PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR

PUSKESMAS PRINGGASELA
Jl. Pendidikan No.36 Pringgasela – Kec. Pringgasela
Telp. (0376) 2991549 Kode Pos. 83661

KERANGKA ACUAN
PERTEMUAN MENGENAI HASIL SURVEY MAWAS DIRI (SMD)
DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRINGGASELA
BULAN SEPTEMBER 2016

I. Pendahuluan
Survei Mawas Diri adalah kegiatan pengenalan, pengumpulan, dan pengkajian
masalah kesehatan oleh tokoh masyarakat dan kader setempat dibawah bimbingan
petugas kesehatan atau perawat di desa ( Depkes RI, 2007 ). Tujuan survey mawas diri
adalah masyarakat lebih mengenal kesehatan yang ada di desa dan menimbulkan minat
atau kesadaran untuk mengetahui masalah kesehatan dan pentingnya permasalahan
tersebut untuk diatasi.
Metode mawas diri diciptakan oleh yayasan Indonesia sejahtera, salah satu LSM
yang banyak bergerak dibidang pembinaan kesehatan masyarakat didaerah pedesaan.
Maws diri sering dipakai oleh berbagai instansi yang terkait dengan program kesehatan
dengan melakukan beberapa modifikasi sesuai dengan keperluannya masing – masing.
Mawas diri harfiah berarti melihat kedalam diri sendiri untuk mengenali secara sadar
berbagai kelemahan dan kekurangan yang dihadapi. Apabila seseorang telah sampai
pada tingkat mawas diri, maka dengan sendirinya ia akan melakukan tindakan untuk
menanggulanginya dengan penuh kesadaran dan dengan menggunakan segala potensi
yang dimilikinya.
Pengkajian keperawatan komunitas merupakan suatu proses tindakan untuk
mengenal komunitas. Orang – orang yang berada di komunitas merupakan mitra dan
berperan didalam proses keperawatan kesehatan komunitas. Tujuan keperawatan dalam
mengkaji komunitas adalah mengidentifikasi faktor positif dan faktor negatif yang
berbenturan dengan masalah kesehatan dari masyarakat hingga sumber daya yang
dimiliki komunitas dengan tujuan merancang strategi untuk promosi kesehatan. Setelah itu
kegiatan dilanjutkan dengan dilakukannnya Survey Mawas Diri yang diikuti dengan
kegiatan musyawarah masyarakat desa.

II. Latar Belakang
A. Puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan memperhatikan kebutuhan
masyarakat.
B. Dalam menentukan jenis pelayanan dipuskesmas dan perbaikan proses pelayanan,
puskesmas mendapatkan informasi / masukan.
C. Dalam perencanaan puskesmas diperlukan informasi tentang kebutuhan pelayanan
kesehatan sehingga tercapai VISI dan MISI Puskesmas Pringgasela, yang
dituangkan dalam tata nilai Puskesmas Pringgasela yaitu IPTEK ( Integritas,
Pengabdian, Tanggungjawab, Empati, Kemandirian ).
 Integritas : Mengerjakan Tugas Sebagai Suatu Kesatuan yang utuh.
 Pengabdian : Bekerja semata- mata Pengabdian Luhur kepada Negara dan
Masyarakat.
 Tanggungjawab : Melakukan Tugas dengan penuh Rasa Tanggungjawab.

Pelaksanaan : 1. Masing-masing kader.  Empati : Rasa Suka menolong. Menyusun format survey 3. 22 September 2016 Waktu : 08. Mengenali potensi di desa yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan. VII. C. Tujuan Umum  Untuk mendapat gambaran berbagai masalah. Menggandakan format survey 4. 3. Koordinasi Lintas Sektor 2. Apakah metode tersebut dapat dilanjutkan atau tidak. kelompok dan masyarakat. B. mengetahui apa dirasakan dan dipikirkan oleh pelanggan.30 sampai selesai Tempat : Aula Kantor Desa Pengadangan Barat VIII. Pertemuan kader untuk persiapan pelaksanaan survey B. Data hasil SMD yang sudah diolah secara sederhana dibahas dalam pertemuan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) V. Timbulnya kesadaran masyarakat untuk mengatasi permasalahan kesehatan dengan mendayagunakan potensi yang ada. Kegiatan Pokok Dan Rincian Kegiatan A. . Pelaksana kader di masing-masing Dusun 2. Tujuan A. Masyarakat mengenali permasalahan kesehatan. Sasaran Tatanan rumah tangga tingkat dusun : Dusun di Desa Kecamatan Pringgasela dan Peserta sebanyak 15 orang. Pengolahan data hasil Survey Mawas Diri oleh kelompok pelaksana SMD (kader) bersama petugas Puskesmas. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Dan Pelaporan Evaluasi pelaksanaan SMD dilaksanakan pada akhir tahun . Jadwal Pelaksanaan Survey Hari/Tanggal : Kamis. bertanggung jawab melakukan survey di 1 (satu) di Dusun masing-masing. Persiapan : 1. Cara Melaksanakan Kegiatan Penyampaian Materi. III. IV. penyebab masalah dan faktor yang mempengaruhinya sebagai bahan untuk membuat perencanaan di Puskesmas Pringgasela. Diskusi VI. 2.  Kemandirian : Mendorong Kemandirian Hidup Sehat bagi setiap individu. serta kegiatan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat yang telah dilaksanakan di Desanya sendiri. D. Tujuan Khusus 1. keluarga.

