembuangan limbah. kemudian mereka membuang dan membakar sampahnya di halaman depan rumah. 7. Tiga meter dari 27 . Tabel. Mursa No Kriteria Permasalahan 1.

Kepala keluarga yang kedua adalah keluarga Tn.Keluarga Tn. Siti Arah dan kedua anaknya bernama Muhamad Ridwan dan Ali Ramadan. yaitu keluarga Tn. tumah tersebut terdapat sawah disertai kali yang kotor untuk BAB. Marjuki Keluarga Tn. 28 . Jalan B Teras S U Kandang Kambing T Kamar Ruang Tidur Tamu Ruang Gudang 11 m TV Kamar Mandi Dapur 9m Gambar 1. Mursa 1. Sukanta yang terdiri dari istrinya bernama Ny. Jamanten yang merupakan orang tua dari Ny.3.5 Denah Rumah Tn. Siti Arah.3. Marjuki yang terdiri dari istrinya bernama Ny. Marjuki tinggal di dalam rumah yang beranggotakan 6 orang yang terdiri dari 2 kepala keluarga.2.

Provinsi Banten. Tn. Siti Arah saat ini bersekolah di SD kelas 4. Tabel 1. Muhamad Anak L 10 Tamat TK Pelajar Tidak Ridwan berpenghasil- an 4. 29 . Marjuki berusia 39 tahun dan bekerja sebagai supir dengan rata-rata penghasilan perbulan Rp 1. Marjuki No. Marjuki digunakan untuk mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari. Data Dasar Anggota Keluarga Tn. seperti membeli bahan makanan. pengobatan dan kebutuhan hidup lainnya. Siti Arah berusia 29 tahun yang bekerja sebagai ibu rumah tangga. Pendidikan terakhir dari Tn. Marjuki mempunyai istri yang bernama Ny. yaitu Muhamad Ridwan berusia 10 tahun dan Ali Ramadan berusia 1 tahun. Marjuki dan Ny. Sukanta Ayah L 53 Tamat SD Tidak Tidak Ny.200. keduanya juga sudah tidak bekerja.000 2. yaitu Tn.-. Marjuki bertempat tinggal di Kampung Pabuaran. Jamanten berusia 50 tahun. Nama Status Jenis Usia Pendidikan Pekerjaan Penghasilan Lengkap Keluarga Kelamin (th) 1. Anak pertama Tn.200. Kabupaten Tangerang. P 50 Tamat SD Tidak Tidak Siti Arah bekerja berpenghasil- an th: tahun.000. Pasangan ini mempunyai dua orang anak laki-laki. Jamanten Ibu Ny. Marjuki dan Ny. Di rumah Tn. Tn. Siti Arah adalah SD. Siti Bekerja berpenghasil- Arah an 6. Marjuki juga terdapat kedua orang tua dari istrinya. Sukanta berusia 53 tahun dan Ny. Pendapatan Tn.5. Keluarga Tn. membayar tagihan listrik. Marjuki Ayah L 39 Tamat SD Supir Rp 1. Siti Arah Ibu P 29 Tamat SD Ibu Tidak Rumah berpenghasil- Tangga an 3. Kecamatan Kresek. Desa Jengkol RT 01/RW 02. Ali Anak L 1 Belum Belum Tidak Ramadan Sekolah Bekerja berpenghasil- an 5.

