ELASMOBRANCHIA DAN TELEOSTEI

Elasmobranchia
Definisi hiu
Hiu adalah sekelompok (superordo Selachimorpha) ikan dengan kerangka tulang rawan yang
lengkap dan tubuh yang ramping. Mereka bernapas dengan menggunakan lima liang insang
(kadang-kadang enam atau tujuh, tergantung pada spesiesnya) di samping, atau dimulai sedikit di
belakang, kepalanya. Hiu mempunyai tubuh yang dilapisi kulit dermal denticles untuk
melindungi kulit mereka dari kerusakan, dari parasit, dan untuk menambah dinamika air. Mereka
mempunyai beberapa deret gigi yang dapat digantikan.
Hiu mencakup spesies yang berukuran sebesar telapak tangan hiu pigmi, Euprotomicrus
bispinatus, sebuah spesies dari laut dalam yang panjangnya hanya 22 cm, hingga hiu paus,
Rhincodon typus, ikan terbesar, yang bertumbuh hingga sekitar 12 meter dan yang, seperti ikan
paus, hanya memakan plankton melalui alat penyaring di mulutnya. Hiu banteng, Carcharhinus
leucas, adalah yang paling terkenal dari beberapa spesies yang berenang di air laut maupun air
tawar (jenis ini ditemukan di Danau Nikaragua, di Amerika Tengah) dan di delta-delta.
Ciri-ciri hiu
Hiu adalah salah satu contoh daripada kelas Condrichthyes yaitu ikan bertulang rawan. Hiu
memiliki ciri-ciri utama yaitu:
1. Vertebrae lengkap dan terpisah
2. Rahang dapat di gerakkan
3. Memiliki anggota gerak berpasangan

Ciri khas daripada ikan hiu:
1. Kulit dengan sisik plachoid dengan kelenjar mucus
2. Mulut ventral dilengkapi gigi email. Cekungan hidung satu sampai dua tanpa ada
hubungan dengan rongga mulut, memiliki rahang atas dan bawah.
3. Skeleton berupa tulang rawan tidak ada tulang keras, vertebrae lengkap dan terpisah.
4. Hewan berdarah dingin, suhu tubuh mengikuti suhu lingkungan
Morfologi Ikan Hiu

Dari luar tubuh hiu memiliki beberapa bagian yaitu:
1. Kepala meruncing kearah anterior

1

Yang pertama adalah sebagai penyimpan energi karena semua cadangan lemak disimpan di sini. Selain hati. Perut itu sendiri berakhir pada penyempitan yang disebut pilorus.2. Fungsi kedua hati adalah untuk organ hidrostatik. Di dalam perut hiu sering ditemukan isi makanan terakhir. yang mengarah pada duodenum dan kemudian ke katup spiral usus. Hati memiliki dua fungsi. Hal ini mengurangi kepadatan sehingga memberikan daya apung tubuh untuk mencegah tenggelamnya hiu. lembut dan berminyak. katup spiral usus adalah organ yang digulung secara internal 2 . Salah satu perbedaan utama adalah bahwa semua hiu memiliki kerangka kartilago. Hati hiu berukuran besar. Insang jumlah 5-7 yang masing masing lamelanya terpisah. Pelumas yang lebih ringan dari air disimpan dalam hati. Penyayatan perut dari panggul sirip ke sirip dada organ pertama ditemui adalah hati. tidak ada gelembung udara atau vesica natatoria 5. Sirip Klasifikasi Ikan Hiu kingdom : Animalia Filum : Chordata Subfilum : Vertebrata Kelas : Chondrichthyes Subkelas : Elasmobranchii Superordo: Selachimorpha Anatomi Internal Anatomi internal dari hiu berbeda dari ikan tulang sejati. Hati menempati sebagian besar rongga tubuh hiu. Mulut transversal 3. Organ ini terdiri dari hingga 25% dari total berat badan. Mata 4. lambung dapat dilihat di dalam rongga tubuh.

