Mooring Dolphin

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Dalam dunia transportasi perairan, pelabuhan memegang peranan
yang sangat penting sebagai tempat menaikkan dan menurunkan muatan dan
penumpang. Selain sebagai sarana transportasi, pelabuhan bermanfaat
sebagai sarana dalam menunjang ekonomi dan pariwisata. Menurut
departemen perhubungan definisi pelabuhan adalah tempat yang terdiri dari
daratan dan perairan disekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai tempat
kapal bersandar, berlabuh naik turun penumpang dan atau bongkar muat
barang yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan
penunjang pelabuhan serta sebagia tempat perpindahan intra dan antar moda
transportasi.
Maka dari itu, desain pelabuhan yang dilakukan harus menunjang
fungsi tersebut. Dimana harus memenuhi aspek keamanan, kecepatn, mudah,
tersedian, teratur dan bagi penumpang harus memberikan rasa kenyamanan.
Dalam desain suatu pelabuhan terdapat istilah mooring Dolphin dan
berthing Dolphin. Mooring Dolphin erupakan konstruksi untuk penambatan
kapal sehingga desainnya lebih ditunjukan untuk menahan gaya tarik kapal.
Sedangkan berthing Dolphin adalah sebagai tempat kapal merapat. Sehingga
gaya utama yang bekerja merupakan gaya tumbuk kapal.
Kemampuan kelayakan desain baik mooring maupun berthing
Dolphin dalam suatu kostruksi pelabuhan dipengaruhi oleh daya dukung
pondasinya. Umumnya pada banunan sipil selalu dihadapkan pada maslaah
pondasi dan stabilitas yang erat kaitannya dengan masalah karakteristik,
klasifikasi dan daya dukung tanah. Karakteristik dan struktur tanah sebagai
pendukung bangunan secara keseluruhan banyak ditentukan atas kekuatan
tanah tersebut dan diukur sebagai tekanan tanah yang diijinkan.

DEASY MAULIDYA SETIAWAN (1401800) 1

Mooring Dolphin

1.2. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan pelabuhan? Apa saja fungsi, jenis, fasilitas
dan bagaimana proses pembangunan pelabuhan?
2. Apa pengertian konstruksi dolphin?
3. Apa pengertian mooring dolphin?
4. Gaya-gaya apa saja yang bekerja pada konstruksi tersebut?

1.3. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui pengertian, fungsi, jenis, fasilitas dan proses pembangunan
dari pelabuhan.
2. Untuk mengetahui konstruksi dolphin.
3. Untuk mengetahui pengertian mooring dolphin.
4. Untuk mengetahui gaya-gaya apa saja yang bekerja pada konstruksi
tersebut.

1.4. Sistematika Penulisan
BAB I PENDAHULUAN
Berisi tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan penulisan dan
sistematika penulisan pada makalah Mooring Dolphin.
BAB II LANDASAN TEORI
Berisi tentang pengetian tentang pengertian, fungsi, jenis, fasilitas, proses
pembangunan dari pelabuhan, konstruksi dolphin, dan mooring dolphin serta
gaya-gaya yang terdapat pada konstruksi tersebut.
BAB III KESIMPULAN
Berisi tentang kesimpulan yang diambil dari landasan teori yang telah di
paparkan.

DEASY MAULIDYA SETIAWAN (1401800) 2

Mooring Dolphin

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1. Pelabuhan
Dalam Bahasa Indonesia dikenal 2 istilah yang berhubungan dengan arti
pelabuhan yaitu Bandar dan Pelabuhan. Bandar (harbor) adalah daerah
pelabuhan yang terlindung terhadap gelombang dan angin untuk
berlabuhnya kapal-kapal. Sementara pelabuhan adalah daerah perairan yang
terlindung terhadap gelombang/arus, sehingga kapal dapat berputar (Turning
basin), bersandar/membuang sauh sehinnga bongkar muat atas barang dan
perpindahan penumpang dapat dilaksanakan, guna mendukung fungsi-fungsi
tersebut di bangun dermaga, jalan, gudang, fasilitas penerangan,
telekomunikasi dan sebagainya sehingga fungsi pemindahan muatan dari/ke
kapal yang bersandar di pelabuhan menuju tujuan selanjutnya dapat
dilakukan. Beberapa hal yang melatarbelakangi pembangunan suatu
pelabuhan, diantaranya :
1) Untuk membuka daerah yang terisolir.
2) Untuk mempelancar hubungan anatar pulau, pantai dan internasional.
3) Untuk keperluan penyebaran hasil industri, perikanan, pertanian,
pertambangan dll.
4) Untuk keperluan meliter dan keperluan keamanan.
5) Sebagai sarana perdagangan dan keperluan perekonomian.

