Traffic Calming

A. Latar Belakang
latar belakang pembuatan traffic calming tidak terlepas dari bergesernya kultur
budaya masyarakat Indonesia. Dari kultur tradisional yang sarat tata krama, sopan
santun, saling menghargai, gotong royong akan mencerminkan budaya berlalu lintas.
Ditambah dengan derasnya budaya luar yang masuk dalam bentuk aglomerasi kultural.
Dalam hal berlalu lintas, budaya urban identik dengan efisiensi waktu dan kecepatan
akses, yang apabila tidak diimbangi dengan kesadaran norma dan peraturan, maka
yang terjadi adalah penyakit-penyakit transportasi, seperti kesemrawutan, kemacetan,
hingga kecelakaan. Kebutuhan untuk bergerak cepat pun dipenuhi dengan memiliki
sepeda motor dan mobil untuk menggantikan sepeda onthel dan delman. Ketika sepeda
motor dan mobil menjadi banyak, kebutuhan untuk menggunakan jalan pun menjadi
tinggi dan cepat. Untuk menghindari kesalahan dalam berkendara maka traffic calming
pun dibuat. Dalam pembuatannya, perlu standarisasi dari Pemerintah mengenai fisik
dari traffic calming tersebut.
Seiring banyaknya kendaraan pribadi yang ada di Indonesia, semakin besar pula
risiko kecelakaan yang bakal terjadi. Selama tidak adanya peningkatan faktor untuk
mengurangi risiko kecelakaan (Skill, Kesadaran berlalu lintas, dll). Tindakan melanggar
lalu lintas sudah menjadi bagian dari budaya, seperti menggunakan trotoar dan
sebagainya. Semakin besar risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan raya harus
diimbangi pula dengan peningkatan disektor keselamatan jalan. Salah satu yang simple
untuk diterapkan adalah teknologi, Traffic Calming.

B. Definisi
Traffic Calming merupakan salah satu alternatif yang bisa digunakan untuk
keselamatan jalan dengan tujuan agar pengendara dapat mengurangi kecepatan
kendaraannya. Dengan sistem ini, maka pengendara diharuskan untuk memperlambat
laju kendaraan, sehingga mampu mengurangi risiko kecelakaan. Jika dibandingkan

sistem lain. pesepeda. 5. termasuk fasilitas pejalan kaki dan penyeberangan pejalan kaki yang nyaman untuk digunakan.  Memberikan manfaat bagi masyarakat secara keseluruhan dan menjadikan kawasan lebih nyaman untuk digunakan. serta dapat diterapkan disemua jenis jalan di Indonesia termasuk jalan bebas hambatan. C. traffic calming lebih efektif dan ekonomis. lingkungan pemukiman. Teknik Perlambatan Lalu Lintas  Memberikan prioritas yang jelas kepada angkutan umum yang dilengkapi dengan fasilitas pemberhentian yang nyaman.  Menurunkan kecepatan kendaraan dengan menggunakan rambu ataupun secara fisik. D. . 3. Mereduksi atau mengurangi kecepatan kendaraan yang terlalu tinggi dalam arus lalu lintas. Mengalihkan kendaraan dan angkutan umum dari jalan raya menjadi lambat. Menciptakan kondisi jalan yang berkeselamatan sehingga mendorong pengemudi untuk menjalankan kendaraannya dengan hati-hati. Tujuan Tujuan utama pelambatan lalu lintas adalah : 1. Mengurangi angka kecelakaan terutama dikawasan yang banyak terdapat pejalan kaki. Memperbaiki dan meningkatkan kondisi lingkungan.  Berorientasi kepada pejalan kaki. membatasi akses jalan ataupun akses bagi kendaraan tertentu.  Mengurangi konflik antara kendaraan bermotor dengan kendaraan lainnya termasuk dengan kendaraan tidak bermotor. 2. 4.