Kep. S. Pencatatan. SKM NIP. Ahmad Yani. Penutup Demikian kerangka acuan ini dibuat sebagai acuan dalam kegiatan Survey Mawas Diri (SMD) di wilayah Puskesmas Pringgasela. IX. 19650307 198703 1 015 NIP. Pelaporan Dan Evaluasi Kegiatan Laporan hasil Survey Mawas Diri (SMD) serta data yang sudah diolah secara sederhana disampaikan kepada masyarakat pada pertemuan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) di Kelurahan. X.MM Hairani. Mengetahui Pringgasela. XI.19750908 200812 0 15 LAPORAN HASIL PERTEMUAN MENGENAI HASIL SURVEY MAWAS DIRI (SMD) DI DESA PENGADANGAN BARAT WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRINGGASELA . Pelaporan Laporan hasil survey Mawas Diri dibuat dan di laporkan ke Kepala Puskesmas dan Desa tempat lokasi survey. 22 September 2016 Kepala Puskesmas Pringgasela Koordinator Promkes H.

maka dengan sendirinya ia akan melakukan tindakan untuk menanggulanginya dengan penuh kesadaran dan dengan menggunakan segala potensi yang dimilikinya. pengumpulan. salah satu LSM yang banyak bergerak dibidang pembinaan kesehatan masyarakat didaerah pedesaan. Pengkajian keperawatan komunitas merupakan suatu proses tindakan untuk mengenal komunitas. Tujuan keperawatan dalam mengkaji komunitas adalah mengidentifikasi faktor positif dan faktor negatif yang berbenturan dengan masalah kesehatan dari masyarakat hingga sumber daya yang dimiliki komunitas dengan tujuan merancang strategi untuk promosi kesehatan. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan dilakukannnya Survey Mawas Diri yang diikuti dengan kegiatan musyawarah masyarakat desa. 2.Pendahuluan Survei Mawas Diri adalah kegiatan pengenalan. Pokja UKBM dan Surveilance . b. Mawas diri harfiah berarti melihat kedalam diri sendiri untuk mengenali secara sadar berbagai kelemahan dan kekurangan yang dihadapi. Orang – orang yang berada di komunitas merupakan mitra dan berperan didalam proses keperawatan kesehatan komunitas. Metode mawas diri diciptakan oleh yayasan Indonesia sejahtera. Tujuan survey mawas diri adalah masyarakat lebih mengenal kesehatan yang ada di desa dan menimbulkan minat atau kesadaran untuk mengetahui masalah kesehatan dan pentingnya permasalahan tersebut untuk diatasi. Banyaknya masyarakat yang nikah muda ( umur  20 th ). 2007 ). Posyandu . dan pengkajian masalah kesehatan oleh tokoh masyarakat dan kader setempat dibawah bimbingan petugas kesehatan atau perawat di desa ( Depkes RI. Pokja Yankesdes No. Maws diri sering dipakai oleh berbagai instansi yang terkait dengan program kesehatan dengan melakukan beberapa modifikasi sesuai dengan keperluannya masing – masing. Bumil Resti 4 dari 20 a. Tujuan  Memgetahui pengertian dari Survei Mawas Diri  Mengidentifikasi sasaran dari Survei Mawas Diri  Mengidentifikasi indicator dari Survei Mawas Diri Penyajian Hasil Survey Mawas Diri 1. Kurangnya pengetahuan . P4K bumil masyarakat dalam (20%) mengenali faktor resiko serta bahaya yang dapat terjadi pada ibu hamil yang beresiko tinggi. Pokja HASIL PERMASALAHAN POTENSI Yankesdes SURVEY INDIKATOR a. Apabila seseorang telah sampai pada tingkat mawas diri.

