RANCANGAN ACAK LENGKAP DAN RANCANGAN ACAK

KELOMPOK

TUGAS

diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Metodologi Penelitian
yang diampu oleh Dosen Ibu Dr. Rina Marina Masri, M.P.

Oleh :
DEASY MAULIDYA SETIAWAN
1401800

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL S1
DEPARTEMEN PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2017

B.Pengertian dan Penggunaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan Rancangan Acak Kelompok (RAK) A. Seperti percobaan-percobaan yang dilakukan di laboratorium atau rumah kaca yang pengaruh lingkungannya lebih mudah dikendalikan. adalah sangat kecil. Penerapan perlakuan terhadap unit percobaan dilakukan secara acak terhadap seluruh unit percobaan. Rancangan acak lengkap dipergunakan jika variabel luar tidak diketahui. Hanya mempunyai 1 faktor dan mempunyai sejumlah taraf faktor yang nilainya bisa kualitatif maupun kuantitatif. Rancangan Acak Kelompok (RAK) Rancangan Acak Kelompok (RAK) adalah suatu ranangan acak yang dilakukan dengan mengelompokkan satuan percobaan kedalam grup- . Penempatan perlakuan ke dalam satuan-satuan percobaan dilakukan secara acak lengkap. Rancangan ini juga dipakai jika diketahui bahwa subyek keadaannya seragam dan inferensi yang dibuat berdasarkan hasil percobaan tidak dimaksudkan sebagai inferensi yang bersifat percobaan tidak dimaksudkan sebagai inferensi yang bersifat luas serta berlaku untuk populasi yang lebih beragam. semua (media percobaan dan keadaan-keadaan lingkungan lainnya) harus serba sama atau homogen. yang artinya kita perlakukan semua satuan percobaan sebagai sa tu kesatuan dimana perlakuan ditempatkan ke dalamnya secara acak. Oleh karena itu. atau bila pengaruh variabel ini yang sengaja tidak dikontrol terhadap variasi subyek. 3. 2. rancangan ini tidak disarankan jika hasil ujinya dipergunakan untuk inferensi populasi yang lebih beragam Syarat yang harus diperhatikan dalam RAL : 1. Kecuali perlakuannya. Rancangan Acak Lengkap (RAL) Suatu percobaan yang digunakan homogen atau tidak ada faktor lain yang mempengaruhi respon di luar faktor yang diteliti. Pada rancangan acak lengkap (RAL) digunakan jika kondisi unit percobaan yang digunakan relatif homogen.

Rancangan Acak Kelompok (RAK) Model analisis RAK adalah sebagai berikut : Yij = μ + τi + βj + εij Yij = nilai pengamatan pada perlakuan ke – i kelompok ke – j μ = nilai tengah umum τi = pengaruh perlakuan ke . selain perlakuan tidak ada faktor lain yang dianggap berpengaru h terhadap hasil pengamatan. dan untuk membuat kragaan satuan- satuan percobaan di dalam masing-masing kelompok sekecil mungkin sedangkan perbedaan antar kelompok sebesar mungkin. Oleh karena itu dapat diajukan suatu model analisis : Yijk = μ + τi + εij Yijk = nilai pengamatan pada perlakuan ke-i & ulangan ke-j μ = nilai tengah umum τi = pengaruh perlakuan ke-i εij = galat percobaan pada perlakuan ke-i & ulangan ke-j B. dengan demikian dapat dikatakan bahwa tujuan dari pengelompokkan adalah untuk menjadikan keragaman dalam kelompok menjadi sekecil mungkin dan keragaman antar kelompok sebesar mungkin. Jika pada RAL satuan percobaan yang digunakan harus homogen maka pada RAK tidak perlu homogen. semua harus sama (homogen). Pengelompokan digunakan untuk usaha memperkecil galat. Rancangan Acak Lengkap (RAL) RAL selain perlakuan.grup yang homogen yang dinamakan kelompok dan kemudian menentukan perlakuan secara acak di dalam masing-masing kelompok.i . Perbedaan Metode Analisis Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan Rancangan Acak Kelompok (RAK). A. dan untuk ketidak homogenan tersebut akan dikelompokkan menjadi satuan-satuan yang mendekati homogen. hal ini membawa konsekuensi bahwa.