Farink. saluran kemih dan saluran kelamin yang terbuka ke luar. Mulut trasversal diperkuat oleh gigi yang sama dengan sisik placoid. 1. Kartilago palate-quadrat dan kartilago Meckel adalah tulang rawan yang akan membentuk rahang atas dan rahang bawah. Tulang-tulang bagian panggulnya lebih sederhana daripada bagian gelang bahu dan hampir melekat pada columna vertebralis. 4.Mulut merupakan tempat masuknya makanan. Yang pertama adalah limpa.berfungsi meningkatkan luas bidang permukaan untuk membantu penyerapan nutrisi. Alat gerak ikan hiu berupa sirip. 5. yang merupakan organ gelap di dekat perut yang dimiliki oleh sistem limfatik. organ kecil yang terbuka oleh saluran ke dalam anus. Umumnya struktur appendages (alat gerak) depan lebih rumit daripada belakang.hiu memiliki gigi yang berkembang dengan baik yang membuatnya ditakut oleh organism lain. Di dalam rongga tubuh juga terdapat pancreas yang merupakan kelenjar pencernaan dengan dua lobus merah muda. Sistem Rangka Chondrichthyes memiliki tulang kartilago cranium sempurna. Ikan hiu memiliki kerongkongan yang yang pendek dan lebar hampir tidak terlihat dari lambung. Kloaka adalah ruang tempat saluran pencernaan. Rahangnya bersendi pada tulang ke posterior atau pada elemen hiomandibula dari lengkung insang ke 2. sedangkan yang memanjang ke arah dorsal di bagian tepi sirip disebut skapula. Sistem Pencernaan Sistem pencernaan hiu terdiri dari mulut. Yang kedua adalah kelenjar dubur. Usus memiliki klep spiral yang berfungsi memperluas bidang penyerapan dan memperrpanjang proses digesti. 2. Selanjutnya untuk kelompok ikan ini. Karena berfungsi sebagai kelenjar garam. Kerongkongan. Farink terdapat celah insang dan spirakel 3. Lambung. oesofagus yang pendek. membuang kelebihan natrium klorida (garam) dari darah. Merupakan tempat pancernaan secara kimia dan mekanik. Katup spiral usus bermuara di rektum dan anus yang pada gilirannya akan bermuara di kloaka. organ pembau dan kapsul otak bergabung menjadi satu. Lambung. usus dan bermuara ke anus. 3 . Di bawah lapisan tersebut terdapat beberapa lapisan tulang sponge dan di bawahnya lagi terdapat tulang padat. tulang gigi berasal dari dermal. Tulang di bagian ventral dari pusat sirip ikan hiu disebut korakoid. Eksoskeletonnya merupakan mantel keras seperti email pada gigi vertebrata. Gigi setiap kali tanggal diganti dengan gigi yang baru. Selan itu terdapat dua organ lain yang tidak termasuk dalam sistem pencernaan.

Melewati arteri brankia aferentia. Sistem sirkulasi Sistem sirkulasi pada ikan merupakan sistem sirkulasi tunggal. Jantung ikan hiu hanya terisi darah yang yang tidak mengandung oksigen. Ikan hiu memiliki 5-7 pasang celah insang ditambah pasangan celah anterior non respirasi yang disebut dengan spirakel. Sebelum memasuki atrium terlebih dahulu melewati sinus venosus. Pembuluh cuvier adalah pembuluh vena latero abdominalis yang menerima darah dari dinding tubuh dan alat gerak.6. sinus venosus. Dari kloaka sisa sisa makanan nantinya disalurkan keluar tubuh. conus arteriosus yang keluar dari ventrikel. Jantung terdiri atas atrium. Sistem portalrenalis terdiri dari vena kaudal dan dua pembuluh portal ginjal.dari usus makanan kemudian disalurkan ke rectum dan kloaka. ventrikel. Selain berfungsi sebagai tempat pengeluaran sisa makanan kloaka juga berfungsi sebagai tempat pengeluaran kencing dan sebagai saluran reproduksi. Sistem Eksresi Sistem eksresi pada ikan hiu terdiri dari sepasangan ginjal Urine dikumpulkan dalam tubulus segmental lalu menuju ke ureter dikeluarkan kepapila urogenitalis dan bermuara di kloaka bagian dorsal Sistem Saraf dan Indera 4 . Setiap kali mulut dibuka maka air dari luar akan masuk ke faring kemudian keluar lagi melalui celah insang. Peristiwa keluar masuknya air ini melibatkan kartilago sebagai penyokong filament insang. Darah dari jantung dipompa menuju ke insang untuk di isi oksigen kemudian diedarkan keseluruh tubuh. Sinus venosus menerima darah dari vena hepatika dan vena kardinalis yang merupakan gabungan pembuluh vena kardial anterior dan posterior. Rectum. Dengan konus atau bulbus arteriosus. Darah dari kepala dikumpulkan oleh vena kardial anterior dan darah dari ginjal dikumpulkan oleh vena jardinal posterior. selanjutnya dari arteri brankia eferen darah mengumpul pada aorta (arcus aortikus)yang akan menjadi aorta ventral dan dorsal. Pada saat perkembangan embio ada 6 buah lengkung aorta. Sistem portal hepatic mengalirkan darah dari lambung dan usus kemudian kembali ke hati sesudah itu masuk ke sinus venosus melalui vena katup untuk mencegah darah kembali ke jantung. Kemudian di pompa kearah konus arteriosus menuju ke aorta ventral. Jantung ikan hanya memiliki dua bilik yaitu atrium dan ventrikel. Dari aorta ventral darah disalurkan ke insang. Secara embriologis celah insang tumbuh sebagai hasil dari serentetan evaginasi faring yang tumbuh ke luar dan bertemu dengan envaginasi dari luar. Sistem Respirasi Insang merupakan cirri pernafasan pada ikan. dari atrium darah kemudian di salurkan ke ventrikel. meskipun pada perkembangan selanjutnya tereduksi atau mengalami modifikasi.