Jalan di lingkungan pemukiman b.000 (sembilan ribu) milimeter. Bentuk penampang melintang alat pembatas kecepatan menyerupai trapesium dan bagian yang menonjol di atas badan jalan maksimum 12 cm. pembuatan alat pembatas kecepatan dibutuhkan ijin dari pejabat yang berwenang. Pemasangan rambu dan pemberian tanda dimaksud digunakan untuk memberi peringatan kepada pengemudi kendaraan bermotor tentang adanya alat pembatas kecepatan di depannya. Pada jalan-jalan yang sedang dilakukan pekerjaan konstruksi Menurut Keputusan Menteri Nomor 3 Tahun 1994 Tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pemakai Jalan . kolektor. syarat pembuatan alat pembatas kecepatan yaitu : 1. Jalan lokal yang mempunyai kelas jalan III Menurut Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 Tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan perihal pengelompokan Jalan. Lokasi dan pengulangan penempatan alat pembatasan kecepatan disesuaikan dengan hasil manajemen dan rekayasa lalu lintas. 6. 5.E. contohnya Kepala Daerah dengan ketentuan hanya boleh dibuat pada tempat-tempat tertentu saja. 4. Penempatan alat pembatas kecepatan dilakukan pada posisi melintang tegak lurus dengan jalur lalu lintas. c. ukuran panjang tidak melebihi 9.100 (dua ribu seratus) milimeter. dan muatan sumbu terberat 8 (delapan) ton. 3. seperti: a. Pengertian Jalan Kelas III adalah jalan arteri. 2. Penempatan alat pembatas kecepatan pada jalur lalu lintas harus diberi tanda berupa garis serong dari cat berwarna putih.500 (tiga ribu lima ratus) milimeter. lokal. Syarat Menurut Keputusan Menteri Nomor 3 Tahun 1994 Tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pemakai Jalan. dan lingkungan yang dapat dilalui Kendaraan Bermotor dengan ukuran lebar tidak melebihi 2. Penempatan alat pembatas kecepatan pada jalur lalu lintas dapat didahului dengan pemberian tanda dan pemasangan rambu-rambu lalu lintas. ukuran paling tinggi 3. Penampang .

Kelebihan speed hump antara lain : . Jenis a. khususnya pada malam hari. Marka speed hump berupa garis serong berwarna putih atau kuning yang kontras sebagai pertanda. Untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan bagi pengguna jalan ketingginya diatur dan apabila melalui jalan yang akan dilengkapi dengan rambu-rambu pemberitahuan terlebih dahulu mengenai adanya polisi tidur. Alat Pembatas kecepatan dapat dibuat dengan menggunakan bahan yang sesuai dengan bahan dari badan jalan. 7. F. Pemilihan bahan harus memperhatikan keselamatan pemakai jalan. Speed Hump Speed hump atau biasa disebut dengan polisi tidur adalah bagian jalan yang ditinggikan berupa tambahan aspal. karet. proporsional dengan bagian menonjol di atas badan jalan dan minimum 15 cm. semen atau dengan bahan karet yang dipasang melintang di jalan untuk pertanda memperlambat laju/kecepatan kendaraan. Lebar mendatar bagian atas. tersebut di kedua sisi miringnya mempunyai kelandaian yang sama maksimum 15%. atau bahan lainnya yang mempunyai pengaruh serupa.

berkurang menjadi 5-10 km/jm di sekitar lokasi speed hump  Kemungkinan adanya pengalihan arus lalu lintas jika pemukiman berdekatan dengan jalan arteri  Memaksakan untuk ditaati (self-enforcing) kekurangan speed hump antara lain :  Dalam kondisi darurat menimbulkan tundaan  Kemungkinan terjadi pengalihan arus lalu lintas ke jalan pemukiman lain yang letaknya berdekatan  Menimbulkan penambahan suara disekitar lokasi speed hump  Tidak baik untuk kesehatan karena berkaitan beban dan berat tubuh bagian atas akan membuat ketidaknyaman pada struktur tubuh yang rendah dibagian punggung pada saat melintas b. Biasanya diletakkan di jalan- jalan kolektor atau jalan lokal dan juga di jalan-jalan utama dengan jumlah penduduk . Memperlambat kecepatan lalu lintas. Speed Table Speed Table merupakan salah satu alat pembatas kecepatan yang berbentuk gundukan datar dan lebih lebar daripada speed hump.