5. 4. Terkadang tidak efisien. 2. 2. Rancangan Acak Kelompok (RAK) Kelebihan RAK antara lain sebagai berikut : 1. Rancangan percobaannya lebih mudah. Apabila jumlah perlakuan hanya sedikit. Keuntungan menggunakan RAL antara lain : 1. βj = pengaruh kelompok ke . Pengulangan percobaan yang sama mungkin tidak konsisten (lemah) apabila satuan percobaan tidakbenar-benarhomogen terutama apabila jumlah ulangannya sedikit B. dimana derajat bebas galatnya juga kecil 3. Tingkat ketepatan (presisi) mungkin tidak terlalu memuaskan kecuali unit percobaab benar-benar homogen 3. Permasalahan data hilang dapat mudah ditangani 7. 6. Rancangan Acak Lengkap (RAL) Kelebihan RAL adalah perhitungannya sederhana. Fleksibel dalam jumlah penggunaan perlakuan dan ulangan (dapat dilakukan pada ulangan yang tidak sama). Kekurangan RAL antara lain adalah : 1. Terdapat alternatif analisis nonparametrik yang sesuai. RAL dapat diterapkan pada percobaan dengan ulangan pengamatan sama dan tidak sama. Analisis statistik terhadap data percobaan sederhana. Lebih efisien dan akurat dibandigkan dengan RAL (Pengelompokan yang efektif dapat meunurukan jumlah kuadrat galat. sehingga akan . Tidak memerlukan tingkat pemahaman yang tinggi mengenai bahan percobaan.j εij = galat percobaan pada perlakuan ke-i & kelompok ke-j p = banyaknya perlakuan r = banyaknya kelompok / ulangan Kelebihan dan Kekurangan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan Rancangan Acak Kelompok (RAK) A.

Lebih fleksibel (Banyaknya perlakuan. Perhatikan Gambar di bawah ini. Banyaknya ulangan/kelompok. sehingga sensitifitasnya akan menurun terutama apabila jumlah perlakuannya sedikit atau keragaman dalam satuan percobaan kecil (homogen). 2. meningkatkan tingkat ketepatan atau bisa mengurangi jumlah ulangan). 6. 3. Memerlukan asumsi tambahan untuk beberapa uji hipotesis. Penarikan kesimpulan lebih luas karena kita bisa juga melihat perbedaan diantara kelompok 4. . Memerlukan pemahaman tambahan tentang keragaman satuan percobaan untuk suksesnya pengelompokan. Cara Pengacakan dan Denah Percobaan Rancangan Acak Kelompok Lengkap Langkah-langkah pengacakan dalam RAKL sama seperti pada RAL dengan kelompok sebagai ulangan. Derajat bebas kelompok akan menurunkan derajat bebas galat. Peningkatan ketepatan pengelompokan akan menurun dengan semakin meningkatnya jumlah satuan percobaan dalam kelompok. 2. Pengelompokan dilakukan tergak lurus terhadap arah keragaman sehingga keragaman pada masing-masing kelompok yang sama relatif lebih kecil. Jika ada data yang hilangmemerlukan perhitungan yang rumit. dan Tidak semua kelompok memerlukan ulangan yang sama) 3. 4. Interaksi antar kelompok perlakuan sangat sulit. 5. Daerah percobaan di dalam setiap kelompok dibagi ke dalam jumlah yang sesuai dengan jumlah perlakuan yang akan dicobakan. Memerlukan asumsi tambahan untuk beberapa uji hipotesis dan lain-lain. Kekurangan RAK antara lain adalah : 1.

1. karena dalam RAK perlakuan harus muncul satu kali dalam setiap ulangan. Misal percobaan dengan 6 perlakuan (A. Langkah pengerjaan detailnya hampir mirip dengan proses pengacakan pada RAL (lihat proses pengacakan pada RAL dengan menggunakan bantuan MS Excel). Lakukan pengundian tanpa pemulihan untuk kelompok I. bagilah daerah percobaan atau satuan percobaan ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan jumlah ulangan. Perlakuan. B. Kolom Nomor hanya sebagai referensi dan tidak dilakukan pengacakan . Angka Acak. Buat Tabel yang terdiri dari 4 kolom. D. E. No. Berikut ini diberikan contoh pengacakan dengan menggunakan Ms Excel. Buat 6 gulungan kertas. Setiap kelompok kemudian dibagi lagi menjadi beberapa petak yang sesuai dengan banyaknya perlakuan yang akan dicobakan. proses pengacakan akan lebih mudah dan praktis apabila kita menggunakan bantuan komputer. Contoh pengelompokan petak percobaan Sebelum pengacakan. Sebenarnya. Cara yang lebih sederhana dengan melakukan pengundian. misalnya dengan menggunakan Angka Acak (dalam Microsoft Excel misalnya dengan menggunakan fungsi RAND()). C. Gambar 1. Pengacakan dilakukan secara terpisah untuk setiap kelompok. kemudian pada setiap kertas tulis satu kode perlakuan yang akan dicoba dari kode A sampai F. Setelah selesai melakukan pengundian untuk kelompok I. F) dan 4 kelompok. Kelompok. lakukan hal yang sama untuk kelompok II dan seterusnya.

