METODE PERBAIKAN RETAK PADA SLAB

April 13, 2008 oleh sasonov

Ruang Lingkup

Pekerjaan perbaikan pada slab baik retak yang bersifat non struktural (retak rambut) maupun retak

struktural.

Tujuan dan Sasaran

Perbaikan terhadap retak dilakukan dengan tujuan :
1. Memberikan perlindungan terhadap tulangan pada lokasi retak agar tidak terpengaruh
lingkungan luar.
2. Merekatkan kembali beton setelah mengalami pemisahan akibat retak agar beton yang
telah mengalami pemisahan tersebut dapat berfungsi kembali sebagaimana mestinya.

Tipe retak

Tipe – tipe retak yang terjadi dapat dikategorikan sebagai berikut :
1. Retak struktural (retak tembus).
2. Retak non struktural (retak rambut).

Batasan

Untuk pelaksanaan perbaikan dilakukan dengan beberapa metode yang sesuai dengan batasan berikut

:
 Coating

Metode perbaikan dengan coating dilaksanakan pada retak yang bersifat non struktural (retak rambut)

bertujuan untuk memberikan perlindungan pada tulangan terhadap pengaruh lingkungan luar

 Epoxy Injection

Metode perbaikan dengan epoxy injection dilaksanakan pada retak yang bersifat struktural (retak

tembus) bertujuan untuk merekatkan kembali beton yang mengalami pemisahan
Methodologi
 Coating
Bahan :
– Material epoxy coating
– Material bonding agent
Alat :
– Mesin Gerinda
– Sendok semen
– Roskam
– Kape
– Sterofoam
– Ember
– Amplas
Cara :
1. Bersihkan permukaan beton pada bagian yang retak dari semua kotoran dan debu.
2. Beri material bonding agent pada bagian yang retak.

Bor pada bagian atas atau bawah pada lokasi retak untuk penempatan nepel dengan jarak ± 20 cm. Tutup semua bagian yang retak dengan bahan epoxy coating 4. Pasang Nepel dan lem pada tempat–tempat yang telah dibor dengan menggunakan bahan epoxy. . Biarkan material sampai mengeras selama 24 jam 5. 4. Cipping pada jalur retak 2. 3. 3. Bersihkan bagian bekas coating dengan amplas  Epoxy Injection Bahan : – Material Epoxy – Material Resin Injeksi Alat – alat Bantu : – Mesin Gerinda – Pompa Kompressor Mini/Tabung Suntik – Tabung Pengatur Angin – Tabung Material Injeksi – Bor Beton – Nepel Plastik – Selang Plastik Cara Pelaksanaan : 1. Bersihkan permukaan beton pada bagian yang retak dari semua kotoran dan debu dengan menggunakan angin kompressor/sikat kawat.

Tutup semua bagian retak dengan epoxy. Hidupkan mini kompressor dengan tekanan 2–3 MPa (Low Pressure) . 6.5. Alat yang digunakan untuk menginjeksi yaitu : Memakai Mini Kompressor : 1. 3. Isi tabung dengan material injeksi dengan dosis sesuai prosedur/brosur 2. Pekerjaan injeksi dilakukan dari lebar retak yang besar ke arah lebar retak yang kecil. Hubungkan selang antar mini kompressor–tabung pengatur angin–tabung material injeksi– nepel.

5. 6. Buka tabung pengatur angin dengan perlahan sampai campuran injeksi mengalir masuk nepel 3 dan mengisi bagian yang retak sampai material injeksi keluar dari lubang kontrol pada nepel 4. .4. Ikat selang yang sudah terpasang pada nepel 2 agar cairan dapat menyebar ke seluruh bagian yang retak sehingga dapat terisi oleh material injeksi. Buka tabung pengatur angin dengan perlahan sampai campuran injeksi mengalir masuk nepel 1 dan mengisi bagian yang retak sampai material injeksi keluar dari lubang kontrol pada nepel 2.

lakukan dengan cara yang sama pada seluruh nepel yang terpasang. segera tempatkan lubang tabung suntik pada lubang nepel 2. Memakai Tabung Suntik : 1. PCI .7. Gunakan tali karet untuk mendesak secara perlahan bahan epoxy yang ada di tabung suntik. Bersihkan bagian bekas injeksi dengan amplas. 6. ACI. Referensi : American Concrete Institut. Ikat selang yang sudah terpasang pada nepel 4 agar cairan dapat menyebar ke seluruh bagian yang retak sehingga dapat terisi oleh material injeksi. Biarkan material mengeras selama 24 jam untuk nepel–nepel plastik kemudian bisa dilepas. Isi tabung suntik dengan material injeksi dengan dosis sesuai prosedur/brosur 2. Evaluation and Repair of Concrete in Concrete Structure) Precast Concrete Institute.IR-93 (Cause. Setelah isi dalam tabung di nepel 1 habis. 4.224. 5. Tempatkan lubang tabung suntik pada lubang nepel 1 3.