DEASY MAULIDYA SETIAWAN (1401800) 3

Mooring Dolphin Gambar 1. 6. Pelabuhan berada disuatu lakosi yang mempunyai daerah belakang(daerah pengaruh) subur dengan populasi penduduk yang cukup padat. 5. Kapal-kapal yang mencapai pelabuhan herus mampu membuang sauh selama menunggu merapat ke dermaga. 4. Pelabuhan Untuk memberi pelayanan yang baik maka pelabuhan harus memenuhi beberapa persyaratan. Pelabuhan harus mempunyai fasilitas untuk meresparasi kapal-kapal. 3. 2. Harus ada hubungan yang mudah antar tranportasi air dan darat sepeti jalan raya dan kereta api agar barang barang dapat diangkut dari dan ke pelabuhan dengan mudah dan cepat. diantaranya sebagai berikut : 1. DEASY MAULIDYA SETIAWAN (1401800) 4 . Pelabuhan harus mampunyai fasilitas bongkar muat barang(kran. Pelabuhan harus mempunyai kedalaman air dan lebar alur yang cukup. dsb) dan gudang-gudang penyimpanan barang.

1. Jenis Pelabuhan Terdapat berbagai macam jenis pelabuhan. 2. Ditinjau dari segi penggunaan. 4) Industrial Entity (Industrial Estate) Untuk pengembangan industri dalam daerah pelabuhan yang berorientasi ekspor. Sudut tinjau tersebut antara lain: segi penyelenggaraan. serta letak geografis. segi penggunaan. Mooring Dolphin 2.2. Fungsi Pelabuhan Adapun fungsi dari pelabuhan yaitu : 1) Link (Mata Rantai) Merupakan bagian atau salah satu segmen dari seluruh rangkaian sistem tranportasi. pelabuhan dapat diklasifikasikan menjadi 7 macam. 2) Interface (Titik Temu) Mempertemukan moda transportasi darat dengan moda transportasi laut 3) Gateway (Gerbang) Sebagai pintu utama melalui dimana arus keluar masuknya barang perdagangan dari dan ke daerah belakang (hinterland) pelabuhan. tergantung dari sudut mana meninjaunya. segi pengusahaan.1. segi fungsinya dalam perdagangan nasional dan internasional. yaitu : 1) Pelabuhan barang 2) Pelabuhan ikan 3) Pelabuhan minyak 4) Pelabuhan container/peti kemas 5) Pelabuhan passenger/penumpang 6) Pelabuhan campuran 7) Pelabuhan pangkalan meliter DEASY MAULIDYA SETIAWAN (1401800) 5 .1.

5 B + 30m. Alur pelayaran. Mooring Dolphin 2. Fasilitas Pelabuhan Fasilitas bangunan pelabuhan adalah suluruh bangunan / konstruksi yang berada dalam daerah kerja suatu pelabuhan baik itu di darat maupun di laut yang merupakan saran pendukung guna memperlancar jalannya kegiatan yang ada dalam pelabuhan. Talud ini dapat di bagi menjadi 3 jenis yaitu (a) penahan gelombang batu alam (rubble mounds breakwater). Kolam Pelabuhan. Alur ayaran ini dibagi menjadi 2(dua) bagian yaitu (pertama) artificial channel adalah alur yang sengaja dibuat sebagai jalan masuk kapal ke dermaga dengan mengadakan pengerukan dan (kedua) natural channel yaitu alur pelayaran yang telah terbentuk sedemikian rupa oleh alam. Kolam Pelabuhan Minimal harus memiliki ukuran Panjang (L)= B + 1.1. dan Lebar (W) = 1. Fasilitas di Laut: 1.5 B (dimana B = Lebar kapal) dan turning basin = 4 L tanpa tug boat dan 1. 4. Sarana Tambatan Bagi Kapal Bersandar Untuk Bongkar/Muat Barang Atau Embarkasi/Debarkasi Penumpang DEASY MAULIDYA SETIAWAN (1401800) 6 .3. (b) penahan gelombang batu buatan (artificial breakwater) (c) penahan gelombang dinding tegak. Breakwater/talud. yaitu dengan memperkecil tinggi gelombang sehingga kapal dapat berlabuh dan bertambat dengan tenang serta dapat melakukan bongkar muat dengan lancer. Dermaga. Salah satu bangunan pelabuhan yang berfungsi untuk melindungi daerah pelabuhan dari gelombang dan sedimentasi. Yaitu daerah yang dilalui kapal sebelum masuk ke dalam wilayah pelabuhan. A.7 L sampai dengan 2 L dengan tug boat 3. 2.4 B + 1. daerah disekitar dermaga yang digunakan kapal untuk melakukan aktivitasnya.

Mooring buoy Secara definisi merupakan suatu fasilitas untuk mengikat kapal saat berlabuh agar tidak terjadi pergeseran yang disebabkan gelombang. 6. Mooring Dolphin B. Kantor. lintasan ini menghubungkan antara satu tempat dengan tempat yang lain. Fasilitas di Darat: 1. emplaseme. suatu lintasan yang dapat dilalui oleh kendaraan maupun pejalan kaki. Lapangan penumpukan 3. Bak air. jangkar dan rantai antara jangkar dan pelampung. 4. Jalan. arus dan angin. beton pemberat. DEASY MAULIDYA SETIAWAN (1401800) 7 . terminal penumpang 5. Komponen utamanya adalah pelampung penambat. tempat yang digunakan untuk menyimpan barang- barang yang berasal dari kapal atau yang akan dimuat ke kapal. Gudang. Fungsi jalan adalah untuk melancarkan kegiatan bongkar muat di pelabuhan 2.