Untuk contoh kasus di atas. Gambar a. Selanjutnya Sorot Kolom Perlakuan. lakukan sortasi berdasarkan hierarki berikut: Pengurutan pertama berdasarkan Kelompok. dan kedua berdasarkan Angka Acak (Gambar …b). dan Angka Acak.sehingga jangan disorot (Blok). . Banyaknya perlakuan dan Kelompok sesuai dengan Rancangan Perlakuan. Kelompok. bentuk tabelnya seperti pada Gambar …a.

2. Hasil pengacakannya tampak seperti pada Gambar berikut: Perhatikan Urutan Kelompok tetap dipertahankan. yang berubah adalah Urutan Acak dari . Gambar b.

7-12 pada kelompok II dst..Perlakuan. No 1-6 ditempatkan pada Kelompok I. penomoran pada denah percobaan harus diurutkan berdasarkan kelompok.).. Awas. Tempatkan Urutan acak tersebut sesuai dengan kelompoknya (atau tempatkan Kode Perlakuan berdasarkan Nomor yang telah kita buat sebelumnya pada Denah Percobaan. .

3 Y31 Y32 Y33 Y34 Y3..t dan j = 1.….3 Y.….2.) 1 Y11 Y12 Y13 Y14 Y1. Gambar 2. 4 Y41 Y42 Y43 Y44 Y4. Denah Percobaan Rancangan Acak Kelompok Lengkap Tabulasi data untuk rancangan acak kelompok dari hasil pengacakan di atas disajikan sebagai berikut : Tabel 1. 5 Y51 Y52 Y53 Y54 Y5.r Dengan: Yij = pengamatan pada perlakuan ke-i dan kelompok ke-j μ = mean populasi τi = pengaruh aditif dari perlakuan ke-i βj = pengaruh aditif dari kelompok ke-j εij = pengaruh acak dari perlakuan ke-i dan kelompok ke-j .2.2 Y.j) Y. Model Linier Rancangan Acak Kelompok Lengkap Model linier RAK dengan banyaknya kelompok (ulangan ) k dan banyaknya perlakuan t adalah: dimana i =1. Total Kelompok (Y. 2 Y21 Y22 Y23 Y24 Y2. Tabulasi Data Dari Hasil Percobaan Dengan Menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap Perlakuan (t) Kelompok (r) Total Perlakuan 1 2 3 4 (Yi.1 Y. 6 Y61 Y62 Y63 Y64 Y6.4 Y.

…. t) (ada keragaman dalam populasi perlakuan) Analisis Ragam: Paramete Penduga r μ βij τi εi Definisi Pengerjaan FK JKT JKK JKP JKG Tabel analisis ragam bagi rancangan acak kelompok lengkap dengan pengaruh kelompok tetap adalah sebagai berikut : . 2.Asumsi: Pengaruh perlakuan Pengaruh perlakuan acak tetap Hipotesis: Hipotesis yang Pengaruh Pengaruh perlakuan acak Akan Diuji: perlakuan tetap H0 Semua τi = 0 στ2 = 0 (i = 1. 2. t) (tidak ada keragaman dalam populasi perlakuan) H1 Tidak semua τi = 0 στ2 > 0 (i = 1. ….

Fα adalah nilai F yang luas di sebelah kanannya sebesar α. tetapi biasanya perlakuanlah yang menjadi perhatian utama . KTG σ2 σ2 1) Total JKT rt-1 Statistik uji yang digunakan untuk pengujian di atas adalah: dengan kaidah keputusan pada taraf nyata α sebagai berikut : Apabila terima H0 dan sebaliknya tolak H0. Analisis Ragam Rancangan Acak Kelompok Lengkap Dengan Pengaruh Kelompok Tetap Sumber Jumlah Deraja Kuadra E(KT) Keragama Kuadr t t n (SK) at (JK) Bebas Tengah (db) (KT) Perlakuan tetap Perlakuan acak Kelompok JKK r-1 KTK Perlakuan JKP t-1 KTP Galat JKG (r-1)(t. Hipotesis untuk menguji pengaruh kelompok :  H0 : Semua βj = 0 . pengelompokan dilakukan sebagai alat untuk mereduksi keragaman galat percobaan. Adakalanya kita ingin menguji pengaruh kelompok. Tabel 2.