Keluarga Tn. Ny. tahu. yaitu pagi. Di dalam rumah terdapat 3 kamar tidur. 1 kamar mandi. pencahayaannya kurang karena tidak ada jendela dan hanya memiliki 1 lampu saja di tiap kamar. Keluarga Tn. Siti Arah hamil sebanyak 2 kali dengan jumlah anak yang hidup 2 orang. Marjuki persalinannya ditolong oleh bidan di rumah dan mendapatkan asi eksklusif sampai berusia 6 bulan. kiri dan belakang rumah ditutupi dengan anyaman kulit bambu. Di kamar mandi tidak ada fasilitas untuk BAB. Siti Arah rutin kontrol kehamilan di Puskesmas. Menu sehari-hari antara lain nasi. telur dan buah. dan sifat airnya tidak berwarna. Di bagian depan rumah terdapat teras berukuran 1x3 m2. namun berasa asin. Luas masing-masing kamar tidur kurang lebih 3x2 m2. dan ikan asin. Air minum didapat dari air galon isi ulang. Anak pertama berusia 10 tahun dan anak kedua berusia 1 tahun. Bagian depan rumah berbatasan dengan jalan penduduk. Terdapat 4 jendela di depan rumah yang jarang dibuka. dan ruang tamu dengan luas 3x4 m2. 2 di antaranya merupakan jendela kamar. Marjuki jarang mencuci tangan dengan sabun sebelum makan. ayam. Marjuki rata-rata makan 3 kali sehari. Hanya bagian depan rumah dan pembatas tiap pintu kamar yang terbuat dari dinding semen. Di bagian belakang rumah terdapat dapur berukuran kurang lebih 1. 30 . Marjuki jarang makan daging. Air untuk mandi.5x4 m2 dan kamar mandi di dalam rumah berukuran 1x2 m2. Bangunan rumah tidak bertingkat. Marjuki tinggal di sebuah rumah milik sendiri. Siti Arah. 1 dapur. siang. bagian samping kanan dan kiri berbatasan dengan rumah warga yang tidak saling menempel dindingnya. Ny. Anak- anak di keluarga Tn. Saat ini tidak ada wanita yang sedang hamil dalam keluarga Tn. lantai rumah seluruhnya adalah semen. Atap terbuat dari genteng dengan kerangka bambu dan tanpa langit-langit. Kedua anak di keluarga Tn. Ventilasi juga terdapat di depan rumah sebanyak 4 buah dan 2 buah ventilasi di samping rumah yang permanen terbuka. Marjuki. sayur. yaitu jamban sehingga jika ingin BAB tiap anggota keluarga harus pergi ke WC umum yang dekat dengan rumahnya. Rumah Tn. Saat hamil. tidak berbau. Untuk bagian belakang rumah terdapat kandang bebek dan kambing. Di tiap ruangan juga kurang mendapat sinar matahari. Keluarga Tn. 1 ruang tamu. cuci dan BAK didapat dari sumur bor. dan 1 gudang. Pembuangan limbah cair rumah tangga langsung ke selokan yang ada di belakang rumah. juga terdapat gudang yang berukuran 1x2 m2. Makanan seringkali diolah sendiri oleh Ny. di sekeliling kanan. dengan bangunan rumah berukuran 5 m x 9 m dan luas bangunan 45 m2. Marjuki mendapatkan imunisasi dari Posyandu. tempe. Ny. dan malam. Keluarga Tn. Siti Arah menggunakan alat kontrasepsi berupa suntik per 3 bulan. Marjuki terletak di pemukiman yang jarang penduduk.

Siti Arah 7. Riwayat penyakit seperti diabetes. Olahraga Keluarga Tn. Faktor Internal Permasalahan Tn. Marjuki. Marjuki sehari-hari bekerja sebagai 6. Marjuki menggunakan angkutan umum. Saat ini. Aktivitas sehari-hari karyawan swasta. Penghasilan per bulan tidak cukup untuk 5. ikan asin. Siti Arah sedang menderita rematik dan menderita pembengkakan jantung yang telah dilakukan rawat jalan sejak 2 tahun ini. Marjuki umumnya makan 3 kali sehari. Menabung menabung. Marjuki dan Tn. yaitu Ny. biasanya keluarga Tn. biasanya keluarga berobat ke Puskesmas Kresek yang berjarak sekitar 8 km dari rumah. Seluruh anggota keluarga 4. Ketika ada anggota keluarga yang sakit. hipertensi. 31 . 3. Sukanta tidak memiliki kebiasaan merokok. Marjuki berobat ke Puskesmas Pola Pencarian Kresek apabila sakit. Istri dari Tn. Marjuki sudah terdaftar dalam BPJS dengan fasilitas kesehatan tingkat I di Puskesmas Kresek. 2. Keluarga Tn. Marjuki jarang berolahraga. Marjuki juga rutin membersihkan rumah dengan menyapu sebanyak 1 kali sehari. dan TB paru tidak ada di keluarga Tn. Marjuki jarang melakukan kegiatan olahraga. Marjuki dan Tn. Keluarga jarang makan daging. Tn. Seluruh anggota keluarga Tn. Kebiasaan merokok kebiasaan merokok. riwayat stroke. Pola makan tahu. Keluarga Tn. ayam. Marjuki terbiasa mandi 2 kali sehari dan sikat gigi 2 kali sehari. Sukanta tidak memiliki 1. Tn. Selain itu keluarga Tn. Tn.6 Faktor Internal Keluarga Tn. Keluarga Tn. sayur. menu makanan antara lain nasi. sementara Ny. Tabel 1. tempe. Marjuki No. Marjuki. telur dan buah. Alat Kontrasepsi menggunakan alat kontrasepsi berupa suntik per 3 bulan. Siti Arah merupakan ibu rumah tangga. Untuk mencapai Puskesmas. Sukanta yang merupakan ayah dari Ny. Pengobatan terdaftar BPJS Kesehatan dengan fasilitas kesehatan tingkat I di Puskesmas Kresek. Keluarga Tn.