Mooring Dolphin Gambar 2. Fasilitas pelabuhan 2.1. hampir seluruh wilayah pesisir di Indonesia mulai membangun pelabuhan.4. Proses Pembangunan Pelabuhan Pembangunan pelabuhan dewasa ini sudah semakin berkembang. Dengan dibangunnya sebuah pelabuhan akan memiliki dampak positif bagi daerah tersebut karena tentu akan menambah aktivitas ekonomi disana. DEASY MAULIDYA SETIAWAN (1401800) 8 . Dalam membangun sebuah pelabuhan ada beberapa langkah yang perlu dilakukan sehingga pelabuhan tersebut dapat dibangun. baik itu pelabuhan perintis ataupun pengembangan pelabuhan yang telah ada karena tidak mencukupi lagi kapasitasnya. Proses membangun pelabuhan secara umum yang pada prinsipnya didasarkan pada PP No 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan.

Aspek operasional adalah apakah secara teknis dan operasional. menjelaskan apakah pembangunan ini sejalan dengan kebijakan dari pemerintah pusat. pelabuhan tersebut dapat dibangun. dan operasional. Aspek yang ditinjau meliputi aspek ekonomi. Dapat juga disebut FS. kebijakan. finansial. untuk membangun pelabuhan perlu dilakukan Studi Kelayakan (Feasibility Study). Pelabuhan Pertama. Aspek ekonomi dibahas bagaimana akan menimbulkan manfaat bagi daerah yang akan dibangun pelabuhannya. dijelaskan mengenai kelayakan dari dibangunnya sebuah pelabuhan. sesuai dengan tata ruang wilayah nasional dan daerah. Kesimpulan dari FS tersebut adalah apakah pelabuhan layak untuk dibangun atau tidak. DEASY MAULIDYA SETIAWAN (1401800) 9 . Sedangkan aspek finansial memaparkan bagaimana investor akan mendapatkan kembali manfaat dari hasil investasinya. Dalam dokumen FS ini. Lalu aspek kebijakan. Mooring Dolphin Gambar 3. Dari aspek teknis ini pun akan mengeluarkan gambaran layout dari pelabuhan itu dan diperuntukkan untuk kapal seberapa besar.

20 tahun mendatang. dijelaskan mengenai UKL-UPL/AMDAL dari pembangunan pelabuhan ini. Di dalam masterplan inilah rencana pengembangan dan peruntukkan wilayah kerja pelabuhan disekitarnya akan seperti apa dalam 5. Dimensi Pelabuhan Kedua. 10. maka perlu dibuat juga rencana induk pelabuhan atau biasa disebut masterplan. Mooring Dolphin Gambar 4. Sehingga dalam masterplan ini akan terlihat rencana pengembangannya dan bagaimana tata guna tanahnya sehingga tidak mengganggu daerah- daerah lainnya. Oleh karena itu diperlukan juga DLKR (Daerah Lingkungan Kerja) dan DLKR (Daerah Lingkugnan Kepentingan) dari pelabuhan tersebut. Begitu juga dalam dokumen ini. DEASY MAULIDYA SETIAWAN (1401800) 10 . Jika dokumen FS selesai.

atau sebagai penahan benturan untuk melindungi dermaga atau untuk menehan kapal-kapal yang lebih besar agar tidak membebani dermaga dan struktur-struktur yang tidak dirancang untuk menahan beban benturan kapal. dan Design (SID). desain secara teknis dibuat. Dalam dokumen ini. Dolphin lentur ini digunakan untuk menambatkan kapal-kapal kecil yang tidak lebih dari 5. Mooring Dolphin Bersamaan dengan rencana induk pelabuhan.2. serta RAB-nya. mulai dari survey geotekniknya. maka dokumen desain pelabuhannya pun bisa dibuat atau biasa disebut Survey. Selanjutnya desain strukturnya pun dilakukan sehingga dokumen akhir dari SID ini adalah laporan final yang terdiri dari Laporan Survey. dilakukan ketika akan menyusun FS. Dolphin Lentur Dolphin lentur terdiri dari suatau kelompok tiang dari kayu. Album gambar. Spesifikasi teknis. Konstruksi Dolphin Menurut konstruksinya dolphin dapat dibedakan menjadi dolphin lentur dan dolphin kaku. Investigation. 2. Laporan Detail Engineering Design (Perhitungan teknis). DEASY MAULIDYA SETIAWAN (1401800) 11 . Survey geotek dilakukan ketika layout pelabuhan tersebut sudah fix.000 DWT. A. besi atau beton yang diikat denagn kabel baja. Untuk survey topografi dan batimetri.