Rumble Strip Rumble strip atau lebih dikenal dengan pita penggaduh adalah perlengkapan tambahan pada jalan yang berfungsi untuk membuat pengemudi lebih meningkatkan kewaspadaan menjelang suatu bahaya. Speed table biasanya dibangun dengan batu bata atau bahan bertekstur lainnya pada bagian datar. sehingga bila mobil yang melaluinya akan diingatkan oleh getaran dan . Kelebihan speed table  Lebih tepat pada kendaraan besar karena permukaan yang datar  Efektif dalam mengurangi kecepatan  Dapat dipindah dengan mudah Kekurangan speed table  Estetika yang kurang  Meningkatkan kebisingan dan polusi udara disekitar speed table c. Pita penggaduh berupa bagian jalan yang sengaja dibuat tidak rata yang ditempatkan melintang jalan pada jarak yang berdekatan.yang rendah. dan akan menjadi lebih buruk apabila kecepatan semakin tinggi. Rumble Surface Rumble surface merupakan permukaan jalan yang terbuat dari tekstur yang kasar dalam upaya menimbulkan ketidaknyamanan mengemudi. Beberapa jenisnya antara lain : 1.

suara yang ditimbulkan bila dilalui oleh ban kendaraan. Standar pita penggaduh  Pita penggaduh dapat berupa suatu marka jalan atau bahan lain yang dipasang melintang jalur lalu lintas dengan ketebalan maksimum 4 cm.  Lebar pita penggaduh minimal 25 cm  Jarak antara pita penggaduh minimal 50 cm  Pita penggaduh yang dipasang sebelum perlintasan sebidang minimal 3 pita penggaduh Pita penggaduh sebaiknya dibuat dengan bahan thermoplastik atau bahan yang mempunyai pengaruh yang setara yang dapat memengaruhi pengemudi. Pita penggaduh biasanya ditempatkan menjelang perlintasan sebidang. 2. menjelang sekolah. Midle rumble strip berfungsi untuk memberitahukan kepada . Midle Rumble Strip Merupakan pita penggaduh yang diletakkan secara memanjang dan berada di tengah badan jalan. menjelang pintu tol atau tempat-tempat yang berbahaya bila berjalan terlalu cepat.

Apabila pengguna jalan melaluinya akan menyadari bahwa kecepatan kendaraan harus dikurangi. d. Penempatan speed area biasanya dilakukan pada perpindahan dari ruas jalan dengan kecepatan tinggi ke ruas jalan dengan kecepatan yang lebih rendah.50 meter hingga 150 mm dan garis perkerasan yang kasar dibuat lebih tinggi sekitar 3 mm. mengemudikan kendaraan pada jalan bebas hambatan dengan kecepatan tinggi akan tetap merasakan kecepatan yang relatif lambat. Untuk itu penempatan speed area diperlukan untuk menyadari pengemudi dalam mengurangi kecepatan. 3.pengemudi bahwa mereka telah melewati batas badan jalan sehingga dengan otomatis akan menurunkan kecepatan dan kembali ke jalur semula. Hal ini akan membahayakan pada saat pengguna jalan hendak keluar menuju jalan biasa. Sebagai contoh. Rumble Area Dibuat dengan lebar yang lebih kecil 0. Pulau lalu Lintas .

selain pulau ditengah juga ditempatkan pulau di pinggir sehingga keselamatan pejalan kaki yang menyeberang menjadi lebih tinggi lagi. seperti ditunjukkan dalam gambar. Pulau di median yang berfungsi untuk memberikan ruang ditengah jalan sehingga pejalan kaki yang menyeberang dapat berhenti ditengah jalan sebelum melanjutkan menyeberang bila situasi telah memungkinkan untuk menyeberang. Suatu pulau lalu lintas yang ditempatkan di median jalan pada tempat penyeberangan pejalan kaki. e. Bentuk-bentuk pulau lalu lintas yang biasa digunakan untuk menghambat kecepatan dapat berupa: 1. Chicane . Pulau disisi kiri. Berbagai bentuk pulau lalu lintas digunakan untuk memperlambat arus lalu lintas yang berjalan di kawasan tersebut. pulau seperti ini bisa di tempatkan di mulut persimpangan ataupun ditengah ruas jalan. kanan atau pada kedua sisi yang dimaksudkan untuk mempersempit ruang lalu lintas kendaraan yang berfungsi untuk mengurangi kecepatan lalu lintas.

Biasanya juga digunakan sebagai tempat parkir kendaraan dan lebih familiar di negara- negara Eropa. Kelebihan Chicanes  Chicanes mencegah kecepatan tinggi dengan memaksa defleksi horisontal . . Upaya ini ditempuh dalam melindungi kawasan perumahan atau kawasan yang ramai seperti daerah pertokoan dengan membuat jalan berkelok-kelok dan jalur jalan disempitkan sehingga kendaraan tidak dapat berjalan dengan cepat. dan  Dapat dengan mudah dilalui kendaraan besar (seperti truk pemadam kebakaran ) kecuali di bawah berat kondisi lalu lintas . Kekurangan Chicanes  Chicanes harus dirancang dengan cermat untuk mencegah pengemudi menyimpang dari jalur yang tepat. tetapi sedikit memberikan dampak pada parkir dan akses bagi pengemudi kendaraan. Tidak memberikan dampak apapun berkaitan dengan kecepatan dan volume kendaraan. dengan desain yang berbentuk kurva. Merupakan penyempitan badan jalan.