Keluarga Tn. Air 7. Luas bangunan Luas bangunan 45 m2. limbah cair selokan belakang rumah. Terdapat jendela dan ventilasi terbuka permanen 4. Pencahayaan Sinar matahari tidak masuk ke tiap ruangan. 3 kamar tidur dengan ukuran masing-masing ± 3x2 m2. untuk kegiatan 5. Marjuki tidak memiliki jamban di 3. Lingkungan sekitar Bagian depan rumah berbatasan dengan jalan rumah penduduk. Marjuki tidak memiliki tempat Tempat pembuangan pembuangan sampah. Ruang tamu berukuran 3x4 m2. Faktor Eksternal Permasalahan 1. 10. MCK K dilakukan di kamar mandi umum. tidak berbau. namun terasa asin. Sampah dibuang di depan 9. Marjuki berbatasan dengan rumah warga yang tidak saling menempel dindingnya. Jendela dan Ventilasi sebanyak 4 buah di depan rumah dan 2 ventilasi di kamar bagian samping. 32 . Saluran pembuangan Limbah cair rumah tangga langsung dibuang ke 8. Jamban dalam rumah. 6. Marjuki terdapat kandang bebek dan kambing. MC dilakukan di dalam rumah. Ruangan dalam rumah mandi dalam rumah ukuran 1x2 m2. kamar 2.5x4 m2. Air didapatkan dari sumur bor pribadi. limbah cair langsung dibuang ke selokan belakang rumah. Setiap ruangan memiliki 1 lampu daya 14 watt. Tabel 1. Keluarga Tn. Bagian belakang rumah Tn. Marjuki No. dan dapur ukuran 1. Sebelah kanan dan kiri rumah Tn. sampah rumah kemudian dibakar apabila sudah menumpuk. Sumber air bersifat tidak berwarna.7 Faktor Eksternal Keluarga Tn.

Kabupaten Tangerang.000.2. Desa Jengkol.Keluarga Tn. Aang Junaedi berusia 23 tahun. 2. Jalan S Teras T B Kamar Tidur Ruang Tamu U & Ruang TV Kamar Tidur 9m Gudang Kamar Tidur Kamar Mandi Dapur 5m Kandang Kambing & Bebek Gambar 1. sedangkan anaknya firdaus 33 . Keluarga tersebut berisikan 4 orang yang terdiri dari Tn. dan satu orang anak bernama firdaus berusia 10 bulan. Fitria Nengsih memiliki latar belakang sekolah menengah pertama sebagai ibu rumah tangga.4. Aang Junaedi bertempat tinggal di RT 001/ RW 002 Kampung Pabuaran. Sariwan memiliki latar belakang pendidikan sekolah menengah pertama.000/bulan . Kecamatan Kresek. Diagnosis komunitas. Denah Rumah Tn.3. Tn. sebagai kepala keluarga dengan seorang istri yang bernama Ny.6. saat ini bekerja sebagai supir dengan penghasilan dibawah UMR kabupaten Tangerang sebesar Rp. Marjuki 1. Aang Junaedi Keluarga Tn. Ny. dilaksanakan dari tanggal 31 Mei sampai dengan 10 Juni 2017. Fitria Nengsih yang berusia 20 tahun.