Dolphin kaku dapat terbuat dari tiang-tiang pancang kayu.000 DWT. beton atau sel turap. Dolphin Kaku Untuk kapal-kapal besar (9. Konstruksi Dolphin Lentur B. Apabila kapal yang ditambatkan lebih besar lagi maka digunakan tambatan kapal yang dibuat dari plat beton tebal yang didukung oleh tiang-tiang baja yang dipancang secara vertikal dan miring.000 DWT) maka digunakan dolphin kaku dengan platform digunakan untuk mengikat dan menahan kapal. DEASY MAULIDYA SETIAWAN (1401800) 12 . Biasanya tambahan ini dilengkapi dengan fender. Tiang-tiang pancang dapat terbuat dari pipa atau besi profil.000-17. Untuk tambatan jenis ini dapat digunakan untuk menambatkan kapal berukuran sampai 70. Mooring Dolphin Gambar 5.

Mooring Dolphin Dolphin kaku dari kayu Dolphin kaku dari beton Dolphin kaku dari sel turap baja Gambar 6. Bolder pengikat Kapal yang berlabuh ditambatkan ke dermaga dengan mengikatkan tali-tali penambat ke bagian haluan. Menurut macam konstruksinya alat penambat dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu : 1. Konstruksi Dolphin Kaku Alat Penambat Alat penambat adalah suatu konstruksi yang digunakan untuk keperluan mengikat kapal pada waktu berlabu agar tidak terjadi pergeseran atau gerak kapal yang disebabkan oleh gelombang. buritan dan badan kapal. Tali-tali penambat diikatkan pada alat penambat yang dikenal dengan bitt yang dipasang disepanjang sisi dermaga. DEASY MAULIDYA SETIAWAN (1401800) 13 . sedangkan bollart selain untuk mengikat pada kondisi normal dan pada kondisi badai. Alat penambat ini bisa diletakkan di darat (dermaga) dan di dalam air. Bitt dengan ukuran yang lebih besar disebut dengan bollart (corner mooring post) yang diletakkan pada kedua ujung dermaga. juga dapat digunakan untuk mengarahkan kapal merapat ke dermaga atau untuk membelok/memutar terhadap ujung dermaga atau dolphin. arus dan angin serta untuk menolong berputarnya kapal. Bitt digunakan untuk mengikat kapal pada kondisi normal.

diperbaiki atau lainnya. Dolphin dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu dolphin penahan (breasting dolphin) dan dolphin penambat (mooring dolphin). gelombang. DEASY MAULIDYA SETIAWAN (1401800) 14 . Pelampung penambat (mooring buoy) Pelampung penambat berada di kolam pelabuhan atau ditengah laut. Pelampung penambat juga dipakai sebagai pembantu pengereman kapal. Selain berfungsi pengikat kapal. maka kapal yang berlabuh dengan menggunakan jangkarnya sendiri dapat mengganggu kapal-kapal yang lain karena dapat berputar 3600 untuk mengurangi gerakan berputar ini perlu diadakan beberapa pelampung penambat. Dengan cara tersebut memungkinkan mengganti baut yang rusak. Pelampung penambat terdiri dari beberapa komponen yaitu pelampung penambat. keadaan dasar laut dan pertimbangan ekonomi. Alat pengikat ini biasanya terbuat dari cor berbentuk silinder yang pada ujung atasnya dibuat tertutup dan lebih besar sehingga dapat menghalangi keluarnya tali kapal yang diikatkan. Kapalkapal yang akan bongkar muat tidak selalu dapat langsung merapat pada dermaga karena dermaga sedang dipakai. 3. Dengan demikian kapal harus menunggu di luar dermaga dan berhenti. Mooring Dolphin Alat penambat ini ditanam di dalam beton. Tetapi di luar lindungan pemecah gelombang tidak selalu tenang. beton pemberat. pelampung penambat ini dapat dipakai sebagai penolong untuk berputar ditempat-tempat yang agak sempit seperti diantara pier. jangkar dan rantai antar jangkar dan pelampung. 2. Bila kapal berada di luar lindungan pemecah gelombang. sehingga dianjurkan untuk berlabuh di dalam lindungan pemecah gelombang. Supaya tidak mengganggu kelancaran kegiatan di dermaga (bongkar muat barang) maka tinggi bolder dibuat tidak lebih dari 50 cm diatas lantai dermaga. Dolphin Dolphin digunakan untuk menambatkan kapal tangker berukuran besar yang biasanya digunakan bersama-sama dengan pier dan wharf untuk memperpendek panjang bangunan tersebut. Sedangkan jumlah pelampung penambat tergantung pada ukuran kapal. arus. angin. kapal dapat berlabuh dengan cara membuang jangkarnya sendiri. Mengingat luas daerah lindungan pemecah gelombang adalah terbatas.