Pokja HASIL PERMASALAHAN POTENSI kedaruratan kes SURVEY & bencana INDIKATOR 1. 2. Pokja UKBM dan HASIL PERMASALAHAN POTENSI Surveilance SURVEY INDIKATOR 1 Penimbangan 253 dari . Pokja Kesling HASIL PERMASALAHA POTENSI INDIKATOR SURVEY N 1. untuk menjadi b. Pokja Kedaruratan kes dan bencana INDIKATOR No. Kurangnya Adanya golongan darah 992 jiwa pengetahuan keinginan masyarakat tentang masyarakat manfaat bank darah. Kandang 87 dari 250 Keterbatasan Kandang (35%) tempat kolektif yang tidak sesuai dengan kapasitas 4. Tidak mengetahui 517 dari a. beranggapan bahwa mendonor darah dapat mengurangi darah yang ada di tubuh sehingga menyebabkan kekurangan darah. No.Jarang yang datang Adanya saran Balita 649 jiwa nimbang diatas 1 kesehatan ( 38% ) tahun seperti . Kesalahpahaman pendonor masyarakat yang darah.Tidak ada PMT poskesdes dan pustu 2 Hipertensi 31 dari Faktor makanan dan Pos Lansia 175 jiwa gaya hidup (17 % ) 3. Pokja Kesling INDIKATOR No. Ambulans Desa 218 dari Uang operasional yang Dana Sehat ( Gelibu ) Dana Sehat 250 KK kurang memadai untuk (87%) 0 pembiayaan bahan bakar dari 300 dan transport sopir Tidak ada kesadaran KK masyarakat Manfaat dana sehat belum diketahui .

Kecanduan. Kurangnya ada 300 jiwa pengetahuan ( 0% ) masyarakat tentang manfaat Dana Sehat. Faktor keluarga tidak ( 80% ) mendukung. INDIKATOR HASIL PERMASALAHAN POTENSI SURVEY 1 Dana Sehat belum 0 dari a. Pokja PHBS INDIKATOR No Pokja PHBS HASIL PERMASALAHAN POTENSI . tidak Keluarga 300 KK ada sabun. DISKUSI Menentukan perioritas yang ada di Desa Pengadangan Barat dan harus segera diatasi. Kurangnya Posyandu bumil pengetahuan P4K ( 20% ) masyarakat dalam mengenali faktor resiko serta bahaya . CTPS 78% dari a. 2 Bumil Resti 4 dari 20 a. Tidak adanya stimulan dana untuk anggaran dana sehat. c. 2. Belum memahami rumah 300 KK masyarakat bahaya dan dampak yang sudah tidak dari merokok bagi merokok merokok diri sendiri dan juga di luar dalam rumah. 83% b. dengan hasil PERIORITAS MASALAH No. 5. Tidak 88% dari Kurangnya kesadaran Adanya SAB membersihkan 300 KK dan penahaman di masing- jentik masih masyarakat tentang masing kurang manfaat membersihkan rumah target 95 jentik ( PSN ) 3M % 3. Belum paham Posyandu KP . Tidak ada bonk. 4. Merokok dalam 16% dari a. b. orang lain yang ada rumah disekitarnya. ingin ctps b. Pengetahuan tentang CTPS kurang. INDIKATOR SURVEY 1. ASI Eksklusif 13 dari 16 a.ASI sasaran tentang manfaat ASI yang AE Eksklusif b. Kesadaran tapi tidak masyarakat masih mampu kurang. dengan cara Tanya Jawab dengan semua peserta pertemuan.

5. Penyuluhan tentang Bahaya merokok. 6. Sosialisasi tentang resiko tinggi kehamilan. 3. Jamban yg ada telah rusak. Pendampingan PHBS oleh kader. Belum memahami rumah 300 KK masyarakat bahaya dan dampak yg sudah tidak dari merokok bagi merokok merokok di diri sendiri dan juga di luar dalam rumah. Sosialisasi tentang Jaga.Tidak ada PMT poskesdes dan pustu Kesimpulan dan RTL 1. orang lain yang ada rumah disekitarnya. Masih ada Dana Sehat 300 KK masyarakat yang (73%) belum punya jamban b. Penyulihan leawat kegiatan keagamaan. Sosialisasi dan pembentukan dana sehat. Pembuatan MCK Umum. 83% b. . 7. 2. c. Kecanduan. Keterbatasan tempat/kurangnya lahan untuk pembuangan (septic tank) d. 4. b. yang dapat terjadi pada ibu hamil yanmg beresiko tinggi. 5 Penimbangan 253 dari .Jarang yang datang Adanya saran Balita 649 jiwa nimbang diatas 1 kesehatan (38% ) tahun seperti . Faktor Ekonomi 4 Merokok dalam 16% dari a. Banyaknya masyarakat yang nikah muda ( umur 20 th ) 3 JAGA 219 dari a.