Rumah terdiri dari sebuah ruang tamu berukuran 3x5m. Pembuangan limbah kamar mandi pada rumah ini di alirkan melewati selokan yang terkadang sering terseumbat. dan sumber pencahayaan tidak cukup. Kamar tidur Tn. kemudian atap rumah terbuat dari genteng. keluarga ini biasanya berobat ke klinik atau ke puskesmas Kresek. terdapat 4 buah jendela yang tidak pernah dibuka. Keluarga Tn. Aang memiliki kebiasaan merokok. Aang menggunakan motor apabila berobat ke Puskesmas. Sebagian ruangan di rumah ini berlantai ubin. Aang yang memiliki BPJS Kesehatan Keluarga Tn. tidak bau namun berasa asin. Tn. Keluarga Tn. Keluarga Tn. dengan sumber air dari sumur bor. Aang tidak memiliki kebiasaan berolahraga.Aang meninggal Karena penyakit kusta. Aang memiliki kebiasaan tidak sarapan pagi sebelum beraktivitas.5 meter. terdapat satu buah bak air yang permanen.belum bersekolah. Keluarga Tn. terdapat ruang kamar tidur sejumlah 2 kamar dan 1 kamar mandi. Keluarga Tn. Sebelumnya Ibu Tn. Pada keluarga ini tidak memiliki tabungan khusus untuk pendidikan dan kesehatan. Pada keluarga ini hanya Tn. Jarak dari rumah menuju ke Puskesmas sekitar 5 km. Sariwan tinggal di sebuah bangunan rumah diatas tanah seluas 70m2. Aang ini memiliki kamar mandi yang berada di dalam rumah yang letaknya tepat disamping dapur. menghabiskan rokok kira-kira sebanyak satu bungkus (12 batang). Aang berukuran 3x2. Pada keluarga ini memiliki kebiasaan untuk mencuci terlebih dahulu bahan makanan yang akan dimasak. dan sebagian lainnya mmasih berlantai semen. Aang memiliki kebiasaan untuk mencuci tangan sesudah dan sebelum makan. Dinding rumah terbuat dari semen. ketika ada yang sakit.Aang meninggal Karena penyakit TBC dan kakak Tn. 8 buah ventilasi tanpa penutup kasa nyamuk. Menu makanan pada keluarga ini beragam. Kamar mandi tidak memiliki pintu dan hanya berupa sekat yang terbuat dari bata setinggi 1. tetapi tidak menggunakan sabun dan setelah beraktivitas lainnya.5 m. setelah BAB. 34 . seperti ada lauk dan sayur. warna air tidak terlalu jernih. tidak terdapat jamban.

Tabel 1. Aang dan keluarga tidak pernah melakukan olahraga 3 Pola makan Tn. Aang Junaedi NO Nama Status Jenis Usia Pendidikan Pekerjaan keluarga Kelamin 1 Tn. Aang memiliki kebiasaan merokok satu bungkus per hari 2 Olahraga Tn. Aang tidak memiliki tabungan khusus untuk kesehatan dan juga untuk pendidikan 5 Pola Pencarian Apabila ada anggota keluarga yang sakit.6 Faktor Internal Keluarga Tn. Keluarga Tn. 4 Menabung Keluarga Tn. Aang dan keluarga tidak terbiasa untuk sarapan pagi sebelum beraktivitas. - bulan Tabel 1. Aang bekerja sebagai supir 35 . Pengobatan Aang berobat ke klinik atau puskesmas Kresek 6 Aktivitas sehari-hari Tn. Keluarga ini memiliki menu makanan yang beragam berupa lauk dan sayur. Aang dibuang di tanah kosong di dekat rumah kemudian dibakar setelah terkumpul. Aang Kepala L 23 SMP Supir Junaedi Keluarga 2 Ny. Ny. keluaga Tn.5 Daftar Keluarga Tn. Fitri terbiasa untuk mencuci dan membersihkan bahan makanan sebeum dimasak. Aang tidak memiliki tempat sampah didalam rumah dan sampah yang dimiliki keluarga Tn. Fitria Istri P 20 SMP IRT Nengsih 3 Firdaus Anak L 10 . Aang Junaedi No Faktor Internal Permasalahan 1 Kebiasaan Merokok Tn.

