1.

Etika Komunikasi adalah yakni norma, nilai, atau ukuran tingkah laku yang baik dalam kegiatan
berkomunikasi yang dilakukan secara verbal ataupun non verbal secara langsung (tatap muka)
ataupun menggunakan media (tidak langsung) serta menyelaraskan tindakan dengan standar
tindakan-tindakan atau kelakuan atau perilaku dari suatu profesi tertentu. Memiliki hubungan
dengan Manajemen Komunikasi karena berhubungan dengan profesi, dimana nanti saat masuk
dalam dunia kerja kita akan menerapkan beberapa etika atau nilai-nilai yang sesuai dengan etika
komunikasi yang baik dan benar serta ETIKOM mengajarkan mahasiswa akan diajak berfikir
bagaimana sebuah prilaku itu terbentuk atau dibentuk, karena pemahamanlah yang menjadi
kacamata dalam bertindak dan berprilaku nantinya

2. Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berusaha mengkaji segala sesuatu yang ada dan yang
mungkin ada dengan menggunakan pikiran. Bagian-bagiannya meliputi:1.Metafisika 2.
Kosmologia ,3.Logika 4. Etika 5. Teologi 6. Antropologi. Dengan demikian, jelaslah bahwa etika
termasuk salah satu komponen dalam filsafat. Demikian juga etika, dalam proses
perkembangannya sekalipun masih diakui sebagai bagian dalam pembahasan filsafat. Etika
filsafat merupakan ilmu penyelidikan bidang tingkah laku manusia yaitu menganai kewajiban
manusia, perbuatan baik buruk dan merupakan ilmu filsafat tentang perbuatan manusia. Banyak
perbuatan manusia yang berkaitan dengan baik atau buruk. Berhubungan dengan filsafat hakekat
manusia yang mengatakan bahwa manusia tidaklah hidup sendiri melainkan dengan orang lain,
olehkarena itu dibutuhkan Etika Berkomuniaksi.

3. a. Objek material = suatu hal yang dijadikan sasaran pemikiran, suatu hal yang diselidiki, atau
suatu hal yang dipelajari. Objek material bisa bersifat konkret atau abstrak. Objek material
etika = Manusia

Objek formal = cara memandang atau meninjau yang dilakukan seorang peneliti/ ilmuwan
terhadap objek materialnya serta prinsip-prinsip yang digunakannya.

Objek formal etika = kebaikan dan keburukan. keyakinan. ini adalah efek atau dampak intelektual atau kognitif. anda mungkin memperoleh cara-cara atau gerakan baru seperti cara melempar bola atau melukis. ini tidak etis. anda mungkin memperoleh sikap baru atau mengubah sikap. maka ada masalah etika disini. meskipun mungkin efektif bila kita membesar-besarkan sesuatu dalam menjual produk atau bahkan berbohong dalam kampanye pemilihan. Aliran Etika Idealisme ialah aliran yang berpendirian bahwa perbuatan manusia janganlah terikat pada sebab-musabab lahir. Jopeph De Vito (1997:29) . Kedua. maka ada aspek benar-salah dalam tindakan tindak kumunikasi. anda mungkin memperoleh pengetahuan atau belajar bagaimana menganalisis. Joseph A De Vito ((1997:29) Karena komunikasi mempunyai dampak. Aliran Etika Hedonisme ialah aliran yang berpendapat bahwa perbuatan susila itu ialah perbuatan yang menimbulkan hedone (kenikmatan dan kelezatan). Aliran Etika Theologis ialah aliran yang berkeyakinan bahwa ukuran baik dan buruknya perubahan manusia itu dinilai dengan sesuatu dan tidak sesuainya dengan perintah Tuhan (Theos = Tuhan). ini adalah dampak atau psikomotorik. Komunikasi selalu mempunyai efek atau dampak atas satu atau lebih orang yang terlibat dalam tindakan komunikasi. selain juga perilaku verbal dan nonverbal yang patut. ini adalah dampak afektif. Aliran Etika Vitalisme ialah aliran yang menilai baik buruknya perbuatan manusia itu sebagai ukuran ada tidak adanya daya hidup (vital) yang maksimum mengendalikan perbuatan itu. 4. atau mengevaluasi sesuatu. Sebagai contoh. tetapi haruslah berdasarkan pada prinsip kerohanian (idea) yang lebih tinggi. melakukan sistensis. Aliran Etika Naturalisme ialah aliran yang beranggapan bahwa kebahagiaan manusia itu didapatkan dengan menurutkan panggilan natura (fitrah) kejadian manusia sendiri. emosi. Aliran Etika Utilitarianisme ialah aliran yang menilai baik dan buruknya perbuatan manusia itu ditinjau dari kecil besarnya manfaatnya bagi manusia (utility = manfaat). Pada setiap tindakan komunikasi selalu ada konsekuensi. Ketiga. bermoral tidak bermoral dari tingkah laku tersebut atau indakan manusia yang dilakukannya secara sengaja melalui nilai-nilai budaya. dan perasaan anda. Sebagai contoh. Karena komunikasi mengandung konsekuensi.

orang harus memiliki pemikiran dan verifikasi kritis untuk memastikan kebenaran informasi atau berita sebelum menyebarkannya kepada orang lain. a. pembaca dapat melakukan beberapa upaya untuk mengkritik isi berita atau informasi. dan memasukkan setiap informasi ke dalam konteks saat menghadapi sebuah informasi. Jangan membagikan apa pun tanpa melakukan verifikasi. memastikan apakah sumber informasi dapat dipercaya. Sebagai pemikir kritis. memicu pemikiran konspirasi b. Memverifikasi kebenaran informasi adalah cara paling ampuh untuk memastikan keaslian berita.5. menciptakan bias konfirmasi. . Sebagai bagian dari reformasi sosial. termasuk mencari bukti terlebih dahulu atas informasi yang mereka dapatkan. memiliki analisis kritis dan penilaian. salah satunya dengan melakukan verifikasi sumber informasi. Masyarakat berperan untuk mengevaluasi sumber informasi dengan seksama. Reiner memberikan tips untuk mengecek dan mencegah penyebaran berita palsu. memahami apakah cerita mendukung judul. Steven berkomentar bahwa berita palsu bisa beredar dan berkembang karena bisa memanipulasi emosi. c.

2. yang sering digunakan diantaranya . Maksud dan tujuan dari penyebaran informasi tersebut (manfaat atau mudharat/menjurus fitnah. dan Twitter. sara. memeriksa waktu kapan informasinya diperbarui. kebencian. untuk kepentingan dirinya atau kelompoknya). mengevaluasi apakah situs pengecekan fakta telah menyelidiki informasi tersebut. pembaca dapat mempertanyakan sumber informasi. dan tiga kali sebelum Anda menyebarluaskannya di Facebook. Siapa yang bicara atau menulis dalam penyebaran beritanya (sumber informasi) dari per orang atau kelompok. huru-hara. Selanjutnya. Instagram. Sementara versi Pers.Selanjutnya. karena mereka dapat menerima berita yang tidak dapat dipercaya dari orang lain. masyarakat dapat mewaspadai sumber cerita. bahkan teman dan keluarga. dan berbadan hukum) atau non resmi. 1. 3. . Gaya atau cara penulisan. dua kali sebelum Anda berbicara. kekacauan. memastikan semua pekerjaan link. "Berpikir sekali sebelum Anda bertindak. lembaga resmi (pemerintah.