karena direncanakan untuk menahan benturan kapal ketika berlabu dan menahan tarikan kapal karena pengaruh tiupan angin. dorongan arus yang mengenai badan kapal pada waktu ditambatkan. Pelampung penambat diletakkan di belakang dermaga dan membentuk sudut sekitar 45 0 terhadap haluan dan buritan kapal. DEASY MAULIDYA SETIAWAN (1401800) 15 . dan bolder untuk menempatkan tali kapal. arus dan gelombang. Dolphin penahan (breasting dolphin) mempunyai ukuran yang lebih besar.3. Pelampung penambat juga dilengkapi dengan bolder dan gaya tarik maksimal dari satu tali pengikat tidak lebih dari 50 ton. Dolphin 2. tetapi hanya sebagai penambat. Alat penambat ini direncanakan untuk bisa menahan gaya horizontal yang ditimbulkan oleh benturan kapal. Mooring Dolphin Gambar 7. Alat penambat ini dilengkapai dengan fender untuk menehan benturan kapal. Gaya-gaya tersebut dapat dihitung dengan cara yang sama seperti dalam perencanaan dermaga. Dolphin penambat (mooring dolphin) tidak digunakan untuk menahan benturan. tiupan angin. Mooring Dolphin Dolphin adalah konstruksi yang digunakan untuk menambat kapal tanker berukuran besar yang biasanya digunakan besama – sama dengan pier dan wharf untuk memperpendek panjang bangunan tersebut. guna menggerakkan kapal sepanjang dermaga dan menahan tarikan kapal. Dolphin dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu dolphin penahan (breasting dolphin) dan dolphin penambat (mooring dolphin).

sudut yang terbentuk saat menambat tali pada boulder tidak boleh lebih dari 100.1. Jarak Mooring Dolphin DEASY MAULIDYA SETIAWAN (1401800) 16 . Mooring Dolphin dan Breasting Dolphin 2. Struktur Mooring Dolphin ditempatkan dengan jarak tertentu di belakang berthing line. Pengaturan Dolphin Pengaturan Mooring dan Breasting Dolphin yaitu penambatan kapal pada Mooring Dolphin dalam harus tegak lurus dengan sisi kapal.3. Pada Mooring Dolphin bagian tengah dan luar seharusnya membentuk sudut < 150o terhadap garis tegak lurus bidang kapal. Untuk seluruh Mooring Dolphin sebaiknya digunakan pengait yang mudah dilepaskan. Mooring Dolphin Gambar 8.

Gambar 9. Jika arah arus perairan lemah. Mooring Dolphin sebesar 35-50 m dari Breasting Dolphin. Tata letak Dolphin DEASY MAULIDYA SETIAWAN (1401800) 17 . letak tambatannya dibuat parallel dengan arah angin. Catwalk mengubungkan antara struktur Mooring Dolphin dan struktur utama jetty. Letak Mooring Dolphin biasanya dengan mensejajarkan sumbu tali dengan arah arus.

Ada dua jenis Dermaga Sistem Dolphin. Gambar 11. b. Oleh karena itu dibuat jembatan penghubung antara platform dengan terminal di darat. Sistem Dolphin Dermaga Sistem Dolphin membutuhkan jetty untuk menghubungkan dermaga dengan darat. Mooring Dolphin Gambar 10. Struktur Dermaga Sistem Dolphin dikatagorikan sebagai light structure (struktur ringan) karena Struktur Dermaga Sistem Dolphin direncanakan hanya untuk menerima beban-beban ringan seperti pipa-pipa penyalur minyak dan gas sertaconveyors. Jenis Dermaga Sistem Dolphin Ciri-ciri Dermaga Sistem Dolphin adalah: a. Berdasarkan fumngsinya. Struktur Dermaga Sistem Dolhpin biasanya digunakan untuk:  Dermaga ferry untuk kapal jenis Ro-Ro  Dermaga untuk bulk untuk loading batu bara serta loading- unloadingminyak. Struktur Dolphin 2.2.3. yaitu L-jetty dan fingerpier. Kolam pelabuhan jauh dari garis pantai. struktur dermaga dibagi menjadi dua bagian: DEASY MAULIDYA SETIAWAN (1401800) 18 .

Approach bridge terdiri dari jalan darat dengan lebar 2.3-0. DEASY MAULIDYA SETIAWAN (1401800) 19 .  Berthing dolphins dan mooring dolphins. digunakan untuk bersandar dan mengontrol kapal yang berlabuh. jaringan pipa. c. jetty crane. Working platform (jetty head) tidak dirancang digunakan untuk menahan gaya horizontal yang ditimbulkan kapala saat bersandar dan berlabuh seperti yang diterima oleh berthing (breasting) dolphins dan mooring dolphins. area perbaikan. dan memperkuat spring lines dari kapal. Biasanya jetty headberukuran 20 x 30 m. dan fasilitas lainnya. digunakan untuk menempatkan peralatan bongkar muat (unloading arms dan vapour return line arm). katup-katup pipa. saluran perbaikan. Mooring dolphins berfungsi untuk memperkuat mooring lines (breastdan stearn line) yang melintang.5-3. spasi antara breasting dolphin bagian terluar (exterior) berjarak 0.5 m. yaitu: 1. f. lampu penerangan. jalan. Jetty head merupakan platform yang terdiri dari loading/unloading arm. menahan kapal selama angin pesisr bertiup. Panjang dermaga ditentukan oleh LOA kapal yang akan dilayani. bangunan perbaikan. Mooring Dolphin  Working platform (jetty head). Jika menggunakan 4 breasting dolphin. dan lainnya. Panjang approach bridge ini bervariasi dan tergantung kondisi sekitar sehingga bisa memcapai beberapa kilometer. menara kebakaran. e.3-0. Untuk breasting dolphin bagian dalam (interior) berjarak 0. seperti disebutkan dalam panduan British Standard Code of Practise for Design of Fendering and Mooring System. dan lain-lain.4 LOA dari kapal terbesar. d. Berthing atau breasting dolphin berfungsi untuk menahan energi kinetik saat kapal bersandar.4 LOA dari kapal terkecil.