36 . dan tidak pernah dibersihkan. 3 Ventilasi Keluarga memiliki ventilasi berjumlah 8 buah tanpa penutup kasa nyamuk. Aang Junaedi No Faktor Eksternal Permasalahan 1 Luas Bangunan Luas bangunan sekitar 70 m2 2 Ruangan Dalam Rumah Bangunan tempat tinggal terdiri dari satu ruang tamu berukuran 2. 2 kamar tidur berukuran masing-masing 2.5x2. Ny. 5 MCK Memiliki kamar mandi tanpa pintu dan tidak memiliki jamban di dalam rumah 6 Sumber Air Menggunakan air sumur bor. 9 Lingkungan sekitar rumah Di samping kanan rumah terdapat tanah kosong sedangkan di sebelah terdapat rumah milik tetangga. Biasanya dipergunakan untuk mandi dan mencuci 7 Saluran pembuangan Limbah rumah tangga cair di buang ke selokan limbah 8 Tempat pembuangan Sampah rumah tangga dibuang di tanah kosong sampah di dekat rumah. Fitria sebagai Ibu Rumah Tangga Firdaus belum bersekkolah Tabel 1.7 Faktor Eksternal Keluarga Tn.5x3m. 1 kamar mandi didalam. 4 Pencahayaan Terdapat 2 buah pintu Terdapat jendela pada ruang tamu dan kamar Terdapat 2 buah lampu di ruang tamu dan kamar tidur.5. 1 dapur.

4. Royani  Masalah Medis . Denah Rumah Tn. Penyakit diare . Kebiasaan menumpuk sampah dan membakar sampah di pekarangan depan rumah 37 .4.1. .1. Rumusan Area Masalah 1. Area Masalah 1.4. Masalah Medis dan Non Medis Keluarga Tn. Tidak memiliki kebiasaan berolahraga . 10 m T U S WC Dapur B 7m Kamar Ruang Tidur Tamu Kamar Tidur Teras Jalan Gambar 1. Kepemilikan jamban tidak sehat didalam rumah .1. Tidak memiliki kesadaran untuk mencuci tangan sebelum makan. Pencahayaan dan sirkulasi udara di dalam rumah yang kurang baik . Gizi buruk pada anak  Masalah Non Medis . Junaedi 1.7.

Tingkat pendidikan yang rendah .1. Mursa  Masalah Medis . .4. Anggota keluarga dengan riwayat sakit kusta . Anggota keluarga dengan riwayat sakit TB Paru 38 .Kebiasaan merokok didalam rumah . 1.4.1.3. Marjuki  Masalah Medis .Tidak memiliki jamban sehat didalam rumah .4.Pencahayaan dan sirkulasi udara di dalam rumah yang kurang baik .Preeklampsia  Masalah Non Medis .Masalah Medis dan Non Medis Keluarga Tn.Kebiasaan menyimpan barang-barang yang tidak lagi dipergunakan.Tidak memiliki jamban sehat didalam rumah .Tidak memiliki kebiasaan berolahraga . .Pencahayaan dan sirkulasi udara di dalam rumah yang kurang baik .4.Tidak memiliki akses air bersih yang memadai .Tidak memiliki akses air bersih yang memadai 1.Kebiasaan menumpuk sampah dan membakar sampah di pekarangan depan rumah . Penyakit Diare  Masalah Non Medis .Riwayat TB paru .1.Masalah Medis dan Non Medis Keluarga Tn. Aang  Masalah Medis .Kebiasaan menumpuk sampah dan membakar sampah di pekarangan depan rumah . .1. Pembengkakan jantung pada lansia.Tidak memiliki kesadaran untuk mencuci tangan sebelum makan.2. Rematik pada lansia.Masalah Medis dan Non Medis Keluarga Tn.