Makanan ini disebut sebagai sekresi susu uterus atau melalui koneksi plasenta. Kantung kemih dan saluran reproduksi bergabung bersama untuk membentuk sinus urogenital. namun ada beberapa hiu yang bertelur. Bentuk yang paling maju disebut viviparity. Sekali telur dilepaskan dan dibuahi. Secara umum kebanyakan hiu bersifat ovovivipar. Systema nervossum central (SNC)yang terdiri dari otak dan medulla spinalis B. Pada jantan memiliki panggul yang dimodifikasi menjadi claspers sirip pelvis yang digunakan untuk pengiriman sperma. Cara reproduksi terakhir adalah oviparity. Ada tiga model reproduksi dalam hiu. dan gurat sisi. Reproduksi yang kedua disebut ovoviviparity. Setelah telur aman telur tidak menerima perlindungan atau makanan dari induknya. Hal ini terjadi ketika hiu betina menyediakan makanan bagi embrio yang ada dalam tubuhnya. Gulungan Claspers terbentuk dari tulang rawan. menetas dan berkembang di dalam tubuh hiu betina kemudian anak di lahirkan. Hiu jantan juga telah memiliki testis. Hal ini mirip dengan viviparity karena telur dibuahi. Teleostei 5 . Telur yang dihasilkan oleh tiap spesies sangat bervariasi. Ukuran diameter telur hiu sekitar 60 atau 70 mm dan terbungkus dalam kulit hingga diameter keseluruhannya dapat mencapai 300 mm. Dari sinus urogenitak ini akhirnya sperma dilepaskan ke dalam alur dari claspers dan kemudian disampaikan ke betina selama kopulasi. sebuah horny shell atau membran dikeluarkan disekitar membran ketika telur melewati kelenjar. Ovarium kiri sering lisis atau tidak ada telur. Telur hiu diletakkan di ganggang atau koral. Testis internal terletak di ujung anterior tubuh di dalam rongga organ epigonal. Sistem Reproduksi Hiu secara seksual dimorfik dimana ada perbedaan visual antara jantan dan betina. Systema Nervossum Peripherium (SMP)yang terdiri dari 10 pasang nervus cranialis dan nervus spinalis C. Systema Nervus Otonom yang terdiri dari nervus sympaticus dan nervus parasympaticus yang bekerja antagonis. Sistem saraf pada hiu terdiri dari: A. organon auditorius yang berfungsi untuk mendengar. Pada betina memiliki ovarium internal yang ditemukan di anterior dalam rongga tubuh dan berpasangan. Sistem indera Sistem indera terdiri dari sacous olfactorius atau cekungan hidung. Dalam spesies lain telur berkenbang dan menetas didalam rahim betina. Dalam hal ini embrio tidak menerima makanan langsung dari ibunya melainkan dari cadangan makana daris sel telur. organon vesus atau mata. Beberapa hiu menghasilkan sebuah shell yang tangguh dan dapat melindungi anaknya.