Mooring dolphindiletakkan dibelakang berthing line atau garis sandar kapal. Spasi antara mooring dolphin dalam (interior) berjarak 0. Jika menggunakan bow dan stern line. Dimensi Struktur Dermaga Sistem Dolphin DEASY MAULIDYA SETIAWAN (1401800) 20 . Breasting dolphin (berthing dolphin) diletakkan berhadapan langsung atau menempel dengan badan kapal pada saat kapal bersandar. Gambar 12. spasi antara breasting dolphin berjarak 0.35 LOA dari kapal terbesar. spasi antara mooring dolphinterluar (exterior) berjarak 1. Mooring Dolphin 2. 3.5-49. Jika menggunakan 2 breasting dolphin. dengan jarak 34.3 LOA dari kapal terbesar. 5. Jarak aman ujung-ujung dermaga adalah 10 m.8 LOA dari kapal terbesar. 4.5 m supaya mooring line tidak terlalu kendor.

2. karena pada system ini tidak memungkinkan bagi kapal untukbergerak/berputar guna mencapai posisi dimana efek-efek lingkungan semisalangin. mooring system yang digunakan untuk FSO/FPSO (Floating Production Storage andOffloading) adalah Spread Mooring. Turret Mooring Sistem ini kapal dihubungkan dengan turret. Mooring System 1. Secara umum. Mooring Dolphin Fungsi mooring system pada prinsipnya adalah untuk mengamankan danmempertahankan posisi kapal agar tetap pada tempatnya. dan BuoyMooring. yangmana akan mengakibatkan bertambahnya jumlah mooring lines dan atau linetension-nya. Gambar 13. DEASY MAULIDYA SETIAWAN (1401800) 21 . yang mana dengan adanya bearingmemungkinkan kapal untuk dapat berputar.sistem spread mooring akanmengakibatkan beban lingkungan terhadap kapal menjadi semakin besar. Tower Mooring. arus dan gelombang relative kecil. Spread Mooring Spread mooring adalah cara yang paling sederhana sebagai sarana tambat FSO/FPSO. Turret Mooring.

pada system ini riser dan umbilical yang diakomodasi dapat lebih banyak lagi. dengan menggunakan jumper hoses dari tower kekapal. Biaya pembuatannya lebih murah dibandingkan dengan internalturret dan modifikasi yang dilakukan di kapal tidak terlalu banyak. Tower Mooring Pada system ini FSO/FPSO dihubungkan ke tower dengan suatu permanentwishbone atau permanen/temporary hawser.000 feet. Tujuan utamanya adalah untuk transfer fluida dari daratan ataufasilitas offshore lainnya ke kapal yang sedang ditambatkan.Rasanya belum ada contoh aplikasi di Indonesia.Turret mooring dapat berupa external turret atau internal turret :External TurretExternal Turret dapat diletakkan pada posisi bow atau stern kapal.Internal TurretKeunggulan system ini adalah dapat terpasang secara permanen maupun tidak(dis-connectable).Semua mechanical equipment terletak di atas sea level.Akses langsung dari kapal ke tower.Modifikasi yang tidak terlalu banyak pada kapal. dan sesuai untuk deepwater. chain leg “ditanam” di dasar laut dengan anchor atau piles. Komponen-komponennya antara lain:Buoy Body. Mooring Dolphin Dibandingkan dengan spread mooring. memungkinkan kapal untuk dapat berputar 360 derajat dan beroperasi padakondisi cuaca normal maupun extreme. 3. sebagai penyedia stabilitas dan buoyancyKomponen Mooring dan Anchoring.Keuntungannya adalah :Transfer fluida yang sederhana. Sesuai untuk laut dangkal hinggasedang dengan arus yang cukup kuat. dapat diaplikasikan pada lapangan dengan kondisi lingkunganyang moderat sampai ekstrim. di luar lambungkapal.Contoh aplikasi di Indonesia : FSO Ladinda4. menghubungkan buoy dengan seabed danhawser menghubungkan buoy dengan kapalProduct transfer Sytemo Auxiliary DEASY MAULIDYA SETIAWAN (1401800) 22 . System ini dapatmengakomodasi riser hingga 100 unit dan kedalaman laut hingga 10. Buoy MooringPada system ini sebuah buoy digunakan sebagai mooring point kapal dan untuk offloading fluida.