Penetapan Area Masalah Sebagai Diagnosis Komunitas Penentuan area masalah dilakuan dengan metode Delphi yang merupakan suatu tekhnik membuat keputusan yang dibuat oleh suatu kelompok orang yang mempunyai keahlian yang sama.23%). Kepedulian terhadap kebersihan . Sebagai pendekatan awal untuk mengetahui area masalah yaitu dengan menganalisa laporan tahunan Puskesmas mengenai data-data angka sanitasi lingkungan yaitu kesakitan dan cakupan pengobatan pada 10 penyakit terbesar serta data rumah sehat yang ada di wilayah Puskesmas Kresek.755 rumah (55. Proses pengolahan sampah rumah tangga . Pencahayaan dan sirkulasi udara di dalam rumah yang kurang baik 3.230 rumah yang diperiksa jumlah yang memiliki jamban keluarga 6. 1. Keadaan ventilasi dan sumber cahaya .  Masalah Non Medis . Proses penetapan Metode Delphi dimulai dengan identifikasi masalah yang akan dicari penyelesaiannya. Data dari Profil Puskesmas pada tahun 2016 mengenai 10 penyakit terbanyak didapatkan salah satunya adalah diare. Dari data Profil Puskesmas pada tahun 2016 dari jumlah 12.2. terdapat berbagai area permasalahan yaitu. Keadaan ekonomi . Kebiasaan merokok di dalam rumah 39 .4. Kepemilikan jamban sehat di dalam rumah 2. mewawancarai dan melakukan observasi masing-masing keluarga binaan di Desa Jengkol. Kebiasaan mencuci tangan tanpa sabun . Selama melakukan kunjungan beberapa kali ke keluarga binaan kami menemukan bahwa dari 4 keluarga sebagian besar ditemukan diare dan hanya 2 keluarga binaan yang melakukan pengobatan ke tenaga kesehatan. Tidak memiliki jamban sehat di dalam rumah . Setelah mengamati. Kebiasaan merokok di dalam rumah 1. dari angka tersebut didapatkan hasil hanya setengah dari jumlah warga yang memiliki jamban pribadi di rumahnya.

23%) 40 .Jamban sehat: dari jumlah 12. Kebiasaan mencuci tangan tanpa sabun 7.755 rumah (55. dan 12 % memiliki sikap yang buruk. sehingga kami menyimpulkan bahwa terdapat masalah pada perilaku penggunaan jamban sehat pada keluarga binaan kami. Alasan Pemilihan Masalah Kami kelompok 8 memutuskan untuk mengambil judul “Perilaku Penggunaan Jamban Sehat pada Keluarga Binaan RT 001 RW 002 Desa Jengkol Kecamatan Kresek Kabupaten Tangerang Provinsi Banten Pada Juni 2017”. 4. dan 27% memiliki pengetahuan buruk.230 rumah yang diperiksa jumlah yang memiliki jamban keluarga 6. Data Sekunder Didapatkan data melalui profile puskesmas Kresek tahun 2016 . Penyakit Diare 8. Proses pengolahan sampah 5. Penyakit TB Paru 9.4. Kami mengambil judul tersebut berdasarkan data-data yang kami temukan sebagai berikut: 1. dan sebanyak 52 % memiliki perilaku yang buruk. Diputuskan untuk mengangkat permasalahan “PERILAKU PENGGUNAAN JAMBAN SEHAT PADA KELUARGA BINAAN RT 001 RW 002 DESA JENGKOL KECAMATAN KRESEK KABUPATEN TANGERANG PROVINSI BANTEN PADA JUNI 2017” 1. Kurangnya kebiasaan berolahraga 6.3. sebanyak 88 % memiliki sikap yang baik. sebanyak 72% memiliki pengetahuan yang baik. dan 48 % memiliki perilaku yang baik. Kasus Gizi buruk Dari hasil pre-survey pada perwakilan anggota keluarga pada keluarga binaan didapatkan presentasi masing-masing domain pembentuk perilaku pemanfaatan jamban sehat yang tidak optimal yaitu.