 Curb penyelarasan dan lansekap mahal . dan Chicanes mungkin memerlukan penghapusan beberapa di-jalanan parkir . atau seperempat lingkaran. berbentuk setengah. jalan-jalan utama dengan komunitas penduduk yang relative sedikit. Kelebihan Chokers  Chokers mudah dilewati oleh besar kendaraan  Jika dirancang dengan baik. terutama jika ada masalah drainase. persimpangan pejalan kaki. Biasanya digunakan di jalan-jalan lokal atau jalan kolektor. dan akan bekerja lebih baik jika disertai dengan pemasangan rambu-rambu seperti speed table dan median di dekat persimpangan. dapat memiliki positif dalam nilai estetika  Mengurangi kecepatan dan volume. Berfungsi untuk mengurangi jarak lintasan penyeberang jalan dan mengurangi kecepatan kendaraan. f. Choker Merupakan pengurangan lebar jalan biasanya di simpang empat. sepertiga. Kekurangan Chokers  Kecepatan kendaraan dibatasi oleh tidak adanya vertikal atau horizontal defleksi .

antara lain · Rambu perintah mengelilingi bundaran. antara lain · Marka pemisah lajur lalu lintas pada pendekat dan dibundaran yang mempunyai lebih dari satu lajur · Marka beri kesempatan berupa dua garis putus-putus berdampingan yang melintang. Perambuan di bundaran berupa 1. Lalu lintas yang didahulukan adalah lalu lintas yang sudah berada dibundaran. Bundaran ( roundabout ) Bundaran digunakan pada jalan-jalan volume lalu lintas yang tinggi untuk mengalokasikan jalur dipersilangan. 2. · Rambu beri kesempatan . sehingga kendaraan yang akan masuk ke bundaran harus memberikan kesempatan terlebih dahulu kepada lalu lintas yang sudah berada dibundaran. Marka jalan. Rambu lalu lintas. · Rambu peringatan bahwa di depan ada bundaran lalu lintas. bila pada bundaran banyak pejalan kaki yang menyeberang jalan. untuk itu dilengkapi dengan marka jalan beri kesempatan berupa dua garis putus-putus yang berdampingan yang melintang jalan.  Memerlukan sepeda secara singkat bergabung dengan lalu lintas kendaraan  Memerlukan penghapusan beberapa di-jalanan parkir g. · Marka zebra cross.

baik oleh warga atau oleh pemerintah kota  Biaya lebih mahal h. dan  Lansekap harus dijaga . Lampu lalu lintas Kelebihan Bundaran (Roundabout)  Dapat meredam kecepatan lalu lintas pada jalan arteri  Lebih aman jika dibandingkan dengan APILL  Dapat meminimalkan antrian di pendekatan untuk persimpangan . Rised Intersection . dan  Memiliki estetika yang lebih baik Kekurangan Bundaran (Roundabout)  Sulit bagi kendaraan besar untuk mengelilingi bundaran  Harus dirancang dengan baik sehingga peredaran lalu lintasnya tidak mengganggu pada penyeberangan  Memerlukan lahan yang luas dan penghapusan beberapa parkir di jalan .3.

Rised Crosswalk . Raised intersection juga membantu pejalan kaki saat menyeberang. Merupakan sebuah area yang landai di persimpangan dengan konstruksi dari batu bata dan texture yang berbeda. Model ini sangat baik bagi para pejalan kaki (pedestrians) dan mengurangi kecepatan di persimpangan. Biasanya terletak tepat pada penyeberangan dari satu sisi jalan ke sisi jalan di seberangnya sehingga dapat mengurangi lahan parkirkendaraan Kelebihan Raised Intersection  Mempersempit koridor visual yang sepanjang jalan mempengaruhi pengendara untuk mengemudi lebih hati-hati  Meningkatkan karakter estetika masyarakat  Menyediakan penyangga antara jalan dan tempat tinggal i.