Mooring Dolphin System. lifting. DEASY MAULIDYA SETIAWAN (1401800) 23 . boatlanding.Contoh aplikasi di Indonesia : FSO Arco Ardjuna. dan sebagainya.

Jetty Layout 2.4. Mooring Dolphin Gambar 14. Besarnya energi benturan yang diberikan oleh kapal adalah sesuai dengan rumus berikut : dimana : E = energi kinetik yang timbul akibat benturan kapal (ton meter) V = kecepatan kapal saat merapat (m/det) W = displacement tonage (ton) L = panjang kapal (ft) B = lebar kapal (ft) D = draft (ft) Į = sudut penambatan kapal terhadap garis luar dermaga (10º) G = gaya gravitasi bumi = 9. Analisis Gaya-gaya yang Berkerja pada Dermaga Gaya-gaya yang bekerja pada dermaga adalah :  Gaya benturan kapal Dalam perencanaan.81 m/det² Cm = koefisien massa Ce = koefisien eksentrisitas Cs = koefisien kekerasan (diambil 1) Cc = koefisien bentuk dari tambatan ( diambil 1) DEASY MAULIDYA SETIAWAN (1401800) 24 . dianggap bahwa benturan maksimum terjadi apabila kapal bermuatan penuh menghantam dermaga dengan sudut 10º terhadap sisi depan dermaga.

Apabila arah angin menuju ke dermaga. Gaya lateral meliputi gaya benturan kapal pada DEASY MAULIDYA SETIAWAN (1401800) 25 . Mooring Dolphin Koefisien massa tergantung pada gerakan air di sekeliling kapal yang dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut : Cb = koefisien blok kapal d = draft kapal (m) B = lebar kapal (m) Lpp = panjang garis air (m) γo = berat jenis air laut (t/m2)  Gaya Akibat Angin Angin yang berhembus ke arah badan kapal yang ditambatkan akan menyebabkan gerakan pada kapal yang bisa menimbulkan gaya terhadap dermaga. Sedangkan apabila arah angin meninggalkan dermaga. maka gaya tersebut akan mengakibatkan gaya tarikan kepada alat penambat. Beban angin dihitung dengan persamaan : Gaya-gaya hantaran yang bekerja pada dermaga dapat dibedakan menjadi gaya lateral dan vertical. maka gaya tersebut akan berupa benturan kepada dermaga.

Gaya akibat arus Seperti halnya angin. untuk menghindari kerusakan pada kapal dan dermaga karena benturan maka di depan dermaga diberi bantalan yang berfungsi sebagai penyerap energi benturan. sedang vertical adalah berat sendiri bangunan dan beban hidup. kapal masih mempunyai kecepatan sehingga akan terjadi benturan antara kapal dengan dermaga. gaya tarikan kapal dan gaya gempa. Pada waktu kapal melakukan bongkar muat. Kapal yang merapat ke dermaga masih mempunyai kecepatan baik yang digerakkan oleh mesinnya sendiri atau ditarik oleh kapal tunda. Gaya tarikan kapal pada dermaga Gaya angin dan arus pada kapal dapat menyebabkan gaya benturan pada dermaga atau gaya tarik pada alat penambat (bollard) yang ditempatkan pada dermaga. 3. sedang jikaarahnya mininggalkan dermaga akan menyebabkan tarikan kapalpada alat penambat (bollard). Dalam perencanaan dianggap bahwa benturan maksimum 10° terhadap sisi depan dermaga. maka kapal harus tetap berada pada tempatnya dengan tenang. Gaya benturan kapal Pada waktu merapat ke dermaga. DEASY MAULIDYA SETIAWAN (1401800) 26 . Gaya akibat angin Angin yang berhembus ke badan kapal yang ditambatkanakan menyebabkan gerakan kapal yang bisa menimbulkan gayapada dermaga. Bantalan yang diletakkan di depan dermaga tersebut dinamakan fender. untuk itu kapal diikat dengan penambat. 4. Apabila arah angin menuju ke dermaga. Pada waktu kapal merapat akan terjadi benturan antara kapal dengan dermaga. Alat penambat harus mampu manahan gaya tarik yang ditimbulkan oleh kapal. Mooring Dolphin dermaga. 2. Gaya benturan kapal yang harus ditahann dermaga tergantung pada energi benturan ang diserap oleh sisem fender yang dipasang pada dermaga. arus yang bekerja pada bagian kapalyang terendam air juga akan menyebabkan terjadinya gaya pada kapal yang kemudian diteruskan pada dermaga dan alat penambat(bollard). 1.