. dimana masih terdapat warga masyarakat yang melakukan Buang Air Besar (BAB) sembarangan dan belum memiliki kebiasaan mencuci tangan pakai sabun pada kehidupan sehari-hari sehingga diperlukan upaya-upaya untuk mendorong perubahan perilaku kearah lebih baik dan sehat guna mewujudkan derajat kesehatan masyarakat. Kebun/Pekarangan 14 % dan Selokan 3 %. Rumah pada warga binaan ditemukan memiliki jamban yang tidak sehat dan bahkan tidak memiliki jamban.Penyakit diare merupakan satu dari 10 penyakit terbanyak pada kecamatan kresek 2. Data Tersier Data perilaku hidup bersih dan sehat yang dikumpulkan dari Badan Pusat Statistik 2012 di dapatkan tatanan rumah tangga meliputi perilaku Buang Air Besar dan perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun masyarakat Kabupaten Tangerang tergolong masih rendah. keempat keluarga binaan memiliki pengetahuan dan sikap yang bagus mengenai jamban sehat.188 rumah tangga (62. Terbatasnya kepemilikan jamban pribadi oleh masyarakat berpengaruh pada tingginya perilaku masyarakat Buang Air Besar (BAB) sembarangan. 41 .9%) masih kurang dibandingkan dengan standar 65%. Setelah dilakukan pre survey mengenai pengetahuan. namun keempat keluarga binaan memiliki perilaku yang kurang dalam penggunaan jamban sehat. WC Helikopter 11 %. Data Primer Dilakukan wawancara pada 4 keluarga binaan mengenai rumah sehat didapatkan masalah penggunaan jamban yang tidak optimal. 3. Sungai 6 %. . sikap. Hasil analisa study EHRA (Environmental Health Risk Assessment) yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang pada Tahun 2012 menunjukkan bahwa jumlah rumah tangga yang memiliki jamban pribadi sebanyak 57 %.Rumah Tangga Sehat ber PHBS yang dipantau 1890 rumah yang mempunyai perilaku hidup bersih dan sehat 1. jumlah rumah tangga yang menggunakan MCK umum 9 %. dan perilaku penggunaan jamban sehat.

6 %. empang dan kebun atau sawah. yaitu saluran pembuangan akhir tangki septik tidak diolah akan tetapi dibuang atau disalurkan ke sembarang tempat diantaranya ke selokan.3 % Jamban tidak bebas dari kecoa. saluran drainase. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman dan pengetahuan tata cara membuat jamban pribadi dan tangki septik yang aman. sungai.2. kolam. sedangkan 5. 6.9 % masyarakat tidak cuci tangan pakai sabun pada 5+1 waktu penting. 43 % jamban tidak tersedia sabun. Grafik Kondisi Sanitasi Rumah Tangga Kabupaten Tangerang Kondisi Sanitasi Kabupaten Tangerang 3% 14% Jamban Pribadi 6% MCK Umum 11% WC Helikopter 57% 9% Sungai Kebun Selokan Namun kepemilikan jamban pribadi sebesar 57 % tersebut belum berpengaruh pada menurunnya angka buang air besar sembarangan (BABs) dikarenakan kualitas jamban pribadi yang dimiliki belum sesuai dengan standar yang telah ditentukan oleh SNI. 37. 55. 55.Gambar 3. Tingginya angka buang air besar sembarangan (BABs) pada tatanan rumah tangga sebesar 89% ini juga disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.5 % jamban tidak bersih dari tinja.8 % terdapat pencemaran pada wadah air. dimana perilaku masyarakat membuang tinja anak dijamban hanya sebesar 19.1 % dibuang ditempat 42 . dimana sebesar 86. Rendahnya atau kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap perilaku hidup bersih dan sehat juga dapat dilihat pada pola dan kebiasan masyarakat membuang tinja anak.2 % fungsi penggelontor pada jamban tidak berfungsi.

19. anak remaja laki-laki 14 %.70% Lainnya.. 6. anak remaja perempuan 13% dan anak non balita 10 %. 6.3 % ditempat lainya dan 59 % tidak tahu. 3. kedua orang dewasa laki laki dan anak balita sebesar 18 %.30% Kebiasaan masyarakat yang kurang baik ini selalu memberikan kontribusi terhadap pencemaran lingkungan dan menjadikan penyakit yang berbasis lingkungan seperti diare masih merupakan penyakit dengan angka kesakitan yang selalu terjadi berulang-ulang sebesar 74.60% Tempat Sampah.10% Tdk tahu. Hal ini dapat diartikan bahwa masyarakat belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang perilaku hidup bersih dan sehat dan higiene.sampah. 6.8 % setiap tahunnya berdasarkan analisa study EHRA tahun 2012.7 % disungai.4. 6. 59% Kebun/Pekara ngan. Gambar 3. 3. 5. Grafik Kebiasaan Membuang Tinja Anak WC/Jamban.3 % dibuang dikebun. 43 . dengan persentase tertinggi pada penderita orang dewasa perempuan sebesar 27 %.30% Sungai/Seloka n.

Grafik Kejadian Penyakit Diare Kejadian Penyakit Diare Balita 27% 18% Non Balita 10% Remaja Laki-laki 18% 14% Remaja Perempuan 13% Dewasa laki-laki 44 .8.Gambar 3.