Metode yang digunakan untuk identifikasi dari spesies asal dari daging mentah termasuk

evaluasi sensori, perbedaan anatomi, diferensiasi histologis dari rambut yang mungkin
mungkin ada di daging, properti dari jaringan lemak, dan kadar glikogen dalam jaringan otot,
serta Elektroforesis dan DNA hibridisasi. Perkembangan di biologi molekular terdapat
identifikasi, bakteri, spesies tanaman dan hewan dengan akurasi yang tinggi. Polimerase Chain
Reaction (PCR), Polymerase chain reaction (PCR), restriction fragment length polymorphism
(RFLP), dan random amplified polymorphic DNA (RAPD) telah sering digunakan untuk
identifikasi dari spesies daging. Hasil dari penelitian ini mungkin berguna untuk kontrol yang
efektif pada konsumen terhadap pemalsuan produk daging dan pelanggaran dari pelabelan
persyaratan untuk produk daging. Penentuan spesies dengan PCR dapat digunakan untuk
memonitor makanan ruminansia untuk setiap jaringan daging sapi, yang telah dilarang di
banyak negara dalam upaya untuk mengontrol penyebaran sapi gila ensefalopati

Ilhak, O Ira., dan Ali ARSLAN. 2007. Identification of Meat Species by Polymerase Chain
Reaction (PCR)Technique. Turk. J. Vet. Anim. Sci.Vol.31, No.3, pg. 159-163