tinggi boulder tidak lebih dari 50 cm dengan ujung DEASY MAULIDYA SETIAWAN (1401800) 27 . Persamaan yang digunakan untuk menentukan jarak maksimum antara fender adalah :  Gaya Boulder Fungsi dari boulder adalah untuk penambat kapal agar tidak mengalami pergerakan yang dapat mengganggu baik pada aktivitas bongkar muat maupun lalu-lintas kapal yang lainnya. Hasil perhitungan energi akibat benturan kapal kemudian dikalikan dengan dua untuk mendapatkan beban impak abnormal. Boulder yang digunakan pada dermaga biasanya menggunakan bahan dari baja cor karena lebih tahan cuaca dan cukup kuat untuk menahan gaya-gaya yang bekerja. serta akibat pergoyangan kapal oleh gelombang dan angin. Gaya benturan kapal yang bekerja secara horizontal dapat dihitung berdasarkan energi benturan kapal terhadap dermaga. dengan harga faktor reduksi ± 10% dari beban impak abnormal. Jarak fender diatur sedemikian rupa sehingga kontak langsung antara kapal dan dinding dermaga dapat dihindari. Kemudian beban impak abnormal dikalikan dengan faktor reduksi produk fender yang ditentukan oleh supplier fender. Mooring Dolphin  Gaya Fender Gaya fender yang terjadi saat kapal sedang merapat berupa gaya pukul kapal pada fender akibat kecepatan pada saat merapat.

Mooring Dolphin tertutup dan lebih besar untuk mencegah terlepasnya tali kapal yang diikat untuk jarak bolder dipakai. DEASY MAULIDYA SETIAWAN (1401800) 28 .

000 DWT.1. guna mendukung fungsi-fungsi tersebut di bangun dermaga. gudang. dorongan arus yang mengenai badan kapal pada waktu ditambatkan.000-17. Gaya-gaya tersebut dapat dihitung dengan cara yang sama seperti dalam perencanaan dermaga. Dolphin kaku dapat terbuat dari tiang-tiang pancang kayu. telekomunikasi dan sebagainya sehingga fungsi pemindahan muatan dari/ke kapal yang bersandar di pelabuhan menuju tujuan selanjutnya dapat dilakukan. tiupanangin. Mooring Dolphin BAB III PENUTUP 3. fasilitas penerangan. jalan. Alat penambat ini direncanakanuntuk bisa menahan gaya horizontal yang ditimbulkan oleh benturan kapal. beton atau sel turap. besi atau beton yang diikat denagn kabel baja. Untuk kapal-kapal besar (9. Menurut konstruksinya dolphin dapat dibedakan menjadi dolphin lentur dan dolphin kaku. Dolphin lentur terdiri dari suatau kelompok tiang dari kayu.000 DWT) maka digunakan dolphin kaku dengan platform digunakan 30 untuk mengikat dan menahan kapal. Dolphin adalah konstruksi yang digunakan untuk menambat kapal tank berberukuran besar yang biasanya digunakan besama – sama dengan pier dan wharf untuk memperpendek panjang bangunan tersebut. atau sebagai penahan benturan untuk melindungi dermaga atau untuk menehan kapal-kapal yang lebih besar agar tidak membebani dermaga dan struktur-struktur yang tidak dirancang untuk menahan beban benturan kapal. Dolphin lentur ini digunakan untuk menambatkan kapal-kapal kecil yang tidak lebih dari 5. bersandar/membuang sauh sehinnga bongkar muat atas barang dan perpindahan penumpang dapat dilaksanakan. DEASY MAULIDYA SETIAWAN (1401800) 29 . sehingga kapal dapat berputar (Turning basin). Kesimpulan Pelabuhan adalah daerah perairan yang terlindung terhadap gelombang/arus.

gaya tarikan kapal dan gaya gempa. dolphin penahan(breasting dolphin) dan 2. Mooring Dolphin Dolphin dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu : 1. DEASY MAULIDYA SETIAWAN (1401800) 30 . Gaya lateral meliputi gaya benturan kapal pada dermaga. gaya fender dan gaya boulder. Gaya akibat angin. Gaya-gaya hantaran yang bekerja pada dermaga dapat dibedakan menjadi gaya lateral dan vertical. sedang vertical adalah berat sendiri bangunan dan beban hidup. dolphin penambat (mooring dolphin).

wordpress. Tersedia [online] http://alamperkapalan.com Tandi. Pelabuhan. Mooring Dolphin DAFTAR PUSTAKA Aldino.ui. Studi Perilaku Pondasi.ac.id/file?file=digital/123620-R010854-Studi%20perilaku- Pendahuluan. Zet.blogspot. 2012. Yongki.academia. Makalah Alat Penambat. Tersedia [online] https://www.html Anonymous. Liauw. 2008.Toraja. Tersedia [online] http://lib. Pondasi Dermaga. 2015.id/2015/01/tentang-pelabuhan_6. 2016. Dolphin.co.pdf Zakiyah. Lia Sparingga. Tersedia [online] http://yongkialdino. Salma.edu/24970146/PONDASI_DERMAGA DEASY MAULIDYA SETIAWAN (1401800) 31 .