LAPORAN

PENGUJIAN GULA REDUKSI II
PENGOLAHAN HASIL TANAMAN PERKEBUNAN

DISUSUN OLEH:
Seldi Kurniawan (14722048)
Shella Puji Pangesti (14722049)
Sidik Yekti Kunaefi (14722050)
Sigit Eko Prasetyo (14722051)
Sigit Kurniawan (14722052)

PRODUKSI & MANAJEMEN INDUSTRI PERKEBUNAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG
2017

madu kapuk/randu (rasanya manis. Madu mempunyai sifat-sifat yang secara optis dapat memutar kekiri (levo rotary) dan mengandung tidak lebih dari 25% kadar air. tetapi juga terdapat maltosa dan dekstrin. Karena sering digunakan untuk mengobati berbagai luka bakar dan memer karena pukulan. Madu mengandung kadar air sekitar 18%. madu lengkeng (rasa manis. Selain itu dikenal pula madu rambutan. Madu memiliki sifat sangat hidroskopis.25% abu dan 8% sukrosa. Bila kadar airnya meningkat. Sebagai contoh madu mangga (rasa yang agak asam). Dalam udara yang lembab madu dapat menyerap air sedemikian rupa sampai 33 persen dari beratnya. Sedangkan jenis gula pereduksi yang terdapat pada madu tidak hanya glukosa dan fruktosa. yaitu mudah menyerap air dari udara. Dan bila telah mengalami fermentasi. BAB I PENDAHULUAN 1. tergantung pada jenis tanaman yang banyak tumbuh disekitar peternakan lebah madu. karena itu dapat digunakan sebagai humektan. maka madu dapat mengalami fermentasi. Dilihat dari komposisi kimianya. madu kaliandra dan madu karet. 0.1 Latar Belakang Masalah Madu memiliki warna. larut dalam air dan dapat terjadi butir-butir bila diturunkan sampai suhu 650F. aroma dan rasa yang berbeda-beda. madu bunga timun (rasanya sangat manis). Sementara itu proses produksi madu oleh lebah itu sendiri merupakan proses yang kompleks. madu pada umumnya tersusun dari karbohidrat (gula). air serta mineral dan bagian-bagian lain yang sangat kecil. maka madu tersebut telah mengalami kerusakan. Standar mutu madu salah satunya didasarkan pada kandungan gula pereduksi (glukosa dan fruktosa) total minimal 60%. lebih legit dan aromanya lebih tajam). . sedikit banyak berasa asam dan mempunyai daya antibiotika yang ringan. sehingga kemungkinan besar terjasi perbedaan kadar dan komposisi gula pereduksi diantara berbagai jenis madu yang beredar dimasyarakat. lebih legit dan agak gurih).

2 Tujuan Tujuan dari dilakukannya praktikum ini adalah untuk mengetahui dan memahami prosedur analisis mutu gula kristal dan mengetahui serta memahami alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pengujian mutu gula kristal. .1.

Buret 4. Tambahkan amilum warna biru sampai warna biru menghilang. Erlenmeyer 2. Pipet blanko 8. Tambahkan batu kambang. 10.1 Waktu dan Tempat Praktikum ini dilaksanakan pada hari jum’at. . 7. 6. 2. kemudian larutkan dalam aquades sampai volume 100 ml. Reagen luff school 9. Tutup erlenmeyer dengan corong kemudian disumpal kapas. Titrasi dengan Na2S2O3 dengan indikator kanji 1% sebanyak 2-3 ml. BAB II METODELOGI 2.2 Alat dan Bahan Alat : Bahan : 6. Sampel madu dan 7. 3. Buat sample blanko. 2.3 Prosedur Kerja 1. Larutan KI 20% 2. Beker glass 1. Aquades biru 4. 11. Batu kambang 1% 5. setelah mendidih tunggu hingga 5 menit. Na2S2O3 2. tambahkan 15 ml KI 2%. Tambahkan H2SO4 1:5 sebanyak 25 ml. 5. Pipet sebanyak 25 ml kedalam erlenmeyer 250 ml yang telah mengandung 25 ml reagen luff school. Dilaksanakan di Laboratorium Tanaman Politeknik Negeri Lampung. Amilum warna 3. Didihkan diatas hot plate. 8. H2SO4 1. 9. Dinginkan. Hot plate 3. 4. Indikator kanji 5. Catat volume Na2S2O3 yang terpakai. 19 Mei 2017 selama 1 X 2 jam. Timbang 2 gram sampel.

Hasil ini diperoleh dari perhitungan: 1?(3 ?? − 0.2 Pembahasan Pada praktikum kali ini dilakukan penetapan karbohidrat melalui penetapan kadar gula reduksi dengan metode Luff-School ditentukan bukan kuprooksidanya yang mengendap tetapi dengan menentukan kuprooksida dalam larutan sebelum direaksikan dengan gula rduksi sesudah reaksi dengan sample gula reduksi yang dititrasi dengan Na-Thiosulfat.1 Hasil Praktikum Sampel Kandungan Gula Reduksi (%) Madu 5% 3.5 ??) = 25 ?? (????? ?????? ????) 0. Untuk mengetahui bahwa titrasi sudah cukup maka diperlukan indicator amilum. Reaksi yang terjai selama penentuan karbohidrat dengan cara Luff-school adalah mula-mula kuprooksida yang ada dalam reagen akan membebaskan Iod dari garam KI. Selisih banyaknya titrasi blanko dan sample dan setelah disesuaikan dengan tabel yang menggambarkan hubungan banyaknya Na-Thiosulfat dengan banyaknya gula reduksi. Pada praktikum kali ini didapatkan nilai sebesar 5% dari pengujian gula reduksi II dengan sampel madu.1 ? ???? ??????? = × 100% = 5% (?: 4)1000 . BAB III HASIL PRAKTIKUM & PEMBAHASAN 3. Apabila larutan berubah warna dari biru menjadi putih berarti titrasi sudah selesai. Selisihnya merupakan kadar gula reduksi. Banyaknya Iod dapat diketahui dengan titrasi menggunakan Na-Thiosulfat.

4. 5. Penentuan kadar karbohidrat dengan metode luff school dilakukan dengan menghidrolisis sampel menjadi monosakarida yang dapat mereduksi oksida pada luff yaitu Cu2+ menjadi Cu+. Dari berbagai perlakuan terhadap sampel madu yang kami analisa dalam uji analisa kuantitatif Luff School. . BAB VI PENUTUP 4. 2. didapat data yang sesuai dengan teori. Digunakan indikator kanji agar warna larutan tidak terlalu pekat.1 Kesimpulan Dari hasil praktikum dapat disimpulkan bahwa : 1. Pada saat pemanasan digunakan batu didih untuk menjaga tekanan didalam erlenmeyer. Kandungan karbohidrat pada sampel madu adalah 5%. 3. Hal ini menandakan proses analisa yang kelompok kami lakukan tidak menyiimpang atau bertentangan dengan teori.