Contoh Penerapan 1 Dari hasil penelitian mengenai pengaruh pencucian dan pembuangan kelebihan kelembapan dengan cara melap atau menyemprotkan udara terhadap kandungan asam askorbat pada tanaman turnip green diperoleh data dalam miligram per 100 gr bobot kering sebagai berikut : Tabel 3.  H1 : Tidak semua βj = 0 Statistik uji untuk pengujian pengaruh kelompok tersebut adalah dengan keputusan tolak H0apabila dan sebaliknya. Galat Baku Galat baku (Standar error) untuk perbedaan di antara rata-rata perlakuan dihitung dengan formula berikut: Efisiensi Pengelompokan Dibandingkan Rancangan Acak Lengkap Efisiensi relatif pengelompokan dibandingkan rancanngan acak lengkap dinyatakan sebagai berikut : dengan E menunjukkan seberapa lebih besar ulangan diperlukan pada rancangan acak lengkap dibandingkan dengan dengan rancangan kelompok untuk memperoleh sensitifitas rancangan acak lengkap sama dengan ranacangan acak kelompok. Sa2 menyatakan penduga ragam galat percobaan untuk rancangan acak kelompok dan KTG menyatakan penduga ragam galat untuk rancangan acak kelompok. Data Turnip Green (mg/100gr Bobot Kering) Perlakuan Kelompok Total Perlakuan . Sedangkan db1 menyatakan derajat bebas galat percobaan untuk rancangan acak lengkap dan db2 menyatakan derajat bebas galat percobaan untuk rancangan kelompok .

8) = 4. (Yi.006 8 Perlakuan 2 10873 5436 0.05.05 F0.01.4.01 Keragaman Bebas Kuadrat Tengah (SK) (db) (JK) KT) Kelompok 4 25148 6287 0..649 9 Galat 8 67194 8399 Total 14 103216 F(0.65 4.05.006 F(0. = 14248 Langkah-langkah perhitungan Analisis Ragam: Langkah 1: Hitung Faktor Koreksi Langkah 2: Hitung Jumlah Kuadrat Total Langkah 3: Hitung Jumlah Kuadrat Kelompok Langkah 4: Hitung Jumlah Kuadrat Perlakuan Langkah 5: Hitung Jumlah Kuadrat Galat Langkah 6: Buat Tabel Analisis Ragam beserta Nilai F-tabelnya Tabel Analisis Ragam Data Turnip Green Sumber Derajat Jumlah Kuadrat Fhitung F0.2.75 3.83 7.) 1 2 3 4 5 kontrol 950 887 897 850 975 4559 Dicuci dan dilap 857 1189 918 968 909 4841 Dicuci dan disemprot dengan 917 1072 975 930 954 4848 udara Total kelompok (Y.459 .45 8.4.838 F(0.8) = 7.j) 2724 3148 2790 2748 2838 Y.8) = 3.

65) ≤ 4. Keterangan: Biasanya. apabila nilai F-hitung lebih besar dari F(0. artinya tidak ada perbedaan pengaruh perlakuan terhadap respon yang diamati.459 maka kita gagal untuk menolak H0: μ1 = μ2 = μ3 pada taraf kepercayaan 95%. maka tidak perlu dilakukan pengujian lanjut karena rata-rata diantara perlakuan tidak berbeda.2. tanda bintang satu (*) diberikan.F(0. pengaruh perlakuan tidak nyata.01) Langkah 8: Hitung Koefisien Keragaman (KK) Post-Hoc Karena berdasarkan analisis ragam. tanda tidak nyata (tn) diberikan.05). semua rata-rata perlakuan tidak berbeda dengan yang lainnya. .05) dan tanda bintang dua (**) diberikan apabila nilai F- hitung lebih besar dari F(0. apabila nilai F-hitung lebih kecil dari F(0.649 Langkah 7: Buat Kesimpulan Karena Fhitung (0. Hal ini berarti bahwa pada taraf kepercayaan 95%.01. Atau dengan kata lain dapat diambil keputusan terima Ho.8) = 8.

blogspot.id/2015/11/rancangan-acak- lengkap-ral-dan.html diakses pada 10 Mei 2017. 2015. . Rancangan Acak Lengkap dan Rancangan Acak Kelompok. Tersedia [online] http://materi-kuliah-13.com/2009/10/22/rancangan-acak-kelompok-lengkap- rakl/ Freida. DAFTAR PUSTAKA https://smartstat.co.wordpress.