4.

1 DEFENISI KEPUTIHAN
Keputihan merupakan sekresi vaginal abnormal pada wanita. Keputihan yang

disebabkan infeksi biasanya disertai dengan rasa gatal di dalam vagina dan di sekitar

bibir vagina bagian luar. Jika di biarkan dan tidak ditangani sedini mungkin infeksi ini

dapat menjalar dan menimbulkan peradangan ke saluran kencing, sehingga menimbulkan

rasa pedih saat si penderita buang air kecil (Nenk,2009).
Keputihan dapat dibedakan dalam dua jenis, yaitu keputihan yang normal dan

keputihan yang abnormal. Keputihan normal dapat terjadi pada masa menjelang dan

sesudah menstruasi, pada sekitar fase sekresi antara hari ke 10-16 menstruasi dan juga

melalui rangsangan seksual. sedangkan keputihan abnormal dapat terjadi pada semua

infeksi alat kelamin (infeksi bibir kemaluan, liang senggama, mulut rahim, dan jaringan

penyangga juga penyakit karena hubungan kelamin) (Manuaba,2009).

4.2. GEJALA DAN TANDA KEPUTIHAN
Pada keputihan normal gejala dan tandanya sebagian besar berkaitan dengan

siklus menstruasi. Biasanya berupa cairan lengket berwarna putih kekuningan atau putih

kelabu dari saluran vagina. Cairan ini dapat encer ataupun kental dan biasanya pada

keputihan yang normal tidak disertai gatal serta akan menghilang dengan sendirinya.

Sedangkan pada keputihan abnormal gejala dan tandanya biasanya bisa bervariasi

dalam warna, berbau dan disertai keluhan seperti gatal, nyeri atau rasa terbakar disekitar

vagina. Infeksi ini dapat menjalar dan menimbulkan peradangan pada saluran kencing

(Sallika,2010).

2009). Keputihan juga dapat dialami oleh wanita yang terlalu lelah atau yang daya tahan tubuhnya lemah. nyeri bila ditekan atau perih saat buang air kecil (Nenk. walaupun ada yang berasal dari vagina yang terinfeksi atau alat kelamin luar (Nenk. berbuih seperti sabun. Sel-sel yang terinfeksi yidak terlalu parah gugur ke dalam vagina sehingga menyebabkan keputihan. Trichomonas menginfeksi sekitar 1 dalam 10 wanita. bau.3. Candida tumbuh lebih cepat jika lingkungan mengandung glukosa dan lebih umum terjadi dalam kehamilan atau pada wanita penderita diabetes. Sebagian besar cairan tersebut berasal dari leher rahim. Namun tidak tertutup kemungkinan dapat terjadi pada wanita lain (Llewellyn.2009). Pada beberapa wanita. Pada kebanyakan pria hidupnya dalam saluran kencing di penis. vulva kemerahan. Ø Trichomoniasis Cairannya banyak. gatal. Pada kebanyakan wanita jamur ini hidup dalam saluran vagina yang seperti beledu dan tidak mennimbbulkan gejala. 4. PENYEBAB KEPUTIHAN Gangguan yang dapat menimbulkan masalah yaitu: Ø Candidosis adalah penyebab paling umum pada gatal-gatal pada vagina.2005). Jamur menyerang sel pada saluran vagina dan sel-sel kulit vulva. Infeksi vagina terjadi ketika organisme hidup sangat kecil (disebut trichomonad) masuk ke dalam vagina. kental. biasanya setelah hubungan kelamin dengan pria yang terinfeksi. Organism ini seukuran dengan sel darah putih dan mempunyai “bulu getar” serta sebuah ekoryang sangat kuat. Tetapi pada beberapa wanita karena sejumlahalasan yang tidak . Candida masuk ke vagina dari infeksi jamur pada jalur khusus tetapi mungkin menyebar oleh hubungan seks kelamin. jamur masuk ke lapisan sel yang lebih dalam dan beristirahat di sana sampai diaktifkan kembali karena satu alasan.

cairan berbau tanpa disertai rasa gatal. Ø Jaga daerah keperempuanan tetap kering Ø Hindari betukar celana dalam dengan teman atau saudara Ø Potonglah secara berkala bulu disekitar kemaluan (Sallika. diketahui. PENCEGAHAN DAN PENANGANANNYA Keputihan dapat dicegah dengan: Ø Selalu cuci daerah keperempuanan dengan air bersih setelah buang air. Ø Virus HPV (Human Papiloma Virus) dan Herpes Simpleks Sering ditandai dengan kondiloma akumminato atau tumbuh seperti jengger ayam. 4.2009).(Llewellyn. Ø Dalam kasus keputihan. Ø Bacterial Vaginosis Infeksi oleh Gardnerella yang berinteraksi dengan baksil anaerobic yang biasanya terdapat di vagina.2005). . mempunyai bau amis yang tajam. Biasanya keputihan dapat terjadi pada: Ø Wanita usia subur Ø Wanita yang sedang hamil Ø Wanita dengan berat badan yang berlebih Ø Wanita yang terkena penyakitkencing manis Ø Wanita yang mengidap penyakit kelainan kelamin Ø Para pengguna obat KB dan obat-obatan tertentu Ø Sering berbusana dengan busana sangat ketat Ø Sering memakai atau menggunakan obat pembilas vagina (kimia) (Nenk. pencegahan bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti menggunakan alat pelindung (kondom).2009). dan berwarna abu-abu kotor.2005). pemakaian obat atau cara profilaksis (pemakaian obat antibiotika disertai dengan pengobatan terhadap jasad renik penyebab penyakit). jangan hanya menyekanya dengan tisu. ini menyebabkan gatal-gatal di vagina dan vulva yang cukup parah (Llewellyn. dan melakukan pemeriksaan dini (Nenk.2010). Keputihan itu encer.4. Ini disebut “amine vaginosis” karena amine diproduksi dan menghasilkan bau amis.

obat pemusnah atau pemungkas. Dettol. tapi tidak membunuh kuman penyebabnya.flukonazole. lebih baik mencegah ketimbang mengobati (Nenk. thiamfenikol.2009). yaitu sebagai penawar saja. . Ø Beberapa cara dapat dilakukan. penisilin. Selain itu dapat dilakukan penyinaran dengan radioaktif atau penyuntikan sitostatika. yang sekadar membersihkan cairan keputihan dari liang senggama. Sedangkan obat pemusnah misalnya vaksinasi. seperti melakukan pemeriksaan kolposkopi yang berupa alat optik untuk memperbesar gambaran leher rahim. Intima.Karena itu. atau melakukan pembedahan.metronidazole. tetrasiklin.nystatin dsb. bibir kemaluan. eritromisin. Ø Merencanakan pengobatan setelah melihat kelainan yang ditemukan. Penanganan yang dapat dilakukan adalah: Ø Melakukan pemeriksaan dengan alat tertentu untuk mendapatkan gambaran alat kelamin yang lebih baik. dan melakukan penghancuran lokal pada kutil leher rahim. liang senggama dan bibir kemaluan. liang senggama. doksisiklin. Ø Obat-obat penawar misalnya Betadine vaginal kit.