akan menambah estetika  Efektif mengurangi kecepatan kendaraan b. Textured pavement juga sering digunakan di seluruh sepanjang blok jalan. Textured pavement baik digunakan untuk jalan yang volume pejalan kakinya padatdat kebisingan bukan menjadi perhatian utama. Keuntungan  Meningkatkan keselamatan untuk kendaraan dan pejalan kaki  Jika didesain dengan baik. Atau dengan kata lain. Kerugian  Kika menggunakan material bertekstur akan mahal  Akan berimbas pada tertutupnya drainase  Meningkatkan kebisingan dan polusi j. raisedcrosswalk adalah zebracross yang permukaannya ditinggikan dari jalan. Raised crosswalk adalah speed table yang dilengkapi dengan marka zebracross yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan pejalan kaki saat menyeberang jalan. . Texture Pavement Textured pavement adalah menggunakan paving sebagai pengganti aspal untuk permukaan jalan. Hal ini dimaksudkan agar kondisi permukaan tidak rata. Raised crosswalk baik untuk lokasi dimana disedianak fasilitas penyeberangan untuk pejalan kaki yang sering terjadi pengendara yang sembrono dan kendaraan dengan kecepatan tinggi. a. Paving dapat digunakan di seluruh persimpangan atau penyeberangan pejalan kaki.

parkir.a. 3. Rambu dan Marka 1. oleh karena perlu didesain dengan cermat menyangkut: 1. Desain Zoss Karena anak-anak sekolah khususnya yang baru duduk di Sekolah dasar masih sangat rentan dalam berlalu lintas khususnya pada saat menyeberang jalan di depan sekolah.) Perambuan . pejalan kaki yang menyeberang jalan. Zona Selamat Sekolah Zona sekolah atau lebih dikenal di Indonesia sebagai Zona Selamat Sekolah (Zoss) adalah suatu kawasan di sekitar sekolah yang perlu dikendalikan lalu lintas kendaraan menyangkut kecepatan. Pengendalian perlu dilakukan mengingat banyak anak-anak sekolah yang berjalan kaki menuju sekolah. dapat engurangi kecepatan di 2 jalan sekaligus b.) Warna jalan di depan sekolah.) Trotoar 2. Kerugian  Umumnya mahal karena material yang digunakan  Apabila digunakan di crosswalk. Keuntungan  Dapat mengurangi kecepatan kendaraan yang melintas  Dapat menghasilkan estetika yang indah apabila didesain dengan baik  Apabila ditempatkan pada persimpangan. biasanya digunakan warna merah sehingga menjadi karpet merah. menyalip. akan meyulotkan kendaraan untuk melintasinya k.

Sektor keselamatan berlalu lintas di Indonesia harus terus ditingkatan. Traffic Calming merupakan solusi yang cocok untuk keadaan jalan di Indonesia saat ini karena dalam pelaksanaannya lebih cepat dan mudah.o Rambu lalu lintas berupa rambu batas kecepatan (25 km/jam). rambu dilarang menyalib. khususnya di sekolah yang berada dipinggir jalan arteri yang padat. 2. Sistem ini juga seharusnya diterapkan dijalan-jalan arteri.) Lampu lalu lintas bila diperlukan. kolektor sampai dijalan bebas hambatan. 4. o Marka jalan berupa marka zebra cross. penghematan energi ataupun karena alasan geometrik jalan. banyaknya kegiatan di sekitar jalan. Untuk membatasi kecepatan ini digunakan aturan yang sifatnya umum ataupun aturan yang sifatnya khusus untuk membatasi kecepatan yang lebih rendah karena alasan keramaian. Rambu Pembatas Kecepatan Rambu pembatasan kecepatan adalah suatu ketentuan untuk membatasi kecepatan lalu lintas kendaraan dalam rangka menurunkan angka kecelakaan lalu-lintas. sebagain besar mungkin sudah diterapkan di Indonesia sejak lama seperti pembuatan Polisi tidur dibeberapa titik seperti kompleks perumahan atau jalan tertentu. G. Kondisi keselamatan jalan juga musti terus dibenahi. marka dilarang parkir. di sekitar sekolah. baik dari segi Infrastruktur jalan. Regulasi jalan yang mencakup Pengguna jalan dan peraturan. marka membujur dan melintang lainnya. Kesimpulan Traffic calming merupakan salah satu solusi keselamatan jalan di Indonesia. Selama transportasi Publik yang layak dan berkulitas belum bisa dipenuhi pemerintah maka selama itu juga. Email This . rambu larangan parkir.