Tahapan larva berlangsung sampai sekitar 30 hari setelah 6 . serta bersalinitas 25-35 o/oo. jantan biasa lebih banyak. Bandeng betina dapat diidentifikasi dari perut yang agak buncit dan terdapat tiga lubang di bagian anus yang tampak jelas pada betina dewasa. berair jernih dan banyak mengandung plankton. hidup di perairan pantai berpasir. bandeng jantan memiliki ciri-ciri warna sisik yang lebih cerah dan mengkilap keperakan serta mempunyai dua lubang kecil di bagian anus yang tampak jelas pada bandeng dewasa. bandeng yang dibudidayakan di tambak hanya dapat mencapai ukuran panjang tubuh maksimal 0. 60-70% dari jumlah populasi betina. Tubuhnya berwarna putih keperak-perakan dan dagingnya berwarna putih susu. Di alam. Bandeng yang hidup di alam memiliki panjang tubuh mencapai 1 m.50 m. Namun.Definisi bandeng Phylum : Vertebrata Subphylum : Craniata Super Class : Gnatostomata Seri : Pisces Class : Teleostei Sub class : Actinopterygii Ordo : Malacopterygii Sub ordo : Clupeidae Family : Chanidae Genus : ChanosLacepede Species : Chanos chanos Forskal Morfologi Bandeng dikenal juga sebagai milkfish dan memiliki karakteristik tubuh langsing seperti peluru dengan sirip ekor bercabang sebagai petunjuk bahwa bandeng memiliki kemampuan untuk berenang dengan cepat. Habitat Larva bandeng merupakan bagian dari komunitas plankton di laut lepas yang kemudian hidup dan berkembang.

biasa hidup di perairan pantai karang atau perairan pantai berlumpur yang ditumbuhi kelekap. matang (mature). Bandeng dewasa biasa tertangkap dengan gill net di perairan pantai pada kedalaman 2-10 m. Pemijahan bandeng berlangsung secara partial yaitu telur yang sudah matang dikeluarkan. yakni dari pantai Afrika Timur sampai ke Kepulauan Tuamutu. Jumlah telur yang dihasilkan dalam satu kali pemijahan antara 300. sedang yang belum matang terus berkembang di dalam tubuh untuk pemijahan berikutnya. hidup di perairan pantai berkarang atau pantai berlumpur. dengan panjang total 70-150 cm hidup di perairan pantai sampai perairan laut dalam dan di terumbu karang. Lebar bukaan mulut larva 225 mikron dan panjang rahang 200 mikron. baru pada 21 hari dapat makan pada malam hari. serta bersalinitas 30-35 ‰. Di alam. siap pijah (gravid) dan salin (spent).000 butir. berkembang (developing).000 sampai 1. kemudian terbawa arus ke arah pantai. Induk. tidak memiliki gelembung lemak. Bandeng sebagai ikan air laut.25 mm. Bobot gonad pada fase matang berkisar 10-25 % berat tubuh. biasa berumur lebih dari 4 tahun. Alat-alat reproduksinya sudah berkembang dan memijah di perairan dalam. LH-Rha merupakan jenis hormon untuk mempercepet pematangan gonad hewan. Reproduksi Siklus reproduksi bandeng dimulai dari perkembangan gonad yang berdasarkan nilai Gonade Somatic Indeks (GSI). Larva memangsa makanannya sekaligus dan menelannya bulat-bulat. serta bersalinitas sekitar 20 ‰. memiliki penyebaran yang sangat luas. hidup di perairan pantai berlumpur yang banyak mengandung plankton dan kelekap. Larva mulai makan sesaat setelah mata berpigmen penuh dan saat mulut membuka (54 jam setelah menetas) dan sebelum kuning telur diserap sepenuhnya. Sampai umur 8 tahun masih produktif. pada musim pemijahan biasa bergerombol di perairan terumbu karang. dan dari Jepang Selatan sampai Australia Utara. Telur bandeng ditetaskan di perairan sedang sampai hangat dengan suhu 26°C sampai 32°C dengan salinitas air 29-34‰. diameter telur dan penampakan histologis gonad terbagi atas muda (immature). Namun demikian. ikan bandeng jarang tertangkap sebagai hasil laut. Gelondongan bandeng lebih banyak makan 7 .000. Pemijahan alami berlangsung dalam kelompok-kelompok kecil yang tersebar di sekitar gosong karang atau perairan yang jernih dan dangkal sekitar pulau pada bulan-bulan Maret-Mei dan September-Januari. Di hatcheri.Gelondongan yaitu benih berumur 1-2 bulan dan berukuran 5-8 cm. ruang perivitelin sempit. Indikator pemijahan adalah bandeng jantan dan betina beriringan dengan posisi jantan berada di belakang betina. berair jernih yang kadang-kadang ditumbuhi vegetasi campuran atau mangrove. Dewasa adalah bandeng berumur 6 bulan sampai 4 tahun dengan panjang total 40-70 cm. satu ekor bandeng dapat memijah lebih dari satu kali. telur berbentuk bulat dengan diameter 1.Larva mulai makan plankton 72 jam setelah ditetaskan. berasal dari hasil pemijahan induk bandeng di perairan pantai atau relung karang. namun subur dan bersalinitas 25-35 ‰. Pemijahan lebih sering terjadi pada saat pasang rendah dan fase bulan seperempat. Bandeng memijah secara alami pada tengah malam sampai menjelang pagi. Benih yaitu larva berumur lebih dari 25 hari atau disebut juga nener. Telur yang telah dibuahi menetas pada suhu 27-31°C dalam waktu 25-35 jam setelah pembuahan. Kebiasaan Makan Larva bandeng aktif makan pada siang hari (diurnal feeder) sampai berumur 15 hari.menetas.10-2. Dalam setahun. sebelah timur Tahiti. frekuensi pemijahan dapat ditingkatkan sampai 3 kali dalam setahun dengan implantasi hormon LH-Rha atau HCG.

dkk. Sharks. Hamlett. The Life of Sharks. London: Weidenfeld and Nicolson. Nener di alam biasa tersebar merata di sepanjang garis pantai. Bandeng dewasa biasa ditemukan berenang dalam kelompok yang terdiri dari 10-100 ikan dengan sirip punggung yang mencuat di permukaan. Jenis makanan yang dimakan adalah alga (cyanobacteri.pada siang hari daripada malam hari. The Shark Almanac. Induk memangsa alga ataupun hewan dengan jalan menyaring menggunakan saringan insang sambil berenang di antara kumpulan plankton yang padat atau kumpulan anak ikan. New York: The Lyons Press. C. diatom. Tingkah laku Dalam siklus hidupnya. ISBN 1- 55821-582-4. Sukiya.5-2% bobot tubuh. pada malam hari diam di dekat dasar. detritus. Sama seperti gelondongan. makanannya mengandung 43% protein.2003. SBN 297003070. Bandeng tidak termasuk ikan berkelompok dalam jumlah besar. IKIP Negeri Singaraja: Singaraja Budker. juga memakan alga yang menempel di karang dan benih kerang yang menempel pada rumput laut. Yogyakarta : Universitas Negeri Yogyakarta 8 . bandeng berpindah dari satu ekosistem ke ekosistem lainnya mulai dari laut sampai ke sungai dan bahkan danau. jumlah makanan perhari mencapai 1. Karena kebiasaan mencerna makanan asal lapisan atas sedimen dasar. Paul (14 Oktober 1971). Buku Ajar Zoologi Invertebrata dan Vertebrata. bandeng termasuk dalam kelompok iliophagous. Skates and Rays: The Biology of Elasmobranch Fishes. W. Daftar Pustaka Allen. (14 Oktober 1999). Artawan. Thomas B. dan alga hijau berfilamen) dan hewan (udang kecil dan cacing). (14 Oktober 1999). I Ketut. Kadang. Biologi Vertebrata. induk bandeng lebih banyak makan pada siang hari daripada malam hari. Hal ini disebabkan karena bandeng memiliki kisaran adaptasi yang tinggi terhadap salinitas (eurihaline).